TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: 6 Misteri di Balik Sang Saka Merah Putih

Mengupas Sisi Lain dari Sudut Pandang Blogger...

Nikmati Genflix Selama 7 Hari Gratis!

Jumat, 02 Desember 2016

6 Misteri di Balik Sang Saka Merah Putih


Bendera merah putih selalu dikibarkan pada HUT Kemerdekaan 17 Agustus


Sebagai warga negara Indonesia, memang sudah seharusnya kita tahu mengenai bendera merah putih. Bahkan, setiap rumah diwajibkan memiliki minimal satu bendera yang akan dikibarkan jelang HUT Kemerdekaan setiap 17 Agustus.

Keberadaannya jadi simbol negara yang sangat penting. Aset berharga yang harus dilindungi. Warna putih menunjukkan kesucian. Sedangkan merah berarti keberanian.

Namun, tidak hanya Indonesia saja yang menggunakan dua warna tersebut sebagai simbol negara. Ternyata, Monako juga memakai merah-putih sebagai identitas negaranya. Berbeda dengan Polandia yang meski dwiwarna, tapi putih-merah.

Pengibaran bendera umumnya dilakukan pada hari-hari penting saja. Misal, HUT Kemerdekaan, peringatan Sumpah Pemuda, atau Hari Pahlawan. Namun, untuk instansi pendidikan seperti sekolah mulai dari SD hingga SMA, umumnya dilakukan setiap Senin dengan upacara terlebih dulu.

Begitu juga dengan instansi pemerintahan. Sehingga, tak menampik jika kebutuhannya juga lebih tinggi dibandingkan yang lain. Alias, harus punya lebih dari satu untuk mempermudah dalam penggunaan agar bisa sering berganti-ganti.

Sebaiknya, bagi Anda yang memiliki bendera merah putih ini di rumah, selalu dicuci dengan rutin dan dirawat. Meskipun, hanya digunakan sekali dalam setahun. Sebab, jika terlalu lama disimpan dalam almari justru akan merusak bahannya. Proses perawatannya sendiri sangat mudah karena cukup dengan mencuci secara teratur, setrika kemudian lipat, simpan dalam lemari dibarengi dengan kamper biar selalu wangi.

Yang menarik, simbol merah putih ini bukan hanya sekadar lambang negara saja. Melainkan, memiliki banyak sekali nilai. Tahukah Anda, bahwa bendera Indonesia ini juga menyimpan banyak misteri? Enam di antaranya sebagai berikut:

1. Bendera pertama dijahit dengan tangan. Jangan salah, jika sekarang ini Anda bisa menemukan produksi massal menggunakan mesin, dulu bendera tersebut dijahit hanya dengan benang dan jarum biasa. Prosesnya dilakukan sehari semalam oleh Ibu Negara Fatmawati saat itu. Ukuran aslinya, 276 x 200 cm.

2. Proses penjahitan dilakukan tengah malam. Semalam sebelum kemerdekaan memang banyak hal yang harus disiapkan. Tak hanya teks proklamasi saja, melainkan juga lambang negara ini. Fatmawati langsung menjahitnya setelah kedatangan Soekarno dari Rengasdengklok. Keduanya lalu mempersiapkan proklamasi yang akan dilakukan esok harinya.

3. Kain yang digunakan bukan katun, melainkan wol. Jika dilihat bendera yang umum digunakan sekarang terbuat dari bahan katun atau spandex, ternyata sejarah bendera pertama negara kita tidak begitu. Sang saka merah putih ini dijahit secara langsung dengan tangan menggunakan bahan kain wol, lebih tebal dan agak berat.

4. Bendera pertama hanya dikibarkan selama masa 32 tahun. Usia bendera ini sudah sangat lama, sama dengan perjalanan Indonesia. Hanya saja, setelah lewat 32 tahun, sang saka merah putih tidak digunakan lagi dan digantikan dengan bendera replika yang umum dijumpai sekarang.

5. Bendera asli sudah cacat karena termakan usia yang membuatnya harus disimpan. Itu karena kondisinya sudah tidak bagus lagi akibat memiliki beberapa robekan pada bagian ujung.

6. Sang saka merah putih ini termasuk lambang negara yang diatur Undang-Undang Dasar (UUD). Jika Anda membaca UUD, ada pada UU no 40 tahun 1958.

Nah, berdasarkan fakta tersebut, penting untuk mengenalkan sang saka merah putih sedini mungkin kepada keluarga kita. Khususnya, anak-anak yang masih masih kecil agar lebih mengerti lagi. Karena merah putih bukan sekadar warna saja, melainkan juga lambang bagi Indonesia sejak 1945 silam.

Bendera merah putih sekarang juga hadir dalam berbagai tampilan. Terutama hiasan-hiasan yang umum digunakan menjelang perayaan 17 Agustus.***

*        *        *
Sumber:
http://indonesia.go.id/?page_id=485&lang=id
http://www.setneg.go.id/images/stories/kepmen/uu24th2009.pdf

*        *        *
- Jakarta, 2 Desember 2016

2 komentar:

  1. Baru tau Kalo bendera negara kita itu awalnya berbahan wol dan bukan katun.

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah itu mas, jadi beda sama yang sekarang ya...

      Hapus

Maaf ya, saat ini komentarnya dimoderasi. Agar tidak ada spam, iklan judi, obat kuat, penjual gunting kuku, dan sebagainya. Silakan komentar yang baik dan pasti saya kunjungi balik. Satu hal lagi, mohon jangan menaruh link hidup...

Terima kasih :)