TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Yuk, Blogger Bersama Sun Life Kita Cegah, Obati, dan Lawan Diabetes

Google Adsense 2016

Jelajah Bromo, Malang, dan Sekitarnya

Jelajah Bromo, Malang, dan Sekitarnya
Ngebolang Menikmati Eksotisnya Kawasan Timur Pulau Jawa

Mengupas Sisi Lain dari Sudut Pandang Blogger...

Selasa, 18 Oktober 2016

Yuk, Blogger Bersama Sun Life Kita Cegah, Obati, dan Lawan Diabetes




Sun Life Financial Indonesia mengedukasi blogger untuk cegah, obati, dan lawan diabetes

Setiap 14 November diperingati sebagai "Hari Diabetes Dunia". Tujuannya jelas, untuk mengingatkan kepada umat manusia, termasuk di Indonesia, mengenai bahaya diabetes. Yaitu, salah satu penyakit tidak menular yang mematikan seperti yang saya kutip dari laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Pada 2014, satu dari 10 penduduk 18 tahun ke atas menderita diabetes. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia di bawah PBB (WHO), tahun lalu, total 415 juta orang dewasa dengan diabetes, naik empat kali lipat dari 108 juta pada 1980-an. Masih dalam sumber tersebut, pada 2012 lalu, gula darah tinggi bertanggung jawab atas 3,7 juta kematian di dunia. Dari angka ini, 1,5 juta kematian disebabkan langsung akibat diabetes.

Membaca fakta tersebut, tentu membuat kita merinding. Ya, bagi mayoritas orang, termasuk saya pribadi, mendengar diabetes sangat seram. Jauh lebih seram jika harus melewati pemakaman yang terkenal angker sekalipun. Ini serius.

Sebab, diabetes memang tidak asing dengan saya. Ibu saya, mengidap diabetes yang pada 2009 lalu harus dirawat beberapa pekan di rumah sakit. Itu setelah kadar gula ibu saya naik hingga mencapai lebih 400 mg/dl. Alias, di atas ambang normal.

Akibatnya, ketika kaki beliau terkena pecahan beling jadi bolong (bisa dilihat pada artikel saya terdahulu berjudul Pengobatan dan Pencegahan DiabetesKisah Ibuku yang Dibantu Insulin untuk Melawan Diabetes, dan Nak, Sehat Itu Mahal. Nasehat Ibuku Yang Menderita Penyakit Diabetes.

Alhamdulillah, kini kesehatan ibu saya sudah berangsur pulih. Itu berkat beliau rutin menjaga kondisi fisik dan asupan makanan serta melakukan pemeriksaan di rumah sakit yang disertai insulin setiap hari. Intinya, jika konsisten, diabetes bisa diobati. Yang penting, penderita harus sabar menghadapinya disertai dukungan penuh dari pihak keluarga.

Itu mengapa, saya sangat antusias ketika Sun Life Financial mengadakan acara Jumpa Blogger: Cegah, Obati, dan Lawan Diabetes di Cafe XXI Plaza Indonesia, Sabtu (1/10). Ini event ketiga dari perusahaan asuransi ternama di Indonesia yang saya ikuti. Sebelumnya, saya juga sempat menghadiri rangkaian acara Sun Life dengan tema Kelola Keuangan dengan Bijak pada 1 Agustus 2015 di tempat yang sama dan Asuransi Syariah di Pisa Cafe (30 Agustus 2014).

*        *        *
Jumpa Blogger: Cegah, Obati, dan Lawan Diabetes, dibuka Head of Marketing Sun Life Financial Indonesia, Shierly Ge. Dalam kesempatan itu, alumni Universitas Parahyangan (Unpar) ini menjelaskan tentang berbagai produk dari Sun Life Financial. Termasuk peran mereka terhadap masyarakat melalui Sun Bright.

Yaitu, program Corporate Social Responsibility (CSR) dari Sun Life yang memiliki tujuan utama untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan secara mendalam dan berkelanjutan. Bisa dipahami mengingat Sun Life Financial sudah beroperasi di Tanah Air sejak 1995.

Dalam periode itu, Sun Life konsisten untuk berperan dalam peningkatan pendidikan, kemanusiaan, dan kesehatan. Termasuk, menyelenggarakan berbagai acara yang mengedukasi masyarakat seperti Jumpa Blogger: Cegah, Obati, dan Lawan Diabetes, yang bekerja sama dengan Kemenkes.

Acara yang berlangsung sejak pukul 12.00 WIB hingga sore itu menampilkan dua narasumber yang kompeten di bidangnya masing-masing. Yaitu, dr. Lily S Sulistyowaty, MM, Direktur Penyakit Tidak Menular Kemenkes dan Prof. Sidartawan Soegeondo, MD, PdB, F.A.C.E. Tentu, kehadiran mereka jadi pengalaman berharga bagi puluhan blogger yang datang, khususnya saya.

Maklum, sesuai dengan temanya Cegah, Obati, dan Lawan Diabetes. Tentu, lebih baik mencegah ketimbang mengobati. Saya bersyukur, ibu saya bisa sembuh dari diabetes. Di sisi lain, beliau juga mengingatkan kepada saya agar tidak mengalami hal sepertinya. Itu karena diabetes dikenal sebagai penyakit turunan.

Untuk itu, pencegahan merupakan langkah utama seperti yang dikatakan dr. Lily. Menurutnya, langkah cara utama dengan meminimalkan makan-makanan berlemak seperti gorengan. Tentu, ini jadi masalah bagi saya mengingat gorengan seperti tempe, tahu isi, atau bala-bala (bakwan) merupakan cemilan favorit.

Namun, setelah mendengar penjelasan dari dr. Lily, saya jadi paham. Tepatnya, bukan berarti kita tidak boleh memakan gorengan. Melainkan, meminimalkan, seperti sehari biasanya saya makan lima buah gorengan, jadi dua saja. Sekilas, mengenai gorengan memang sepele. Tapi, seperti kata dr. Lily, efek dari gorengan ternyata sangat berpengaruh.

Sesi selanjutnya, dari Profesor Sidartawan yang mengedukasi kami cara untuk mengendalikan diabetes. Mengendalikan? Ya, mengendalikan. Agar pengidap diabetes dan keturunannya mampu beradaptasi dengan kadar gula. Ini seperti yang diterapkan ibu saya sehari-harinya. Dalam kesempatan itu, Profesor Sidartawan menyarankan kami untuk rutin memeriksa kadar gula.

Terutama agar kami bisa waspada jika kadar gulanya naik atau turun. Sebab, diabetes ada dua tipe. Tipe 1 biasanya diderita anak-anak yang tidak dietahui penyebab tepatnya dan tidak dapat dicegah. Tubuh benar-benar berhenti memproduksi insulin, karenanya si penyandang sangat bergantung pada terapi insulin untuk kelangsungan hidup dan pemeliharaan kesehatannya.

Tipe 1 ini identik dengan ibu saya yang harus menggunakan insulin setiap harinya. Tepatnya, malam hari pukul 22.00 WIB atau menjelang tidur. Sebelumnya, ibu saya hingga empat kali disuntik insulin pada pukul 07.00 WIB, 12.00 WIB, 19.00 WIB, dan 22.00 WIB.

Sementara, Tipe 2 menurut Profesor Sidartawan merupakan bentuk umum yang diidap sekitar 90% penderita diabetes di seluruh dunia. Pankreas menghasilkan jumlah yang tidak memadai insulin, atau tubuh tidak mampu menggunakan insulin yang tersedia dengan benar.

Dalam lembar edukasi yang saya dapat dari acara Jumpa Blogger Sun Life: Cegah, Obati, dan Lawan Diabetes, pada halaman 3, terdapat informasi rinci mengenai pengidap Tipe 2. Yaitu, riwayat keluarga, jika seseorang memiliki orangtua atau saudara kandung dengan diabetes Tipe 2, ada risiko untuk mendapatkannya. Selanjutnya, faktor usia, terutama di atas 40 tahun yang berhubungan dengan penurunan aktivitas hingga kehilangan masa otot dan berat badan yang meningkat.


*        *        *
Sebagai blogger, saya berusaha untuk berbagi informasi melalui media di blog saya baik yang www.roelly87.com atau www.kompasiana.com/roelly87. Termasuk, mengenai diabetes ini berdasarkan pengalaman sehari-hari menemani ibu saya dan juga seusai mengikuti Jumpa Blogger Sun Life. Intinya, diabetes bisa diobati. Namun, alangkah lebih baik jika kita melakukan pencegahan sejak dini.

1. Melalui akronim CERDIK: Cek kesehatan, Enyahkan asap rokok, Rajin olahraga, Diet seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola Stres.

2. Kurangi makanan berminyak. Misalnya, meminimalkan gorengan seperti saya dari sehari-hari lima buah jadi hanya dua.

3. Konsumsi buah dan sayur minimal 5 porsi per hari. Enggak perlu mahal kok, buah itu bisa yang merakyat seperti pisang dan apel serta sayuran seperti bayam dan yang berkuah.

4. Menekan konsumsi gula hingga maksimal 4 sendok makan atau 50 gram per hari.

5. Periksa kesehatan secara teratur. Saya pribadi rutin mengecek kadar gula melalui alat yang dibeli di apotik.

Sekadar mengingatkan, tidak ada penyakit di dunia ini yang tidak ada obatnya. Melainkan, bagaimana kita mau atau tidak menyembuhkan diri sendiri. Yuk, Bersama Sun Life, Kita Cegah, Obati, dan Lawan Diabetes!

*        *        *
Rekan-rekan blogger mengikuti acara Sun Life di Cafe XXI Plaza Indonesia, Sabtu (1/10)

*        *        *
Dr. Lily S Sulistyowaty berbagi tip untuk mencegah diabetes

*        *        *
Prof Sidartawan Soegondo membeberkan cara untuk mengendalikan diabetes

*        *        *
Foto bersama narasumber dan blogger seusai acara

*        *        *
*      *      *
- Jakarta, 18 Oktober 2016

12 komentar:

  1. Seru banget acaranya. Di XXI pulak :D

    Iya nih diabetes tuh banyak penderitanya ya. Kalok gak ubah gaya hidup sama pola makan resikonya gede :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju mbak, terutama pola makan nih yang saya agak berat (gorengan khususnya)

      ayuk, kalo ada event lagi ikutan mbak :)

      Hapus
  2. Balasan
    1. yupz, catet ya kakak :)
      *jangan lupa

      Hapus
  3. Asik ya bisa kumpul sama para blogger.

    BalasHapus
  4. Wah aku baca ini jadi inget target musti gerak ni, biar mencegak lemak skaligus potensi diabet

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayuk mbak gerak lagi kayak di ahpoong, jalan kaki sepanjang acara hehehe :)

      Hapus
  5. diabetes penyakit yang bsa diderita semua kalangan ya kan mas

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mas, ternyata diabetes itu ga mandang usia...

      Hapus
  6. Hari diabetes tnyt bareng sm hari ulang tahun saya hihihi...
    Semoga kita semua sehat selalu ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. berarti mbak NDP ultah tanggal 14 Nov ya?
      *siap2 ceplokin telor kalo ketemu lagi :)

      Hapus

Maaf ya, saat ini komentarnya dimoderasi. Agar tidak ada spam, iklan judi, obat kuat, penjual gunting kuku, dan sebagainya. Silakan komentar yang baik dan pasti saya kunjungi balik. Satu hal lagi, mohon jangan menaruh link hidup...

Terima kasih :)