TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Yamaha Ingin Berkontribusi Lebih ke Masyarakat

Google Adsense 2016

Jelajah Bromo, Malang, dan Sekitarnya

Jelajah Bromo, Malang, dan Sekitarnya
Ngebolang Menikmati Eksotisnya Kawasan Timur Pulau Jawa

Mengupas Sisi Lain dari Sudut Pandang Blogger...

Rabu, 29 Oktober 2014

Yamaha Ingin Berkontribusi Lebih ke Masyarakat


Wawancara Eksklusif Manajer Motorsport Yamaha Indonesia, Supriyanto: 

Wawancara Supriyanto di Harian TopSkor


PEKALONGAN – “Semakin di Depan!” Itulah tagline utama dari Yamaha Motor Indonesia. Salah satu produsen sepeda motor terbesar di nusantara ini kian mengukuhkan sebagai sebuah produk yang tidak hanya mementingkan sisi komersial belaka. Melainkan Yamaha juga ingin berkontribusi lebih kepada masyarakat, khususnya pengendara roda dua.

“Tujuan kami menggelar Yamaha Cup Race ini tidak lain sebagai media bagi masyarakat yang ingin menyalurkan hobi balapan secara resmi. Itu sebagai wujud peran kami mencegah aksi balapan liar di jalan raya,” kata Manajer Motorsport Yamaha Indonesia, Supriyanto. Berikut petikan wawancara TopSkor dengan pria yang dikenal kalangan bikers sebagai sosok yang murah senyum.

Alasan Anda menggelar balapan seperti Yamaha Cup Race 2013?

Kami rutin mengadakan acara seperti ini sejak tahun 1990 atau sudah edisi ke-23. Tujuan kami di samping untuk promosi, agar mewadahi masyarakat yang hobi balap dengan membentuk lomba secara resmi. Selain itu, kami juga ingin mencari bibit pembalap dengan memfasilitasi mereka agar bisa mengharumkan Indonesia.

Kendalanya mengadakan acara ini?

Biasanya mengenai sirkuit, sebab sulit mencari areal dengan kriteria yang sesuai dengan standar kami. Minimal panjang satu km dan lebar 7-8 meter. Kebanyakan sirkuit di sini berada di tengah kota, hingga agak sulit mendapat izin karena letaknya di jalan raya bukan permanen.

Acara seperti Yamaha Cup Race 2013 ini apakah berdampak signifikan terhadap penjualan?

Tentu. Tapi, fokus kami mengadakan event seperti itu justru untuk menguatkan brand di mata masyarakat. Maklum, imej Yamaha kan identik dengan motorsport. Selain itu kami juga banyak mengenalkan tips, cara mengendarai yang sehat, dan pengembangan teknologi agar aman dan nyaman dikendarai masyarakat.

Bisa disebutkan anggaran untuk acara tersebut?

Standar saja. Namun, untuk setiap event tentu berbeda, alias tergantung wilayah. Seperti di Jakarta beda dengan Pekalongan. Selain itu, luar Jawa yang memerlukan biaya paling besar, karena butuh unit, tim, mekanik, termasuk mengirim ekspedisi lainnya.

Sponsor?

Tentu. Karena kami menjalin banyak kemitraan dari mereka yang merupakan vendor internal agar acara ini terlaksana dengan baik. Mulai dari Yamalube, Pertamax Plus, SMF, KYT, FDR, KYB, dan NGK. Selain itu setiap acara yang kami buat berkat dukungan semua pihak seperti Kepolisian, Ikatan Motor Indonesia (IMI), dan pastinya masyarakat luas.

Mengenai injeksi?

Produk kami hampir seluruhnya injeksi. Mulai dari matic, sport, hingga bebek kecuali Jupiter MX yang belum dan sedang menuju seperti itu. Intinya kami ingin menghasilkan produk yang penggunaan bahan bakar lebih ramah lingkungan dan tidak boros.

Tentang penyerataan tim balap yang wajib injeksi apakah sama dengan kebijakan Yamaha dan sudah siap?

Tergantung regulasi. Terutama IMI yang mengeluarkan kebijakan tersebut. Hanya, itu semua bertahap dan tidak bisa langsung. Di beberapa region masih menggunakan karbu pada semua motor. Dan, Yamaha bertanggung jawab dalam mempromosikan produk ramah lingkungan.

Maksudnya?

Yamaha itu imejnya sports. Tapi, kami juga irit dan efisien dalam konsumsi bahan bakar. Apalagi, segmen pasar kami di semua level, ada remaja, perempuan, ibu-ibu, hingga pekerja kantoran.

Rencana ke depan selain Yamaha Cup Race?


Kami ingin banyak lagi pembalap Indonesia yang berhasil dengan target menuju pentas dunia seperti Doni Tata. Saat ini ada beberapa pembalap yang sudah kami siapkan dengan membentuk karier dari awal dan menyiapkan segala sesuatunya. Terutama mental, moral, dan skill pembalap itu sendiri yang akan digenjot secara bertahap. Salah satunya melalui sekolah Yamaha Riding Academy yang dibentuk sejak 2005 lalu.***

Artikel ini dimuat di Harian TopSkor edisi 18 Juni 2014 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Maaf ya, saat ini komentarnya dimoderasi. Agar tidak ada spam, iklan judi, obat kuat, penjual gunting kuku, dan sebagainya. Silakan komentar yang baik dan pasti saya kunjungi balik. Satu hal lagi, mohon jangan menaruh link hidup...

Terima kasih :)