TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Zenvolution 2016

Serial Catatan Harian Ojol

Serial Catatan Harian Ojol
Serial Catatan Harian Ojol
Tampilkan postingan dengan label Zenvolution 2016. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Zenvolution 2016. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Oktober 2016

Review Zenfone 3 (ZE520KL) Bukan sekadar Ponsel


Salah satu gambar yang saya ambil lewat kamera Zenfone 3 dengan mode auto

BAGI saya, ponsel bukan sekadar gawai (gadget) untuk bertelepon dan kirim pesan saja. Melainkan, sudah jadi pendukung kegiatan sehari-hari, baik dalam pekerjaan atau hobi seperti ngeblog. Kebetulan, saya memiliki ponsel sejak awal milenium ketika masih era monokrom hingga kini bisa membuka layar cukup dengan sentuhan jari.

Saya sudah lupa berapa kali memiliki ponsel. Namun, bisa dipastikan saya selalu identik dengan satu merek. Bahkan, jika tidak dibilang fanatik. Tepatnya, produsen dari negara asal legenda hidup Ajax Amsterdam, Jari Litmanen.

Terutama sejak 2009 dengan seri XpressMusic yang selalu menemani saya dalam berbagai kegiatan. Mulai dari kerjaan, pengajian, hingga ngeblog. Maklum, ponsel tersebut bisa dibilang lengkap, baik pada masanya atau pun sekarang.

Maklum, seri 5730 itu ada pada kameranya dengan optik Carl Zeiss. Hingga, meski resolusinya hanya 3,2 megapixel, tetap mampu menangkap obyek secara sempurna. Apalagi, jika saya ingin mengetik panjang lebar, bisa menggunakan keyboard qwerty yang tinggal digeser dari body.

Musik? Jangan ditanya. Suaranya sangat merdu, baik menggunakan headset atau secara langsung. Kelemahannya, sejak beberapa tahun terakhir, saya sulit untuk melakukan perbaikan dan ganti sparepart seiring akuisisi lini perusahaan mereka.

Tak heran jika dalam beberapa tahun terakhir, saya kerap harus berganti ponsel untuk mendampingi 5730. Secara kualitas, saya terbantu dengan kehadiran beberapa smartphone itu yang baik miliki pribadi atau ventaris dari kantor. Hanya, kalau bicara jujur, keberadaan mereka tidak bisa mendampingi XpressMusic hingga akhirnya saya mulai menemukan tambatan baru saat berkunjung ke Nusa Dua.

*       *       *
KEMARIN, tepatnya Jumat (7/10), tepat saya sebulan menggunakan Asus Zenfone 3 (ZE520KL). Seri teranyar dari Asus ini saya dapat ketika menghadiri Zenvolution 2016 di Bali pada 7-9 September lalu. Sebenarnya, sejak lima hari menggunakan smartphone dengan nomor model ASUS_Z017DB ini, saya ingin mengulasnya di blog ini.

Namun, saya tunda karena saya tahu, jika waktunya singkat bisa tidak maksimal. Akhirnya, saya putuskan untuk me-review hingga sebulan agar bisa lebih dalam untuk mengoprek luar dan dalam. Bisa dipahami mengingat Zenfone 3 ini merupakan ponsel Asus pertama yang saya miliki.

Sebelumnya, saya lebih familiar dengan perusahaan yang memiliki slogan "In Share of Incredible" ini pada lini produk laptop. Tepatnya, dengan notebook seri A43E yang merupakan andalan sehari-hari sejak 2013. Pun begitu dengan peralatan tempur di kantor yang memang sangat menunjang untuk kegiatan multimedia kami. Khususnya, mengolah data dan gambar dengan berbagai format pra-cetak.

Dalam rentang sebulan ini, Zenfone 3 sudah jadi bagian keseharian saya yang berdampingan dengan 5730. Mulai dari berpanas-panasan ria di stadion pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX hingga menggigil ketika harus memotret di rink di kawasan Bintaro pada TAFISA Games 2016. Bisa dibilang jika Zenfone 3 ini bukan sekadar smartphone yang lengkap. Melainkan juga  sudah mampu beradaptasi dengan keseharian saya.

Sebab, dengan kamera utama 16 megapixel yang dipadukan sensor Sony Exmor RS IMX298 membuat slogan Built for Photography benar-benar nyata. Buktinya, untuk mengabadikan gambar bergerak di lapangan dan arena olahraga, saya tidak perlu membawa kamera DLSR lagi. Alias, cukup menenteng Zenfone 3 yang hasilnya sangat bagus hingga saya percaya menuliskan caption, foto ini diabadikan melalui Zenfone 3.

Tapi, Zenfone 3 tidak hanya tentang kamera saja yang memang sudah dibenamkan  software PixelMaster 3.0. Melainkan juga banyak kelebihannya berdasarkan pengalaman saya sebagai blogger lifestyle yang menggunakannya sejak 7 September lalu.

Termasuk, tampilan luar yang sangat elegan. Ya, kesan mewah terpancar dari Zenfone 3 yang bagian depannya full kaca yang sekujurnya dilapisi metal. Jujur saja, ada kebanggaan tersendiri memegang smartphone ini dibanding beberapa ponsel sebelumnya yang saya punya mayoritas berbahan plastik.

Pun dengan finger print yang sangat responsif karena sensor sidik jarinya hanya butuh seperkian detik untuk mengunci dan buka layar. Apalagi, letaknya strategis, tepat di bawah kamera utama yang berbentuk lonjong tidak seperti merek lain yang rata-rata bulat.



*       *       *
"TIADA gading yang tak retak", demikian pepatah pada masa lampau yang berlaku hingga kini. Alias, di dunia ini tidak ada yang sempurna. Termasuk yang saya alami saat menggunakan Zenfone 3 dalam sebulan terakhir.

Sebagai blogger yang memegang asas jurnalistik berdasarkan sembilan elemen Bill Kovach, tentu saya wajib kritis untuk menuliskan sesuatu. Baik itu kelebihan atau kekurangan yang tidak hanya berguna sebagai pengingat untuk saya pribadi, melainkan demi pembaca blog ini dan produsen yang bersangkutan.

Menurut saya, kelemahan Zenfone 3 ada pada slot hybrid pada dual SIM Card dan Micro SD. Jadi, jika saya ingin menggunakan dua provider, saya harus merelakan tanpa memori eksternal. Sebaliknya, jika menggunakan memori eksternal, terpaksa saya hanya bisa memakai satu kartu.

Meski, hingga kini slot hybrid tidak terlalu masalah bagi saya mengingat memori internal Zenfone 3 sangat besar bagi ukuran saya yang mencapai 32 GB. Pasalnya, hingga kini, baru 13-an GB yang terpakai untuk aplikasi dan media (foto, video, musik, dan sebagainya).

Ya, terlepas kekurangan tersebut yang sebetulnya bisa diatasi, Zenfone 3 ini benar-benar sangat membantu saya. Itu mengapa, bagi saya, smartphone yang kameranya dilindungi lensa berlapis sapphire ini bukan sekadar ponsel saja. Melainkan, sebagai kawan di mana pun dan kapan pun.

*       *       *

Artikel Asus Lainnya:



Prolog:
- Asus Zenvolution 2016

Tetralogi Zenvolution 2016
- Asus The Incredible Race: Pengalaman Tak Terlupakan
- Asus Incredible Race Pecahkan Rekor MURI
- Ini Parade Produk Anyar Asus pada Zenvolution 2016
- Zenvolution 2016: Asus Rilis 3 Produk Anyar di Bali 7 September

Spin-off Zenvolution
- Sensasi Menelusuri Sungai Citarik 9 Km
- Menikmati Senja di Taman Jomblo: Antara Mitos dan Fakta

Prekuel Zenvolution
- Pengalaman Perdana Menghadiri ZenFestival 2015
- Asus Zenfone 2 Laser ZE500KL: Kualitas Bintang 5 dengan Harga Kaki 5

Epilog 
- Review Zenfone 3 (ZE520KL) Bukan sekadar Ponsel

Stop Press! 
- Asus Luncurkan ZenPad 8.0, Tablet Multimedia Premium

*       *       *
- Jakarta, 8 Oktober 2016

Jumat, 09 September 2016

Ini Parade Produk Anyar Asus pada Zenvolution 2016



Zenvolution 2016 dibuka CEO Asus, Jerry Shen

Ahirnya, hari yang dinantikan pencinta gadget di seluruh nusantara itu tiba. Ya, Rabu (7/9) jadi tonggak bersejarah bagi Asus Indonesia yang meluncurkan beberapa varian termutakhir bertema Zenvolution. Tepatnya di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Bali.

Saya beruntung jadi saksi dari kehadiran berbagai produk teranyar itu seperti yang saya tuliskan dalam artikel sebelumnya berjudul Zenvolution 2016: Asus Rilis 3 Produk Anyar di Bali 7 September. Pada pameran gadget terbesar di Indonesia tahun ini, Asus memperkenalkan Ultrabook generasi ketiga, notebook 2-in-1 terbaru, dan smartphone mutakhir yang sangat ditunggu kehadirannya.

"Seri Zenfone 3 telah jadi sensasi global saat diperlihatkan kali pertama di hadapan publik pada Computex 2016," ujar CEO Asus, Jerry Shen, di hadapan lebih dari 800 peserta Zenvolution yang terdiri dari dealer, distributor, partner, media, komunitas, dan blogger.

Kehadiran saya di Bali sebagai blogger yang bergabung dengan puluhan blogger lainnya dari Aceh hingga Manado. Ini rangkaian Asus kedua yang saya ikuti sejak ZenFestival 2015 tahun lalu. Suatu kehormatan bagi saya untuk menghadiri acara dari produsen notebook nomor satu dan smartphone nomor dua di Indonesia ini.

Kebetulan, saya memang salah satu pengguna Asus dengan laptop A43E yang selalu saya bawa ke mana pun dan kapan pun. Baik itu ketika tugas dari kantor untuk meliput dari stadion ke venue olahraga lainnya, acara ngeblog, hingga saat ini dalam rangkaian Zenvolution 2016 di Bali. Dengan keandalan A43E yang saya pakai setiap hari membuktikan Asus sebagai penghasil notebook terbaik di Indonesia.

Namun, sebagai salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia, Asus enggan terpaku hanya pada satu produk saja. Untuk itu, sejak 2014 lalu, mereka masuk ke pasar nusantara melalui seri Zenfone. Yang menarik, tidak sampai dua tahun, Asus sukses meraih posisi Top 2 brand Indonesia dengan 10,4 persen pasar berdasarkan penilaian dari lembaga riset ternama asal Jerman, GfK.

Itu mengapa mereka merilis seri Zenfone 3 teranyar pada Zenvolution 2016 di Bali. Tepatnya, demi memenuhi kebutuhan pengguna smartphone di Tanah Air yang benar-benar ingin memiliki ponsel pintar. Maklum, Zenfone 3 merupakan salah satu smartphone terbaik dengan kualitas lengkap. Ini berdasarkan pengalaman saya menggunakannya sejak 7 September lalu.

Dalam kesempatan itu, total Asus meluncurkan 12 seri Zenfone 3 yang terbagi dalam empat tipe. Yaitu, Zenfone 3 dengan tiga varian (ZE552KL/ ZE520KL/ ZE520KL), Zenfone 3 Deluxe, Zenfone 3 Max, dan Zenfone 3 Laser. Empat tipe itu dirilis dengan rentang harga yang bervariasi sesuai dengan kemampuan masyarakat. Mulai dari Rp 4-jutaan hingga 11-jutaan.

Selain seri Zenfone 3 dan juga Zenfone Go, Asus turut merilis notebook untuk lini ZenBook 3 dan Transformer. Tujuannya demi mewujudkan masyarakat yang ingin memiliki laptop dengan spesifikasi istimewa.

Maklum, selain dikenal sebagai produsen notebook dan smartphone terbaik, Asus merupakan penghasil motherboard terbaik di dunia. Perusahaan asal Taiwan ini mendesain dan memproduksi berbagai jenis produk IT untuk memenuhi segala kebutuhan sehari-hari, mulai dari notebook, tablet, PC dekstop, server, perangkat jaringan, dan smartphone.

"ZenBook 3 merupakan notebook premium dan prestisius dengan body ultra tipis hanya 11,9 mm tapi dengan prosesor Intel Core i7. Di sisi lain, Transformer 3 Pro didesain untuk mengubah definisi komputer 2-in-1dengan mobilitas tertinggi, ekspansi yang luas, serta kemudahan input,"Jerry Shen, mengungkapkan.

Berikut, foto-foto parade produk anyar Asus pada Zenvolution 2016 di Bali Nusa Dua Convention Center, Rabu (7/7). Selain artikel ini, akan ada beberapa kisah menarik sepanjang Zenvolution 2016 berlangsung yang akan saya abadikan di blog ini.

*       *       *
Asus nomor satu di Indonesia untuk notebook dan smartphone nomor dua

*       *       *
Jerry Shan mengenalkan Zenfone 3

*       *       *
Asus APAC General Manager, Rex Lee

*       *       *
Komparasi Zenfone dengan merek lain secara apple to apple

*       *       *
Perkenalan Zenfone 3 yang dipadukan dengan desain Romantic Collection dari Sebastian Gunawan

*       *       *
Perkenalan ZenBook 3 yang dipadukan dengan karya Denny Wirawan

*       *       *
Zenvolution 2016

*       *       *
Asus Mobile BU Head/ Asus Vice President, Bryan Chang

*       *       *
Asus Mobile Product Lead, Alvin Chou

*       *       *
Asus South East Asia Regional Head, Benjamin Yeh

*       *       *
Benjamin bersama Country Manager Intel Indonesia, Harry Nugraha

*       *       *
Asus menggandeng Joe Taslim dan Bunga Citra Lestari sebagai brand ambassador

*       *       *
Pengenalan Zenfone 3 Max

*       *       *
Blogger dan media mengoprek berbagai produk Asus

*       *       *
Swafoto (selfie) saya dengan smartphone termutakhir dari Asus

*       *       *
Berbagai produk terbaru Asus dipamerkan di Bali Nusa Dua Convention Center

*       *       *
Ini ZenBook 3 yang memesona

*       *       *
Asus ZenBook Flip yang multiguna 

*       *       *
Pengenalan ZenBook


*       *       *
Membuka blog pribadi saya, www.roelly87.com dari notebook terbaru Asus

*       *       *
Pengenalan Transformer 3


*       *       *
Asus Transformer 3

*       *       *
Suatu kehormatan bagi saya bisa berbincang sejenak dengan Rex Lee seusai pameran
*       *       *

Asus Country Product Group Leader, Juliana Cen

*       *       *
Juliana bersama Technical Public Relations/ Mobile Divison, Joko Soemitro

*       *       *
Asus Commercial Notebook Product Manager, Wie Wie

*       *       *

Sosial Media Asus:
Facebook: AsusIdOfficial
Twitter: Asus_Indonesia
Instagram: AsusId
Tagar (Hashtag) di Sosial Media: #ZenvolutionID, #Zenfone3ID

*       *       *

Artikel Asus Sebelumnya:
- Zenvolution 2016: Asus Rilis 3 Produk Anyar di Bali 7 September
- Pengalaman Perdana Menghadiri ZenFestival 2015
- Asus Zenfone 2 Laser ZE500KL: Kualitas Bintang 5 dengan Harga Kaki 5

Artikel Selanjutnya:
- Incredible Race Pecahkan Rekor MURI
- Asus Sukses Hebohkan Bali
- Kenapa Blogger Harus Menggunakan Zenfone 3?
- Di balik Zenvolution 2016

*       *       *
- Jakarta, 9 September 2016

Selasa, 06 September 2016

Zenvolution 2016: Asus Rilis 3 Produk Anyar di Bali 7 September


Logo Asus (foto: roelly87)


ASUS Indonesia siap menggebrak blantika gadget di Tanah Air. Tepatnya, dengan merilis tiga produk anyar bertema Zenvolution 2016, Rabu (7/9). Bali mendapat kehormatan sebagai saksi dari peluncuran Zenbook 3, Transformer 3, dan ZenFone 3.

Zenvolution merupakan lanjutan dari setiap produk yang diluncurkan Asus. Sebelumnya, bertema ZenFestival 2015 di Ballroom Ritz Carlton Pacific Place, 19 November 2015. Kebetulan, saat itu saya jadi saksi dari peluncuran berbagai lini produk telepon seluler (ponsel) Asus dengan empat varian terbaru. Yaitu, ZenFone 2 Deluxe Special Edition, ZenFone 2 Laser, ZenFone Max, dan ZenFon Selfie.

Berdasarkan informasi di website resmi dan sosial media Asus Indonesia (facebook, twitter, instagram), tahun ini bertambah dengan lini laptop. Bisa dipahami mengingat seri notebook Asus sudah lama beredar di Indonesia. Saya pribadi sehari-hari menggunakan seri A43E sejak 2013 lalu. Baik untuk kegiatan kantor, ngeblog, dan aktivitas di luar lapangan.

Berikut, sekilas mengenai tiga produk anyar Asus yang akan diluncurkan besok, Rabu (7/9) dan juga disiarkan secara live di sosial media Asus:

*           *          *

Asus Zenbook 3 (foto: Asus.com)

Asus Zenbook 3

SALAH satu notebook tipis yang memiliki kemampuan gahar. Menurut website resmi, Asus Zenbook 3 tebalnya hanya 11,9 mm dengan berat 910 gram dan layar 12,5 inci. Untuk spesifikasi lebih lengkap, akan saya update melalui artikel ini seusai mengikuti Zenvolution 2016 di Bali.


*           *          *

Asus Transformer (foto: Asus.com)

Asus Transformer 3

SERI Transformer ini jadi salah satu andalan Asus. Sekaligus jadi favorit saya suatu saat nanti. Tentu, tidak saat ini mengingat saya masih nyaman dengan seri A43E. Maklum, meski sudah tiga tahun lebih saya pakai, A43E sangat bandel. Alias tahan banting ketika digunakan di segala medan.

*           *          *

Asus Zenfone 3 (foto: Asus.com)

Asus Zenfone 3

LINI smartphone Zenfone 3 ini yang bikin saya penasaran. Hingga kini, saya belum memiliki gambaran terhadap smartphone penerus Zenfone 2 ini. Mungkin, jawabannya akan bisa saya dapatkan setelah menghadiri Zenvolution 2016. Dan, tentunya bakal saya share di blog ini.

*           *          *

Referensi:
Asus.com, Zentalk.id, Antaranews.com, Rosid.net

Tentang Zenvolution 2016:
Streaming Facebook: Link
Streaming Youtube: Link

Sosial Media Asus:
Facebook: AsusIdOfficial
Twitter: Asus_Indonesia
Instagram: AsusId
Tagar (Hashtag) di Sosial Media: #ZenvolutionID

*           *          *

Artikel Asus Sebelumnya:
- Pengalaman Perdana Menghadiri ZenFestival 2015
- Asus Zenfone 2 Laser ZE500KL: Kualitas Bintang 5 dengan Harga Kaki 5

*           *          *

- Jakarta, 6 September 2016