TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com

Serial Catatan Harian Ojol

Serial Catatan Harian Ojol
Serial Catatan Harian Ojol

Senin, 13 April 2026

Anak Cowok Jadi Homo, yang Cewek Pelakor, dan Istri Kabur dengan Berondong: Kisah Tragis Eks Pejabat

Anak Cowok Jadi Homo, yang Cewek Pelakor, dan Istri Kabur dengan Berondong: Kisah Tragis Eks Pejabat


(POV Mama Lisa)

ALHAMDULILLAH mudik tahun ini berlangsung sukses. Ya, gw bersama misua -anagram dari suami- dan kedua anak merayakan Idul Fitri 1447 H di timur ibu kota.

Tepatnya, di kampung halaman misua yang identik dengan kuliner berkuah nan khas. Kami menginap di rumah mertua selama delapan hari.

Menikmati eksotisnya alam dan suasana segar minim polusi ketimbang di Jakarta. Saking nyamannya, selama sepekan ini badan gw jadi melar.

Habisnya, tiap hari cuma makan, main dengan dua bocah di air terjun, mandi di sungai, keliling pematang, balik makan lagi, dan tidur.

Banyak cerita menarik di tempat kelahiran My Misua. Apalagi, ini kali pertama kami mudik dalam tiga tahun terakhir.

Sebab, 2024 justru mertua yang mendatangi kami. Katanya, "kangen cucu".

Padahal, kami udah siap-siap berangkat. Namun, semalam sebelumnya, umi -panggilan kepada ibu mertua- bilang bersama abi justru mau ke Jakarta.

Tahun kemarin kami juga tidak pulkam. Secara, mertua umrah jelang lebaran.

Jadi, betapa senangnya My Misua waktu tiba di kampung halamannya setelah dua tahun absen. Meski udah dewasa, namanya laki ya kelakuannya kayak bocah.

Main kelereng bareng anak-anak kecil. Ikutan Galasin. Kejar layangan. Hingga kecemplung di pematang sawah akibat sok-sokan balap egrang.

Sontak, pakaianya berlumur lumpur semua bersama beberapa teman masa kecil -kini udah setengah baya- dan anak-anak. Namun, justru itu kebahagian My Misua yang terpancar sangat girang.

Gw dan kedua bocah pun antusias mengiringi My Misua. Pokoknya, di kampung itu, kami benar-benar kayak makhluk tanpa beban.

Hepi terus bawaanya.

*         *         *


HUKUM Karma.

Demikian celetuk gw saat suami cerita eks pejabat daerah di kampung sebelah. Sosok yang dulu "berkuasa dan bergelimang uang" kini terbujur di ranjang kayu.

Tiap hari berharap belas kasihan orang lain. Beruntung ada saudara jauh yang masih setia merawatnya.

Itu karena sedikit kebaikan dari sang pejabat saat berkuasa dulu.

Mirip yang dilakukan Penasihat Dinasti Han, Cai Yong yang menangisi mayat Perdana Menteri Dong Zhuo nan lalim dalam Romance of the Three Kingdoms.

Gw yang dengar ceritera dari suami sampe menghela nafas. Kok ada ya, orang seperti pejabat itu.

Awalnya My Misua main ke tempat teman masa kecil di kampung sebelah. Nah, saat nongki-nongki itu, salah satu sohibnya cerita kalo tidak jauh dari lokasi ada rumah eks pejabat X.

Dulunya, pejabat itu yang juga kerap dijuluki -raja kecil- sangat berkuasa. 

Zalim.

Menginjak hak masyarakat.

Tukang serobot tanah warga.

Memupuk kekayaan sendiri sementara lingkungan diabaikan. Termasuk, jalan rusak ga peduli.

Dibenci anak buah akibat kikir.

Paket lengkap deh.

...

Nah, ga lama usai jabatannya habis, tiba-tiba Mr X jatuh dari tangga. Diagnosis medis menyatakan stroke.

Uang simpanannya yang menggunung pun akhirnya tersedot. Baik untuk pengobatan medis maupun alternatif.

Hingga sekarang belum sembuh.

Warga sekitar menyebut kena hukum karma. Akibat disumpahin masyarakat yang menderita saat Mr X masih menjabat.

Setelah bertahun-tahun berobat tanpa hasil dengan biaya yang besar, akhirnya Mr X pun jatuh miskin. Rumah besar, kontrakan, sawah, kebun, mobil, hingga motor dijual.

Dari sini karma kian kencang.

Sebab, istrinya terpincut berondong asal kota sebelah. Kabur dengan bawa perhiasan dan sisa harta.

Selentingan kabar mengatakan, istrinya ogah mengurus suami ga berguna.

Anak sulungnya yang perempuan, pun 11/12 dengan sang ibu. Kabur dari rumah usai digerebek bersama laki orang hingga viral di medsos.

Putra bungsu? Jadi homo. Alias gay.

Itu akibat tekanan mental dibully warga yang dulunya tertindas. Dunia berbalik 180 derajat. 

...

Kini, sekeluarga harus siap merasakan karma. Dulunya, mereka hidup bermewah-mewahan.

Orang pertama di kawasan itu yang punya parabola. Rumah besar. Sawah berhektar-hektar.

Namun, dibalik gemerlap mereka, banyak sisi negatif. Menjijikan kalo kata warga sekitar.

Asisten rumah tangga (ART) banyak yang digaji minim. Bahkan, seikhlasnya. Padahal kerja rutin. 

...

Suka menyerobot tanah tetangga. Mengandalkan ormas yang bisa dibayar, Mr X enteng aja mematok lahan warga.

Pokoknya, banyak hal negatif dari Mr X yang kalo dibuat buku bisa berjilid-jilid.

Bukti, bahwa karma itu berlaku. 


*         *         *


(Diceritakan ulang dari IRT yang anaknya penggemar Blackpink dengan editing sewajarnya)


- Jakarta, 13 April 2026

Jumat, 10 April 2026

Yuk, Ikut Majukan UMKM lewat Artikel di Blog

Yuk, Ikut Majukan UMKM lewat Artikel di Blog

Saya ikut praktek mengisi kulit telur di
pinggir bingkai 
(Foto: Dok.Pribadi/@roelly87)



LEBIH dulu mana, telur atau ayam?


Demikian anekdot sejak zaman baheula hingga kini yang masih jadi tanda tanya. 


Kalo ditanyakan ke saya, jelas. Jawabannya simpel: Ga peduli, siapa lebih dulu, yang jelas baik telur atau ayam merupakan menu favorit saya.


Telur bisa dibuat jadi dadar, ceplok, bulat, pindang, mata sapi, balado, dan lain-lain.


Sementara, ayam bisa digoreng, bakar, panggang, tepungin, geprek, tumbuk, rica-rica, suir, dan sebagainya.


Namun, artikel ini bukan membahas tentang senioritas antara telur dan ayam.  

 

*        *        *


LIMBAH telur jadi karya seni. Wow, keren!


Saya pun berdecak kagum usai mengetahuinya lebih lanjut. Tepatnya, saat menghadiri Halal Bihalal Bersama Pewarta yang diselenggarakan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA), di resto kawasan Cikini, Jakarta Pusat, kemarin (9/4).


Ya, event yang berlangsung Kamis pagi itu dihadiri media, content creator (termasuk bloger seperti saya), Keluarga Besar YDBA, dan Teguh Joko Dwiyono selaku pemilik Wayang Art. Yaitu, UMKM binaan YDBA yang bergerak di bidang kerajinan tangan dengan salah satunya memanfaatkan limbah kulit telur.


Eh serius? Cangkang telur yang bagi masyarakat awam seperti saya tidak berguna justru berhasii dimanfaatkan Teguh sebagai karya yang memiliki komersial tinggi.


"Awalnya, ini ga sengaja," kata Teguh yang penampilannya sekilas mengingatkan saya pada almarhum Gombloh.


"Istri lagi masak nasi goreng. Kan pakai telur. Nah, cangkangnya jatuh. Ga sengaja saya injak. Saat itu, saya pandangi pecahan kulit telurnya kok indah banget. Ada nilai seninya."


Teguh mengingat, kejadiannya pada 1995. Namun, dia ga langsung menjadikannya produk. Butuh proses.


Berlatar seniman, Teguh pun mengakui tidak mudah dalam mengembangkan usahanya. Pria 70 tahun itu terus belajar hingga kini demi memasarkan produknya.


"Saya sempat mengalami krisis, bahkan bangkrut. Untungnya, dibina YDBA. Alhamdulillah, banyak mendapat ilmu yang ditularkan," Teguh, mengungkapkan disela-sela 'praktek' yang kami lakukan langsung dengan kulit telur.


Ya, YDBA memang rutin menggandeng para pelaku usaha di Tanah Air. Termasuk, pada level UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) yang sedang berkembang.


Beberapa sudah saya ulas di blog ini sejak kali perdana kenal YDBA pada 2016 silam. Mulai dari berangkatkan mitra UMKM ke Jepang (https://www.roelly87.com/2017/09/berangkatkan-22-umkm-ke-jepang-ydba.html) hingga mengajak UMKM untuk berpartisipasi di Asian Games 2018.


Kebetulan, saat itu Indonesia jadi tuan rumah. Astra sebagai sponsor utama turut menggandeng berbagai yayasan termasuk YDBA dan mitra UMKM untuk mensukseskan event akbar tersebut (https://www.roelly87.com/2017/12/astra-sponsori-asian-games-2018.html).


Sebagai bloger, dalam satu dekade ini, saya cukup rutin untuk ikut dalam berbagai acara Astra dan YDBA. Terakhir, pekan lalu (https://www.roelly87.com/2026/04/satu-indonesia-awards-2026-dan.html).


Nah, terkait UMKM, dalam halal bihalal itu, YDBA mengajak masyarakat untuk ikut kompetisi. Tepatnya, dalam Apresiasi Yayasan Astra untuk Pewarta 2026 (#AYukPewarta2026).


Temanya menarik: Bersinergi Untuk Masa Depan Lintas Generasi UMKM Indonesia.


Btw, ada enam kategori yang bisa diikuti dengan hadiah jutaan rupiah plus produk UMKM binaan YDBA. Wow!


1. Pemberitaan Foto Terbaik

2. Pemberitaan Artikel Terbaik

3. Reels Terbaik

4. Konten Blog Terbaik

5. Pewarta dengan Pemberitaan Foto Terbanyak

6. Pewarta dengan Pemberitaan Artikel Terbanyak


Kalo saya sih jelas ingin ikut yang konten blog. Maklum, saya kan bloger. 


Kebetulan durasinya cukup panjang. Jadi, saya, Anda, kalian, dan kita semua punya banyak waktu untuk mengumpulkan bahan.


- Periode Kompetisi: 9 April - 30 September

- Penjurian internal YDBA: 1-5 Oktober

- Penjurian Dewan Juri: 12-16 Oktober

- Pengumuman Pemenang: 6 November


Btw, artikel atau konten terkait kontribusi YDBA dalam membina UMKM di Tanah Air. Selain Teguh dengan limbah telur, banyak yang bisa diulas dari mitra UMKM pada daftar ini: https://bit.ly/umkmbinaanYDBA26.


Nah, sebagai epilog, mari kita ramaikan #AYukPewarta2026 dengan mengulas lebih dalam kemajuan para pelaku UMKM di penjuru nusantara yang mendapat binaan dari YDBA!

Berbagi inspirasi dari pelaku UMKM
binaan YDBA kepada media dan bloger



*        *        *


- Jakarta, 10 April 2206

*        *        *


Rabu, 01 April 2026

SATU Indonesia Awards 2026 dan Tantangan Bagi Generasi Muda

 SATU Indonesia Awards 2026 dan Tantangan Bagi Generasi Muda


Kick Off SATU Indonesia Awards 2026
(Foto: Dok.Pribadi/@roelly87)



17 tahun merupakan fase bersejarah bagi setiap insan. Tepatnya, saat manusia beranjak dari remaja menuju dewasa.

Itu mengapa, usia ke-17 jadi titik tolak mayoritas individu dalam menghadapi kerasnya kehidupan.

Di sisi lain, bagi perusahaan, lembaga, yayasan, dan sejenisnya, bisa memasuki usia ke-17 jadi bukti konsistensi. Bahwa, mereka sudah mampu melewati pahit, asam, dan manis kehidupan untuk memasuki fase berikutnya.

Tidak mudah untuk mencapai ke arah sana yang tentu jalannya berliku. Itu yang dilakukan PT. Astra International Tbk yang rutin menyelenggarakan penghargaan untuk putra-putri terbaik bangsa.

Tepatnya, lewat Semangat Astra Untuk (SATU) Indonesia Awards. Ya, tahun ini merupakan edisi ke-17 dengan tajuk: Terhubung dalam Aksi.

Edisi perdana Satu Indonesia Awards berlangsung pada 2010. Sejak saat itu, Astra rutin menyelenggarakan event yang merangsang kreativitas putra-putri terbaik bangsa.

Termasuk, ketika pandemi Covid 19. Menurut saya, itu jadi oase bagi para generasi muda untuk menularkan inspirasinya di tengah keadaan yang terbatas.

Kini, setelah pandemi berlalu dan kehidupan mulai membaik, Astra kembali menantang generasi muda lewat Satu Indonesia Awards 2026.

"Kami terus mendorong setiap inisatif untuk tidak berhenti sekadar di ide saja. (Melainkan) terus dikembangkan dan diimplementasikan secara berkelanjutan. Termasuk, menjangkau masyarakat hingga ke pelosok penjuru," kata Chief of Corporate Affairs Astra Boy Kelana Soebroto saat Kick-off SATU Indonesia Awards 2026 di Menara Astra, Jakarta Pusat, Rabu (1/4).

"Kami percaya, pada akhirnya perubahan yang berkelanjutan lahir dari aksi yang saling terhubung dan diperkuat bersama untuk hari ini dan masa depan Indonesia.”

Tema SATU Indonesia Awards 2026 ini bagi saya sangat menarik. Sebagai ojek online (ojol) yang hobi ngeblog, narasi "Terhubung dalam Aksi" ini merupakan tantangan bagi generasi muda, baik individu maupun kelompok.

Untuk info lebih lengkapnya, bisa dibuka link ini: https://satuindonesiaawards.astra.co.id.


*          *          *


"SUATU kehormatan bagi saya jadi pengamat dan menyaksikan bagaimana langkah kecil yang dibuat anak muda yang sangat peduli untuk melakukan sesuatu yang punya dampak kepada masyarakat sekitar," tutur Dian Sastrowardoyo dalam sambutannya sebagai juri.

Aktris sekaligus pegiat seni ini memang aktif mengamati ribuan peserta SATU Indonesia Awards. Dimulai sejak 2019 ketika jadi juri tamu.

"Mungkin langkah-langkah ini (para peserta) memang awalnya kecil. Namun, ini bisa tumbuh secara signifikan. Bahkan bisa menginspirasi orang lebih banyak lagi untuk melakukan hal yang sama," Dian, menambahkan.

Ya, dalam SATU Indonesia Awards 2026 ini, mendorong para penerima apresiasi untuk berperan sebagai "local champions". Sehingga, inisiatif yang lahir dari para penggerak perubahan dapat memberikan dampak sosial yang lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Astra juga memperkuat kolaborasi integrasi antara dua program kontribusi sosial unggulannya, yaitu SATU Indonesia Awards dan Desa Sejahtera Astra. 

Berdasarkan data resmi, hingga kini, SATU Indonesia Awards telah melahirkan 792 generasi muda inspiratif yang berkontribusi di bidang Kesehatan, Pendidikan, Lingkungan, Kewirausahaan, dan Teknologi. 

Sementara itu, Desa Sejahtera Astra telah membina 1.533 desa yang tersebar di 35 provinsi di Indonesia.

Dalam artikel yang saya tulis tahun lalu (https://www.roelly87.com/2025/03/satu-indonesia-awards-2025-dan-misi.html), yang daftar mencapai 17.708 peserta. Melonjak drastis dari edisi perdana pada 2010 yang berkisar 120 saja.

Tahun ini, turut hadir penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2013 bidang wirausaha, Rizki Dwi Rahmawan. Pria asal Banyumas ini juga membagikan tips bagi calon peserta.

Menurutnya, jika peserta berhasil meraih apresiasi di SATU Indonesia Awards 2026 ini bukan sekadar "menang" saja. Melainkan, jadi langkah awal untuk bisa berkontribusi kepada khalayak ramai.

Itu diungkapkan Rizki yang sukses memberdayakan para penderes. Yaitu penyadap pohon kelapa atau nira. Rizki terjun langsung bersama petani dalam mengolah nira di Desa Kemawi yang kini telah melebarkan pasar sekaligus menciptakan peluang ekonomi bagi warga setempat.

Nah, SATU Indonesia Awards 2026 kini akan memunculkan Rizki-Rizki baru yang bermanfaat bagi sesama.***


*          *          *


- Jakarta, 1 April 2026


 

Rabu, 25 Maret 2026

Menanti CLBK Grup Djarum-PBSI di Polytron Indonesia Open 2026

Menanti CLBK Grup Djarum-PBSI di Polytron Indonesia Open 2026


Ilustrasi ganda putra Mohammad Ahsan/
Kevin Sanjaya Sukamuljo
(Foto: Dokumentasi pribadi/@roelly87)



INDONESIA kehilangan salah satu putra terbaiknya pada 19 Maret lalu. Tepatnya, saat Michael Bambang Hartono meninggal dunia. 


Peraih medali perunggu Asian Games 2018 ini dikenal dengan kecintaannya pada dunia olahraga. Bersama saudaranya, Robert Budi Hartono, merupakan pemilik Grup Djarum.


Korporasi yang dulu identik dengan rokok. Seiring waktu berjalan, Djarum melakukan diversifikasi usaha di berbagai bidang.


Misal, keuangan dengan Bank Central Asia (BCA), media (Kaskus dan Mola), elektronik (Polytron), marketplace (Blibli), dan sebagainya.


Di dunia olahraga, melalui Djarum Foundation (PB Djarum) identik dengan bulu tangkis. Saya, Anda, kalian, dan kita semua pasti tidak asing dengan nama-nama atlet yang mengharumkan Indonesia di kancah dunia ini.


Mulai dari Liem Swie King, Alan Budikusuma, Hariyanto Arbi, Yuni Kartika, Ivana Lie, hingga Kevin Sanjaya Sukamuljo.


Bahkan, 2019 lalu, Hartono Bersaudara ekspansi ke Negeri Piza. Tepatnya, dengan membeli Como 1907.


Dengan tangan dingin mereka, akhirnya klub yang dulu berkubang di kasta terbawah sepak bola Italia itu menjelma jadi raksasa. Terbukti, hingga giornata ke-30, Como kokoh di peringkat empat klasemen Serie A 2025/26!


Klub yang dilatih Cesc Fabregas itu sukses mengekor FC Internazionale, AC Milan, dan Napoli. Como juga unggul tiga poin dari Juventus yang tertahan di posisi lima.


Sebagai Juventini garis lembut, saya berasa ironis sih. Raksasa Italia itu bahkan harus rela dikecundangi Como dua kali musim ini. Juve takluk dengan skor 0-2 di kandang sendiri pada 21 Februari lalu dan di markas Como (19/10).


Meski ga rela melihat klub favorit saya jadi badut di hadapan Como, tapi saya tidak terlalu kecewa. Sebab, itu membuktikan Como berada di tangan yang tepat di bawah naungan Djarum.


Saya enggan overproud hanya karena pemilik Como asal Indonesia. Namun, fakta bahwa Como bisa masuk empat besar Serie A dan berpeluang tampil di Eropa musim depan, memang tak terbantahkan.


Ya, selain QRIS, ternyata masih ada yang dibanggakan dari Indonesia di mata dunia.


*         *         *


CINTA Lama Bersemi Kembali alias CLBK. Ya, kisah romantisasi antara dua pihak yang pernah terikat tapi terhalang jurang nan dalam.


Namun, kali ini kita tidak membicarakan tentang ceritera sejoli. Melainkan, antara Djarum dengan Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI).


Ya, sejak pisah akibat kontraknya selesai pada 31 September 2020, pencinta bulu tangkis di Tanah Air merasa seperti "ada yang hilang". 


Termasuk, saya yang turut merasakan heningnya atmosfer turnamen bulu tangkis di Indonesia. Khususnya, yang prestisius seperti Indonesia Open.


(Artikel Terkait: https://www.roelly87.com/2024/06/indonesia-open-2024-sepi-kok-bisa.html)


Nah, menyambut Indonesia Open 2026, Djarum pun turun gunung. Mereka kembali akan mensponsori turnamen elite Super 1000 ini yang setara dengan All England, China Open, dan Malaysia Open.


Tepatnya, lewat anak usaha Polytron. Ya, turnamen yang bakal digelar 2-7 Juni mendatang itu bakal bertajuk Polytron Indonesia Open 2026.


Ini kali perdana Grup Djarum jadi sponsor Indonesia Open sejak pandemi. Untuk 2020 tidak diselenggarakan akibat wabah Covid 19.


Sebelumnya, mereka aktif berkolaborasi dengan PBSI lewat Djarum Indonesia Open pada 2004-2013, BCA (2014-2017), dan Blibli (2018-2019).


Hanya, kerja sama itu buyar sejak akhir 2020. Itu seiring dengan pergantian pengurus baru PBSI.


Entah ada korelasinya atau tidak, sejak saat itu hingga kini, hanya sekali wakil Merah-Putih juara. Tepatnya, saat Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon mengalahkan ganda putra Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi pada Indonesia Open 2021.


Sementara, pada 2022 hingga 2025 lalu, nirgelar. Alias, kita harus puas jadi penonton di rumah sendiri saat atlet luar berpesta.


Saya pribadi, berharap dengan CLBK Djarum-PBSI bisa mengembalikan prestasi di Polytron Indonesia Open 2026.


Berharap itu wajar. 


Di sisi lain, sebagai makhluk logis, saya juga harus realistis dengan tidak memasang ekspektasi yang berlebihan. Pasalnya, belum tentu dengan masuknya Djarum lewat Polytron di Indonesia Open 2026 ini bisa memberi gelar.


Ga ada jaminan.


Serius!


Faktanya, dalam 16 edisi Djarum dan anak usah jadi sponsor utama Indonesia Open (2004-2019), ada tujuh kali nirgelar dari wakil Merah-Putih.


Itu terjadi pada Indonesia Open 2007, 2009, 2010, 2011, 2014, 2015, dan 2016.


Jadi, kita sebagai penggemar tepok bulu pun wajib menapak tanah. Romantisasi Grup Djarum-PBSI bukan berarti mendatangkan tsunami gelar.


Namun, setidaknya memberi secercah harapan.


Ya, bisa dilihat di media sosial saat info Djarum kembali kolaborasi dengan PBSI lewat Polytron Indonesia Open 2026 disambut antusiasme warganet. Khususnya, BL alias Badminton Lovers.


Sebagai penggemar, saya hanya bisa mendukung para atlet yang berjuang di Polytron Indonesia Open 2026 untuk mengakhiri paceklik sejak 2021. 


Apa pun hasilnya kita terima, secara, semua pihak tentu sudah berusaha mempersembahkan yang terbaik. Baik Atlet, PBSI, dan Grup Djarum.


Eaa... Eaa... Eaa!


*         *         *


Sumber: 


- https://bwfworldtour.bwfbadminton.com/tournament/5528/polytron-indonesia-open-2026/overview/


- https://money.kompas.com/read/2015/04/10/113200826/Ini.Bisnis.Sampingan.Grup.Djarum.di.Luar.Rokok


- https://m.kumparan.com/amp/kumparansport/djarum-foundation-akan-dukung-indonesia-open-2026-and-ajang-bergengsi-lain-25tO2AMFH03


- https://www.kompas.com/badminton/read/2020/12/17/16392808/kerja-sama-dengan-pbsi-berakhir-djarum-tetap-sokong-bulu-tangkis?page=all



*         *         *


- Jakarta, 25 Maret 2025

Senin, 16 Maret 2026

Nelangsa Pekerja Malam Saat Ramadan

Nelangsa Pekerja Malam Saat Ramadan


(POV: Miss G)


HAI, gw Miss G. Huruf ke tujuh dalam alfabet itu merupakan inisial nama asli gw.


Ya, bisa Gadis, Gladys, Gina, Gince, Gani, Gunawan...


Eh, yang terakhir itu nama cowo. Gw kan cewe, hehehe.


Namun, kalian juga bisa manggil gw Agni. Dalam bahasa sanskerta disebut api. 


Pun demikian dalam kisah wayang atau Mahabharata, Agni merupakan Dewa Api. 


Sebagaimana air yang bisa membuat perahu berlayar tapi juga dapat menenggelamkannya. Begitu juga dengan api yang merupakan sumber kehidupan sekaligus kematian.


Ingat pembakaran Hutan Khandava oleh Agni? Peristiwa itu nyaris membuat Raja Dewa Indra dengan tega membunuh dua makhluk utama, Arjuna dan Kresna.


Nama pertama bisa dibilang "anak biologis" Indra hasil hubungannya dengan Kunti secara niyoga. Sementara, Kresna merupakan awatara Dewa Wisnu, sang pemelihara alam.


Hanya, akibat keinginan Agni untuk melahap Hutan Khandava menyebabkan Arjuna dan Kresna nyaris dilenyapkan Indra jelang Bharatayuda.


Yes! Panggil gw Miss G atau Agni.


Cukup sekian dan terima gaji!



*       *       *


MAYORITAS umat muslim sangat bersedih ketika tahu Ramadan akan pergi. Namun, gw termasuk sedikit yang justru senang.


Ya, saat ini udah masuk sepertiga Ramadan. Alias, kurang dari sepekan lagi Idul Fitri.


Bukannya gw ga menghargai bulan suci ini. Namun, jujur aja gw benar-benar mengharapkan Ramadan cepat berlalu.


Alasannya sederhana. Gw kerja di dunia malam.


Asal kalian tahu, pembaca artikel ini yang budiman. Sepanjang Ramadan, tempat kerja gw di Red District Jakarta Barat full ditutup.


Gw sedih.


Secara, gw ga bisa nafkahin keluarga.


Bukan cuma gw. Rekan seprofesi juga pada nganggur.


Termasuk LC, dancer, bartender, kasir, security, dan sebagainya. Selama sebulan ini, mereka ga dapat pemasukan.


Itu akibat peraturan pemerintah yang melarang tempat hiburan malam beroperasi sepanjang Ramadan. Niatnya mulia, untuk menghormati bulan suci.


Hanya, efek dominonya terasa. Kami, maksudnya gw dan pekerja malam, ga punya pemasukan untuk menyambut lebaran.


Gw pribadi ga punya keahlian. Mau kerja apa?


Zaman sekarang kan anomali. Jangankan yang halal, yang haram aja susah!


Untung gw masih punya sedikit tabungan sebagai mitigasi yang udah gw lakukan sejak pandemi. Juga memiliki hubungan dekat dengan pejabat daerah yang kami juluki raja-raja kecil.


Mereka ini kerap mengirim angpao untuk menambah kebutuhan sehari-hari gw dan keluarga.


Alhamdulillah, rezeki anak sholeh...


*       *       *


HANYA, ga semua pekerja malam beruntung seperti gw.


Btw, ga usah nanya gw kerjanya apaan ya. Juga, jangan nebak gw sebagai LC, dancer, dll.


Yang pasti, gw kerja di dunia malam. Tepatnya, di tempat hiburan yang kerap dijuluki sekeping kenikmatan bagi kaum pria.


Hanya, lokasinya dekat pemukiman penduduk yang sangat padat. Itu mengapa, tempat kerja gw ditutup full selama bulan suci.


Beda cerita jika lokasinya tidak berdampingan dengan warga seperti yang dimiliki kakak bos gw. Di sana, aman sentosa ga bakal dirazia.


Bahkan, bila ada pengunjung yang datang Jumat sore bisa bebas pulang Senin pagi.


Atau, milik sepupu bos gw yang lokasinya di hotel bintang empat. Masih bisa beroperasi karena sesuai peraturan.


Memang, bos gw sempat punya niat untuk buka. Ya, kucing-kucingan lah dengan aparat.


Toh, di dunia yang abu-abu ini, dengan uang bisa lebih mudah. Tinggal setor ke "kepala", wasit, ormas, dan pemilik wilayah, sudah dipastikan 99% tempat usaha kami beroperasi.


Namun, niat itu diurungkan. Sebab, bos gw memiliki ipar di pemerintahan dan besan calon dewan 2029.


Tentu, mereka sudah memberi sinyal agar bos gw sementara mengerem. Bos gw yang gw tahu dulunya bandit tanpa ampun yang biasa membunuh orang tanpa berkedip layaknya Cao Cao dalam Sam Kok, ternyata masih punya liangsim.


Bos pun benar-benar tutup total usahanya. Sebab, jika memaksa buka yang berujung diketahui publik hingga viral, bakal membuat susah ipar dan besannya.


H-5 Ramadan sebelum pengumuman resmi pemerintah, bos memberi seluruh karyawannya uang saku yang dianggap cukup untuk pengganti libur. 


Nominalnya setara UMR.


Sayangnya, kami yang biasa kerja di dunia malam, sudah terlena mendapatkan uang melimpah dengan mudah. Alhasil, uang saku dari bos justru banyak yang sudah habis saat awal Ramadan.


Termasuk, gw yang biasa mengandalkan tip dari tamu. Khususnya, saat raja-raja kecil datang.


He he he...


Nah, seperti yang gw utarain di awal, ga semua karyawan beruntung kayak gw yang punya hubungan dengan raja-raja kecil itu.


Alhasil, mereka lintang pukang dalam menyambut Ramadan 1447 H ini. Sebisa mungkin beberapa kali gw bantu mereka dengan membelikan makanan untuk sahur atau buka.


Atau, ada yang anaknya nangis minta baju lebaran. Kalo harganya masih masuk akal, gw bantu belikan online.


Sedihnya, karena gw dan beberapa teman yang beruntung ga bisa terus-terusan kasih mereka. Maklum, kami terkendala keterbatasan dana.


Alhasil, beberapa ada yang kembali nyebur. Padahal, gw dan mereka sebelumnya udah lama kering.


Baik itu "jualan langsung", via agen, atau aplikasi BO.


Sedih sih. 


Namun, ya mau gimana lagi. Gw memahami tindakan mereka.


Toh, orang yang hanyut di sungai akan meraih apa saja benda yang lewat di depannya. Jangankan batang pohon atau dahan, bahkan rumput pun bakal dipegangnya.


Sebenarnya, masih banyak yang mau gw ceritain. Hanya, karena satu dan hal lain, gw sudahi cukup sampai di sini.


Mungkin, jika situasi sudah kondusif, gw bakal ceritera panjang lebar. Termasuk, tentang raja-raja kecil yang royal dan menggemaskan itu.


Selamat Idul Fitri 1447 H.

Salam dari kami, kelompok marjinal yang kerap terlupakan.***



*       *       *


- Jakarta, 16 Maret 2026