TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Kenangan Bersama Andrea Pirlo saat Masih Memperkuat Juventus

Google Adsense 2016

Jelajah Bromo, Malang, dan Sekitarnya

Jelajah Bromo, Malang, dan Sekitarnya
Ngebolang Menikmati Eksotisnya Kawasan Timur Pulau Jawa

Mengupas Sisi Lain dari Sudut Pandang Blogger...

Selasa, 07 Juli 2015

Kenangan Bersama Andrea Pirlo saat Masih Memperkuat Juventus


Andrea Pirlo (Sumber foto: dokumentasi Harian TopSkor)

KEMARIN, tepatnya Senin (6/7) ranah sepak bola di kolong langit dihebohkan dengan berbagai berita dari media Eropa mengenai resminya Andrea Pirlo meninggalkan Juventus. Ya, gelandang asal Italia itu akhirnya hijrah ke klub Major League Soccer (MLS) New York City FC.  

La Gazzetta dello Sport, menuliskan bahwa sepak bola Italia kembali kehilangan salah satu pemain terbaiknya. Sementara, The Guardian yang berbasis di Inggris, menyanjung Pirlo sebagai salah satu pesepak bola yang sukses memengaruhi tidak hanya Juventus saja. Melainkan juga tim nasional Italia dan sepak bola Eropa secara keseluruhan.

Pujian yang wajar dari dua media ternama di Benua Biru itu. Sebab, kontribusi Pirlo selama empat musim di Juventus nyaris tak tergantikan. Gelandang 36 tahun ini mampu mengangkat "I Bianconeri" yang sedang terpuruk jadi salah satu tim terbaik di dunia. Puncaknya, ketika musim ini peran vital Pirlo sukses membawa Juventus melangkah ke final Liga Champions setelah sebelumnya memberi empat trofi Seri A secara beruntun.
 *      *      *
SEBAGAI penggemar Juventus, kepergian Pirlo jelas membuat saya kehilangan. Meski sebelumnya, telah ditinggal Carlos Tevez ke Boca Juniors. Namun, secara kualitas dan kontribusi, Pirlo jauh di atas Tevez. Mungkin, rasa kehilangan saya atas dirinya hanya kalah ketika Juventus melepas Alessandro Del Piero pada musim panas 2012.

Namun, tetap saja, Pirlo merupakan salah satu nyawa Juventus bersama Gianluigi Buffon dan Giorgio Chiellini. Mereka merupakan andalan pelatih Antonio Conte yang sukses mengangkat "si Nyonya Besar" dari tidur panjang hingga kini kembali ke era kejayaannya.

Tak heran jika saya seperti mendapat durian runtuh ketika setahun lalu mendapat tugas untuk mewawancarai Pirlo secara eksklusif di Hotel Four Seasons, Jakarta. Itu terjadi ketika Juventus mengadakan tur ke Indonesia yang bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Rabu, 6 Agustus 2014.

Sehari sebelumnya, saya menemui Pirlo -juga Chiellini dan Claudio Marchisio- untuk melakukan wawancara. Seperti yang sudah diduga, pria berambut gondrong ini memang cool! Jujur saja, saya sempat nervous ketika pertama kali bersalaman dengannya untuk melakukan tanya jawab.

Wajar saja mengingat Juventus merupakan klub idola saya sejak pertama kali mengenal sepak bola, tepatnya 1994. Apalagi, saya harus melakukan wawancara dengan Pirlo secara eksklusif. Alias, di salah satu kamar mewah dari hotel berbintang lima itu, hanya ada saya, Pirlo, dan rekan penerjemah. Lantaran, Pirlo tidak menguasai bahasa Inggris yang berbeda ketika saya mewawancarai Chiellini.

Yang menarik, meski wajahnya terkesan "sangar", namun Pirlo tetap ramah. Bahkan, eks pemain FC Internazionale dan AC Milan ini tak hentinya tersenyum saat menjawab pertanyaan saya. Khususnya, mengenai pengalaman pertamanya datang ke Indonesia.
 *      *      *
"Saya akan gantung sepatu ketika sudah tidak mempunyai motivasi untuk bermain," demikian jawaban Pirlo ketika saya bertanya, kapan dirinya merasa siap untuk pensiun. Maklum, rekan seangkatannya, seperti  Paolo Maldini, Filippo Inzaghi, dan Clarence Seedorf, sudah gantung sepatu. Bahkan, dua pemain terakhir telah alihprofesi jadi pelatih di Milan.

Saat itu, Pirlo mengatakan masih menghormati kontraknya dengan Juventus yang berakhir Juli 2015. Terbukti, setahun kemudian, pemain yang dijuluki "Il Metronome" -pengatur serangan- itu akhirnya meninggalkan Juventus menuju New York City FC. Suatu keputusan yang membuat fan Juventus di seluruh dunia sedih.

Namun, sejatinya, keputusan itu sudah tepat untuk dirinya. Sebab, Pirlo masih ingin menjadi starter. Sementara, pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, enggan memberi garansi untuknya terkait faktor usia yang sudah menginjak 36 tahun.

Apapun itu, bagi saya dan jutaan Juventini -julukan fan Juventus- di seluruh dunia, tetap harus menghormati keputusan yang diambil Pirlo. Toh, bagi kami, Pirlo merupakan salah satu legenda hidup Juventus. Salah satu pemain terbaik yang pernah dimiliki "I Bianconeri"!

Ci vediamo, Pirlo!

*      *      *
Bersama Pirlo setahun lalu... (@roelly87)

*      *      *

Jarang-jarang melihatnya tersenyum (@roelly87)
*      *      *

Artikel Terkait:
- Chiellini: Antara Suarez, Indonesia, dan Kedekatannya dengan Juventini
- Demam The Avengers Melanda Skuat Juventus
- Kisah Ponsel Dua Presiden: Erick Thohir dan Andrea Agnelli
- JCI Konvoi Scudetto ke-30
- Fan Indonesia Diservis Chiellini

Wawancara Lainnya:
Giorgio Chiellini: Saya Cinta Juventini Indonesia!
Andrea Pirlo: Allegri bisa Memberi yang Terbaik 
Claudio Marchisio: Cuaca di Jakarta Seperti di Manaus
Dahlan Iskan: Generasi Muda harus Olahraga
Erick Thohir: Saya Percaya Loyalitas Dua Arah

*      *      *
- Cikini, 7 Juli 2015

6 komentar:

  1. Salut buat maestro sepakbola yang satu ini. Di mana pun dia berada selalu memberikan kontribusi yang besar bagi sekelilingnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mas, sedih juga waktu tahu beliau akhirnya pergi...

      *susah move-on dari pirlo

      Hapus
  2. Balasan
    1. juvenisti?

      juventini kali :)
      he he he

      Hapus
  3. ya ampun Pirlo udah brewok gitu

    BalasHapus

Maaf ya, saat ini komentarnya dimoderasi. Agar tidak ada spam, iklan judi, obat kuat, penjual gunting kuku, dan sebagainya. Silakan komentar yang baik dan pasti saya kunjungi balik. Satu hal lagi, mohon jangan menaruh link hidup...

Terima kasih :)