TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Novel Islah Cinta Bikin Saya Ingin Keliling Dunia

Mengupas Sisi Lain dari Sudut Pandang Blogger...

Sabtu, 10 Juni 2017

Novel Islah Cinta Bikin Saya Ingin Keliling Dunia


Foto bersama rekan blogger dari Komunitas ISB dan Dini Fitria
(Klik untuk perbesar foto dan geser untuk melihat gambar lainnya)  

"CINTA segi-empat nih, bikin penasaran liat proses hubungan mereka apalagi, bercerita tentang India yang selama ini saya tahunya ya Rahul-Kajol-Tina." Demikian komentar saya dalam artikel "Islah Cinta Mewarnai Perjalanan Seorang Reporter di India" yang ditulis rekan blogger Ani Berta pada 10 Mei lalu.

Sebagai penikmat sejarah sekaligus penggemar roman, tentu saya tertarik dengan buku karya Dini Fitria. Apalagi, dengan latar belakang India yang sebelumnya saya kenal dari film Kuch-kuch Hota Hai atau wayang. Itu mengapa, saya mencoba untuk mencari tahu kapan novel Islah Cinta ini rilis.

Tak sabar rasanya melahap novel setebal 407 halaman dengan sampul ikonik ini. Beruntung, keinginan saya terwujud. Belum genap sebulan membaca resensi itu, saya mendapat informasi di fan page facebook Komunitas Indonesian Social Blogpreneur (ISB).

Komunitas yang didirikan Ani itu mengundang blogger untuk menghadiri buka puasa bersama (bukber) Dini sekaligus membahas Islah Cinta. Sudah pasti, tawaran itu tidak saya sia-siakan untuk mengetahui lebih lanjut kisah cinta segi empat ini.

*        *        *
SORE itu, langit ibu kota tampak cerah. Sambil duduk manis di samping kemudi transportasi online, saya menuju kantor Falcon Publishing di bilangan Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (9/6). Tepatnya, untuk menghadiri peluncuran novel ketiga Dini di markas penerbitnya.

Namun, perjalanan saya meleset dari prediksi akibat keliru memperhitungkan jarak dengan roda empat yang biasanya saya menggunakan roda dua. Ditambah lagi dengan situasi jelang berbuka puasa yang membuat jalanan Jakarta sangat padat merayap.

Perkiraan 1-1,5 jam dari kediaman saya di kawasan barat Jakarta ternyata nyaris dua kali lipat. Acara bertema Ngabuburead ini dimulai sejak pukul 16.00 WIB. Tapi, saya justru tiba sekitar pukul 17.15 WIB!

Alhasil, saya pun ketinggalan berbagai diskusi menarik antara Dini, rekan blogger, dan media. Beruntung, saat itu saya masih bisa mendengar di balik kisah pembuatan Islah Cinta. Termasuk, ketika dua rekan blogger, Ani, dan Yayat Daffana memberikan testimoni terkait novel yang diterbitkan Falcon Publishing ini.

"Novel ini saya buat berdasarkan pengalaman ketika meliput ke India. Di sana, umat beragama sangat heterogen. Masyarakatnya sangat toleransi antara hindu dan islam yang memiliki jejak sejarah kejayaan," Dini menuturkan pengalamannya.

Menurut wanita yang sempat jadi reporter di salah satu stasiun televisi swasta ini, Islah Cinta itu tidak hanya tentang asmara (1). Melainkan, terdapat kisah menari dari segi kebudayaan yang jadi latar belakang novel. Terutama, islam yang sempat berkembang pesat pada abad pertengahan.

*        *        *
ISLAH Cinta merupakan novel seri cinta ketiganya. Pemilik akun twitter @deneewijaya itu mengawalinya dengan Muhasabah Cinta yang berlatar Eropa. Selanjutnya, dengan Hijrah Cinta yang mengulik perjalanan hidupnya di Amerika Selatan.

Tiga novel sudah ditulis Dini dengan latar benua berbeda (2). Bagaimana dengan seri keempat?

"Ada (rencana) untuk menerbitkan seri keempat. Tapi, saya fokus untuk membuat tiga seri ini jadi film. Setelah itu, baru rencana seri keempat. Kemungkinan, (dengan latar) Maroko atau Yunani," kata Dini usai membubuhkan tanda tangan pada Islah Cinta yang saya miliki.

Kalimatnya simpel, namun maknanya dalam! Yaitu, mengingatkan saya untuk travelling. Kebetulan, saya juga suka ngebolang di berbagai penjuru nusantara. Baik itu sendirian, sebagai blogger, atau di sela-sela tugas kantor.

Terbersit keinginan untuk mengikuti jejak Dini. Tentu, tidak untuk saat ini, melainkan beberapa tahun mendatang. Tepatnya, setelah saya bisa mengunjungi berbagai daerah di Tanah Air dan beberapa negara di dunia.

"Saya sempat khawatir saat pergi ke India mengingat banyak berita melaporkan negara tersebut tidak aman untuk wanita. Namun, stigma itu tidak benar. Saya mendapat pengalaman yang berkesan dari masyarakat India. Bahkan, umat beragama di sana sangat toleransi," Dini, menambahkan.

*        *        *
NAH, penasaran dengan Islah Cinta? Seperti dalam berbagai artikel sebelumnya, saya kerap menulis resensi beberapa novel. Termasuk, dari penulis wanita seperti Naning Pranoto, Anchee Min, hingga Shoko Tendo. Untuk Islah Cinta, sudah pasti akan saya buat resensinya di blog ini. Tentu, setelah saya menyelami kisahnya dalam dua hingga tiga pekan mendatang.

Sekadar informasi, Islah Cinta sudah beredar di berbagai toko buku di kota Anda sejak Mei lalu. Yang menarik, hanya sepekan setelah dirilis, novel ini sudah tercatat sebagai best seller (3).

Itu membuktikan, Islah Cinta memiliki daya tarik yang memesona bagi pembaca. Termasuk, saya yang penasaran untuk segera menyelami isi novel ini. Bagaimana dengan Anda? Apakah sudah membaca Islah Cinta? Silakan, bagikan pengalaman Anda dengan karya Dini ini di kolom komentar!


*        *        *
Dini menuturkan berbagai pengalamannya di India

*        *        *

*        *        *
Dini membubuhkan tanda tangannya

*        *        *
Tiga seri cinta novel Dini

*        *        *
Ani Berta memberikan testimoni

*        *        *
Yayat Daffana berbagi pengalaman terkait Islah Cinta

*        *        *

Dini membubuhkan tanda tangan pada karyanya

*        *        *
Tiga seri Cinta dari Dini

*        *        *
Yeeee, tak sabar membaca Islah Cinta setebal 407 halaman ini

*        *        *


Artikel Terkait:

- Halaman Resensi

Resensi Buku Wanita Sebelumnya:
- "Tembang Cinta Para Dewi" Kisah Cinta yang Getir dari Dunia Wayang
Perempuan Tuna Rungu Menembus Batas: Kisah Inspiratif dari Angkie Yudistia
The Smilling Death: Senyuman Berbisa (Erri Subakti & Arimbi Bimoseno)
Macaroon Love (Winda Krisnadefa)
15 November (Anazkia)
Ketika Tuhan Mengizinkan Aku Sakit (Christie Damayanti)
Karma: Cepat Datangnya (Arimbi Bimoseno)
The Last Empress: Sisi Lain dari Seorang Perempuan yang Berkuasa
Empress Orchid: Kisah Selir yang Menyelamatkan Dinasti dari Keruntuhan
Yakuza Moon: Potret Nyata Kehidupan Gadis Jepang

Referensi:
1- http://www.republika.co.id/berita/ramadhan/ibrah/13/08/03/mqya95-dini-fitria-memburu-jejak-islam-ke-benua-biru
2- http://www.goodreads.com/author/show/7160909.Dini_Fitria
3- https://hot.detik.com/book/d-3518003/baru-rilis-seminggu-novel-dini-fitria-islah-cinta-best-seller


*        *        *
- Jakarta, 10 Juni 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Maaf ya, saat ini komentarnya dimoderasi. Agar tidak ada spam, iklan judi, obat kuat, penjual gunting kuku, dan sebagainya. Silakan komentar yang baik dan pasti saya kunjungi balik. Satu hal lagi, mohon jangan menaruh link hidup...

Terima kasih :)