TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: April 2019

Di Perbatasan, Harga Diri Indonesia Dipertaruhkan

Di Perbatasan, Harga Diri Indonesia Dipertaruhkan
PLBN Entikong

Senin, 29 April 2019

Sambut Ramadan 1440 H dengan Kontrol Gula Darah, Puasa pun Nyaman




Saya sedang mengecek kadar gula darah disela-sela diskusi yang diselenggarakan
MSD Indonesia (Foto: @Nursaidr)



RAMADAN 1440 Hijriah tinggal menghitung hari. Segenap umat muslim di seluruh dunia pun siap menyambut bulan penuh berkah yang kemungkinan jatuh pada 6 Mei mendatang.

Nah, untuk menyambut ibadah puasa tersebut, sudah tentu kita harus melakukan persiapan. Termasuk, fisik mengingat dalam sebulan ke depan pola makan dan minum berubah.

Maklum, biasanya kita makan sehari itu dua atau tiga kali. Mulai dari sarapan pagi, makan siang, dan malam .

Nah, saat berpuasa, pola berganti. Sarapan diganti dengan sahur, magrib dengan buka yang ringan-ringan, dan usai tarawih baru santap berat.

Itu bagi kita yang normal. Bagaimana jika mengidap gula darah atau Diabetes Melitus? Sudah tentu harus pandai-pandai mengatur waktu.

Kendati, puasa tidak diwajibkan jika kita sakit. Namun, andaikata masih bisa dilakukan, ya puasa saja. Jika sudah tidak kuat atau harus minum obat, baru dibatalkan.

Diabetes Melitus terdapat dua tipe. Yaitu, tipe 1 dan 2.

Bagi pasien Diabetes Melitus tipe 2 (DMT2), hipoglikemia jadi ancaman saat berpuasa. Sebab, risikonya 7,5 kali lipat sepanjang Ramadan dibanding hari biasa. Itu mengapa, penting bagi pasien DMT2 untuk mengontrol kadar gula darah agar ibadah puasa dapat berjalan baik.

Demikian, kesimpulan yang saya dapat usai menghadiri Diskusi Kontrol Gula Darah, Raih Berkah Ramadan - Waspadai Hipoglikemia Saat Berpuasa di DoubleTree by Hilton Hotel Jakarta, Jumat (26/4). Workshop ini diselenggarakan Merck Sharp & Dohme (MSD) Indonesia.

Yaitu, perusahaan biofarmasi global terkemuka yang telah melakukan penemuan untuk kehidupan (Inventing for Life) dengan menghadirkan obat-obatan dan vaksin untuk berbagai penyakit paling menantang di dunia. MSD beroperasi pada lebih dari 140 negara untuk memberikan solusi kesehatan yang inovatif.

Termasuk, di Indonesia dalam komitmen untuk meningkatkan akses ke layanan kesehatan. Salah satunya, dengan menggelar edukasi terkait kesehatan kepada masyarakat umum.

Dalam sesi diskusi itu, terdapat tiga narasumber. Itu meliputi:
- Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, SpPD-KEMD (Dokter Spesialis Endokrinologi dan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Bali)
- dr. Suria Nataamadja (Medical Affairs Merck Sharp & Dohme Indonesia)
- Machrosin (Pasien Diabetes)

*        *        *
"SELAMA Ramadan, terjadi peningkatan insiden hipoglikemia yang signifikan pada pasien DMT2. Hal ini dikarenakan pasien DMT2 mengalami kekurangan zat gula dari makanan yang dicerna dan diserap. Sehingga, kadar gula dalam tubuh menurun secara drastis," kata Ketut dalam diskusi yang saya ikuti bersama puluhan rekan blogger dan media lainnya usai mendapat informasi dari Inke Maris & Associates.

"Oleh karena itu, sebelum menjalani puasa, penting bagi pasien DMT2 melakukan konsultasi dengan dokter. Supaya, bisa mendapatkan rekomendasi manajemen puasa yang tepat dan meminimalisir risiko hipoglikemia."

Pernyataan pria 64 tahun ini beralasan Mencegah lebih baik daripada mengobati.

Untuk itu, pasien DMT2 wajib menjalankan pola diet seimbang. Juga melakukan aktivitas fisik dan rutin memantau kadar gula darah secara berkala.

Kebetulan, disela-sela diskusi, MSD Indonesia menyediakan tes gula darah. Saya pun mengikutinya dengan hasil 139 mg/dL.

Wow! Berarti, saya melebihi ambang normal sebelum makan yang berkisar 70-130 mg/dL. Ini jadi Pekerjaan Rumah (PR) bagi saya sebelum Ramadan tiba.

Alias, pola makan dan asupan harus dipantau. Maklum, saya termasuk Batman.

Alias, mayoritas beraktivitas pada malam hari. Itu secara langsung berpengaruh pada tubuh.

Kendati, biasanya saya sehari hanya makan berat sekali. Namun, kopi bisa 4-5 gelas! Ya, dengan mengikuti diskusi ini, membuat saya harus lebih rutin mengontrol kesehatan.

Fakta itu diungkapkan Machrosin yang terkena DM sejak usia 25 tahun. Masih muda, bahkan di bawah saya.

Namun, dalam Diabetes, tidak memandang usia. Itu yang saya harus saya pahami lebih jauh.

Terutama, agar bisa menjalankan puasa dengan lancar. Maklum, Ramadan hanya berlangsung setahun sekali. Sayang, kalau harus bolong puasanya jika tidak ada hal yang mendesak.

"Pasien DMT2 sangat antusias menyambut Ramadan. Mereka bertekad untuk menunaikan ibadah puasa. Berdasarkan survei yang diadakan MSD, 73 persen dokter setuju bahwa puasa memengaruhi kendali kadar gula darah pasien," Suria, menjelaskan.

"Itu mengapa, MSD berkomitmen mendukung kelancaran ibadah puasa para pasien DMT2 dengan melakukan serangkaian kegiatan edukasi melalui media dan blogger. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko hipoglikemia. Serta, upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasinya."

Itu berarti, pasien Diabetes Melitus tetap bisa berpuasa selama sebulan penuh. Yang penting, dalam mengendalikan kadar gula darah dan mencegah hipoglekemia, pasien DMT2 dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang melepaskan energi secara lambat.

Seperti, biji-bijian, beras merah, produk susu rendah lemak, dan kacang-kacangan saat sahur dan buka puasa.

Selain itu, juga menghindari makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi. Meningkatkan asupan cairan selama jam tidak berpuasa dan yang terpenting mengunjungi dokter untuk mendapatkan rekomendasi manajamen diabetes selama Ramadan.

Akhir kata, selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan 1440 H bagi rekan-rekan yang menjalankan!***


*        *        *
139 mg/dL di atas ambang normal 70-130...

*        *        *

Diskusi Kontrol Gula Darah sebelum Ramadan

*        *        *
Artikel Terkait Ramadan
Sahur Perdana di Malioboro
Pengalaman Ngabuburit di RPTRA Krendang yang Memiliki Berbagai Fasilitas untuk Anak-anak
Mengunjungi Masjid Hidayatullah yang Bersejarah dan Dikelilingi Gedung Bertingkat
Tujuh Permainan Tradisional yang Asyik untuk Ngabuburit
Jika Ini Ramadan Terakhir

*        *        *
- Jakarta, 29 April 2019

Sabtu, 06 April 2019

Kalau Bisa Sewa, Kenapa Harus Beli? SewaSewa.id Solusinya!


Detik-detik peluncuran SewaSewa, aplikasi sewa barang dan jasa di BEI
(Klik untuk perbesar foto atau geser untuk melihat gambar lainnya)


"BELILAH yang Anda butuhkan, bukan yang diinginkan." Demikian, adagium sehari-hari terkait kebutuhan barang atau jasa.

Efisiensi memang harus diterapkan. Sebab, jika tidak, bakal mubazir.

Terutama, jika harga barang tersebut lumayan mahal. Lebih baik untuk menyewa ketimbang beli.

Nah, sekarang, sudah ada wadah untuk melakukannya. Yaitu, pada SewaSewa.id yang merupakan aplikasi untuk persewaan baik barang maupun jasa.

Pada apalikasi yang bisa diunduh via Google PlayStore ini, masyarakat bisa memesan langsung kapan pun di mana pun scara praktis, mudah, serta aman.


*        *        *

SIANG itu, Kamis (4/4), ibu kota tampak cerah Dari kawasan timur yang terdapat bandar udara, saya menuju jantung Jakarta. Tepatnya, ke gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) yang terletak di Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan.

Sesampainya di Auditorium BEI, sudah ramai. Ya, saat itu, sedang berlangsung peluncuran SewaSewa.id. Tampak, tiga pendiri aplikasi ini .

Yaitu, Heri Wahyu Nugroho, Zaky MD, dan Yudi Dwi Harjo. Selain itu, event ini juga dihadiri dua narasumber terkait perkembangan aplikasi di Tanah Air .

Itu meliputi Presiden Indonesia Event Industry Council (IVENDO) Mulkan Kamaludin dan Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono W Widodo
. Bagi saya, suatu kehormatan bisa jadi saksi peluncuran SewaSewa.id.

Aplikasi yang dibesut PT Solusi Estetika Wahana Andalan Sewa ini lahir untuk mengajak konsumen agar lebih smart dalam menemukan produk berkualitas melalui sewa barang maupun sewa jasa. Ketimbang, harus beli yang sesuatu yang sedikit digunakan tapi harganya mahal.

Alias, suatu kemubaziran. Gayung pun bersambut dengan SewaSewa.id meluncurkan aplikasi yang menekan biaya hidup masyarakat terkait pembelian barang atau jasa yang tidak terlalu dibutuhkan dalam jangka panjang.

"Aplikasi SewaSewa ingin memberikan pelayanan terbaik serta membantu para konsumen menemukan barang dan jasa berkualitas dnegan harga terjangkau. Di sisi lain, model bisnis kami ingin mengisi ceruk pasar yang mulai bergeser dari offline ke online," kata Heri dalam diskusi di BEI.

SewaSewa.id mengusung visi untuk menjadi platform e-commerce sewa menyewa terpercaya dan inovatif di Tanah Air. Aplikasi yang akan segera meluncur untuk AppStore ini memiliki tiga misi.

Itu meliputi senantiasa memprioritaskan kepuasan pelanggan melalui layanan prima terbaik. Memberikan solusi bernilai tambah dengan mengedepankan nilai estetika dan menjadi wahana yang andal dalam memenuhi kebutuhan sewa menyerah. Terakhir, SewaSewa.id selalu memastikan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutaan melalui layanan sewa menyewa yang inovatif.

"Selain itu
, kami ingin senantiasa berkembang bersama dengan mengedepankan sharing economy dengan pegiat bisnis lainnya. Terutama, dalam bidang persewaan barang dan jasa," Heri, mengungkapkan.

Sosok yang juga menjabat sebagai Komisaris 
PT Solusi Estetika Wahana Andalan Sewa ini menambahkan, "Dalam era data informasi, kami juga ingin jadi referensi dalam hal data analytic. Khususnya di bidang sewa barang maupun jasa. Memiliki reputasi yang baik dalam memberikan informasi terbaik kepada seluruh pihak yang berkepentingan terutama pelanggan."





*        *        *

SYAHDAN, akhir tahun lalu, saya dan rekan jurnalis dari Seksi Wartawan Olahraga (SIWO)  menyelenggarakan kemping di Curug Nangka yang terletak di kaki Gunung Salak, Bogor. 

Hal yang paling merepotkan terkait peralatan masak mengingat kami seluruhnya kaum Adam. Jago makan, sedikit bisa masak, tapi tak pandai dengan peralatan dapur.

Tentu, kami bisa membelinya di warung yang bertebaran di sekitar lokasi. Namun, namanya kemping, jelas makan masakan warung kurang pas dan lebih afdol memasak sendiri.

Hanya
, ketika itu, kami terkendala perkakas. Terpaksa, harus mengambil ulang dari milik rekan yang rumahnya di sekitar Depok. 

Cukup merepotkan karena harus pulang-pergi. Untuk beli, meski harganya terjangkau dengan patungan, tapi rasanya mubazir karena hanya sekali pakai (dua hari).

Nah, dengan SewaSewa.id, itu bisa jadi solusiMisalnya, saya ingin menyewa kompor portable, baik listrik atau gas,  maka saya tinggal buka aplikasinya saja.

Di SewaSewa.id sudah tertera dengan lengkap. Mulai dari harga, lokasi pengiriman, hingga spesifikasi. Saya tinggal registrasi, login, dan pesan... Beres.

Tidak hanya barang saja
. Melainkan juga jasa. Termasuk, jika saya ingin menyelenggarakan event, terdapat sewa Jasa MC.

Atau bahkan, kelak untuk pernikahan. Yupz, sudah ada Wedding Organizer!

Ini menarik. Ibaratnya, SewaSewa itu Palugada. Alias, apa yang lo mau, gue ada***



*        *        *
Founder SewaSewa.id Heri Wahyu Nugroho menyampaikan presentasi terkait
aplikasi sewa barang dan jasa

*        *        *
Suasana peluncuran SewaSewa.id di Bursa Efek Indonesia pada 4 April lalu

*        *        *
Diskusi hangat dengan dua dari tiga pendiri SewaSewa.id, Zaki MD dan
Yudi Dwi Harjo

*        *        *
Tampilan muka aplikasi SewaSewa.id

*        *        *
Ingin kemping sekalian masak-masak?
Tinggal buka SewaSewa.id saja untuk menyewa
berbagai peraltan dapur

*        *        *
Di SewaSewa.id tersedia sewa untuk EO, supir
catering, MC, hingga WO!


*        *        *
- Jakarta, 6 April 2019