TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com

Serial Catatan Harian Ojol

Serial Catatan Harian Ojol
Serial Catatan Harian Ojol

Minggu, 31 Mei 2026

Mimpi Basah The Gunners, Juve-Milan di Liga Malam Jumat

Mimpi Basah The Gunners, Juve-Milan di Liga Malam Jumat

Percakapan dengan fan Arsenal
di chat aplikasi ojol
(@roelly87)


KOMPETISI antarklub Eropa 2025/26, khususnya di "Big 6" telah selesai. Bagi yang menyimak perjalanan musim lalu, nyaris tidak ada kejutan.

Liga Primer Inggris dimenangkan Arsenal, diikuti La Liga Spanyol (Barcelona), Serie A Italia (Inter), Bundesliga Jerman (Bayern Muenchen), Ligue 1 Prancis (Paris Saint-Germain/PSG), dan Eredivisie Belanda (PSV Eindhoven).

Sebagai Juventini -julukan bagi fan Juventus- saya menilai wajar jika Inter scudetto. Skuat asuhan Cristian Chivu lebih matang dari rival-rivalnya. 

Termasuk, Juve yang ironisnya terlempar dari empat besar Serie A 2025/26 hingga gagal ke Liga Champions musim depan. 

Itu akibat Kenan Yildiz dan kawan-kawan harus puas finis di posisi enam di bawah AC Milan, Como, AS Roma, Napoli, dan Inter.

Kocak sih, sekelas Juve dikangkangi Como. Klub "anak bawang" yang baru promosi ke Serie A pada 2024/25.

Alhasil, Juve harus puas tampil di Liga Europa 2026/27 yang dijuluki "Liga Malam Jumat". Sebab, mainnya memang Kamis sore waktu Eropa atau Jumat dini hari WIB.

Julukan "Badut Eropa" seperti yang sering saya tulis di blog ini (Selengkapnya: Prabowo: Sang Penculik yang Berharap Mandat Langit - https://www.roelly87.com/2023/09/prabowo-sang-penculik-yang-berharap.html) memang nyata.

Saya Juventini. Sejak 1993 hingga mungkin akhir menutup mata tetap merupakan penggemar "Si Nyonya Besar".

Namun, saya tetap objektif. Bagus ya saya  bilang bagus. Jelek? Ya, harus terima dikatain jelek.

Nah, selain Juve yang gagal lolos ke Liga Champions musim depan, ada satu klub lagi yang juga mengalami nasib sama: Milan yang finis di posisi lima Serie A 2025/26.

Wkwkwk.

Sumpah, waktu kali pertama baca info ini, saya kaget. Kok bisa, sekelas "Pangeran Eropa" bersanding dengan "Badut". 

Namun, setelah melihat ulang rekaman perjalanan musim lalu, Milan memang 11/12 dengan Juve. Pantas, "Setan Merah" tertinggal jauh dari rival sekotanya, Inter yang justru scudetto.

Untuk liga di Eropa selain Serie A, yang menarik saya bahas ada Liga Primer berkat keberhasilan Arsenal. Sebenarnya, klub berjulukan "The Gunners" itu ga aneh untuk juara.

Sebab, dalam tiga musim beruntun (2022/23, 2023/24, dan 2024/25), Arsenal finis sebagai runner-up. Bahkan, dalam periode itu, sejak awal hingga sepertiga musim, Meriam London mendominasi.

Arsenal hanya gagal pada pekan-pekan terakhir hingga harus tergelincir di posisi kedua. Ya, mereka seperti apes aja. 

Padahal, dalam periode itu, Manchester City dan Liverpool toh ga kuat-kuat banget. Nah, musim ini, Arsenal konsisten sejak awal hingga akhir kokoh di puncak Liga Primer.

Yang mengesankan, keberhasilan pasukan Mikel Arteta ini mengakhiri puasa gelar dalam 22 tahun! Ya, kali terakhir Arsenal juara Liga Primer 2003/04 saat diarsiteki Arsene Wenger.

Alias, lebih dari dua dekade silam, penggemar harus menantikan momentum pada Selasa (19/5) atau Rabu (20/5) dini hari WIB. Tepatnya, pada pekan ke-37 saat Man. City diimbangi Bournemouth 1-1 dan sebelumnya Arsenal mengalahkan 1-0.

Hasil kontras itu membuat Arsenal mantap dengan 82 poin diikuti Man. City (78). Dengan sisa satu pertandingan lagi, selisih poin kedua tim sudah tidak bisa berubah.

*         *         *

SORE itu, Rabu (20/5) jalanan ibu kota seperti biasa. Macet.

Saya baru saja menurunkan penumpang di Stasiun LRT Dukuh Atas. Ga lama, aplikasi bunyi. 

Ada orderan menuju Kemang. Namun, masalahnya posisi jemput penumpang yang berada di gedung perkantoran Jalan Satrio. Jaraknya sekitar 2 km lebih. 

Plus macet total karena jam pulang kerja. Estimasi di Google Maps 20 menit.

Saya pun minta foto untuk afirmasi bahwa penumpang sudah di lokasi. Sebab, banyak customer ajaib. 

Jemput jauh, macet, plus layanan hemat, tapi pas saya di lokasi, eh penumpangnya masih di atas gedung. Entah lantai 10, 19, 25, 37, dan sebagainya. Kalo sudah gitu ya saya cancel.

Bagi saya, penumpang seperti itu ga layak untuk diantar. Ironisnya, mayoritas dari mereka pendidikan tinggi, jabatan mentereng, dan penampilan necis. 

Namun, atitudenya justru nol. Padahal, adab lebih tinggi daripada ilmu. 

Sebagai bloger yang berprofesi ojek online (ojol), saya berusaha untuk memanusiakan manusia. 

Ga mau menyusahkan orang lain. Di sisi lain, ogah juga disusahkan orang lain.

Alhasil, saya selalu tekankan kepada penumpang, bahwa etika dijemput itu menunggu, bukan ditunggu. Itu bare minimum bagi penumpang. 

Toh, jika naik kereta atau pesawat, penumpang yang harus menunggu kehadiran kereta atau pesawat. Bukan sebaliknya. Kalo telat, ya bakal ditinggal. 

Kecuali kalo penumpang itu statusnya pejabat, tentu kereta bahkan pesawat bakal rela menunggu.

Pun demikian dengan saya saat dapat orderan, langsung berangkat ke lokasi. Ga harus ngopi dulu. Otw.

Btw, saya pernah ngalamin saat puasa lalu, jemput orderan di Stasiun Tanah Abang dari Patung Kuda. Saya udah di lokasi setelah 10 menit menembus kemacetan jelang maghrib, eh, penumpangnya masih di kereta. 

Tepatnya mau masuk Stasiun Kebayoran Lama. Itu berarti, masih dua stasiun lagi, sebab setelahnya itu Palmerah diikuti Tanah Abang.

"Saya mau bukber mas di mal ***. Kalo pesan sudah di stasiun (Tanah Abang), biasanya nunggu lama. Makanya, ini saya order di kereta," jawaban penumpang saat itu yang bikin saya geleng-geleng kepala.

Udah jemput jauh, macet parah karena bertepatan jam pulang kerja + jelang buka puasa, ongkos hemat, eh masih harus nunggu lagi di lokasi.

Lalu?

Seru!

Drama banget... 

Nantikan di artikel selanjutnya tentang sisi lain dunia ojol.

*         *         *

"BAJU putih Arsenal," kata penumpang di Satrio memberi konfirmasi usai kirim foto lokasi.

"ARSENAL?" ujar saya menjawab dengan huruf kapital. Maklum, capslock jebol!

Saya lanjut ketik, "OK SAYA BERI RESPEK UNTUK YANG AKHIRI PUASA 22 TAHUN!"

Penumpang itu ketawa lebar. Dia merupakan customer kedua saya hari itu yang memakai atribut Arsenal.

Keduanya sama. Sangat gembira menyaksikan akhirnya tim kesayangan meraih gelar Liga Primer. Trofi yang diidamkan lebih dari dua dekade!

"Gila, mas... Gw berasa ini mimpi," ujar penumpang cowo yang tujuannya ke kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

"Ini gw mau rapat di kafe kekinian. Kata bos gw, mau sekalian party ngerayain tim favorit gw juara," lanjutnya 

Meski bukan penggemar Liga Primer, apalagi Arsenal, tentu saya ikut girang. Bagaimanapun, menunggu 22 tahun itu bukan sebentar.

Sebagai Juventini, saya pernah merasakan usai "I Bianconeri" degradasi ke Serie B 2006/07 akibat Calciopoli. Butuh enam tahun untuk melihat Juve kembali scudetto pada 2011/12.

"Gw bangun pagi, pas lihat hasil Man. City imbang, hampir ga percaya. Bagi gw dan fan Arsenal di kolong langit, akhir musim ini seperti mimpi basah di siang bolong," penumpang itu menuturkan.

"Bayangin, 22 tahun nunggu dari gw masih bocah sampe sekarang rekan kerja gw udah pada punya bocah, akhirnya kesampean lihat Arsenal juara. Apalagi kalo akhir bulan bisa kawinin gelar Liga Champions, wah itu sesuatu," kata penumpang itu sambil melambaikan jersey lawas Arsenal dengan logo O2.

Saya yang melihatnya di spion pun ikut tersenyum. Kelak, mungkin saya akan melakukan hal yang sama jika Juventus juara Liga Champions.

Maklum, kali terakhir La Vecchia Signora mengangkat trofi UCL pada 1995/96. Alias, lebih dari 30 tahun lalu.

"Mas, lo Juventini kan, gw doain moga impian lo terwujud ke depannya," kata penumpang dengan sungguh-sungguh. "Menurut lo, final Liga Champions bakal gimana?"

Saya jawab dengan lugas, "Skuat PSG lebih merata. Namun, Arsenal punya momentum yang pas buat diledakkan. Gw Juventini bro, ga milih kedua tim. Hanya, gw juga pengen lihat Arsenal juara musim ini setelah PSG udah tahun kemaren."

Ya, final Liga Champions 2025/26 akan berlangsung akhir pekan, Minggu (30/5). Siapa pun yang menang, saya berharap kedua tim tampil impresif.

Untuk hati, cenderung pilih Arsenal.

*         *         *

EDIT, artikel ini dibuat pada 21-26 Mei lalu yang batal dipublish akibat kesibukan ojol. Ternyata, dini hari WIB tadi, PSG yang juara Liga Champions 2025/26 usai mengalahkan Arsenal via adu penalti.

Selamat untuk fan PSG yang sukses mempertahankan gelar.

Selamat juga bagi fan The Gunners yang sudah mengakhiri puasa Liga Primer 22 tahun.

Salam dari Juventini!***

Saling respek antar
penggemar sepak bola


*         *         *

Artikel terkait: 

- Selamat untuk Inter, Salam dari Juventini (https://www.roelly87.com/2025/05/selamat-untuk-inter-salam-dari-juventini.html)

-  Tanpa Mourinho, AS Roma Tak Lagi Sama (https://www.roelly87.com/2024/01/tanpa-mourinho-as-roma-tak-lagi-sama.html)

- (Galeri Foto) Jadi Saksi Kekalahan Juventus dari Madrid di Final Liga Champions 2016/17 (https://www.roelly87.com/2017/06/saksi-juventus-di-final-liga-champions.html)

- Abu-abu dalam Derby della Madonnina (https://www.roelly87.com/2017/10/abu-abu-dalam-derby-della-madonnina.html)

-

- Pria Sejati Tidak Akan Pernah Tinggalkan Kekasihnya (https://www.roelly87.com/2021/03/pria-sejati-tidak-tinggalkan-kekasihnya.html)

- Juve yang Sekarang Bukan Juve yang Dulu (https://www.roelly87.com/2021/05/juve-yang-sekarang-bukan-juve-yang-dulu.html)

- Wawancara Eksklusif Andrea Pirlo (https://www.roelly87.com/2014/09/wawancara-eksklusif-andrea-pirlo.html)

- Wawancara Eksklusif Giorgio Chiellini (https://www.roelly87.com/2014/09/wawancara-eksklusif-giorgio-chiellini.html)

- Wawancara Eksklusif Claudio Marchisio (https://www.roelly87.com/2014/10/wawancara-eksklusif-claudio-marchisio.html)

-

- (Kilas Balik) Juventus Tur di Indonesia 2014 (https://www.roelly87.com/2017/04/kilas-balik-juventus-tur-di-indonesia.html)

- Trofi Liga Champions yang Dekat di Mata tapi Jauh di Hati (https://www.roelly87.com/2017/04/trofi-liga-champions-yang-dekat-di-mata.html)

- Akhir Tragis dari Strategi Memunggungi Sungai ala Han Xin (Bei Shui Yi Zhan) (http://www.roelly87.com/2016/03/akhir-tragis-dari-strategi-memunggungi.html)

- Diego Milito dan Angka 22 (http://www.roelly87.com/2014/11/diego-milito-dan-angka-22.html)

-


*         *         *

- Jakarta, 31 Mei 2026

Kamis, 28 Mei 2026

Kecewa dengan BCA, Kartu Tertelan Tanpa Solusi

Kecewa dengan BCA, Kartu Tertelan Tanpa Solusi

Foto: Dokumentasi pribadi/@roelly87


BANK Central Asia (BCA) merupakan bank swasta terbesar di Indonesia. Baik dari segi aset maupun cabang yang tersebar di penjuru Tanah Air.

Termasuk, di Jakarta yang Kantor Cabang (KC), Kantor Cabang Pembantu (KCP), dan gerai Anjungan Tunai Mandiri/Automatic Teller Machine (ATM), sangat banyak. Mulai dari perkantoran, pusat perbelanjaan, rumah sakit, pasar tradisional, kampus, hingga sekolah.

Sebagai nasabah sejak nyaris tiga dekade silam, keberadaan BCA sangat membantu saya. Mulai dari tabungan, transaksi sehari-hari, cicilan, dan sebagainya.

Seperti tulisan saya sebelumnya, 23 Tahun sebagai Nasabah BCA (https://www.roelly87.com/2021/11/23-tahun-sebagai-nasabah-bca.html), saya memiliki banyak hal terkait BCA. Tabungan, jelas dari 1 April 1998 yang diikuti kartu ATM (Debit BCA). 

Lalu, kartu kredit yang sudah saya tutup sejak pandemi demi penghematan. Selanjutnya, Kartu Uang Elektronik (KUE) atau e-Money yang biasa saya gunakan untuk bayar parkir, yaitu Flazz BCA. 

Seiring berjalannya waktu, BCA mengikuti arus dengan mengembangkan aplikasi BCA Mobile dan myBCA. Kedua aplikasi itu bisa digunakan untuk pembayaran lewat Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Terlebih, mengingat profesi saya sebagai ojek online (ojol). Jelas, saya butuh BCA untuk top up saldo ke aplikasi atau transfer.

Hanya, tiada gading yang tak retak. Demikian pengalaman saya bersama BCA dalam 28 tahun terakhir ini sedikit ternoda.

Noda?

Baju, kali!

He... He... He...


*         *         *

ITU terjadi, kemarin sore, Rabu (27/5) di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, saat saya mau ganti kartu debit. Kebetulan, beberapa hari lalu, ada notif di WA saya.

Yaitu, masa berlaku Kartu Debit BCA saya akan berakhir. Saya cek pengirimnya, terverifikasi dengan centang biru dari Meta disertai link resmi.

Pertanda, bukan nomor individu, melainkan resmi perusahaan. Maklum, zaman sekarang banyak penipuan. Takutnya, pas diklik, phising atau scam.

Saya pun refleks lihat kartu. Ternyata, benar berakhir bulan ini.

Di link, ada beberapa opsi untuk ganti kartu. Baik itu ke Kantor Cabang atau CS Digital.

Nah, karena kemarin merupakan hari libur nasional Idul Adha 1447 H, otomatis KC atau KCP BCA tutup. Jadi, opsi kedua yang saya pilih.

Tepatnya, usai menganter paket ke salah satu gerai di Grand Indonesia, Jakarta Pusat. Sekalian, top up Kartu Flazz yang rutin saya lakukan Rp 100.000 per bulan.

Maklum, sebagai ojol, saya sering keluar-masuk mal, pasar, apartemen, perkantoran, diskotik, bar, dan sebagainya untuk mengantar orderan. Jadi, sebulan saya sisihkan cepe ceng dari pendapatan saya untuk biaya parkir. 

Eh, pas depan ATM hendak top up Flazz, saya terhenyak. Tentu, saya ga lihat hantu. Masih sore. Lagian, saya lebih takut bokek alias ga punya uang ketimbang takut setan dan makhluk halus.

Kalo setan dibacain kitab suci bakal kabur. Nah, kalo bokek? Harus dicari!


*         *         *


SINGKATNYA, ternyata, saldo saya di rekening hanya ada 52 ribu. Ini mah, boro-boro mau top up Flazz 100 ribu, saldo aja cuma setengahnya. 

Alhasil, saya hanya top up 25 ribu. Cukuplah, mengingat sebelumnya saldo Flazz saya masih 31 ribu. Minimal untuk parkir sepekan ke depan teratasi.

Sebab, mayoritas mal, pasar, apartemen, dan sebagainya hanya mengenakan tarif Rp 2.000 untuk parkir motor. 

Kecuali, beberapa pasar yang dikelola PD Pasar Jaya -BUMD tapi mencekik rakyat- yang mematok Rp 3.000 seperti Glodok Jaya dan Asemreges. Keduanya berlokasi di Jakarta Barat. 

Satu lagi yang sering saya datangi terkait order ojol, di mal atau diskotik/bar di Jalan Gajah Mada, yaitu Paragon Mal, parkir motor Rp 3.000. Mahal juga!

Untuk saat ini, rekor parkir motor termahal di Indonesia jatuh kepada...

Ya, kalian pasti ga nyangka.

Yaitu, Markas Kepolisian Daerah Metro Jaya, yang sekali masuk motor dikenakan Rp 4.000! Ampun dah. 

Kalah PI, GI, PS, PIM, Sency, dan sebagainya...

Namun, ini akan saya ulas lengkap di artikel berikutnya.

Btw, kalo saya ambil/antar orderan paket dan makanan di Polda Metro, saya selalu chat ke anggota bahwa parkir motornya TERMAHAL DI INDONESIA.

Lanjut...

Usai transaksi Flazz di mesin ATM, saya geser ke sebelahnya. Yaitu, mesin CS Digital ganti kartu yang ada satu-satunya dibanding mesin atm (ada enam)

Sebelum memulai, saya perhatikan dengan seksama tutorial di video layarnya.

Pertama, memasukkan KTP di atas scanner. Berhasil!

Lalu, sidik jari dengan telunjuk kiri. Beres!

Ketiga, masukkan Kartu Debit BCA disertai pin.

Dan...


"Aku tertipu aku terjebak

Aku terperangkap muslihatmu..."


Btw, itu penggalan lagu berjudul Ular Berbisa karya band Hello.

Demikian perasaan saya saat membaca info di layar.

"Untuk sementara mesin tidak dapat digunakan."

Apa?

Huff...

Dalam sepersekian detik, saya seperti orang linglung melihat kartu debit tertelan. Bingung mau berbuat apa.

Saya bergeming di depan mesin ganti kartu menunggu Kartu Debit BCA saya yang ga kunjung keluar. 

Hening.


"Kuingin marah melampiaskan 

tapi kuhanyalah sendiri disini

Ingin kutunjukkan 

pada siapa saja yang ada

bahwa hatiku kecewa..."


Potongan lirik Kecewa dari Bunga Citra Lestari menggambarkan perasaan saya saat itu.

Sebab, saya lihat sekeliling tidak ada petugas BCA. Maklum, tanggal merah.

Yang ada hanya pegawai malnya. Udah mau tutup, saat itu pukul 21.40 WIB.

Ada telepon dan intercom di sisi mesin ganti kartu. Namun, ga ada petunjuk penggunaan. 

Saya pun menarik napas panjang. Berusaha untuk rileks.

Setelah tenang, ada tiga opsi:


- Phone a Friend

- Ask the Audience

- 50:50


He... He... He...

Ga deh, itu mah kuis Who Wants to Be a Millionaire? yang populer era 2000-an.

Bercanda!


*         *         *

Foto: Dokumentasi pribadi/@roelly87


TINDAKAN saya dengan buka myBCA. Bisa dipahami mengingat di aplikasi itu ada fitur telepon bebas pulsa. Alias gratis.

Hanya, usai melakukan perbincangan dengan Customer Service (CS) via myBCA, ternyata ga ada solusi.

Apa ekspektasi saya ketinggian terhadap bank swasta terbesar di Tanah Air ini?

Entahlah.

Dalam dialog seperminuman teh itu, CS myBCA hanya menyarankan blokir kartu yang juga memutus akses ke internet banking serta Mbanking tanpa adanya solusi cepat.

Saya menolak rekening diblokir. Sebab, khawatir ada perlu bayar ini-itu pakai QRIS di sisa saldo yang memang hanya ada 27 ribu.

Ya, karena dikit, saya ga takut disalahgunakan orang. Maklum, saldonya cuma seuprit.

Sejak jadi ojol, rekening BCA saya jarang ada saldo mengendap ratusan ribu. Maklum, pendapatan ojol harian, bukan bulanan, dan mayoritas customer bayar tunai.

Beda saat masih kerja yang gajian lewat transfer rekening. Itu mengapa, satu dekade lalu saya bisa lolos bikin visa ke Inggris untuk nonton Final Liga Champions 2016/17. 

Pasalnya, salah satu persyaratan bikin visa UK, minimal harus punya saldo mengendap di rekening Rp 50 juta.

(Selengkapnya: <Galeri Foto> Jadi Saksi Kekalahan Juventus dari Madrid di Final Liga Champions 2016/17 - https://www.roelly87.com/2017/06/saksi-juventus-di-final-liga-champions.html)


*         *         *

Foto: Dokumentasi pribadi/
@roelly87


SELANJUTNYA, CS myBCA menyarankan untuk urus ke Kantor Cabang terdekat. Saya cek, bukanya hanya Jumat (29/5). Berarti, hari ini, Kamis (28/5) masih tanggal merah. BCA baru normal lagi Selasa (2/6).

Sebab, Sabtu-Minggu merupakan weekend yang perbankan memang tutup. Sementara, Selasa (1/6) Hari Lahir Pancasila.

(Sumber: https://www.bca.co.id/id/tentang-bca/media-riset/pressroom/siaran-pers/2026/05/26/07/20/cuti-bersama-iduladha-waisak-dan-hari-lahir-pancasila-2026)

Yang bikin saya agak gimana gitu, CS myBCA menjelaskannya secara datar. Nyaris tanpa ekspresi dan terkesan buru-buru tanpa memberi solusi.

Itu di luar ekspektasi saya. Wajar, mengingat saya pernah mengunjungi BCA Learning Institute (BLI) yang terletak di Jalan Pakuan, Bogor, Jawa Barat, pada 2018 silam yang diakui sebagai kawah candradimuka bagi setiap pegawai BCA. 

(Selengkapnya: https://www.roelly87.com/2018/07/lebih-dekat-dengan-bca-lewat-galeri-bca.html)

Namun, ya sudahlah. Salah saya juga yang sok-sokan ganti kartu di KCP BCA di Grand Indonesia yang tiada petugas karena hari libur.

Semoga, besok, Jumat (29/5) masalah saya bisa teratasi saat mendatangi KCP BCA terdekat. Atau, Selasa (2/6) ketika situasi sudah normal.

Sambil menunggu fajar di selatan ibu kota yang sejuk usai orderan kakap ojol, saya pun menonton rekaman Serie A musim ini. 

Juventus, klub favorit saya benar-benar kayak badut. Boro-boro bersaing scudetto, yang ada malah finis di peringkat enam!

"Si Nyonya Besar" kalah dengan Como 1907 yang lolos ke Liga Champions musim depan berkat finis di posisi empat Serie A 2025/26. 

Btw, Como dan BCA itu satu pemilik yang pekan depan turun gunung di blantika bulu tangkis dunia lewat Polytron Indonesia Open 2026. 

(Sumber: https://www.roelly87.com/2026/03/menanti-clbk-grup-djarum-pbsi-di.html)

Hanya, sejak insiden kartu tertelan tanpa solusi, rasa saya terhadap BCA dan grupnya mungkin tidak lagi sama.***


*         *         *


- Megamendung (Bogor) 28 Mei 2026


Sabtu, 16 Mei 2026

Kalian Tim PI atau Tim GI (Plaza Indonesia Vs Grand Indonesia)

PI vs GI (Versi Ojol)

Aura old money dan Orang Kaya Lama
sangat terasa di PI
(Foto: dokumentasi pribadi/@roelly87)


KELINCI Merah (Chituma) yang terbaik di antara kuda. Untuk pendekar, ada Lu Bu.

Ucapan Perdana Menteri Han Cao Cao pada abad 2 yang saya kutip ulang di artikel tiga tahun lalu berjudul Brigitte Lin Ching-hsia yang Memesona (https://www.roelly87.com/2023/12/brigitte-lin-ching-hsia-yang-memesona.html).

Maksudnya, Lu Bu tak terkalahkan pada pengujung kejayaan Dinasti Han. Dalam novel Sam Kok/Kisah Tiga Negara, bahkan sukses menempur tiga bersaudara, Zhang Fei, Guan Yu, dan Liu Bei.

Sementara, Kelinci Merah merupakan nama kuda asal Ferghana, Asia Tengah. Dikenal dengan kawasan penghasil kuda terbaik yang banyak diimpor Cina saat itu.

Nah, artikel yang saya tulis ini bukan soal pendekar atau kuda. Melainkan, mal, plaza, atau pusat perbelanjaan yang bisa disebut terbaik di Jakarta.

Namun, ini banyak versi. Alias, bisa jadi debat kusir tak berujung terkait subyektivitas.

Sebagai ojol (ojek online), saya sudah pernah menyinggungnya sedikit dalam beberapa artikel:

- https://www.roelly87.com/2024/06/daftar-mal-elite-di-jakarta-dan-yang.html

- https://www.roelly87.com/2025/05/hilang-motor-akibat-parkir-liar-salah.html

- https://www.roelly87.com/2020/02/pi-pp-dan-ta-ini-daftar-mal-yang-kurang.html

- https://www.roelly87.com/2023/11/menara-kadin-yang-memanusiakan-manusia.html

Oke, menurut saya ada delapan mal elite di ibu kota -minus Jakarta Timur- dengan beragam variabel. Ini objektif saat saya hadir sebagai pengunjung atau ketika ambil orderan ojol.

1. Plaza Indonesia (Jakarta Pusat)

2. Plaza Senayan (Jakarta Pusat)

3. Pondok Indah Mal (Jakarta Selatan)

4. Grand Indonesia (Jakarta Pusat)

5. Senayan City (Jakarta Pusat)

6. Pacific Place (Jakarta Selatan)

7. Central Park (Jakarta Barat)

8. Mal Kelapa Gading (Jakarta Utara)

Btw, dari tujuh mal elite itu dan puluhan lainnya di ibu kota -minus Jakarta Timur yang jarang saya jelajahi-, versi saya paling favorit adalah Mal Ciputra di Grogol, Jakarta Barat.

Wajar, mengingat lokasinya hanya seperlemparan batu dari rumah saya. Kalo yang lempar batunya Hulk atau Thor... He he he!

Mal yang beken disebut Citra Land (CL) ini jadi favorit saya sejak masih kanak-kanak hingga rekan sebaya sudah punya banyak anak. Mulai dari tempat nongki, main game, bolos, cinmot alias cinta monkey, liatin pelajar tawuran, hingga ngabuburit di Toko Buku Gramedia dan Gunung Agung.

Era 1990-an hingga pertengahan 2000-an, CL jadi tempat suci bagi anak Jakbar. Bahkan, hingga kini saya jadi ojol, sering datang karena ada parkir gratis yang luas. (Sumber: https://vt.tiktok.com/ZSxeWtM43/ @roelly87)

Selain CL, favorit saya juga ada Topaz (kini ganti Roxy Square imbas Tragedi 1998), ITC Roxy Mas (dulu ada MCD yang jadi favorit), Plaza Gajah Mada (ada kolam renang), Mal Puri Indah, Golden Truly Gunung Sahari, dan Ratu Plaza.

Ketujuh mal itu jadi favorit saya hingga kini yang punya memori membekas.

*          *          *

Parkir khusus ojol dan kurir paket di P2
(Foto: Dokumentasi pribadi/@roelly87)


ADA dua mal elite yang bersebelahan atau berhadapan di Jakarta Pusat. Yaitu, Plaza Indonesia (PI) dengan Grand Indonesia (GI) yang sama-sama terletak di Jalan M.H. Thamrin.

Satu lagi di Jalan Asia Afrika, yaitu Plaza Senayan (PS) dengan Senayan City (Sency). Namun, kedua mal yang terletak di Kecamatan Tanah Abang ini mungkin akan saya bahas nanti.

Untuk PI dan GI, ternyata lokasinya di Kecamatan Menteng. Saya pikir, dulu keduanya ada di Kecamatan Tanah Abang.

Namun, setelah cek google maps, ternyata masuk Menteng. Meski, untuk GI, sebagian ada Tanah Abang, tepatnya di  di West Mal yang merupakan pintu masuk untuk parkir motor. 

Kendati ruangan utama (East Mal) tetap masuk Menteng bersama Hotel Kempinski dan Menara BCA.

Kesan saya ke GI? 

Rame poll. Apalagi, jika ambil orderan makanan atau paket di East Mal. Harus olahraga karena parkiran adanya di basement West. 

Secara keseluruhan, GI lebih familiar bagi saya. 

Istilahnya, lebih merakyat. Wkwkwkwk!

Sementara, PI?

Wow... Auranya beda!

Ketika menginjakkan kaki di lobinya, atmosfer OKL atau Crazy Rich pun menyapa. Saya bukan tipe inferioritas, tapi PI memang auranya berkelas banget.

Mungkin sedikit atau setara dengan Plaza Senayan (PS) dan Pondok Indah Mal (PIM). Ga perlu dibandingkan dengan GI, Sency, Pacific Place (PP), Central Park (CP), hingga Mal Kelapa Gading (MKG).

Jujur, itu yang saya rasakan. 

Itu mengapa, PI tidak menyediakan parkiran motor untuk umum baik pengunjung maupun karyawan. Alias, hanya roda empat ke atas. 

Jika pengunjung ingin masuk, terpaksa harus parkir di GI yang cukup jauh tapi resmi dengan nontunai Rp 2.000 per jam. Atau, bayar Rp 5.000 - 10.000 untuk parkir liar di Jalan Kebon Kacang XXX.

Saya pernah menulisnya sebelum pandemi dulu https://www.roelly87.com/2020/02/pi-pp-dan-ta-ini-daftar-mal-yang-kurang.html.

Untungnya, ojol dan kurir paket disediakan parkir di P2. Meski harus bayar secara nontunai. 

Minusnya, parkirannya sempit dan berbagi space dengan kendaraan niaga di loading dock. Jadi, kalo mau keluar, harus ekstra sabar. 

Sebab, gate-nya hanya 1 yang bergiliran dengan mobil bak, box, hingga truk. Beberapa kali mesin tap parkir error. Ampun dah ngantrenya. 

Pun demikian saat kartu emoney ga kebaca. Ya, wassalam...

Btw, bagi pengunjung atau karyawan jangan coba-coba parkir motor di P2. Sebab, bakal diusir security di pintu masuk. 

Secara, mereka selalu mengecek setiap motor yang melintas gerbang. Ojol pun dilihat orderannya apa dan wajib buka jok motor.

Tapi emang securitynya saya akui ramah-ramah. Kalo kita ga tahu bakal diinfokan secara detail parkir di mana, aturan malnya apa, dan lantai yang dituju.

Untuk aturan, seperti yang saya ulas dua tahun lalu, https://www.roelly87.com/2024/06/daftar-mal-elite-di-jakarta-dan-yang.html, ojol harus lepas jaket dan ditaruh di motor. Alias, tidak boleh ditenteng atau dibalik seperti mayoritas mal lainnya, termasuk GI yang masih memperbolehkan jaket ojol dibalik.

Saya pribadi ga masalah dengan aturan ini. Secara, sebagai tamu, saya harus ikut ketentuan tuan rumah.

Hanya, beberapa kali ada kejadian kocak. Tepatnya, ketika keluar dari lift barang di lantai LB, G, 1, 2, dan seterusnya menuju toko yang dituju. Nah, saya sering nanya alamat jika tidak tahu ke toko sekitar. 

Berhubung saya ga boleh bawa atribut ojol dan terkadang hanya mengenakan kemeja atau batik serta celana bahan, alhasil saya disangka mau belanja. Diajak masuk ke tokonya yang isinya mayoritas premium untuk lihat-lihat hingga ditawarkan berbagai koleksinya. 

Wkwkwkw!

Jujur, belanja di PI bukan level saya yang masih kelas mendang-mending. Berbagai busana di sana, seperti celana panjang branded harganya bisa dua minggu pendapatan saya ngojol!

Alhasil, saya pun memberikan gestur menolak tawaran itu. Sembari, memperlihatlan orderan ojol di layar hp untuk tanya alamat. 

Pas tahu saya ojol yang hanya ingin tanya lokasi toko atau resto, pramuniaga itu pun jadi likat. Akhirnya, kami sama-sama tertawa.

Btw, untuk kesan-kesan saya masuk PI dan GI baik sebagai ojol atau pengunjung, komparasinya ada di bawah ini.

Nah, kalian sebagai sesama ojol serta kurir paket dan pengunjung umum, pilih jadi Tim PI atau Tim GI?


Tim PI vs Tim GI versi ojol:


Plaza Indonesia 

+ Ada parkiran khusus ojol/kurir paket (berbayar nontunai)

+ Mudah ke toko/tenant/merchant dari parkiran P2

+ Auranya beda (sekelas dengan PS dan PIM)

+ Customer mayoritas ganti biaya parkir


- Jaket harus dilepas (tidak boleh ditenteng/dibalik)

- Parkiran ojol/kurir paket sempit

- Mesin parkir sering error

- Masuk parkiran jauh, di Kebon Kacang 30, bukan di Jalan Thamrin


Grand Indonesia

+ Parkiran luas terlindungi dari panas dan hujan (nontunai untuk umum/ojol/kurir paket)

+ Jaket boleh ditenteng atau dibalik

+ Aura malnya bersahabat untuk semua kalangan (di bawah PI, PS, dan PIM, tapi masih sedikit di atas Sency, PP, CP, CL, Emporium, dan sebagainya)

+ Customer mayoritas ganti biaya parkir


- Lokasi parkiran jauh di basement West Lobby (jalan jauh kalo ambil order di East)

- Masuk parkiran muter di Jalan Teluk Betung I, bukan di Jalan Thamrin

- Ada 2 lobi (West/Arjuna dan East/Rama, harus diperhatikan detail orderannya agar tidak olahraga terlalu jauh)


=========✓=========✓=========✓


PI vs GI (versi umum/pengunjung)


Plaza Indonesia

+ Premium (aura berkelas yang setara atau lebih dari PS dan PIM)

+ Branded (produk yang dijual mayoritas kalangan elite)

+ Strategis di pinggir jalan raya

+ Akses transportasi umum (samping Halte TJ dan Stasiun MRT)


- Tidak ada parkiran motor (adanya parkir liar di pinggir kali)


Grand Indonesia

+ Parkiran luas terlindungi dari panas dan hujan (nontunai untuk umum/ojol/kurir paket)

+ Ada parkir eksklusif untuk taruh helm, jaket, dan sebagainya (berbayar Rp 20 ribu)

+ Aura malnya bersahabat untuk semua kalangan (di bawah PI, PS, dan PIM, tapi masih sedikit di atas Sency, PP, CP, CL, Emporium, dan sebagainya)


- Akses di lobi utama bagi pejalan kaki (West/Arjuna dan East/Rama) jauh di Jalan Teluk Betung

- Kurang integrasi ke transportasi umum (harus olahraga dari/ke Halte TJ dan Stasiun MRT)


#FaktaMenarik: PI jauh lebih tua karena diresmikan pada 24 November 1990 oleh Presiden Ke-2 RI Soeharto. Berselang 19 tahun, Grand Indonesia (20 Mei 2009) diresmikan Presiden Ke-7 RI Susilo Bambang Yudhoyono.


*          *          *


- Jakarta, 16 Mei 2026


Jumat, 08 Mei 2026

Ted Turner, CNN, WCW, dan Rivalitas dengan WWE - Vince McMahon

Ted Turner, CNN, WCW, dan Rivalitas dengan Vince McMahon

Ted Tuner bersama Rick Flair dan
Hulk Hogan (Foto: Istimewa)




INDUSTRI gulat hiburan kembali berduka. Tepatnya, dengan berita wafatnya Ted Turner, Rabu (6/5) waktu Amerika Serikat (AS).

Pria kelahiran Cincinatti, Ohio, ini meninggal pada usia 87 tahun. Ted dikenal sebagai taipan media.

Itu karena dia pemilik beberapa media ternama, termasuk Cable News Network (CNN) yang merupakan saluran berita 24 jam. Namanya disandingkan dengan Rupert Murdoch yang sama-sama taipan media.

Namun, bagi penggemar gulat, Ted lebih dikenal dengan serunya rivalitas bersama Vince McMahon. Yaitu, pendiri World Wrestling Entertainment (WWE) atau sebelum 2002 bernama World Wrestling Federation (WWF).

Sebagai penggemar gulat hiburan sejak 1990-an, tentu saya akrab dengan rivalitas WCW-WWE. Beberapa sudah saya ulas di blog ini atau platform Kompasiana.com/roelly87 dan sosial media di antaranya:

- John Cena Jual Jiwanya kepada The Rock, Sinetron ala WWE Menuju Klimaks (https://www.roelly87.com/2025/03/john-cena-jual-jiwanya-kepada-rock.html)

- Royal Rumble 2025 Antiklimaks, Jey Uso Mau Dibawa Kemana? (https://www.roelly87.com/2025/02/royal-rumble-2025-antiklimaks-jey-uso.html)

- John Cena Pensiun, Akhir WWE Ruthless Aggression Era? (https://www.roelly87.com/2024/07/john-cena-pensiun-akhir-wwe-ruthless.html)

- Edge Gabung AEW, Reuni Lagi dengan Christian dan Hardy Boyz (https://www.roelly87.com/2023/10/edge-gabung-aew-reuni-lagi-dengan.html)

*         *         *

WCW merupakan gulat hiburan pertama yang tayang di Indonesia. Saya kurang tahu tepatnya, tapi saya sudah menyaksikan pada 1996 atau 1997 silam di Indosiar saat Minggu siang. 

Bersanding dengan beberapa serial favorit luar negeri saat itu meliputi Kembalinya Pendekar Rajawali, Kera Sakti, Ular Putih, Hakim Bao, María Mercedes, Marimar, Paquita Gallego, Nagin, dan lain-lain.

Setelah itu, WWE tayang lewat brand Smackdown yang populer dengan MC Edwin-Jody di RCTI pada 2000. 

Sebelum era internet, pada 1990-an hingga awal 2000-an, saya biasa menyaksikan perkembangan gulat hiburan di televisi (Indosiar dan RCTI) dan media cetak. Yaitu, Tabloid Fantasi, Majalah Bobo, Tabloid Bola, Majalah Hai, Majalah Aneka, Kawanku, Gadis, dan sebagainya.

Vince resmi membeli WCW pada 2001. Saat itu, Ted diketahui sudah jenuh memilikinya sejak 1988 silam.

Ted memang bukan seperti Vince yang kerap turun ke ring memerankan sosok heel (antagonis). Melainkan, Ted nyaman  di balik layar memercayakan pengelolaan WCW kepada Eric Bischoff.

Nah, kolaborasi mereka sukses menggoyang Vince yang sudah lebih dulu merajain industri gulat hiburan. Bahkan, WCW berhasil mengudeta WWE hingga 83 pekan dalam Monday Night Raw.

Yaitu, program andalan dari masing-masing brand yang tayang Senin malam waktu AS. WWE dengan Raw dan WCW lewat Nitro pada September 1995 hingga Mei 1996.

Salah satu kunci kesuksesan WCW karena Ted berani menggelontorkan uang demi menggaet bintang WWE. Misalnya, Hulk Hogan yang meninggal tahun lalu, Scott Hall, Kevin Nash, hingga Bret Hart. 

Tak lupa, WCW juga punya produk andalan seperti Diamond Dallas Page (DDP), Bill Goldberg, hingga Sting (Steve Borden).

Pada Monday Night Raw akhir dekade 1990-an, bintang WCW beradu kreativitas dengan jagoan WWE. Vince memimpin diikuti Stone Cold Steve Austin, The Rock, The Undertaker, Kane, Mankind, Triple H, Chyna, dan banyak lagi.

Pokoknya, membicarakan WCW vs WWE itu seru banget!

Apalagi, dua dari tiga pegulat idola saya -selaim Jeff Hardy- awalnya di WCW. Yaitu, Kane yang kariernya sempat dicap gagal di WCW pada 1993-1994. 

Hijrah ke WWE sejak 1995 lewat gimmick The Big Red Machine dengan topeng ikonik hingga 2021 masuk Hall of Fame. Disela-sela kesibukannya sebagai pegulat, Kane sukses jadi Walikota Knox County dua periode (2018-2022 dan 2022-2026).

Pegulat favorit saya kedua, Chris Jericho, bahkan sukses di WCW pada 1996-1999. Termasuk, meraih sabuk WCW World Television Champions pada 10 Agustus 1998. 

Vokalis band heavymetal Fozzy ini hijrah ke WWE pada 1999. Kemunculan Jericho sangat ikonik dengan videotron Y2J. 

Yaitu, plesetan dari Y2K yang populer jelang pergantian milenium. Kini, Jericho berkarier di All Elite Wrestling (AEW) rival WWE yang nyaman dilalui dalam tujuh tahun terakhir.

Btw, selain Kane dan Jericho, ternyata banyak jebolan WCW yang sukses di WWE. Stone Cold, Undertaker, Triple H, hingga Big Show.

Alhasil, bagi saya sebagai penggemar gulat hiburan, WCW sukses memberi warna. Itu berkat Ted Turner yang berani mengusik kerajaan Vince McMahon.

Nama terakhir sudah tidak memegang WWE lagi pasca skandal 2023 lalu hingga melepasnya ke TKO Group yang juga memiliki UFC (Ultimate Fighting Championship). Namun, membicarakan gulat hiburan tidak pernah lepas dari Vince.

Bahkan, masih ada keluarganya yang turut mengelola WWE. Yaitu, putrinya Stephanie McMahon yang 17 April lalu dilantik sebagai WWE Hall of Fame (Class 2026). Menantu Vince, Triple H (Paul Levesque) yang juga suami Stephanie, kini menjabat sebagai Chief Content Officer (COO) WWE.

Jadi, tidak salah kalau membicarakan industri gulat hiburan identik dengan Vince McMahon. Nah, pemberi warnanya adalah Ted Turner saat memimpin WCW.***


*          *          *


- Jakarta, 8 Mei 2026


Rabu, 29 April 2026

Rambut Memutih dalam Semalam

Rambut Memutih dalam Semalam


Ilustrasi gambar hanya pemanis (@roelly87)


(POV: SANDI)

IBU, istri, dan anak. Demikian prioritas dalam hidup saya yang berawal dari masa lalu, menjalani masa kini, dan menatap masa depan.

Ibu atau orang tua (ayah sudah meninggal) yang telah melahirkan, mendidik, dan membesarkan saya hingga kini.

Istri yang kini populer saya juluki MBG alias MyBiniGue merupakan pendamping hidup yang setia. Kami sudah melewati pahit manis kehidupan dalam belasan tahun pernikahan.

Anak? Masa depan kami semua. Saya punya dua anak yang masih dalam pertumbuhan. Sulung, laki-laki berseragam SMP. Sementara, bungsu, perempuan masih SD.

Begitu juga dengan mertua. Ayah dan ibu dari MBG. Keduanya sudah meninggal. Sang ibu wafat sebelum pandemi. Berselang tahun, babeh -panggilan akrab saya kepada ayah mertua- berpulang.

MBG sebagai anak tunggal mewarisi harta yang cukup peninggalan orang tuanya. Itu berupa beberapa kendaraan dan rumah.

Maklum, babeh merupakan saudagar ternama dari seberang. Masih memiliki hubungan darah dengan salah satu raja termasyhur di pulau itu. 

Meski begitu, istri enggan memanfaatkan status ningratnya. Bahkan, sejak lulus kuliah sudah mandiri untuk bekerja di kantor akuntan ternama.  

*         *         *

SEMUA baik-baik saja. Hingga, babeh meninggal akibat penyakit kronis. 

Berpulang dengan tersenyum. Kami pun ikhlas melepasnya.

Sayangnya, kami hidup di dunia nyata. Alias, bukan dongeng.

Sebab, masalah justru baru dimulai.

Usai tujuh harian, istri dan saya yang merupakan pegawai swasta mencoba mengumpulkan aset almarhum babeh dan enyak.

Kami dibantu beberapa sepupu dan keponakan istri.

....

Singkat kata, mayoritas aset sudah berganti nama jadi istri. Kecuali satu.

Ya, rumah berukuran sedang di Kota B. Sudah lama dihuni eks sopir yang dulu bekerja kepada babeh, sebut saja Gilman.

Namun, dia keluar akibat kecelakaan yang menyebabkan jadi tunadaksa. Itu karena kaki sebelahnya harus diamputasi.

Insiden berlangsung saat Idul Fitri. Alias, beliau sedang pulang kampung.

Karena kakinya sudah tidak bisa berfungsi untuk membawa mobil, dia pun mengajukan resign. Babeh dengan berlinang air mata menyetujui. 

Turut memberikan pesangon yang sangat besar. Meski kecelakaan bukan saat kerja, alias ketika cuti lebaran, tapi babeh tetap bertanggung jawab.

Bahkan, kelima anaknya disekolahkan hingga kuliah. Dua lulus, satu DO, dan dua kabur.

Ini fakta. Bukan mengada-ada. Memang babeh dan enyak semasa hidupnya sangat baik. 

Termasuk mewakafkan tanahnya di Kota M dan P untuk dibuat Panti Asuhan.

Nah, di Kota B, babeh ada rumah yang sempat ditempati sepupunya. Namun, setelah anak dari paman babeh itu berkeluarga, hijrah ke ibu kota meninggalkan rumah itu yang kosong.

Ujug-ujug Gilman tahu dan mendatangi babeh untuk menumpang di rumah tersebut. Babeh sifatnya ga tegaan. 

Apalagi, Gilman yang bersandar tongkat datang bersama istri dan ketiga anaknya yang masih kecil. Babeh pun mengizinkan.

Sebulan, dua bulan, setengah tahun, hingga puluhan purnama saat babeh meninggal, rumah itu masih ditempati Gilman.

...

Istri bersama sepupu dan keponakannya menemui Gilman. Maksudnya untuk silaturahmi sekaligus menengok rumah tersebut.

Gilman tahu babeh yang merupakan mantan bosnya meninggal. Turut mengucapkan duka cita dan minta maaf ga bisa hadir karena kondisinya.

Kami pun memaklumi keadannya. 

Nah, ketika MBG tiba, kagetlah melihat rumahnya. Sebab, dulunya saat ada babeh dan enyak, sangat terawat, kini jadi semrawut.

Pasalnya, di depan pekarangan hingga jalanan dipenuhi lapak dagangan. Rumah pun disekat untuk jadi kontrakan. 

Ternyata, itu disewakan kepada orang terdekat Gilman atau tetangganya.

Uang sewanya? Masuk kantong Gilman!

Yang lebih membagongkan, MBG, sepupu, dan keponakannya seperti tidak dianggap di rumahnya. Gilman layaknya bos besar hanya menerima di depan lapak pekarangan. 

Seperti mengusir secara halus. Bahkan, ketika keponakan istri nanya izin ke kamar mandi, tidak diberikan. Malah disuruh ke pom bensin.

Sontak, istri yang baru kehilangan ayahnya itu langsung naik pitam. Ditambah, perlakuan tidak sopan dari Gilman dan keluarganya.

Niat awal istri untuk mengecek rumah, jadi ingin mengambil alih. Wajar, punya orang tua sendiri.

Tahu jawaban Gilman?

"Enak aja, Ayah kamu yang kasih saya rumah ini untuk dikelola. Kamu jangan lancang, baru datang langsung mau rebut?"

Familiar?

Ya, mereka ini seperti bangsa Israel yang kabur dari Eropa dan izin menumpang kepada rakyat Palestina. Namun, berbalik jadi ingin menguasai tanah orang.

Jahat.

Gilman berkacak pinggang mengusir istri saya dan kedua saudaranya. Disertai teriakan dari keluarganya.

Dunia benar-benar udah terbalik.

MBG pun ga tinggal diam. Doi memberi ultimatum sebelum pergi: Pekan depan rumah harus dikosongkan dan utuh seperti semula.

*         *         *

TUJUH hari berselang, saya yang mendampingi istri untuk menenangkannya justru mendapat perlakuan ajaib dari Gilman.

Kami berdua dituding ingin menyerobot rumah orang di depan pengurus wilayah yang dihadirkan sebagai saksi. Gila!

Istri pun mengluarkan satu kartu truf: SHM sebagai legalitas kepemilikan tanah dan bangunan yang ditempati.

Toh, tetangga dan pengurus wilayah sudah tahu tentang babeh alias ayah dari istri saya itu.

Gilman membelokkan situasi. Disebut sudah diberi almarhum babeh secara lisan.

Stres!

Mana ada orang yang kasih rumah secara cuma-cuma. 

Ditanya buktinya apa, Gilman menjawab tanya aja di dalam kuburan babeh. Ironisnya, istrinya dan anak-anaknya turut mengamini.

Sungguh keluarga ga tahu diri.

Sampe sini, saya udah emosi. Namun, berusaha untuk menenangkan istri.

Benar-benar keluarga dajjal! Bangsa Israel yang mengejawantah ke diri Gilman dan keluarganya.

...

Singkatnya, deadlock.

Pengurus wilayah ga berani kasih solusi. Nah, di sinilah plot twist.

Ternyata, ada oknum pejabat setempat yang coba mengail di air keruh. Diimingi 'badu' alias bagi dua dengan Gilman atas hak kepemilikan rumah lewat duplikasi SHM.

Kini, musuh kami tidak hanya Gilman saja. Melainkan, oknum pengurus wilayah dan pejabat rakus. 

Hingga ke meja hijau berbulan-bulan, masih sengketa. Saya ingin turun tangan sendiri untuk menyelesaikan persoalan ini.

Namun, istri mencegah. Doi tahu, kalau saya sudah turun gunung, urusan bisa panjang.

Ya, saya pun coba untuk sabar. Berusaha untuk menguatkannya.

Bagaimanpun, itu rumah peninggalan orang tuanya. Kami, menantu dan anak tentu harus berjuang untuk mendapatkannya kembali.

Meski, prosesnya ga mudah. Sampe istri beberapa kali cuti dari pekerjaannya akibat fokus ke Gilman dan kroninya.

*         *         *

USAI makan malam, saya dan istri berbincang sejenak depan tv. Saat itu, kedua anak kami sudah tidur.

Obrolan ringan yang biasa kami lakukan jelang istirahat. Topiknya, beragam mulai dari drakor dan kpop kesukaan MBG, band, musik, pekerjaan di kantor masing-masing.

Istri cerita, ada saudara jauh, yaitu anak dari sepupu ayahnya siap membantu. Profesinya pengacara ternama yang sering tampil di tv.

Karena masih keluarga, alias kakek yang sama, pengacara itu turut menawarkan tanpa dibayar. Alias pro bono.

Istri pun menolak. Menurutnya, darah ya darah. Namun, ini sudah masuk urusan bisnis. Harus bayar.

Istri bersikeras untuk membayar sesuai tarif karena memang sanggup. Pengacara itu pun mengiyakan.

Usai cerita, kami istirahat ke ranjang. Istri langsung tidur karena seharian lelah di kantor dan pikirannya terganggu akibat sengketa rumah.

Saya belum ngantuk. Iseng nonton dracin yang singkat tapi menghibur. Beda dengan drakor yang episodenya panjang. Sementara untuk kisah seram sekaligus lawak, ada di drathai (Drama Thailand).

Saking serunya hingga ketiduran beberapa jam. Ternyata saya ngantuk juga. Langsung pasang alarm bangun subuh dan cas hape di pinggir kasur.

Tak lupa menutup selimut MBG tersayang yang sedang terlelap.

Namun, alangkah kagetnya pas melihat istri tampak berbeda. Rambutnya memutih...

Ini serius. Doi istri saya. Bukan hantu. 

Wajahnya tidak berubah. Hanya rambutnya yang tadinya hitam kini jadi putih.

Saya mencolek tangan kiri sendiri. Berasa.

Mencubit pipi kanan. Sakit.

Ini bukan mimpi.

Ya Tuhan, hanya dalam semalam rambut istri saya berubah jadi putih.

Sekelebatan saya ingat pada sosok Lian Nichang dalam novel Pek Hoat Mo Lie/Baifa Monü Zhuan, karya Liang Yusheng yang saya baca sejak 1990-an. 

Atau, Maria Antoinette, permaisuri Raja Prancis Louis XVI yang rambutnya memutih akibat frustrasi gagal kabur hingga akhirnya dipenggal.

...

Refleks saya ingin bangunkan istri. Namun, saya urungkan karena ga tega setelah melihatnya terlelap.

Perlahan, jari saya arahkan ke hidungnya. Alhamdulillah, bernafas.

Pun dengan denyut nadi. Normal.

Nyaris saja...

Hufft!

Saya perlahan ke westafel. Cuci muka. Hilang segala kantuk usai menyaksikan perubahan MBG tersayang.

Saya tatap dari kursi di seberang ranjang. Memandang dari dekat.

Bergeming.

Hingga, sinar matahari perlahan masuk ke celah jendela. Saya yang sedang mematung kaget karena istri balik menatap saya.

"Belum tidur?" katanya.

"Udah. Ini baru bangun," jawab saya berbohong yang pasti sudah diketahuinya.

Istri memandangi saya dengan likat. Hingga tersadar saat melihat rambutnya yang terurai. Langsung tarik napas.

Saya memberinya minum untuk menenangkan. Tidak ada perubahan pada wajahnya.

Namun, dari guratannya tidak bisa berbohong bahwa itu merupakan kesedihan yang nyata. Saya merangkul istri. 

Doi pun memeluk saya. Air mata tampak jatuh dari wajahnya. 

Rambutnya yang memutih terurai tidak bisa membuyarkan kecantikannya. Doi merupakan belahan hati saya dalam belasan tahun ini hingga nanti kami dipisahkan Sang Khalik.

Pagi itu jadi saksi sejoli yang sedang menjalani takdir.

Usai seperminuman teh, saat situasi sudah tenang, istri pun cerita. Ternyata, dalam beberapa hari ini doi mendapat teror yang diperlihatkan pada chat di hapenya.

Secara halus hingga brutal. Intinya, untuk "mengikhlaskan" rumahnya kepada para maling.

...

Sambil menyuapi teh manis yang masih hangat kuku, saya menguatkan hatinya. Sebagai suami, saya tentu akan melindunginya.

Saya ga sudi ada pihak yang melukai istri. 

"Tenang aja De," ucap saya perlahan sambil membelai rambut di kening istri yang sudah berhenti nangis. "Aku ga akan 'berada di bawah matahari yang sama' dengan para maling itu  Namun, tenang aja, aku akan bereskan dengan 'penuh kelembutan'!"

Pernyataan tegas yang merupakan reaksi saya sebagai kepala keluarga. Ya, seperti halnya sikap Sun Quan kepada Cao Cao yang ingin menginvasi wilayahnya dalam Sam Kok (Romance of the Three Kingdoms).

Di hadapan istri, saya berusaha untuk mengambil alih rumahnya dari para maling dengan damai meski secara hukum belum ada penyelesaian hingga kini. Namun, di lubuk hati yang daling dalam, saya bersumpah ga akan memaafkan Gilman dan para pencuri. 

Termasuk, ternak, anjing, dan tikus di rumah mereka akan saya sapu. Berapa pun harga yang harus saya bayar.

Kehormatan istri merupakan segalanya bagi pria.

Bersambung***


*         *         *

(Diceritakan ulang oleh suami yang sayang keluarga dengan modifikasi dan editing sewajarnya)

*         *         *

- Jakarta, 29 April 2026


*         *         *

Artikel Selanjutnya:

- Si Pengkor yang Cacat Otak