TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Presiden Jokowi

Serial Catatan Harian Ojol

Serial Catatan Harian Ojol
Serial Catatan Harian Ojol
Tampilkan postingan dengan label Presiden Jokowi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Presiden Jokowi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 Oktober 2018

Ada Raja Sapta Oktohari di Balik Kesuksesan Asian Para Games 2018


Raja Sapta Oktohari berbaur dengan rekan-rekan media di Tanah Air usai
memimpin rapat persiapan Closing Ceremony Asian Para Games 2018
di GBK Arena (Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)


MALAM itu, langit ibu kota tampak cerah. Namun, tidak di kawasan ibu kota. Tepatnya di Gelora Bung Karno (GBK) Arena yang di dalamnya terdapat Main Press Center (MPC).

Di gedung yang berseberangan dengan Stadion Madya ini juga jadi markas bagi Panitia Nasional Penyelenggara Asian Para Games III/2018 (INAPGOC). Lewat GBK Arena ini, berbagai informasi terkait pesta olahraga antarpenyandang disabilitas sampai ke masyarakat.

Dari lantai dua, tampak keriuhan penggawa INAPGOC yang dipimpin Raja Sapta Oktohari. Pria yang akrab disapa Bang Okto ini sedang melakukan persiapan antardivisi untuk closing ceremony Asian Para Games 2018.

Namun, ketika menyaksikan belasan media yang hadir, Okto berhenti sejenak. Putra dari Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Oesman Sapta Odang ini menyambut kami dengan hangat.

“Silakan masuk teman-teman wartawan. Teman-teman, ini ada teman-teman wartawan yang hadir,” Okto mempersilakan kami, Kamis (11/10).

Sikapnya sangat simpatik. Tanpa dibuat-buat.

Okto menemui kami untuk menyalami satu-persatu. Tak lupa, sosok yang jadi promotor tinju dunia termuda ini meminta Wakil Ketua INAPGOC Sylviana Murni untuk melanjutkan acara.

“Maaf teman-teman. Agak malam ya. Namun, kami setiap hari begini. Selesai pertandingan, ada rapat dan evaluasi untuk hari berikutnya. Biasanya kami melakukan koordinasi hingga dini hari. Tak jarang, ada beberapa (anggota INAPGOC) yang menginap di GBK Arena,” Okto, menjelaskan.

Sebagai Ketua INAPGOC, tugas yang diemban Okto tidak mudah. Pria yang 19 Oktober mendatang genap 43 tahun ini mengakui banyak tantangan dalam menyelenggarakan Asian Para Games 2018.

Bisa dipahami mengingat tuntutan masyarakat sangat besar. Itu terkait euforia kesuksesan Asian Games 2018 yang berakhir 2 September lalu.

Namun,  Okto berhasil menjawab keraguan tersebut dengan tuntas. Itu ditegaskan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi yang menyebut Asian Para Games 2018 ini berhasil mewujudkan tiga kesuksesan.

Yaitu, prestasi, penyelenggaraan,  dan legacy.

Untuk prestasi, Indonesia sudah meraih 33 emas. Alias, jauh melampaui target dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menetapkan 16 emas.

Pun demikian dengan penyelenggaraan yang tergolong lancar sejak awal. Bahkan, antusiasme masyarakat untuk menyaksikan Asian Para Games 2018 sangat besar.

Itu bisa terlihat dari melubernya beberapa venue. Masyarakat bangga dengan perjuangan atlet di Asian Para Games 2018 yang mampu menembus keterbatasan.

“Untuk legacy, hasilnya bisa terlihat mulai saat ini hingga beberapa generasi mendatang. Kami ingin memberikan warisan yang nyata. Misalnya, dari sikap, bagaimana dengan Asian Para Games 2018 ini, masyarakat lebih perduli dengan saudara-saudara kita yang menyandang disabilitas,” kata Okto,  dengan nada bergetar.

“Begitu juga dari segi fisik. Seperti, fasilitas yang saat ini sudah bagus harus ditingkatkan lebih lanjut. Misalnya, akses ke dan menuju venue bagi penonton penyandang disabilitas. Kami harap,  setelah Asian Para Games 2018, fasilitas umum untuk penyandang disabilitas jadi lebih ramah.”

Hingga hari ketujuh, Asian Para Games 2018 tergolong sukses. Kredit khusus patut diberikan kepada Okto sebagai ujung tombak.

Namun, bukan berarti, pesta olahraga antar penyandang disabilitas edisi ketiga ini sempurna. Berdasarkan catatan TopSkor.id, ada beberapa hal minor dari Asian Para Games 2018. Ya, tiada gading yang tak retak.

Mulai dari akreditasi untuk peliput, transportasi, hingga tiket. Fakta itu diakui Okto.

Menurutnya, sebagai Ketua INAPGOG, sudah tentu Okto bertanggung jawab penuh. Pria yang memimpin Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) 2011-2015 ini menilai ada kekurangan dalam penyelenggaraan Asian Para Games 2018.

“Itu mengapa, setiap selesai pertandingan pada malam hari hingga dini hari, kami lakukan evaluasi. Kami rapat antardivisi agar pada hari berikutnya bisa lebih baik lagi. Ini yang kami lakukan terus, terus, dan terus,” ujar Okto yang dari kantung matanya terlihat tampak lelah akibat kurang tidur demi membuat Asian Para Games 2018 berlangsung lancar.

Faktanya, Okto setiap hari ada di berbagai venue. Pengusaha berdarah Minang-Bugis ini tidak hanya menyaksikan pertandingan saja.

Melainkan turut memberi dukungan langsung kepada atlet yang bertanding. Okto juga memboyong keluarganya untuk menonton ke stadion.

“Bahkan, ibu saya setiap hari selalu ada di venue. Misalnya, bulu tangkis atau renang ketika Jendi Panggabean meraih medali emas,” Okto, menambahkan.

“Kalau saya, jujur saja. Awalnya tidak tega untuk menyaksikan mereka. Namun,  seiring waktu berjalan,  saya jadi terbiasa. Apalagi, mereka (atlet) itu enggan dikasihani. Sebab, teman-teman atlet disabilitas ini ingin membuktikan di tengah keterbatasannya itu, mampu untuk berjuang.”

Raja Sapta Oktohari setiap hari berkeliling venue ke venue untuk
mendukung 
atlet Indonesia di Asian Para Games 2018.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)


Ya, adagium lawas mengatakan, air yang deras bisa menenggelamkan tapi juga membuat perahu berlayar hingga mengelilingi samudera. Begitu juga dengan manusia.

Di tengah keterbatasan fisik atau mental, atlet Indonesia di Asian Para Games 2018 sukses mengharumkan Merah-Putih. Okto menyebut mereka sebagai pahlawan luar biasa.

“Saya bangga dengan perjuangan mereka,” tutur Okto sambil sambil menjawab pesan masuk dari salah satu pengurus cabang olahraga (cabor) di smartphone-nya yang meminta untuk menghadiri victory ceremony.

“Kalau mau jujur, saya melihatnya saja tidak sanggup. Namun, mereka mampu menjalaninya seperti biasa. Itu membuktikan semangat dan mentalitas teman-teman atlet harus kita tiru. Wajar jika pak presiden memberi apresiasi dengan bonus sama untuk peraih Asian Para Games 2018 seperti Asian Games 2018,” ucap Okto, bergelora.

Presiden Jokowi menegaskan, bonus peraih medali Asian Para Games 2018 akan diterima sebelum keringat atlet kering. Pahlawan Indonesia di sektor olahraga itu akan mendapatkannya Sabtu (13/10) pagi ini di Istana Presiden.

Namun, bagi yang belum meraih medali pun tidak perlu berkecil hati. Presiden melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tetap memastikan jerih payah mereka tetap mendapat apresiasi dari pemerintah.

“Pak Menpora Imam Nahrawi menyampaikan pesan dari pak Jokowi. Untuk teman-teman atlet yang belum meraih medali Asian Para Games 2018 tetap dapat bonus,” lanjut Okto.

Dalam catatan TopSkor.id, pemerintah melalui Kemenpora memberikan apresiasi kepada setiap atlet yang tampil di Asian Games 2018 tapi tidak meraih medali sebesar Rp 20 juta. Itu berarti, jumlah tersebut bakal sama dengan atlet Asian Para Games 2018.

“Kita berdoa untuk atlet Indonesia bisa meraih hasil yang terbaik. Apalagi, setelah ini sudah ditunggu Asean Para Games 2019 di Filipina dan puncaknya Paralimpiade 2020 Tokyo. Hasil positif yang diraih atlet Indonesia di Asian Para Games 2018 jadi bekal untuk menghadapi dua event tersebut,” kata Okto, optimistis.***

- Jakarta, 13 Oktober 2018

Senin, 28 Mei 2018

Antara Presiden Jokowi, Asian Games 2018, Blogger, dan Tantangan Menghadapi Revolusi Industri 4.0


Presiden Jokowi diserbu masyarakat untuk melakukan selfie atau foto bersama
(Klik untuk perbesar gambar atau geser untuk melihat foto lainnya)


ASIAN Games 2018 tinggal hitungan hari. Tepatnya dengan pembukaan pada 18 Agustus hingga 2 September mendatang. Jelang pesta olahraga antarnegara Asia itu, seluruh elemen di negeri ini bersatu untuk mensukseskannya.

Bisa dipahami mengingat pemerintah menargetkan 4S pada Asian Games 2018. Itu meliputi sukses prestasi, penyelenggaraan, ekonomi, dan administrasi. Sejak hitung mundur setahun lalu pada 18 Agustus 2017 hingga kini, geliat Asian Games 2018 kian bergema ke seluruh pelosok nusantara. Bahkan, hingga ke tingkat kantor Kelurahan yang menyebar ke Rukun Warga dan Rukun Tetangga.

Usaha untuk menggelorakan semangat Asian Games 2018 juga dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dalam catatan saya, pria asal Solo ini rutin untuk menggiatkan visi dan misi Indonesia sebagai tuan rumah yang sukses hajatan akbar kedua di kolong langit setelah Olimpiade ini.

Teranyar, diperlihatkan Jokowi dengan menggandeng berbagai perwakilan dari generasi muda dalam buka bersama (bukber), Pada acara yang berlangsung di Paradigma Cafe, Jalan Pegangsaan Barat, Jakarta Pusat, Rabu (23/5) itu turut dihadiri blogger, komunitas, pegiat media sosial dan CEO serta perwakilan dari perusahaan ternama di Tanah Air.

Misalnya, Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia Airlangga Hartarto yang juga menjabat sebagai Menteri Perindustrian (Menperin) sebagai pembicara dalam event bertema Masa Depan & Konsep Indonesia 4.0.

Termasuk, kami berenam dari Indonesia Social Blogpreneur (Komunitas ISB). Itu meliputi Ani BertaRiri RestianiAgatha Mey NirbanawatiThurneysen Simanjuntak, dan Titis Ayuningsih. Yupz suatu kebanggaan bagi saya bisa ikut serta dalam komunitas yang 17 Mei lalu genap dua tahun ini.

Apalagi menghadiri bukber dengan Jokowi. Sebelumnya, saya memang kerap meliput aktivitas presiden yang berkaitan dengan olahraga. Namun, untuk ramadan, khususnya bukber, baru kali ini.

"Yang hadir di sini merupakan sosok yang visioner. Namun, jangan lupa, saya ingatkan kepada saudara, meski visioner harus disertai dengan Pancasila," ujar Jokowi dalam sambutannya di hadapan ratusan hadirin.

Ayah dari Gibran Rakabuming Raka, Kahiyang Ayu, dan Kaesang Pangarep ini menjabarkan terkait revolusi industri 4.0 yang akan memberikan dampak perubahan kecepatan hampir 3.000 kali dibanding revolusi industri pertama. Itu berdasarkan kalkulasi McKinsey Global Institute terkait dampak perubahan dalam industri.

"Artinya, betapa cepatnya perubahan," presiden, menjelaskan sambil bercerita pengalamannya ke Sillicon Valley, Amerika Serikat (AS), pada 2016.

"Saya masuk ke markas Google, Twitter, dan Facebook. Terus terang, saya kaget betapa dunia berubah dengan cepat. Ketika berada di markas Facebook, saya main pingpong menggunakan kaca mata sebagai virtual reality." lanjut Jokowi yang disambut antusias.

Tak lupa, presiden turut menyoroti tentang uang elektronik sebagai metode pembayaran yang beredar di masyarakat seperti gopay, e-money, dan tokocash. Menurutnya, itu harus diikuti dengan kebijakan yang mendukung.

"Sebab, apa pun itu kalau tidak (didukung), kita akan susah untuk menghadapi industri 4.0," kata Jokowi, optimistis.

Presiden Ketujuh Republik Indonesia ini turut mengingatkan, tidak hanya kepada kami yang hadir saja, melainkan seluruh rakyat di nusantara lainnya. Supaya, kita siap untuk menghadapi berbagai perubahan tersebut.

"Ini dalam kesempatan yang baik (ramadan), saya ingin mengingatkan kepada semua. Perubahan ini juga melanda berbagai negara. Meski, adakalanya kebijakan pemerintah terlambat. Namun, tidak hanya kita saja, melainkan negara lain tergagap menghadapi industri 4.0. Jadi kita harus siap," Jokowi, menjelaskan.

Pernyataan mantan Gubernur DKI Jakarta dan Walikota Solo ini beralasan. Kapan pun, tentu kita harus siap menghadapi berbagai tantangan, termasuk revolusi industri 4.0.

"Mari semuanya bersatu dalam menghadapi ini. Jangan sampai di dalam kita saling bertengkar. Namun, jika berkompetisi secara sehat, itu yang harus dikembangkan. Dibanding dengan bertengkar yang akan membuat energi kita habis," tutur Jokowi, diplomatis.

Pernyataan senada diungkapkan Airlangga. Sosok yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar itu berharap, acara ini memiliki dampak positif yang besar demi melanjutkan ide Presiden Jokowi dengan tema Making Indonesia 4.0.

"Sosialisasi ini akan berlanjut. Saat ini pengenalan langsung dari pak presiden kepada pelaku muda dalam ekosistem Indonesia 4.0. Sebab, yang hadir di sini terdiri dari berbagai tokoh muda terdepan," ucap Airlangga, yang optimistis, Indonesia bisa mewujudkan 4S pada Asian Games 2018.

Yuppiii, saya setuju dengan itu. Sebagai bagian dari rakyat Indonesia, sudah saatnya bahu membahu untuk berkarya demi menghadapi revolusi industri 4,0 sesuai kapasitas masing-masing.

Misalnya, saya sebagai blogger, dengan menulis yang positif terkait perkembangan Tanah Air. Sekaligus turut memerangi hoax yang bisa memecah-belah bangsa. Saya, Anda, kalian, dan semuanya, pasti bisa!***

*         *         *
Puluhan blogger, komunitas,  dan jurnalis mengabadikan kedatangan
Presiden Jokowi 

*         *         *
Presiden Jokowi didampingi Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan
segenap menteri dari Kabinet Indonesia Bersatu

*         *         *
Presiden Jokowi tampak sporty dengan jaket Asian Games 2018

*         *         *
Presiden Jokowi dan Menperin Airlangga melepas sepatu sebelum berwudu
untuk salat magrib berjamaah

*         *         *
Kejarlah Presiden Jokowi, kan kuajak selfie 

*         *         *
Jaket Asian Games 2018 juga turut dibagikan Presiden Jokowi kepada hadirin
yang mampu menjawab pertanyaan dengan benar

*         *         *
Yeeeeeeeeeee, Komunitas ISB sudah dua tahun! Met Milad

*         *         *
Mimin Komunitas ISB ikut selpih dengan pak pol yang baik hati

*         *         *
Reuni dengan  travel blogger Terry Endropoetro setelah kali terakhir bertemu pada
22-25 April lalu bersama rombongan Kementerian Sekretariat Kabinet
meninjau Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong
*         *         *
Artikel Terkait Presiden Jokowi
- Sisi Lain Indonesia Masters 2018
- Count Down Asian Games 2018
- Di Balik Final Piala Presiden 2017
- Presiden dan Kepala BNN Kompak

- https://www.topskor.id/detail/69223/Tinjau-Wisma-Atlet-Presiden-Jokowi-Alhamdulillah-Sudah-999
- https://www.topskor.id/detail/67875/Resmikan-Lapangan-Tenis-GBK-Presiden-Jokowi-Ini-yang-Ketujuh
- https://www.topskor.id/detail/69287/Presiden-Jokowi-Tegaskan-Kelancaran-Wisma-Atlet-GBK

*         *         *
- Jakarta, 28 Mei 2018

Senin, 29 Januari 2018

Sisi Lain Indonesia Masters 2018


Kevin Sanjaya Sukamuljo merayakan keberhasilan menjuarai Indonesia
Masters 2018 diikuti selebrasi Marcus Fernaldi Gideon yang beteriak histeris
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)


DUA gelar disabet wakil Merah-Putih pada Daihatsu Indonesia Masters 2018. Prestasi itu melampaui target yang ditetapkan Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) pada turnamen dengan level Super 500 ini.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Susy Susanti menyebut satu gelar jadi pilihan realistis. Meski, peraih medali emas Olimpiade 1992 Barcelona ini menilai, Indonesia berpeluang menyabet dua gelar atau lebih.


Terbukti, Anthony Sinisuka Ginting sukses membuat kejutan pada nomor tunggal putra. Pebulu tangkis 21 tahun ini berhasil menjuarai Indonesia Masters usai mematahkan perlawanan wakil Jepang, Kazumasa Sakai 21-13, 21-11.

Gelar untuk Indonesia bertambah lewat Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon di sektor ganda putra. Pasangan berjulukan Minions ini sukses melibas Li Junhui/Liu Yuchen (Cina) 11-21, 21-10, 21-16.

Stadion Istana Olahraga (Istora) Senayan pun bergemuruh usai Kevin/Marcus memastikan juara. Keberhasilan mereka jadi klimaks bagi sekitar 7.000-an penonton, termasuk Wakil Presiden Jusuf Kalla yang memadati venue yang baru diresmikan pekan lalu,

Ya, Indonesia Masters 2018 ini merupakan turnamen perdana di Istora. Tepatnya, usai direnovasi untuk Asian Games 2018 sejak Desember 2016.

Peresmian renovasi Istora dilakukan Presiden Joko Widodo bertepatan dengan pembukaan Indonesia Masters 2018 pada Selasa (23/1). Orang nomor satu di Indonesia ini takjub dengan kemegahan Istora setelah direnovasi.

Selain Asian Games pada 18 Agustus hingga 2 September mendatang, Istora bakal menyelenggarakan turnamen bulu tangkis lainnya. Yaitu, Indonesia Open 2018 yang dijadwalkan pada 3-8 Juli nanti.

“Suatu kebanggaan bisa juara di Istora. Sebab, kami belum pernah meraih gelar di Tanah Air sejak mengikuti berbagai turnamen,” kata Marcus saat ditemui usai pertandingan, Minggu (28/1).


Kevin menambahkan, terkait target setelah Indonesia Masters 2018 ini, “Ada tiga prioritas untuk tahun ini, yaitu All England, Kejuaraan Dunia, dan Asian Games.”

Semoga berhasil mewujudkannya, Kevin/Marcus! Terima kasih juga untuk Ginting, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, dan segenap wakil Merah-Putih yang sudah mengerahkan kemampuan terbaik di turnamen berhadiah total 350 ribu dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 4,6 miliar ini.

Semoga pada Indonesia Masters 2019, kalian bisa melebihi pencapaian tahun ini!***


Hasil Final Indonesia Masters 2018


Ganda Putri
Tai Tzu Ying (Taiwan) Vs Saina Nehwal (India) 21-9, 21-13


Tunggal Putra
Kazusama Sakai (Jepang) Vs Anthony Sinisuka Ginting (INDONESIA) 13-21, 12-21


Ganda Campuran
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (INDONESIA) Vs Zheng Siwei/Huang Yaqiong (Cina) 14-21, 11-21


Ganda Putri
Greysia Polii/Apriyani Rahayu (INDONESIA) Vs Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi (Jepang) 17-21, 12-21



Ganda Putra
Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon (INDONESIA) Vs Li Junhui/Liu Yuchen (Cina) 11-21, 21-10, 21-16



*         *         *
Narsis bersama penulis buku Hariyanto Arbi: Smash 100 Watt, Broto Happy
sambil menunggu kehadiran Presiden Joko Widodo yang akan meresmikan
renovasi Istora pada 23 Januari lalu

*         *         *
Hari pertama Indonesia Masters 2018 sempat digoyang gempa berkekuatan
6,4 skala richter yang membuat sebagian penonton berhamburan keluar venue.
Namun, Panitia Pelaksana Yuni Kartika memastikan pertandingan
tidak berpengaruh. (Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*         *         *
Presiden Joko Widodo meresmikan renovasi Istora yang bertepatan dengan
pembukaan Indonesia Masters 2018 pada 23 Januari lalu.  Pria yang akrab
disapa Jokowi ini pun memberikan hadiah raket kepada delapan legenda bulu
tangkis Indonesia, yaitu, Yuni Kartika, Susy Susanti, Ivana Lie, Hariyanto Arbi,
Candra Wijaya, Alan Budikusuma, Lius Pongoh, dan Retno Kustiyah.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*         *         *
PBSI dan panitia pelaksana memberikan edukasi kepada penonton
untuk tidak mengangkat kaki ke atas kursi. Peringatan itu diaplikasikan
pada sorotan lewat CCTV yang bisa disaksikan di layar raksasa.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*         *         *
Yeee, selfie dengan Hendra Setiawan, idola saya yang merupakan salah satu
pebulu tangkis terbaik dunia dengan gelar terlengkap. Mulai dari 6 SEA Games,
2 Asian Games, dan Olimpiade 2008 Beijing

*         *         *
Antusiasme penonton menyaksikan Indonesia Masters 2018 sangat luar biasa.
Sejak hari pertama hingga final, venue berkapasitas 7.166 ini selalu penuh.
Apalagi, harga tiketnya dinilai masyarakat sangat bersahabat seperti final
yang dilepas Rp 150.000 untuk kelas I dan Rp 300.000 (VIP).
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*         *         *
Ribuan penonton mengelu-elukan Anthony Sinisuka Ginting yang menjadi kampiun
sektor tunggal putra Indonesia Masters 2018. Pebulu tangkis itu menyambutnya
dengan penuh hormat kepada penonton sebelum pengalungan medali
bersama runner-up dari Jepang, Kazusama Sakai.(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*         *         *
Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengalungi medali kepada
Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir yang jadir runner-up Indonesia Masters 2018.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*         *         *
Perjuangan Greysia Polii/Apriyani Rahayu untuk meladeni permainan
bola-bola atas dari Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi.
Meski dikalahkan ganda putri asal Jepang itu 17-21, 12-21, Greysia/Apriyani
tetap mendapat aplaus meriah. (Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*         *         *
Kevin/Marcus memamerkan medali usai menjadi yang terbaik di hadapan
ribuan penonton yang memadati Istora Senayan
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*         *         *
Wakil Presiden Jusuf Kalla menyambut Kevin/Marcus di tribune VIP
didampingi Menpora Imam Nahrawi dan Ketua PBSI Wiranto.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*         *         *
Penantian panjang penonton untuk menyaksikan wakil Merah-Putih berjaya
di Indonesia Masters 2018 pun terlunaskan. Indonesia tidak hanya sukses
sebagai tuan rumah pada turnamen level Super 500 ini. Melainkan juga sukses
secara prestasi lewat dua gelar yang diraih Antony Sinisuka Ginting dan Kevin/Marcus.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*         *         *
Pewarta foto dan jurnalis dari berbagai negara Asia mengabadikan pertandingan
di sisi lapangan. (Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*         *         *
Yupz, sepekan kemarin, saya pindah kantor sementara dengan ngekost di media
center Istora

*         *         **         *         *
*         *         **         *         *

*         *         **         *         *

*         *         **         *         *

*         *         **         *         *

*         *         **         *         *


Artikel Terkait:
*         *         *
- Jakarta, 29 Januari 2018

Rabu, 13 Desember 2017

Radio sebagai Teman Setia dan Berbagi Informasi


Press Conference Radio Day pada 11 Desember lalu

"Di radio, aku dengar lagu kesayanganmu
Kutelepon di rumahmu sedang apa sayangku
Kuharap engkau mendengar
Dan katakan rindu..."

Demikian, lirik legendaris dari almarhum Gombloh yang populer  pada 1986 silam. Saya jadi teringat lagu itu ketika menyimak lini masa di twitter sepanjang Senin (11/12). Betapa tidak, saat itu pada pukul 07.45-08.00 WIB, masyarakat di Tanah Air, khususnya warga ibu kota tidak bisa mengakses radio.

Itu karena selama 15 menit, radio di DKI Jakarta serentak tidak mengudara. Tak heran jika tagar #RadioGueMati membahana. Bahkan, menjadi heboh ketika Presiden Joko Widodo (Jokowi) ikut mencuit. "Emang enak nggak ada radio. Saya Joko Widodo, pendengar radio. Kalau kamu?" ujar Jokowi.

Setelah itu, netizen di seluruh nusantara pun kompak menyuarakan hashtag, #RadioGueGakMati. Kami berharap -karena saya salah satu yang mencuit sebagai pendengar- radio tidak padam. Ya, meski zaman telah berubah seiring perkembangan teknologi, porsi radio tetap tak tergantikan.

Kebetulan, di rumah saya sering mendengarkan radio via konvensional. Sementara, ketika di jalan, saya mendengarnya lewat smartphone. Apa pun itu sarananya, bagi saya radio merupakan kawan sejati di mana pun dan kapan pun.

Pasalnya, beda dengan mendengar musik atau layanan streaming lain yang hanya satu arah. Sementara, di radio, saya bisa mengengarkan lagu terbaru, terpopuler, hingga kenangan, sambil dipandu penyiar. Bahkan, ketika masih abg, saya sering menitip salam kepada seseorang lewat udara. Dan, yang tak kalah penting, radio jadi media saling berbagi informasi untuk mengetahui info lalu lintas.

Sayangnya, pemilik atau pengelola radio justru harus mati-matian mempertahankan eksistensinya. Maklum, dibanding televisi atau media cetak, radio hanya mendapat porsi iklan sekitar satu persen. Yupz, 1%!

Padahal, dalam riset Nielsen CMV & RAM Q3 2017, terdapat 62,3 juta pendengar radio di Tanah Air, dengan 41,9 juta terpusat di pulau Jawa. Untuk DKI Jakarta dan sekitarnya terdapat 9 juta pendengar.

Demikian, fakta yang saya ketahui usai menghadiri press conference Radio Day di Ayana Mid Plaza, Jakarta Pusat, sore harinya. Acara itu diikuti 37 radio di Jakarta yang tergabung dalam Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI).

Kehadiran saya berkat informasi founder Indonesian Social Blogpreneur (Komunitas ISB) Ani Berta bersama tiga rekan blogger lainnya, yaitu Haya Aliya Zaki, Tuty Queen, dan Teddy Rustandi. Sebagai blogger, jelas kami peduli dengan masa depan radio.

"Tujuan diadakan Radio Day ini untuk membuktikan, radio bukan media yang konvensional atau jadul. Radio merupakan media yang dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman yang hingga kini dibutuhkan pendengarnya, khususnya masyarakat di DKI Jakarta," ujar Ketua Umum PRSSNI DKI Jakarta M. Rafiq.

Faktanya, radio memang memiliki keunggulan sebagai media yang dapat menjangkau dan diakses lebih dari 29% populasi lintas generasi seperti halnya media TV. Community dan emotional engagment jadi kunci terus eksisnya radio sebagai media komunikasi di era digital seperti sekarang.

Ini yang menjadikan radio selalu dekat dengan pendengarnya lebih dari dua jam per hari. Saya pribadi mengakses radio secara rutin pada pagi hari dan menjelang tidur. Sementara, siang harinya, saya mendengarkan radio ketika sedang dalam perjalanan. Tujuannya, selain untuk menemani bertugas, juga menyimak info terkini terkait lalu lintas serta kejadian penting di ibu kota.

Nielsen merilis, komposisi pendengar radio di DKI Jakarta dan sekitarnya didominasi anak muda dengan persentase mencapai 56%. Para pendengar radio merupakan generasi yang mencinti musik, sport, coking, dan snakcing, serta pencintan kopi.

"Bagi saya, peran radio sangat tidak tergantikan. Saya merupakan penggemar setia radio. Bahkan, saya ikut menggunakan radio sebagai promosi berbagai film saya," ujar Wulan Guritno yang merupakan aktivis di dunia hiburan Tanah Air.

Pernyataan sama diungkapkan Category Manager ID Fuels Downstream Retail PT Shell Indonesia, Ratna Anggraini. Menurutnya, belanja iklan terbesar perusahaannya justru di radio, "Ya, mencapai 40-50 persen dari bujet kami."

Dalam kesempatan itu, Ratna mengakui, beriklan di radio sangat efektif. Sebab, mereka bisa memberi informasi rinci terkait produk-produknya kepada masyarakat lewat udara. "Buktinya, performa bisnis kami setiap tahun sangat baik. Itu berkat informasi yang tepat kepada customer kami yang juga pendengar setia radio," Ratna, melanjutkan.

Nah, saya Choirul Huda pendengar radio. Bagaimana dengan Anda? Yuk, saling berbagi pengalaman terkait radio pada kolom komentar di bawah ini!***


*        *        *
Ketua PRSSNI M. Rafiq (tengah)

*        *        *

Category Manager ID Fuels Downstream Retail PT Shell Indonesia, Ratna Anggraini

*        *        *
Diskusi terkait radio yang dilakukan rekan blogger Haya Aliya Zaki

*        *        *
Wulan Guritno menegaskan peran radio sangat tak tergantikan

*        *        *
Rekan blogger Tutty Queen dengan berbagai properti radio konvensional

*        *        *
Ketua INASGOC Erick Thohir yang juga wakil komisaris Mahaka Media yang
membawahi berbagai radio di Tanah Air

*        *        *
- Jakarta, 13 Desember 2017

Sabtu, 19 Agustus 2017

(Galeri Foto) Meriahnya Count Down Asian Games 2018 di Monas


300 drone membentuk burung garuda yang mengangkasa di langit ibu kota
(Klik untuk perbesar foto dan geser untuk melihat gambar lainnya)

LANGIT di sekitar Monumen Nasional (Monas) tampak warna-warni. Itu bukan karena bertebaran kembang api seperti yang biasanya terjadi jelang malam pergantian tahun atau HUT Jakarta. Melainkan, hitung mundur setahun menuju pesta olahraga antarnegara terbesar di Asia.

Ya, Jumat (18/8) 300 drone menghiasi ibu kota dalam rangka Count Down Asian Games 2018. Acara ini dibuka Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan memanah di layar led dari atas panggung. Setelah itu, hitung mundur tepat setahun menuju Asian Games 2018 pun dimulai.

Atraksi 300 drone membuat langit-langit sekitar Monas kian memesona. Maklum, ratusan drone itu membentuk berbagai simbol yang sangat menarik. Mulai dari logo Asian Games, atlet pembawa obor, hingga burung Garuda yang mengangkasa.

Selain 300 drone, terdapat tarian kolosal dengan koreografer Eko Supriyanto dan Hartati dengan judul Ruwat Bumi. Selain itu, ada Far East Moment, Raisa, Tulus, Ikke Nurjanah, hingga duo Girls' Generation (Taeyeon dan Hyoyeon). Berbagai aksi itu dipandu Sarah Sechan dan Daniel Mananta yang merupakan jebolan VJ MTV.

Sementara, di Benteng Kuto Besak, Palembang, tidak kalah meriah. Itu karena hitung mundur menuju Asian Games ini dimeriahkan penampilan Judika, Rizky Febian, Denada, dan DJ Jesse. Count Down Asian Games 2018 ini memang diselenggarakan di dua tempat berbeda secara serentak. Jakarta di Monas dan Palembang di Benteng Kuto Besak.

Suksesnya Count Down Asian Games 2018 membuktikan Indonesia siap jadi tuan rumah pada pesta olahraga antarnegara Asia ini. Kredit khusus patut diberikan kepada Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee (INASGOC). Sebab, mereka yang telah mempersiapkan segalanya sejak Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah menggantikan Vietnam yang mengundurkan diri pada 25 Juli 2014.

"Ini jadi penanda waktu pelaksanaan semakin dekat. INASGOC menyambutnya dengan suka cita dan totalitas dari semua deputi dan departemen demi kelancaran saat Asian Games 2018," kata Ketua INASGOC Erick Thohir.

Menurut sosok yang juga menjabat sebagai presiden FC Internazionale ini, hitung mundur setahun itu sesuai dengan tema Energy of Asia. Itu mengapa selain artis ternama di Tanah Air, juga turut diundang musisi dari negara sahabat.

"Count Down juga jadi promosi yang strategis untuk Asian Games 2018," Direktur of Ceremonies INASGOC Wisnutama, menambahkan.***

*        *        *
Antusiasme masyarakat untuk mengikuti Count Down di Monas

*        *        *
Beberapa pengunjung Monas asyik berfoto dengan latar logo Asian Games 2018

*        *        *
Kerja keras dan cerdas dari petugas keamanan untuk mensukseskan
Count Down Asian Games 2018 

*        *        *
Panggung megah yang berada di Silang Monas

*        *        *
Jakarta pada sore itu...

*        *        *
Petugas keamanan bersiaga di bawah Patung Ikada

*        *        *
Selain kepolisian, Count Down Asian Games 2018 ini juga turut hadir dari TNI

*        *        *
Salah satu kru bersiap melakukan gladi resik

*        *        *
Puluhan reporter dan fotografer dari berbagai media

*        *        *
Panggung untuk liputan media

*        *        *
Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) bersiaga depan panggung

*        *        *
Beberapa saat jelang dimulainya acara

*        *        *
Dinding Monas yang sangat cantik

*        *        *
Atraksi flare di bibir panggung

*        *        *
Sarah Sechan dan Daniel Mananta

*        *        *
Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla

*        *        *
Presiden Kelima RI Megawati bersama Ibu Negara Iriana dan
istri wakil presiden Mufidah

*        *        *
Tarian Kolosal bertema Ruwat Bumi

*        *        *
Tarian yang menampilkan kebudayaan nusantara

*        *        *
Atraksi megah dari Ruwat Bumi

*        *        *
Presiden Jokowi membawa busur dan panah

*        *        *
Presiden Jokowi membuka Count Down Asian Games 2018

*        *        *
3... 2... 1... Panah dari Presiden Jokowi menandakan Asian Games setahun lagi

*        *        *
Hitung mundur Asian Games 2018 di dinding Monas

*        *        *
Presiden Jokowi melambaikan tangannya kepada
masyarakat yang antusias menyaksikan
Count Down Asian Games 2018

*        *        *
Presiden Jokowi menilai Count Down Asian Games 2018 bukti
Indonesia serius jadi tuan rumah

*        *        *
300 drone memenuhi langit-langit ibu kota

*        *        *
Ribuan masyarakat mengabadikan momentum ini lewat smartphone

*        *        *
Asian Games 2018 diselenggarakan di Jakarta dan Palembang

*        *        *
300 drone memperagakan atlet yang mengusung obor

*        *        *
Indonesia menargetkan masuk 10 besar pada Asian Games 2018 

*        *        *
300 drone membentuk logo Asian Games 2018

*        *        *
Monas yang sangat cantik pada malam itu...

*        *        *
Petugas dengan sigap membersihkan sampah yang berserakan 

*        *        *
Eksotisnya Monas pada Jumat (18/8) malam

*        *        **        *        *


*        *        **        *        *