TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Sosialisasi Pemilu Melalui Sepak Bola

Google Adsense 2016

Jelajah Bromo, Malang, dan Sekitarnya

Jelajah Bromo, Malang, dan Sekitarnya
Ngebolang Menikmati Eksotisnya Kawasan Timur Pulau Jawa

Mengupas Sisi Lain dari Sudut Pandang Blogger...

Rabu, 29 Oktober 2014

Sosialisasi Pemilu Melalui Sepak Bola

Ketua KPU Husni Kamil Malik





PEMILIHAN umum (Pemilu) 2014 memang masih 10 bulan lagi. Bagi masyarakat, itu waktu yang cukup lama jelang pemilu legislatif pada 9 April 2014. Namun, tidak untuk Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Husni Kamil Malik.

Itu karena sosok kelahiran Medan, Sumatera Barat ini tengah mempersiapkan supaya proses demokrasi pemilihan anggota legislatif dan eksekutif nanti berjalan sesuai rencana. Terutama agar pemilu mendatang banyak diketahui masayarakat luas. Khususnya kalangan remaja yang merupakan pemilih pemula dengan persentase yang lumayan besar.

Alhasil, Husni mulai melakukan pengenalan mengenai pemilu kepada kaum remaja. Salah satunya menjalin kerjasama dengan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Dalam rencananya, antara lain KPU akan diberi slot di papan reklame mengenai sosialisasi pemilu di sisi lapangan.

Juga konsep pengenalan pemilu saat pertandingan yang disiarkan langsung melalui televisi. Durasinya sekitar 3-5 menit sebelum kick-off.

“Itu konsep yang akan dijalankan KPU-PSSI dalam beberapa waktu ke depan di kompetisi musim ini,” kata Husni, 37 tahun. “Kami sudah menyiapkan rencana seperti ini sejak akhir Mei lalu. Intinya, agar masyarakat di seluruh Indonesia yang menyaksikan sepak bola bisa mengetahui agenda pemilu mendatang.”

Selain di kompetisi domestik, Husni pun menyebut KPU akan mengadakan acara nonton bareng pada Piala Dunia mendatang. Maklum, turnamen akbar di sepak bola itu (12 Juni-13 Juli) berlangsung hanya beberapa hari jelang pemilu presiden, Juli 2014.

Secara tegas, Husni menilai apa yang dilakukan KPU dengan pengenalan di sepak bola hanya sebatas sosialisasi pemilu. Penggemar klub PSMS Medan dan Semen Padang ini tidak ingin dikaitkan dengan unsur politik tertentu. Terutama karena KPU merupakan lembaga negara yang independen dan non-partisan.

Pemilu dan Sepak Bola

Selain itu, lulusan Universitas Andalas ini sempat menolak tawaran dari PSSI sebagai anggota Komisi Disiplin. Husni menyebut tidak ingin ada bentrok kepentingan. Apalagi, pengagum legenda hidup Prancis, Zinedine Zidane ini ingin fokus sebagai ketua KPU yang dijabatnya sejak 2012 hingga 2017. Sebab, dia memang mengemban tugas berat agar pemilu mendatang berlangsung dengan baik.


“Saya pribadi sangat menikmati sepak bola Indonesia. Saya berharap semua calon pada pemilu mendatang agar menjunjung tinggi sportivitas seperti di sepak bola. Khususnya dari segi positif, supaya pihak yang kalah ikhlas menerima, dan yang menang tidak jemawa,” tutur Husni.

Artikel ini dimuat di Harian TopSkor edisi Selasa, 26 Juni 2013 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Maaf ya, saat ini komentarnya dimoderasi. Agar tidak ada spam, iklan judi, obat kuat, penjual gunting kuku, dan sebagainya. Silakan komentar yang baik dan pasti saya kunjungi balik. Satu hal lagi, mohon jangan menaruh link hidup...

Terima kasih :)