TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Pertamax Naik, Ojol pun di Persimpangan

Serial Catatan Harian Ojol

Serial Catatan Harian Ojol
Serial Catatan Harian Ojol

Jumat, 12 Juni 2026

Pertamax Naik, Ojol pun di Persimpangan

SPBU di Fatmawati, Jakarta Selatan (Foto: dok.pribadi/@roelly87)


PAGI ini, Jumat (12/6) dikabarkan akan ada unjuk rasa dari saudara kita, mahasiswa-mahasiswi di beberapa kota di Tanah Air. Demikian info dari berita arus utama, media sosial (medsos), hingga grup watshapp dalam beberapa hari terakhir.

Tujuannya, memprotes inkonsistensi efisiensi pengeluaran pemerintah, korupsi, Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga naiknya Bahan Bakar Minyak (BBM) dan harga pokok lainnya. 

Saya pribadi sebagai bagian dari masyarakat Indonesia, mempersilakan siapa pun untuk demo. Boleh dong. 

Hak asasi manusia. Kebebasan berpendapat dijamin dalam Undang Undang Dasar.

Justru kalo kita melarang demo, bakal aneh ini negara. Seperti pemerintahan komunis atau tirani.

Anda mau, Presiden Prabowo Subianto jadi diktator seperti Vladimir Putin, Xi Jinping, dan Kim Jong Un?

Saya sih ogah. Biarpun saya pemilih Prabowo pada tiga edisi pilpres beruntun, ga mau negara ini kembali ke masa orde baru.

No!

Di sisi lain, demo juga ada aturan. Harus izin APH dan waktunya ditentukan hingga petang. 

Yang terpenting, jangan anarkis! Saya mengetik artikel ini, Kamis (11/6) dini hari WIB sambil menyimak berita pembukaan Piala Dunia 2026 disela-sela nunggu orderan ojek online (ojol).

Sebelumnya, pada 25 Agustus lalu saya menyaksikan langsung adanya provokasi dan penyusup saat unjuk rasa di kawasan Slipi dengan melempar batu. Di sisi lain, saya juga melihat dengan mata kepala sendiri, betapa polisi gampang terpancing hingga berlaku represif kepada massa.

Bisa disimak dalam rekaman video yang saya unggah di tiktok: 

- https://vt.tiktok.com/ZSAvXorX8/

- https://vt.tiktok.com/ZSQfmgvTX/

- https://vt.tiktok.com/ZSQfmfkkY/

Saya berharap, demo nanti berlangsung positif. Ada perwakilan pemerintah dan DPR yang menyerap aspirasi mahasiswa serta berbagai elemen bangsa.

Sebagai bloger yang masuk golongan nokturnal, saya jelas tidak kuat ikut demo. Namun, saya berusaha untuk menuangkan pendapat, ide, gagasan, dan kritik yang membangun lewat tulisan.

Baik di blog pribadi, www.roelly87.com maupun blog keroyokan sejak 2010, www.kompasiana.com/roelly87.

Itu yang biasanya saya lakukan disela-sela aktivitas ojol setiap harinya. Menulis jadi hobi positif saya jelang menyambut kepala empat untuk tetap semangat menjalani hidup.


*           *           *


PERTAMAX naik jadi Rp 16.250 per liter dari sebelumnya Rp 12.300. Alias, melonjak 32,1 persen dengan per liter Rp 3.950.

Jelas ini alarm bagi saya sebagai ojol. Serius.

"Lha, kan seliter cuma 16 ribuan. Ga sampe 20 ribu? Kopi di kafe kekinian aja segelas 20-50 ribu sanggup, masa Pertamax ga mampu?"

Demikian ucapan buzzer laknat di medsos yang memperkeruh suasana.

Sebab, beli BBM untuk kendaraan itu bukan hanya seliter. Contoh, motor saya, Vario 125cc tahun 2020 (jadul banget, hehehe), itu tangki bisa full 5,5 liter.

Sebelum naik, saya biasa isi Pertamax genapin, 50 ribu. Alias, dengan selembar gocapan biru, saya dapat empat liter lebih yang bisa untuk jelajah 100-200 km.

Di atas kertas, konsumsi per liter BBM motor saya, Vario 125cc estimasinya 51.7 km. Namun, di jalanan, aslinya hanya 40-an km. 

Tergantung rute macet atau ga dan beban yang dibawa. Itu berarti 4 liter Pertamax bisa mencapai 160-an km.

Cukup buat ngojol dari sore hingga subuh atau fajar.

Nah, sejak Pertamax naik 32,1 persen pada Rabu (10/6), dengan selembar uang 50 ribu, saya hanya dapat 3,07 liter. 

Alias, jarak tempuh saya sehari kini hanya mencapai 120 km. Berkurang 40 km akibat kenaikan Pertamax yang berarti menyusut seliter. 

YA, BEDA SELITER!

CUMA SELITER!

SELITER!

Bagi kalangan menengah ke bawah, termasuk saya, kenaikan Pertamax ini sangat berarti. 

Mungkin, kalangan buzzer laknat ada yang menyanggah. "Kan bisa pakai Pertalite?"

Hello...

Saya ojol yang bergerak di bidang pelayanan dan jasa.

Saya berusaha untuk melakukan yang terbaik bagi diri pribadi, pelanggan ojol, dan motor.

Itu mengapa, meski sudah enam tahun, motor saya masih nyaman dipakai. Sebab, saya rutin merawatnya. 

Ganti oli setiap dua pekan sekali (tiga pekan jika bokek), servis di bengkel resmi per dua bulan, sparepart orisinal semua. 

Termasuk, ban tubeless yang paling boros, ban depan ganti per 9-12 bulan dan ban belakang per enam bulan. Keduanya merek Michelin yang konon paling mahal, tapi berdasarkan pengalaman saya sangat awet. 

Maklum, ban termasuk komponen vital untuk motor. Sering aus atau botak. Merek ternama bikin saya aman jika kena paku atau ranjau paku payung di jalanan. Terakhir apes kena ranjau H2 Idul Fitri depan Stasiun Cawang atas.


*           *           *


KEMBALI ke BBM. Memang, motor saya bisa pakai Pertalite yang merupakan jenis subsidi dengan Ron 90. Sementara, Pertamax Ron 92 dan Pertamax Turbo Ron 98.

Namun, berdasarkan buku petunjuk manual di motor, rekomendasi bengkel, dan saran dari sesama ojol, Vario 125 saya lebih baik menggunakan Pertamax. Salah satu alasannya, terkait rasio kompresi mesin agar optimal.

Itu mengapa, sejak kali perdana memakainya pada Februari 2020, alias sebulan sebelum Pandemi, saya selalu menggunakan Pertamax. Tujuannya, demi keawetan motor yang terasa hingga kini tetap bandel sebagai mesin pencari nafkah.

Tentu, saya pernah pakai Pertalite. Beberapa kali malah. Namun, itu hanya karena terpaksa. 

Misal, saat Covid 19 yang berujung sulit orderan, mau ga mau, saya harus menekan pengeluaran dengan salah satunya pakai Pertalite. 

Juga, saat ke SPBU tapi stok Pertamax kosong, truknya lagi di jalan, atau masih diisi, jelas saya lebih milih Pertalite ketimbang nunggu lama.

Itu mengapa, kenaikan harga Pertamax bikin saya dan rekan-rekan ojol lainnya dilema. Serius. 

Secara, banyak ojol yang menggunakan motor di atas 125cc. Misalnya, Vario 160, Nmax, PCX, ADV, dan banyak lagi yang di aplikasi ojol masuk kategori Comford atau XL. Tarif sedikit lebih mahal.

Nah, naiknya Pertamax juga berkelindan dengan meroketnya harga-harga lainnya. Misal, air mineral botol ukuran 1.500ml di warung madura turut melonjak.

- Oasis kini Rp 5.000 dari sebelumnya Rp 4.000

- Vit dan Sanqua (Rp 4.500 dari 4.000)

- Aqua (Rp 6.000 dari Rp 5.000)

- Le Minerale (Rp 6.500 dari 5.500)

Begitu juga dengan gorengan seperti tempe, tahu isi, bala-bala, risol, cireng, dan sebagainya. Dulu, Rp 5.000 bisa dapat empat biji. Sekarang, mayoritas satuannya Rp 2.000, alias selembar Rp 10.000 hanya dapat lima aja.

Banyak lagi yang naik, oh iya oli juga euy saya dapat info dari bengkel, Sabtu kemarin sebelum ke GBK ada event Indonesia Open 2026, Kpop, dll. 

Banyak deh, cape saya bikin list-nya.

Wkwkwkwk.


*           *           *


IRONISNYA, ketika hidup masyarakat kian sulit akibat harga-harga pada naik, justru para pejabat memamerkan kemewahan dan hambur-hamburkan uang pajak.

Tone deaf.

Miris banget.

MBG hanya jadi bahan bancakan para elite saja.

Sebenarnya saya sudah nulis panjang hingga 2.000-2.500 kata di artikel ini dalam dua hari terakhir. Termasuk, reaksi saya dalam menjalankan orderan ojol yang ironisnya makin murah dengan adanya layanan hemat.

Namun, karena satu dan hal lainnya, saya pangkas jadi hanya setengahnya. Intinya, saya berharap para pejabat (eksekutif, legislatif, yudikatif) bisa memahami penderitaan masyarakat yang kian tercekik.

Saya ga mau terjadi, seperti isu yang ramai di medsos, jika kelak Pertalite naik akan berujung chaos. 

Harapan saya sebagai bagian dari masyarakat, agar pemerintah, termasuk presiden ga terlalu lama di menara gading hingga abai terhadap penderitaan rakyatnya.

Asa saya ini terkesan terlalu muluk-muluk, sebab mayoritas dari pejabat pada tone deaf. Namun, sebagai makhluk yang logis, saya percaya masih ada beberapa pejabat yang kompeten.

Ya, pepatah mengatakan, "selama gunung masih menghijau, jangan takut kehabisan kayu bakar". Alias, selagi napas masih tertiup, masih ada waktu untuk menyaksikan negeri ini lebih baik lagi.

Aamiin!***


*           *           *


Artikel Terkait:


- Sisi Lain Kerusuhan 28-31 Agustus: Demo Silakan, Anarkis Jangan! (https://www.roelly87.com/2025/09/sisi-lain-kerusuhan-28-31-agustus-demo.html)

- Anak Cowok Jadi Homo, yang Cewek Pelakor, dan Istri Kabur dengan Berondong: Kisah Tragis Eks Pejabat (https://www.roelly87.com/2026/04/anak-cowok-jadi-homo-yang-cewek-pelakor.html)

- Terjebak di Toilet SPBU Kuningan (https://www.roelly87.com/2024/10/terjebak-di-toilet-spbu-kuningan.html)

- Lulusan SMA Dibekali Senjata Itu Bernama Polisi (https://www.roelly87.com/2025/02/lulusan-sma-dibekali-senjata-itu.html)

- Saya Ga Menyesal Pilih Prabowo, Memang Kemampuannya B Aja (https://www.roelly87.com/2025/04/saya-ga-menyesal-pilih-prabowo-memang.html)

- Prabowo: Sang Penculik yang Berharap Mandat Langit (https://www.roelly87.com/2023/09/prabowo-sang-penculik-yang-berharap.html)

- Prabowo Gemoy, tapi Tangannya Berlumuran Darah (https://www.roelly87.com/2023/12/prabowo-gemoy-tapi-tangannya-berlumuran.html)

- Prabowo Presiden 2024, Ganjar Mendagri, Anies Menlu, dan AHY Menhan (https://www.roelly87.com/2023/12/prabowo-presiden-2024-ganjar-mendagri.html)

- Anies adalah Liu Bei, Mega = Sun Quan, dan Jokowi = Cao Cao? (https://www.roelly87.com/2024/08/anies-adalah-liu-bei-mega-sun-quan-dan.html)

- Dhani, Rizieq, dan Ahok Bersatu demi Indonesia

- 9 Naga dan 3 Capres

- Prabowo dan Kedaulatan Selera

- Prabowo Kembali ke Setelan Pabrik

- Brigitte Lin Ching-hsia yang Memesona (https://www.roelly87.com/2023/12/brigitte-lin-ching-hsia-yang-memesona.html)

- Palagan Pamungkas Prabowo: Menyelami Hati, Pikiran...

- Manusia Lebih Anjing daripada Anjing

- Di Bandung, Jokowi Kalah Populer Dibanding Ridwan Kamil

- Jokowi, Sang Gubernur Gaul

- Soe Hok Gie: Prabowo Cerdas tapi Naif


*           *           *


- Jakarta, 12 Juni 2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Maaf ya, saat ini komentarnya dimoderasi. Agar tidak ada spam, iklan obat kuat, virus, dan sebagainya. Silakan komentar yang baik dan pasti saya kunjungi balik.

Satu hal lagi, mohon jangan menaruh link hidup...

Terima kasih :)