TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Kecewa dengan BCA, Kartu Tertelan Tanpa Solusi

Serial Catatan Harian Ojol

Serial Catatan Harian Ojol
Serial Catatan Harian Ojol

Kamis, 28 Mei 2026

Kecewa dengan BCA, Kartu Tertelan Tanpa Solusi

Kecewa dengan BCA, Kartu Tertelan Tanpa Solusi

Foto: Dokumentasi pribadi/@roelly87


BANK Central Asia (BCA) merupakan bank swasta terbesar di Indonesia. Baik dari segi aset maupun cabang yang tersebar di penjuru Tanah Air.

Termasuk, di Jakarta yang Kantor Cabang (KC), Kantor Cabang Pembantu (KCP), dan gerai Anjungan Tunai Mandiri/Automatic Teller Machine (ATM), sangat banyak. Mulai dari perkantoran, pusat perbelanjaan, rumah sakit, pasar tradisional, kampus, hingga sekolah.

Sebagai nasabah sejak nyaris tiga dekade silam, keberadaan BCA sangat membantu saya. Mulai dari tabungan, transaksi sehari-hari, cicilan, dan sebagainya.

Seperti tulisan saya sebelumnya, 23 Tahun sebagai Nasabah BCA (https://www.roelly87.com/2021/11/23-tahun-sebagai-nasabah-bca.html), saya memiliki banyak hal terkait BCA. Tabungan, jelas dari 1 April 1998 yang diikuti kartu ATM (Debit BCA). 

Lalu, kartu kredit yang sudah saya tutup sejak pandemi demi penghematan. Selanjutnya, Kartu Uang Elektronik (KUE) atau e-Money yang biasa saya gunakan untuk bayar parkir, yaitu Flazz BCA. 

Seiring berjalannya waktu, BCA mengikuti arus dengan mengembangkan aplikasi BCA Mobile dan myBCA. Kedua aplikasi itu bisa digunakan untuk pembayaran lewat Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Terlebih, mengingat profesi saya sebagai ojek online (ojol). Jelas, saya butuh BCA untuk top up saldo ke aplikasi atau transfer.

Hanya, tiada gading yang tak retak. Demikian pengalaman saya bersama BCA dalam 28 tahun terakhir ini sedikit ternoda.

Noda?

Baju, kali!

He... He... He...


*         *         *

ITU terjadi, kemarin sore, Rabu (27/5) di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, saat saya mau ganti kartu debit. Kebetulan, beberapa hari lalu, ada notif di WA saya.

Yaitu, masa berlaku Kartu Debit BCA saya akan berakhir. Saya cek pengirimnya, terverifikasi dengan centang biru dari Meta disertai link resmi.

Pertanda, bukan nomor individu, melainkan resmi perusahaan. Maklum, zaman sekarang banyak penipuan. Takutnya, pas diklik, phising atau scam.

Saya pun refleks lihat kartu. Ternyata, benar berakhir bulan ini.

Di link, ada beberapa opsi untuk ganti kartu. Baik itu ke Kantor Cabang atau CS Digital.

Nah, karena kemarin merupakan hari libur nasional Idul Adha 1447 H, otomatis KC atau KCP BCA tutup. Jadi, opsi kedua yang saya pilih.

Tepatnya, usai menganter paket ke salah satu gerai di Grand Indonesia, Jakarta Pusat. Sekalian, top up Kartu Flazz yang rutin saya lakukan Rp 100.000 per bulan.

Maklum, sebagai ojol, saya sering keluar-masuk mal, pasar, apartemen, perkantoran, diskotik, bar, dan sebagainya untuk mengantar orderan. Jadi, sebulan saya sisihkan cepe ceng dari pendapatan saya untuk biaya parkir. 

Eh, pas depan ATM hendak top up Flazz, saya terhenyak. Tentu, saya ga lihat hantu. Masih sore. Lagian, saya lebih takut bokek alias ga punya uang ketimbang takut setan dan makhluk halus.

Kalo setan dibacain kitab suci bakal kabur. Nah, kalo bokek? Harus dicari!


*         *         *


SINGKATNYA, ternyata, saldo saya di rekening hanya ada 52 ribu. Ini mah, boro-boro mau top up Flazz 100 ribu, saldo aja cuma setengahnya. 

Alhasil, saya hanya top up 25 ribu. Cukuplah, mengingat sebelumnya saldo Flazz saya masih 31 ribu. Minimal untuk parkir sepekan ke depan teratasi.

Sebab, mayoritas mal, pasar, apartemen, dan sebagainya hanya mengenakan tarif Rp 2.000 untuk parkir motor. 

Kecuali, beberapa pasar yang dikelola PD Pasar Jaya -BUMD tapi mencekik rakyat- yang mematok Rp 3.000 seperti Glodok Jaya dan Asemreges. Keduanya berlokasi di Jakarta Barat. 

Satu lagi yang sering saya datangi terkait order ojol, di mal atau diskotik/bar di Jalan Gajah Mada, yaitu Paragon Mal, parkir motor Rp 3.000. Mahal juga!

Untuk saat ini, rekor parkir motor termahal di Indonesia jatuh kepada...

Ya, kalian pasti ga nyangka.

Yaitu, Markas Kepolisian Daerah Metro Jaya, yang sekali masuk motor dikenakan Rp 4.000! Ampun dah. 

Kalah PI, GI, PS, PIM, Sency, dan sebagainya...

Namun, ini akan saya ulas lengkap di artikel berikutnya.

Btw, kalo saya ambil/antar orderan paket dan makanan di Polda Metro, saya selalu chat ke anggota bahwa parkir motornya TERMAHAL DI INDONESIA.

Lanjut...

Usai transaksi Flazz di mesin ATM, saya geser ke sebelahnya. Yaitu, mesin CS Digital ganti kartu yang ada satu-satunya dibanding mesin atm (ada enam)

Sebelum memulai, saya perhatikan dengan seksama tutorial di video layarnya.

Pertama, memasukkan KTP di atas scanner. Berhasil!

Lalu, sidik jari dengan telunjuk kiri. Beres!

Ketiga, masukkan Kartu Debit BCA disertai pin.

Dan...


"Aku tertipu aku terjebak

Aku terperangkap muslihatmu..."


Btw, itu penggalan lagu berjudul Ular Berbisa karya band Hello.

Demikian perasaan saya saat membaca info di layar.

"Untuk sementara mesin tidak dapat digunakan."

Apa?

Huff...

Dalam sepersekian detik, saya seperti orang linglung melihat kartu debit tertelan. Bingung mau berbuat apa.

Saya bergeming di depan mesin ganti kartu menunggu Kartu Debit BCA saya yang ga kunjung keluar. 

Hening.


"Kuingin marah melampiaskan 

tapi kuhanyalah sendiri disini

Ingin kutunjukkan 

pada siapa saja yang ada

bahwa hatiku kecewa..."


Potongan lirik Kecewa dari Bunga Citra Lestari menggambarkan perasaan saya saat itu.

Sebab, saya lihat sekeliling tidak ada petugas BCA. Maklum, tanggal merah.

Yang ada hanya pegawai malnya. Udah mau tutup, saat itu pukul 21.40 WIB.

Ada telepon dan intercom di sisi mesin ganti kartu. Namun, ga ada petunjuk penggunaan. 

Saya pun menarik napas panjang. Berusaha untuk rileks.

Setelah tenang, ada tiga opsi:


- Phone a Friend

- Ask the Audience

- 50:50


He... He... He...

Ga deh, itu mah kuis Who Wants to Be a Millionaire? yang populer era 2000-an.

Bercanda!


*         *         *

Foto: Dokumentasi pribadi/@roelly87


TINDAKAN saya dengan buka myBCA. Bisa dipahami mengingat di aplikasi itu ada fitur telepon bebas pulsa. Alias gratis.

Hanya, usai melakukan perbincangan dengan Customer Service (CS) via myBCA, ternyata ga ada solusi.

Apa ekspektasi saya ketinggian terhadap bank swasta terbesar di Tanah Air ini?

Entahlah.

Dalam dialog seperminuman teh itu, CS myBCA hanya menyarankan blokir kartu yang juga memutus akses ke internet banking serta Mbanking tanpa adanya solusi cepat.

Saya menolak rekening diblokir. Sebab, khawatir ada perlu bayar ini-itu pakai QRIS di sisa saldo yang memang hanya ada 27 ribu.

Ya, karena dikit, saya ga takut disalahgunakan orang. Maklum, saldonya cuma seuprit.

Sejak jadi ojol, rekening BCA saya jarang ada saldo mengendap ratusan ribu. Maklum, pendapatan ojol harian, bukan bulanan, dan mayoritas customer bayar tunai.

Beda saat masih kerja yang gajian lewat transfer rekening. Itu mengapa, satu dekade lalu saya bisa lolos bikin visa ke Inggris untuk nonton Final Liga Champions 2016/17. 

Pasalnya, salah satu persyaratan bikin visa UK, minimal harus punya saldo mengendap di rekening Rp 50 juta.

(Selengkapnya: <Galeri Foto> Jadi Saksi Kekalahan Juventus dari Madrid di Final Liga Champions 2016/17 - https://www.roelly87.com/2017/06/saksi-juventus-di-final-liga-champions.html)


*         *         *

Foto: Dokumentasi pribadi/
@roelly87


SELANJUTNYA, CS myBCA menyarankan untuk urus ke Kantor Cabang terdekat. Saya cek, bukanya hanya Jumat (29/5). Berarti, hari ini, Kamis (28/5) masih tanggal merah. BCA baru normal lagi Selasa (2/6).

Sebab, Sabtu-Minggu merupakan weekend yang perbankan memang tutup. Sementara, Selasa (1/6) Hari Lahir Pancasila.

(Sumber: https://www.bca.co.id/id/tentang-bca/media-riset/pressroom/siaran-pers/2026/05/26/07/20/cuti-bersama-iduladha-waisak-dan-hari-lahir-pancasila-2026)

Yang bikin saya agak gimana gitu, CS myBCA menjelaskannya secara datar. Nyaris tanpa ekspresi dan terkesan buru-buru tanpa memberi solusi.

Itu di luar ekspektasi saya. Wajar, mengingat saya pernah mengunjungi BCA Learning Institute (BLI) yang terletak di Jalan Pakuan, Bogor, Jawa Barat, pada 2018 silam yang diakui sebagai kawah candradimuka bagi setiap pegawai BCA. 

(Selengkapnya: https://www.roelly87.com/2018/07/lebih-dekat-dengan-bca-lewat-galeri-bca.html)

Namun, ya sudahlah. Salah saya juga yang sok-sokan ganti kartu di KCP BCA di Grand Indonesia yang tiada petugas karena hari libur.

Semoga, besok, Jumat (29/5) masalah saya bisa teratasi saat mendatangi KCP BCA terdekat. Atau, Selasa (2/6) ketika situasi sudah normal.

Sambil menunggu fajar di selatan ibu kota yang sejuk usai orderan kakap ojol, saya pun menonton rekaman Serie A musim ini. 

Juventus, klub favorit saya benar-benar kayak badut. Boro-boro bersaing scudetto, yang ada malah finis di peringkat enam!

"Si Nyonya Besar" kalah dengan Como 1907 yang lolos ke Liga Champions musim depan berkat finis di posisi empat Serie A 2025/26. 

Btw, Como dan BCA itu satu pemilik yang pekan depan turun gunung di blantika bulu tangkis dunia lewat Polytron Indonesia Open 2026. 

(Sumber: https://www.roelly87.com/2026/03/menanti-clbk-grup-djarum-pbsi-di.html)

Hanya, sejak insiden kartu tertelan tanpa solusi, rasa saya terhadap BCA dan grupnya mungkin tidak lagi sama.***


*         *         *


- Megamendung (Bogor) 28 Mei 2026


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Maaf ya, saat ini komentarnya dimoderasi. Agar tidak ada spam, iklan obat kuat, virus, dan sebagainya. Silakan komentar yang baik dan pasti saya kunjungi balik.

Satu hal lagi, mohon jangan menaruh link hidup...

Terima kasih :)