![]() |
| Taman Film yang masih satu lokasi dengan Taman Jomblo (Pasupati) |
"KALO ke sini, mampir di Taman Jomblo. Ntar kita kongkow lagi sambil ngopi, ngeteh, atau nyusu. Tamannya keren, ga kalah sama (Taman) Menteng dan Taman Ayodya." Demikian pesan dari kawan yang tinggal di Bandung melalui aplikasi grup chatting. Sebelumnya, saya sempat mengabari akan berada di "Kota Kembang" selama tiga hari untuk meliput Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX.
Mojang kelahiran Cadas Pangeran, Sumedang itu menyanggupi untuk jadi guide. Tentu saja, tawaran tersebut saya tolak. Sebab, kehadiran saya di Bandung bukan untuk rekreasi, melainkan karena tugas kantor. Beda lagi jika itu memang sedang liburan. Beliau pasti saya hubungi bersama beberapa rekan seangkatan yang sama-sama pernah bertualang di ladang emas hitam.
Maklum, meski Jakarta-Bandung hanya dua jam lewat jalan tol, kenyataannya sulit untuk kami bereuni. Ada saja halangan yang menyebabkan kegagalan untuk kumpul-kumpul di toko buku yang merangkap sebagai kafe di kawasan Dipati Ukur seperti satu dekade silam. Teranyar, Idul Fitri lalu, giliran saya yang membatalkan rencana karena suatu hal.
"Btw, tuh taman khusus untuk Jomblo. Cocok dengan dirimu yang selalu single. Tontowi Ahmad sama Liliyana Natsir aja udah dobel pas dapet emas di (Olimpiade) Rio," ujarnya, memberi analogi pebulutangkis ganda campuran yang sukses meraih medali emas Olimpiade pada 17 Agusus lalu.
* * *
PAGI itu, Sabtu (17/9) saya kembali berkumpul di kantor yang terletak di jantung ibu kota. Tentu, kali ini bukan untuk rekreasi seperti pekan sebelumnya untuk rafting di Sungai Citarik, Sukabumi. Melainkan, menuju Bandung yang sejak sebulan terakhir atmosfer PON XIX sudah terasa.Setelah sempat berhenti di rest area untuk makan, dan mojok -bagi ahli hisap-, kami tiba sebelum matahari di atas kepala. Usai istirahat sejenak di penginapan di kawasan Cisangkuy, kami yang berjumlah tujuh orang pun melanjutkan acara dengan berpencar. Ya, sejak sepekan sebelumnya, sudah dibagi daftar venue dan jadwal pertandingan yang akan diliput.
Kebetulan, saya kebagian di kawasan tengah (GOR Saparua) tidak begitu jauh dengan Taman Jomblo. Itu mengapa, setelah mendapat rencana tugas, saya langsung mengontak beberapa teman di Bandung.
Sementara, rekan lainnya ada yang di kawasan UPI, Stadion Siliwangi, Arcamanik, hingga Stadion GBLA untuk pembukaan yang didatangi Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ya, arena pertandingan PON XIX pada 44 cabang olahraga ini memang tersebar di berbagai wilayah.
Tidak hanya Bandung kota saja, melainkan Bandung kabupaten, Lembang, Sumedang, Pangandaran, Indramayu, hingga Bogor, yang merupakan tetangga Jakarta. Bisa dipahami mengingat PON merupakan pesta olahraga yang diselenggarakan provinsi. Bedakan dengan Olimpiade yang khusus untuk satu kota atau satelitnya, misal Olimpiade 2016 di kota Rio de Janeiro saja.
* * *
WANGI tanah yang basah setelah hujan menyelimuti saya ketika menginjakkan kaki di Taman Pasupati. Ya, itu merupakan nama asli dari Taman Jomblo yang diresmikan pada 4 Januari 2014. Letaknya, di bawah jembatan layang Pasupati yang merupakan akronim untuk menghubungkan Jalan Pasteur dengan Jalan Surapati.Masih dalam kawasan tersebut, ada layar berukuran raksasa yang menayangkan film Hachiko: A Dog's Story. Yaitu, remake versi Hollywood dari film Jepang berjudul Hachiko Monogatari yang bercerita tentang kesetiaan anjing pada majikannya dengan menunggu di stasiun. Tidak hanya sehari saja, melainkan hingga akhir hayatnya. Oke, lupakan film yang menurut "Tomat Busuk" mendapat rating 62% dan IMdB (8,1), karena
Taman Pasupati dan Taman Film yang berdekatan -mudahnya, sebut Taman Jomblo- lokasinya sangat strategis. Hanya seperlemparan batu dari beberapa tempat menarik di "Paris van Java". Seperti, Cihampelas yang berderet patung superhero raksasa sebagai sentra jeans, Dago, Gedung Sate, ITB, Istana Plaza, dan Dipati Ukur.
Tak heran jika taman ini jadi salah satu tujuan utama warga Bandung. Baik anak sekolah, remaja, keluarga, hingga... Berpasangan! Ya, menurut salah satu penjual cemilan yang saya tanya, di Taman Jomblo juga kerap jadi ajang tembak-menembak!
Persentasenya sih
"Kadieu duaan, ari balik mah masing-masing," ujar salah satu pedagang minuman kaleng, mengomentari sambil tertawa.
* * *
YANG paling saya suka dari Taman Jomblo ini dekorasinya sangat unik. Selain bisa untuk bermain futsal, juga dapat dijadikan selonjoran kaki sambil istirahat. Tak jarang, ada beberapa warga yang ketiduran beneran.Apalagi, fasilitasnya lumayan lengkap dengan keberadaan toilet umum dan musala untuk ibadah. Pun dengan makanan dan minuman yang tersebar luas di sekitar taman. Baik itu yang dipikul, gerobak, kios, hingga warung nasi di pinggir jalan yang harganya murah meriah.
Termasuk, saya yang nyender untuk mengerjakan tugas sambil ditemani tiga kawan seperjuangan dulu. Kebetulan, mereka menyuguhkan berbagai makanan
Sebelumnya, sambil mencoba ponsel anyar, Zenfone 3 Asus Z017DB (ZE520KL), saya asyik menjepret berbagai pemandangan menarik. Termasuk, mempelajari cara memotret asyik dari smartphone. Bisa dipahami mengingat kamera belakang Zenfone 3 ini memiliki resolusi 16 megapixel. Apalagi, dengan berbagai fitur canggih yang membuat saya larut untuk jepret-jepret di sekitar taman.
Ketika melirik arloji di tangan kiri saya memperlihatkan 180 derajat. Itu berarti, sudah saatnya saya kembali ke hotel untuk memulihkan tenaga agar pagi harinya dalam kondisi bugar karena harus berkeliling dari satu venue ke arena olahraga lainnya. Pun, begitu dengan ketiga rekan yang akan melanjutkan aktivitasnya masing-masing menjelang pergantian hari.
Sambil menuju jalan, kami berpapasan dengan pengunjung lain. Ada yang berpasangan dan ada juga yang sendirian dengan langkah gontai. Seketika, saya jadi teringat dengan perkataan penjual cemilan tersebut...
![]() |
| Tidak hanya untuk Jomblo dan Film saja, di Bandung pun ada Taman Lansia |
* * *
![]() |
| Taman Pasupati |
* * *
![]() |
| Sudut jalan Pasupati |
* * *
![]() |
| Memotret Taman Pasupati dengan Zenfone 3 yang setting waktunya dilambatkan 10 detik |
* * *
* * *
* * *
* * *
* * *
* * *
* * *
* * *
Artikel Taman Sebelumnya:- Tujuh Taman Gratis di Jakarta yang Layak Dikunjungi
- Menikmati Segarnya Udara Taman Terbuka di Mal Central Park
- (Esai Foto) Menikmati Senja di Taman Ayodia dan Perpustakaan Terapung
- Pengalaman Ngabuburit di RPTRA Krendang
- Melepas Lelah dengan Segelas Kopi Aceh di Pasar Santa
- Menikmati Eksotisnya Candra Naya yang Tersembunyi
- Tujuh Tempat Nongkrong Asyik di Jakarta
- Di Bandung, Jokowi Kalah Populer Dibanding Ridwan Kamil
- Romantisme Pantai Jimbaran dan Eksotisnya Garuda Wisnu Kencana
- Jakarta, 22 September 2016 (Seluruh foto diabadikan melalui Zenfone 3)














