TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com

Serial Catatan Harian Ojol

Serial Catatan Harian Ojol
Serial Catatan Harian Ojol

Minggu, 22 Oktober 2017

Keluar dari Zona Nyaman Jadi Kunci Keberhasilan CNI Indonesia


Pergantian kepemimpinan CNI Indonesia dari Abrian Natan ke Suharman Subianto
(Klik untuk perbesar foto atau geser untuk melihat gambar lainnya)

DI kolong langit ini, tiada perjamuan yang tak berakhir. Demikian, pepatah di masa lampau. Seketika, saya teringat dengan adagium itu saat menghadiri CNI Extravaganza 2017 di CNI Creative Center building, Sabtu (21/10).

Acara itu berlangsung sejak 18 Oktober itu untuk merayakan HUT ke-31 dari PT Citra Nusa Insan Cemerlang (CNI Indonesia). Seperti yang saya tulis pada artikel sebelumnya (Tips Jadi Content Writer dari Ani Berta), event ini berlangsung empat hari penuh.

Puncaknya, kemarin dengan dihadiri lebih dari 900 anggota CNI dari berbagai penjuru Tanah Air. Termasuk, seluruh manajemen dan petinggi dari perusahaan yang berdiri sejak 1 Oktober 1986 tersebut. Salah satunya yang paling berkesan menurut saya terkait pergantian Chief Executive Officer (CEO).

Saat itu, Abrian Natan menyerahkan jabatan pelaksana kepada Suharman Subianto yang sebelumnya sebagai Chief Operating Officer (COO). Ini menarik bagi saya. Sebab, Abrian merupakan salah satu pendiri CNI. Namun, justru pria ramah senyum ini dengan sukarela melepas posisi paling penting tersebut kepada Suharman.

"Penyerahan posisi CEO ini bukan terkait rekomendasi dewan komisaris dan pemegang saham. Melainkan karena saya yang berinisiatif sendiri. Saya sudah merencanakannya sejak empat tahun silam. Namun, saat itu, pemegang saham terus menolaknya karena percaya kepada kemampuan saya," ujar Abrian dengan mata berkaca-kaca.

Nyaris sepertiga abad silam, Abrian mendirikan CNI di Bandung bersama kakak iparnya, Ginawan Chondro. Sejak saat itu, mereka jatuh bangun mengangkat salah satu perusahan berbasis multilevel marketing (MLM) ini. Tak heran jika dalam sambutannya, Abrian sangat bergetar.

"Saya tidak ingin CNI itu jadi Abrian Natan-sentris. Saya ingin CNI bisa lebih maju lagi dengan atau tanpa saya. Apalagi, teknologi sekarang kian berkembang seiring pesatnya zaman. Kita harus bisa mengikutinya, jika tidak akan terbawa arus. Untuk itu, saya ingin operasional tertinggi dipegang Suharman," Abrian, menjelaskan.

Sosok yang kini menyandang predikat Chairman CNI Indonesia itu melanjutkan, "Sebagai perusahaan, untuk terus maju kita, harus bisa keluar dari zona nyaman. Menurut saya, Suharman merupakan sosok yang tepat mengemban tugas sebagai CEO. Suharman ini di balik suksesnya program i-Plan kita."

Yupz, saya setuju dengan pernyataan Abrian. Tidak mudah memang keluar dari zona nyaman. Namun, itu harus dilakukan demi mengikuti perkembangan zaman yang disertainya pesatnya teknologi.

Dalam kehidupan sehari-hari, keluar dari zona nyaman itu ibarat catur. Mundur selangkah demi maju dua atau tiga langkah ke depan. Tentu, analogi itu juga dapat diterapkan di dunia bisnis. Abrian sudah memandang jauh ke depan untuk membuat CNI kian berkembang.

Wajar saja mengingat CNI merupakan perusahaan asal Indonesia yang telah berkarya lebih dari 31 tahun. Dalam periode itu, CNI terus mengembangkan berbagai terobosan yang kreatif dan inovatif. Itu mengapa, mereka mengusung slogan harapan baru, semangat baru yang lebih berkobar, dan strategi bisnis yang lebih dinamis, lebih elegan, dan bersahabat.

Melalui bisnis CNI, terbukti telah banyak menciptakan wirausaha muda mandiri yang sukses dan berkualitas. Seluruh anggota CNI merupakan wirausahawan mandiri yang terbukti tangguh.

Salah satunya yang saya saksikan sendiri peraih ruby yang berjuang dari nol hingga sukses berkat memasarkan produk CNI. Sebagai gambaran, peraih Gold Productivity mendapatkan jaminan pendapatan hingga Rp 25 juta per bulan. Sementara, double diamond mencapai sekitar Rp 70-100 juta.

Bahkan, dalam kesempatan itu, CNI turut memberangkatkan 220 anggotanya ke Vietnam, hari ini (22/10) hingga 26 Oktober mendatang.

"Kami mengharapkan dengan adanya perayaan CNI Extravaganza 2017 ini semakin menguatkan tali kebersamaan di antara mitra CNI yang lainnya. Selain itu juga, untuk memperkuat tali kebersamaan antara perusahaan dan seluruh mitra CNI," ujar Head of Marketing Support CNI Marselinus Ferdinand.

Pria yang juga bertugas sebagai Project Manager CNI Extravaganza 2017 ini menambahkan, "Kami berharap para anggota semakin loyal dan mendukung perubahan baru CNI. Sekaligus, menjadikan CNI sebagai bisnis."

Namun, tidak hanya bisnis semata menruut Marcel, CNI juga memberikan perhatian besar bagi pentingkatan kualits hidup para anggota dan masyarakat pada umumnya.

"Melalui bisnis CNI, masyarakat tidak hanya bisa meraih penghasilan saja. Namun juga dapat meningkatkan nilai hidup mereka seperti kesehatan, kerukunan keluarga, dan kepedulian sosial," kata Marsel, optimistis.

Agustus lalu, CNI meluncurkan i-Plan 2017. Yaitu, program yang memberikan kepastian kepada setiap anggota untuk mendapatkan penghasilan yang pasti setiap periode. i-Plan 2017 dihitung dalam dua (2) periode kalkulasi per bulan.

Dengan i-Plan 2017 ini diharapkan dapat menciptakan jaringan bisnis CNI yang besar dan kokoh dnegan cara melebar dan mendalam. Sekaligus, pemimpin jaringan atau leader yang produktif. Serta, menciptakan jaringan yang menjalankan fungsi pemasaran dan pengembangan bisnis CNI di seluruh Indonesia.

i-Plant 2017 ini jadi potensi bisnis yang positif untuk anggota CNI. Itu karena banyak kesempatan istimewa dalam i-Plan 2017. Mulai dari jaminan penghasilan yang pasti lebih besar, meeting/training ke luar negeri, asuransi kecelakaan, hingga jadi bagian dari titik distribusi CNI.

*        *        *

YUPZ, konsistensi, inovasi, dan pertautan yang erat dengan sesama anggota jadi kunci utama CNI untuk terus berkibar. Setelah #CNIextravaganza2017 juga menggema di media sosial, bukan tidak mungkin pada tagar tersebut akan terus bercokol pada beberapa tahun mendatang.

Yaitu, dengan sedikit perubahan tahun seperti #CNIextravaganza2018, #CNIextravaganza2020, #CNIextravaganza2030, #CNIextravaganza2040, hingga tak terbatas. Toh, selama air laut menghampar luas, selalu ada ikan yang bisa dipanen.

Selamat ulang tahun ke-31, CNI!

*        *        *
Ucapan selamat untuk HUT ke-31 CNI 

*        *        *
Beberapa produk legendaris CNI

*        *        *
Testimoni anggota terkait perjalanan CNI sejak 1986

*        *        *
CNI Extravaganza 2017 yang berlangsung Sabtu (21/10)

*        *        *
Ramainya #CNIextravaganza2017 menggema
hingga media sosial 

*        *        *
Lebih dari 900 anggota CNI di penjuru Tanah Air yang hadir

*        *        *
220 anggota CNI yang hari ini berangkat ke Vietnam

*        *        *
Peraih New Ruby Member yang sangat menginspirasi

*        *        *
CEO CNI Suharman Subianto dalam sambutannya

*        *        *
Chairman CNI Abrian Natan yang enggan terlalu lama berada di zona nyaman

*        *        *
Artikel Terkait CNI
- Tips Jadi Content Writer dari Ani Berta
- Pentingnya Optimasi Youtube untuk Blogger
- Blogger Harus Punya Personal Branding yang Kuat
- Buka Bersama CNI, Blogger, dan Windy Ghemary
- Kopdar CNI Perdana Bersama Fun Blogging

*        *        *
- Jakarta, 22 Oktober 2017

Sabtu, 21 Oktober 2017

Tips Jadi Content Writer dari Ani Berta


Suasana Talk show menyambut HUT CNI ke-31 yang diisi Ani Berta



JADI content writer itu penuh tantangan bagi penulis. Beda dengan blog yang isinya "semau gue". Sebagai content writer, harus bisa menyesuaikan dengan kontraknya. Misalnya, kontributor website di pemerintahan, perusahaan, atau organisasi.

Mau tidak mau, kita harus mengikuti pakem mereka. Tidak bisa seenaknya saja atau terbawa gaya pribadi sehari-hari di blog. Kebetulan, saya pernah jadi content writer. Tidak banyak, kalau dihitung belum sampai melewati jari di tangan.

Kali terakhir pada pertengahan tahun ini di salah satu website. Secara harfiah, agak ambigu juga kalau dibilang itu content writer, kontributor, penulis lepas, ghost writer, dan sebagainya. Secara, saya melakukannya dengan sukarela tanpa hitam di atas putih. Namun, tiba-tiba pada akhir bulan rekening terisi.

Itu terkait hubungan harmonis dengan rekan yang terjalin sejak lama. Ketika beliau ada proyek, saya diminta mengisi artikel yang sebetulnya di luar jangkauan saya lantaran temanya berat. Namun, justru itu tantangan.

Hingga setelah satu purnama selesai, dua, tiga, dan empat, rekan tersebut ingin melanjutkan. Beliau sih oke-oke saja. Tanpa diedit pula. Meskipun, awalnya saya deg-degan, tapi setelah belajar lebih lanjut jadi lancar.

Hanya, karena saya tahu batas dalam diri saya, akhirnya beberapa saat selepas Idul Fitri, saya mengundurkan diri. Sayang sih, mengingat nominalnya lumayan. Namun, situasinya tidak memungkinakan karena menyita waktu dan menguras pikiran.

Alhasil, saya pun nasihat Sun Tzu, "Kenali kekuatan sendiri, kenali lawan, kau akan menang bahkan dalam 100 pertempuran. Kenali dirimu, tidak kenal lawan, hasilnya seimbang. Tidak kenal kekuatan sendiri, tidak kenal lawan, jadi perang yang sia-sia."

*        *        *

PAGI itu, di CNI Creative Building, Jakarta Barat, Jumat (20/10), suasananya sangat ramai. Itu karena PT Citra Nusa Insan Cemerlang (CNI) sedang merayakan HUT ke-31. Untuk menyambut perayaan tersebut, CNI menyelenggarakan CNI Expo 2017 pada 18 hingga 21 Oktober.

Mulai dari bazaar, pearl memory exhibiton, photography class, donor darah, cek kesehatan, demo hijab, hingga expotabulampot & hidrpoponik. Selain acara tersebut, jugaada seminar dan talkshow.

Narasumbernya seperti Windy Ghemary yang merupakan jebolan Indonesian Idol 2014, Dina Lorenza (artis), Ryan Batchin (praktisi Google), Ahmad Jazuli (Business Entrepreneur), Charis Abdul (Business Entrepenuer), dan Ani Berta (Blogger dan founder Komunitas ISB).

Nah, nama terakhir itu yang mengisi talkshow bertema IdeaPreneur ini, kemarin. Topik yang dibawakan Ani meliputi content marketing di hadapan puluhan blogger. Bagi saya ini menarik, sebab membuka pemahaman saya terkait content writer untuk lebih dalam lagi.

Bisa dipahami mengingat Ani sudah malang melintang sebagai content writer yang masih berkaitan dengan dunia blog. Beberapa di antaranya seperti Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Serempak.id), Australian Aid (Mampu.or.id), Badan Standardisasi Nasional Indonesia (BSN SNI), hingga website BriteQueen untuk ScotchBrite.

Dengan kelengkapan CV dari wanita pemilik blog www.aniberta.com ini sangat wah. Karena terkait instansi pemerintah dan organsisasi ternama.

*        *        *

DALAM kesempatan itu, wanita yang menyukai warna merah ini turut berbagi tips dan pengalamannya kepada kami yang hadir. Menurut Ani, ada enam langkah menjadi kontributor website.

1. Tentukan tujuan: Meraih penghasilan atau sukarela
2. Kenali website atau portal yang diminati
3. Ajukan proposal penawaran
4. Awali dengan mengisi konten gratisan sebagai portofolio
5. Memanfaatkan kanal citizen journalism di media mainstream seperti Kompasiana, Indonesiana, Vivalog, Citizen6, dan sebagainya
6. Promosikan hasil tulisan di sosial media

Bagi saya, nomor empat ini sangat menarik. Kebetulan, saya mengalaminya sendiri ketika ditawari rekan untuk mengisi artikel, saya menolak untuk dibayar. Yupz, dalam pikiran saya, tentu sama teman masa harus hitung-hitungan.

Rekan saya sih mengiyakan dan sesekali mentraktir di suatu cafe. Meski tanpa bayaran, saya mengerjakan tugasnya dengan sepenuh hati. Maklum, kredibilitas saya dipertaruhkan jika hanya menyelesaikan tugas tersebut dengan alakadarnya. Apalagi, saya tidak pernah setengah-setengah dalam bekerja.

Alhasil, ketika rampung, rekan saya mengatakan atasannya sangat puas. Bahkan, usai ngopi-ngopi ganteng di kawawasan Pangeran Jayakarta, pulangnya saya dijejali sesuatu. "Ini sekadar kadeudeuh," katanya waktu itu.

Padahal mah, nilainya bikin saya terperanjat saking besar. Meski saya tolak beberapa kali, rekan saya itu tetap memaksa.

"Kita emang temen rul, tapi dalam bisnis tetap ada hitungannya. Ide, saran, dan pikiran lo udah banyak ngebantu kami. Kelewatan banget kalo kita ga memberi sesuatu. Ini bukan gaji, tapi tanda terima kasih dari kami," tuturnya memberi penjelasan logis yang membuat saya tidak bisa berkata-kata lagi di tengah bisingnya dentuman musik malam itu.

Tuh, kan. Kuncinya, ikhlas. Rezeki itu bisa datang tanpa diduga-duga.

*        *        *

ANI juga memberikan delapan tips untuk mengisi konten di website, yaitu:

1. Minimal 500 kata, maksimal 1.000 kata
2. Sesuaikan gaya penulisan dengan ciri khas website atau portal
3. Tulisan Reportase harus merujuk 5W (Who, What, Where, When, Why) + 1H (How) disertai kaidah jurnalistik lainnya. Misalnya, tidak memasukkan unsur opini dan perasaan. Pengecualian untuk feature story.
4. Atur jadwal update sesuai kesepakatan bersama
5. Isi kanal-kanal website sesuai kategori yang dikuasai
6. Masukkan keyword yang tepat
7. Baca kembali setelah menulis draft
8. Foto high resolution

Untuk poin ini, saya fokus dengan yang kelima. Syahdan, pernah ada tawaran yang saya tolak karena bentrok dengan kepentingan. Nggak enak buat menolaknya karena kami sudah berteman lama. Namun, setelah saya jelaskan panjang lebar, akhirnya beliau mengerti. Alasannya simpel, saya tidak bisa berpijak di dua perahu yang sama.

Mengenai nomor tiga, lanjut Ani, jika ingin jadi kontributor, tentu kita harus bersahabat dengan 5W dan 1H. Misalnya, saya perokok, tentu saya tidak akan memaksakan diri untuk menulis terkait kampanye antirokok.

Contohnya, bla-bla-bla... "Merokok itu dapat merugikan kesehatan. Di sisi lain, kasihan juga ya petani tembakau jika industri rokok dimatikan."

Kalau opini dan perasaan pribadi terbawa seperti itu, urusannya tentu jadi runyam.

*        *        *

SELANJUTNYA, Ani menjelaskan, untuk jadi content writer, kita tidak boleh melakukan delapan hal:

1. Plagiat atau copy-paste
2. Bahasa alay, banyak singkatan
3. Memasukkan opini terlalu personal
4. Unsur kepentingan pribadi
5. Menyebut brand secara hard selling tanpa persetujuan pemilik website atau portal
6. Diskreditkan orang lain
7. Keluar dari idealisme
8. Menuliskan berita atau opini tidak sesuai fakta atau tidak terverifikasi

Dalam dunia tulis-menulis, copy-paste itu sesuatu yang dijauhkan. Meski, tidak bisa dihindarkan. Nah,untuk jadi content writer, kita bisa mensiasatinya. Misalnya, dengan Amati, Tiru, dan Modifikasi (ATM).

Setahu saya, ini tidak haram, yang penting porsinya tidak lebih dari 20 persen (20-80). Nah, kalo di atas 50 persen atau bahkan 100 persen, itu mah bukan content writer, melainkan penjiplak.

*        *        *

BAGAIMANA bahan untuk konten? Ani menyebut enam hal:
1. Workshop
2. Talkshow
3. Wawancara narasumber
4. Buku, majalah, dan surat kabar
5. Diskusi forum secara live
6. Event

Menurut Ani, yang paling penting itu saat diskusi forum. Sebab, kita bisa menggali informasi langsung dari narasumber dan peserta lainnya. Saya setuju dengan pemilik akun twitter @AniRingo tersebut. Dalam forum, terdapat diskusi dua arah. Selain itu, adakalanya, ditimpali narasumber lain atau peserta lainnya yang bisa menambah konten.

Jadi content writer atau sejenisnya itu apa sih yang dicari? Ani menegaskan, tidak hanya sekadar materi. Melainkan ada sembilan keuntungan lainnya yang bisa kita dapat.
1. Branding
2. Portofolio
3. Social entepreneur
4. Hobi yang menghasilkan
5. Tulisan yang bermanfaat bagi banyak orang
6. Relationship yang luas
7. Upgrade ilmu setiap saat
8. Menambah wawasan
9. Meningkatkan skill

Ani menekankan kepada kami, bahwa branding itu penting. Contohnya, Ani yang di kalangan blogger dikenal sebagai motivator. Saya pribadi menganggapnya mentor. Di luar blogger, Ani kerap jadi pembicara terkait wanita, sosial, dan kemanusiaan. Itu semua berkat branding yang mengakar pada Ani sudah melekat.

Nah, masih banyak tips yang diberikan Ani saat mengisi HUT ke-31 CNI. Sosok penggemar kopi ini menjelaskan, sebagai content writer ini tidak semudah jadi blogger. Namun, Ani melanjutkan, "Tidak ada yang sulit jika dipelajari terus-menerus."

*        *        *

YUPZ, berbagai tips dari Ani sangat berguna bagi kita yang ingin jadi content writer. Hanya, sekali lagi. Itu tergantung dari usaha yang kita lakukan sendiri.

Ibaratnya, tips dari Ani sebagai pembuka gerbang. Yang melangkah menuju jalan itu ya kita sendiri. Namun, biasanya, proses tidak pernah mengkhianati hasil.

Bagaimana pengalaman Anda sebagai content writer atau yang ingin memulainya sebagai content writer? Silakan dibagi pengalamannya pada kolom komentar di bawah ini.

*        *        *
Promotion and Marketing CNI Gusti Alendra

*        *        *
Ani membagikan berbagai tips berdasarkan pengalaman pribadinya

*        *        *
Diskusi rekan blogger Elisa Koraag dan Agatha May

*        *        *
#HUTCNI31 memuncaki trending topic

*        *        *
Rekan blogger Jun Joe Winanto meraih CNI Awards 2017 

*        *        *
Setelah mendapat ilmu dari Ani Berta, dilanjutkan narsis bersama
(Foto: www.roelly87.com/ didokumentasikan Widya Candra Dewi)

*        *        *
1... 2.. 3... Klik! :)

*        *        *
Berbagai penghargaan bergengsi yang diraih CNI

*        *        *
Jaringan CNI di dalam dan luar negeri

*        *        *
Tapak tilas CNI sepanjang 31 tahun perjalanannya

*        *        *
Properti berharga CNI salah satunya mesin cetak kartu 

*        *        *
Artikel Terkait CNI
- Pentingnya Optimasi Youtube untuk Blogger
- Blogger Harus Punya Personal Branding yang Kuat
- Buka Bersama CNI, Blogger, dan Windy Ghemary
- Kopdar CNI Perdana Bersama Fun Blogging

Artikel Terkait NgeBlog
- Tiga Dara Blogger
- Tips Ngeblog Asyik: Jalin Hubungan Baik dengan Komunitas Blogger (I)
- Tips Ngeblog Asyik: Pentingnya Mengisi Daftar Hadir
- Ngeblog Antara Hobi dan Mendatangkan Profit

*        *        *
- Jakarta, 21 Oktober 2017

Jumat, 20 Oktober 2017

Mal Ciputra CitraRaya Tangerang Jadi Jawaban Warga Tangerang Barat dan Sekitarnya


Presiden Direktur PT Ciputra Residence Budiarsa Sastrawinata bersama
Bupati Kabupaten Tangerang Ahmed Zaki Iskandar memotong pita tanda
peresmian pembangunan Mal Ciputra CitraRaya Tangerang
(Klik untuk perbesar foto atau geser untuk melihat gambar lainnya)


SEBENTAR lagi, warga Tangerang Barat, khususnya kota terpadu CitraRaya Tangerang tidak perlu jauh-jauh untuk berelaksasi. Itu karena PT Ciputra Residence (anak usaha Grup Ciputra) akan membangun pusat perbelanjaan baru yang jadi central lifestyle bagi warga Tangerang Barat dan sekitarnya.

Yaitu, Mal Ciputra CitraRaya Tangerang yang groundbreaking-nya sudah dilakukan Kamis (19/10). Kebetulan, saya mendapat kehormatan jadi saksi peletakan batu pertama dari pembangunan mal futuristik tersebut.

Ya, Mal Ciputra CitraRaya Tangerang bukan seperti mal pada umumnya. Melainkan pusat lifestyle terbesar di kawasan Tangerang Barat. Mal ini berada di pusat kota terpadu CitraRaya Tangerang yang merupakan proyek pengembangan kota baru terpadu terbesar Grup Ciputra.

Sejak dibangun pada 1994 silam, kota terpadu ini mengalami pertumbuhan yang sangat pesat dengan segala kelengkapan umum dan komersialnya dalam kawasan seluas 2.760 hektar (Artikel sebelumnya: Mengintip Fasilitas CitraRaya Tangerang sebagai Hunian Masa Depan).

Namun, Ciputra Residence enggan berpuas diri dengan segala kelengkapan fasilitas tersebut. Sebaliknya, mereka justru kian giat untuk memanjakan penghuni CitraRaya Tangerang dan warga sekitar dengan keberadaan suatu mal.

Mal Ciputra CitraRaya akan dibangun di atas lahan seluas 4,5 hektar di kawasan Central Business District (CBD) CitraRaya. Mal ini tidak hanya jadi ikon CitraRaya Tangerang saja, melainkan jadi pusat kegiatan bisnis retail modern dan destinasi di Kota CitraRaya dan sekitarnya.

Saat ini akan segera bergabung tenant-tenant besar di mal tersebut. Beberapa di antaranya yang saya catat kemarin, seperti Farmers Market, CGV Cinemas, Matahari Departement Store, Fun World, Fun & Fit, KidZiLLa, dan banyak lagi.

"Mal Ciputra CitraRaya Tangerang terdiri dari enam lantai dan merupakan bagian dalam pengembangan tahap pertama Central Business District CitraRaya seluas 164.074 meter persegi gross floor area," ujar President Director PT Ciputra Residence Budiarsa Sastrawinata dalam sambutannya.

Menurutnya, kawasan CBD ini akan dibangun dalam tiga tahapan. Dalam dua tahun pertama dibangun mal, kedua perluasan mal dan perluasan hotel, dan ketiga high rise apartement.

Nah, menurut saya ini menarik. Sebab, CitraRaya Tangerang sudah menjelma sebagai salah satu regional business center yang kuat tidak hanya kawasan Tangerang Barat saja, melainkan juga provinsi Banten. Bisa dipahami mengingat menurut data terkini, pada kota terpadu dengan 25 ribu unit perumahan dan komersial itu sudah dipenuhi penuduk yang mencapai 65 ribu jiwa.

"Terlebih, CitraRaya juga dikeliling lebih dari 600 perusahaan nasional dan mancanegara. Tentunya, ini merupakan potensi yang menguntungkan bagi tenant kami dalam mengembangkan bisnisnya di CitraRaya," Budiarsa, mengungkapkan.

Perkembangan populasi CitraRaya yang pesat dibarengi dengan berbagai penambahan fasilitas skala kota yang existing. Kebetulan, beberapa di antaranya sudah pernah saya telusuri langsung (artikel sebelumnya: Kejarlah Angpao hingga ke CitraRaya).

Itu meliputi, Pasar Modern, City Market, Auto Center, Sekolah, Universitas, Rumah Ibadah, Sports Club, Family Club, Hotel, Trans Feeder Busway, Ciputra Hospital, EcoPlaza, dan Theme Park sebagai wahana hiburan keluarga.

Di CitraRaya juga sudah beroperasi puluhan perbankan nasional, baik swasta maupun BUMN. Untuk menunjang kebutuhan dan kemudahan transaksi, terdapat ATM Center yang ditempatkan di berbagai titik strategis.

"Kawasan kota ini juga dilengkapi pusat kuliner seperti CitraRaya Food Festival (Ciffest) dan MardiGras. Sejalan dengan pembangunan berkesinambungan, CitraRaya sudah melengkapi dengan Office Park. Kebutuhan akan gedung perkantoran ini tidak lepas dari terus berkembangnya kawasan industri koridor Cikupa-Cikande-Cilegon sebagai destinasi investasi bagi perusahaan swasta nasional dan multinasional," lanjut Budiarsa dalam jumpa pers seusai groundbreaking.

"Dengan dimulainya pembangunan Mal Ciputra CitraRaya Tangerang ini, semakin lengkap fasilitas komersial untuk pemenuhan gaya hidup perkotaan warga CitraRaya dan sekitarnya," kata Budiarsa yang disambut antusias undangan yang hadir.

Termasuk, Bupati Kabupateng Tangerang Ahmed Zaki Iskandar yang menyambut antusias pembangunan Mal Ciputra CitraRaya Tangerang. Pernyataan senada diungkapkan dua perwakilan tenant raksasa yang akan mengisi Mal Ciputra CitraRaya Tangerang. Yaitu, Director CGV Cinemas Tomy Kim dan General Manager Matahari Department Store Sahala Siahaan.


*       *       *
Tarian khas jelang groundbreaking Mal Ciputra CitraRaya Tangerang

*       *       *
Presiden Direktur PT Ciputra Residence Budiarsa Sastrawinata memberi sambutan
terkait groundbreaking Mal Ciputra CitraRaya Tangerang

*       *       *
Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengapresiasi pembangunan
Mal Ciputra CitraRaya Tangerang yang jadi solusi untuk warganya terkait pusat
perbelanjaan dan tempat lifestyle

*       *       *
Detik-detik groundbreaking Mal Ciputra CitraRaya Tangerang

*       *       *
Dan.. Tirai pun terbuka tanda Mal Ciputra CitraRaya siap dibangun

*       *       *
Budiarsa dan Zaki usai peletakan batu pertama tanda pembangunan Mal Ciputra
CitraRaya siap dibangun

*       *       *
Groundbreaking Mal Ciputra CitraRaya di atas lahan seluas 4,5 hektar

*       *       *
Director CGV Cinemas antusias dengan pembangunan Mal Ciputra CitraRaya
Tangerang yang bakal diisi perusahaannya dengan beberapa studio

*       *       *
Senior Director Ciputra Group Agussurja Widjaja beterima kasih kepada semua
pihak yang telah berpartisipasi atas pembangunan Mal Ciputra  CitraRaya

*       *       *
Foto bersama manajemen Ciputra Group dan perwakilan tenant

*       *       **       *       *
*       *       **       *       *
*       *       **       *       *

*       *       *

Artikel Sebelumnya:
- Kejarlah Angpao hingga ke CitraRaya
- 5 Alasan Harus Memiliki Rumah di Citra Maja Raya
- Mengintip Fasilitas CitraRaya Tangerang sebagai Hunian Masa Depan

*       *       *
- Jakarta, 20 Oktober 2017

Kamis, 19 Oktober 2017

Mengintip Produksi Innova dan Fortuner di TMMIN Karawang Plant 1


Salah satu proses produksi di TMMIN Karawang Plant 1
(Klik untuk perbesar foto dan geser untuk melihat gambar lainnya 



ADAGIUM mengatakan, "Di balik pria sukses, terdapat wanita hebat yang mendukungnya". Demikian, peribahasa sehari-hari melukiskan peran wanita terhadap keberhasilan pria.

Sejarah, mencatat, banyak tokoh ternama yang sukses berkat dukungan istri atau kekasihnya. Begitu juga sebaliknya, wanita yang menjabat sebagai presiden, kanselir, atau perdana menteri, selalu mendapat sokongan dari suami atau kekasihnya.

Fakta tersebut berlaku dalam industri otomotif. Salah satunya, Toyota. Di kolong langit ini, siapa yang tidak mengenal Toyota? Merek mobil ternama asal negeri Hidetoshi Nakata ini sudah mendunia sejak 1937 silam.


Di Tanah Air, Toyota sudah berdiri sejak 12 April 1971. Saat ini, Toyota memiliki dua entitas perusahaan berbeda tapi masih satu grup dengan fokus bisnisnya masing-masing.

Pertama, PT Toyota Astra-Motor (TAM) sebagai distributor kendaraan bermerek Toyota serta layanan purna jual. Satunya lagi, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) yang merupakan perakit produk Toyota dan eksportir kendaraan serta suku cadang Toyota.

Gampangnya begini. TAM bertindak sebagai distributor yang memasarkan semua kendaraan Toyota ke seluruh wilayah di Tanah Air. Serta, layanan purna jual yang mencakup garansi dan servis.

Nah, TMMIN ini, sebagai perakit produk dan suku cadang Toyota. TMMIN akan memasok produknya ke TAM untuk dipasarkan ke dalam negeri. Sementara, untuk pasar luar negeri jadi domain TMMIN.

Kebetulan, saya pribadi tidak asing dengan Toyota. Sejak masih kanak-kanak hingga rekan seangkatan sudah memiliki banyak anak, Toyota jadi kendaraan yang paling sering dipakai. Jenisnya beragam, baik itu sedan, penumpang seperti SUV dan MVP, kendaraan niaga, pick-up, hingga truk.

Pun begitu dengan merek, mulai dari Kijang yang legendaris hingga mewah seperti kendaraan dinas menteri seperti Camry dan Alphard yang beberapa kali saya tumpangi (artikel sebelumnya: http://www.roelly87.com/2014/10/wawancara-ekskusif-dahlan-iskan.html dan https://www.kompasiana.com/roelly87/sisi-lain-dahlan-iskan_54f432c9745513992b6c8941).

Teranyar, saya mendapat kehormatan untuk mengunjungi pabrik TMMIN (Plant 1) di Karawang bersama Mobil123.com. Tepatnya, Rabu (18/10) setelah mendapat informasi dari Komunitas ISB (Indonesian Social Blogpreneur) bersama puluhan rekan blogger.

Sebagai gambaran, TMMIN memiliki lima pabrik dengan basis produksi yang berbeda. Yaitu, Plant Sunter 1 dan 2 di Jakarta serta Karawang 1, 2, dan 3 (Jawa Barat). Kehadiran saya di TMMIN Plant 1 ini merupakan yang kedua. Sebelumnya, pada 10 Juni 2015, saya sudah menyambangi TMMIN Plant Sunter 1.

Nah, untuk TMMIN Karawang Plant 1 ini memproduksi Toyota Kijang Innova dan Toyota Fortuner. Di pabrik seluas 100 hektar ini, kami diajak berkeliling untuk menyaksikan proses produksi dua kendaraan tersebut. Mulai dari hulu hingga hilir. Sejak ketika masih jadi batangan sampai utuh mengkilap.

Jelas, ini jadi pengalaman berharga bagi saya. Terutama karena saya bisa melihat langsung dengan mata kepala sendiri, betapa Toyota melalui TMMIN bukan sekadar memproduksi saja. Melainkan juga ada aspek lainnya seperti humanisnya suasana kerja di pabrik.

Maklum, mendengar kata pabrik, yang timbul dalam pikiran saya, konotasinya bising, kotor, hingga sumpek. Namun, tidak dengan TMMIN Karawang Plant 1 ini yang bisa dibilang higienis bagi pekerja.

Untuk itu, kami, sebagai tamu dibekali informasi terkait pabrik dan perlengkapan keamanan sebelum menelusuri setiap jengkal dari TMMIN Karawang Plant 1.

Salah satu yang memikat saya ketika melewati sudut pabrik dengan plang bertuliskan, "Taruhlah Sampah Sesuai Jenisnya". Ini menarik, mengingat biasanya, di tempat sampah selalu bertuliskan, "Buanglah Sampah pada Tempatnya".

Sekilas, ini sepele. Namun, jika dicermati, TMMIN benar-benar mengaplikasikan kampanye kebersihan kepada pekerja dan tamu yang hadir. Bagaimana pun, sampah itu bisa didaur ulang menjadi sesuatu yang berguna.

"Dengan adanya acara ini, kami harap bisa menambah pengetahuan kepada masyarakat melalui tulisan dari rekan-rekan blogger semua. Terutama, mengenai produksi kendaraan. Di TMMIN Karawang Plant 1 ini, kualitas merupakan nomor satu. Untuk itu, kami melakukan proses produksi dengan sangat ketat supaya hasilnya diterima konsumen dengan baik," ujar General Manager TMMIN Arif Mustofa dalam diskusi seusai keliling pabrik.

Sekadar informasi,TMMIN Plant 1 berdiri sejak 1998 dengan kapasitas produksi mencapai 130.000 unit kendaraan setiap tahunnya. Yang membuat saya bangga, setiap kendaraan mayoritas komponen lokal. Innova mencapai 85 persen dan Fortuner 75 persen.

Tujuannya, demi mendukung industri otomotif di Tanah Air. Bisa dipahami mengingat Toyota merupakan pemimpin pasar di Indonesia. Mendengar kata Toyota, asosiasi saya langsung tertuju pada kendaraan merakyat, sejuta umat, serba guna, tahan uji, kualitas nomor satu, dan harga kompetitif.

Dan, di balik itu semua, ada peran TMMIN lewat kerja keras dan kerja cerdas karyawannya.***


Sekilas TMMIN
Alamat: Jalan Permata Raya Lot DD-1, Kawasan Industri KIIC ((Tol Jakarta Cikampek Km 47), Karawang, Jawa Barat
Website: http://www.toyotaindonesiamanufacturing.co.id/
Facebook: https://www.facebook.com/tmminID/
Instagram: https://www.instagram.com/TMMIN_ID/
Ekspor: Sejak 1987 ke lebih 80 negara
Penghargaan: TMMIN meraih penghargaan perusahaan eskportir terbaik dari Kementerian Perdagangan RI hingga tujuh kali pada 2008, 2010, 2011, 2013, 2014, 2015, dan 2016


*         *         *
Pembekalan keselamatan sebelum berkeliling pabrik

*         *         *
Saya dengan peralatan safety

*         *         *
Narsis bareng blogger, Mobil123.com, dan perwakilan TMMIN 

*         *         *
Saya setuju! Dari pikiran yang baik, menghasilkan produk yang baik

*         *         *
Antusiasme rekan-rekan blogger menyimak setiap penjelasan dari perwakilan TMMIN

*         *         *
TMMIN Karawang Plant 1 memproduksi Toyota Kijang Innova dan Fortuner

*         *         *
TMMIN Karawang Plant 1 berdiri sejak 1998 silam

*         *         *
Kapasitas produksi kendaraan di TMMIN Kawarang Plant 1 mencapai
130 ribu unit per tahun

*         *         *
Yupz, taruhlah sampah sesuai tempatnya

*         *         *
Kualitas merupakan faktor utama produksi TMMIN dalam memanjakan konsumen

*         *         *
Cek dan ricek kendaraan dengan teliti secara bertahan sebelum
hinggap di tangan konsumen

*         *         *
Salah satu kendaraan yang akan dieskpor ke Filipina dengan setir kiri
*         *         *
Quality Control Division Head TMMIN Bachtiar Wirjadi menambah ilmu untuk
kami para blogger

*         *         *
Diskusi hangat antara petinggi TMMIN dengan blogger

*         *         *
Managing Editor Mobil123.com Indra Prabowo menerima penghargaan dari
General Manager TMMIN Anang Sayogo

*         *         *
Perwakilan blogger, Ani Berta, mendapat cendera mata dari Quality Control
Division Head TMMIN Bachtiar Wiryadi

*         *         *
Foto bersama pemenang kuis, doorprize, dan penanya terbaik dengan
manajemen TMMIN

*         *         *

Artikel Terkait Toyota


Artikel Terkait Mobil123.com dan Komunitas ISB
- Tips Memilih Kaca Film Berkualitas
- Ini Tips Mudik Asyik dari Mobil123.com
- Ini Tips Merawat Sepeda Motor
- Ketika yang Kedua Belum Tentu Kalah Bagus dari Tangan Pertama
- Mau Kredit Mobil yang Menguntungkan? Ini Tipsnya
- Mobil123.com Edukasi Blogger Pentingnya Asuransi untuk Kendaraan
- Mobil123.com Rilis Fitur Live Chat untuk Mudahkan Calon Pembeli
- Solusi Mudah Cari Mobil di Mobil123.com

*         *         *

DISCLAIMER: Seluruh foto merupakan dokumentasi pribadi (www.roelly87.com) atas persetujuan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia. Dilarang menggunakan foto proses produksi di TMMIN untuk tujuan komersial

- Jakarta, 19 Oktober 2017