TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: lifestye

Serial Catatan Harian Ojol

Serial Catatan Harian Ojol
Serial Catatan Harian Ojol
Tampilkan postingan dengan label lifestye. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lifestye. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 September 2024

Harta, Takhta, dan Wanita dalam Budaya Batak


Harta, Takhta, dan Wanita 

dalam Budaya Batak


Foto: Dokumentasi pribadi/@roelly87


HARTA, takhta, dan wanita. Demikian tema yang dipasang akun instagram @weddingbatakexhibition terkait talkshow dalam rangkaian Wedding Batak Exhibition (WBE) 2024. 

Pameran ini diselenggarakan dua hari, Sabtu dan Minggu (8-9 September). Kebetulan, saya turut menghadiri acaranya pada hari pertama. 

Untuk jelasnya, bisa disimak pada artikel yang saya tulis kemarin, https://www.roelly87.com/2024/09/lebih-dekat-dengan-wedding-batak.html.

Nah, terkait tema talkshow yang mebghadirkan narasumber Ina Rachman dipandu Project Director WBE 2024 Martha Simanjuntak ini sangat menarik.

Btw, saya cowo. Bukan dari suku Batak. Melainkan, blendingan Sunda, Jawa, dan keturunan China.

Namun, sangat tertarik dengan WBE 2024 hingga turut hadir pagi-pagi. 

Sebagai makhluk nokturnal, ini momen langka. Sebab, biasanya kalo pagi, saya masih berlayar di pulau kapuk alias tidur. 

Sementara, aktif mencari nafkah sebagai ojek online (ojol) biasanya sore hingga subuh. 

Ya, saya mirip Batman lah yang beroperasi malam hari di Kota Gotham. Ha... Ha... Ha...!

Terkait pameran, bisa Anda dan kalian pembaca blog ini simak pada artikel sebelumnya. Untuk postingan ini, mengenai tema talkshow, Harta, Tahta, Wanita: Patriarki dalam Budaya Batak, dan Peran Hukum dalam Mengadaptasi Budaya Batak.

Patriarki?

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menjelaskan, Patriarki adalah perilaku mengutamakan laki-laki daripada perempuan dalam masyarakat atau kelompok sosial tertentu.

Yupz, ini lumrah dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan, di dunia, mayoritas mengusung Patrilinieal yang dalam KBBI artinya, mengenai hubungan keturunan melalui garis kerabat pria saja, bapak: sistem kekerabatan pada masyarakat Batak bersifat -- murni.

Btw, sekadar info, di kolong langit ini, mayoritas negara menganut paham Patrilineal, termasuk di Indonesia dengan di antaranya, Batak, Jawa, Sunda, Bali, dan mayoritas suku lainnya.

Untuk matrilineal (garis keturunan ibu) di Tanah Air, diwakili suku Minangkabau dan Semando. 

Eh, kenapa jadi bahas patrilineal? 

Woles, bro and sist. Ini ada kaitannya dengan tema talkshow, ya. Sabar ya dik, ya :)

Apalagi, terkait peranan wanita, saya sudah sering menulisnya. Baik di blog pribadi ini atau Kompasiana.


*       *       *

Foto: Dokumentasi pribadi/@roelly87



DALAM pembagian warisan pada budaya Batak -dan mayoritas patrilineal lainnya-, anak perempuan tidak dapat. Alias, hanya anak laki-laki yang menerimanya, baik tanah atau rumah.

Sementara, anak perempuan biasanya sekadar mendapat perhiasan atau barang berharga lainnya. 

Kadang jadi bingung sih. Berasa ga adil. 

Harusnya, kan sama-sama anak, baik laki-laki maupun perempuan, tetap dapat. Terkait pembagiannya lebih besar pria, itu cerita lain.

Namun, bagaimanapun, adat-istiadat dan budaya Batak yang sudah mengakar ratusan tahun itu wajib kita hormati. 

Apalagi, banyak juga keluarga yang memberikan porsi sama. Baik anak laki-laki dan perempuan, tidak dibedakan.

Kendati, tergantung keputusan keluarga tersebut seperti yang diungkapkan Martha. Menurutnya, orang tua punya kriteria masing-masing dalam menentukan pilihan. 

Apa pun keputusannya, sebagai anak yang berbakti tentu akan mengikuti. Ya, saya sangat setuju pada poin ini.

Ina juga menambahkan disela-sela diskusi dengan blogger mengenai Hukum Positif Indonesia yang terdiri dari hukum tertulis (Undang-undang) dan hukum tidak tertulis (hukum adat).

Selain warisan yang diterima wanita, dalan talkshow ini, Ina pun membahas terkait karier. Menurut pendiri Maestro Law Office ini, perkembangan zaman sudah membuka pintu bagi anak perempuan Batak untuk bekerja. 

Baik saat masih gadis atau sudah menikah. Pun demikian dengan pendidikan tinggi. 

Saat ini banyak wanita Batak yang memiliki karier cerah di posisi strategis baik pemerintahan maupun swasta. (https://www.kompasiana.com/roelly87/550eae6ba33311b12dba834d/saatnya-perempuan-tidak-hanya-di-sumur-dapur-dan-kasur?page=all#section1)

Alhasil, patriarki dalam suku Batak tidak membatasi kaum wanita. Melainkan, dalam konteks sebagai kepala keluarga. 

Misalnya, saat menggelar pernikahan atau keagamaan, tentu pria yang memimpin. Itu hal lumrah. Tidak hanya pada Batak saja, melainkan budaya lainnya.

Dalam konteks agama, misalnya islam, pria merupakan imam alias pemimpin. Namun, kita juga harus ingat, surga berada di bawah telapak kaki ibu. Jadi, kita wajib menghormati wanita.

Yupz, masih banyak ilmu bermanfaat yang diambil saat menghadiri Wedding Batak Exhibition 2024, kemarin. Selain talkshow dengan Ina Rachman, juga banyak lagi yang menarik dalam rangkaian acara dua hari ini. 

Termasuk, konsultasi menikah adat Batak untuk calon pengantin. Juga mengenai pelaksanaan pesta adat Batak yang tidak ribet.

Yuppiii, ga sabar untuk menyambut Wedding Batak Exhibition 2025!


*       *       *


- Jakarta, 9 September 2024


*       *       *


Artikel Terkait Wanita Hebat:


- https://www.kompasiana.com/roelly87/550eae6ba33311b12dba834d/saatnya-perempuan-tidak-hanya-di-sumur-dapur-dan-kasur


- https://www.roelly87.com/2017/12/ketika-pria-bicara-kesetaraan-gender.html


- https://www.roelly87.com/2015/11/ngobrol-bareng-christie-damayanti.html


- https://www.kompasiana.com/roelly87/552c7f746ea834fa458b4681/beda-nasib-kartini-kartono?page=all#section1


Sabtu, 07 September 2024

Lebih Dekat dengan Wedding Batak Exhibition 2024

Lebih Dekat dengan Wedding Batak Exhibition 2024

Foto: Dokumentasi pribadi/@roelly87




BATAK merupakan suku terbesar ketiga di Indonesia berdasarkan populasi setelah Jawa dan Sunda. Mencapai 14 juta jiwa yang tersebar di penjuru Tanah Air. 

Tidak hanya di Sumatera Utara (Sumut) saja yang jadi asalnya. Melainkan, di berbagai pulau besar lainnya di Indonesia. Juga di beberapa negara lai seperti Malaysia, Singapura, Belanda, Belgia, Amerika Serikat (AS), dan sebagainya.

Kalau bicara terkait Batak, ingatan saya tertuju pada dunia olahraga. Beberapa, yang sering saya saksikan adalah:

1. Anthony Sinisuka Ginting (bulu tangkis/tunggal putra)

2. Jimmy Napitupulu (sepak bola/wasit FIFA)

3. Radja Nainggolan (sepak bola/warga negara Belgia)

Banyak tokoh ternama di Tanah Air yang berasal dari suku Batak. Misalnya, di dunia hiburan dengan Ruhut Sitompul. Saya yang besar pada dekade 1990-an tentu ga asing dengan pria yang memerankan Poltak, si Raja Minyak dari Medan. 

Saya juga beberapa kali menyaksikan film bertema atau latar tokoh dari Batak. Salah satunya, Jenderal Djamin Ginting yang rilis 2014 silam (https://www.kompasiana.com/roelly87/54f41787745513a32b6c85df/3-nafas-likas-dan-sosok-di-balik-kehebatan-jenderal-djamin-ginting).

Itu mengapa, saya sangat antusias saat menghadiri Wedding Batak Exhibition (WBE) 2024 di SMESCO Convention Hall, Jakarta Selatan, pagi tadi, Sabtu (7/9).

Emang ada apa aja dari pameran yang diselenggarakan dua hari, 7-8 September ini? Banyak banget!

WBE 2024 ini merupakan pameran perdana di Indonesia dengan tujuan merayakan dan mempromosikan budaya batak. Event yang diselenggarakan Helaparumaen dan Chathaulos ini mengundang masyarakat luas di seluruh penjuru Tanah Air, untuk menyaksikan dan merasakan langsung pesona tradisi Batak dalam berbagai bentuk.

Wow...

Menarik, euy!

Bagi saya, ini kali perdana menghadiri event spesifik terkait Batak. Kebetulan, sejak dulu, saya memang kerap mengunjungi berbagai pameran.

Mulai dari wayang, cosplay, buku jadul, keris, batik, lukisan, silat, filateli, alutsista TNI-Polri, dan sebagainya. Namun, sejak pandemi, WBE 2024 yang pertama saya datangi.

Ya, penasaran aja setelah melihat infonya di media sosial (medsos). Kebetulan, Sabtu merupakan hari nyantai saya yang berprofesi sebagai ojek online (ojol). Alhasil, saya bisa bebas seharian ikut acara.

Yuppiii!


*       *       *

Foto: Dokumentasi pribadi/@roelly87


USAI berkeliling SMESCO, saya menyimpulkan, WBE 2024 bukan sekadar pameran saja. Saya seperti melihat sisi lain dari suku Batak yang sebelumnya hanya terlihat dari kejauhan.

Bukan soal jarak yang cukup jauh dari Jakarta ke Sumut berkisar 1.000 km lebih. Melainkan karena saya seperti benar-benar langsung melihat aktivitas dan interaksi masyarakat Batak.

Fakta tersebut diakui Project Director WBE 2024 Martha Simanjuntak. 

"Ini adalah platform yang dirancang untuk mempertemukan para vendor pernikahan Batak dan nasional dengan calon mempelai. Sekaligus memberikan ruang bagi talenta muda untuk menampilkan keterampilan dan kreativitas mereka dalam fashion, musik, dan tarian tradisional Batak," ujarnya disela-sela diskusi saat pembukaan WBE 2024. 

"Kami ingin mengangkat UKM ekonomi kreatif yang bergerak di berbagai sektor pendukung serta melestarikan dan memperkenalkan budaya Batak kepada masyarakat luas."

Ya, WBE 2024 ini turut  mengusung misi budaya yang lebih besar. Pameran ini diharapkan menjadi gerakan budaya untuk mempertahankan identitas bangsa melalui budaya Batak. 

Dengan menampilkan lima budaya Batak utama —Batak Toba, Batak Karo, Batak Pakpak, Batak Simalungun, dan Batak Mandailing— acara ini bertujuan untuk memperkenalkan kekayaan tradisi pernikahan Batak yang unik dan beragam.

Itu mengapa, "Batak untuk Indonesia" menjadi tagline yang menggema dalam acara ini. Menegaskan bahwa budaya Batak dengan segala tradisi, adat, dan nilai-nilainya berkontribusi signifikan dalam memperkaya keragaman budaya Indonesia. 

Melalui pameran ini, diharapkan masyarakat luas dapat melihat bahwa budaya Batak tidak hanya relevan bagi masyarakat Batak sendiri, tetapi juga mampu memberikan inspirasi dan nilai-nilai yang dapat diapresiasi oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

"Ini kesempatan emas bagi kami untuk menyatukan budaya Batak dalam konteks kebangsaan yang lebih luas," Martha, menambahkan. "Kami ingin menunjukkan bahwa setiap budaya daerah memiliki peran penting dalam membangun identitas nasional yang beragam dan inklusif."

Saya setuju. Setiap budaya dari berbagai suku di Indonesia memiliki kekayaan dan keanekaragaman masing-masing. 

Saya yang sejak kecil akrab dengan budaya Sunda, Betawi, dan Jawa pun selalu ingin mempelajari adat istiadat suku lain, termasuk Batak.

Dalam kesempatan tersebut, Program Director WBE 2024 Hongkia Doni Silalahi  menyampaikan bahwa acara ini akan menghadirkan beragam kegiatan menarik. Termasuk pameran budaya, fashion show, talk show, konser musik, dan kompetisi make-up artist (MUA). 

Semua ini dirancang untuk menyoroti talenta-talenta muda dan memberikan panggung bagi mereka untuk bersinar, sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih mengenal dan menghargai budaya Batak secara mendalam.

Yuppiii... Menarik, euy!

Saya sudah menyaksikannya pada hari pertama, kemarin. Nah, Anda dan kalian semua pembaca blog ini berkesempatan menghadiri Wedding Batak Exhibition 2024 pada hari kedua, besok, Minggu (8/9).

Untuk info lebih lengkap, bisa menyimaknya di laman ini:

- instagram.com/weddingbatakexhibition

- instagram.com/iwitacreative

- https://chathaulos.id/wbe2024


Foto: Dokumentasi pribadi/@roelly87


*       *       *

- Jakarta, 7 September 2024


*       *       *


Artikel Terkait Pameran:


- https://www.roelly87.com/2015/10/yuk-kunjungi-pameran-filateli-christie.html

- https://www.roelly87.com/2017/10/christie-damayanti-pameran-filateli-13.html

- https://www.roelly87.com/2016/04/bulan-dirgantara-indonesia-2016.html

- https://www.roelly87.com/2016/04/jakarta-metropolitan-police-expo-2016.html

- https://www.roelly87.com/2016/04/semarak-wayang-pesona-indonesia-2016.html

- https://www.roelly87.com/2015/10/yuk-hadiri-pameran-seni-lukis-jakarta.html

- https://www.roelly87.com/2015/10/sisi-lain-basoeki-abdullah-dalam.html 

- https://www.roelly87.com/2015/11/yuk-kunjungi-jakarta-biennale-2015.html

- https://www.roelly87.com/2015/09/lebih-dekat-dengan-jerman-di-pameran.html

- https://www.roelly87.com/2015/09/yuk-kunjungi-jerman-fest-2015-di.html

- https://www.roelly87.com/2015/08/yuk-hadiri-pameran-seni-patung-pencak.html

- https://www.kompasiana.com/roelly87/550de23ea33311a12dba7da3/hellofest-8-ketika-iron-man-membuka-topeng-aslinya

- https://www.kompasiana.com/roelly87/55171d1d8133118c669de194/yuk-berkunjung-ke-pameran-filateli-di-museum-prangko

- https://www.kompasiana.com/roelly87/552b1b4ef17e61cd6fd623e4/yuk-meriahkan-karnaval-wayang-dunia-2013

- https://www.kompasiana.com/roelly87/55281d19f17e619c1a8b45a3/catatan-dari-wayang-world-puppet-carnival-2013

- https://www.kompasiana.com/roelly87/54f76de4a33311f8368b4774/pelukis-yayak-yatmaka-kembali-gelar-pameran-tunggal-di-tim

- https://www.kompasiana.com/roelly87/5649fb527197734916db12b0/yuk-kunjungi-jakarta-biennale-2015


-

Selasa, 11 Juni 2024

Pati Identik dengan Penggelapan, Ngapain Aja Pemerintahnya Selama Ini?


Pati Identik dengan Penggelapan, Ngapain Aja Pemerintahnya Selama Ini?


MENYANTAP gorengan yang berisi tempe, tahu isi, dan bala-bala merupakan kenikmatan sebagai cemilan ringan. Ditambah cengek yang hijaunya menggoda membuat suasana siang itu sangat syahdu.

Kriuk gorengan yang diselipkan beberapa cengek merupakan surga dunia. Ya, cukup dengan Rp 10.000 per bungkus dengan isinya macam-macam, kita bisa menikmati cemilan ringan yang sukses membuat mata melek.

Maklum, perpaduan tempe goreng, tahu isi, bala-bala, dan cabe rawit kecil nan menggoda, cukup membuat saya terjaga dari lelah serta kantuk usai seharian membelah jalanan ibu kota sebagai ojek online (ojol). 

Tak lupa, plastik berisi es tebu untuk menangkal pedas yang membuat suasana bersandar di emperan ruko kosong Taman Palem, Jakarta Barat, jadi lebih berwarna.

Tak lama, dari arah jam tiga, datang rekan ojol yang kemungkinan juga ikut ngadem. Kami pun bersalaman seperti biasa.

Usai saling menawarkan makanan masing-masing, dia sibuk menuang gelas plastik berisi kopi hitam sambil membuka hp. Saya juga tenggelam bersama cengek dan sepotong bala-bala.

"Makin rame aja ya soal Pati, ngab," ujar rekan ojol itu membuka percakapan.

Btw, 'ngab' merupakan anagram dari bang yang merupakan panggilan akrab sesama pria. Setara dengan bro, mas, brader, aa, kang, om, dan pak.

"Iya, bro," jawab saya singkat disela-sela gigitan terakhir tahu isi.

"Sadis juga ya, warga sono. Katanya, satu kampung isinya penadah gituan."

"Kasihan korban yang ga bersalah. Yang pasti, main hakim sendiri ga bisa dibenarkan."

"Iya, ngab. Padahal banyak ojol juga asal sono. Tapi biasanya baik. Kayak di BC ane ada yang pake motor *** kan asli Sukolilo. Orangnya ramah banget. Ga neko-neko. Ini di kampung aslinya, warganya malah serem semua."

"Bener bro. Ane juga kenal beberapa rekan ojol dari daerah A, B, C, dan lain-lain. Biasa aja. Stigma daerahnya rawan ini-itu ya wajar. Namun, ga semua warganya, termasuk yang merantau di Jakarta, berprilaku minus."

Obrolan kami terputus karena hp dia bunyi aplikasi pertanda dapat orderan. Rekan ojol itu pun langsung menyeruput kopi terakhirnya.

"Ngab, ane cabut dulu ya."

"Kakap bro?

"Paus... Ha ha ha."

"Ke mana?" Saya penasaran. Biasanya rute ojol jauh dibilang kakap di atas 20 km. Kalo paus, ya bisa lebih.

"Cikarang. Lumayan ngebolang ngab."

"Ebuset Itu mah, bukan paus lagi, tapi megalodon. Bisa 50 km ya."

"Ha ha ha. 60 km lebih, sampe pantat panas. Ane duluan ngab, mumpung Daan Mogot jam segini belom macet."

"Lanjut bro."


*       *       *


DALAM beberapa hari terakhir, Kabupaten Pati, khususnya Kecamatan Sukolilo jadi sorotan masyarakat. Itu terkait pengeroyokan warga kepada pengusaha rental yang mengakibatkan meninggal.

Kronologis yang saya baca di berbagai media, pengusaha rental dan beberapa kawannya hendak mengambil mobil yang digelapkan penyewa di Desa Sumbersuko, Sukolilo, Jumat (7/6). Apa daya, mereka justru disangka maling oleh warga hingga berujung penganiayaan.

Saya sudah melihat video yang beredar di media sosial (medsos). Itu biadab sih. Orang yang sudah terkapar masih dihujani pukulan dan batu. 

Mungkin, iblis pun sungkem kepada para warga yang melakukan penganiyaan tersebut. 

Sumpah, saya merinding lihat videonya.

Tak heran jika Sukolilo dan Pati pun dicap sebagai daerah penadah kendaraan curian. Stigma negatif ini bukan hanya dari satu atau dua orang saja.

Melainkan berdasarkan banyak pengakuan warga yang mengungkapkan kekesalannya di medsos. Bahkan, Pati (dan Sukolilo) di-blacklist sebagai kawasan rawan bersanding dengan Lampung, Palembang, Madura, dan Medan.

Di sisi lain, saya juga simpati kepada warga yang tinggal di kawasan yang dapat label negatif itu. Sebab, tidak semua penduduk di sana terlibat.

Sekali lagi, tidak semuanya terlibat.

Misal, (Pulau) Madura yang kerap dijuluki North Mexico akibat maraknya pencurian kendaraan atau menyerobot tanah orang. Jujur, ini bikin risih. Secara banyak orang dari Madura yang saya kenal, baik-baik saja. Malah, sangat ramah dan suka membantu sesama.

Hal serupa Medan dengan Gotham City terkait maraknya kriminalitas. Begitu juga dengan Lampung, Palembang, dan lainnya.

Saya pikir, kita ga bisa menggeneralisasi. Secara, dari sekian warga yang barbar, tentu tidak sedikit yang waras.

Bahkan, ada yang mengaitkan asal daerah dengan perilaku minus. Konon, ini jadi catatan hitam saat melamar kerja.

Untuk ini, saya tidak setuju. Maklum, saya besar di kawasan yang dijuluki Bronx-nya Jakarta. Namun, ya sejauh ini normal saja. Sejak kecil saya ga terpengaruh yang aneh-aneh. Begitu juga dengan warga lainnya. 

Kalo pun ada yang barbar, suka tawuran, maling, pengedar narkoba, ya itu segelintir saja. Jangan salahkan daerahnya.

Melainkan, justru yang harus disalahkan itu pejabat pemerintahnya bersama kepolisian. Sebab, mereka yang harusnya bertanggung jawab dengan situasi dan keadaan itu.

Contohnya, di Sukilolo dan Pati. Yang harus disalahkan ya camat, bupati, dan aparat yang berwenang.

Kemana mereka selama ini hingga Pati dan Sukolilo puluhan tahun dikenal sebagai kawasan penadah?

Ini yang seharusnya turut diusut. Apalagi, Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi kabarnya mau nyalon sebagai gubernur. Selama ini ngapain aja hingga membiarkan anak buahnya seperti ga peduli dengan Pati.

Begitu juga dengan Medan yang kini dipimpin Bobby Nasution sebagai walikota dan bersiap nyagub Sumatera Utara. Status sebagai menantu Presiden Joko Widodo ternyata ga berguna untuk menghilangkan stigma "Gotham City". Eh ini mau melompat lebih jauh sebagai orang nomor satu di Sumut...

Aduh!


*       *       *


KEADILAN harus ditegakkan di Tanah Air. Warga yang terbukti melakukan penganiayaan terhadap pengusaha travel harus dihukum berat. Khususnya, provokator atau dalangnya dan para penadah yang terlibat.

Pada saat bersamaan, pemerintah daerahnya dan aparat kepolisian jangan lepas tangan begitu aja. Mereka wajib kerja keras untuk mengedukasi warga Sukolilo dan Pati. 

Tidak hanya sekadar formalitas saja yang biasa dilakukan saat viral dan dilupakan ketika isunya sudah reda. Melainkan harus terjun langsung ke lapangan. 

Ini juga harus menggandeng pemerintah pusat. Sebab, maraknya penggelapan berkolerasi dengan himpitan ekonomi yang sulit di Pati. Konon banyak pengangguran di sana yang membuat mereka gelap mata.

Ini jadi PR bersama para pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat, pemprov Jawa Tengah, pemda Pati, Sukolilo, dan aparat penegak hukum. Toh, gaji mereka kan berasal dari keringat masyarakat, termasuk warga Pati.

Jangan sampai insiden ini terulang lagi. Serius.

Sumpah, ga lucu jika dalam beberapa waktu ke depan kembali heboh diberitakan ada pengusaha rental yang takut mengambil kendaraannya yang digelapkan di Pati. 

Kalau seperti ini lagi, lebih baik para pejabat yang makan gaji buta itu segera mengundurkan diri.***


*       *       *


- Jakarta, 11 Juni 2024



*       *       *


Referensi:


- https://m.antaranews.com/berita/4145706/tiga-tersangka-pengeroyokan-kasus-mobil-rental-diancam-12-tahun-bui


- https://www.kompas.com/tren/read/2024/06/10/183000965/rangkuman-minggu-kriminal-di-pati-ada-pengeroyokan-pembunuhan-perampokan?page=all#page2


- https://metro.tempo.co/read/1878035/kronologi-bos-rental-mobil-dianiaya-warga-hingga-tewas-di-pati



...


Minggu, 26 Mei 2024

Tidak Ada Toleransi untuk Perokok

 Tidak Ada Toleransi untuk Perokok

Tidak Ada Toleransi untuk Perokok



Burung atau walet terbang di antara
gedung pencakar langit
di Jalan Sudirman, Jakarta Selatan
(Foto: dokumentasi pribadi/@roelly87)


"YAELAH, sok suci banget."

"B aja kali, di jalan juga banyak. Emang gw ga waras, sengaja mau buang abunya ke orang lain? Dih."

"Ojol sombong!"

"Gw laporin loh ke aplikator. Biar dipecat. Mam**s."

Demikian berbagai komentar customer saat saya menjalankan tugas sebagai ojek online (ojol). Khususnya, ketika mengantar penumpang yang ternyata sedang merokok.

Baik saat di lokasi jemput alias sebelum naik. Atau, ketika customer sudah duduk di motor yang sedang jalan.

Bagi saya, tidak ada toleransi untuk itu. Setidaknya, saat di motor saya.

Jika sudah sampai tujuan dan turun dari motor sih, bodo amat. Mau ngerokok atau jungkir balik, headbanger, moshing, dan sebagainya, saya tidak ambil pusing.

Ora urus!


*       *       *


JULI mendatang, saya genap lima tahun sebagai ojol. Bukan waktu yang sebentar sejak kali pertama daftar pada 2019 silam.

Seperti artikel sebelumnya (https://www.roelly87.com/2024/01/dapat-orderan-raja-terakhir-mie-gacoan.html), saya punya lima aplikasi ojol dan kurir. Tepatnya, sebagai mitra aplikator, berdasarkan saya daftar yaitu:

1. Gojek: antar penumpang, makanan, barang

2. ShopeeFood: antar makanan, barang

3. Lalamove: antar barang

4. Indriver: antar penumpang, barang

5. Maxim: antar penumpang, makanan, barang

Oh ya, ada satu lagi, Traveloka Eats. Namun, sudah tutup November 2022 yang artinya beroperasi hanya setahun (sejak 2021).

Sedih sih kehilangan Traveloka Eats. Meski singkat, namun cukup berdampak positif pada pemasukan saya sehari-hari.

Semoga Traveloka bisa bangkit lagi ke depannya dengan menyediakan lini pengantaran makanan atau barang. Aamiin!

Untuk antar makanan, jelas seperti artikel sebelumnya,  (https://www.roelly87.com/2023/10/setelah-15-tahun.html) saya anti ambil orderan kue ulang tahun. 

Kalo antar barang ga masalah. Termasuk, yang dimensinya besar.

Mulai dari ban mobil, guci, akuarium, hingga kulkas dua pintu. Kulkas? 

Yoi. No problemo, secara sudah diikat dengan rapi oleh karyawan tokonya. Jadi, saya tinggal antar saja. 

Paling-paling keringet dingin kalo lupa isi bensin akibat harus bongkar muatan saat buka jok motor. Ha ha ha.

Bagaimana dengan antar penumpang? Biasa aja.

Sejauh ini, ga ada masalah. Termasuk, jika yang ganjil sekalipun.

Kebetulan, motor saya matic standar yang bisa ditaruh helm di bawah jok. CC-nya aja 125.

Bahkan, saya sering mengantar dua penumpang sekaligus. Terutama jika hujan, banjir, atau situasi force majeur yang menyebabkan sulit bagi customer untuk pesan ojol.

Sekali lagi, ga masalah.

Niat saya, keluar dari rumah untuk mencari uang yang halal. Perkara prosesnya berliku atau rumit, itu cerita lain.

Yang penting, udah usaha. Yongkru!


*       *       *


DAPAT apresiasi berupa pujian dan tip dari customer itu bagi saya udah lumrah. Sebagai ojol, tentu saya harus lakukan yang terbaik karena jualan jasa.

Pun demikian jika dapat komentar negatif, bahkan prilaku menjurus XXX (Sumber: https://www.instagram.com/p/CHV-PwNLo_2/?igsh=bGxoYTM5dmI1MTl1). Ya, terima aja.

Itu udah resiko jadi ojol. Ga perlu drama.

Namun, sebagai pemilik kendaraan, tentu saya punya aturan tersendiri. Setidaknya, ada tiga, dengan dua di antaranya tergantung situasi dan satu lagi mutlak.

1. Harus pakai helm

2. Tidak main hp/tablet/laptop

3. Tidak merokok

Yang pertama, situasional. Dulu, sebelum Pandemi Koronavirus melanda Tanah Air, saya sangat mewajibkan penumpang untuk pakai helm.

Jauh atau dekat, wajib pakai. Jika customer nolak pake helm, langsung cancel.

Selesai.

Saya ga mau drama. Juga bukan tipe pribadi yang ingin ribet.

Rules-nya jelas. Selama di motor saya, setiap penumpang wajib ikutin aturan saya.

Siapa pun itu. Baik orang tua, anak muda, anak kecil, pria, wanita, ACDC, pejabat, dan sebagainya.

Hanya, itu dulu. Sejak Covid 19 melanda, saya harus kompromi dengan keadaan (Referensi: https://www.instagram.com/p/CMC9RpsLXPI/?igsh=MTN4MHd5cmVmZnZ6Mg== dan s.id/GBHNojol).

Bagaimanapun, dapur harus ngebul. Idealis hanya teori ketika di hadapkan pada kebutuhan perut.

Alhasil, saya pun mencoba untuk toleransi jika ada penumpang yang ga mau pake helm. Setidaknya, ga terlalu jauh dari GBHN. Alias, Garis Besar Haluan Ngojek.

Tentu, syarat dan ketentuan berlaku, dong. 

1. Jarak deket

2. Malam

3. Ga ada polisi

4. Selain di kawasan Harmoni-Medan Merdeka-Thamrin-Sudirman yang memang zona merah


*       *       *


UNTUK yang kedua, terkait penumpang main gawai. Yaitu, imbauan menyimpan hp, tablet, dan laptop demi menghindari jambret atau kriminalitas lainnya.

Saya sering bawa penumpang yang asyik dengan ketiga gawai tersebut. Khususnya, hp yang selalu ditemui setiap hari.

Sebelum jalan, saya biasa mengingatkan dengan sopan agar penumpang menyimpan gawainya. Mayoritas sih menurut dengan langsung menaruhnya di saku atau tas.

Namun, adakalanya bandel. Diingetin iya-iya aja. Sebelum berangkat dimasukin saku atau tas. Namun, saat di jalan lanjut dikeluarkan.

Yowes lah.

Bahkan, ada yang malah ngomel. Ga terima dikasih tahu.

"Udah ga usah ribet. Ini hp saya. Abang sebagai ojol fokus aja bawa motornya."

Juga pernah, di-kick balik customer, "Abang aja naroh hp di stang. Ngapain nyuruh saya buat masukin hp saya di tas!"

He... He... He...

Saya naroh hp di stang yang dikaitkan dengan holder itu untuk melihat maps di aplikasi ojol. Secara, saya ga terlalu hapal jalan-jalan di ibu kota. 

Apalagi, jika masuk gang sempit. Gunanya holder hp ya untuk memudahkan ojol menyimak rute yang dituju. 

Terutama jika macet. Apakah lewat jalan utama atau gang kecil. 

Nah, kalo penumpang tetep bandel, ya sudah.

Saudara bukan. 

Tetangga bukan. 

Kenal juga nggak. 

Bodo amat!

Yang penting, saya udah kasih tahu. Tanggung jawab saya sebagai ojol yang jualan jasa sudah gugur.

Kalo customer lanjut main hp setelah beberapa kali diberi tahu ya sudah. Risiko ditanggung penumpang.


*       *       *


TERAKHIR, alias yang ketiga. Yaitu, tentang penumpang yang merokok.

Yes.

Saya juga perokok. Aktif. Namun, berusaha untuk tidak menyulut asap kehidupan itu saat sedang di motor.

Kenapa?

Alasannya, jelas. Membahayakan orang sekitar.

Sebab, abu rokok yang tertiup angin saja bisa membuat baju, celana bahan, dan jaket bolong. Apalagi, kalo kena muka. 

Perih banget.

Bahkan, di media pernah ada orang yang kena matanya nyaris buta akibat abu rokok pengendara lain. Sangat membahayakan sekitar.

Itu mengapa, saya sangat keras jika ada penumpang yang merokok. 

Saya tutup mata ketika customer ga pake helm. Masa bodoh jika penumpang main hp di motor.

Namun, khusus untuk rokok, jawaban saya jelas: Meminta dengan sopan agar rokoknya dibuang.

Kalo penumpang itu bandel dan posisi belum naik motor, maka saya cancel. Ga peduli ongkosnya besar sekalipun.

Sebab, saya ga mau terlibat hukum jika penumpang yang merokok itu abunya kena orang lain. 

Lalu, jika customer itu nakal dengan matikan rokok saat mau naik tapi ketika sudah di jalan lanjut dinyalakan, saya akan bertindak tegas. Minta penumpang itu turun.

Secara, hari apes ga ada dalam kalender.

Nah, bagaimana jika ada penumpang yang menghisap vape? Sejauh ini, saya hanya sebatas mengimbau. 

Tidak melarang. 

Lho, standar ganda dong? 

Bukan begitu. Sebab, vape dan sejenisnya tidak ada abu yang berterbangan.

Hanya asap. Tidak membahayakan orang lain.

Setidaknya, hingga saat ini. Ketika, artikel ini dimuat di blog. 

Mungkin, nanti akan saya larang jika ternyata asap dari vape dan sejenisnya ternyata membahayakan orang lain. Saat ini, saya masih menyimak.


*       *       *


KONKLUSI dari artikel ini, setiap ojol pasti ingin memberikan yang terbaik kepada para penumpang. Yaitu, dengan mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan bagi mereka.

Itu merupakan tugas utama ojol yang bergerak di bidang jasa. Apalagi, orderan dari customer, apa pun itu pada layanan antarpenumpang, makanan, dan barang, merupakan sumber penghasilan kami.

Yuk, kita kerja sama yang baik untuk disiplin di jalanan. 


*       *       *


Artikel Terkait Ojol:


- https://www.roelly87.com/2024/03/penumpang-kecebur-got-dan-motor-hampir.html

- https://www.roelly87.com/2024/03/terima-kasih-orang-baik-3.html

- https://www.roelly87.com/2024/03/anak-perwira-dijambret-di-samping-polda.html

- https://www.roelly87.com/2023/05/ditolak-ojol-bertepuk-sebelah-tangan.html

- https://www.roelly87.com/2023/04/lawan-arogansi-di-jalanan-jangan-pernah.html

- https://www.roelly87.com/2023/02/risiko-ojol-antar-makanan-pada-dini-hari.html

- https://www.roelly87.com/2022/09/terima-kasih-orang-baik.html

- https://www.roelly87.com/2021/03/kompromi-dengan-keadaan.html

- https://www.roelly87.com/2020/11/kamus-besar-bahasa-ojol.html

- https://www.roelly87.com/2020/03/tidak-ada-polisi-40-ini-alasan.html


*       *       *


- Jakarta, 26 Mei 2024



....

Kamis, 20 September 2018

Tips Mudah Memilih Hotel Terbaik di Bandung yang Murah dan Nyaman


Kota Bandung memiliki banyak objek wisata menarik untuk dikunjungi



Kenyamanan dan kepuasan Anda ketika liburan itu bukan hanya keseruan dari objek wisata yang dikunjungi tetapi juga dari tempat penginapan. Jika Anda bisa memilih hotel yang tepat dan nyaman tentunya istirahat mahal juga akan lebih berkualitas. Yang pasti pagi hari ketika akan memulai untuk berpetualang akan segar kembali. Nah, untuk memberikan kepuasan hal itu saat ini banyak sekali hotel terbaik di Bandung yang bisa Anda gunakan sebagai para wisatawan. Bahkan perkembangan baru terus muncul dalam dunia perhotelan Bandung.


Bandung sendiri merupakan salah satu destinasi wisata paling favorit bagi masyarakat dalam negeri maupun luar negeri. Apalagi sekarang ini banyak sekali perkembangan dari kota kembang tersebut dari sektor pariwisatanya. Tempat-tempat yang intragable bisa Anda kunjungi tanpa harus membayar mahal-mahal. Tetapi sebelum melakukan liburan tersebut Anda harus mempersiapkan segala sesuatunya, yang paling penting penginapan. Nah, berikut ini beberapa tips yang bisa Anda gunakan ketika memilih hotel di Bandung yaitu:

  1. Lokasi hotel.
Pertama yang perlu Anda jadikan sebagai pertimbangan adalah lokasi yang akan digunakan untuk menginap. Hal ini penting sekali karena akan berimbas pada kenyamanan Anda ketika akan berpergian kebeberapa tempat wisata pilihan. Sangat direkomendasikan untuk memilih hotel yang ada di Bandung dengan lokasi yang strategis. Misalnya saja dekat dengan beberapa objek, tempat makan, fasilitas umum atau dengan kata lain merupakan pusat kota.

  1. Fasilitas hotel.
Kedua untuk mendapatkan hotel terbaik yang ada di Bandung Anda harus melihat fasilitas yang ditawarkan. Ini tentu bukan hanya perlengkapan standar saja seperti kamar mandi, makan dan beberapa lain. Tetapi perlu juga Anda memperhatikan fasilitas penunjang lain, karena beberapa
hotel terbaik di Bandung telah menyediakan perlengkapan yang cukup lengkap.

  1. Harga.
Lalu dari harga yang ditawarkan, ini penting karena setiap orang mempunyai kisaran harga yang berbeda. Tidak sedikit yang memilih hotel di Bandung dengan harga minim karena untuk menghemat. Tetapi ada yang tidak segan membayar banyak untuk mendapatkan kenyamanan yang terbaik. Untuk mendapatkan harga yang terbaik atau termurah ada baiknya untuk menggunakan jasa situs booking online yang umumnya memberikan tawaran promo.

  1. Lihat review.
Ketika Anda menggunakan situs booking hotel secara online pasti ada banyak sekali keterangan yang ada. Mulai dari bintang, fasilitas, pelayanan, harga sampai dengan review dari orang lain yang telah menggunakan. Untuk mengetahui apakah itu termasuk dalam hotel terbaik atau tidak Anda jangan lupa melihat dari review tersebut.

Kemajuan jaman seperti sekarang ini memang memberikan Anda banyak kemudahan, bahkan seakan semakin dimanja dengan teknologi. Begitu pula ketika akan melakukan pemesanan hotel sudah tidak perlu lagi telepon ataupun datang. Karena dengan melihat situs booking hotel terbaik sudah ada jelas semua data, mulai dari kredibilitas hotel, harga sampai dengan ketersediaan kamar. Untuk Bandung sendiri mempunyai beberapa hotel pilihan yang terbaik dan murah seperti De batara hotel, Amira hotel, Vio hotel, Pop hotel dan masih banyak lagi lainnya.

Harga memang sering dijadikan sebagai patokan dasar orang memilih hotel ketika liburan ataupun berkunjung kota lain. Meskipun harga yang Anda minta murah tetapi belum tentu mendapatkan penginapan yang standar. Karena hotel terbaik di Bandung sendiri bukan saja identik dengan harga mahal tetapi juga harga yang terjangkau. Itulah beberapa referensi yang bisa dibagi, semoga dapat bermanfaat dan berguna bagi Anda yang akan melakukan liburan. Atau dapat juga membaca ulasan lain dari travel blog yang mungkin bermanfaat bagi Anda.


*            *           *

- Jakarta, 20 September 2018