TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Yuk, Kita Cegah Osteoporosis sejak Dini

Di Perbatasan, Harga Diri Indonesia Dipertaruhkan

Di Perbatasan, Harga Diri Indonesia Dipertaruhkan
PLBN Entikong

Rabu, 24 Oktober 2018

Yuk, Kita Cegah Osteoporosis sejak Dini


Foto bersama narasumber Hidup Aktif Cegah Osteoporosis Mulai dari Saya



OSTEOPOROSIS salah satu penyakit berbahaya. Meski tidak mematikan, tapi osteoporosis bisa mengancam kesehatan. Tidak hanya yang berusia lanjut saja, melainkan kaum muda. Termasuk, saya yang bagian dari generasi milenial.

Itu mengapa, memahami osteoporosis sangat penting. Minimal dengan mempelajari pencegahannya. Toh, pepatah mengatakan, sedia payung sebelum hujan itu lebih baik.

Fakta itu yang saya alami saat menghadiri peringatan Hari Osteoporosis yang setiap tahunnya jatuh pada 20 Oktober. Kebetulan, sehari sebelumnya saya mendapat informasi dari Frieda Octavia yang mewakili Inke Maris & Associates.

Bahwa, ada diskusi hangat bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Temanya, "Hidup Aktif Cegah Osteoporosis Mulai dari Saya" yang berlangsung di RPTRA Borobudur, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (19/10).

Sebagai blogger yang aware terhadap osteoporosis, terutama karena beberapa kali menulis artikel bertema kesehatan, tentu saya sangat antusias untuk mengikutinya. Apalagi, saya merupakan pribadi yang aktif. Alias, aktivitas sehari-hari kerap bertualang di berbagai penjuru Tanah Air.

Untuk itu, penting bagi saya yang hidup aktif untuk mencegah osteoporosis. Agar, upaya pencegahan lebih menyenangkan. Menyenangkan?

Yupz. Di kolong langit ini tiada penyakit yang tak bisa disembuhkan. Namun, kalau bisa mencegahnya, itu lebih baik.

Nah, hidup aktif dapat dilakukan dengna aktivitas fisik dan rutin olahraga. Supaya, pencegahan osteoporosis bisa ditekan lebih lanjut. Nah, Kemenkes merekomendasikan masyarakat Indonesia untuk melakoni olahraga rekreasi, bersama keluarga, sahabat, maupun kolega.

Sebagai gambaran, osteoporosis merupakan kondisi tulang yang menjadi tipis, rapuh, keropos, dan mudah patah akibat berkurangnya massa tulang dalam jangka waktu yang lama. Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Gizi Departemen Kesehatan RI pada 2005 silam meluncurkan hasil analisis data risiko osteoporosis yang dilakukan pada 16 wilayah di Tanah Air.

Hasil analisis ini menunukkan prevalensi osteopoenia (osteoporosis dini) mencapai 41,7 persen dan prevalensi osteoporosis mencapai 10,3%. Itu berarti, dua dari lima penduduk Indonesia memiliki risiko terkena osteoporosis dengan 41,2% dari keseluruhan sampel berusia kurang dari 55 tahun terdeteksi menderita osteopenia.

Tuh, ngeri kan? Untuk itu, pencegahan lebih baik ketimbang mengobati. Fakta tersebut diungkapkan drg Kartini Rustani, MKes, Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga Kemenkes.

"Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan Instruksi Presiden No 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). GERMAS merupakan penguatan upaya promotif dan preventif yang ditujukan untuk menurunkan beban penyakit menular dan penyakit tidak menular, kematian maupun kecacatan, menghindarkan terjadinya penurunan produktivitas penduduk, dan menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan karena meningkatnya penyakit dan pengeluaran kesehatan," kata Kartini.

Menurutnya, salah satu fokus GERMAS adalah rutin aktivitas fisik 30 menit setiap hari. Kemenkes terus menerus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya beraktivitas atau latihan fisik sebagai upaya pencegahan dini penyakit menular maupun tidak menular.

"Salah satu penyakit berbahaya yang mengancam kesehatan masyarakat Indonesia adalah osteoporosis yang dijuluki The Silent Epidemic Disease. Sebab, menyerang secara diam-diam tanpa adanya tanda-tanda khusus sehingga seseorang mengalami patah tulang," lanjut Kartini.

Memang, osteoporosis secara negatif memengaruhi kondisi ekonomi maupun sosial seseorang. Dampak ekonomi meliputi biaya untuk pengobatan dan hilangnya waktu kerja atau produktivitas Osteoporosis sangat berbahaya. Untuk itu, penting mencegahnya sejak dini.

"Langkah awal sederhana pencegahan osteoporosis dapat dilakukan dengan menerapkan pola makan sehat dan aktif beraktivitas fisik atau berolahraga. Penuhi asupan kalsium per hari sesuai usia dan vitamin D untuk membantu penyerapan kalsium," dr Ade Tobing, SpKO, Pengurus Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (PEROSI), menambahkan.

Selain itu, kita juga harus menghindari prilaku sedentari alias kurang aktif. Yaitu, dengan rutin berolahraga. Sebab, kurang olahraga akan menghambat proses pembentukan massa tulang sehingga mengakibatkan berkurangnya kepadatan massa tulang.

Bisa dipahami mengingat berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar 2013, propersi penduduk Indonesia yang tergolong kurang aktif sebesar 26,1%. Sebanyak 42% penduduk kelompok umur di atas 10 tahun menjalankan perilaku sedentari selama 3-5,9 jam per hari. Sementara, satu dari empat penduduk Indonesia melakukan sedentari selama lebih dari enam jam per hari.

"Latihan fisik atau olahraga yang dimulai sejak dini dapat secara efektif mencegah penyakit osteoporosis. Adapun untuk mencegah, dianjurkan untuk melakukan latihan bersifat weight bearing exercies. Yaitu, latihan pembebanan khususnya pada area lumbal, pangkal paha,dan pergelangan tangan," kata Ade, mengingatkan.

Nah, olahraga pun kita tidak asal-asalan. Sebab, harus dilakukan dengan prinsip Baik, Benar, Terukur, dan. Teratur Jika kita tidak mampu olahraga berat, bisa yang ringan atau rekreasi.

Kebetulan, dalam diskusi tersebut, hadir dr. Iskandar Z Adisapoetra, MSc Anggota Dewan Pakar Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI). Menurutnya, aktivitas fisik dan olahraga teratur serta terukur dapat memberikan kontribusi dan manfaat yang besar terhadap olahraga Termasuk, untuk mencegah penyakit osteoporosis.

"Untuk mendukung implementasi GERMAS, khususnya dalam upaya peningkatan aktivitas fisik dan olahraga di masyarakat, serta pencegahan dan pengendalian terhadap penyakit osteoporosis, maka FORMI bersama dengan jejaringnya di seluruh Tanah Air membina berbagai macam olahraga rekreasi," tutur Iskandar.

"Olahraga rekreasi ini memiliki lima prinsip. Yaitu, Mudah, Murah, Menarik, dan Manfaat. Agar, masyarakat sehat, bugar, dan gembira. Contohnya, dengan olahraga senam kebugaran osteoporosis yang dilakukan masyarakat."

Yupz, untuk kali pertama sepanjang lebih dari seperempat abad hidup ini, saya mencoba senam rekreasi bersama rekan-rekan blogger dan media. Senam ini simpel. Namun, cukup untuk membakar sebagian lemak. Khususnya, mencegah osteoporosis sejak dini.

Nah, saya sudah melakukannya. Bagaimana dengan Anda?***


*          *         *

*          *         *

*          *         *

*          *         *

*          *         *


*          *         *

- Jakarta, 24 Oktober 2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Maaf ya, saat ini komentarnya dimoderasi. Agar tidak ada spam, iklan obat kuat, virus, dan sebagainya. Silakan komentar yang baik dan pasti saya kunjungi balik.

Satu hal lagi, mohon jangan menaruh link hidup...

Terima kasih :)