TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Perjalanan Penuh Inspirasi

Serial Catatan Harian Ojol

Serial Catatan Harian Ojol
Serial Catatan Harian Ojol
Tampilkan postingan dengan label Perjalanan Penuh Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perjalanan Penuh Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 Desember 2017

YDBA Siap Libatkan UKM untuk Sukseskan Asian Games 2018

YDBA Siap Libatkan UKM untuk Sukseskan Asian Games 2018

Diskusi menarik yang diselenggarakan YDBA pada 20 Desember lalu
(Klik untuk perbesar foto dan geser untuk melihat gambar lainnya) 

37 TAHUN bukan waktu yang sebentar. Terutama, bagi suatu yayasan nonprofit. Yupz, Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) genap 37 tahun pada 2 Mei lalu.

Sejak didirikan William Soeryadjaya pada 1980 silam, YDBA merupakan perwujudan dari komitmen PT Astra International Tbk (Astra) dalam membangun bangsa. Itu seperti yang terdapat pada butir pertama Catur Dharma yang jadi filosofi Astra. Yaitu, Menjadi Milik yang Bermanfaat bagi Bangsa dan Negara.

Sejarah mencatat, banyak pencapaian yang dilakukan YDBA sebagai salah satu dari sembilan yayasan Astra. Bisa dipahami mengingat saya tidak asing dengan yayasan tertua kedua Astra ini.

Kebetulan, saya sudah mengenalnya sejak mengikuti Gathering Semangat Astra Terpadu untuk Indonesia: Berbagi Inspirasi 60 Tahun di Gedung SMESCO di Jakarta Selatan, pada 1 Agustus 2016 (Artikel sebelumnya: Astra Berusia 60 Tahun, Selanjutnya?).

Setelah itu, saya rutin menyimak berbagai rangkaian dari YDBA dan Astra. Tentu, jika waktunya tidak bentrok dengan pekerjaan sehari-hari di lapangan.

Andai bersamaan dengan jadwal liputan, sudah pasti saya harus absen. Termasuk, ketika Astra mendukung penuh Indonesianisme Summit 2017 pada 9 Desember lalu dan Menanam 1.000 Pohon (19/12).

Namun, jika waktunya lowong, sudah pasti saya hadiri. Bahkan, hingga ke Kantor Wakil Presiden ketika Astra jadi sponsor Asian Games 2018 (6/12).

*         *         *
SIANG itu, matahari tampak malu-malu memancarkan sinarnya. Dari arah selatan, awan pekat serempak menuju bibir pantai ibu kota. Tak berselang lama, dewi hujan menunaikan tugasnya dengan sempurna.

Rinai berganti dengan lebatnya tetesan air dari langit yang menemani perjalanan saya usai meliput kegiatan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) di kawasan Kuningan menuju Restoran TierSpace, yang berlokasi di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Tepatnya, untuk mengikuti blogger gathering yang diselenggarakan YDBA pada Rabu (20/12). Ada dua tujuan saya untuk menghadiri diskusi dan sharing tentang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Indonesia serta Digital Ecosystem YDBA ini.

Pertama, untuk belajar lebih jauh tentang UMKM di Tanah Air dari YDBA yang merupakan ahlinya. Pepatah mengatakan, dekat cat terciprat tinta. Saya pun demikian, berharap bisa memetik ilmu terkait UMKM untuk diterapkan pada masa depan.

Kedua, saya ingin menanyakan mengenai peran Astra, khususnya YDBA pada Asian Games 2018. Maklum, Astra merupakan Official Prestige Partners dari Panitia Nasional Penyelenggaraan Asian Games XVIII/2018 (INASGOC).

Tentu, Astra akan melibatkan berbagai unit usahanya pada pesta olahraga antarnegara Asia tersebut (Artikel sebelumnya: Astra Sponsori Asian Games 2018). Nah, berpegang pada Catur Dharma itu, saya paham Astra pastinya tidak hanya memikirkan sisi ekonomi dari peran sebagai sponsor.

Melainkan juga kemungkinan turut mengerahkan berbagai yayasan yang bernaung di bawahnya. Terutama, YDBA yang sudah berperan vital dalam menggerakkan UKM dan UMKM di Tanah Air. Bisa jadi, Astra melalui YDBA akan terlibat dalam pembuatan suvenir untuk Asian Games 2018.

Asumsi itu yang mendasari saya untuk bertanya langsung kepada Ketua Pengurus YDBA Henry C Widjaja dalam sesi diskusi. Menurut penggemar fotografi ini, memang kemungkinan menuju ke arah tersebut.

Kebetulan, yang saya tahu, YDBA menjalankan berbagai program pelatihan, pendampingan, fasilitasi pasar, dan fasilitasi pembiayaaan kepada UMKM di empat bidang. Yaitu, manufaktur, bengkel, kerajinan, dan pertanian.

"Jika itu ada hubungannya dengan UKM dan UMKM bisa saja. Itu sesuai dengan program YDBA yang membina UKM dan UMKM," ujar Henry menjawab pertanyaan saya.

Indonesia merupakan tuan rumah Asian Games 2018 yang berlangsung pada 18 hingga 2 September mendatang. Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), INASGOC, dan instansi terkait, memiliki empat misi, yaitu:

1. Sukses Prestasi
2. Sukses Penyelenggaraan
3. Sukses Administrasi
4. Sukses Ekonomi

Nah, untuk sukses Ekonomi ini, pemerintah ingin memaksimalkan peran UMKM dan UKM di Tanah Air. Misalnya, di Jakarta dengan melibatkan UMKM dan UKM terkait kerajinan tangan yang bisa dijadikan suvenir bagi ribuan atlet. Sementara, Palembang bakal mendorong UMKM dan UKM yang bergerak di bidang kuliner, seperti pempek serta pindang.

"Untuk saat ini, kami belum mengetahui detailnya. Namun, jika pemerintah ingin menggandeng Astra dan YDBA dalam pembuatan suvenir yang melibatkan UKM, nah itu bisa kami lakukan untuk Asian Games 2018," Henry, menerangkan.

Penulis buku Celebrating the Moment ini melanjutkan, "Paling sering, yang terjadi misalnya Astra ingin membuat suvenir dan mengadakan pameran terkait Asian Games 2018. Astra akan mengajak UKM di bawah naungan YDBA. Ini bagian dari usaha Astra untuk memasarkan hasil UKM yang difasilitasi YDBA ketika berpartisipasi di berbagai event. Misalnya, Inacraft (International Handicraft Trade Fair), IKEA Teras Indonesia, GIIAS (Gaikindo Indonesia International Auto Show), dan lainnya."

Untuk GIIAS, kebetulan saya selalu hadir dalam tiga edisi sejak 2015 silam. YDBA turut meramaikan pameran otomotif terbesar di Tanah Air itu dengan mendirikan booth. Tujuannya, untuk mengenalkan kepada khalayak ramai terkait hasil dari UKM dan UMKM dalam bisnis Astra.

Misalnya, pada komponen Daihatsu Sigra (artikel sebelumnya: 7 Alasan Harus Memiliki Daihatsu Sigra), Wintor, Konsep Parkir Pintar, dan sebagainya (Konvensi QCC 2017 Dorong Mitra YDBA untuk Mandiri dan Lebih Kompetitif).

*         *         *
AROMA tanah yang wangi setelah hujan menyapa seluruh indera kami. Matahari terlihat sudah condong ke barat. Di sisi berlawanan, sang rembulan memancarkan sinarnya dengan memesona.

Yupz, usai diskusi hangat bersama Henry yang didampingi Kepala Departemen Perencanaan & Pengembangan YDBA Edison Monoarfa, sesi pun berlanjut. Kali ini, saya dan belasan blogger diajak untuk belajar melukis di kaos yang sudah disediakan salah satu binaan UKM YDBA.

Yaitu, Rini Iskandar yang menjual berbagai lukisan handmade menggunakan media T-Shirt. Wow... Sumpah, keren banget! Saya sampai tak percaya, bisa belajar melukis di sehelai kaos setelah sejak SD silam mencoret-coret di balik buku tulis.

Sebagai informasi, Rini merupakan pemilik dari Painting on T-Shirt (POT) yang sudah lama dibina YDBA. Selain POT, banyak UKM dan UMKM yang mendapat binaan YDBA. Itu karena dalam 37 tahun ini, YDBA jadi salah satu representasi Astra dalam perjalanan penuh inspirasi sejak enam dekade ini.

Beberapa pencapaian YDBA di antaranya:

- Sudah membina 10.112 mitra UKM
- 65.158 tenaga kerja
- 101 UKM Mandiri
- 701 Alumni Porgram Pemuda Putus Sekolah
- Mendirikan 17 LPB (Lembaga Pengembangan Bisnis)
- Mendirikan 10 LKM (Lembaga Keuangan Mikro)
- Mendirikan 11 Sektor Unggulan Terbentuk

Seiring dengan perkembangan teknologi, YDBA juga membangun ekosistem untuk menjawab tantangan zaman yang bergerak ke arah digital. Pada tahap awal, YDBA berusah memindahkan kegiatan pembinaan yang semula hanya diakses secara offline ke dunia online.

"Sekarang, jika ingin mempelajari terkait UKM, bisa mengaksesnya secara digital. Yaitu, pada laman www.HebatnyaUKM.org. Di portal ini, ada berbagai tips ringan terkait dunia wirausaha yang berguna untuk diterapkan dalam menjalankan usaha," Edison, menerangkan.

YDBA meluncurkan Digital Ecosystem itu pada 10 Juli lalu (Artikel sebelumnya: Rayakan HUT ke-37, YDBA Luncurkan HebatnyaUKM.org). Saat itu, YDBA juga menampilkan sharing session kepada khalayak ramai dengan mengundang tiga narasumber.

Yaitu, Fida Heyder yang merupakan Head of SMB Marketing Google Indonesia, Rieke Caroline (CEO BuatKontrak.com), dan Leony Agus Setiawati (pemilik CV Azkasyah yang mendapat binaan YDBA).

Yang pasti, dalam menggandeng mitra UKM, yayasan tertua kedua Astra ini selalu berpegang pada analogi telur. Yaitu, pembinaan yang dilakukan YDBA berusaha untuk memecahkan telur tersebut dari dalam, sehingga menghasilkan seekor ayam. Alias, bukan memecahkan telur tersebut dari luar yang akhirnya hanya menghasilkan telur dadar.

Yupz, saya setuju dengan perumpamaan ini. Sukses untuk Astra dan YDBA!***

*         *         *
Sesi perkenalan rekan blogger Timothy W. Pawiro dalam gathering yang dipandu
PR YDBA Agustin Pradhana

*         *         *
Sambutan Ketua Pengurus YDBA Henry C. Widjadja

*         *         *
Kepala Departemen Perencanaan dan Pengembangan YDBA Edison Monoarfa

*         *         *
Tanya jawab rekan blogger dengan perwakilan YDBA

*         *         *
Pembacaan puisi dari Henry yang pada 2010 silam menerbitkan buku berjudul
Celebrating the Moment

*         *         *
Semangat rekan-rekan blogger untuk belajar melukis di kaos yang dibimbing
Rini Iskandar selaku pemilik Painting On T-Shirt (POT)

*         *         *
Saya belajar melukis di kaos yang jadi pengalaman perdana dalam lebih dari
seperempat abad hidup ini

*         *         *
Rekan blogger Gaper Fadli melukis sketsa HUT ke-60 Astra

*         *         *
Antusiasme rekan-rekan blogger untuk belajar melukis dengan media kaos

*         *         *
Yeeee, jadi! Hasil coretan saya dengan tema optimisme malam tahun baru
menyambut Asian Games 2018

*         *         *
Foto bersama blogger, YDBA, dan mitra UKM

*         *         *

Artikel YDBA Sebelumnya:
- 7 Alasan Harus Memiliki Daihatsu Sigra

Artikel Astra Group Sebelumnya:
- Astra Sponsori Asian Games 2018

*          *         *
- Jakarta, 22 Desember 2017

Jumat, 08 Desember 2017

Astra Sponsori Asian Games 2018


Penandatanganan sponsorship INASGOC dengan Astra di Kantor Wakil Presiden


MENJADI Milik yang Bermanfaat bagi Bangsa dan Negara. Demikian butir pertama dari Catur Dharma yang jadi filosofi PT Astra International Tbk (Astra). Yaitu, Astra tidak hanya sekadar perusahaan saja. Melainkan turut berkontribusi untuk bangsa dan negara.

Sudah banyak yang dilakukan Astra untuk negeri ini. Kebetulan, sebagai blogger, saya mulai rutin menyimak perkembangan Astra sejak 2016 lalu. Dalam periode itu, saya menyaksikan, betapa Astra benar-benar komitmen menjalankan Catur Dharma yang jadi filosofi perusahaan.


Teranyar, Astra jadi sponsor utama Asian Games 2018 bersama delapan perusahaan nasional lainnya. Penandatanganan dilakukan Chief of Corporate Communication, Social Responsibility and Security Astra Pongki Pamungkas bersama Ketua Panitia Nasional Penyelenggaraan Asian Games XVIII/2018 (INASGOC) Erick Thohir di Kantor Wakil Presiden di Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (6/12).

Peresmian nota kesepahaman itu disaksikan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tono Suratman, dan pejabat terkait.

"Penandatanganan kerja sama sponsorhip ini menunjukkan kepercayaan dan dukungan optimal dari kalangan badan usaha. Baik nasional, swasta, dan bisnis internasional terhadap kesuksesan Asian Games 2018," kata Erick dalam sambutannya.

Asian Games 2018 berlangsung pada 18 Agustus hingga 2 September mendatang. Ini kali kedua Indonesia jadi tuan rumah setelah 1962 silam. Dukungan berbagai perusahaan untuk jadi sponsor, termasuk Astra, diapresiasi wapres.

JK bangga dengan Astra yang pada 20 Februari lalu genap 60 tahun ini sangat komitmen. Itu sesuai dengan Catur Dharma yang jadi filosofi Astra dalam perjalanan penuh inspirasi selama enam dekade ini.

"Karena kita ingin nanti, ketika lagu Indonesia Raya berkumandang, di belakangnya ada banner perusahaan nasional. Mobilnya (saat Asian Games 2018 berlangsung) dari Astra," ujar Kalla sambil mengungkapkan nominal sponsor berbagai perusahaan itu mencapai 50 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 760 miliar

Ya, sebagai sponsor yang sudah mengeluarkan puluhan miliar, Astra tentu akan mendapat benefit saat Asian Games 2018. Baik itu sebelum, saat acara berlangsung, hingga sesudahnya.

Misalnya, pada papan elektronik di berbagai posisi seperti sisi lapangan serta belakang podium saat pengalungan medali. Akan ada banner PT Astra International Tbk yang jadi latar ketika atlet merayakan keberhasilannya meraih juara.

Juga, Astra bisa menampilkan logo Asian Games 2018 pada berbagai produknya atau saat kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR).

Bisa dipahami mengingat Astra memiliki tujuh sektor usaha. Itu meliputi:
- Otomotif
- Jasa keuangan
- Alat berat dan pertambangan
- Agribisnis
- Infrastruktur, logistik, dan lainnya
- Teknologi informasi
- Properti

Sementara, untuk CSR, Astra memiliki sembilan yayasan, yaitu:
- Yayasan Toyota & Astra (YTA) didirikan pada 1974
- Yayasan Dharma Bhakti Astra (DYBA) 1980
- Yayasan Astra Bina Ilmu (YABI) 1995
- Yayasan Astra Honda Motor (YAHM) 1995
- Yayasan Amaliah Astra (YAA) 2001
- Yayasan Karya Bakti United Tractors (YKB UT) 2008
- Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim (YPA-MDR) 2009
- Yayasan Astra Agro Lestari (YAAL) 2010
- Yayasan Insan Mulia Pamapersada Nusantara (PAMA) 2014

Berbagai benefit yang didapat Astra sebagai sponsor Asian Games 2018 ini sangat menarik. Sebab, pesta olahraga terbesar kedua di kolong langit setelah Olimpiade ini tidak hanya dihadiri negara-negara Asia saja. Melainkan juga dari penjuru dunia.



Asian Games 2018 ini jadi sarana bagi Astra untuk mengenalkan produk, jasa, dan yayasannya kepada dunia internasional. Maklum, saat Asian Games 2018 berlangsung, Indonesia akan kedatangan berbagai tamu dari ratusan negara selain Asia.

Yaitu, dari benua Amerika Utara dan Tengah, Amerika Selatan, Afrika, Oseania, dan Eropa. Baik itu, penonton, atlet, dan pelatih. Sebab, Asian Games 2018 dijadikan sebagian atlet dari negara non Asia itu untuk pemanasan jelang Olimpiade 2020.

Yang pasti, keberadaan Astra sebagai sponsor utama turut membantu pemerintah. Maklum, biaya untuk menggelar Asian Games 2018 ini mencapai triliunan rupiah. Itu mengapa, peran sponsor termasuk Astra sangat memberi dampak yang signifikan bagi pemerintah untuk menyelenggarakan pesta olarhaga terbesar di Asia ini. Sekaligus, Astra melanjutkan komitmen untuk berkontribusi terhadap bangsa dan negara.

*          *         *
Wakil Presiden Jusuf Kalla menyambut baik peran sponsor,
termasuk Astra dalam mensukseskan Asian Games 2018

*          *         *
Ketua INASGOC Erick Thohir bersama Chief of Corporate, Social Responsibility
and Security Astra Pongki Pamungkas usai peresmian nota kesepahaman
yang disaksikan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menpora Imam Nahrawi,
dan Ketua KONI Tono Suratman

*          *         *



Artikel Grup Astra Sebelumnya:


*          *         *
- Jakarta, 12 Desember 2018

Selasa, 12 September 2017

Berangkatkan 22 UMKM ke Jepang, YDBA Lanjutkan Beri Kail Bukan Ikan


Sekretaris Pengurus YDBA Mohammad Iqbal bersama Wakil Ketua HAAI
Saharto Sahardjo memakaikan jaket kepada salah satu perwakilan
UMKM yang berangkat ke Jepang
(Klik untuk perbesar foto atau geser untuk melihat gambar lainnya)


YAYASAN Dharma Bhakti Astra (YDBA) kembali memberangkatkan UMKM mitranya ke Jepang untuk mengikuti training The Program of Corporate Management for Indonesia (IDCM) di Kansai Kenshu Center, Osaka. Ini edisi keenam mitra UMKM diberangkatkan YDBA ke Negeri Matahari Terbit.

Tren itu diawali pada 2013 dengan 24 UMKM. Angkatan II dan III pada 2014 dengan 48 UMKM, diikuti batch IV pada 2015 (22 UMKM), dan V pada 2016 (21 UMKM). Tahun ini, yayasan yang dibentuk pendiri PT Astra International, William Soeryadjaya, pada 2 Mei 1980 itu memberangkatkan 22 UMKM.

Fakta itu saya ketahui setelah menghadiri Pelepasan Peserta Training IDCM ke Jepang di Kantor YDBA, Jakarta Utara, Senin (11/9). Sejatinya, saya awam dengan acara ini. Namun, tertarik mengetahui latar YDBA memilih mitra UMKM untuk diberangkatkan ke Jepang.

Yupz, adagium lawas mengatakan, kota Roma tidak dibangun dalam semalam. Alias, mitra UMKM yang terpilih tentunya sudah melalui saringan yang ketat. Keberadaan mereka di negaranya Hidetohi Nakata ini tentu bukan sekadar liburan. Melainkan untuk menerapkan sisi positif dari etos kerja di Jepang.

Ke-22 mitra UMKM YDBA itu berada di Jepang pada 13-26 September. Ini jadi program beasiswa dari pemerintah Jepang melalui Association for Overseas Technical Cooperation and Sustainable Partnership (AOTS) Jakarta.

ATOS ini merupakan organisasi internasional di bawah Ministry of Economy, Trade, anda Industry (METI) Jepang yang bergerak di bidang pengembangan sumber daya manusia di negara-negara berkembang. Tujuannya, untuk mempromosikan kerja sama teknis melalui pelatihan, pengiriman pakar, dan program lain.

Jika Anda tertarik dengan kontribusi Astra terhadap masyarakat Indonesia melalui YDBA bisa mempelajarinya di situs HebatnyaUKM.org. Kebetulan, saat turut meliput peluncurannya pada 7 Juli lalu di Gedung Astra yang bersebelahan dengan YDBA (artikel sebelumnya: Rayakan HUT ke-37, YDBA Luncurkan HebatnyaUKM.org).

Terlebih, saya tidak asing dengan YDBA atau Grup Astra. Sebab, sejak 2016 saya sering meliput berbagai acara mereka. Termasuk, ketika yayasan tertua kedua Astra ini menyelenggarakan Konvensi Quality Control Circle (QCC) pada 12 Agustus lalu di ICE BSD, Tangerang (Artikel sebelumnya: #YukNgimprov untuk Mandiri dan Lebih Kompetitif).

*         *         *

DARI 22 UMKM yang diberangkatkan YDBA itu bergerak di bidang manufaktur dan kerajinan. Dalam dua pekan ke depan, mereka akan mendapatkan pelatihan manajemen perusahaan dan kesempatan benchmarking ke beberapa UKM Jepang.

Diberangkatkannya UMKM ke Jepang ini bertujuan untuk menambah pengetahuan dan mendapatkan kesempatan demi meningkatkan daya saing. Ini sejalan dengan development framework YDBA, yaitu mendorong UMKM menjadi Mandiri.

Program ini juga ditujukan agar peserta memahami karakteristik UMKM "excellence" ke Jepang melalui pembelajaran filosofi manajemen dan proses pengembangan strategi manajemen.

Selain itu, YDBA berharap UMKM mitranya ini mampu menganalisis berbagai masalah yang terjadi di perusahaan-perushaan masing-masing. Serta, dapat memformulasikan rencana penyelesaian. Dalam training ini juga dilaksanakan temu bisnis yang mempertemukan UMKM Jepang dengan UMKM mitra YDBA.

Nah, bagaimana mitra UMKM YDBA untuk bisa mengikuti training ke Jepang? Tentu, mereka harus mengikuti seleksi administrasi dengan melengkapi Pre Training Report yang terdiri dari struktur organisasi dan company profile.

Bidang usaha dari UMKM juga menjadi salah satu pertimbangan dalam penilaian yang dilakukan AOTS. Itu diungkapkan Sekretaris Pengurus YDBA Mohammad Iqbal dalam sambutannya.

"Kami berharap angkatan enam ini jadi peserta terdepan yang sepulang nanti tidak hanya mendapatkan ilmu baru mengenai manajemen bisnis saja," tutur Iqbal yang didampingi Wakil Ketua Himpunan Alumni AOTS Indonesia (HAAI) Saharto Sahardjo, dan perwakilan AOTS Jakarta Dea Intan.

"Melainkan juga membawa perubahan yang dapat dikembangkan dan diimplementasikan di perusahaan masing-masing. Sehingga waktu tenaga dan materi yang didapat selama dua pekan di Jepang akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat," Iqbal, menambahkan.

*         *         *

PERNYATAAN itu beralasan mengingat YDBA memiliki filosofi "Berikan Kail, bukan Ikan". Yayasan ini menjalankan program tanggung jawab sosial Astra yang fokus pada pembinaan UMKM di Tanah Air. Itu meliputi manufaktur, baik terkait value chain bisnis Astra maupun tidak, bengkel umum roda empat dan roda dua, pengrajin, dan petani.

Keberadaan YDBA sebagai komitmen Astra untuk berperan serta secara aktif dalam membangun bangsa. Terutama demi menerapkan amanat butir pertama filosofi Astra, Catur Dharma. Yaitu, menjadi milik yang bermanfaat bagi bangsa dan negara. Apalagi, 20 Februari lalu, Astra genap 60 tahun yang melewati perjalanan penuh inspirasi. Bisa dipahami mengingat dalam periode itu, Astra melalui sembilan yayasannya berperan penting untuk memberi manfaat kepada masyarakat luas.

Tak heran jika YDBA sudah mendirikan 16 cabang Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) dan 10 LKM/koperasi di Tanah Air. Hingga Juni ini, yayasan yang dipimpin Henry C Widjadja selaku ketua pengurus itu sudah melakukan pembinaan terhadap10.112 UMKM.

Mereka juga telah melatih 701 pemuda putus sekolah untuk menjadi mekanik. Bahkan, YDBA secara tidak langsung menciptakan 65.158 lapangan pekerjaan melalui UMKM yang difasilitasinya.***


*         *         *
Sahardjo dan Iqbal berbincang dengan ketiga perwakilan UMKM yang akan
mengikuti Program on Corporate Management for Indonesia

*         *         *
Tahun ini YDBA memberangkatkan 22 mitra UMKM ke Jepang
yang merupakan edisi keenam sejak 2013

*         *         *
Foto bersama pengurus YDBA, HAAI, dan peserta UMKM ke Jepang

*         *         *

Artikel Grup Astra Sebelumnya:


*         *         *
- Semarang, 11 September 2017 

Sabtu, 26 Agustus 2017

Ini Alasan Astra Sediakan 4 Mobil untuk Hadiah Lomba Foto Astra dan Anugerah Pewarta Astra 2017

Manajemen PT Astra International Tbk meluncurkan Lomba Foto Astra (LFA)
 dan Anugerah Pewarta Astra (APA) 2017
(Klik untuk perbesar foto atau geser untuk melihat gambar lainnya)

KABAR gembira bagi Anda yang menikmati segala tantangan dalam melakoni perjalanan penuh inspirasi. Itu karena PT Astra International Tbk kembali menyelenggarakan kompetisi bergengsi yang bisa diikuti seluruh masyarakat Indonesia.

Yaitu, Lomba Foto Astra (LFA) 2017 dan Anugerah Pewarta Astra (APA) 2017 yang masing-masing terdapat dalam kategori jurnalis serta masyarakat umum.

Program tahunan Astra ini dalam upaya mengapresiasi karya foto dan tulisan jurnalis serta masyarakat umum. Suatu kehormatan bagi saya bisa jadi saksi dalam peluncurannya di Candi Bentar Conventio Hall, Putri Duyung Ancol, Jakarta Utara, Rabu (23/8).

Kompetisi ini sejalan dengan HUT ke-60 Astra pada 20 Februari lalu dengan mengangkat tema "Perjalanan Penuh Inspirasi". Yaitu, menitikberatkan perjalanan 60 tahun Astra dalam menginspirasi negeri. Pendaftaran dibuka mulai 23 Agustus lalu hingga 31 Desember mendatang.

Kebetulan, pada APA 2016, saya jadi salah satu Pemenang Favorit pada kategori umum lewat artikel berjudul "Sensasi Menanam Gaharu Bersama Astra di Bukit Kasur Cianjur". Sebagai blogger, tentu saya termotivasi agar pada 2017 ini kembali meraih penghargaan serupa. Bahkan, kalau bisa lebih.

Bisa dipahami mengingat saya punya prinsip, hari ini harus lebih baik dari kemarin. Sudah pasti, saya berharap pada APA atau LFA tahun ini minimal tembus tiga besar. Syukur-syukur dapat juara satu. Aamiin...

Yupz, optimistis tentu boleh. Namun, sudah pasti harus realistis. Maklum, APA dan LFA ini sudah pasti diikuti ribuan masyarakat. Apalagi, hadiahnya sangat menggiurkan.

Itu karena Astra menyediakan empat Astra Daihatsu Ayla Type M AT untuk juara 1! Sementara, juara 2 terdapat 4 All New CBR 150R, juara 3 (4 Fujifilm XA10), juara harapan (8 Samsung Gear 360 2017), dan juara favorit (40 Xiaomi Redmi 4X).

*         *         *

USAI registrasi dalam peluncuran tersebut, kebetulan saya sempat berbincang dengan  Head of Environment & Social Responsibility Astra Riza Deliansyah. Dalam kesempatan tersebut saya menanyakan alasan Astra menyediakan hadiah besar-besaran untuk APA dan LFA 2017.

Maklum, pada APA dan PFA tahun lalu, hadiah tertinggi "hanya" Honda CB150R Streetfire Special Edition. Meski, nominalnya sangat besar, tetap saja kalah menggiurkan dibanding APA dan LFA tahun ini yang menyediakan Astra Daihatsu Ayla Type M AT dengan per unit mencapai ratusan juta rupiah!

"Awalnya, hadiahnya seperti tahun lalu. Namun, pak Prijono Sugianto (Presiden Direktur Astra) memberi saran agar hadiahnya lebih besar. Tahun ini kan masih berkaitan dengan HUT ke-60 Astra yang jadi tema 'Perjalanan Penuh Inspirasi'," Riza, menjelaskan.

Pernyataan sama diungkapkan Sugiarto, "Selama hampir 60 tahun, kegiatan bisnis Astra tidak terelpas dari lingkungan dan masyarakat sekitar. Pada prinsipnya, di mana pun Astra berada, harus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Perusahaan tidak hanya menguntungkan, tapi juga harus berkelanjutan dengan filosofi kami, Catur Dharma."

Dalam peluncuran LFA-APA 2017 turut menghadirkan berbagai narasumber yang saling berbagi inspirasi baik dari lingkungan Astra atau masyarakat umum ya.

Yaitu, Ketua Pengurus Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) Henry C. Widjadja, Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Astra-Michael D. Ruslim (YPA-MDR) Arietta Andriany, fotografer sekaligus juara 1 umum LFA 2015 Sandy Wijaya, dan content writer Muhammad Arif Rahman.

Bagi saya, tentu tidak asing dengan mereka. Henry kerap saya temui dalam berbagai acara YDBA dengan yang teranyar pada Konvensi QCC 2017 di ICE BSD (12/8). Sementara, YPA-MDR sudah saya kenal sejak kali pertama mengikuti acara Astra pada 1 Agustus 2016 (Astra Berusia 60 Tahun, Selanjutnya?).

Sementara, berbagai foto-foto Sandy sering melintas di sosial media lewat akun instagram @sandywijaya. Di sisi lain, Arif melalui blognya backpackstory.me, dikenal sebagai travel blogger.

Sudah pasti, informasi dari keempat narasumber itu menambah wawasan saya. Terutama untuk bisa berbagi inspirasi, mulai dari artikel pada blog ini, media sosial, dan tentunya kehidupan sehari-hari.

*         *         *
MENGENAI lomba, Head of Public Relations Astra Yulian Warman, menambahkan, "Untuk ketentuan yang lebih detail serta informasi tentang pendaftara, masyarakat Indonesia dapat mengunjungi www.Satu-Indonesia.com. Mulai hari ini, LFA dan APA 2017 dibuka hingga 31 Desember mendatang."

Nah, tahun lalu saya sudah ikut dengan jadi salah satu pemenang favorit yang pada LFA dan APA 2017 kini termotivasi untuk lebih baik lagi.

Bagaimana dengan Anda?

Yuk, bagikan Perjalanan Penuh Inspirasi lewat foto dan artikel di www.Satu-Indonesia.com!


*         *         *
Rekan blogger dan media turun dari bus jemputan untuk menghadiri
peluncuran LFA-APA 2017

*         *         *
Di balik suksesnya Kick-off LFA dan APA 2017, ada panitia yang
bekerja keras dan cerdas untuk melayani pendaftar

*         *         *
Saya bersama Astra Daihatsu Ayla Type M AT untuk juara 1 APA-LFA 2017 

*         *         *
Berbincang dengan Head of Environment & Social Responibility Astra Riza Deliansyah

*         *         *
Potret keseruan dari rekan-rekan blogger jelang acara berlangsung

*         *         *
Head of Public Relations Astra Yulian Warman membuka LFA-APA 2017

*         *         *
Deputy Head of Public Relations Astra Boy Kelana menjelaskan profil bisnis Astra
yang memiliki 7 lini bisnis dan 213 anak perusahaan
*         *         *
Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Astra-Michael D. Ruslim Arietta Andriany
(kedua dari kanan)

*         *         *
Ketua Pengurus Yayasan Dharma Bhakti Astra Henry C. Widjadja (paling kanan)

*         *         *
Salah satu binaan yayasan Astra yang mahir sembilan bahasa

*         *         *
Riza menjelaskan tema LFA-APA 2017, yaitu Perjalanan Penuh Inspirasi

*         *         *
Sandy Wijaya berbagi tips terkait komposisi foto

*         *         *
Arif Rahman sharing tentang menulis feature

*         *         *

Artikel Grup Astra Sebelumnya:


*         *         *
- Jakarta, 24 Agustus 2017