TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Blog

Serial Catatan Harian Ojol

Serial Catatan Harian Ojol
Serial Catatan Harian Ojol
Tampilkan postingan dengan label Blog. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Blog. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Desember 2019

Lebih Dekat dengan Inke Maris & Associates





MENDENGAR kata Inke Maris, ingatan saya langsung terbayang pada sosok penyiar sekaligus reporter Televisi Republik Indonesia (TVRI). Sebagai, bagian dairi generasi 1990-an, tentu saya sangat hafal dengan berbagai program tv pelat merah tersebut. Termasuk, Dunia Dalam Berita yang kerap dibawakan Inke.

Wanita kelahiran di Bogor
, Jawa Barat7 Desember 1950 ini identik dengan jurnalistik. Tepatnya, berkaitan dengan media. Sebelum di TVRI, bahkan Inke ini mengawali karier profesionalnya di British Broadcasting Corporation (BBC) pada 1969-1982koresponden Sinar Harapan 1976-1982, dan TVRI 1982-2001.

Dikutip dari 100 Great Women: Suara Perempuan yang Menginspirasi Dunia, sosok yang bernama asli Nyi Raden Maria Dinariati Natanegara ini berkecimpung di dunia jurnalistik lebih dari 30 tahun! Dalam periode itu, Inke sudah mewawancarai 400 tokoh dunia Mulai dari Perdana Menteri Inggris Margareth Tatcher, Pemimpin Palestina Yasser Arafat, Presiden Filipina Fidel Ramos, dan banyak lagi.

Disela-sela kesibukannya itu, Inke berinisiatif untuk membentuk Inke Maris & Associates (IM&A atau IMA) bersama suami dan adik-adiknya Yaitu, jasa konsultasi bagi instansi pemerintah atau swasta hingga perusahaan IM&A tercatat sebagai pelopor atau pionir bisnis di bidang industri jasa Public Relations (PR) 

Bisa dipahami, lebih dari tiga dekade silam itu, berbagai perusahaan di Tanah Air masih asing dengan PR. Inke yang saat itu menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) itu pun jadi wanita Indonesia pertama yang mempelopori usaha jasa PR. Sejak 1986 hingga kini, mungkin sudah ratusan klien yang dimiliki IM&A.

Mereka terdiri dari berbagai sektor. Mulai dari pemerintahan seperti kementerian atau instansi, perbankan, digital, kesehatanevent management, dan lainnya. Itu diungkapkan Director/ Senior Consultant IM&A Lawrence Tjandra dalam acara Media & Blogger Gathering di Relung Kopi, Jumat (20/12).

Kebetulan
, saya tidak asing dengan IM&A. Sebab, sebagai blogger, saya sudah puluhan kali menghadiri event yang didukung IM&A. Tepatnya, sejak tiga tahun silam berkat informasi dari rekan blogger, Lidya Fitrian untuk menghadiri gathering BCA Indonesia Open 2016. Sejak saat itu, saya jadi lebih mengenal IM&A dan beberapa sosok di balik layarnya. Terutama, Frieda Oktavia yang menjabat sebagai Government & Community Outreach Specialist.

Sebagai catatan, BCA (Bank Central Asia) jadi salah satu klien terlama dari IM&A. Itu berlangsung sejak 2012 hingga kini. Berkat IM&A pula, saya jadi lebih mengenal dekat dengan bank swasta terbesar di Tanah Air tersebut. Pasalnya, BCA kerap menyelenggarakan atau mensponsori event di Indonesia dengan banyak hal.

Misalnya, olahraga lewat bulu tangkis, kesenian (wayang), budaya (batik), pendidikan, seminar, teknologi, dan sebagainya. Kebetulan, sebagai penggemar olahraga, saya tak asing dengan bulu tangkis. Apalagi, Indonesia Open yang dalam satu dekade terakhir disponsori BCA, tepatnya Grup BCA. Mulai dari Djarum pada 2009-2013, BCA 2014-2017, dan Blibli 2018-sekarang.

Gathering yang diselenggarakan IM&A bersama media dan blogger ini memang rutin setiap akhir tahun. Termasuk pada 2018 di kawasan Kuningan sambil menyaksikan Aquaman. Untuk tahun ini temanya friendship & diversity. Sebagai blogger, tentu saya senang bisa bertemu dengan rekan-rekan lainnya sambil bersilaturahmi dengan berbagai sosok di balik layar IM&A.

Harapan saya, IM&A terus jadi yang terdepan dalam industri PR di Tanah Air.

*         *         *

*         *         *

*         *         *

*         *         *

*         *         *


Referensi:
www.inkemaris.com

- entrepreneur.bisnis.com/read/20161130/240/607654/inke-maris-raih-penghargaan-pr-of-the-year-2016
topskor.id/detail/77284/Absen-di-Indonesia-Open-2018-BCA-Tetap-Dukung-Penuh-Kegiatan-Olahraga-di-Tanah-Air
100 Great Women: Suara Perempuan yang Menginspirasi Dunia

*         *         *
- Jakarta, 21 Desember 2019

Senin, 28 Mei 2018

Antara Presiden Jokowi, Asian Games 2018, Blogger, dan Tantangan Menghadapi Revolusi Industri 4.0


Presiden Jokowi diserbu masyarakat untuk melakukan selfie atau foto bersama
(Klik untuk perbesar gambar atau geser untuk melihat foto lainnya)


ASIAN Games 2018 tinggal hitungan hari. Tepatnya dengan pembukaan pada 18 Agustus hingga 2 September mendatang. Jelang pesta olahraga antarnegara Asia itu, seluruh elemen di negeri ini bersatu untuk mensukseskannya.

Bisa dipahami mengingat pemerintah menargetkan 4S pada Asian Games 2018. Itu meliputi sukses prestasi, penyelenggaraan, ekonomi, dan administrasi. Sejak hitung mundur setahun lalu pada 18 Agustus 2017 hingga kini, geliat Asian Games 2018 kian bergema ke seluruh pelosok nusantara. Bahkan, hingga ke tingkat kantor Kelurahan yang menyebar ke Rukun Warga dan Rukun Tetangga.

Usaha untuk menggelorakan semangat Asian Games 2018 juga dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dalam catatan saya, pria asal Solo ini rutin untuk menggiatkan visi dan misi Indonesia sebagai tuan rumah yang sukses hajatan akbar kedua di kolong langit setelah Olimpiade ini.

Teranyar, diperlihatkan Jokowi dengan menggandeng berbagai perwakilan dari generasi muda dalam buka bersama (bukber), Pada acara yang berlangsung di Paradigma Cafe, Jalan Pegangsaan Barat, Jakarta Pusat, Rabu (23/5) itu turut dihadiri blogger, komunitas, pegiat media sosial dan CEO serta perwakilan dari perusahaan ternama di Tanah Air.

Misalnya, Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia Airlangga Hartarto yang juga menjabat sebagai Menteri Perindustrian (Menperin) sebagai pembicara dalam event bertema Masa Depan & Konsep Indonesia 4.0.

Termasuk, kami berenam dari Indonesia Social Blogpreneur (Komunitas ISB). Itu meliputi Ani BertaRiri RestianiAgatha Mey NirbanawatiThurneysen Simanjuntak, dan Titis Ayuningsih. Yupz suatu kebanggaan bagi saya bisa ikut serta dalam komunitas yang 17 Mei lalu genap dua tahun ini.

Apalagi menghadiri bukber dengan Jokowi. Sebelumnya, saya memang kerap meliput aktivitas presiden yang berkaitan dengan olahraga. Namun, untuk ramadan, khususnya bukber, baru kali ini.

"Yang hadir di sini merupakan sosok yang visioner. Namun, jangan lupa, saya ingatkan kepada saudara, meski visioner harus disertai dengan Pancasila," ujar Jokowi dalam sambutannya di hadapan ratusan hadirin.

Ayah dari Gibran Rakabuming Raka, Kahiyang Ayu, dan Kaesang Pangarep ini menjabarkan terkait revolusi industri 4.0 yang akan memberikan dampak perubahan kecepatan hampir 3.000 kali dibanding revolusi industri pertama. Itu berdasarkan kalkulasi McKinsey Global Institute terkait dampak perubahan dalam industri.

"Artinya, betapa cepatnya perubahan," presiden, menjelaskan sambil bercerita pengalamannya ke Sillicon Valley, Amerika Serikat (AS), pada 2016.

"Saya masuk ke markas Google, Twitter, dan Facebook. Terus terang, saya kaget betapa dunia berubah dengan cepat. Ketika berada di markas Facebook, saya main pingpong menggunakan kaca mata sebagai virtual reality." lanjut Jokowi yang disambut antusias.

Tak lupa, presiden turut menyoroti tentang uang elektronik sebagai metode pembayaran yang beredar di masyarakat seperti gopay, e-money, dan tokocash. Menurutnya, itu harus diikuti dengan kebijakan yang mendukung.

"Sebab, apa pun itu kalau tidak (didukung), kita akan susah untuk menghadapi industri 4.0," kata Jokowi, optimistis.

Presiden Ketujuh Republik Indonesia ini turut mengingatkan, tidak hanya kepada kami yang hadir saja, melainkan seluruh rakyat di nusantara lainnya. Supaya, kita siap untuk menghadapi berbagai perubahan tersebut.

"Ini dalam kesempatan yang baik (ramadan), saya ingin mengingatkan kepada semua. Perubahan ini juga melanda berbagai negara. Meski, adakalanya kebijakan pemerintah terlambat. Namun, tidak hanya kita saja, melainkan negara lain tergagap menghadapi industri 4.0. Jadi kita harus siap," Jokowi, menjelaskan.

Pernyataan mantan Gubernur DKI Jakarta dan Walikota Solo ini beralasan. Kapan pun, tentu kita harus siap menghadapi berbagai tantangan, termasuk revolusi industri 4.0.

"Mari semuanya bersatu dalam menghadapi ini. Jangan sampai di dalam kita saling bertengkar. Namun, jika berkompetisi secara sehat, itu yang harus dikembangkan. Dibanding dengan bertengkar yang akan membuat energi kita habis," tutur Jokowi, diplomatis.

Pernyataan senada diungkapkan Airlangga. Sosok yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar itu berharap, acara ini memiliki dampak positif yang besar demi melanjutkan ide Presiden Jokowi dengan tema Making Indonesia 4.0.

"Sosialisasi ini akan berlanjut. Saat ini pengenalan langsung dari pak presiden kepada pelaku muda dalam ekosistem Indonesia 4.0. Sebab, yang hadir di sini terdiri dari berbagai tokoh muda terdepan," ucap Airlangga, yang optimistis, Indonesia bisa mewujudkan 4S pada Asian Games 2018.

Yuppiii, saya setuju dengan itu. Sebagai bagian dari rakyat Indonesia, sudah saatnya bahu membahu untuk berkarya demi menghadapi revolusi industri 4,0 sesuai kapasitas masing-masing.

Misalnya, saya sebagai blogger, dengan menulis yang positif terkait perkembangan Tanah Air. Sekaligus turut memerangi hoax yang bisa memecah-belah bangsa. Saya, Anda, kalian, dan semuanya, pasti bisa!***

*         *         *
Puluhan blogger, komunitas,  dan jurnalis mengabadikan kedatangan
Presiden Jokowi 

*         *         *
Presiden Jokowi didampingi Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan
segenap menteri dari Kabinet Indonesia Bersatu

*         *         *
Presiden Jokowi tampak sporty dengan jaket Asian Games 2018

*         *         *
Presiden Jokowi dan Menperin Airlangga melepas sepatu sebelum berwudu
untuk salat magrib berjamaah

*         *         *
Kejarlah Presiden Jokowi, kan kuajak selfie 

*         *         *
Jaket Asian Games 2018 juga turut dibagikan Presiden Jokowi kepada hadirin
yang mampu menjawab pertanyaan dengan benar

*         *         *
Yeeeeeeeeeee, Komunitas ISB sudah dua tahun! Met Milad

*         *         *
Mimin Komunitas ISB ikut selpih dengan pak pol yang baik hati

*         *         *
Reuni dengan  travel blogger Terry Endropoetro setelah kali terakhir bertemu pada
22-25 April lalu bersama rombongan Kementerian Sekretariat Kabinet
meninjau Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong
*         *         *
Artikel Terkait Presiden Jokowi
- Sisi Lain Indonesia Masters 2018
- Count Down Asian Games 2018
- Di Balik Final Piala Presiden 2017
- Presiden dan Kepala BNN Kompak

- https://www.topskor.id/detail/69223/Tinjau-Wisma-Atlet-Presiden-Jokowi-Alhamdulillah-Sudah-999
- https://www.topskor.id/detail/67875/Resmikan-Lapangan-Tenis-GBK-Presiden-Jokowi-Ini-yang-Ketujuh
- https://www.topskor.id/detail/69287/Presiden-Jokowi-Tegaskan-Kelancaran-Wisma-Atlet-GBK

*         *         *
- Jakarta, 28 Mei 2018

Kamis, 03 Agustus 2017

Menyalurkan Hobi dalam Seni


BAGI saya, seni bukan hanya soal keindahan. Melainkan, tentang rasa dan kreativitas. Yupz, indah bagi saya belum tentu indah untuk orang lain. Begitu juga sebaliknya. Kebetulan, sejak kecil hingga kini, saya sangat menyukai berbagai hal terkait seni. Apalagi, seni itu bisa diaplikasikan di mana saja dan kapan saja. Baik itu teater, museum, tempat kerja, hingga jalan raya.

Salah satunya, seni lukis. Tentu, saya belum pernah melakukannya di kanvas karena selama ini hanya sebagai penyalur hobi. Melainkan, cukup di selembar kertas, baik itu buku gambar atau buku tulis. Alatnya, bisa menggunakan pensil, pensil warna, atau bolpoin, sudah cukup.

Setelah mengenal komputer, saya belajar bereskplorasi dengan aplikasi Microsoft Paint. Beberapa di antaranya saya sertakan sebagai ilustrasi di artikel Kompasiana. Misalnya, pada tulisan berjudul Time Travel dalam Cerita Silat dan Jatuh Cinta pada Gadis Berinisial A.

Teranyar, setelah bergabung dengan beberapa komunitas, saya jadi lebih intens untuk menggeluti seni lukis disela-sela rutinitas pekerjaan. Termasuk, melukis topeng, ukiran, atau wayang kulit.

Hingga kini, yang belum kesampaian bagi saya untuk belajar melukis di atas kain alias membatik. Mungkin, lain waktu kalau ada kesempatan dan juga dana, saya ingin belajar membatik langsung di sentranya.

Yupz, bagi saya, seni lukis merupakan media penyalur hobi yang murah, meriah, dan bermanfaat. Fakta itu yang kini saya tularkan ke adik saya yang paling kecil. Sosok yang masih berseragam putih-merah itu paling girang kalau saya ajak berkreasi soal seni.

Awalnya, ketertarikan adik saya itu terjadi ketika saya rutin menyirami tanaman hortikultura (boneka horta) setiap pagi dan sore di atas genteng. Lama-lama, si bungsu sangat antusias untuk ikut memberi air.

Bahkan, dia meminta untuk dibelikan. Sudah pasti, permintaan tersebut saya sambut dengan semringah. Tak lupa, saya juga memberi edukasi bahwa boneka horta memiliki siklus. Sebab, meski namanya boneka, tapi tetap tumbuhan yang bisa tumbuh, kembang, layu, dan mati.

Sejak saat itu, jiwa seni sang adik kian terpacu. Termasuk, belajar mendalang dengan beberapa koleksi wayang milik saya. Utamanya, Si Cepot yang memiliki tampilan yang humoris.

Setelah masuk sekolah dasar, rasa ingin tahu si bungsu terkait seni jadi lebih intens. Apalagi, karena setiap pekan ada pelajaran menggambar. Sejak berseragam putih-merah, jika ke minimarket, yang dituju si bungsu bukan lagi es krim, chiki, atau cokelat. Melainkan, pensil dan pensil warna.

Peralatan menulis dan menggambar itu yang rutin dibawanya ke sekolah. Bagi saya dan keluarga, tentu sangat mendukung keinginan si bungsu. Siapa tahu, kelak dia bisa jadi seniman.

Kebetulan, tiga pekan lalu, saya membawa oleh-oleh istimewa untuknya. Yaitu, berbagai peralatan tulis dari Faber-Castell. Itu setelah saya mengikuti Kompasiana Visit ke pabrik Faber-Castell Kawasan Industri MM 2001 Cibitung, Bekasi, Jawa Barat (11/7).

Pulangnya, saya dan puluhan rekan blogger lainnya mendapat goodybag spesial. Yaitu, berbagai perangkat untuk menulis termasuk Connector-Pen yang bagi adik saya sangat baru. Maklum, sebelumnya kami hanya membeli pensil warna biasa saja.

Saya pun turut menjelaskan, kepada adik saya. Secara fungsi, Connector-Pen sama seperti pensil warna produksi Faber-Castell lainnya yang merupakan andalan kami. Namun, dengan Connector-Pen, alat untuk mewarnai ini bisa dihubungkan satu sama lain.

Bahkan, selain tidak berantakan, fitur ini juga bisa digunakan untuk berbagai bentuk kreatif. Misalnya, dengan membuat berbagai miniatur. Saya turut menjelaskan kepada adik saya, terkait kunjungan ke pabrik Faber-Castell.

Sambil memperlihatkan jepretan foto di kamera, adik saya tertarik ketika melihat Candi Bajang yang terbuat dari Connector-Pen bekas, mobil balap, dinosaurus, kelinci, dan sebagainya. Yupz, dengan Connector-Pen, barang bekas bisa dijadikan seni secara kreatif.

Itu membuktikan kreatif dalam seni sekaligus menyalurkan hobi tidak perlu mahal. Nah, bagaimana Art4All menurut Anda?

*        *         *
Berbagai koleksi wayang saya yang sangat diminati adik saya

*        *         *
Wayang pun dipadukan dengan modern

*        *         *
Belajar mendalang untuk mengenalkan warisan
nusantara kepada si bungsu

*        *         *
Boneka Horta

*        *         *
Boneka Horta direndam di air

*        *         *
Boneka Horta jelang tumbuh rumput

*        *         *
Boneka Horta saat memasuki masa subur

*        *         *
Siklus kehidupan pada Boneka Horta yang pada akhirnya harus layu

*        *         *
Belajar melukis topeng

*        *         *
Butuh kesabaran untuk melukis topeng

*        *         *
Belanja bulanan saya termasuk membeli perangkat alat tulis Faber-Castell

*        *         *
Candi Bajang yang terbuat dari Connector-Pen bekas Faber-Castell

*        *         *
Berbagai miniatur menarik dari Connector-Pen bekas Faber-Castell

*        *         *

Artikel Terkait:

- Mengintip Sisi Lain Faber-Castell

- http://www.kompasiana.com/roelly87/cfbd-riwayat-panjang-mainan-dari-masa-kecil_55174f9f8133118f669de4f9

- http://www.kompasiana.com/roelly87/cfbd-komik-kenangan-jadul-yang-tak-terlupakan_55173504a333117707b6598b

- http://www.kompasiana.com/roelly87/jatuh-cinta-pada-gadis-berinisial-a_5510e7ec813311363abc6f16

- http://www.kompasiana.com/roelly87/time-travel-dalam-cerita-silat_5510bf10813311c12cbc7660

*        *         *
- Jakarta, 3 Agustus 2017