TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Rindu Juara di BCA Indonesia Open 2016

Google Adsense 2016

Jelajah Bromo, Malang, dan Sekitarnya

Jelajah Bromo, Malang, dan Sekitarnya
Ngebolang Menikmati Eksotisnya Kawasan Timur Pulau Jawa

Mengupas Sisi Lain dari Sudut Pandang Blogger...

Sabtu, 28 Mei 2016

Rindu Juara di BCA Indonesia Open 2016


Dari kiri ke kanan: Inge, Fran, Budiharto, dan Yuni
SETELAH kegagalan di Piala Uber dan "nyaris" di Piala Thomas, saatnya berjaya di BCA Indonesia Open (BIO) 2016! Demikian, harapan saya dan rakyat  di seluruh Tanah Air menjelang berlangsungnya seri kelima dari rangkaian turnamen bulu tangkis paling elite versi Federasi Bulu Tangkis Internasional (BWF).

Ya, dalam tingkatan BWF, BCA Indonesia Open masuk dalam kategori Super Series Premier. Alias, turnamen paling atas di level II setelah Olimpiade, Kejuaraan Dunia, Thomas-Uber, dan Piala Sudirman. Bahkan, BCA Indonesia Open memiliki hadiah terbesar di antara turnamen lainnya dengan total 900 ribu dolar Amerika Serikat (sekitar Rp 12,2 Miliar).

Wajar jika saya dan segenap rakyat Indonesia, berharap ada putra-putri bangsa yang mampu menjuarainya. Terutama setelah Simon Santoso merebut gelar tunggal putra pada 2012. Setelah itu, kita hanya bisa jadi tuan rumah yang baik tanpa mampu menghasilkan pemain terbaik. Itu mengapa saya sangat berharap, kita bisa meraih keduanya. BCA Indonesia Open 2016 sebagai turnamen terbaik tahun ini dan lagu Indonesia Raya berkumandang.

Ya, kami kangen dengan lambaian tangan pemain saat memegang piala. Kami tak sabar menyanyikan lagu Indonesia Raya ketika ada wakil terbaik negeri ini berdiri di podium utama. Kalau mau jujur, kami itu sungguh... Rindu juara!

*        *        *
SORE itu, Jumat (27/5) jalanan ibu kota tampak ramai. Dari kawasan Senayan, saya menuju Hong Kong Cafe di Sarinah, Jakarta Pusat. Saat itu sudah hadir beberapa rekan blogger yang mayoritas pencinta olahraga, khususnya bulu tangkis. Seperti, Lidya Fitrian, Yos Mhardikai, Salman Faris, Ade Andrie, dan lainnya.

Keberadaan kami untuk berdiskusi menyambut BCA Indonesia Open 2016 yang berlangsung sepekan, mulai Senin (30/5) hingga Minggu (5/6) di Istora Senayan, Jakarta. Dalam acara bertajuk "Blogger Gathering: Menjadi yang Terbaik" itu turut menampilkan narasumber yang sudah tidak asing lagi. Inge Setiawati yang menjabat sebagai Sekretaris Bank Central Asia (BCA), Yuni Kartika (Kabid Humas PBSI), Achmad Budiharto (Wakil Sekjen PP PBSI), dan Fran Kurniawan Teng (Atlet Djarum).

"Ini tantangan bagi PBSI karena dalam tiga tahun terakhir, event ini (BCA Indonesia Open) jadi yang terbaik di dunia untuk Super Series Premier," Budiharto, mengungkapkan. "BCA Indonesia Open 2016 ini merupakan terobosan karena negara lainnya belum membuat event seperti ini. Yaitu, Sportainment atau Sport Entertainment yang mengedukasi masyarakat. Bahwa, bulu tangkis bukan sekadar olahraga saja, tapi juga hiburan yang bisa dinikmati tidak hanya pencinta olahraganya, melainkan juga keluarganya."

Apa yang dikatakan Budiharto beralasan. Sebab, dalam dua edisi terakhir BCA Indonesia Open (2014 dan 2015), memadukan olahraga dan hiburan. Di area pertandingan, ada hiburan seperti musik, games berhadiah, dan berbagai stan makanan dan minuman yang melimpah.

Pernyataan sama diungkapkan Yuni saat menjawab berbagai pertanyaan blogger. Wanita kelahiran 16 Juni 1973 itu menegaskan, BCA Indonesia Open tahun ini sangat penting. Sebab, jadi ajang untuk mendulang poin bagi para pemain sebelum berlaga di Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro pada 11-20 Agustus. Maklum, BCA Indonesia Open jadi tiga rangkaian puncak setelah Thomas-Uber (15-22 Mei) dan sebelum Australia Open (7-12 Juni).

"Ini turnamen yang istimewa bagi setiap pemain. Khususnya, pemain Indonesia. Kami berharap, tunggal putra dan putri bisa bikin kejutan di Istora," ujar Yuni, optimistis.

*        *        *
YA, bagi pemain asing, berlaga di Indonesia, khususnya Istora, memang memiliki kesan tersendiri. Bahkan, mayoritas dari mereka menganggap Istora sudah seperti rumah sendiri. Itu karena sepanjang pengalaman saya berada di Istora, suporter Indonesia dikenal sebagai pendukung yang sportif.

Siapa pun yang bermain baik, pasi akan didukung dan mendapat aplaus. Tak jarang, standing ovation bergema hingga ke luar gedung ketika antarpemain saling adu pukulan. Fakta itu yang membuat Fran mengaku sangat rindu dengan teriakan suporter.

Pria yang mengawali karier internasionalnya dengan menjuarai Spanyol Terbuka 2008 ini mengungkapkan, "Kecintaan suporter kita sangat luar biasa. Banyak orang datang dari luar kota untuk berduyun-duyun menyaksikan pertandingan. Bahkan, pemain Spanyol mengatakan kepada saya, bahwa bermain di Indonesia seperti di rumah sendiri."

Sementara, Inge membeberkan alasan pihaknya kembali jadi sponsor utama. Ini kali ketiga PT. Bank Central Asia (BCA) tbk. jadi sponsor utama turnamen elite dalam kalender BWF ini yang bersinergi dengan Djarum Foundation sebagai sponsor pendamping.

Menurut wanita 48 tahun ini, jadi sponsor utama Indonesia Terbuka itu merupakan bagian dari komitmen BCA untuk memajukan Indonesia dalam segala bidang, salah satunya melalui olahraga. Inge berharap, pada 5 Juni mendatang (final), ada wakil putra-putri bangsa ini yang juara.

"BCA melihat kegiatan ini sangat positif sekali. Terutama di bidang olahraga, sebab bulutangkis merupakan kabanggaan Indonesia. Memiliki prestasi yang sangat bagus di dunia internasional. Kegiatan ini di bawah payung CSR-nya BCA. Nah, kami memang melihat, dari penyelenggaraan sebelumnya (2014 dan 2015) sangat bagus untuk terus kami support. Untuk tahun ini hadiahnya, lebih tinggi dari sebelumnya," tutur Inge seperti yang saya rekam dan unggah videonya di laman youtube.com.

*        *        *

SEBAGAI pencinta olahraga, saya sependapat dengan Inge yang menginginkan adanya putra-putri bangsa yang menjuarai BCA Indonesia Open 2016. Sebab, saat ini, persaingannya sudah merata dan tidak hanya didominasi Tiongkok saja seperti yang terlihat pada Thomas Cup lalu.

Jadi, kesempatan pemain kita untuk jadi jawara di rumah sendiri masih sangat besar. Sebagai bentuk dukungan, terhadap perjuangan mereka, tentu saya berusaha untuk hadir di Istora. Kebetulan, tiketnya sangat terjangkau bagi semua kalangan seperti yang tertera di situs www.djarumbadminton.com yang juga menyediakan berbagai informasi seperti live score, live streaming, foto di dalam dan luar arena, video highlight, hingga kuis dengan hadiah menarik.

Harga tiketnya, mulai dari Rp 15 ribu untuk Kelas II hingga Rp 900 ribu (On Court Seating alias di pinggir lapangan). Atau, bisa membeli tiket terusan demi memberikan dukungan total kepada para pemain selama sepekan penuh sejak pembukaan hingga final. Berbagai tiket itu bisa langsung dibeli di Istora dan www.blibli.com.

Oh ya, sebagai sponsor utama, tentu BCA akan memberikan kemudahan bagi penonton. Jika Anda menggunakan kartu BCA baik Debit, KlikPay, dan Kartu Kredit, sebelum 31 Mei, bisa dapat kesempatan istimewa. Yaitu, untuk mengikuti Meet and Greet bersama atlet nasional bulutangkis seperti Christian Hadinata, Haryanto Arbi, Kevin Sanjaya, Gloria Ammanuella, dan Liliyana Natsir pada Sabtu, 4 Juni!

Yuk, dukung putra-putri bangsa ini bertanding pada BCA Indonesia Open 2016. Istora itu "kandang" kita, mari bung rebut kembali!

Informasi terkait:
Jadwal Pertandingan: www.djarumbadminton.com
Tiket: www.blibli.comTwitter: @DjarumBadminton
Fanpage Facebook: Djarum Badminton
Youtube: Djarum Badminton
Instagram: @DjarumBadminton
Hastag#EaaforIndonesia, #rindujuara, #1istora, #BIOSSP2016, #IndonesiaSSP



Diskusi santai menyambut BCA Indonesia Open 2016

*        *        *
Tanya jawab dengan rekan blogger

*        *        *
Foto bersama rekan blogger dengan perwakilan BCA, PBSI, dan atlet

*        *        * *        *        *
*        *        * *        *        *
*        *        * *        *        *

*        *        * *        *        *

*        *        * *        *        *

*        *        * *        *        *

*        *        * *        *        *

Artikel terkait:


*        *        *
- Jakarta, 27 Mei 2016

2 komentar:

  1. Yaah, bulutangkis indonesia harus terus berjaya deh ya :D

    Aku kemarin geregetan liat tim thomas indo bertanding :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. waktu Thomas kemaren, kita hanya kurang beruntung mas :)
      maklum, masih muda2...
      semoga 2018 bisa lebih baik lagi plus ada peningkatan di Uber.

      yupz, target tahun ini di BCA Indonesia Open 2016 kita harus buktikan istora kandang kita...

      Hapus

Maaf ya, saat ini komentarnya dimoderasi. Agar tidak ada spam, iklan judi, obat kuat, penjual gunting kuku, dan sebagainya. Silakan komentar yang baik dan pasti saya kunjungi balik. Satu hal lagi, mohon jangan menaruh link hidup...

Terima kasih :)