TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: SMLYAC 2015 dan Harapan untuk Calon Arsitek Masa Depan

Google Adsense 2016

Jelajah Bromo, Malang, dan Sekitarnya

Jelajah Bromo, Malang, dan Sekitarnya
Ngebolang Menikmati Eksotisnya Kawasan Timur Pulau Jawa

Mengupas Sisi Lain dari Sudut Pandang Blogger...

Selasa, 15 Desember 2015

SMLYAC 2015 dan Harapan untuk Calon Arsitek Masa Depan


Juara kategori Commercial Depelopment SMLYAC 2015 (sumber foto: dokumentasi Sinarmasland.com)

SETAHUN lalu, Ikatan Arsitektur Indonesia (IAI) menyelenggarakan pameran di Taman Ismail Marzuki (TIM) pada 17-30 September 2014. Kebetulan, saya turut jadi saksi acara yang saat itu bertujuan untuk memperingati 55 tahun IAI di Galeri Cipta III TIM.

Event yang berlangsung selama dua pekan itu nengajak kami masyarakat umum untuk berkenalan dengan berbagai karya dari tokoh-tokoh yang ikut membangun fondasi pendidikan arsitektur di Indonesia. Tentu, acara tersebut "haram" dilewatkan bagi saya yang sejak kecil memang sempat bercita-cita sebagai arsitek.

Beberapa yang saya kenal sebagai pelopor di antaranya seperti Frederich Silaban (perancang Masjid Istiqlal), Liem Bwan Tjie, Achmad Noe'man, Soejoedi Wirjoatmojo,  Han Hoo Tjwan, Kusuma Pamuntjak, dan lainnya.

*       *       *

LEBIH dari setahun berselang, IAI kembali menyelenggarakan acara. Namun dengan tema yang berbeda. Yaitu, kompetisi arsitek bagi mahasiswa yang diprakarsai Sinar Mas Land, salah satu pengembang properti terbesar di Indonesia. Ajang bertajuk "Sinar Mas Land Young Architect Competition 2015 (SMLYAC)" ini merupakan edisi kedua yang diselenggarakan dengan skala nasional.

Sayembara SMLYAC 2015 sudah berlangsung dalam empat bulan terakhir. Tepatnya, ketika diumumkan ke publik pertama kali pada 9 Juli lalu hingga ditutup 2 November. Untuk pengumumannya, sudah berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Sabtu (5/12).

Pada acara yang bertempat di gedung konvensi dan ekshibisi terbesar di Asia Tenggara yang Agustus lalu sempat saya kunjungi saat menghadiri Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2015 ini menghasilkan sembilan pemenang untuk tiga kategori berbeda.

Kategori Residential:
Juara 1: Tim Estevantra Sunandirjaya dari Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) yang mendapat hadiah uang Rp 100 juta.
Juara 2: Tim Antonius Richard Rusli dari Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) menerima hadiah uang RP 75 juta.
Juara 3: Tim Lucky Fachrurozi dari Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) meraih hadiah uang Rp 50 juta.

Kategori Commercial:
Juara 1: Tim Dena Hilmi Fauzi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) sukses menggondol hadiah uang Rp 100 juta.
Juara 2: Tim Dian Indah dari Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) berhasil membawa pulang hadiah uang Rp 75 juta.
Juara 3: Tim Azki Muhammad dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta (JAJY) ketiban pulung hadiah uang Rp 50 juta.

Kategori Resort:
Juara 1: Tim Silvanus Andi Saputra dari Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) akhirnya ditahbiskan untuk menerima hadiah uang Rp 100 juta.
Juara 2: Tim Gideon Sutanto dari Universitas Pelita Harapan (UPH) berhak mendapat hadiah uang Rp 75 juta.
Juara 3: Tim Reynaldo Theodore dari Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) meraih hadiah uang Rp 50 juta.

Sekadar informasi, pada 2 Desember lalu, terdapat 15 finalis terbaik yang sudah mempresentasikan karyanya di hadapan dewan juri yang kompeten di bidangnya. Mereka adalah:

Juri Kategori Residential: Sukendro Sukendar dari IAI (Founder Nataneka Architect), Andra Matin (Founder Andra Matin Architect), dan Jefry Budiman (Founder Grain and Green).
Juri Kategori Commercial: Ardi Jahya praktisi dari IAI, Rafael David (Principal Aboday Architect), dan Sofial Sibarani (praktisi AECOM).
Juri Kategori Resort: Prasetyo Adi (praktisi PDW Architect) dan Robert Day (WATG).

Dalam kesempatan itu, CEO Strategic Development and Services Sinar Mas Land, Ishak Chandra, menyebut, pihaknya bersyukur sekaligus bangga. Itu karena mereka dapat memberikan kesempatan kepada calon-calon arsitek terbaik di Tanah Air untuk berkarya di masa depan.

"Kami ucapkan selamat kepada seluruh pemenang. Semoga sayembara SMLYAC 2015 dapat meningkatkan semangat kalian untuk terus berkarya memajukan industri properti dan arsitektur di seluruh nusantara," tutur Ishak, 45 tahun. "Bagi yang belum berhasil meraih juara, jangan putus asa dan patah semangat. Karena, kegagalan merupakan kesuksesan yang tertunda."

*       *       *

APA yang dikatakan sosok yang bergelut di dunia properti sejak 1992 itu beralasan. Sebab, untuk SMLYAC 2015 ini memang diserbu peminat. Selain faktor hadiah yang tergolong wah hingga mencapai total Rp 625 juta yang meningkat dari SMLYAC 2014 (525 juta). Juga karena gengsi tersendiri di antara peserta, khususnya tim dari universitas terkait.

Bisa dipahami mengingat nama besar Sinar Mas Land yang memang sudah memiliki pengalaman lebih dari 40 tahun dalam bidang pengembangan properti di Indonesia. Seperti yang saya kutip dari situs resminya, www.sinarmasland.com, mereka telah memiliki 50 proyek besar di penjuru Tanah Air dengan 10.000 ha land bank.

Hingga kini, sudah puluhan penghargaan yang diraih perusahaan yang merupakan anak dari Sinarmas Group (sinarmas.com) yang memiliki multiunit usaha. Mulai dari keuangan dan perbankan seperti Bank Sinarmas, kertas (Asia Pup and Papper dengan Sinar Dunia yang jadi merek generik di masyarakat), agribisnis dan makanan (Filma minyak goreng), telekomunikasi (Smartfren), hingga media (Orange TV dan Genflix).

Sementara, mengenai Sinar Mas Land, beberapa produk yang sangat familiar bagi publik seperti BSD City yang di dalamnya termasuk ICE yang memiliki luas 117 ribu meter persegi dan dinobatkan sebagai gedung terbesar kelima di Asia. Selain proyek kota dalam kota serta perumahan terintegrasi, Sinar Mas Land juga identik dengan pusat perbelanjaan seperti ITC (Mangga Dua, Roxy Mas, Fatmawati, Kuningan), dan perhotelan (Grand Hyatt serta La Grandeur).


*       *       *
Juara Resort Depelovment SMLYAC 2015 (sumber foto: dokumentasi Sinarmasland.com)

*       *       *
Foto bersama panitia dan juri SMLYAC 2015 (Sinarmasland.com)

*       *       *
Suasana peringatan 55 tahun IAI di TIM (dokumentasi pribadi)

*       *       *
Saya turut menuliskan ucapan selamat
*       *       *
Saya mencoba belajar arsitek lagi

*       *       *


*       *       *
- Padang, 15 Desember 2015

13 komentar:

  1. itu foto ngasih ucapan selamat, sengaja dibikin kebalik gitu bang? pegel ngeliatnya.

    by the way hadiahnya bikin mupeng bangeeeettt gilaak.
    Dulu pengen jadi arsitek tapi nggak jadi karna pengen jadi pilot. eh dua duanya gak kesampean :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. hi hi hi
      seenggaknya sekarang udah jadi seleb blogger yang sering jalan2 keliling nusantara ya tar :)

      *mau dong

      Hapus
  2. Jika di lihat secara keseluruhan, kebanyakan yang yang juara adalah dari Universitas Katolik Parahyangan.

    Masih adalagi hadiahnya mas untuk peringkat 1 dan 2, yakni diberikan kesempatan magang selam dua tahun bersama Sinar Mas Land.

    Tadinya pengen ikut, tapi gak bisa soalnya cuma sendiri dan teman-teman di kampus sudah pada ngalah duluan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. magang 2 tahun?
      wow... keren banget mas kalo bisa ikutan di grup sekelas sinar mas land :)

      oh ya mereka ngadain roadshow ke beberapa kota juga ya

      Hapus
  3. Bikinin gambar rumah minimalis dong bang. Lg pen didesainin yg bagus nih. Hehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wani piro?
      wkwkkwkwkwkw

      dulu sering coret2 pake pensil sketsa rumah sampe skala diukur segala, kalo sekarang mah udah lupa :)

      Hapus
  4. Aduhai itu meja gambarnyaa.. :D kenangan dari tahun berapa itu ;)
    Sinar Mas Land Young Architect Competition 2015 (SMLYAC)ini emang angin segar buat calon arsitek muda. Hadiahnya juga bikin mupeng bingitss

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, setengah "M" lebih total hadiahnya :)
      jadi pengen muda lagi biar bisa ikutan...
      he he he

      Hapus
  5. cita-citaku waktu masih sekolah dulu pingin jadi arsitek loh sebenrnya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama mbak :)
      selain arsitek saya juga pengen jadi petualang, eh alhamdullilah sekarang meski bukan keduanya tetap bisa bertualang

      Hapus
  6. Dulu saya malah tidak ada kepikiran terjun di bidang yg bersentuhan dgn arsitektur, kuliah pun tdk kepikiran, eh malah kerjanya senggolan mulu ma bidang ini, kebalik ya mas kwkwkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. senggolan?
      emang di angkot mbak?
      he he he

      di bidang arsitektur itu keliatannya rumit, tapi kalo udah mendalami asyik juga (ini kata temen yang berkecimpung di bidang itu)

      Hapus

Maaf ya, saat ini komentarnya dimoderasi. Agar tidak ada spam, iklan judi, obat kuat, penjual gunting kuku, dan sebagainya. Silakan komentar yang baik dan pasti saya kunjungi balik. Satu hal lagi, mohon jangan menaruh link hidup...

Terima kasih :)