TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: 11 Tahun Harian TopSkor

Google Adsense 2016

Jelajah Bromo, Malang, dan Sekitarnya

Jelajah Bromo, Malang, dan Sekitarnya
Ngebolang Menikmati Eksotisnya Kawasan Timur Pulau Jawa

Mengupas Sisi Lain dari Sudut Pandang Blogger...

Rabu, 06 Januari 2016

11 Tahun Harian TopSkor



11 Tahun Harian TopSkor


"MENYATUKAN Tekad dan Optimisme di 2016". Demikian judul catatan redaksi pada Harian TopSkor edisi Senin, 4 Januari 2016. Isinya, terdapat penjabaran yang sangat menarik. Tepatnya pada paragraf kedua yang berkaitan dengan situasi di media cetak saat ini seperti saya kutip:

"Kuartal akhir 2015 lalu dihiasi oleh tumbangnya sejumlah media cetak. Gulung tikar. Situasi ekonomi yang tak bersahabat, membuat rencana investasi di berbagai bidang mandek. Industri media cetak pun terkena imbasnya. Ongkos produksi menjadi tinggi. Sementara, daya beli masyarakat menurun drastis."

Seketika, saya langsung teringat pada artikel Aliansi Jurnalis Independen (AJI) yang dimuat 20 Desember lalu berjudul "2015: Musim Gugur Pers, Aksi Polisi Menjadi-jadi". Yaitu, tentang belasan media cetak di Tanah Air yang menutup usahanya. Beberapa di antaranya yang saya kenal seperti Sinar Harapan, Harian Jurnas, Harian Bola, Jambi Today, Koran Selebes, dan sebagainya.

Total, AJI mencatat, dari 117 surat kabar, 16 di antaranya gulung tikar. Pun dengan majalah yang hanya menyisakan 132 dari 170 majalah. Ya, pesatnya dunia digital memengaruhi media cetak. Kini, mayoritas orang lebih sering membaca berita melalui gadgetnya seperti ponsel, tablet, laptop, dan sebagainya, ketimbang koran.

Namun, bukan berarti media cetak memasuki senjakala.

*       *       *
"SEPULUH adalah Diego Maradona, Roberto Baggio, Zinedine Zidane, Lionel Messi, Ribut Waidi, Adjat Sudrajat, dan banyak lagi." Itulah kata pengantar pada Harian TopSkor edisi 6 Januari 2015 yang tepat berusia 10 tahun. Bagaimana dengan saat ini ketika Harian Olahraga Pertama di Indonesia itu genap 11 tahun?

Mungkin, dalam dunia sepak bola, angka 11 tidak begitu populer. Terutama dibandingkan nomor 10 yang identik dengan pemain terbaik, sembilan (bomber tersubur), tujuh (fantastista), atau delapan (playmaker). Namun, 11 merupakan satu kesatuan. Utuh. Menurut Football Association (FA), sepak bola dimainkan kedua tim di lapangan dengan masing-masing terdiri dari 11 pemain.

Ryan Giggs merupakan salah satu pemain yang mewakili kesatuan dari 11. Jago, gesit, lincah, santun, dan terutama loyalitas. Ya, sepanjang karier profesionalnya sejak 1990 hingga gantung sepatu pada 2014, Giggs hanya memperkuat satu tim: Manchester United (MU).

Berbicara loyalitas, sebagai Juventini -julukan untuk penggemar Juventus- tentu saya tidak lupa dengan Pavel Nedved yang identik dengan nomor 11 pada 2001-2009. Memang, Juventus merupakan klub keempatnya setelah Duckla Prague yang dibela pada 1991/92, Sparta Prague (1992-1996), dan Lazio (1996-2002). Namun, jangan ditanya mengenai kesetiaannya kepada "si Nyonya Besar".

Sebab, Nedved salah satu bintang yang bertahan ketika terjadi eksodus akibat skandal calciopoli (pengaturan skor). Ketika Zlatan Ibrahimovic dan Patrick Vieira hengkang ke FC Internazionale, Gianluca Zambrotta dan Lilian Thuram (Barcelona), hingga Fabio Cannavaro (Real Madrid).

Nedved bersama Alessandro Del Piero, Gianluigi Buffon, Mauro Camoranesi, David Trezeguet, dan segelintir pemain lainnya tetap bertahan dengan konsekuensi harus tampil di Seri B. Namun, upaya mereka menjaga agar kemudi tidak oleng saat diterjang badai, berbuah manis. Lantaran, Juventus hanya semusim bermain di kasta kedua kompetisi Italia itu untuk kembali ke Seri A.

Ya, selalu terbit pelangi yang indah setelah badai.

*       *       *
SEBELAS tahun bukan waktu yang singkat. Namun, juga bukan periode yang lama, khususnya dalam industri media. Saya beruntung jadi saksi hidup dari perjalanan Harian TopSkor yang hari ini genap 11 tahun. Di media yang merupakan penerus Majalah Liga Italia dan Majalah Liga Inggris ini, saya belajar mengenai arti sebenarnya sebagai jurnalis. Khususnya dalam liputan di lapangan.

Ya, bagi kami, press release hanya seonggok kertas putih yang bertebaran. Pasalnya, dalam setiap tugas, meski membekali dengan gadget yang berguna untuk memotret, merekam video, dan juga suara, namun, pena dan buku tetap yang utama untuk mencatat poin-poin penting saat wawancara.

Meminta informasi ke bagian hubungan masyarakat (humas) atau manajernya? Maaf, itu bukan kami yang sebenarnya.

Pun begitu dengan wawancara kerubutan atau bahkan door stop. Itu hanya membuat kami ditertawai rekan lainnya.

Menghubungi narasumber lewat telepon? Ah... Ini jadi tindakan terakhir jika semua usaha sudah mentok.

Itu karena kami memegang teguh pada tiga motto: Langsung, Lugas, Eksklusif. Tak heran jika saya dan rekan-rekan reporter lainnya terbiasa berjibaku mengejar langsung narasumber di mana pun dan kapan pun. Mulai dari pinggir lapangan, kamar ganti pemain, kantor, hingga menumpang di kendaraan dinas yang bersangkutan. Tak jarang, kami harus "menculik" narasumber untuk mendapatkan informasi lebih. Tentu, dengan mengedepankan etika.

Ya, berita yang eksklusif untuk pembaca merupakan salah satu faktor bertahannya Harian TopSkor hingga kini. Itu mengapa kami bangga bisa bersama-sama mengarungi ombak yang kian deras. Suka dan duka jadi santapan sehari-hari. Sebab, pembalap yang tangguh tidak berlatih di trek yang lurus.

Khususnya, dua momen yang bagi saya tak terlupakan. Yakni, ketika kantor kami saat itu terendam banjir pada 17 Januari 2013 hingga satu meter yang membuat aktivitas terhenti sementara. Puncaknya, ketika harus menyaksikan salah satu rekan jurnalis yang meregang nyawa akibat tabrak lari. Itu terjadi menjelang sahur pada Selasa, 8 Juli 2014.

*       *       *
SEBELAS tahun bukan waktu yang singkat. Tapi, juga bukan periode yang lama. Harapan saya, semoga Harian TopSkor seperti Giggs dan Nedved: Mampu bertahan di tengah lesunya industri media cetak.

Ya, selamat ulang tahun yang ke-11 TopSkor!

*       *       *
Kunjungan Diego Milito ke kantor TopSkor pada 24 Mei 2012

*       *       *
Milito, Phillippe Coutinho, dan pendiri TopSkor Entong Nursanto

*       *       *
Trofi Liga Champions di Inter Village 2012

*       *       *
Latihan penggawa Inter di SUGBK

*       *       *
Skuat Inter bersama Gubernur DKI Jakarta 2007-12, Fauzi Bowo

*       *       *
Coutinho

*       *       *
Banjir 2013

*       *       *
Rahmad Darmawan

*       *       *
HUT TopSkor ke sembilan

*       *       *
Bambang Pamungkas

*       *       *
Selamat jalan, Ahmad Faqih...

*       *       *
Persija Jakarta

*       *       *
Demo Jackmania di SUGBK

*       *       *
Menculik Ariel sebelum manggung

*       *       *
Detik-detik jelang HUT RI ke-69 di TMP Kalibata

*       *       *
Mengejar JKT 48

*       *       *
Juventini Indonesia

*       *       *
Joko Widodo


*       *       *
Menumpang kendaraan Dahlan Iskan demi laporan eksklusif

*       *       *
Dahlan Iskan

*       *       *
Liputan malam pemilu bertepatan dengan semifinal Piala Dunia 2014: Brasil vs Jerman

*       *       *
HUT TopSkor ke-10

*       *       *
"Selfie Gagal" dengan Presiden Juventus Andrea Agnelli

*       *       *
Stefano Lilipaly

*       *       *
Wawancara eksklusif perdana dengan Erick Thohir saat baru mengakuisis FC Internazionale, November 2013

*       *       *
Ramdani Lestaluhu dan Andritany Ardhiyasa

*       *       *
Nobar dari kampung ke kampung bersama TVOne 

*       *       *
Wawancara Dahlan Iskan di kantor BUMN

*       *       *
Wawancara Ketua KPU Husni Kamil Malik di ruang kerjanya

*       *       *
Giorgio Chiellini

*       *       *
Andrea Pirlo

*       *       *
Claudio Marchisio

*       *       *
Chiellini

*       *       *
Artikel terkait:
- (Esai Foto) Di Balik Nobar Liverpool Vs Leicester di Sevel Bintaro Sektor 7
Trilogi Edu Krisnadefa: Jurnalis, Blogger, dan Rocker!
Hari Ini Setahun yang Lalu: Selamat Jalan Bang Faqih

*       *       *
- Jakarta, 6 Januari 2016

14 komentar:

  1. Fotonya ada beberapa yang kebalik2 gitu ngga di rotate mas? Sampe miring2 saya lihatnya hihihi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hi hi hi
      udah diedit beberapa kali, sampe re-upload fotonya tetap ga berubah.
      mungkin saking banyaknya kali mas, sampe error :)

      Hapus
  2. selamat ulang tahun buat top skor yang ke 11 moga makin sukses kdepanya, dan makin berkualitas.
    sekarang emang kebanyakan orang lebih suka make gadget buat baca..
    seru banget foto-fotonya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasiiiih mas apresiasinya :)

      yupz, saya juga nyaris tiap hari baca berita online, tapi tetap aja kurang pas dibanding baca versi cetaknya

      Hapus
  3. udah matang juga ya umurnya Topskor. btw itu kenapa fotonya pada miring ya :). rasanya wawancara orang terkenal gimana sih?

    BalasHapus
    Balasan
    1. tuh kan miring lagi, blogspot error mbak, udah diubah gini2 terus...

      kapan2 saya wawancara mbak lid ya :)

      Hapus
  4. selamat ulang tahun untuk harian topskor, jaya selalu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih atas apresiasinya mas

      Hapus
  5. Aih, banyak sekali fotonya, met Ultah TOP Scor...smg terus berkibaaarrr...

    BalasHapus
  6. Fotonya menyeng2 tuh mas CH..

    Asik ya.. ketemu banyak orang keren..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya nih error, hi hi hi, sampe capek buat ngeditnya ga berubah2...

      bukan asyik mas, namanya juga kerja wkwkkwkw

      Hapus
  7. mau dong ketemu orang top .. kayak begini hehe
    sekarang bisnis media cetak memang lagi lesu ya ...
    orang lebih pilih media online yang praktis .. semoga topskor bisa tetap berkembang ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin...

      tantangan di usia 11 tahun menghadapi lesunya media cetak mas

      Hapus

Maaf ya, saat ini komentarnya dimoderasi. Agar tidak ada spam, iklan judi, obat kuat, penjual gunting kuku, dan sebagainya. Silakan komentar yang baik dan pasti saya kunjungi balik. Satu hal lagi, mohon jangan menaruh link hidup...

Terima kasih :)