TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Selamat Jalan Pak Slamet...

Google Adsense 2016

Tentang Juventus dan Liga Champions

Tentang Juventus dan Liga Champions
Road to Cardiff: Langkah Si Nyonya Besar untuk Bertakhta Dimulai

Mengupas Sisi Lain dari Sudut Pandang Blogger...

Selasa, 29 November 2016

Selamat Jalan Pak Slamet...


...di langit tak ada awan
di empat penjuru terang benderang
angin membawa bau harum
seluruh gunung sunyi senyap

hari ini bertemu kegirangan besar
bebas dari bahaya 
dan bebas pula dari segala penderitaan
apa tak pantas untuk diberi selamat?


DEMIKIAN salah satu syair yang pernah saya baca di suatu kitab syair masa lampau. Berkisah, tentang perjalanan untuk berpulang yang tak harus ditangisi. Sebaliknya, justru disambut gembira dari orang tersebut. Ya, menghadap Sang Pencipta, merupakan suatu kegembiraan.

Sebab, hidup ini hanya sementara. Dan, suatu saat, saya, Anda pembaca blog ini, kita, kami, dan semua yang ada di muka bumi pun, turut kembali kepada-Nya. Itu semua, bukan soal usia. Melainkan, hanya menunggu sang Khaliq yang telah menetapkan.

*       *       *
SIANG itu, Selasa (22/11) sekitar pukul 14.35 WIB, keluarga besar Harian TopSkor kembali berduka. Salah satu dari kami, Slamet Styadi, telah berpulang pada usia 49 tahun. Sosok yang menjabat sebagai manajer SDM Harian TopSkor meninggal dunia.

Tepatnya, saat baru lima menit mengayunkan raket di Lapangan Bulutangkis Kantor Kemenpora, Jakarta Pusat. Sebelum meninggal, Slamet sempat dibawa ke Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Dr. Mintoharjo, Jakarta Pusat.

Hanya, takdir berkata lain. Pria kelahiran Jakarta, 26 Januari 1967 itu mengembuskan nafas terakhirnya. Sehari kemudian (23/11), setelah kedatangan ketiga anaknya, Slamet dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Layur, Penggilingan, Jakarta Timur.

Ya, kami, keluarga besar Harian TopSkor kehilangan salah satu penggawa terbaiknya. Namun, kami tidak berduka. Sebab, Slamet menghadap Sang Pencipta, dengan sangat baik. Itu karena pria yang akrab disapa dengan inisial Sty ini, sedang dalam bertugas.

*       *       *
HARI ini, tepat sepekan Slamet meninggalkan kami. Bagi saya, beliau merupakan senior sekaligus mentor. Maklum, dia yang menerima sekaligus mewawancarai saya ketika kali pertama bekerja di media olahraga.

Saya masih ingat, beberapa tahun silam, saya menghadap ke ruangannya untuk interview. Berkat beliau juga, saya bisa belajar untuk menulis reportase, opini, dan analisis. Ya, Slamet dikenal sebagai pribadi yang tegas.

Titik, koma, tanda baca, yang setiap saya atau rekan jurnalis Harian TopSkor lainnya, tidak pernah luput dari pandangannya. Maklum, Slamet sudah berkecimpung di media sejak dekade 1990-an. Mulai dari Majalah Sportif, Tabloid GO, hingga media telekomunikasi. Tanpa gemblengan dirinya, saya tidak bisa jadi seperti ini.

Di luar pekerjaan, kami merupakan rekan. Canda-tawa kerap mengalir di antara Slamet dengan saya dan rekan-rekan lainnya di Harian TopSkor. Baik ketika rapat, diskusi, atau bepergian. Meski secara usia terpaut jauh, namun dia tetap berlaku simpatik kepada yang muda. Slamet tidak pernah memandang usia. Bergaul ya bergaul. Pun begitu dalam bekerja.

Hanya, kebersamaan saya dengannya tergolong singkat. Tidak sampai sewindu kami melalui suka dan duka dalam lingkungan yang sama. Meski begitu, kenangan kami tetap abadi. Ya, selamat jalan pak Slamet, senior sekaligus mentor saya di Harian TopSkor!

benang baru habis
setelah ulat sutera mati
air mata akan kering
ketika lilin menjadi abu...

*       *       *
Seusai dimandikan di RSAL Dr. Mintoharjo

*       *       *
Suasana pemakaman di TPU Layur

*       *       *
Keluarga di pusara almarhum

*       *       *

Artikel Terkait:
Hari Ini Setahun yang Lalu: Selamat Jalan Bang Faqih

 *       *       *
- Jakarta, 29 November 2016

4 komentar:

  1. Benar adanya, kita semua akan kembali pada Sang Pencipta, sedang menunggu waktunya saja
    Selamat berpulang pak Slamet Styadi semoga bahagia di Sisi Nya aamiin

    BalasHapus
  2. turut berduka cita pak, semoga amal beliau diterima disisi-Nya

    BalasHapus
  3. Innalillahi, terut berduka cita mas.. Semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT

    BalasHapus

Maaf ya, saat ini komentarnya dimoderasi. Agar tidak ada spam, iklan judi, obat kuat, penjual gunting kuku, dan sebagainya. Silakan komentar yang baik dan pasti saya kunjungi balik. Satu hal lagi, mohon jangan menaruh link hidup...

Terima kasih :)