TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Reuni Gol Terbaik Asia

Google Adsense 2016

Jelajah Bromo, Malang, dan Sekitarnya

Jelajah Bromo, Malang, dan Sekitarnya
Ngebolang Menikmati Eksotisnya Kawasan Timur Pulau Jawa

Mengupas Sisi Lain dari Sudut Pandang Blogger...

Rabu, 29 Oktober 2014

Reuni Gol Terbaik Asia

BINTANG LAWAS

Sambil barbeque dan karaoke, mereka mengingat momen emas ke gawang Kuwait. 


PERAWAKAN keduanya terlihat berbeda. Satunya tidak berbeda jauh dari saat masih aktif di lapangan hijau. Sedangkan satunya lagi punya badan mulai melar. Persamaan di antara mereka hanya sudah pensiun bermain sepak bola.

Namun persahabatan keduanya tidak lekang dimakan waktu. Adalah assists diteruskan tendangan setengah salto ke gawang Kuwait di Piala Asia 1996, jadi momen yang mengakrabkan kedua orang ini. Mereka adalah Ronny Wabia dan Widodo Cahyono Putro.

Akhir April lalu kedua sosok ini bertemu. Di rumah Ronny, kawasan kota Jayapura, mereka bersenda gurau, tertawa bersama, saling mengingat momen emas pada menit ke-20 tersebut. Momen yang akhirnya terpilih sebagai gol terbaik Asia 1996.

Lebih seru lagi karena waktu itu Ronny dan Widodo adalah pencetak gol Indonesia di turnamen empat tahunan tersebut. Mereka masing-masing mencetak dua gol dari total empat kali Indonesia menyarangkan bola ke gawang lawan. Gol-gol itu dicetak ke gawang Kuwait dan Korea Selatan.

“Sampai sekarang saya masih terharu ketika umpan itu disambar Widodo. Dia melakukannya tanpa menoleh ke gawang. Juga sekaligus mengecoh lima bek Kuwait. Itu membuktikan insting Widodo sebagai predator ulung di Asia,” kata Ronny.

Widodo pun dengan penuh antusias menimpali pujian Ronny. Widodo mengatakan gerakan salto itu spontanitas. Semua terlihat mudah lantaran sudah sering dicoba saat berlatih.

“Pas Ronny mengirim umpan dari sayap kanan, langsung saya sambar dan gol! Saya pun sebenarnya tidak menyangka bola akan masuk ke gawang,” kata Widodo yang datang ke rumah Ronny di sela-sela tur tim arahannya, Persegres Gresik, ke kandang Persipura Jayapura.

Reuni mereka berlangsung dalam balutan acara barbeque, karaoke, dan tentu saja berfoto bersama. “Bagi saya hubungan dengan Ronny bukan sekadar di lapangan. Kami terus menjalin persahabatan,” ucap Widodo. 

Ikuti Jejak

Di sisi lain, Ronny mengaku ingin mengikuti jejak Widodo yang banting setir jadi pelatih setelah pensiun bermain. Saat ini Ronny masih tercatat sebagai karyawan Bank Papua. Jabatannya pun cukup lumayan yaitu kepala teller.

“Tapi keinginan itu mungkin baru bisa terwujud sekitar lima tahun lagi. Soalnya saya masih ingin konsentrasi dengan pekerjaan di bank. Yang jeals, saya merindukan lapangan dan teriakan penonton,” kata Ronny yang mengaku sudah punya modal lisensi B pelatih.*


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Maaf ya, saat ini komentarnya dimoderasi. Agar tidak ada spam, iklan judi, obat kuat, penjual gunting kuku, dan sebagainya. Silakan komentar yang baik dan pasti saya kunjungi balik. Satu hal lagi, mohon jangan menaruh link hidup...

Terima kasih :)