TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Antara Uang Rp 20.000, Petani, dan Teh Javana

Google Adsense 2016

Jelajah Bromo, Malang, dan Sekitarnya

Jelajah Bromo, Malang, dan Sekitarnya
Ngebolang Menikmati Eksotisnya Kawasan Timur Pulau Jawa

Mengupas Sisi Lain dari Sudut Pandang Blogger...

Sabtu, 16 Mei 2015

Antara Uang Rp 20.000, Petani, dan Teh Javana


Teh Javana dan Rp 20.000 dengan ilustrasi pemetik teh (Sumber foto: Koleksi pribadi/ www.roelly87.com)

TEH merupakan salah satu minuman favorit di Indonesia. Hampir seluruh masyarakat kita mengkonsumsi hidangan yang memiliki sejarah panjang di Tanah Air. Tepatnya sejak abad 17 yang populer di kalangan raja hingga rakyat jelata. Saat ini banyak beredar jenis teh yang dijadikan minuman. Baik itu diseduh atau dikemas ulang seperti dalam botol dan kardus.

Salah satunya Teh Javana yang diproduksi PT Sayap Mas Utama (Wings Food) sejak Januari lalu. Meski baru empat bulan beredar, namun minuman teh beraroma melati ini mendapat sambutan luas dari masyarakat umum. Terbukti, Teh Javana masuk dalam Top 5 Brand Awareness, yang mampu bersaing dengan produk sejenis yang sudah lama beredar di Indonesia.

Bagaimana rasanya Teh Javana?

Sebagai blogger yang komitmen memegang asas jurnalistik, saya harus kritis untuk membuktikan apa yang saya tulis berdasarkan pengalaman demi postingan saya lebih bernyawa saat dibaca khalayak ramai. Alias tidak hanya sekadar "kata orang" ataupun referensi di Wikipiedia.

Jujur saja, sejauh ini saya baru sekali mengkonsumsi Teh Javana. Itu pun terjadi secara tidak sengaja. Alias ketika ingin membeli minuman teh sejenis di kios pinggir jalan, tidak ada. Saat itu, sekitar awal Maret lalu ketika saya sedang bertugas menuju sebuah stadion di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur.

Nah, berhubung haus, tentu saya memilih minuman yang ada saja yang dapat saya beli di warung. Yaitu, Teh Javana. Rasanya? Ya, saya harus mengakui tidak jauh beda dengan merek sejenis. Meski, aroma Teh Javana lebih kental dan segar ketika diminum saat dingin. Tapi, terdapat satu keunggulannya menurut saya, utamanya harga yang tergolong merakyat.

Saat itu, saya cukup mengeluarkan uang Rp 5.000 yang akhirnya mendapat kembalian Rp 2.000. Dua bulan berselang, saya baru benar-benar "ngeh" dengan Teh Javana saat mendapat undangan dari rekan blogger di komunitas Blogger Reporter, Ani Berta untuk menghadiri pameran "Gebyar Teh Javana Kebanggaanku" di Fountain Grand Indonesia, Rabu (13/5).

Dalam acara tersebut, saya kembali bertemu dengan Aristo Kristandyo, Group Head of Marketing Communication yang pekan sebelumnya turut menghadiri House of So Klin di Central Park (7/5). Berdasarkan penuturannya saat menjawab pertanyaan blogger dan media, Teh Javana, siap bersaing dengan produk sejenis di pasar Tanah Air.

"Kami bersyukur, secara penjualan (Teh Javana) sudah menunjukkan hasil positif. Ada peingkatan 15 persen sejak perkenalan Januari lalu," kata Aristo yang dengan ramah menyalami kami -para blogger dan media- saat makan siang di Restoran Suntiang. "Fokus kami saat ini untuk memperkenalkan brand Teh Javana secara luas baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, hingga blogger. Salah satunya dengan kampanye 'Mana Indonesiamu'."

Ya, dalam "Gebyar Teh Javana Kebanggaanku" yang berlangsung sejak 11 Mei hingga Minggu (17/5) ini turut dimeriahkan banyak program. Salah satunya mengenalkan website
ManaIndonesiamu.com yang berisi tentang keindahan alam, kuliner, seni dan budaya Indonesia yang dapat diakses secara umum.

Demi menguatkan informasi kepada masyarakat luas, Teh Javana juga menggandeng beberapa komunitas. Salah satunya Komunitas Historia Indonesia dengan kehadiran sang pendiri sekaligus sejarawan Asep Kambali. Saat itu, pria berusia 34 tahun ini turut memberikan pencerahan kepada kami.

Yaitu, korelasi antara Teh Javana dengan uang Rp 20.000 yang di bagian belakangnya terdapat petani yang sedang memetik teh! Mendengar penuturan Asep Kambali membuat saya tersadar. Bahwa, dibalik kenikmatan teh yang saya minum, termasuk Teh Javana, terdapat peran para petani melalui jerih payah mereka yang secara tidak langsung diberi penghargaan pemerintah melalui ilustrasi di uang kertas keluaran 2014.

*      *      *

Agenda Gebyar Teh Javana Kebanggaanku
Tempat: Fountain mal Grand Indonesia 3A

Sabtu, 16 Mei 2015
14.00 Accoustic Performance
15.00 Campus Presentation (Campus 5-8 for competition voting election)
17.00 Arak-arakan Teh Javana
18.00 Accoustic Live Performance

Minggu, 17 Mei 2015
12.00 Lomba Gambar Javana Kids with Drawing School
14.00 Accoustic Performance
15.00 Winner Ceremony (Campus Exhibitions, Smparthone Photography,  Lomba Gambar Javana Kids)
16.00 Music Clinic (Dewa Budjana & Tohpati)
18.00 Jamaica Cafe Live Performance
19.00 Performance Angela Nazar, Tohpati, & Dewa Budjana

*      *      *
Tentang "ManaIndonesiamu"
Website: www.ManaIndonesiamu.com
Facebook: manaIndonesiamu
Twitter: @manaIDmu
Instagram: @manaIndonesiamu 

*      *      *
Aristo Kristandyo (kanan) menjelaskan brand Teh Javana sudah mulai dikenal luas

*      *      *
Asep Kambali membeberkan riwayat teh di Indonesia

*      *      *
Menyimak penuturan Maudy Ayunda tentang Teh Javana

*      *      *
Suasana di Fountain mal Grand Indonesia

*      *      *
Pemenang lomba menulis dari media dan blogger

*      *      *
Rekan-rekan blogger dan media saat bersantap di Restoran Suntiang

*      *      *
Diorama yang sangat menarik

*      *      *
Pemandangan khas Indonesia disuguhkan Teh Javana dalam acara Gebyar Teh Javana Kebanggaanku

*      *      *
Teh Javana

*      *      *

*      *      *
Keterangan: Seluruh foto merupakan dokumentasi milik penulis (www.roelly87.com)

Sebelumnya:
- Tiga Dekade So Klin Menemani Keluarga Indonesia
*      *      *
- Cikini, 15 Mei 2015

14 komentar:

  1. Belum pernah nyoba teh yang satu ini meskipun iklannya sering saya lihat wara wiri di TV.

    BalasHapus
    Balasan
    1. he he he
      sama dong mas, saya juga baru nyoba sekali dua bulan lalu :)
      kalo di iklan tahunya pas liat maudy ayunda...

      Hapus
  2. Ups..kenapa daku terlewat acara ini, kalau gak, bisa ketemu deh sama Rully, hehehe..

    Btw, baru sekali aku beli teh ini, karena penasaran. kebetulan saya memang suka mencoba teh-teh kemasan yang lain. Tapi, sori ya, saya hrs jujur, rasa teh ini tidak cocok di lidah saya. Bukan gak enak, tapi ya, saya kurang sreg saja, hehehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. ho ho ho
      lewat mana mbak, awas nyasar :)

      kalo soal rasa, ini masukan buat Teh Javana biar bikin yang lebih bervariasi ya mbak

      *makasiiih info boneka horta ^_^

      Hapus
  3. gak bagi-bag tehya ih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. ga ada tehnya, foto2 sama tulisan reportasenya aja ya mbak :)

      ho ho ho

      Hapus
  4. Aku belom pernah cobak. Baru kan ini? :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya beb, launching baru Januari kemaren :)
      rasanya wangi gitu, jajal aja...
      siapa tahu ketagihan

      Hapus
  5. belum pernah coba, bagi maaassssss :P

    baca judul ada 20,000 kirain mas Roelly ikutan the power of 20,000 :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. coba dulu pis, kalo ga mau kasih saya :)
      kebetulan, uang Rp 20.000 itu ada gambar pemetik teh...

      Hapus
  6. Rata-rata belum nyoba nyicipin ya, termasuk saya sendiri hehe..
    Salam!

    BalasHapus
    Balasan
    1. maklum, mas
      ini produk baru, saya aja selain pas di acara kemaren, baru sekali minum :)

      salam kembali

      Hapus
  7. Seru euy acaranya, sayang aku gak bisa datang :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bu, ibu kan selebblog yang supersibuk :)
      he he he

      makasiiiih ya undangannya
      saya jadi tahu banyak soal sejarah teh asal Indonesia

      Hapus

Maaf ya, saat ini komentarnya dimoderasi. Agar tidak ada spam, iklan judi, obat kuat, penjual gunting kuku, dan sebagainya. Silakan komentar yang baik dan pasti saya kunjungi balik. Satu hal lagi, mohon jangan menaruh link hidup...

Terima kasih :)