TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Kisah Wanita dengan Blazer Hitam I

Di Perbatasan, Harga Diri Indonesia Dipertaruhkan

Di Perbatasan, Harga Diri Indonesia Dipertaruhkan
PLBN Entikong

Minggu, 16 Februari 2020

Kisah Wanita dengan Blazer Hitam I




"HELM-nya dipakai ya mbak."

"Oh, nanti aja mas. (Kalau sudah) di jalan."

"Ga bisa mbak. Itu untuk keselamatan. Kepala yang utama."

"Iya deh mas."

"Sudah dikunci?"

"Ga usah mas. Gini aja cukup. Yang penting aman dari razia, kan?"

"Maaf mbak, saya belum akan jalan jika helm tidak dikunci. Sampai (bunyi) klik."

"Ih, meuni rempong si mas."

"Bukan begitu mbak, di jalan kita ga tahu apa yang terjadi. Amit-amit ya, semoga ini ga kita alami. Jika kecelakaan, bisa diminimalkan kalau kepala tidak kena. Maaf ya, kalau saya rewel. Namun, ini sudah SOP, yang saya lakukan sejak pertama kali jadi ojol (Ojek Online).

"Iya, iya mas. Yuk, cuss."

*        *        *

DEMIKIAN percakapan saya dengan salah satu penumpang wanita di perbatasan Jakarta Barat, beberapa waktu lalu. Orderan GoRide menuju lokasi mal di Selatan Jakarta. Wanita dengan blazer hitam itu, sebut saja namanya Sumbadra, yang mengaku bekerja sebagai SPG (Sales Promotion Girl) di mal mewah.

"Mas, berhenti sebentar. Saya ganti posisi duduk."

"Ok, mbak," ujar saya menyilakannya ganti posisi duduk tadinya mengikuti jok kini jadi menyamping.

"Susah, kalo tadi. Meski pake stocking, ribet. Enakan menyamping, ga pegal."

"Siap mbak." saya melanjutkan.

"Untung cerah, kalo hujan bikin rempong. Secara, saya giliran pake rok, ga celana jin."

"Saya ada jas hujan. Terusan, atas dan celana panjang."

"Tetap susah mas, biasanya kalo hujan saya minta berhenti."

"Ok deh mbak."

*        *        *

SEPEDA motor pun membelah jalanan. Nyaris lurus jika ditarik secara melintang.

Hanya, sebagaimana kota-kota besar di kolong langit, dengan bertumbuhbya manusia diiringi pesatnya teknologi membuat macet pun tak terelakkan.

Dari jok belakang, terdengar sang penumpang sedang bicara melalui telepon genggam. Suaranya merdu diiringi canda nan renyah. Sore yang berwarna.

Bersambung...

- Sarinah, 16 Februari 2020

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Maaf ya, saat ini komentarnya dimoderasi. Agar tidak ada spam, iklan obat kuat, virus, dan sebagainya. Silakan komentar yang baik dan pasti saya kunjungi balik.

Satu hal lagi, mohon jangan menaruh link hidup...

Terima kasih :)