TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Yuk, Wisata Sejarah Bersama Komunitas Wegi

Google Adsense 2016

Jelajah Bromo, Malang, dan Sekitarnya

Jelajah Bromo, Malang, dan Sekitarnya
Ngebolang Menikmati Eksotisnya Kawasan Timur Pulau Jawa

Mengupas Sisi Lain dari Sudut Pandang Blogger...

Minggu, 21 Februari 2016

Yuk, Wisata Sejarah Bersama Komunitas Wegi


Tempat pengepakan Semen Padang di Pelabuhan Teluk Bayur

"BRO, lo tahu komunitas Wegi?"

"Kenal nama, tapi belum pernah gabung. Setahu ane, mereka buka booth di Kompasianival 2015."

"Lo dateng ke stan mereka?

"Ga. Kan waktu Kompasiana HUT ketujuh, ane ga datang. Kebetulan, lagi di luar kota. Ada apa bro?"

"Komunitas Wegi ngadain kontes ke Sumbar yang bekerja sama dengan Semen Padang. Lo ikut aja."

"Menarik tuh bro. Ada linknya?"

"Lo buka aja di webnya. Mereka nyediain lima tiket ke Sumbar."

"Lo udah daftar?"

"Ane ga bro. Baru bulan lalu ke Padang pas liputan SPFC sama Nil Maizar. Lo aja daftar. Sekalian nostalgia. Ha ha ha."

"Ha ha ha. Sip bro. Makasih infonya."

*       *       *

YUPZ, percakapan di atas terjadi antara saya dan rekan kantor pada Sabtu (20/2) dini hari WIB. Kebetulan, kami sedang menikmati segelas kopi hangat yang ditemani semilir angin di kawasan Stadion Gelora Bung Karno seusai deadline.

Rekan saya itu memberi informasi mengenai Wisata Heritage Green Industri di Padang bersama komunitas We Green Industry (Wegi). Kebetulan, Januari lalu dia baru tiba dari Sumatera Barat usai meliput perjalanan tim Semen Padang FC (SPFC) pada turnamen Piala Jenderal Sudirman 2015.

Saya sendiri tidak asing dengan SPFC. Lantaran kerap berkomunikasi dengan mereka terkait profesi sebagai jurnalis olahraga. Terutama ketika masih dilatih Jafri Sastra yang sejak tahun lalu mengarsiteki Mitra Kukar.

Kebetulan, saya pernah bertugas di tiga kota Sumatera Barat (Padang, Painan, dan Solok) pada 2007 hingga 2010. Jadi, sedikitnya tahu tentang seluk beluk dari ibu kota Sumbar tersebut. Mulai dari kuliner, budaya, adat istiadat, pariwisata, sepak bola, hingga industri semen.

Salah satu yang jadi ikon kota seluas hampir 700 km persegi ini tentu saja Semen Padang yang merupakan sponsor utama SPFC. Itu yang saya alami sembilan tahun silam, ketika pertama kali menginjakkan kaki di Padang. Ya, bagi saya pribadi, Semen Padang bersanding dengan rendang, keripik balado, SPFC, Teluk Bayur, Museum Adityawarman, dan, Prasasti Malin Kundang sebagai yang paling dikenal dari kota Padang.

Wajar saja mengingat Semen Padang sudah didirikan pada 18 Maret 1910 dengan nama awal NV Nederlandsch-Indische Portland Cement Maatschappij (NIPCM). Itu berarti, perusahaan yang memiliki logo identik kepala kerbau dan rumah gadang ini bulan depan bakal berusia 106 tahun.

Fakta tersebut menjadikan Semen Padang sebagai produsen semen pertama sekaligus yang tertua di Indonesia dengan slogan "Kami telah berbuat sebelum yang lain memikirkannya".

Saat ini, Semen Padang mengoperasikan empat pabriknya di kawasan Indarung (II, III, IV, dan V). Untuk pabrik pertama (I) sudah dinonaktifkan dan dijadikan sebagai tempat wisata bersejarah sebagai Industrial Heritage (sumber Kompasiana WEGI).

Bahkan, pada 4 Februari lalu jadi tempat lomba pemadam kebakaran dan P3K (sumber Semen Padang). Sementara, untuk pabrik Indarung VI akan beroperasi kuartal 2016 dengan kapasitas produksi mencapai 10,5 juta ton (sumber Bisnis Indonesia).

*       *       *
Museum Adityawarman
*       *       *
Prasasti Malin Kundang
*       *       *

Artikel terkait tentang Padang:
- Resensi Novel Dian Kelana: Seorang Balita di Tengah Pergolakan PRRI
- Sosialisasi Pemilu Melalui Sepak Bola
Bernostalgia dengan Legitnya Ketan Durian Khas Sumatera Barat
- Pengabdian Penjaga Mercusuar
- Pengalaman Ekstrem di Pedalaman Sumatera
- Kenangan Wisata ke Kawasan Pesisir Selatan
- Perpaduan Budaya Minang dan Jawa di Museum Adityawarman
- Kampuang Nan Jauh di Mato
- Kawasan Indah Tak Terjamah di Sumatera Barat

Artikel terkait tentang sejarah:
- 4 B Khas Manado
- Perpustakaan Terapung Taman Ayodia
- 50 Tahun Gugurnya Ade Irma Suryani
- Pameran 100 Tahun Basoeki Abdullah
- Jerman Fest 2015
- Hari Batik Nasional
- 20 Tahun Konser Bon Jovi
- Masjid Hidayatullah
- Peninggalan Museum Nasional
- Pulau Bidadari
- Eksotisnya Candra Naya
- Kenapa Harus ke Taman Mini
- Misteri Biografi Soekarno
- Museum Nasional belum Selesai Berbenah
- Antologi Buku Jelajah Kompasianer
- Museum Abdul Harris Nasution
- Kasus Pencurian Museum Nasional
- Mengenang Jejak Pramoedya 
- Beda Nasib Kartini-Kartono
- Lorong Waktu Masjid Baitussalam
- Tapak Tilas Mseum Pranko TMII
- Pelabuhan Sunda Kelapa yang Termasyhur
- Mengenang Ade Irma Suryani
- Wisata Malam di Kota Tua
- Tradisi Berbagi Imlek
- Anak Kecil Dibalik Barongsai
- 7 Patung Bersejarah di Jakarta
- Bangunan Tempo Doeloe di Kota Tua
- Menelusuri Museum Wayang 2
- Menelusuri Museum Wayang 1

*       *       *
- Jakarta, 21 Februari 2016

22 komentar:

  1. Oooo... Wegi itu we green industry.. Btw itu semen padang udah lama juga mas .. 106 tahun.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mas, salah satu perusahaan tertua di nusantara.
      yuk, ikutan kontesnya mas :)

      Hapus
  2. Waa asiiik ada lomba, cek TKP ahhh

    BalasHapus
    Balasan
    1. yuk mbak, ikut ajaaaaa :)
      klik link banner di sisi kanan blog ini yaaaa

      Hapus
  3. Wisata sejarah, sepertinya menarik dan tidak ada salahnya untuk di galakkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. yupz, kalo senggang atau pas tugas di luar kota, kadang saya sempatin wisata sejarah
      tapi sekarang ini udah jarang he he h

      Hapus
  4. wah kayanya bakalan ada yang mau ke Padang nih :) Good luck ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwkwkwk
      saya lama di sana dan punya banyak kenangan di kota rendang :)

      Hapus
  5. semen padang emang bagus sih kualitasnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, salah satu produk terbaik industri nasional :)

      Hapus
  6. Wah jadi pengen jalan jalan ke Padang nih :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. yuk mas, ikutan
      klik aja banner di sebelah kiri blog ini buat daftar :)

      Hapus
  7. Ini kampung halaman saya. Cantik dan penuh nilai-nilai budaya. Semoga Mas Roelly kesampaian ke sana lagi. Amin

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin...
      makasih ya mbak :)

      hi hi hi
      jadi ingat kata temen, *nostalgia

      Hapus
  8. baru tahu tentang wegi dari blog ini. semen padang itu... tim bolanya hebat juga tuh :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. SPFC dikenal sebagai salah satu raksasa asal Sumatera :)

      yuk mas ikutan kontesnya, sampe 29 Februari diperpanjang

      Hapus
  9. Sukses ngontesnya mas. Bisa langsung makan nasi Padang di tempat asalnya, hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. hi hi hi
      iya mbak, jadikangen makan bareh solok :)

      Hapus
  10. Batu tsb alami bgitu apa dibentuk ya
    Enak ni, jalan2 kloling nusantara n tau kearifsn lokal setempat

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu konon, mitos, dan legenda setempat mbak
      percaya ga percaya sih, tapi batunya emang nyata gitu...

      Hapus
  11. mau ikutan juga aaaah, semoga bisa sama2 berangkat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayuk mbak :)
      udah lama saya juga ga wisata sejarah...

      Hapus

Maaf ya, saat ini komentarnya dimoderasi. Agar tidak ada spam, iklan judi, obat kuat, penjual gunting kuku, dan sebagainya. Silakan komentar yang baik dan pasti saya kunjungi balik. Satu hal lagi, mohon jangan menaruh link hidup...

Terima kasih :)