TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Kevin/Marcus Itu Racun, tapi Rasa Stroberi!

Di Perbatasan, Harga Diri Indonesia Dipertaruhkan

Di Perbatasan, Harga Diri Indonesia Dipertaruhkan
PLBN Entikong

Senin, 27 Agustus 2018

Kevin/Marcus Itu Racun, tapi Rasa Stroberi!


Foto bersama tim beregu putra Indonesia usai mendapatkan medali perak
Asian Games 2018

ANTUSIASME penonton untuk mendukung setiap wakil Indonesia yang bertanding di Asian Games 2018 ini sangat luar biasa. Itu terlihat di kawasan Komplek Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat.

Sejak pagi,  sudah banyak masyarakat yang mendatangi komplek olahraga terbesar di Tanah Air. Maklum Senin (27/8) ini terdapat beberapa pertandingan yang melibatkan wakil Merah-Putih di Komplek GBK.

Mulai dari Karate di Jakarta Convention Center (JCC), Squash (Squash Arena), Voli (Voli Arena), Basket 5x5 (Basket Hall), dan bulu tangkis (Istana Olahraga). Setiap cabang olahraga (cabor) memiliki penggemar masing-masing.

Salah satunya, bulu tangkis yang hari ini mempertandingkan tunggal putra dan ganda putra. Terdapat empat wakil Indonesia yang akan bertanding mulai pukul 12.30 WIB.

Namun, mayoritas masyarakat sudah memadati GBK sejak pagi. Termasuk, Nindya Arifin, yang bersama empat rekannya sudah tiba dari pukul 09.00 WIB.

“Ga sabar nunggu Mpin main. Semoga bersama Sinyo bisa lolos ke final besok,” kata Nindya, saat ditemui TopSkor.id di GBK sambil menyebut panggilan akrab untuk Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon.

Kebetulan, mahasiswi asal Jagakarsa ini memarkirkan kendaraannya di salah satu pusat perbelanjaan di Pintu Satu Senayan. Dari mal yang bersebelahan dengan gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan itu, Nindya jalan kaki menuju Istora.

“Capek sih. Lumayan jauh. Namun, gimana lagi. Yang penting, sebagai masyarakat kami berusaha untuk mendukung wakil Indonesia bertanding. Semoga bulu tangkis bisa mewujudkan target emas,” Nindya, menambahkan.

Sepanjang pesta olahraga antarnegara Asia ini berlangsung, GBK memang steril terhadap kendaraan. Kecuali bagi atlet, ofisial, Presiden dan Wakil Presiden serta tamu VIP

Namun, Panitia Nasional Penyelenggara Asian Games XVIII/2018 (INASGOC) menyediakan kantong-kantong parkir bekerja sama dengan sejumlah pihak. Baik itu di mal, Kementerian Pemuda dan Olahraga, SCBD, dan sebagainya.

“Bangkrut kita kalo tiap hari kayak gini. Bayangkan, per jamnya saja berapa Ini nonton dari pagi sampai malam. Namun, tidak apa-apa Asian Games 2018 ini kan kali kedua Indonesia jadi tuan rumah setelah 1962. Butuh 56 tahun lho. Mungkin, Indonesia jadi tuan rumah lagi pas kita-kita sudah jadi nini-nini,” lanjut Nindya, semringah yang memberi warna dalam perjalanan menuju Istora.

“Emas bisa lah dua dari bulu tangkis. Ganda putra dan tunggal putra masing-masing satu. Semoga bisa All Indonesian Final di dua nomor itu,” Yanti Oktavia, rekan Nindya, menimpali.

Ya, selain Kevin/Marcus, ada Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang tampil di ganda putra. Sementara, untuk tunggal putra diwakili Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie.

“Jojo (Jonatan) itu ganteng banget. Senyumnya bikin meleleh,” Wiwin Laksana, salah satu dari rombongan mereka buka suara.

“Biasa saja. Gw sih lebih tertarik lihat (Carolina) Marin. Sayangnya dia ga tampil,” Agus Rukmana,  salah satu dari dua pria yang berada di rombongan tersebut menimpali.

“Yeee, lo mah cowo. Liatnya yang bening-bening terus. Lagian, Marin mah Spanyol. Ga mungkin (tampil) di Asian Games,” Yanti, mengomentari.

“Kalo gw sih siapa saja yang penting bisa mengharumkan Indonesia. Etapi kalo bisa sih Kevin/Marcus juara. Maaf ya, untuk penggemar Fajar/Rian,” Nindya, kembali buka suara.

“Bagi gw, Kevin/Marcus itu racun,  tapi rasa stroberi. Nonton pertandingan mereka selalu deg-degan. Namun, justru bikin nagih,” dara 21 tahun ini melanjutkan dengan ekspresi datar yang membuatnya diserbu kawan-kawannya dengan balon tepuk dari sponsor.

“Emang ngeselin sih Mpin sama Sinyo. Namun, ga seru nonton mereka. Setiap lewat perempat final, Kevin/Marcus sudah autowin,” Adi Anggoro yang sejak tadi sibuk dengan smartphone-nya akhirnya angkat bicara.

“Fajar/Rian boleh juga. Kalem tapi mematikan,” lanjut Yanti.

Tak terasa, perbincangan hangat dengan mereka membuat perjalanan terasa singkat TopSkor.id pun berpisah dengan kelima mahasiswa dari salah satu perguruan tinggi Jakarta Pusat tersebut.

Mereka menuju gate penonton dan TopSkor.id ke arah media. Tak lama usai mengucapkan terima kasih karena bersedia diwawancarai sepanjang jalan, terdengar sayup-sayup kehebohan dari kelimanya.

“Kevin/Marcus kan dibilang autowin. Berarti menang di semifinal.”

“Juaranya Fajar/Rian.”

“Misaki (Matsutomo)/Ayaka (Takahashi) juga boleh.”

“Ih gw dora aja deh (Chen Qingchen/Jia Yifan).”

“Jojo 100%.”

“Ginting lah.”

“Biar adil, siapa pun yang juara, pak Haryanto paling konsisten. Habis, setiap hari beliau selalu di Istora sih.”

“Setuju.”***

- Jakarta, 27 Agustus 2018
(Artikel ini sebelumnya dimuat di www.TopSkor.id)

1 komentar:

Maaf ya, saat ini komentarnya dimoderasi. Agar tidak ada spam, iklan obat kuat, virus, dan sebagainya. Silakan komentar yang baik dan pasti saya kunjungi balik.

Satu hal lagi, mohon jangan menaruh link hidup...

Terima kasih :)