TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Mengungkap Sisi Lain Blue Bird Group

Tentang Juventus dan Liga Champions

Tentang Juventus dan Liga Champions
Road to Cardiff: Langkah Si Nyonya Besar untuk Bertakhta Dimulai

Mengupas Sisi Lain dari Sudut Pandang Blogger...

Rabu, 21 Juni 2017

Mengungkap Sisi Lain Blue Bird Group


Direktur Marketing Blue Bird Group Amelia Nasution menyerahkan
penghargaan kepada lima driver secara simbolis
(Klik untuk perbesar foto dan geser untuk melihat foto lainnya)

MENDENGAR kata Blue Bird, asosiasi kita pasti tertuju pada taksi. Yupz, bagi masyarakat Indonesia, Blue Bird merupakan merek generik. Dalam arti, jika kita ingin memesan taksi, pasti bilangnya Blue Bird.

Padahal, yang dipesan belum tentu itu dari Blue Bird. Itu yang saya alami jika ingin memesan taksi secara manual. Tepatnya, ketika saya harus pergi ke Bandara Soekarno-Hatta atau ke sekitar Jabodetabek untuk liputan dalam rangka tugas kantor.

Apalagi, perusahaan yang berdiri sejak 1972 ini memiliki empat pilar utama dalam melayani masyarakat dalam PT. Blue Bird Tbk. (Blue Bird Group). Yaitu, taksi reguler yang berada di bawah merek Blue Bird dan Pusaka. Selanjutnya, ada taksi eksekutif (Silver Bird), mobil sewaan atau limusin (Golden Bird), dan sewa bus (Big Bird).

Namun, Blue Bird Group bukan sekadar layanan taksi saja yang dalam beberapa dekade ini jadi primadona publik. Banyak unit bisnis dari perusahaan yang didirikan sejak 1972 ini. Termasuk, logistik, alat berat, industri body kendaraan, konsultan, hingga properti!

Di sisi lain, Blue Bird Group tidak sekadar berbisnis saja. Perusahaan yang dirintis Purnomo Prawiro pada 45 tahun silam dengan 25 unit armada itu dikenal memiliki banyak misi sosial. Itu yang saya baru ketahui saat menghadiri buka bersama (bukber) yang diadakan Blue Bird.

*        *        *

TEPATNYA, setelah saya mendapat informasi dari Indonesian Social Blogpreneur (Komunitas ISB). Acara tersebut berlangsung di Oak Tree Urban, Jakarta Selatan, Selasa (20/6). Kegiatan silaturahim yang dihadiri manajemen Blue Bird Group, driver, wartawan, hingga blogger itu membuka wawasan saya.

Bisa dipahami mengingat saya baru tahu jika Blue Bird Group kerap mengadakan bakti sosial. Termasuk, dengan memberangkatkan 40 pengemudi untuk umrah gratis ke Tanah Suci dengan biaya perusahaan. Ternyata, program perjalanan ibadah ini telah berlangsung sejak dekade 1990-an.

"Sebelum 2015, Blue Bird Group memberikan fasilitas haji gratis. Namun, berhubung daftar tunggu yang sangat panjang, fasilitas tersebut (haji) dialihkan dengan pemberangkatan umrah. Kami berharap, pengemudi taksi Blue Bird bisa menerapkan nilai-nilai luhur keagamaan dalam kehidupan sehari-hari dan melakukan pekerjaan dengan jujur," ujar Direktur Blue Bird Group Andre Djokosoetono.

Dalam bukber tersebut, turut hadir lima pengemudi yang akan diberangkatkan umrah usai Idul Fitri mendatang. Tak heran jika pengemudi sangat loyal kepada Blue Bird Group hingga ada yang bekerja lebih dari 25 tahun.

"Ini sungguh luar biasa. Seperti mimpi yang seakan-akan jadi nyata. Saya beruntung jadi salah satu dari puluhan ribu pengemudi taksi Blue Bird yang terpilih untuk berangkat umrah," ujar Arwani, pengemudi taksi Blue Bird Group sejak 18 tahun silam.

Apalagi, Blue Bird Group tidak memandang driver sebagai karyawan. Melainkan, partner kerja yang saling menguntungkan bersama perusahaan. Bahkan, Blue Bird Group mempunyai program sosial lainnya. Yaitu, pemberian beasiswa dan pemberdayaan istri pengemudi.

"Fasilitas yang kami dapatkan ini membuktikan kalau perusahaan tidak hanya mementingkan keuntungan semata. Namun, juga memperhatikan kesejahteraan pengemudi dan karyawan secara utuh. Salah satunya, program umrah ini yang membuat kami lebih seimbang dalam bekerja secara iman dan emosional," Ketua Umum Serikat Pekerja Blue Bird Group Suharto Bustami, menambahkan.

Selain kepada pengemudi, Blue Bird Group juga kerap memberikan bantuan kepada pihak luar. Salah satunya kepada Rumah Harapan Indonesia Yayasan Valencia yang dalam bukber tersebut turut hadir sang pendiri, Valencia Mieke Randa.

*        *        *
DALAM kesempatan itu, Direktur Marketing Blue Bird Grup Amelia Nasution secara simbolis menyerahkan bantuan untuk Rumah Harapan yang diwakili Mieke. Perusahaan yang pada 2010 mendapat penghargaan sebagai The Greatest Brand of the Decade ini rutin memberikan bantuan untuk Rumah Harapan.

Itu berupa buku-buku bacaan, alat tulis, hingga perlengkapan gambar. Selain itu, Blue Bird Grup juga pernah memberikan pelatihan dari Kartini Blue Bird untuk ibu-ibu yang mendampingi anaknya menjalani perawatan. Bahkan, rumah singgah yang berdiri pada 2014 ini sudah menerima dua unit mobil dari Blue Bird Group untuk sarana transportasi.

"Terima kasih Blue Bird Group untuk bantuannya. Dua unit mobil itu sangat membantu kami dalam perjalanan anak-anak dari rumah singgah ke rumah sakit. Sementara, berbagai buku bacaan, alat tulis, dan perlengkapan gambar, bisa untuk mengisi waktu mereka. Sekarang, anak-anak bisa menyalurkan hobi dan kreativitasnya. Terima kasih, Blue Bird Group," kata Mieke dengan mata berkaca-kaca.

Rumah Harapan Indonesia merupakan yayasan untuk anak-anak sakit dengan usia 0-17 tahun dari keluarga yang tidak mampu. Mayoritas berasal dari luar Jakarta yang dirujuk untuk berobat atau rawat jalan di rumah sakit di Jakarta. Rumah Singgah ini memberikan fasilitas tempat tidur untuk pasien dengan satu pendamping atau orangtua. Saat ini terdapat lima lokasi di Jakarta, Bandung, Makassar, Bali, Aceh, dan menyusul Semarang pada 2017.

"Kami sangat terbuka jika ada rekan media atau blogger yang ingin berkunjung dan mengetahui lebih lanjut tentang perkembangan anak-anak di Rumah Harapan Indonesia. Di sana (Rumah Harapan Indonesia), kami bukanlah dokter atau tenaga medis. Tapi, kami selalu berusaha mengobati dan mendampingi penderita, khususnya anak-anak dengan kasih sayang," tutur Mieke yang dinobatkan sebagai CNN Indonesia Heroes 2016 tersebut.***

*        *        *
Ornamen unik di Oak Tree dengan burung terbang seperti filosofi yang dianut
Blue Bird Group

*        *        *
TVC Blue Bird Group yang menjadikan pengemudi sebagai partner kerja
yang saling menguntungkan

*        *        *
Ketua Umum Serikat Pekerja Blue Bird Group Suharto Bustami

*        *        *
Arwani, pengemudi taksi Blue Bird dari Pool Pengilingan yang  bersyukur
bisa berangkat umrah secara gratis

*        *        *
Penyerahan bantuan secara simbolik dari Amelia kepada
founder Rumah Harapan Indonesia Valencia Mieke Randa

*        *        *
Mieke menjelaskan kehidupan di rumah singgah miliknya

*        *        *
Blue Bird Group sudah berusia 45 tahun yang didirikan sejak 1972 silam

*        *        *
Salah satu wartawan berbagi kisah yang memiliki ayah dan mertua
sebagai pengemudi Blue Bird Group

*        *        *
Setiap tahun Blue Bird Group memberangkatkan 40 pengemudi pergi umrah   

*        *        *
- Jakarta, 21 Juni 2017

2 komentar:

  1. alhamdulillah, semoga blue bird bisa memberikan jatah umroh lebih banyak lagi.

    BalasHapus
  2. Ornamen di dindingnya bisa kebetulan gitu ya :D
    Oh ya, beruntung banget bapak2 pengemudi ini bisa umrah atas biaya perusahaan. Mupeng deh :)

    BalasHapus

Maaf ya, saat ini komentarnya dimoderasi. Agar tidak ada spam, iklan judi, obat kuat, penjual gunting kuku, dan sebagainya. Silakan komentar yang baik dan pasti saya kunjungi balik. Satu hal lagi, mohon jangan menaruh link hidup...

Terima kasih :)