TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Potret Kemenangan Persija: Dari Wakapolri hingga Gubernur

Di Perbatasan, Harga Diri Indonesia Dipertaruhkan

Di Perbatasan, Harga Diri Indonesia Dipertaruhkan
PLBN Entikong

Kamis, 15 Maret 2018

Potret Kemenangan Persija: Dari Wakapolri hingga Gubernur


The Jakmania: Official Supporters of Persija Jakarta!
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

ROYAL box Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) jadi saksi bisu lautan manusia pada malam itu. Tepatnya, saat Persija Jakarta mengalahkan Song Lam Nghe An (SLNA) 1-0 pada pertandingan keempat Grup H Piala AFC 2018.

Sepanjang 90 menit waktu normal, puluhan ribu penonton yang membanjiri stadion kebanggaan Indonesia itu merasakan harap-harap cemas. Ibarat kekasih yang memadu cinta, enggan di-PHP.

Faktanya, pada duel di markas SLNA (6/3), Persija mampu mencuri satu poin berkat skor 0-0. Di atas kertas, Macan Kemayoran bakal mengaum jika tampil di kandang sendiri.

Namun, hingga 90 menit berjalan, papan skor di stadion yang baru diresmikan untuk Asian Games 2018 pada 14 Januari lalu itu tidak berubah. Dari kursi VIP, tampak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tegang.

Tak hentinya, pria 48 tahun ini mengepalkan tangan. Teriakan, “Aduh, sayang sekali,” atau “Yaaaah, nyaris saja!” menggema dari Anies.

Apalagi, ketika dua gol Persija dianulir wasit. Sambil berpegangan pada pembatas kaca, Anies mengernyitkan dahi.

Terpaut beberapa tombak, Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Syafruddin tak kalah tegangnya. Pun demikian dengan Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot Sulistiantoro Dewa Broto yang tak terhitung bolak-balik dari kursinya demi menyaksikan pertandingan dari dekat.

Bagaimana dengan Gede Widiade? Jangan ditanya sepak terjang bos Persija ini yang sangat serius.

Namun, benarlah guratan adagium itu. Tetesan air bisa menghancurkan batu karang.

Karat dapat menggerogoti kemurnian besi. Itu tersaji saat Persija yang tampil agresif menghadapi kokohnya gerendel SLNA.

Suasana haru terpancar usai Addison Alves de Oliveira mencetak gol. Gol yang cantik lewat sontekan memesona.

Sekaligus, memberi tiga poin penting bagi Persija. Galibnya, kemarau setahun disiram hujan seminggu.

“Kemenangan di SUGBK itu berat, SLNA tak kuat. Biar Persija saja,” demikian sayup-sayup fan dengan mengangkat syal sambil menyitir ungkapan terpopuler dari film bertemakan 1990-an ini.

“Alhamdulillah… Alhamdulillah… Alhamdulillah,” pekik Gede mengucap syukur hingga tiga kali.

“Apa lagi yang harus saya katakan dengan kemenangan dramatis ini? Tidak ada kata-kata lagi, selain bersyukur,” tutur Gede, semringah.

“Sampai last minute! Benar-benar menegangkan. Saya sampai loncat ketika Addison mencetak gol,” Anies tak hentinya menyeka keringat saking antusias.

“Bersyukur, Persija menang dan SUGBK kembali kondusif. Terima kasih untuk seluruh penonton, khususnya The Jakmania yang sudah menjaga stadion ini dengan baik,” Direktur Utama Pusat Pengelola Kompleks GBK Winarto menambahkan.

Menurutnya, dalam duel ini disaksikan sekitar 44 ribu penonton. Alias, jadi rekor tertinggi kedua di Piala AFC 2018 setelah Persija menghadapi Tampines Rovers (28/2) yang ludes 49 ribu tiket.

“Tentu saja, ini sesuatu yang patut disyukuri. Pertandingan berjalan dengan tempo yang sangat tinggi. Kami berterima kasih kepada penonton karena mampu menjaga SUGBK ini dengan baik. Ayo, kita lanjutkan untuk merawat bersama stadion ini,” beber Gatot.

*        *        *

MALAM kian larut. Namun, di sekitar SUGBK, keramaian masih tersaji.

Raut kepuasan terpancar dari mereka. Penonton, The Jakmania, pedagang kaki lima, petugas keamanan, panitia, aparat kepolisian, TNI, dan sebagainya.

Di depan Wisma Atlet, tampak puluhan The Jakmania bersiul gembira. Mereka bersenandung dengan ria.

“Save GBK, Save GBK, Save GBK. Itu bukan slogan. Ini nyata, dari kami…” tutur salah satu dari mereka sambil menghentikan suaranya sejenak yang disambut koor dari yang lain.

“The Jakmania!”

“Menang kami dukung. Namun, ketika imbang apalagi kalah, dukungan kami tidak akan kendor,” lanjut mereka.

Di keheningan pada sepertiga malam itu… Jadi saksi, dari Persija untuk semua.***

*        *        *
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memeluk putranya dengan
gembira usai Addison Alves De Oliveira mencetak gol.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        *
Wakapolri Syafruddin turut merayakan kemenangan Persija Jakarta.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        *
Senyum Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyaksikan papan skor
berubah jadi 1-0 untuk tuan rumah.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        *
Gede Widiade tampak semringah usai menyaksikan sepakan Addison Alves
De Oliveira  menembus jala Song Lam Nghe An.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        *
Sesmenpora Gatot Dewa Broto mengapresiasi penonton yang sukses menjaga GBK.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        *
Gede Widiade bersama Anies Baswedan hanyut dalam kemenangan.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        *
Bos Persija Gede Widiade, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan
Direktur Utama Pusat Pengelola Kompleks GBK Winarto.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        *
- Jakarta, 15 Maret 2018

1 komentar:

Maaf ya, saat ini komentarnya dimoderasi. Agar tidak ada spam, iklan obat kuat, virus, dan sebagainya. Silakan komentar yang baik dan pasti saya kunjungi balik.

Satu hal lagi, mohon jangan menaruh link hidup...

Terima kasih :)