TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Pelangi yang Indah Bersinar di Sanggau

Di Perbatasan, Harga Diri Indonesia Dipertaruhkan

Di Perbatasan, Harga Diri Indonesia Dipertaruhkan
PLBN Entikong

Selasa, 24 April 2018

Pelangi yang Indah Bersinar di Sanggau


Pekong Tri Dharma dan Masjid Al Ikhlas yang berdampingan di Kota Sanggau
(Klik untuk perbesar foto dan geser untuk melihat gambar lainnya)

INFRASTRUKTUR merupakan prioritas utama dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sejak memimpin negeri ini pada 20 Oktober 2014 hingga artikel ini dimuat, pria kelahiran Solo itu berusaha mengejar ketertinggalan Indonesia dibanding negara tetangga.

Yaitu, dengan menggiatkan pembangunan infrastruktur yang meliputi, jalan, jembatan, pelabuhan, bandar udara, waduk, dan pembangkit listrik.

Jokowi menegaskan, infrastruktur sangat penting dalam membangun keadilan sosial bagi seluruh raykat Indonesia. Ayah dari Gibran Rakabuming Raka, Kahiyang Ayu, dan Kaesang Pangarep ini mengingatkan, pembangunan infrastrukur itu sebagai layanan dasar untuk rasa keadilan.

“Ini langkah awal yang dibutuhkan sebagai prasyarat pembangunan yang berkelanjutan. Untuk menopang ekonomi nasional kita, untuk bisa berkompetisi dengan negara-negara yang lain,” kata Jokowi seperti saya kutip dari Setkab.go.id.

Ya, saya setuju dengan pernyataan sosok yang 21 Juni mendatang genap 57 tahun ini. Pemerataan infrastruktur di berbagai wilayah Tanah Air sesuai dengan sila kelima Pancasila: Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

*        *        *

PAGI itu, langit di Pontianak sangat cerah. Usai menikmati hangatnya terik mentari di kota khatulistiwa, saya bersama rombongan bersiap menuju Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Senin (23/4). Kami berjumlah 11 orang yang berasal dari tiga kelompok berbeda tapi punya kesamaan visi.

Yaitu, untuk meninjau lebih dalam Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Entikong, Kabupaten Sanggau. Saya,  Dewi Nuryanti, Monicaoctavia Anggen, dan Terry Endropoetro merupakan empat blogger yang mewakili netizen.

Empat orang lagi dari Kementerian Sekretariat Kabinet (Setkab). Itu meliputi Kepala Bidang Pelayanan dan Diseminasi Informasi Setkab Mita Apriyanti, Said Muhidin (Kepala Bidang Pengelolaan Informasi), Kurniawati (Kepala Subbidang Data dan Informasi), dan Dhanykurniawan Pamungkas (Kepala Subbidang Penghubung). Sementara, tiga lainnya dari Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP).

Untuk hari kedua kami di Kalimantan Barat ini, kami akan berkeliling Kabupaten Sanggau. Ini melanjutkan petualangan pada hari pertama, Minggu (22/4) dengan wisata kuliner yang didampingi perwakilan Hubungan Masyarakat (Humas) Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Artikel sebelumnya: Melongok Wajah Baru Perbatasan Indonesia dengan Malaysia).

Sejak meninggalkan kota Pontianak, saya dibuat takjub dengan kolaborasi kerja keras dan cerdas dari pemerintah pusat dan daerah. Betapa tidak, Jalan Trans Kalimantan yang menghubungkan ke Kuching, Malaysia, dan Brunei Darussalam, sudah mulus.

Jujur saja, ini di luar ekspekstasi saya. Sebab, awalnya saya pikir, jalan raya utama di Borneo ini masih seperti tanah yang bergelombang. Namun, sepanjang jalan yang bakal jadi kenangan tersendiri bagi saya ini, justru sangat mulus.

Tak heran jika kemudahan akses ini memengaruhi jarak tempuh. Menurut driver yang memandu kami, sebelum diperbaiki, Pontianak ke kota Sanggau bisa menempuh tujuh jam. Namun, usai diaspal dengan mulus, kini hanya empat atau lima jam.

*        *        *
AZAN magrib berkumandang dengan merdu dari pengeras suara di Masjid Al Ikhlas di Kota Sanggau. Mayoritas umat muslim pun berbondong-bondong untuk menunaikan ibadah salat di tempat ibadah yang didirikan sejak 1980 silam.

Pada saat yang bersamaan, beberapa orang memasuki Pekong Tri Dharma yang kemungkinan datang untuk beribadah. Bagi saya ini, pemandangan ini sangat menyejukkan. Sebab, dua tempat ibadah itu letaknya berdampingan.

Sekaligus, mengingatkan saya dengan kota tercinta, Jakarta. Yaitu, Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral yang juga lokasinya berdampingan. Dalam catatan saya, ketika ada perayaan hari besar agama, kedua tempat ibadah yang terletak di kawasan Jakarta Pusat itu saling bahu membahu.

Misalnya, ketika Idul Fitri, pihak Katedral menyediakan halamannya sebagai tempat parkir tambahan bagi umat muslim. Pun demikian jika Natal, pengelola Istiqlal melakukan hal yang sama kepada muat kristiani.

Duh, indahnya Indonesia. Perbedaan yang membuat negara ini jadi besar. Seperti pelangi yang muncul di langit-langit Sanggau usai turun hujan yang terdiri dari berbagai warna. Menurut perwakilan Humas Kabupaten Sanggau, toleransi sangat dijunjung tinggi antarpemeluk agama, suku, dan golongan.

Misalnya, ketika Imlek atau Cap Go Meh yang bersamaan dengan salat Jumat. Umat kedua agama itu menjalankan ibadah masing-masing. Bahkan, saling berbagi cemilan khas seperti bakpao dan kue bulan. Pun demikian ketika Idul Fitri tiba, umat muslim turut berbagi ketupat atau makanan khas lainnya.

Kebetulan, di sekitar dua tempat ibadah itu terdapat pemukiman padat penduduk. Kami juga sempat berbincang dengan masyarakat setempat saat menikmati hangatnya kopi dengan aroma khas di salah satu kedai.

Sebelumnya, kami turut menyambangi Kantor Bupati Sanggau untuk beraudiensi dengan tim Humas yang dilanjutkan dengan mengunjungi Jembatan Kapuas Tayan yang memiliki arsitektur memesona. Jembatan terpanjang kedua di Indonesia ini diresmikan Jokowi pada 22 Maret 2016.

Keberadaan jembatan sepanjang 1.650 meter ini sangat membantu bagi warga Kalimantan. Khususnya, karena pergerakan barang dan manusia menjadi lebih lancar.

"Sebelum ada jembatan ini, mobil dan motor harus bayar Rp 200.000. Artinya, masyarakat mendapat keuntungan karena tadinya bayar, sekarang tidak,” ujar presiden dalam laman Setkab.go.id.

Selain sarana penghubung, jembatan ini juga jadi objek wisata anyar bagi pemerintah daerah. Bisa dipahami mengingat Jembatan Tayan ini memiliki keindahan dalam rancangan dan desain. Tak heran jika saya dan rombongan menyempatkan sejenak untuk bernarsis ria sambil mengabadikan pemandangan yang indah dari atas jembatan.

Apalagi, di bawah jembatan terdapat pulau kecil, yaitu Pulau Tayan. Ini menambah daya tarik bagi masyarakat yang melintas untuk singgah ke berbagai rumah makan atau membeli oleh-oleh yang bisa memberi pemasukan bagi pemerintah daerah serta masyarakat setempat.***

*        *        *
Dari dalam mobil menikmati mulusnya jalan Trans Kalimantan 

*        *        *
Jembatan Tayan yang diresmikan Presiden Jokowi pada 22 Maret 2016 tampak
anggun dan memesona 

*        *        *
Menyantap cemilan khas Sanggau sambil menikmati indahnya panorama di
atas jembatan sepanjang 1.650 meter

*        *        *
Beraudiensi dengan perwakilan Humas Pemerintah Kabupaten Sanggau

*        *        *
Salah satu sudut di kota Sanggau

*        *        *
Indahnya pelangi di langit-langit Sanggau 

*        *        *
Menelusuri lebih dalam tentang indahnya kebersamaan

*        *        *
Di Sanggau, banyak terdapat warung kopi dengan cita rasa yang khas

*        *        *
Ngemil dan ngopi-ngopi cantik sebelum melanjutkan ke PLBN Entikong,
Selasa (24/4)

*        *        *

Artikel ini merupakan bagian dari Seri Kunjungan ke PLBN Entikong
Catat, Setkab Selenggarakan Lomba Medsos Berhadiah Rp 107 Juta!
(Teaser) Melongok Wajah Baru Perbatasan Indonesia dengan Malaysia

Artikel Terkait:
Menikmati Eksotisnya Candra Naya yang Tersembunyi
Mengunjungi Masjid Hidayatullah yang Bersejarah dan Dikelilingi Gedung Bertingkat

*        *        *
- Balai Karangan, Sanggau, Kalimantan Barat, 24 April 2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Maaf ya, saat ini komentarnya dimoderasi. Agar tidak ada spam, iklan obat kuat, virus, dan sebagainya. Silakan komentar yang baik dan pasti saya kunjungi balik.

Satu hal lagi, mohon jangan menaruh link hidup...

Terima kasih :)