TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: SiDU dan Kertas yang Jadi Bagian dalam Sejarah Indonesia

Mengupas Sisi Lain dari Sudut Pandang Blogger...

Nikmati Genflix Selama 7 Hari Gratis!

Kamis, 23 Maret 2017

SiDU dan Kertas yang Jadi Bagian dalam Sejarah Indonesia


Konferensi Pers Proges #DiAtasKertas (Klik untuk perbesar foto)


KERTAS merupakan salah satu penemuan terbesar dalam sejarah manusia. Maklum, berkat kertas, sejarah bisa tercatat dengan lengkap. Bisa dipahami mengingat sepanjang hidup kita, selalu bersentuhan dengan kertas.

Mulai dari sejak menjelang kehadiran di dunia dengan akta lahir, Kartu Tanda Penduduk (KTP), surat nikah, surat kendaraan bermotor (SIM, STNK, BPKB), dan sebagainya yang teraplikasi di kertas. Jauh sebelumnya, penggunaan kertas sangat penting dalam berbagai momentum umat manusia.

Wolfgang Amadeus Mozart tidak bakal jadi maetro musik tanpa mampu mencoret not-not musiknya di atas kertas. Albert Einstein pun tidak bisa menemukan teori relativitas tanpa menuliskan di kertas. Kertas juga berperan atas Kemerdekaan Indonesia lewat teks proklamasi yang dituliskan Bung Karno.

*        *        *

GEDUNG Arsip Nasional, Selasa (21/3) jadi saksi dalam sejarah industri kertas nasional. Tepatnya, saat Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas memperkenalkan inovasi terbaru pada salah satu brand-nya, Sinar Dunia.

Produk yang di Indonesia familiar disebut SiDU ini hadir lebih tebal, putih dan cerah untuk hasil cetak yang lebih tajam. Saya mendapat kehormatan bisa hadir dalam inovasi terbaru kertas SiDU bersama rekan-rekan blogger lainnya.

Bisa dipahami mengingat kertas sudah memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Tanah Air. Bahkan, menurut Kementerian Perindustrian Indonesia, industri pulp dan kertas menyumbang devisa terbesar ketujuh dari sektor non-migas di Indonesia (Sumber: http://www.kemenperin.go.id/artikel/10752/Pulp-&-Kertas-Impian-Pemain-Besar-Global).

Sepanjang 2016, industri pulp dan kertas memberikan 3,79 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 50,5 triliun untuk pendapatan nasional. Selain sumbangsih yang besar untuk negara, industri pulp dan kertas turut menyerap lebih dari 260 ribu tenaga kerja di seluruh nusantara.

"Kami dari SiDU merasa bangga bahwa kertas telah jadi bagian penting dalam progres hidup masyarakat Indoneia. Kami berkomitmen untuk mendukung kemajuan Indonesia dan akan terus berinovasi dengan menyediakan berbagai produk yang berkualitas tinggi melalui proses manufaktur yang berstandar internasional dan bertanggung jawab," tutur Sovan K. Ganguly, Asia Pulp and Paper Consumer Business Unit Head.

Apa yang dikatakan Ganguly beralasan. Sebab, APP sudah memasarkan produknya di enam benua berbeda dengan lebih dari 120 negara. Termasuk, di Indonesia, SiDU telah melayani kebutuhan masyarakat dalam lebih dari 40 tahun. Dalam periode itu, SiDU menjelma sebagai produk kertas nomor satu di dunia yang jadi saki sejarah dan peristiwa penting. Terutama dalam proses belajar dan mengajar di sekolah.

Yupz, siapa sih yang tidak mengenal SiDU? Sejak saya masih kecil dengan seragam putih-merah di bangku Sekolah Dasar (SD) hingga rekan seangkatan sudah punya anak kecil lagi, SiDU selalu menemani.

Kebetulan, pada 19 April 2016, saya berkesempatan mengunjungi salah satu pabrik APP di Karawang. Saat itu, saya mendapat tambahan wawasan tentang kertas dari perwakilan PT Pindo Deli Pulp. Mulai dari kertas HVS, printer, tisu, bungkus kebab, hingga untuk toilet.

Saat ini, APP melayani berbagai kebutuhan masyarakat Indonesia. Termasuk, memimpin pasar dengan menguasai lebih dari 50 persen pangsa pasar kertas cetak dan fotokopi di Tanah Air.

"Selama bertahun-tahun, SiDU telah jadi bagian dari progres penggunaan kerta di Indonesia untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan konsumen di sektor korporasi, pendidikan, bisnis, serta penggunaan pribadi," ujar Martin Jimi, SiDU Consumer Domestic Business Head.

*        *        *

BERDASARKAN persentase yang saya kutip dari http://www.asiapulppaper.com, penggunaan kertas kebanyakan dilakukan profesional yang mencakup 90%. Yaitu, untuk korporasi, Usaha Kecil Menengah, dan fotokopi. Sisanya, (10%) digunakan masyarakat umum.

"Sebagai pemimpin pasar, SiDU melakukan inovasi berkelanjutan untuk menghadirkan kertas dengan kualitas terbaik yang menjawab kebutuhan konsumen dari masa ke masa. Ini dilakukan berdasarkan masukan pelanggan kami serta riset yang mendalam. Saat ini konsumen membutuhkan kertas yang lebih tebal, putih, dan cerah, sehingga hasil cetak jadi lebih tajam," Jimi, melanjutkan.

Dengan inovasi yang berkelanjutan dan strategi bisnis yang progresif, Jimi optimistis SiDU bisa meningkatkan kontribusi yang berkesinambungan terhadap ekonomi serta progres hidup masyarakat Indonesia.

"Kami akan memperluas dan memperkuat jaringan distribusi untuk memastikan kerta SiDU tersedia hingga ke seluruh pelosok daerah di Indonesia. Untuk itu, kami memperbanyak mitra bisnis baru demi memastikan ketersediaan produk kertas SiDU di seluruh Tanah Air. Terutama, di luar Jawa dan Sumatera," kata Jimi dalam dialog dengan blogger dan media.

Dalam diskusi tersebut kebetulan bertepatan dengan Hari Puisi Internasional yang diperingati setiap 21 Maret. Momen itu dimanfaatkan Okky Madasari dengan membawakan puisi tentang kertas. Novelis terkenal dengan berbagai karya seperti buku 86, Maryam, Entrok, dan Pasung Jiwa ini menilai, tanpa kertas dirinya tidak bisa seperti sekarang.

"Sebagai penulis, saya pribadi tidak dapat membayangkan hidup tanpa kerta. Kertas tidak hanya memiliki peran secara fungsional, tapi juga medium untuk mengekspresikan perasaan serta pikiran," Okky, menjelaskan.

Yupz, saya setuju dengan wanita kelahiran 30 Oktober 1984 ini. Dalam hidup saya, memang tidak terpisahkan dengan kertas. Termasuk, saat ini ketika bekerja di media cetak. Menurut saya, di zaman digital ini, kertas tetap jadi bagian tak terpisahkan meski perkembangan e-book dan e-paper sangat pesat.

Salah satunya terkait baca berita, saya cenderung menyukai membacanya lewat koran dibanding online. Ada sensasi tersendiri ketika membolak-balikkan halaman koran dengan bau kertas yang khas. Ini cerita saya tentang kertas, bagaimana kisah Anda?

*        *        *
Gedung Arsip Nasional jadi saksi perkembangan industri kertas Indonesia

*        *        *
Bagi saya, SiDU itu merupakan teman sejak kecil

*        *        *
Abad kedelapan, menulis di kertas menggunakan pena yang terbuat dari bulu unggas

*        *        *
Awal abad ke-21, giliran mesin tik jadi medium untuk menulis di kertas

*        *        *
Inovasi terbaru dari SiDU menghasilkan kertas yang lebih tebal, putih,
dan cerah untuk hasil cetak yang lebih tajam

*        *        *
Sovan K. Ganguly, Asia Pulp and Paper Consumer Business Unit Head

*        *        *
Diskusi dengan Okky Madasari, Sovan K. Ganguly, dan  Martin Jimi  

*        *        *
Pembacaan puisi tentang kertas dari Okky bertepatan dengan Hari Puisi Dunia

*        *        *
Antusiasme netizen di twitter yang menyimak progres kertas dalam
kehidupan sehari-hari

*        *        *
Artikel Terkait Kertas Sebelumnya
Kunjungan Blogger ke PT Pindo Deli Pulp and Paper (APP)

Artikel Terkait Sinarmas Group
Sinar Mas: Berawal dari Kebaikan
- ITC Permata Hijau Jadi Sentra Batik Pekalongan
Lengkapnya Fasilitas Sinarmas World Academy (SWA) di BSD
Orange TV Tayangkan Liga Primer sebagai Komitmen "Jagonya Sepak Bola"
Menikmati TSC 2016 Bersama Orange TV
Aplikasi OrangeKu bikin Mudah Cek Jadwal Pertandingan Sepak Bola
Jadi Sutradara dalam ProjecTV Genflix
Genflix Puaskan Penggemar Seri A
Piala Amerika dalam Genggaman Bersama Genflix
Grand ITC Permata Hijau bikin Kontes Modifikasi

*        *        *
- Jakarta, 23 Maret 2017

4 komentar:

  1. Bahkan saya lebih suka baca buku konvensional dibanding ebook :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju bu, saya juga lebih suka fisik ketimbang ebook dan epaper :)

      Hapus
  2. Kalau baca buku fisik apa yang kita baca lebih lama bertahan di otak *klo saya heehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hi hi hi, sensasinya lebih terasa pas kita bolak-balik halaman, ketimbang pdf gitu mbak :)

      Hapus

Maaf ya, saat ini komentarnya dimoderasi. Agar tidak ada spam, iklan judi, obat kuat, penjual gunting kuku, dan sebagainya. Silakan komentar yang baik dan pasti saya kunjungi balik. Satu hal lagi, mohon jangan menaruh link hidup...

Terima kasih :)