TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Yusuf Kurniawan

Serial Catatan Harian Ojol

Serial Catatan Harian Ojol
Serial Catatan Harian Ojol
Tampilkan postingan dengan label Yusuf Kurniawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Yusuf Kurniawan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Januari 2018

13 Tahun TopSkor dalam Menyampaikan Informasi Olahraga


Salah satu pendiri TopSkor, Lilys (paling kanan) memotong kue tart
bertuliskan HUT ke-13 media ini, kemarin. (Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)



13 merupakan angka yang seksi. Dalam sepak bola, sejak dekade lalu, nomor 13 identik dengan Michael Ballack. Andalan tim nasional (timnas) Jerman yang pernah memperkuat berbagai klub elite di kolong langit itu dikenal sebagai salah satu penyihir dalam blantika bal-balan. Bisa dipahami mengingat posisinya merupakan gelandang yang berperan sebagai kreator.

Dalam generasi yang sama, terdapat salah satu bek terbaik di kolong langit. Ya, bagi Anda yang menggemari sepak bola sejak era 1990-an, tentu tidak asing dengan Alessandro Nesta. Sosok yang semasa jadi pemain dijuluki sebagai batu karang itu hingga kini masih mencuri hati penggemar Lazio, AC Milan, dan Italia. 


Wajar saja karena Nesta merupakan bek tangguh yang memberi rasa aman bagi setiap kiper di belakangnya. Pria yang dikenal sebagai pemilik khas dari jersey 13 ini pun sangat bergelimang gelar. Mulai dari citarasa lokal seperti Seri A, Liga Champions, hingga Piala Dunia sudah didapatkan.

Tentu, selain mereka,  masih banyak pesepak bola hebat yang identik dengan nomor punggung 13 tersebut. Mulai dari Gerd Mueller, William Gallas, Douglas Maicon, Park Ji Sung, hingga Thomas Mueller.


*          *          *

SIANG itu, sang surya bersinar dengan terik. Namun, hangatnya sang mentari justru memberi semangat penggawa TopSkor untuk melakukan persiapan. Ya, usai salat Jumat (5/1) berbagai kru dari media ternama di Tanah Air ini antusias menyambut HUT ke-13 yang diperingati setiap 6 Januari.

Perayaannya, dibuat sederhana. Namun, dari kesederhanaan itu timbul optimisme tinggi. Ya, semoga dalam usia ke-13 ini, TopSkor semakin maju, jaya, kian berkualitas baik isi dan penampilannya. Aamiin…

Kalimat sederhana itu diucapkan salah satu pendiri TopSkor, Lilys, usai doa bersama. Di kantor kami yang sederhana di sudut Jakarta, kami merayakan HUT ke-13 TopSkor dengan cara yang sederhana, khidmat, dan bermakna. Kami memanjatkan doa pada Jumat yang baik itu semoga di hari-hari selanjutnya sepanjang 2018 dan seterusnya, kami diberikan rahmat, berkah, sehat, dan kesejahteraan untuk seluruh karyawan TopSkor dan keluarganya.

Tentu, semua hari adalah baik. Sudah pasti, kita berdoa atau merenungi perjalanan yang telah kita lalui, kapan pun waktunya. Namun, pembaca, hari ulang tahun hanya terjadi sekali dalam setahun. Waktu ketika kita mengingat kembali titik awal dulu saat memulai perjalanan hingga sampai sejauh ini.

Ya, 13 tahun! Usia TopSkor hari ini, genap 13 tahun. Sebuah rentang waktu yang panjang, setidaknya jika mengingat derasnya cobaan atau rintangan yang kami hadapi. Gelombang yang kami hadapi juga bukan hanya dari dunia yang kami geluti, melainkan juga dalam konteks sebenarnya. Gelombang banjir yang sempat melanda ibu kota beberapa tahun silam pun pernah menjadi cobaan. Namun, kami tetap kuat menghadapinya. Semakin tinggi gelombang tersebut, justru membuat rasa kekeluargaan kami bertambah erat. 

“Selamat ulang tahun, TopSkor. Semoga tetap jadi pemimpin media olahraga di Tanah Air,” ujar Lilys, optimistis.


*          *          *

ADAGIUM lawas mengatakan, intan tetaplah intan yang kemilaunya tetap memesona meski berada di dasar lumpur sekali pun. Namun, untuk membentuk struktur dari batu permata tersebut, tentu harus melalui proses yang panjang. Butuh kesabaran yang tinggi disertai energi berlebih untuk menghasilkan sebutir intan.

Pun demikian dalam lingkup media. Hari ini, TopSkor genap 13 tahun. Suatu perjalanan yang lumayan panjang sejak terbit perdana pada 6 Januari 2005. Namun, pepatah mengatakan, proses tidak pernah mengkhianati hasil. Hingga kini, TopSkor jadi barometer masyarakat dalam menyimak informasi olahraga pada Senin hingga Sabtu. 

Hanya, seiring perkembangan zaman, sudah pasti disertai pesatnya teknologi. Itu pun berpengaruh pada penerimaan minat baca masyarakat yang menginginkan informasi update. Itu mengapa, sejak 2014 lalu, TopSkor merombak website resminya demi mengakomodasi kebutuhan pembaca, terutama generasi milenial. Yaitu, dengan portal olahraga www.TopSkor.id.
Website ini jadi jawaban masyarakat yang menginginkan informasi ter-update. Misalnya, hasil pertandingan, transfer pemain, situasi terkini terkait olahraga, dan sebagainya. Keberadaan www.TopSkor.id melengkapi Harian TopSkor untuk memberi informasi mengenai olahraga dengan ciri khas masing-masing. 


Website www.TopSkor.id mengandalkan kecepatan untuk sampai ke pembaca yang bisa diakses melalui smartphone, PC, laptop, tablet, dan ke depannya sedang dikembangkan aplikasi. Di sisi lain, Harian TopSkor tetap jadi acuan masyarakat yang menginginkan informasi lebih mendalam disertai infografis nan menawan yang sudah jadi ciri khas.

Bersama ini, kami mengucapkan terima kasih kepada Anda, para pembaca setia. Kami berharap bisa terus menemani Anda dalam menyampaikan informasi mengenai olahraga.***


*          *          *
Harian TopSkor terbit perdana pada 6 Januari 2005 yang kini
merambah ranah digital dengan www.TopSkor.id sejak 2014 silam.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*          *          *
Pemimpin Redaksi TopSkor Yusuf Kurniawan memberi sambutan kehadiran
penggawa FC Internazionale, termasuk Diego Milito yang  berkunjung ke
kantor redaksi TopSkor pada 24 Mei 2012.  (Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*          *          *
Pemotongan tumpeng yang dilakukan Lilys, saat melepas Edi Krisnadefa
dan Nurul Ika Hidayati untuk meliput Piala Eropa 2012 di Ukraina-Polandia.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*          *          *
Yusuf Kurniawan bersama redaktur dan reporter TopSkor saat
sesi pemotretan pada 2012 silam. (Foto: TopSkor.id/Harian TopSkor)

*          *          *
Segenap karyawan TopSkor mengadakan liburan ke Pulau Pari saat
perayaan HUT kedelapan pada 2013 silam. (Foto: TopSkor.id/Harian TopSkor)

*          *          *
Yusuf Kurniawan dan Lilys dalam perayaan HUT kesembilan TopSkor
di Pantai Mutiara, Jakarta Utara, pada 2014 lalu. (Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*          *          *
TopSkor menyelenggarakan nonton bareng Real Madrid versus Barcelona di
GOR Otista, pada 25 Oktober 2014. (Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*          *          *
HUT ke-10 TopSkor mengangkat tema berbagai legenda sepak bola  nasional
dan dunia yang mengenakan nomor keramat itu. (Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*          *          *
TopSkor menyelenggarakan nonton bareng Manchester City kontra
Manchester United di Bintaro pada 20 Maret 2016. (Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*          *          *
Foto bersama segenap penggawa TopSkor usai suksesnya penyelenggaraan
NIVEA MEN TopSkor Cup U-16 2017 pada 17 Desember lalu
di Stadion Bea Cukai, Rawamangun. (Foto: TopSkor.id/Adi Sesotya)

*          *          *

- Jakarta, 6 Januari 2018

Selasa, 29 November 2016

Selamat Jalan Pak Slamet...


Keluarga Besar TopSkor kehilangan salah satu sahabat terbaik...


...di langit tak ada awan
di empat penjuru terang benderang
angin membawa bau harum
seluruh gunung sunyi senyap

hari ini bertemu kegirangan besar
bebas dari bahaya 
dan bebas pula dari segala penderitaan
apa tak pantas untuk diberi selamat?*


DEMIKIAN salah satu syair yang pernah saya baca di suatu kitab syair masa lampau. Berkisah, tentang perjalanan untuk berpulang yang tak harus ditangisi. Sebaliknya, justru disambut gembira dari orang tersebut. Ya, menghadap Sang Pencipta, merupakan suatu kegembiraan.

Sebab, hidup ini hanya sementara. Dan, suatu saat, saya, Anda pembaca blog ini, kita, kami, dan semua yang ada di muka bumi pun, turut kembali kepada-Nya. Itu semua, bukan soal usia. Melainkan, hanya menunggu sang Khaliq yang telah menetapkan.

*       *       *
SIANG itu, Selasa (22/11) sekitar pukul 14.35 WIB, keluarga besar Harian TopSkor kembali berduka. Salah satu dari kami, Slamet Styadi, telah berpulang pada usia 49 tahun. Sosok yang menjabat sebagai manajer SDM Harian TopSkor meninggal dunia.

Tepatnya, saat baru lima menit mengayunkan raket di Lapangan Bulutangkis Kantor Kemenpora, Jakarta Pusat. Sebelum meninggal, Slamet sempat dibawa ke Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Dr. Mintoharjo, Jakarta Pusat.

Hanya, takdir berkata lain. Pria kelahiran Jakarta, 26 Januari 1967 itu mengembuskan nafas terakhirnya. Sehari kemudian (23/11), setelah kedatangan ketiga anaknya, Slamet dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Layur, Penggilingan, Jakarta Timur.

Ya, kami, keluarga besar Harian TopSkor kehilangan salah satu penggawa terbaiknya. Namun, kami tidak berduka. Sebab, Slamet menghadap Sang Pencipta, dengan sangat baik. Itu karena pria yang akrab disapa dengan inisial Sty ini, sedang dalam bertugas.

*       *       *
HARI ini, tepat sepekan Slamet meninggalkan kami. Bagi saya, beliau merupakan senior sekaligus mentor. Maklum, dia yang menerima sekaligus mewawancarai saya ketika kali pertama bekerja di media olahraga.

Saya masih ingat, beberapa tahun silam, saya menghadap ke ruangannya untuk interview. Berkat beliau juga, saya bisa belajar untuk menulis reportase, opini, dan analisis. Ya, Slamet dikenal sebagai pribadi yang tegas.

Titik, koma, tanda baca, yang setiap saya atau rekan jurnalis Harian TopSkor lainnya, tidak pernah luput dari pandangannya. Maklum, Slamet sudah berkecimpung di media sejak dekade 1990-an. Mulai dari Majalah Sportif, Tabloid GO, hingga media telekomunikasi. Tanpa gemblengan dirinya, saya tidak bisa jadi seperti ini.

Di luar pekerjaan, kami merupakan rekan. Canda-tawa kerap mengalir di antara Slamet dengan saya dan rekan-rekan lainnya di Harian TopSkor. Baik ketika rapat, diskusi, atau bepergian. Meski secara usia terpaut jauh, namun dia tetap berlaku simpatik kepada yang muda. Slamet tidak pernah memandang usia. Bergaul ya bergaul. Pun begitu dalam bekerja.

Hanya, kebersamaan saya dengannya tergolong singkat. Tidak sampai sewindu kami melalui suka dan duka dalam lingkungan yang sama. Meski begitu, kenangan kami tetap abadi. Ya, selamat jalan pak Slamet, senior sekaligus mentor saya di Harian TopSkor!

benang baru habis
setelah ulat sutera mati
air mata akan kering
ketika lilin menjadi abu...**

*       *       *
Seusai dimandikan di RSAL Dr. Mintoharjo

*       *       *
Suasana pemakaman di TPU Layur

*       *       *
Keluarga di pusara almarhum

*       *       *

Artikel Terkait:
Hari Ini Setahun yang Lalu: Selamat Jalan Bang Faqih

 *       *       *
Keterangan: *Disitir dari puisi dalam novel Pedang Langit dan Golok Pembunuh Naga
- Jakarta, 29 November 2016