TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com

Serial Catatan Harian Ojol

Serial Catatan Harian Ojol
Serial Catatan Harian Ojol

Kamis, 16 Juli 2026

Blog Saya, roelly87.com Ditawar Rp 13 Juta

Blog Saya, roelly87.com Ditawar 13 Juta

SS penawaran blog saya



TUJUH belas tahun bukan waktu yang singkat. Dalam periode itu, sudah banyak perubahan yang terjadi di kolong langit ini.

Presiden Indonesia sudah tiga kali berganti. Begitu juga di DKI Jakarta yang sudah beberapa kali dipimpin gubernur berbeda.

Dalam periode itu, sebagai bloger atau jurnalis warga, saya sering menulis opini tentang para pemimpin atau politikus. Ya, hobi aja sih. 

Apa aja saya tulis, baik opini maupun reportase, hingga fiksi. Itu meliputi politik, olahraga, musik, kuliner, wisata, wisata malam, hingga kucing.

Itu yang saya lakukan sejak kali perdana ngeblog pada 2009 silam. Awalnya coba-coba di platform gratisan seperti blogspot (blogger.com milik google), wordpress, multiply, dan sebagainya.

Setahun berselang, asyik gabung di blog keroyokan seperti Kompasiana dan Blogdetik hingga kini. 

Akun Kompasiana saya beralamat di www.kompasiana.com/roelly87. Sementara, Blogdetik sudah ditutup permanen pada 2018 silam.

Untuk blog pribadi saya, www.roelly87.com dan www.roelly87.wordpress.com. 

Yang terakhir udah jarang aktif, akibat kesibukan di marcapada.

Namun, yang www.roelly87.com udah hampir seribu artikel.

SERIBU...

1.000!

Tepatnya, -saat nulis artikel ini- per Jumat (3/6) ada 816 artikel di www.roelly87.com. Pada saat yang sama, di www.kompasiana.com/roelly87 berjumlah 746.

Wow...

Cukup banyak, euy.

*            *            *

PAGI itu, Senin (29/6) cuaca cukup cerah. Tanggal muda nih. 

Berarti, orderan ojek online (ojol) gacor. Saya pun keluar cukup awal. 

Maklum, ga begadang karena ga ada pertandingan Piala Dunia 2026. Berdasarkan jadwal, baru ada malamnya pukul 00.00 dini hari WIB antara Brasil versus Jepang di babak 32 besar. 

Ada pesan masuk di whatsapp. Berupa permintaan dari seseorang untuk membeli blog pribadi saya, www.roelly87.com dan adsense-nya. Nilainya lumayan, dia siap buka harga Rp 13 juta.

Saya cuma baca aja sekilas. Takut phising atau penipuan. Apalagi, sedang sibuknya ngojol.

Berselang sepembakaran hio, saat senggang saya balas. Sambil diteliti dulu nomornya di aplikasi cek kontak dan "konsultasi" ke rekan bloger, Ani Berta.

Kata si penawarnya, dia mengaku tertarik karena ***. 

...

Alasannya menarik. 

Masuk akal.

...

Namun, saya tolak dengan halus. 

Sumpah, sebenarnya 13 juta itu bukan nilai yang kecil. 

Besar banget euy!

Apalagi, ini tawaran awal. Alias, bisa naik lagi tergantung negosiasi.

Jujur, saya sempat tergiur. Dengan uang segitu, saya bisa nambahin buat beli motor matic anyar. 

Menggantikan "kuda besi" saat ini yang sudah menua karena jadi andalan ojol sejak Februari 2020. Alias, saya beli sebulan sebelum pandemi Covid 19.  

Hanya, sebagai makhluk yang logis, saya dengan berat hati untuk bergeming dari tawaran itu. Bagaimanapun, saya sudah merawat blog pribadi, roelly87.com dalam 17 tahun terakhir.

Apalagi, nama blog, juga jadi branding saya di media sosial (medsos). Ya, semua akun saya memiliki username "roelly87".

Mulai dari Facebook pada 2009, X/Twitter (2010), Instagram (2012), Youtube, Tiktok, Threads, dan sebagainya. 

Lucu juga kalo saya jual blog pribadi, yang kelak dikelola orang tapi seluruh username akun medsos saya tetap @roelly87.

Kendati harus diakui tampilan blog saya sangat sederhana sejak ganti domain dari blogspot, alias tetap default. Hahaha.

Maklum, sejak pandemi saya posting lewat hp. Udah ga pernah utak-atik lagi. 

Jadi, aksesnya terbatas dibanding via PC atau laptop.

Pasalnya, kedua perangkat itu dan kamera serta alat pendukung ngeblog lainnya sudah berpindah tangan sejak awal Covid. Alias, "disekolahkan" ke pihak lain yang hingga kini ga lulus-lulus. 

Hehehe!

Di sisi lain, saya sudah banyak mendapatkan sesuatu dari blog ini. Termasuk, menang lomba dengan hadiah menarik. Mulai dari HP, jalan-jalan ke perbatasan Entikong, Bunaken, hingga Inggris!

Juga, pengalaman positif bersama instansi pemerintah dalam rangka kampanye ke masyarakat, baik BNN, BNPT,  dan Setkab.

Yuppiii! Itu semua saya dapatkan dari hasil membesarkan www.roelly87.com. 

(Untuk adsense di blog, akan saya bahas di lain waktu)

*            *            *

"PROSES branding kan lama. (Harus) melalui jatuh bangun juga," Ani menjawab chat saya terkait ada pihak yang ingin membeli blog saya.

Pernyataan dari pemilik blog aniberta.com dan www.kompasiana.com/brainy ini beralasan. 

Ani dikenal sebagai bloger yang konsisten. 

Sudah lama ngeblog jauh sebelum saya. Makanya, saya respek kepadanya. 

Saya banyak belajar darinya sejak kali perdana kenal di Kompasiana pada 2011 silam, Blogdetik, hingga Komunitas Indonesia Social Blogpreneur (ISB).

"Ada banyak kok. (Bahkan) blog yang dijual ke penerbit," Ani menjelaskan saat saya tanya apakah ada bloger yang jual blognya ke pihak lain.

Dalam kesempatan itu, sosok yang aktif memperjuangkan peran wanita untuk setara dalam bekerja ini pun mengingatkan saya terkait tawaran blog.

Yaitu, calon pembeli itu profesinya apa dan tujuannya untuk apa. Saya pun sepakat.

Sebab, meski enggan menjual, tapi saya juga penasaran dengan niat si penawar. Apakah untuk ternak blog atau yang negatif. 

Misalnya, dialihkan ke situs phising, judi online, kampanye terselubung politikus, serta kedok lainnya.

...

Ternyata, pas diselidiki lebih lanjut, niat sang penawar memang murni. Ga ada tujuan aneh-aneh. 

Ya sudahlah. Saya pun berterima kasih karena ada pihak yang tertarik dengan blog saya.

Hanya, untuk saat ini, saya belum tertarik melepas blog pribadi ke pihak lain. 

Namun, entahlah jika ke depannya ada tawaran yang jauh lebih menggiurkan hingga mungkin sulit untuk saya tolak.***

*            *            *

- Jakarta, 15 Juli 2026

*            *            *

Artikel Terkait:

- Tiga Dara Blogger (http://www.roelly87.com/2015/10/tiga-dara-blogger.html)

- Tips Jadi Content Writer dari Ani Berta (http://www.roelly87.com/2017/10/tips-jadi-content-writer-dari-ani-berta.html)

- Kota Roma Tidak Dibangun dalam Semalam (http://www.roelly87.com/2016/11/kota-roma-tidak-dibangun-dalam-semalam.html)

- Blogger Harus Punya Personal Branding yang Kuat (http://www.roelly87.com/2017/03/blogger-harus-punya-personal-branding.html)

- Ngeblog: Antara Hobi dan Mendatangkan Profit (http://www.roelly87.com/2015/01/ngeblog-antara-hobi-dan-mendatangkan.html)

- Jadi Blogger Enak? Ini Suka dan Dukanya (http://www.roelly87.com/2017/07/jadi-blogger-enak-ini-suka-dan-dukanya.html)

- Juara Bukan sebagai Obsesi dalam Ngeblog (http://www.roelly87.com/2017/05/juara-bukan-sebagai-obsesi-dalam-ngeblog.html)

- Ketika Blogger Bicara Komunitas (http://www.roelly87.com/2017/02/ketika-blogger-bicara-komunitas.html)

- Berkat Fun Blogging, Ngeblog Makin Asyik (http://www.roelly87.com/2017/02/berkat-fun-blogging-ngeblog-makin-asyik.html)

- Tips Ngeblog Asyik: Pentingnya Mengisi Daftar Hadir (http://www.roelly87.com/2015/11/tips-ngeblog-itu-asyik-pentingnya.html)

- Tips Ngeblog Asyik: Jalin Hubungan Baik dengan Komunitas Blogger (I) (http://www.roelly87.com/2016/02/tips-ngeblog-asyik-jalin-hubungan-baik.html)

SS lagi















SS blog

Kamis, 09 Juli 2026

Review Piala Dunia 2026: Yang Muda Berjaya, Tua Kian Menggila

Review Piala Dunia 2026: Yang Muda Berjaya, Tua Kian Menggila


Ilustrasi Piala Dunia 2026 (Foto: Fifa.com)


PIALA Dunia 2026 sudah memasuki babak perempat final. Itu berarti, turnamen terakbar antarnegara di kolong langit ini sedikit lagi menuju puncak. 

Ya, Piala Dunia 2026 dimulai pada 11 Juni lalu. Sementara, final berlangsung di MetLife Stadium, Minggu (19/7).

Siapa jagoan kalian?

Kalo saya sih, ga ada. Netral aja. Secara, Italia yang merupakan favorit gagal lolos. 

Namun, melihat hasil pertandingan sejak fase grup hingga babak 16 besar, kemarin, saya menilai akan banyak kejutan lagi. 

Tim mana yang juara, bagi saya ga penting. Yang pasti, saya akui Piala Dunia 2026 ini sangat bagus. 

Melebihi ekspektasi saya sebelumnya. Ini obyektif ya, tapi kalo dinilai, Piala Dunia 2026 ini dapat 8 dari 10. 

Ya, dari sembilan edisi yang saya tonton di tv sejak 1994, tahun ini masuk tiga besar. -Untuk Piala Dunia 1990 saya baru tiga tahun dan edisi di bawahnya belum lahir-

Alias, hanya di bawah Piala Dunia 2006 yang memang menurut saya terbaik karena Italia juara dengan penuh drama diikuti 1998 (pertama kali merasakan atmosfernya saat remaja).

*           *           *

TIGA dari empat semfinalis Piala Dunia 2022 masih bertahan di edisi sekarang. Minus Kroasia yang tersingkir di babak 32 besar. 

Juara bertahan Argentina akan menghadapi "Kuda Hitam" Swiss. Bahkan, ada ulangan semifinalis lalu, yaitu Prancis kontra Maroko.

Apakah terjadi lagi, deja vu, final impian antara Argentina versus Prancis? Kita tunggu saja.

Yang pasti, Piala Dunia 2026 ini penuh warna dari berbagai sisi.

Misalnya, penyelenggaraan yang tergolong sukses besar. Nyaris seluruh stadion terisi penuh sejak fase grup hingga 16 besar.

Berdasarkan laman fifa.com, total penonton resmi di stadion dalam 96 pertandingan mencapai 6.2 juta jiwa. Alias, rata-rata per pertandingan disaksikan 65 ribu suporter.

Gile. 

Nyaris full!

Respek untuk Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko. Mereka membuktikan mampu sebagai tuan rumah yang diminati penonton baik warga sendiri maupun suporter dari luar.

Kita abaikan terkait politik. Khususnya, perlakuan negatif kepada Iran yang bikin saya sangat simpati dan respek.

-Next mungkin akan saya buat artikel khusus. Soalnya, panjang jika digabungin di tulisan ini.-

Namun, di luar itu, ketiga tuan rumah, khususnya AS, memang luar biasa. 

Total penonton di Piala Dunia 2026 ini memecahkan rekor 32 tahun silam. Di mana itu?

Yupz, di Piala Dunia 1994 ketika AS jadi tuan rumah tunggal dengan 3,5 juta penonton memadati stadion dalam 52 pertandingan (rata-rata 68 ribu).

Wajar jika Piala Dunia 2026 sangat ramai. Sebab, AS memang jago mengemas sesuatu jadi hiburan yang mendatangkan cuan.

Sebagai bloger, saya sering menulis event olahraga dan musik. Termasuk, gulat dengan promotor World Wrestling Entertain (WWE) yang selalu penuh dalam pertandingan reguler seperti SmackDown, Raw, NXT, atau berbayar (misal, Wrestlemania, Royal Rumble, Summerslam, dan sebagainya).

Warga AS emang haus hiburan. Mereka gampang mengeluarkan uang demi menonton langsung pertandingan.

Padahal, sepak bola bukan olahraga paling populer di Negeri Paman Sam. Masih kalah dengan football dan basket. Namun, fakta di lapangan yang kita lihat di tv atau streaming, setiap pertandingan selalu nyaris full.

Reapek untuk AS yang sudah mengemas sepak bola sebagai hiburan berkelas bersama Kanada dan Meksiko.

*           *           *

SELAIN antusiasme penonton dari warga lokal dan suporter luar, Piala Dunia 2026 ini juga seru dari segi individu.

Saya menahbiskan, sebagai ajang yang muda yang berjaya, yang tua kian menggila!

Ini bukan hiperbola. Melainkan fakta yang saya saksikan setiap malam disela-sela aktivitas sebagai ojek online (ojol).

Dua pemain pencetak tujuh gol saat ini, masih tergolong muda. Bomber Norwegia, Erling Haaland baru 25 tahun diikuti ujung tombak Prancis, Kylian Mbappe (27 tahun).

Pun demikian dengan andalan Inggris, Jude Bellingham, yang sudah mengemas empat gol, pada 29 Juni lalu, genap 23 tahun.

Bagaimana dengan yang tua?

Lionel Messi kian menggila di usianya yang sudah 39 tahun. Striker Argentina ini sudah mengemas delapan gol dari lima pertandingan di Piala Dunia 2026.

Catatan itu menjadikannya sebagai pemain tersubur sepanjang masa di turnamen ini dengan 21 gol. Jauh melewati rekor Miroslav Klose pada 2014 (16 gol).

Selain Messi, ada Cristiano Ronaldo yang meski sudah uzur, 41 tahun, tapi sukses mencatat tiga gol di Piala Dunia 2026. Ya, Portugal, memang sudah tersingkir di babak 16 besar, namun tetap salut dengan bomber berjulukan CR7 itu yang sukses mengukir rekor abadi. 

Yaitu, satu-satunya pemain yang mampu mencetak gol dalam enam Piala Dunia sejak 2006. Di statistik ini, Ronaldo unggul dari Messi yang debutnya sama, tapi gagal mencetak gol di Piala Dunia 2010.

Menarik membandingkan antara Messi dengan Ronaldo. Meski, saya bukan penggemar keduanya. 

Hanya, sebagai Juventini, ada rasa keterikatan dengan Ronaldo yang tiga musim berseragam I Bianconeri. Namun, harus diakui, dari segi trofi, Messi lebih lengkap karena mampu membawa Argentina dua kali ke final Piala Dunia pada 2014 dan 2022.

Di luar komparasi itu, baik Messi dan Ronaldo, bagi saya sama-sama GOAT!

Maklum, mereka masih aktif dan menjaga level terbaiknya di usia senja. Padahal, mayoritas rekan-rekannya sudah vanyak yang pensiun dan jadi pelatih.

Sekali lagi, respek untuk Messi dan Ronaldo. Mereka adalah alasan utama saya masih aktif menonton Piala Dunia 2026.

Selain Messi dan Ronaldo, Piala Dunia 2026 ini juga jadi panggung pamungkas untuk para veteran. Luka Modric yang sukses membawa Kroasia runner-up Piala Dunia 2018 sudah berusia 40 tahun, diikuti Manuel Neuer (Jerman, 40), dan Neymar Jr. (Brasil, 34).

Jangan lupakan Josimar Vozinho, yang tampil impresif di Piala Dunia 2026 hingga babak 32 besar yang sangat menyulitkan Argentina. Kiper 40 tahun ini hanya kebobolan empat gol dari empat laga bersama Cape Verde.

Termasuk, sukses clean sheet saat melawan Spanyol dalam pembukaan Grup H. Kendati Cape Verde tersingkir, tapi Vozinho mendapat aplaus meriah dari miliaran penggemar sepak bola di kolong langit. 

Jika Anda menyaksikan berbagai penyelamatannya saat melawan Argentina, pasti sepakat. Hanya, ini jadi aksi debutannya sekaligus panggung terakhir di Piala Dunia mengingat faktor usia.

Apa pun itu, yang dilakukan Vozinho, Messi, Ronaldo, dan para veteran lainnya sukses membuat saya antusias menyaksikan Piala Dunia 2026.

Jujur, ini bukan Piala Dunia terbaik bagi saya, tapi Piala Dunia 2026 jadi salah satu yang paling memberi warna sepanjang saya mengikutinya sejak 1994 silam.***

*           *           *

Artikel Terkait:

- Piala Dunia 2006: Akhir Generasi Emas dan Debut Calon Legenda (https://www.roelly87.com/2026/06/piala-dunia-2006-akhir-generasi-emas.html)

*           *           *

- Jakarta, 9 Juli 2026

Minggu, 05 Juli 2026

Boleh Nobar Piala Dunia, asal Jangan Joget seperti Tulang Lunak

Boleh Nobar Piala Dunia, asal Jangan Joget seperti Tulang Lunak


Ilustrasi nobar (Foto: @roelly87)



(POV: Mbak K)

PIALA Dunia (Pildun) 2026 bikin gw pusing. Bukan soal tim mana yang menang atau tersingkir.

Melainkan, karena efek nonton bareng (nobar) yang dilakukan mayoritas karyawan di kantor. Sebab, esoknya atau pagi, wajah mereka jadi kusut akibat kurang tidur. 

Belum lagi di lobi bau rokok. Meski asbak udah dibersihin OB dan disemprot pengharum, tapi sisa-sisanya masih tercium.

Maklum, Pildun berlangsung di benua Amerika Utara yang punya selisih hingga 12 jam dengan Waktu Indonesia Barat (WIB). 

Biasanya laga dimulai pukul 23.00 WIB atau lewat dini hari.

Bahkan, beberapa pertandingan berlangsung pukul 10.00 WIB. Alias, mendekati tengah hari yang jadi fase krusial di perusahaan kami!

Hufft...

Perkenalin, gw KY. Biasa dipanggil Mbak K, sama anak-anak alias karyawan di sini.

Btw, gw kerja di perusahaan rintisan cukup ternama di negeri ini. Posisi gw berhubungan dengan sumber daya. 

Udah lumayan lama. Dari masih "benih" sampe ini perusahaan besar dan banyak taipan yang mau caplok. 

Namun, bos gw, biasa dipanggil CEO PT Zhang -julukan beliau karena viralnya Drama China hehehe- ogah campur tangan pihak luar. Apalagi, sampe melantai di bursa.

Menurutnya, udah cukup saat ini. Dikelola bersama teman-teman dekatnya yang bisa dipercaya.

Oke, lanjut. 

Nah, Pildun kali ini, si bos ngebiarin karyawan nobar di kantor. Emang sih pas sebagian pulang kerja. 

Kecuali yang jaga lilin, eh jaga server. Kalo lilin, emang mau ngepet?

Jadi, banyak yang ga pulang ke rumah demi nobar di kantor. Si bos pun membawa tv segede gaban ukuran 60 inci dari rumahnya.

"Ga apa-apa, khusus Pildun," katanya santai saat itu.

Masalahnya, kadang kalo pagi, mata anak-anak tuh sepet banget. Pada sayu akibat ngantuk begadang. Pokoknya, ga sedap dilihat.

Gw sebagai "salah satu jenderal" di perusahaan ini udah kasih ultimatum untuk kerjaan tetep lancar meski Pildun. Kalo ga, jelas ga boleh lagi nobar di kantor.

Namun, inisiatif gw diveto si bos. Asem dah!

"Woles aja mbak. Yang penting kan, kerjaan mereka lancar. Sejauh ini masih aman-aman aja," ujar bos yang sepupunya teman kuliah gw dulu.

"Soalnya beda kalo mereka nonton di rumah, ada keluarga yang tidur. Jadi, ga bisa teriak-teriak. Kalo di sini kan, ruangan kita sendiri. Bebas mereka mau teriak juga."

Pernyataan si bos beralasan. Misua gw juga gila bola. Ngaku ga nyaman nonton di rumah karena ga bisa mengekspresikan suasana, apalagi kalo gol.

Itu mengapa, beberapa kali my misua ikut nobar di kantor gw. Kebetulan, doi kenal dengan si bos yang sama-sama masuk komunitas penggemar film Marvel dan DC.


*           *           *


SENIN sore, suasana di kantor sangat ramai. Mayoritas staf bersiap untuk pulang. Sementara, sisanya aplusan hingga fajar. Kami ada tiga shift. Khususnya jaga server yang harus 24 jam standby.

Sebagian, nongki-nongki. Ini mah pasti mau nobar.

Gw samperin mereka. Gabungan divisi penjualan, legal, produksi, dan customer.

"Woi, jam segini bukan pada balik," kata gw ke anak-anak yang asyik ngerumpi.

"Biasa nih mbak, mau siap-siap nobar malam. Si bos juga katanya ikutan," tutur salah satu anak penjualan.

"Bos mau traktir makanan berat sama cemilan, mbak," anak legal menimpali. "Maklum, Brasil kan jagoan si bos. Jadi kita palakin rame-rame."

"Gosok aja terus. Mumpung market lagi naik," gw 'mengompori'. "Panjang umur. Tuh CEO kita datang."

Bos cuma senyum lihat gw sama anak-anak. Sambil meletakkan beberapa minuman ringan bersoda dan bungkusan besar ayam geprek.

"Hello guys. Ini khusus buat dukung Vini Jr dan kawan-kawan," ujar si bos sambil motekin ayam geprek.

Sontak beberapa bungkusan langsung diserbu. Jam pulang kerja emang bikin laper. Gw ga ketinggalan ambil bungkusan isi paha atas crispy dan sambal matah.

"Pertandingan masih lama, bos. Keburu laper lagi," ucap anak marketing sambil nyocol sayap ke saus tomat.

"Jam 00.00 WIB. Tapi gw ga ikutan nobar. Pagi mau anter bokap Zidane yang berangkat umrah," si bos menjelaskan.

Zidane merupakan suplier kami. Sekaligus teman dekat si bos sejak kuliah di AS.

"Lah, ga seru dong."

"Brasil nih bos. Tim yang lo sembah, bos, dari zaman Winning Eleven 3 dengan Roberto Carlos dijadiin striker."

"Ntar kalo laper pas nyerang Jepang, kita ga ada konsumsi dong."

Sahut-sahutan karyawan yang kecewa bosnya ga ikut nobar. Gw cuma bisa ketawa aja.

"Aman. Konsumsi tinggal pesan ojol. Udah gw siapin bujet buat beli piza, martabak, dan seblak. Kalian duduk manis aja liatin 'Tim Samba' acak-acak Jepang," kata si bos.

"Lha, mbak K, belom balik," si bos noleh ke gw.

"Ada penawaran dari PT X. Gw minta rekomen lo bos. Kan udah gw email. Tembusan juga udah gw kasih ke Bu Sri dan Pak Bambang. Katanya tinggal acc lo aja bos."

"Yaudah ini gw baca-baca bentar. Kalo cocok, gaskeun. Abis ini gw mau langsung balik. Besok bangun pagi."

Gw pun kasih draft yang langsung dibaca dengan seksama. OB datang kasih kopi pahit tanpa gula untuk si bos yang langsung diseruput.

Sementara, anak-anak lainnya pada sibuk mengganyang makanan di atas meja. Ada yang mabar, mantengin highlight pildun, sampe video random. 

Kantor ini udah kayak taman bermain. Namun, itu uniknya. Sejak didirikan si bos dengan empat sohibnya dekade lalu, perusahaan ini ga berubah.

Bos yang memegang saham terbesar, lebih dari setengah, dipercaya sebagai CEO. Menariknya, dia menjalankan perusahaan ini dengan demokrasi.

Mungkin, efek dari hasil menimba ilmu di Ivy League yang diterapkan di perusahaan. Bos juga ga sungkan berbaur dengan seluruh karyawan, termasuk OB, cleaning service, security, dan sebagainya. 

Dia asyik aja main nobar atau main kartu -tanpa judi- gaple, capsa, remi, dan sebagainya. Yang kalah diolesin blau atau arang. Kocak emang.

"Yang penting, kerjaan mereka lancar. Tanpa dedikasi dan kerja keras karyawan, perusahaan ini ga bisa berkembang." Demikian pernyataannya suatu hari kepada gw.

Gw yang jauh lebih tua darinya, pun kagum. Apalagi, dia merintis dari nol. Bokapnya hanya pedagang nasi goreng di Palmerah. Nyokapnya, ibu rumah tangga biasa. Dia dapat beasiswa kuliah di Negeri Paman Trump berkat kecerdasannya.

"Gw dan para sohib udah bersumpah ga bakal lepas perusahaan ini kepada investor. Biarlah untung dan rugi kami tanggung bersama. Yang penting, karyawan bisa kerja dengan tenang dan gaji tepat waktu."

Sejak gw kerja di sini, belum sekalipun gaji telat. Selalu tepat waktu. Kerjaan lancar. Ga ada karyawan yang toxic. Pun demikian jika ada bonus atau lemburan. Gw merasa, apa yang gw dapat di sini jauh lebih oke dibanding saat kerja di Big 7. 

Namun, ada hal yang pantang dilanggar dalam peraturan yang dibuat si bos. Yaitu, dilarang menyebarkan paham LGBT.

"Gw pernah tinggal di US enam tahun. Kuliah dan kerja. Tahu banget gimana kehidupan di sana. Itu mengapa, gw sangat menghargai perbedaan, tapi bukan penyimpangan," tutur si bos saat sambutan outing kantor di Puncak, tahun lalu di depan seluruh karyawan dan pemegang saham.

Dalam kesempatan itu, bos juga mempersilakan karyawan berambut gondrong, dicat pirang, tindik, dan sebagainya. 

Dia juga menegaskan tetap menerima jika ada karyawan yang terindikasi LGBT. Menurutnya, pelaku penyimpangan itu juga manusia. 

Sama-sama makhluk ciptaan Tuhan. 

Sebagai manusia, si bos enggan memusuhi sesamanya.

Hanya, si bos menekankan, jangan coba-coba untuk menyebarkan prilaku LGBT kepada karyawan lain atau sekadar mengajak.

...


*           *           *


"YAUDAH, gw cabut ya. Pokoknya kalian nobar aja. Yang penting jangan buang puntung rokok di lantai. Ntar gw liat di CCTV gw SP2," si bos bersiap balik usai mengecek berbagai dokumen dari gw dan anak legal disertai ancaman retoris.

"Aman, bosku. CEO PT Zhang," sahut anak-anak kompak yang disambut mesem si bos.

"Demi Jepang, Asian Pride, gw siap kerja lembur ga dibayar bos buat beres-beres usai nobar," Bintang, cleaning service menimpali.

"Ntar kalo ada puntung rokok berserakan, lo catat nama-namanya ya Tang. Biar gw kasih 'surat cinta' ke mereka," kata si bos yang disambut koor riuh anak-anak.

Dia melanjutkan, "Kalian bebas nobar di aula kantor sepanjang Pildun. Mau begadang boleh. Yang penting jangan sampe ada yang joget-joget live di medsos kayak tulang lunak ya. Gw kasih SP3 langsung."

Sontak, suasana sore itu di lobi kian pecah. Omongan si bos langsung ditimpali anak-anak yang mayoritas udah berkeluarga. 

Yang jomblo juga banyak sih. Hehehe.

"Aman bosku. Di sini kalo ada yang aneh-aneh, kita kunciin di gudang lantai empat. Biar 'dirukyah' sama penghuni senior tak kasat mata," kata Guntur, salah satu admin medsos.

"Anjir, 'dirukyah neng kunti' ga tuh."

"Langsung insaf kalo ketemu penghuni gudang."

Sahut-sahutan kian ramai.

"Seserem-seremnya neng Kunti mah ga seberapa dibanding mbak K. Apalagi kalo telat laporan ke doi," Hashim, anak produksi nyeletuk sambil melirik gw.

Anjir, kenapa gw dibawa-bawa. 

Si bos pun mesem-mesem aja. Kocak nih pemimpin kalo udah ngumpul sama karyawan bawaannya jadi kayak grup lenong.

"Eh iya, ntar kalo pak Agus nonton pas ada penalti, remot langsung umpentin. Bahaya, bisa dimatiin tuh tv kayak waktu Messi nendang penalti," tutur si bos nunjuk Agus, security senior yang baru datang langsung masang muka ga bersalah.

Kena dia. Hahaha.

Gw jadi inget pas diceritain anak-anak, pekan lalu. Malamnya saat nobar Argentina vs Austria, Lionel Messi mau nendang penalti. Si bos juga saat itu ikut nonton. Seperti biasa, dia jadi donatur seksi konsumsi yang dipalakin anak-anak.

Nah, pas awal pertandingan, Argentina dapat penalti. Messi yang akan eksekusi. Namun saat lagi ancang-ancang mau nendang, tv tiba-tiba mati. Sontak, pada heboh karena lagi deg-degan lihat hasilnya.

Ternyata, Agus yang matiin tv. Alhasil, kulit kacang berserakan dilemparin si bos dan anak-anak. Agus yang kabur cuma cengengesan aja. Kocak sih, tahu reaksi mereka. 

Gw yang denger ceritanya pas jam makan siang aja geregetan sama Agus.

Namun, menurut si bos, di situlah letak seninya nobar. Rame, bisa teriak-teriak tanpa ada yang ngomelin karena di kantor gedungnya kedap suara. 

"Gw berani 'rusuh' cuma pas nobar di kantor aja. Kalo nonton di rumah ga enak, senyap," si bos beri penjelasan saat meeting esoknya. "Sebab, tv harus di-mute. Kalo ada suara, kasian bocah gw lagi pada tidur. Bini juga bakal ngamuk kalo tahu gw teriak-teriak gol."

Yah, gw sebagai karyawannya cuma bisa  mengangguk aja. Sabar hingga Piala Dunia 2026 berakhir. 

Lagipula, meski muka anak-anak kusut hingga ga sedap dipandang akibat semalam begadangin nobar, faktanya gw akuin kerjaan mereka sejauh ini lancar.***


*           *           *


(Diceritakan ulang oleh pekerja swasta yang kantornya kena demam Piala Dunia 2026 dengan modifikasi dan editing sewajarnya)


*           *           *


- Jakarta, 5 Juli 2026



*           *           *


Artikel Terkait: 


- Nobar Ditemani Model Seksi (https://www.roelly87.com/2014/11/nobar-ditemani-model-seksi.html)

- Meriahnya Nonton Bareng di Studio ANTV (https://www.roelly87.com/2014/11/meriahnya-nonton-bareng-di-studio-antv.html)

- Nonbar Merakyat Bersama tvOne (https://www.roelly87.com/2014/11/nonbar-merakyat-bersama-tvone.html)

- Nobar Pilpres 2014: Sambil Mewaspadai “Serangan Fajar” (http://www.roelly87.com/2017/02/sambil-mewaspadai-serangan-fajar.html)

- Nobar di Kedubes Italia - Kompak Demi "Gli Azzurri" (https://www.roelly87.com/2014/11/kompak-demi-gli-azzurri.html)

- Nobar dengan Suasana Pantai (https://www.roelly87.com/2016/04/nobar-dengan-suasana-pantai.html)

- Di Balik Nobar Liverpool Vs Leicester di Sevel Bintaro Sektor 7 (https://www.roelly87.com/2015/12/di-balik-nobar-liverpool-vs-leicester.html)








*           *           *

Sabtu, 27 Juni 2026

Manajemen dan Security PIK yang Memanusiakan Manusia

Manajemen dan Security PIK yang Memanusiakan Manusia

Shelter Ojol PIK Golf Island
(Foto: dok.pribadi/@roelly87)



PANTAI Indah Kapuk (PIK) merupakan kawasan yang berkembang dengan pesat. Awalnya, berlokasi di Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, kini merambah ke barat, tepatnya Kabupaten Tangerang, dengan PIK 2.

Baik perumahan, apartemen, hotel, gedung perkantoran, pasar, restoran, mal, dan sekolah, kini menjamur. Pun dengan transportasi umum yang bisa diakses dari dan ke pusat Jakarta dengan mudah lewat Transjakarta.

Bagi ojek online (ojol), PIK jadi ladang cuan. Sebab, di kawasan tersebut, bisa dibilang melimpah orderan. Mulai dari antar penumpang, makanan, hingga barang/paket.

Sejak 2019 silam, saya pun sering ngebid -cari orderan- di PIK atau PIK 2. Bahkan, sering nganter ke sana saat malam atau dini hari.

Biasanya, kalo hingga larut, saya dan rekan-rekan ojol lainnya serta kurir paket istirahat di kolong jembatan yang menghubungkan daratan Jakarta dengan pulau reklamasi. Tempatnya, termasuk aman.

Secara, petugas keamanan rutin patroli. Baik dengan mobil atau sepeda motor.

Meski kawasan elite, harus diakui manajemen dan security sangat ramah dengan ojol. Belum pernah saya dengar ada ojol yang diusir.

Itu karena mereka menyediakan beberapa titik untuk parkir motor gratis khusus ojol dan kurir paket. 

Intinya, mereka turut memanusiakan manusia. 

"Simbiosis mutualis, mungkin mas. Kan, kami juga butuh ojol buat anter ke pasar, pesan makanan, atau kirim paket," kata salah satu penumpang yang merupakan penghuni PIK, beberapa waktu lalu.

Ya, para penghuni PIK, baik perumahan, apartemen, perkantoran, hingga tamu hotel butuh layanan ojol. Begitu juga sebaliknya, ojol di PIK pun mudah mendapat orderan.

Itu mengapa, hampir tidak ada segregasi antara ojol/kurir paket dengan security. Kami tahu aturan. 

Ga bisa lama-lama nongkrong di sembarang tempat. Kecuali, yang memang sudah disediakan khusus ojol.

Pun demikian dengan security yang sangat welcome dengan ojol. Bahkan, kerap ngumpul bareng. Maklum, sebagian dari mereka banyak juga yang nyambi sebagai ojol atau kurir paket jika sudah selesai kerja.

"Kita sama-sama cari uang di jalan, saling ngerti aja mas," ujar security saat ngopi bareng samping SPBU.

"Paling kalo ada ojol yang kumpul-kumpul, kami minta dengan halus untuk 'geser' dikit atau jalan dulu pas mau laporan. Setelah itu silakan aja. Manajemen juga sangat dukung keberadaan ojol, buktinya banyak dibangun shelter di PIK ini."

Pernyataan itu beralasan. Di PIK ada beberapa shelter ojol. Bisa digunakan untuk istirahat atau cas hp dengan ditambah fasilitas toilet portable.

Untuk ambil orderan makanan dan paket di pertokoan sepanjang Jalan Marina Raya-Pantai Indah Utara 2 pun ada beberapa titik parkiran gratis untuk ojol. 

Pun demikian di PIK Avenue dan dua hotel sebelahnya, ojol yang ambil makanan atau paket gratis parkir dengan meminta stempel di petugas.

(Selengkapnya: Daftar Mal Elite di Jakarta dan yang Gratiskan Parkir untuk Ojol - http://www.roelly87.com/2024/06/daftar-mal-elite-di-jakarta-dan-yang.html)


*         *         *

MENJELANG fajar, jalanan di utara ibu kota cukup ramai. Saya baru selesai mengantar penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, menuju salah satu cluster perumahan di PIK.

Saat melihat arloji di tangan kiri, menunjukkan pukul 03.21 WIB. Periode tanggung.

Mau balik ke rumah, tapi "masih sore". Apalagi, ini weekend, jadi saya coba rehat sejenak di PIK sambil menanti orderan arah selatan.

Kawasan Batavia dan Pantjoran cukup ramai. Pun dengan lalu-lalang kendaraan menuju PIK 2 yang melintas di Jembatan.

Saya pun geser ke kolong jembatan yang menghubungkan daratan Jakarta dengan pulau reklamasi untuk ngopi dan  menghirup "asap kehidupan".

Pas sampe, kaget juga. Ternyata, kolong jembatan yang terakhir saya singgahi Palguna lalu sudah berubah lebih rapi dengan terpampang tulisan "Shelter Ojek Online Golf Island".

Saya pun masuk ke dalamnya. Ternyata, sudah ada colokan listrik untuk cas hp, tong sampah, dan toilet portable.

Keren!

Tempatnya luas pula untuk parkiran belasan motor. Cocok untuk beristirahat.

Ini shelter ojol kedua di PIK yang pernah saya singgahi. Sebelumnya, sejak pertengahan tahun lalu sudah ada shelter ojol di Bukit Golf Mediterania. 

Tepatnya, di belakang Pasar Modern/Fresh Market atau seberang Apartemen Gold Coast.

Namun, biasanya saya hanya sekadar singgah saat sore. Sebab, tempatnya ga begitu luas

Kalo istirahat untuk melonjorkan kaki biasanya di kolong jembatan yang dulunya masih lowong dan kini jadi Shelter Golf Island.

Selain dua shelter itu, ada satu lagi di Pulau Reklamasi, yaitu Shelter Ojol Riverwalk Island. Ini saya temukan berdasarkan referensi pencarian di Google Maps disertai foto yang tercantum. 

Hanya, saya belum pernah ke sana. Mungkin, nanti kalo dapat orderan ke PIK lagi saya infokan.

SS dari Google Maps


Nah, bagi rekan-rekan ojol dan kurir paket dari luar Jakarta yang ingin istirahat sejenak usai perjalanan jauh antar order di PIK, ini saya cantumkan beberapa shelter dan titik untuk rehat sejenak di Google Maps.

1. Shelter Ojol Bukit Golf Mediterania

Lokasi: Samping Pasar Modern

Fasilitas: Stop kontak, toilet portable

+: Bisa selonjoran

-: Sempit, kalo siang panas, malam kurang tahu


2. Shelter Ojol Golf Island

Lokasi: Kolong jembatan, Pulau Reklamasi

Fasilitas: Stop kontak, toilet portable

+: Luas, bisa selonjoran, tidur

-: Banyak nyamuk, susah cari kopi


3. Shelter Ojol Riverwalk

Lokasi: Belum terkonfirmasi, info hanya dari Google Maps

Fasilitas: ?

+: ?

-: ?


4. Depan SPBU

Lokasi: Depan SPBU, Seberang RS Tzu Chi

Fasilitas: Toilet SPBU (06-23)

+: Malam bisa selonjoran, 

-: Siang ada security patroli ga bisa lama


5. Samping Bundaran Bukit Golf Mediterania

Lokasi: Samping bundaran BGM

Fasilitas: toilet, musala

+: Bisa selonjoran, banyak jajanan

-: Malam kurang tahu


6. Halte Parkir Karyawan

Lokasi: Samping Sekolah Tzu Chi/belakang Cluster Ruby

Fasilitas: -

+: Banyak jajanan, bisa selonjoran

-: Malam kurang tahu


7. Simpang PIK

Lokasi: Jalan Mandara Permai, samping Burger King

Fasilitas: -

+: Bisa selonjoran, banyak jajanan

-: Malam kurang tahu


VIDEOhttps://vt.tiktok.com/ZSCM7VKj6/


*         *         *


Disclaimer: Artikel ini murni pengalaman pribadi saya sebagai bloger yang berprofesi ojol. Ga ada pesanan dan tendensi apa pun


*         *         *

- Jakarta, 27 Juni 2026




Senin, 22 Juni 2026

Met Ultah ke-17 Uti, Adik Bungsuku

Saya bersama Mama, Novi, dan Uti
(@roelly87)



22 JUNI diperingati sebagai hari lahir Kota Jakarta. Sekarang, genap 499 tahun. 

Pada saat yang sama, 22 Juni juga hari ulang tahun adik bungsu saya. 

Namanya Putri Jelyta. Saat ini, tepat 17 tahun. Sweet  Seventeen. 

Transisi dari masa kanak-kanak menuju remaja. 

Selangkah lagi akan dewasa.

Selamat ulang tahun, Uti...

Demikian nama panggilan si bungsu. Bisa juga disapa Jelitung yang berasal dari nama belakangnya.

Saya memiliki dua adik. Yang pertama, Novi, hanya selisih beberapa tahun. Lalu, Uti kelahiran 2009.

Btw, Uti ini bukan adik kandung. Melainkan adik angkat. 

Namun, kasih sayang kami, yaitu Mama, saya, dan Novi, kepadanya tetap sama. 

Bahkan, Mama sangat sayang. Maklum, diurus sejak masih empat tahun.

Kami makan di tempat dan menu yang sama. Tiada dibedakan semuanya. 

Kecuali untuk makanan tertentu.

Saya alergi hidangan laut -akibat kulit sensitif yang berujung gatal- seperti Udang, Balakutak, Cumi, Kerang, Kepiting, dan mayoritas Ikan (kecuali Bawal, Bandeng, Mas, dan Tongkol).

Mama yang Mei lalu genap 62 tahun pantangan makan yang mengandung gula, lemak, dan kolesterol berlebih. Maklum, ibu saya mengidap Diabetes, jadi makan harus dibatasi.

Novi kurang suka daging. Diet, katanya. Hahaha. 

Uti? Nyaris semua makanan suka. Hanya, ga doyan pedas atau sambal. Padahal, saya, Mama, dan Novi merupakan penggila pedas. Namun, bisa diakali dengan Mama menempatkan sambal terpisah.

Uti saat masih bocil nunggu bedug
sambil liatin jadwal puasa wkwkwkwk
(@roelly87)


*         *         *

KISAH ini berawal 2013 silam. Pertengahan September, ibu kandung Uti meninggal dunia. 

Btw, saya kenal dengan keluarganya. Apalagi, ayahnya -meninggal Februari lalu- merupakan teman saya sejak kecil. 

Uti anak ketiga dari empat bersaudara. 

...

Uti full sebulan puasa Ramadan 


Mama pun berinisiatif mengangkat Uti sebagai anaknya. Kebetulan, di rumah tidak ada anak kecil. Hanya kami bertiga. Mama, saya, dan Novi.

Jelas, keberadaan Uti yang masih bocil alias balita, empat tahun, memberi warna baru di rumah. Saat itu, Uti sangat lucu. Kami pun senang dengan keberadaannya. 

Mama sangat antusias mengurusnya. Mulai dari memandikan, nyebokin, nyisir, pakai bedak -wkwkwk Uti lucu kalo dibedakin mukanya-, hingga mengenakan pakaian.

Uti juga yang menemani Mama tiap harinya nyaris 24 jam (termasuk hingga kini aplusan dengan saya dan Novi saat Mama beberapa kali dirawat di Rumah Sakit). Maklum, saya dan Novi kerja. 

Sementara, Mama aktif di PKK Kelurahan dan Ketua Pengajian RW. 

Pun demikian saat sekolah. Kami bertiga bergantian mengantar atau jemput. Kebetulan, SDN Petojo Utara 09 Pagi merupakan sekolah saya dan Novi dulu. Jadi, kami masih kenal dengan beberapa Guru dan petugas di sekolah itu. 

Berlanjut Uti masuk SMP dan SMK, yang gedungnya sebelahan dengam SDN 09. Saat itu, Uti mulai mandiri. 

Alias berangkat tidak diantar. Sendiri atau kadang bareng dengan beberapa teman sekelasnya. 

Kecuali, saat bagi Rapor, biasanya Mama dan Novi yang mendampingi. Saya hanya beberapa kali saat Mama sakit dan Novi kerja masuk pagi.

Bulan depan, Uti mau naik kelas 2 SMK. Itu berarti, sebentar lagi lulus.

Kami berharap, Uti bisa melanjutkan ke bangku kuliah. Itu yang Mama, saya, dan Novi perjuangkan.

Syukur-syukur dapat negeri. Namun, kalo swasta pun ga apa-apa. Intinya bisa mengecap pendidikan S1. Melanjutkan tradisi jadi mahasiswa seperti yang sudah dilakukan Novi.

Uti ultah ke-11 saat pandemi


*         *         *

UTI kini udah beranjak remaja menuju dewasa. Namun, bagi kami, masih seperti yang dulu: Uti anak yang lucu dan baik hati.

Kami pun membebaskan Uti untuk bergaul dengan banyak orang atau main ke mana saja. Misal, mengenal lawan jenis saat masa-masa Sekolah Menengah merupakan kenangan indah. 

Namun, bebas tetap ada batasan. Jika hari sekolah, pukul 20.00 WIB sudah di rumah karena besok bangun pagi.

Sementara, untuk Sabtu, Minggu, dan Hari Libur, maksimal main hingga pukul 22.00 WIB. Boleh lewat dari itu jika hanya di rumah dan sekitaran saja. 

Bagaimana jika main jauh-jauh? Ga boleh!

Itu mengingat Uti sebagai anak perempuan. Untuk antisipasi hal yang tidak diinginkan. 

Kami berpedoman, masa-masa remaja sangat menyenangkan. Termasuk, untuk Uti.

Hanya, tetap ada batasan. Baik pergaulan di luar rumah, sekolah, atau media sosial (medsos). 

Itu yang Mama, saya, dan Novi lakukan demi masa depan Uti yang bisa lebih baik lagi.

Sekali lagi, met ultah ke-17, Uti...

Uti aplusan jaga Mama saat saya ngojol dan Novi kerja


*         *         *

Artikel terkait Uti

- Nemenin Main Dampu (https://www.roelly87.com/2015/07/tujuh-permainan-tradisional-yang-asyik.html)

- Ngabuburit di RPTRA  (https://www.roelly87.com/2016/06/pengalaman-ngabuburit-di-rptra-krendang.html)

- Hari Pertama Masuk SD (https://www.roelly87.com/2016/07/hari-pertama-mengantar-sekolah.html)


*         *         *

Uti bersama abang kandung dan keluarganya di pemakaman ayahnya yang juga teman saya sejak kecil (@roelly87)


- Jakarta, 22 Juni 2026