TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Tujuh Perlengkapan Mudik yang Harus Dibawa dengan Sepeda Motor

Google Adsense 2016

Jelajah Bromo, Malang, dan Sekitarnya

Jelajah Bromo, Malang, dan Sekitarnya
Ngebolang Menikmati Eksotisnya Kawasan Timur Pulau Jawa

Mengupas Sisi Lain dari Sudut Pandang Blogger...

Minggu, 12 Juli 2015

Tujuh Perlengkapan Mudik yang Harus Dibawa dengan Sepeda Motor


Servis sepeda motor menjelang mudik Lebaran (Sumber foto: Dokumentasi pribadi/ www.roelly87.com)

JAKARTA menjelang Hari Raya Idul Fitri kian lenggang. Saat ini (H-5) nyaris jalanan di ibukota yang biasanya macet menjadi sepi. Itu karena mayoritas warganya sudah berangkat untuk pulang kampung (pulkam). Ya, mudik merupakan rutinitas tahunan bagi sebagian besar rakyat Indonesia dengan tujuan bersilaturahmi untuk mengunjungi keluarga di kampung halamannya.

Nah, bagaimana persiapan Anda saat ini? Apakah sudah sampai di kampung halaman, sedang di perjalanan, atau tengah mempersiapkan diri untuk pulkam. Baik itu membawa kendaraan pribadi, misalnya mobil dan sepeda motor atau menggunakan angkutan umum seperti bus, kereta api, kapal laut, hingga pesawat.

Menjelang lebaran ini, saya pun tengah mempersiapkan untuk mudik. Tapi, bukan pulkam karena saya dan orangtua sama-sama tinggal di Jakarta. Melainkan, untuk mengunjungi keluarga besar di Kota Bandung. Tepatnya, seusai kami menunaikan salat Ied dan bersilaturahmi dengan warga sekitar di kediaman saya. Rencananya, saya akan menggunakan sepeda motor. Sementara, orangtua dan adik via kereta api yang tiketnya sudah dipesan online 90 hari sebelum lebaran.

Alasan saya lebih memilih sepeda motor karena saya menikmati suasana sepanjang perjalanan. Entah itu lewat Puncak atau Jonggol. Namun, saya cenderung memilih yang pertama karena pemandangannya lebih menarik. Terutama di Puncak Pass sambil menyantap ubi cilembu sambil beristirahat sejenak di Masjid Atta Awun demi menikmati panorama alamnya yang memesona. Sementara, jalur Jonggol bagi saya merupakan alternatif saja jika sedang memburu waktu mengingat kawasan Jonggol masih relatif sepi.

Untuk itu, sepekan sebelum lebaran, tentu saya harus mempersiapkan sesuatunya. Yang utama, jelas melakukan servis sepeda motor disertai ganti oli dan beberapa spare part lainnya. Ini penting, karena, sepeda motor merupakan "nyawa kedua" saya untuk menunjang kegiatan sehari-hari.

*      *      *
Selain servis motor dan pergantian oli, saya juga wajib mempersiapkan beberapa hal lainnya sebelum mudik. Maklum, jarak dari kediaman saya menuju Bandung memerlukan waktu sekitar lima hingga enam jam. Untuk itu, sejak akhir pekan lalu, saya mencoba "mencicil" berbagai keperluan yang akan dibawa agar pada hari H tidak repot mencarinya lagi karena sudah dipastikan banyak toko yang libur.

1. Semprotan Cabe atau Merica
Mungkin banyak yang bertanya, kenapa saya harus bawa barang seperti ini. Sebab, dalam perjalanan, kita tidak akan tahu apa yang terjadi. Untuk itu, sejak dulu, saya membiasakan diri untuk membawa botol yang diisi serbuk cabe atau merica. Ya, sekadar demi antisipasi jika terjadi apa-apa di jalan raya.

2. Jerigen 5 Liter 
Jika sedang melakukan perjalanan jauh (ke luar kota) saya berusaha membawa jerigen lima liter yang berisi bensin di cantolan sepeda motor. Gunanya jika bahan bakar minyak (BBM) di tangki kendaraan saya habis, sementara Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) sulit ditemui, minimal saya memiliki cadangan agar sepeda motor yang kita kendarai tidak mogok di tengah hutan.

3. Perlengkapan Obat
Ini salah satu yang terpenting. Maklum, naik sepeda motor rentan kena angin. Untuk itu, saya selalu membekali beberapa obat seperti pereda masuk angin, minyak kayu putih, dan obat sakit kepala di tas saya. Tak ketinggalan, alkohol dan plester penutup luka untuk berjaga-jaga jika terjadi insiden seperti yang saya alami beberapa tahun silam.

4. Pakaian Berlapis
Di Jakarta memang cuacanya panas. Namun, ketika memasuki Bogor hingga Puncak, sangatlah dingin. Untuk itu, pakaian berlapis seperti jaket dan sweeter sangat berguna untuk mengurangi masuk angin. Tidak ketinggalan, sarung tangan dan masker agar wajah kita tidak kusam.

5. Cabe Rawit atau Sambel
Saya percaya dengan pepatah yang mengatakan, "di sekitar ular berbisa tinggal, terdapat tumbuhan yang dapat dijadikan penawarnya". Alias racun dilawan racun. Ya, salah satu musuh utama pengendara sepeda motor, khususnya saat mudik adalah kantuk. Jelas, itu membahayakan jika kita paksakan untuk tetap mengendarai sepeda motor dalam mata yang kurang lima watt. Untuk itu, saya punya solusi dengan mengkonsumsi cabe rawit atau sambel. Gunanya, sebagai peredan (sementara) kantuk agar bisa melanjutkan perjalanan atau menuju rest area terdekat.

6. Gadget
Untuk yang ini mungkin tidak perlu dijelaskan lagi. Lantaran, zaman sekarang, hampir setiap individu memiliki gadget. Terutama telepon seluler (ponsel). Sebelum berangkat, malam harinya saya berusaha mengisi daya baterai hingga penuh agar ketika dalam perjalanan tidak direpotkan dengan ponsel yang tiba-tiba mati. Selain itu, saya juga harus membawa lebih dari satu SIM card. Gunanya, jika sinyal di provider biasanya kurang kuat, kita punya cadangan lainnya agar tetap bisa berkomunikasi.

7. Uang Receh
Ini pun tak kalah pentingnya. Sebab, zaman sekarang, kita butuh uang receh untuk berbagai hal. Misalnya, ke toilet, bayar parkir, tambah angin ban sepeda motor atau penitipan sendal dan sepatu. Untuk itu, saya sudah membekali uang receh dengan nominal seribuan dan dua ribuan di tas. Satu hal lagi, biasanya saya menaruh "uang lupa" di jok sepeda motor yang berkisar hingga Rp 100.000. Itu diperlukan jika sepeda motor saya bocor dan saya punya dana cadangan untuk melakukan penambalan ban dalam atau ganti baru.

*      *      *

Ganti oli sangat penting agar mesin kendaraan awet
*      *      *

- Cikini,  12 Juli 2015

6 komentar:

  1. Beli semprotan cabe dimana?
    Aku mudik dua kloter nih, besok ke rumah ortuku di cikampek nanti tgl 18 baru ke semarang naik kereta juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebenarnyamasih banyak mbak, alat2 untuk jaga diri
      kalo temen saya malah bawa parang dan sebagainya sebagai antisipasi di jalan...

      asyik mudik, nitip oleh2nya ya :)

      Hapus
  2. waah kayaknya asyik banget ya mudik bawa motor. Lewat puncak lagi sambil menikmati pemandangan

    BalasHapus
    Balasan
    1. hi hi hi
      iya mbak, tergantung sih
      kalo pemandangan yang indah lewat puncak tapi macet
      terus kalo pengen cepet via jonggol tapi sepiiii :)

      Hapus
  3. hahahha, seru banget sih tips no 1 dan 5 ... tapi, iya bener, kita kudu bawa semprotan cabe atau merica, buat jaga-jaga kalau ada org2 cantik eh jahat..:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, itu buat antisipasi aja
      soalnya di jalan kan kita kadang ga tahu apa yang akan terjadi...

      no 5 itu buat jaga2 kalo ngantuk banget :)

      Hapus

Maaf ya, saat ini komentarnya dimoderasi. Agar tidak ada spam, iklan judi, obat kuat, penjual gunting kuku, dan sebagainya. Silakan komentar yang baik dan pasti saya kunjungi balik. Satu hal lagi, mohon jangan menaruh link hidup...

Terima kasih :)