TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Ant-Man Rilis 16 Juli, Bagaimana "Nasib" Perfilman Indonesia?

Google Adsense 2016

Jelajah Bromo, Malang, dan Sekitarnya

Jelajah Bromo, Malang, dan Sekitarnya
Ngebolang Menikmati Eksotisnya Kawasan Timur Pulau Jawa

Mengupas Sisi Lain dari Sudut Pandang Blogger...

Senin, 13 Juli 2015

Ant-Man Rilis 16 Juli, Bagaimana "Nasib" Perfilman Indonesia?


Yuk, dukung perfilman nasional dengan menontonnya pada pekan pertama (@roelly87)


AKHIRNYA, yang ditunggu-tunggu tiba: Marvel Studio resmi merilis Ant-Man. Menurut info dari laman resminya, film bertema superhero itu akan tayang perdana serentak di seluruh nusantara pada Kamis, 16 Juli 2015. Sebagai penggemar film, tentu saya senang karena Indonesia kembali mendapat "kehormatan" rilis sehari lebih dulu dibanding negara asalnya, Amerika Serikat (AS).

Apalagi, Ant-Man merupakan pamungkas dari fase kedua Marvel Cinematic Universe (MCU). Fase ketiga dibuka tahun depan dengan Captain America: Civil War yang di AS tayang 6 Mei 2016. Sekadar informasi, tokoh utama Ant-Man, Hank Pym (diperankan Michael Douglas) dalam versi komiknya merupakan salah satu pendiri The Avengers. Yaitu, kumpulan superhero terbaik di kolong langit.

Wajar, jika banyak yang menantikan kehadiran dari film berdurasi 117 menit ini. Khususnya saya yang tak sabar untuk melengkapi daftar film MCU yang pernah saya tonton di layar perak sejak Iron Man pada 2008 hingga The Avengers: Age of Ultron, 22 April lalu.

*       *       *

Di sisi lain, rilis Ant-Man yang bertepatan sehari sebelum Hari Raya Idul Fitri -yang kemungkinan jatuh pada 17 Juli setelah dilaksanakan sidang istbat- membuat saya khawatir. Kenapa? Sebab, dengan begitu, bisa dikatakan pangsa perfilman nasional akan tergerus oleh film luar.

Saya tidak menafikan diri bahwa saya memang menyukai produk luar (asing). Mulai dari film, gadget, kendaraan, dan sebagainya. Namun, tayangnya Ant-Man pada 16 Juli ini bakal menyedot perhatian penonton. Maklum, setiap libur Lebaran, biasanya kita dibanjiri perfilman lokal. Entah itu bertema religi, drama, petualangan, komedi, dan sebagainya (kecuali esek-esek). Untuk tahun ini ada Mencari Hilal, Surga yang Tak Dirindukan, Lamaran, dan Comic 8: Casino King.

Berdasarkan pengalaman saya mengamati perkembangan perfilman nasional dalam lima tahun terakhir, saya berani jamin, tayangnya Ant-Man akan memengaruhi pendapatan empat film lokal tersebut. Jelas, ini sangat merugikan industri perfilman nasional yang berupaya bangkit dari keterpurukan. Mengingat, saat ini bioskop yang ada di Tanah Air lebih didominasi film Hollywood. Sekalinya ada film lokal, malah film horror dengan bumbu esek-esek yang tidak jelas.

Bahkan, menurut data yang saya kutip dari situs filmindonesia.or.id, rata-rata film lokal yang tayang di bioskop hanya mampu bertahan selama sepekan! Tentu, itu sangat menyedihkan mengingat pekan pertama sangat berpengaruh terhadap bertahannya film Indonesia di bioskop.

Mirisnya, dua tahun lalu, saya mengamati ada film lokal yang tayang kurang dari sepekan (baca Ironi Film Indonesia: Terasing di Negeri Sendiri). Yang tak kalah menyedihkan, tahun lalu, saat menyaksikan Guardians, gedung bioskop hanya terisi enam orang!

*       *       * 

Untuk itu, saya berharap pemerintah menerapkan regulasi terkait jadwal rilis film luar demi mengakomodasi sineas lokal. Biar bagaimanapun, Lebaran merupakan ajang pelaku industri perfilman nasional untuk meraup untung karena masyarakat sedang menikmati liburan. Jangan sampai, mereka malah menjadi "buntung" karena pendapatannya digerus film luar.

Salah satu contoh menarik, terjadi pada Lebaran tahun lalu ketika salah satu film Marvel Studio, Guardians of the Galaxy. Seharusnya film tersebut rilis di Indonesia pada Lebaran (bertepatan dengan tayang di AS 21 Juli 2014) namun akhirnya diundur hingga beberapa pekan untuk memberikan kesempatan kepada perfilman lokal.

Lalu, apakah kita, tepatnya saya tidak boleh menyaksikan Ant-Man? Tentu saja boleh. Namun, waktunya setelah libur Lebaran. Ini menjadi solusi demi mengakomodasi industri perfilman nasional yang pendapatannya sangat bergantung pada pekan pertama. Toh, kita tentu tidak ingin hanya menjadi "penonton" di negeri sendiri.

Setelah libur Lebaran berakhir yang ditandai dengan masuk kerja dan sekolah, baru kita menyaksikan film luar seperti Ant-Man dan sebagainya. Yuk, dukung perfilman nasional dengan menontonnya pada pekan pertama!
*       *       *

Sebelumnya:
- Mencari Hilal: Tontonan Sekaligus Tuntunan Film Berkelas
- Setelah Ultron Giliran Ant-Man Beraksi
- Ironi Film Indonesia: Terasing di Negeri Sendiri
- Antara Guardian dan Sepinya Penonton Akibat Spiderman
- Gempuran Film Horror Berbau Esek-esek di Tengah Lesunya Penonton

*       *       *

- Cikini, 13 Juli 2015

16 komentar:

  1. Udah keburu mudik belum nonton ant man

    BalasHapus
    Balasan
    1. asyik...
      jangan lupa lumpia semarang-nya ya mbak :)

      Hapus
  2. yakin comic 8 film bagus?
    itu sampah, aku udah nonton pas undangan kemaren
    cuma ngandalin artisnya doang, filmnya o besar!

    btw, ant-man rilis lebaran ga masalah kan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. maksudnya, guardians of the galaxy dari marvel tahun lalu juga diundur gitu mas...

      Hapus
  3. Nah, aku kurang hobi nonton, jadi ngikutitn berita aja deh terkait perkembangan atau kelarisan film ini..hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. he he he, saya malah hobi
      minimal, sebulan dua kali nonton, baik itu pribadi maupun pas undangan gitu mbak :)

      Hapus
  4. Selain itu promosinya juga kurang Rul, bayangin Batman VS Superman punya DC Comics udah promosi tahun sekarang, padahal release tahun depan..

    Kalau saya seh, pengin liat keseruan pertarungan Marvel VS DC Comics nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mas, bujetnya ga kayak age of ultron, yang ant-man ini agak sepi.

      wow, kalo marvel vs dc mah, bukan seru lagi, pengen banget malah #supermanvsthor
      he he he

      Hapus
  5. irulll....omegod akhirnya bisa komen resmi jg neh dsni.
    knrp skrng byk bgt film amrik yg launching na di indonesia diduluin yak
    apakah negara kita pasar empuk banget bt film mereka ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. komen resmi?
      emang ada yang bajakannya mbak?
      he he he

      nah itu dia yang saya angkat, biasanya lebaran itu waktunya film lokal...
      tapi entahlah, seharusnya pemerintah bikin regulasi yang ketat

      Hapus
  6. Gue juga pernah tuh, nonton film Indonesia di bioskop cuma 5 orang. Semuanya pada nonton film luar. Sedih dah. -__-

    Menurut gue, kayaknya Comic 8 bakalan lebih laris dari film Ant Man. Semoga. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. lima orang dalam satu gedung itu miris juga ya mas...

      iya, semoga film nasional bisabergairah lagi biar kita ga jadi penonton di negeri sendiri :)

      Hapus
  7. wew..
    siap2 nonton neh..
    sekarang film heto2an emang lagi keren..
    met happy nonton bro.. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. sip mas :)

      Yuk, dukung perfilman nasional dengan menontonnya pada pekan pertama!

      Hapus
  8. Nah info yg saya dengar Get Married 5 juga tayang di sekitaran Juli ini mas,... Bakalan makin rusuh ya... Semoga saja pemerintah peduli dalam hal ini, minimal membuat regulasi yang menguntungkan film anak bangsa...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Get Married 5 lumayan mbak, tapi tetap yang paling keren versi 1 dan 2, waktu ada taman menteng-nya :)

      Hapus

Maaf ya, saat ini komentarnya dimoderasi. Agar tidak ada spam, iklan judi, obat kuat, penjual gunting kuku, dan sebagainya. Silakan komentar yang baik dan pasti saya kunjungi balik. Satu hal lagi, mohon jangan menaruh link hidup...

Terima kasih :)