TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com

Serial Catatan Harian Ojol

Serial Catatan Harian Ojol
Serial Catatan Harian Ojol

Selasa, 10 April 2018

Catat, Setkab Selenggarakan Lomba Medsos Berhadiah Rp 107 Juta!


Suasana peluncuran lomba media sosial #MenujuIndonesiaMaju dengan hadiah
total Rp 107 juta yang berlangsung sejak April hingga Desember mendatang
(Klik untuk perbesar gambar dan geser untuk melihat foto lainnya)


PADA era internet sekarang, atau yang disebut generasi milenial sebagai "Zaman Now", apa saja bisa terjadi begitu cepat. Misalnya, terkait berita hoax yang memiliki efek samping dahsyat ke berbagai lapisan masyarakat.

Saya pribadi sudah merasakan sejak jauh sebelum jadi blogger pada 2009 silam. Tepatnya, ketika memasuki pergantian milenium. Namun, ketika itu belum masif, karena internet belum mewabah seperti sekarang.
Beda dengan saat ini, berita yang nyeleneh pun jadi viral. Bahkan, dibahas hingga berhari-hari. Termasuk, terkait pemerintahan. Itu mengapa, sebagai blogger, saya berusaha menyaring informasi sedini mungkin untuk ditampilkan di blog ini.

Agar, pembaca setia blog ini terhindar dari informasi yang menyesatkan. Bisa dipahami, mengingat rata-rata per bulan dari www.roelly87.com mencapai 23.850 pembaca (Statistik 1 April 2017-31 Maret 2018 mencapai 286.197 view).

Apalagi, blog yang saya kelola sejak sembilan tahun terakhir ini bisa dibilang gado-gado. Itu karena temanya bermacam-macam, mulai dari olahraga, lifestyle, musik, film, fiksi, hingga terkait pemerintahan. 

Kebetulan, saya sering menulis tentang pemerintahan, misalnya terkait Presiden Joko Widodo, para menteri, hingga instansi terkait. Jika kinerjanya bagus, tentu saya tulis positif. Atau, jika kurang memuaskan, sudah pasti saya kritik dengan membangun.

Yupz, kritik dengan membangun, alias bukan kritik untuk menjatuhkan. Sebab, sebagai bagian rakyat Indonesia, saya punya kewajiban untuk bersama-sama memajukan negeri ini. Minimal, lewat tulisan di blog.

*         *         *

PAGI itu, langit ibu kota tampak cerah. Dari kawasan barat Jakarta, saya menuju Komplek Istana Negara, tepatnya di Aula Serbaguna Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg). Kehadiran saya pada Senin (26/3) itu untuk jadi saksi dari peluncuran Lomba Media Sosial Menuju Indonesia Maju (#MenujuIndonesiaMaju) yang diselenggarkaan Kementerian Sekretaris Kabinet (Setkab). 

Yupz, kementerian yang dipimpin Pramono Anung ini mengadakan lomba untuk netizen dengan hadiah total Rp 107 juta! Lomba yang didukung Bank Mandiri ini sekaligus untuk mengedukasi kepada netizen, termasuk saya, terkait berita mengenai pemerintahan.

"Menyampaikan pesan mengenai apa yang dilakukan pemerintah apa adanya. Tidak perlu ditambah atau dikurangi," kata Pramono dalam sambutannya di hadapan puluhan blogger. Dalam kesempatan itu, turut hadir Deputi Bidang Dukungan Kabinet Kerja Yuli Harsono, Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo, dan perwakilan Setkab, Bank Mandiri, serta netizen.

Sebelumnya, Yuli selaku penanggung jawab lomba Media Sosial (Medsos) #MenujuIndonesiaMaju menyampaikan, periode lomba berlangsung sejak April hingga November 2018. Yupz, mulai bulan ini, bro, sis! Jangan lupa ya, Rp 107 juta menanti!

"Setiap bulan akan ada tiga jenis lomba melalui kanal medsos Sekretaris Kabinet. Yaitu, facebook, twitter, instagram, dan youtube. Juga ada lomba menulis blog tentang #MenujuIndonesiaMaju dan mengisi Teka-Teki Silang," Yuli, menjelaskan.

Untuk rinciannya Lomba Menuju Indonesia Maju, sebagai berikut:

- Youtube: Membuat vlog dan film pendek mengenai pembangunan infrastruktur di Indonesia dan manfaat pembangunan itu bagi masyarakat dengan durasi maksimal lima menit.
- Twitter: Membuat moments/kultweet/chirpstory yang berhubungan dengan seberapa jauh dampak kebijalan yang telah dilakukan pemerintah terkait program prioritas
- Facebook: Teka-teki silang, yaitu mengisi kata yang hilang dari pidato Presiden atau Setkab
- Instagram: Membuat video reportease/vlog satu menit dan menemukan kata dalam kotak
- Blog: Menulis tentang #MenujuIndonesiaMaju

Mengenai hadiahnya Lomba Menuju Indonesia Maju, sebagai berikut:
Lomba Film PendekPemenang I = Rp 10 juta
Pemenang II = Rp 6 juta
Pemenang III = Rp 3 juta
Lomba VlogPemenang I = Rp 5 juta
Pemenang II = Rp 3 juta
Pemenang III = Rp 2 juta

Periode Lomba: Periode I = Mei-Juli 2018 (Pengumuman pemenang pada Juli)
Periode II = Oktober-Desember 2018 (Pengumuman pemenang pada Desember)

Lomba TwitterTabungan untuk 3 pemenang masing-masing Rp 1 juta
Minggu kedua setiap bulan (Pengumuman pada Minggu ketiga setiap bulan)

Lomba BlogPemenang I = Rp 3 juta
Pemenang II = Rp 2 juta
Pemenang III = Rp 1 juta
Periode lomba: Juli-September 2018 (Pengumuman pemenang September 2018)

Untuk informasi lebih lengkap, terkait syarat, ketentuan, dan teknis lomba Menuju Indonesia Maju, kalian bisa mendapatkannya pada link di bawah ini:
Website: www.Setkab.go.id/MenujuIndonesiaMaju
Facebook: @setkabgoid
Twitter: @setkabgoid
Instagram: @Sekretariat.Kabinet
Youtube: Sekretariat Kabinet RI

*         *         *
"PENYELENGGARAAN lomba ini salah satu tujuannya, untuk menyampaikan kepada masyarakat mengenai hasil-hasil pembangunan yang dicapai pemerintah Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla," kata Yuli, terkait maksud dari diselenggarakannya lomba MenujuIndonesiaMaju.

Terkait, lomba itu, Pramono juga menyampaikan gagasan yang disambut antusias puluhan netizen, termasuk saya pribadi. Pria kelahiran Kediri, Jawa Timur ini, akan memberi kesempatan kepada netizen untuk ikut Rapat Terbatas (Ratas) di dalam ruangan. 

Supaya, kami semua bisa tahu bagaimana presiden menyampaikan, dan bisa melakukan live melalui facebook, twitter, instagram, youtube, dan medsos lainnya untuk berbagi tentang apa yang dilakukan pemerintah.


"Netizen tinggal memilih, sekarang ini mau jadi haters atau lovers? Karena, itu adalah pilihan masing-masing," tutur Pramono yang sangat berharap dengan peran netizen dalam menyampaikan informasi kepada publik.

Nah, bagaimana dengan kalian, pembaca setia www.roelly87.com? Mari, kita menjadikan internet sebagai wadah positif, termasuk dalam menyimak dan berbagi informasi tentang pemerintahan.***



*         *         *
Deputi Setkab Bidang Dukungan Kerja Kabinet Yuli Harsono

*         *         *
Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo

*         *         *
Sekretaris Kabinet Pramono Anung

*         *         *
Pramono menjelaskan di balik alasan Setkab menyelenggarakan
lomba #MenujuIndonesiaMaju 

*         *         *
Sesi tanya jawab antara netizen dengan Pramono, Kartika, Yuli, dan perwakilan
Setkab atau Bank Mandiri

*         *         *
Untuk informasi lebih lanjut terkait lomba menuju Indonesia Maju ini
bisa mengunjungi www.setkab.go.id/menujuindonesiamaju
atau kanal medsos Setkab

*         *         *

Artikel Terkait:
Catatan Dua Tahun Kepemimpinan Jokowi-JK
Sinergi BNPT dan Blogger untuk Cegah Terorisme Melalui Tulisan
Presiden dan Kepala BNN Kompak: Bandar Narkoba harus Dihukum Mati!
Membongkar "Rahasia" Bea Cukai
Sinergi Kementerian PUPR dan Blogger untuk Sosialisasi K3 dalam Sebuah Proyek
Kementerian ESDM Edukasi Masyarakat untuk Tanggap Bencana Lewat Aplikasi MAGMA Indonesia
Sisi Lain Kunjungan Menkeu Sri Mulyani ke Kompleks GBK
Sisi Lain BPK yang Bekerja dengan Senyap
Sisi Lain Krishna Murti: Catatan Polisi di Mata Blogger
Buwas yang Kian Buas: BNN Gagalkan Transaksi Sabu 39,6 Kg
Semarak Wayang Pesona Indonesia 2016

*         *         *
- Jakarta, 10 April 2018

Jumat, 06 April 2018

Sisi Lain World Press Briefing Asian Games 2018


Yeeeee, relaksasi sejenak disela-sela World Press Briefing yang diselenggarakan
INASGOC di Hotel Borobudur pada 2-3 April lalu.



PANITIA Nasional Penyelenggara Asian Games XVIII/2018 (INASGOC) bekerja keras dan cerdas menyambut pesta olahraga antarnegara Asia ini. Bisa dipahami mengingat hajatan terbesar kedua di kolong langit setelah Olimpiade itu berlangsung empat bulan lagi. Tepatnya, pada 18 Agustus hingga 2 September mendatang di Jakarta dan Palembang.

Teranyar, INASGOC menyelenggarakan World Press Briefing di Hotel Borobudur pada 2-3 April lalu. Tujuannya, untuk lebih mendalam dalam memberikan informasi terkait teknis peliputan kepada lebih dari 200 media nasional dan internasional.

Bagi saya, ini kali kedua mengikuti rangkaian acara INASGOC lebih dari sehari. Sebelumnya, pada Asian Games Media Forum 2017 di Jakarta dan Palembang pada 27-28 November lalu. Untuk acara yang seharian alias tidak menginap sih sudah banyak.

Apalagi, INASGOC kerap menyelenggarakan diskusi mingguan dengan media di markasnya, di Wisma Serba Guna (WSG), Jalan New Delhi, Senayan, Jakarta Pusat. Atau, ketika jumpa pers terkait Asian Games 2018.

Kebetulan, saya sudah dua tahun aktif mengikuti perkembangan Asian Games 2018. Tepatnya, sejak dipercaya Redaksi Pelaksana TopSkor.id Suryansyah untuk meliput terkait INASGOC dan juga Panitia Nasional Penyelenggara Asian Para Games 2018 (INAPGOC).

Itu berkat rekomendasi dari Redaktur TopSkor.id Ari Dwi Prasetyo kepada Pemimpin Redaksi Harian TopSkor Yusuf Kurniawan yang mengajak saya bergabung pada versi online sejak Mei 2016.

Yupz, sebelumnya, saya memang berkecimpung pada versi cetak sejak kali pertama sebagai wartawan Harian TopSkor pada Mei 2012 (http://www.roelly87.com/2018/01/13-tahun-topskor-dalam-menyampaikan.html).

Meski kini terjun di versi online, beberapa kali saya juga ikut menulis untuk Harian TopSkor. Tidak hanya terkait Asian Games 2018 saja (https://www.instagram.com/p/BgttDdkheM7/), melainkan berita lainnya  (s.id/MarcoSimic) atau pelajar (s.id/PopNas2017), dan kompetisi usia dengan Liga NIVEA MEN TopSkor U-16 2018 (https://www.instagram.com/p/Bfs3keihtih/).

*        *        *
WORLD Press Briefing memberi saya banyak informasi terkait peliputan Asian Games 2018. Sebab, pada acara itu, saya bisa mengetahui lebih dalam apa dan bagaimana peran media (Selengkapnya di https://www.topskor.id/detail/71580/Galeri-Foto-World-Press-Briefing-2018).

Namun, acara yang diikuti ratusan peserta dari 25 negara ini tidak melulu tentang kegiatan serius. Sebaliknya, acara dikemas dengan santai bagi kami peliput, baik dari Tanah Air maupun luar negeri dengan tujuan lebih merasakan atmosfer Asian Games 2018. Misalnya, saat Gala Dinner dengan berbagai atraksi dan games berhadiah.

Kebetulan, saya berhasil membawa pulang oleh-oleh usai mengikuti games tersebut. Itu setelah saya dua kali menembak bola basket dengan sempurna dari tiga kesempatan. Padahal, mah kali terakhir megang bola basket itu pada 2004 silam. Alias, ketika masih berseragam abu-abu!

Beda, dengan sepak bola atau futsal yang lebih rutin. Baik bersama rekan kantor maupun teman-teman lainnya. Namun, sebagai pencinta olahraga, adrenalin saya langsung terpacu ketika mendapat tantangan dari MC untuk memasukkan bola ke dalam keranjang!

Usai santap malam yang dilanjutkan bermain angklung, saya dan beberapa rekan media seperti biasa nongkrong santai di depan lobi penginapan mewah berbintang lima ini. Nah, ketika asyik menikmati semilir dari hotel yang dibuka sejak 1974 ini, ada salah satu peliput yang menyeletuk.

Yaitu, memanfaatkan voucher hotel untuk menikmati sauna dan spa secara gratis! Yupzzz, ide itu tentu sangat menarik perhatian kami, terutama saya. Maklum, seumur-umur menginap di hotel berbintang lima di Tanah Air, saya belum pernah spa atau sauna.

Paling banter, berenang saja yang memang sudah jadi standardisasi setiap bepergian. Baik itu di Hotel Courtyard Mariott, Bali, yang juga bintang lima (s.id/CourtyardMariott) atau di Kapal Pesiar saat mengunjungi Wales, Inggris (http://s.id/MagellanCruise).

Alhasil, kami yang berjumlah belasan pun langsung menuju ke Klub & Spa Borobudur. Ya, relaksasi sejenak di tengah padatnya acara World Press Briefing sejak pagi. Terutama, untuk memulihkan kebugaran mengingat esok harinya, Selasa (3/4) kami akan melanjutkan petualangan dengan meninjau lima venue Asian Games 2018 di ibu kota.

Dimulai dari kunjungan ke Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta Utara, yang dilanjutkan ke Jakarta Timur untuk meninjau International Equestrian Park (Pulomas), dan Jakarta International Velodrome (Rawamangun).

Usai makan siang di Kantor Pusat PT Bank Negara Indonesia (BNI) Sudirman, Jakarta Pusat, kami pun menuju selatan ibu kota. Tepatnya, ke Komplek Gelora Bung Karno (GBK). Mulai dari Aquatic Center, Istana Olahraga (Istora) Senayan, dan Stadion Utama GBK.

Yuppppi. Ga sabar untuk segera merasakan atmosfer Asian Games 2018!***

*        *        *
Bawa pulang Bhin-bhin, Kaka, dan Atung!

*        *        *
Yeeee, berangklung ria

*        *        *
3... 2... 1...

*        *        *
Narsis sejenak ke arah kamera

*        *        *
Hufff...!

*        *        *
Dapat suvenir resmi Asian Games 2018 atas keberhasilan memasukkan bola

*        *        *
Yeeeee, kali pertama dalam sejarah merasakan spa dan sauna

*        *        *
Melihat foto ini jadi ingat film bertema Triad seperti Young and Dangerous!

*        *        *
Gaya euy!

*        *        *
Entah ini apa namanya, pengering rambut mungkin

*        *        *
Kamar yang super-duper luas

*        *        *
Saatnya, kerja, kerja, dan kerja!

*        *        *
Untuk artikel liputan bisa disimak di www.topskor.id

*        *        *
Bergaya di kantor pusat PT Bank Negara Indonesia

*        *        *
Tiada pesta yang tak berakhir, usai meninjau berbagai venue di GBK,
kami pun kembali ke rumah masing-masing

*        *        *
Artikel Terkait:

https://www.topskor.id/detail/71580/Galeri-Foto-World-Press-Briefing-2018
https://www.topskor.id/detail/71442/Sponsori-Asian-Games-2018-BNI-Sediakan-Solusi-Transaksi-Digital 
https://www.topskor.id/detail/71435/Sudah-98-Equestrian-Siap-Sambut-Asian-Games-2018 
https://www.topskor.id/detail/71404/Masih-4-Bulan-Lagi-Atmosfer-Asian-Games-2018-Sudah-Terasa 
https://www.topskor.id/detail/71378/World-Press-Briefing-Jadi-Sarana-Publikasi-INASGOC
https://www.topskor.id/detail/71376/INASGOC-dan-Puluhan-Media-Tinjau-Venue-Asian-Games-2018 

*        *        *
Artikel Sebelumnya:

*        *        *
Keterangan: Seluruh foto merupakan dokumentasi pribadi yang dilakukan sendiri (swafoto) dan dijepret rekan media lainnya.
- Jakarta, 6 April 2018

Rabu, 04 April 2018

Catat, ASPERINDO Selenggarakan ShOP di ICE BSD pada 23-25 Agustus Mendatang




PADA era modern saat ini, E-Commerce merupakan bagian dari e-business yang tidak hanya sekadar perniagaan saja. Melainkan juga mencakup kolaborasi dari mitra bisnis seperti Usaha Kecil Menengah (UKM), Online Store, Marketplace, Pembayaran Non Tunai (E-Payment), dan perusahaan perposan (jasa pengiriman).

Terutama setelah industri E-Commerce di dunia semakin berkembang. Indonesia jadi salah satu negara yang memiliki pertumbuhan E-Commerce yang sangat pesat dan memiliki potensi besar. Namun, angka kontribusi produk lokal dari UKM yang masuk di online marketplace Indonesia masih terbilang sangat kecil. Dalam hal ini, presentase angkanya memang masih debatable.

Itu mengapa, dibentuknya Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo) sebagai wadah dari berbagai perusahaan nasional yang bergerak pada bidang jasa pengiriman barang maupun dokumen, baik yang bergerak di sektor kurir atau kargo, memiliki peran penting dalam industri ini.

Dengan tujuan mendukung perkembangan industri E-Commerce Indonesia, Asperindo bersama PT. Mediatama Binakreasi, untuk kali pertama akan menyelenggarakan Show of Online People (ShOP!) pada 23-25 Agustus mendatang. Lokasinya, di Hall 3A Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD.

Acara tersebut mengusung tema Off to Global Online Market. ShOP! akan menghadirkan 200 booth pameran yang diikuti ratusan peserta dari seluruh representasi stakeholder E-Commerce di Tanah Air. Fakta itu diungkapkan Ketua Umum Aspirindo M. Feriadi dalam jumpa pers di Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat, Kamis (29/3).

"Berbagai lembaga riset dan media telah menjelaskan tentang potensi E-Commerce di Indonesia yang sangat besar. Lebih dari 500 penyelenggara pos dan logistik, baik anggota maupun non-anggota ASPERINDO yang memiliki lebih dari 40.000 cabang, gerai, dan agen layanan yang tersebar di seluruh nusantara. Mereka sangat berperan penting dan telah mendukung E-Commerce di Indonesia," kata Feriadi di hadapan puluhan media dan blogger.

Sehubungan dengan itu, diharapkan ShOP! mampu mempertemukan stakeholder E-Commerce. Hal tersebut sebagai implementasi peran ASPERINDO dalam mengupayakan perkembangan kontribusi produk lokal UKM Indonesia pada online marketplace.

Termasuk, menyajikan pengalmaan pameran kolaborasi dari seluruh stakeholder industri E-Commerce, serta mengedukasi pemanfaatan teknologi digital guna mengangkat karya dan budaya terbaik UKM kreatif bangsa ke kancah global.

ShOP! juga menjadi kesempatan istimewa untuk membahas kiat jadi eksportir sukses serta berbagi kisah sukses usaha ekspor. Untuk itu, dalam event ini juga diselenggarakan Indonesia SME's Global Course dengan tema "Peranan Platform E-Commerce International dalam Mendukung Produk Lokal Go Global".

Bakal hadir 300 peserta UKM untuk bergabung dalam course. Program menarik lainnya di ShOP! seperti talkshow, coaching clinic, dan masih banyak lagi.***


*        *        *

*        *        *

*        *        *

*        *        *

*        *        *

*        *        *

- Jakarta, 4 April 2018

Rabu, 21 Maret 2018

Terima Kasih, Kevin/Marcus!


Menpora Imam Nahrawi menyerahkan bonus Rp 250 juta kepada
Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon
atas keberhasilan menjuarai All England 2018. (Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)


PROSES tidak pernah mengkhianati hasil. Demikian, pernyataan dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi saat menyambut Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon. Pasangan yang akrab disapa Minions itu tiba di Tanah Air, Selasa (20/3) lewat Terminal 2D Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Tepatnya, usai menempuh perjalanan belasan ribu kilometer dari Birmingham, Inggris, sejak sehari sebelumnya. Sontak, rencana kedatangan Kevin/Marcus mendapat perhatian dari rakyat Indonesia. 

Termasuk, pemerintah yang diwakilkan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
Bisa dipahami mengingat Kevin/Marcus tiba dengan membawa oleh-oleh luar biasa dari Negeri Ratu Elizabeth tersebut. Yaitu, gelar All England 2018 yang diraihnya usai menjungkalkan Mathias Boe/Carsten Mogensen pada final yang berlangsung Minggu (19/3).

Kevin/Marcus hanya butuh 42 menit untuk mengeliminasi wakil Denmark tersebut. Sekaligus, meraih gelar beruntun setelah pada All England 2017 sukses menumbangkan Li Junhui/Liu Yuchen (Cina).

“Mewakili pemerintah, saya mengucapkan selamat kepada Kevin/Marcus atas keberhasilan mempertahankan gelar ini. Hasil positif di All England 2018 ini jadi modal utama kita untuk menyambut Piala Thomas, Kejuaraan Dunia, Asian Games 2018, dan Olimpiade 2020 Tokyo,” kata Imam, semringah.

Dalam kesempatan itu, Imam memberikan bonus kepada Kevin/Marcus sebesar Rp 250 juta. Untuk pelatih, menerima bonus Rp 100 juta.

Hadir pada penyambutan itu, Ketua Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Wiranto, Wakil Ketua Umum PBSI Alex Tirta, Chef de Mission (CdM) Asian Games 2018 Syafruddin, Deputi Kemenpora Peningkatan Prestasi Olahraga Mulyana, Deputi Kemenpora Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta, keluarga Kevin dan Marcus, serta puluhan suporter Indonesia yang memadati bandara.

Kevin/Marcus tiba bersama pelatih ganda putra Herry Iman Pierngadi, Sekretaris Jenderal PBSI Achmad Budiharto, dan segenap perwakilan PBSI. Kendati lelah, akibat perjalanan belasan jam, senyum selalu tersungging dari wajah Kevin/Marcus.

Termasuk, momen langka Marcus yang tertawa hingga terbahak-bahak. Itu terjadi ketika Wiranto mencandai keduanya usai memberikan hadiah. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) ini iseng mengintip isi suvenir tersebut.

“Kita wajib bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan menyambut ganda putra yang mampu mempertahankan gelarnya di All England. Semoga, prestasi mereka tidak berhenti sampai di sini. Namun, justru lebih berkembang di masa mendatang,” Wiranto, mengungkapkan.

Usai seremoni di bandara, Menpora mengajak Kevin/Marcus dan keluarganya, perwakilan PBSI, dan puluhan awak media untuk santap malam di salah satu restoran di kawasan Ancol, Jakarta Utara.

“Kesuksesan Kevin/Marcus di All England jadi kebanggaan bagi kita semua. Tentu, kami ingin mentradisikan penghargaan kepada atlet dan pelatih yang berprestasi. Terima kasih, Kevin/Marcus, pelatih, dan PBSI. Semoga (atlet) lainnya bisa mengikuti jejak Kevin/Marcus,” tutur Imam, optimistis.


Ya, selamat untuk Kevin/Marcus. Semoga dengan kesuksesan di All England 2018 bisa dilanjutkan pada berbagai turnamen penting lainnya. Terutama, Piala Thomas pada 20-27 Mei mendatang dan Asian Games (18 Agustus-2 September).***


*         *         *
Marcus mengakui, tidak mudah untuk mempertahankan gelar di turnamen sekelas
All England. Namun, dengan kesungguhan tekad, mereka bisa mencapainya kembali.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*         *         *
Kevin tak menyangka bisa meraih All England secara beruntun.
Menurutnya, juara di turnamen bulu tangkis tertua di kolong langit ini
jadi salah satu pencapaian terbesar dalam kariernya. (Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*         *         *
Kevin dan Marcus dengan medali All England yang jadi impian setiap
pebulu tangkis di dunia. (Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*         *         *
Pelatih Ganda Putra Herry Iman Pierngadi menerima bonus Rp 100 juta dari Imam
yang didampingi Ketua PBSI Wiranto dan Wakapolri Syafruddin.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*         *         *
Momen langka! Marcus tertawa lepas ketika Wiranto kepo ingin
mengetahui isi di suvenir tersebut. (Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*         *         *
Wartawan PBSI Amelia Widya tak kenal lelah mewartakan sejak di Birmingham,
Inggris,  hingga ketika Kevin/Marcus tiba di Tanah Air.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*         *         *
Suasana santai dalam perjamuan makan malam di lambung pesawat Boeing 737
Seri 400 di salah satu restoran di kawasan Ancol. (Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*         *         *
Kevin tos dengan Putri Indonesia 2015 Anindya Kusuma Putri yang kini
jadi juru bicara Kemenpora. (Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*         *         *
Marcus bersama kekasihnya, Agnes Amelinda Mulyadi.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*         *         *
Selpiiiiih dengan rekan-rekan media di Tanah Air yang meliput kedatangan
Kevin/Marcus di bandara bersama Menpora Imam Nahrawi

*         *         *
- Jakarta, 21 Maret 2018

Kamis, 15 Maret 2018

Potret Kemenangan Persija: Dari Wakapolri hingga Gubernur


The Jakmania: Official Supporters of Persija Jakarta!
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

ROYAL box Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) jadi saksi bisu lautan manusia pada malam itu. Tepatnya, saat Persija Jakarta mengalahkan Song Lam Nghe An (SLNA) 1-0 pada pertandingan keempat Grup H Piala AFC 2018.

Sepanjang 90 menit waktu normal, puluhan ribu penonton yang membanjiri stadion kebanggaan Indonesia itu merasakan harap-harap cemas. Ibarat kekasih yang memadu cinta, enggan di-PHP.

Faktanya, pada duel di markas SLNA (6/3), Persija mampu mencuri satu poin berkat skor 0-0. Di atas kertas, Macan Kemayoran bakal mengaum jika tampil di kandang sendiri.

Namun, hingga 90 menit berjalan, papan skor di stadion yang baru diresmikan untuk Asian Games 2018 pada 14 Januari lalu itu tidak berubah. Dari kursi VIP, tampak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tegang.

Tak hentinya, pria 48 tahun ini mengepalkan tangan. Teriakan, “Aduh, sayang sekali,” atau “Yaaaah, nyaris saja!” menggema dari Anies.

Apalagi, ketika dua gol Persija dianulir wasit. Sambil berpegangan pada pembatas kaca, Anies mengernyitkan dahi.

Terpaut beberapa tombak, Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Syafruddin tak kalah tegangnya. Pun demikian dengan Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot Sulistiantoro Dewa Broto yang tak terhitung bolak-balik dari kursinya demi menyaksikan pertandingan dari dekat.

Bagaimana dengan Gede Widiade? Jangan ditanya sepak terjang bos Persija ini yang sangat serius.

Namun, benarlah guratan adagium itu. Tetesan air bisa menghancurkan batu karang.

Karat dapat menggerogoti kemurnian besi. Itu tersaji saat Persija yang tampil agresif menghadapi kokohnya gerendel SLNA.

Suasana haru terpancar usai Addison Alves de Oliveira mencetak gol. Gol yang cantik lewat sontekan memesona.

Sekaligus, memberi tiga poin penting bagi Persija. Galibnya, kemarau setahun disiram hujan seminggu.

“Kemenangan di SUGBK itu berat, SLNA tak kuat. Biar Persija saja,” demikian sayup-sayup fan dengan mengangkat syal sambil menyitir ungkapan terpopuler dari film bertemakan 1990-an ini.

“Alhamdulillah… Alhamdulillah… Alhamdulillah,” pekik Gede mengucap syukur hingga tiga kali.

“Apa lagi yang harus saya katakan dengan kemenangan dramatis ini? Tidak ada kata-kata lagi, selain bersyukur,” tutur Gede, semringah.

“Sampai last minute! Benar-benar menegangkan. Saya sampai loncat ketika Addison mencetak gol,” Anies tak hentinya menyeka keringat saking antusias.

“Bersyukur, Persija menang dan SUGBK kembali kondusif. Terima kasih untuk seluruh penonton, khususnya The Jakmania yang sudah menjaga stadion ini dengan baik,” Direktur Utama Pusat Pengelola Kompleks GBK Winarto menambahkan.

Menurutnya, dalam duel ini disaksikan sekitar 44 ribu penonton. Alias, jadi rekor tertinggi kedua di Piala AFC 2018 setelah Persija menghadapi Tampines Rovers (28/2) yang ludes 49 ribu tiket.

“Tentu saja, ini sesuatu yang patut disyukuri. Pertandingan berjalan dengan tempo yang sangat tinggi. Kami berterima kasih kepada penonton karena mampu menjaga SUGBK ini dengan baik. Ayo, kita lanjutkan untuk merawat bersama stadion ini,” beber Gatot.

*        *        *

MALAM kian larut. Namun, di sekitar SUGBK, keramaian masih tersaji.

Raut kepuasan terpancar dari mereka. Penonton, The Jakmania, pedagang kaki lima, petugas keamanan, panitia, aparat kepolisian, TNI, dan sebagainya.

Di depan Wisma Atlet, tampak puluhan The Jakmania bersiul gembira. Mereka bersenandung dengan ria.

“Save GBK, Save GBK, Save GBK. Itu bukan slogan. Ini nyata, dari kami…” tutur salah satu dari mereka sambil menghentikan suaranya sejenak yang disambut koor dari yang lain.

“The Jakmania!”

“Menang kami dukung. Namun, ketika imbang apalagi kalah, dukungan kami tidak akan kendor,” lanjut mereka.

Di keheningan pada sepertiga malam itu… Jadi saksi, dari Persija untuk semua.***

*        *        *
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memeluk putranya dengan
gembira usai Addison Alves De Oliveira mencetak gol.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        *
Wakapolri Syafruddin turut merayakan kemenangan Persija Jakarta.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        *
Senyum Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyaksikan papan skor
berubah jadi 1-0 untuk tuan rumah.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        *
Gede Widiade tampak semringah usai menyaksikan sepakan Addison Alves
De Oliveira  menembus jala Song Lam Nghe An.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        *
Sesmenpora Gatot Dewa Broto mengapresiasi penonton yang sukses menjaga GBK.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        *
Gede Widiade bersama Anies Baswedan hanyut dalam kemenangan.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        *
Bos Persija Gede Widiade, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan
Direktur Utama Pusat Pengelola Kompleks GBK Winarto.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        *
- Jakarta, 15 Maret 2018