TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Konflik dengan Ojol dan Pria Tanpa Kepala di Basement

Serial Catatan Harian Ojol

Serial Catatan Harian Ojol
Serial Catatan Harian Ojol

Kamis, 16 April 2026

Konflik dengan Ojol dan Pria Tanpa Kepala di Basement

Konflik dengan Ojol 

dan Pria Tanpa Kepala di Basement


(POV: AGUS)

GW cuma bisa menghela napas melihat rekan ojek online (ojol) bersandar di pos security. Ya, dia baru aja dapat opik (order fiktif) dari oknum customer laknat.

Orderannya ayam geprek dengan nominal 300 ribu. Ojol itu memperlihatkan orderan dan isi chat ke gw sebagai security di pintu masuk gedung.

Alamatnya benar. Namun, ga ada untuk kantor apa, lantai berapa, unit, atau divisi. 

Jelas, kami ga bisa terima. Apalagi, ini orderan COD alias cash on delivery.

Biasanya, customer langsung yang nemuin ojol untuk ambil makanan atau barang dari kurir paket. Maklum, ini gedung yang diisi banyak kantor. Jadi, lobi dan pos security ga terima titipan apa pun.

Gw lihat chat ojol dengan customer laknat itu lancar. Namun, untuk percakapan terakhir hanya centang dua. Alias, sekadar dibaca saja oleh customer tanpa dibalas.

Ini sudah lebih sepenanakan nasi. Gw kasian sama ojol itu. Namun, ga bisa apa-apa. Secara, customernya ga beri petunjuk kantor, unit, atau lantai berapa.

Ditelepon puluhan kali pun ga diangkat. Kayak ngeledek dan ngerjain, ini mah.

...

Sekilas, gw lihat nama customer sangat agamis. Namun, kelakuan mirip dajjal. 

Ya, bisa jadi, nama palsu. 

Secara, customer bebas pilih nama di aplikasi. Entah itu Ksatria Baja Hitam, Tuxedo Bertopeng, Maria Mercedes, Son Goku, atau Pangeran Hormutz.

Setelah dua jam tanpa kepastian, sebelum pamit ke gw dan tim security yang jaga, ojol itu menghubungi customer service aplikasi. Disarankan untuk diserahkan ke panti asuhan terdekat.

Gw pun memandang ojol dari kejauhan dengan tatapan pilu. Nunggu dua jam, ga tahunya opik dan harus jalan lagi ke panti asuhan.

*        *        *

SEBAGAI security, gw punya hubungan erat dengan ojol. Itu karena setiap hari kami bersinggungan. 

Apalagi, dua ponakan gw juga ojol dan kurir paket. Beberapa rekan kerja juga ada yang nyambi jadi ojol. Baik itu sesama security, OB, hingga level manajemen.

Jadi, gw sangat respek dengan profesi ojol.

Meski, beberapa kali pernah adu bacot. He... He... He...

Salah satunya, pekan lalu gara-gara ojol berhenti di tengah pintu keluar usai nurunin penumpang. Gw udah bilang baik-baik untuk majuan.

Namun, karena siang bolong, mungkin ojol itu ga diterima. Disangkanya, gw mengusir.

Padahal, maksud gw benar. Ada mobil yang akan keluar.

Gw yang sedang menjalankan SOP pun menghampirinya. Dengan baik-baik.

Hanya, entah ada masalah di rumah terbawa ke kerjaan, ojol itu malah teriak-teriak. Nyaris gw kepancing.

Beruntung, ada rekan ojol lainnya yang jaketnya sama turut memisahkan. Membela gw karena memang ada mobil yang mau keluar dari gedung.

...

Ojol itu pun berlalu dengan mengeluarkan kata-kata mutiara dari kebon binatang. Ya, terserah aja. 

Secara, gw cuma memberitahu agar tidak berhenti di pintu keluar.

Insiden itu ga cuma sekali. Namun, gw dan sesama security lain biasanya menanggapi dengan kepala dingin.

Biasanya, ojol dan kurir paket pun respek ke kami sebagai petugas.

Toh, di antara kami sama-sama sedang cari nafkah untuk keluarga.

*        *        *

SELAIN dengan ojol, ada konflik tak kalah serunya yang kerap dialami security. Yaitu, dengan makhluk halus 

Serius.

Entah itu jurik, dedemit, poci, neng kunti, soket, hantu, dan sebangsanya. Jujur, nyaris semua security pasti pernah ngalamin. 

Apalagi, jika dinas malam. Termasuk, gw di tempat kerja dulu di gedung perkantoran pusat kota, sebelum Covid 19.

Ceritanya, gw dan rekan, sebut aja bang SC alias Stone Cold. Secara, beliau perawakannya mirip pegulat WWE, Steve Austin, yang plontos tapi komuknya gahar.

Biasanya, tiap beberapa jam sekali, kami keliling ke gedung parkiran. Khususnya, yang tidak terjangkau CCTV.

Maklum, saat itu ramai pencurian spion mobil. Apalagi, jika jenis sedan yang jadi incaran empuk para pencoleng.

Juga pernah ada kasus mobil goyang. Pas dicek ada yang lagi indehoy. Hadeuh!

Punya mobil tapi ga mampu sewa hotel. Mana viral lagi. Untung karena faktor U, sebut aja UANG jadi "bisa diselesaikan dengan baik-baik".

...

Gw inget betul. Saat itu, malam Selasa kliwon. Cuaca di luar rinai. Pandemi pula. Udah ketahuan sepinya gimana.

Namun, ada beberapa pegawai *** yang masih meeting. Mobilnya pada parkir rapi di basement.

Gw dan Stone Cold pun patroli. Berdua. Sebab, untuk memudahkan jika terjadi apa-apa ketimbang sendirian di area yang lumayan luas ini.

Btw, bang SC yang karakternya di industri gulat hiburan berani lawan bos seperti Vince McMahon, Triple H, hingga The Undertaker. Di kalangan tim security, beliau ini dikenal pemberani.

Jangankan makhluk halus, bahkan ormas paling menyeramkan pun disikat saat ketahuan kasih proposal bukber. 

Alasannya untuk donasi anak yatim. Faktanya, buat mabok dan judol. Sial! 

Latar belakang bang SC emang keturunan jawara tapi orangnya sangat baik, rendah hati, suka menolong, dan rajin menabung.

"Kuping gw kayak ada yang niup," kata bang SC sebelum patroli rutin.

"Neng Kunti di pojokan kali bang," jawab gw asal.

Maklum, gedung ini dulunya dibangun di atas pemakaman. Jadi, hal-hal di luar nalar udah jadi santapan sehari-hari bagi kami.

"Eh biji kedondong. Asal jeblak aje lo. Mau didatengin si eneng kunti di pojokan kayak yang ditemuin si Rojali pas takbiran?"

"Ogah bang. Makasih deh."

"Ha... Ha..." Bang SC tertawa puas meledek gw. "Kita mau ke basement dulu atau parkiran atas?"

"Terserah lo bang, senior. Gw mah ikut."

"Lantai *** dulu aja kali ya baru basement. Biar ga bolak-balik. Apalagi, cuacanya gerimis gini. Kalo udah selesai kita pesan nasi uduk di Mpok Gayong."

"86 'Dan'!"

*        *        *

SEPEMBAKARAN hio berlalu saat kami keliling di lantai atas. Ga ada yang aneh. 

Kami pun menuju basement. Parkiran ini biasa untuk supplier yang akses keluar masuknya cukup mudah bagi mobil ukuran besar, bak, maupun box.

Seklias, ga ada yang aneh. Gw pake senter keliling ditemani bang SC sambil bersiul ala Axl Rose saat menyanyikan Patience.

Tiba-tiba senandungnya berhenti. 

"Gus, coba lo senter itu orang," kata bang SC.

Gw refleks menyorot orang nunduk sambil bersandar seperti mau kencing ke mobil di ujung parkiran dengan membelakangi kami. Gw pikir mabuk.

Udah ga aneh di kawasan ini. Meski pandemi, mabok dan party merupakan harga mati bagi sebagian pegawai elite.

Tiba-tiba angin bertiup kencang. Belakang telinga gw kayak ada yang niup.

Bulu kuduk gw pun berdiri.

Spontan gw lirik bang SC. Eh, dia pun sama. Kami saling tatap kayak di sinetron remaja. 

Etapi ga aneh-aneh, secara gw dan bang SC, normal. Kami cowo tulen dan masing-masing udah punya anak, njir!

Pas menoleh, pria di mobil itu menghampiri kami.

Anjing!

Ga ada kepalanya!

Demi apa pun itu, ini kali pertama gw lihat penampakan. Namun, ini nyata.

Jalannya diseret kayak zombie. Perlahan.

Hingga berjarak dua tombak, terlihat jelas.

Sekilas mengingatkan gw pada film Pengabdi Setan yang rilis dua tahun sebelum gw lahir.

Tapi ini nyata.

Ga ada kepala.

Woi, orang ini ga ada kepala. Bukan sulap bukan sihir. Cuma badan, kaki, tangan, dan leher sambil jalan mendatangi kami.

Gw yang agnostik seketika langsung ingat Tuhan. Refleks baca-baca doa pengusir setan.

Bang SC? Tampak tenang dengan membaca doa yang gw tahu Ayat Kursi.

Bulir-bulir keringat sebesar jagung menetes di dahi bang SC. Namun, gw kagum karena dia tetap tenang.

Beda sama gw yang mandi keringat. Gemeteran. Sumpah.

...

Anjir, pria itu lehernya dibelatungin. Tanpa kepala woi.

Srek... Srek... Srek...

Dia lewat depan kami. 

Eh, berhenti.

Gw mau kabur ga bisa. Tangan gw kaku. Apalagi kaki, kayak mati rasa. 

Mulut mau muntah saking baunya tuh makhluk. Anjir banget.

Baru kali ini -setelah sekian lama- gw inget Tuhan. Berharap makhluk tanpa kepala itu segera pergi.

Sumpah, biasanya gw ga takut hantu. Secara, gw lebih takut bokek alias ga punya duit. 

Sebab, MBG alias My Bini Gw bisa ngamuk kalo gajian ga gw setorin full. Maklum, gw punya dua bocah yang sedang masa pertumbuhan dengan hobi jajan.

Namun, ini setan tanpa kelapa sumpah sungguh menyeramkan. Di batang lehernya uget-ugetan belatung.

Baunya?

Jangan ditanya.

Meski ga sebau jempol kuku kaki kanan yang gw sering korek dan cium. Alamak, sedapnya!

*        *        *

"KITA beda alam. Jika ada urusan duniawi yang belum diselesaikan, silakan lakukan saja," ujar bang SC di samping makhluk itu. "Kami berdua sedang patroli menjalankan kewajiban untuk mencari nafkah. Nafsi-nafsi ya..."

Gw yang dengar aja gemeteran. Padahal, gw waktu muda ga takut ngadepin bajingan sekalipun. Termasuk, kang parkir liar, ormas, hingga warlok yang minta jatah reman.

Namun, di hadapan makhluk tanpa kepala ini, gw seperti pengecut. Boro-boro mau melawan dengan nonjok atau tendangan berputar mengingat gw punya basic Muaythai.

Lah, ini kaki dan tangan gw aja kaku. Andai ga ada bang SC, mungkin gw udah sipat kuping atau bahkan, pingsan kali.

Makhluk tanpa kelapa itu seperti mengangguk usai mendengar penuturan bang SC. Tak lama setelah berhenti di hadapan kami, lanjut melangkah ke pintu keluar.

Gw melihat secara nyata. Ini bukan mimpi.

Juga bukan tipuan trik semata. Apalagi, AI murahan.

Dari suara langkah kakinya, bau, hawa suram, itu memang nyata.

Gw bahkan masih menyaksikan makhluk itu belok ke lorong yang di atasnya banyak CCTV. Sementara, gw bergeming terpaku hingga bang SC menyadarkan.

"Udah, ga apa-apa. Doi cuma numpang lewat. Kebetulan berpapasan dengan kita. Yuk Gus, kita ke pos," tutur bang SC sambil memencet pundak gw dengan keras biar sadar.

Dengan sisa-sisa tenaga yang masih lunglai gw pun bergegas mengikuti bang SC. Pas di tikungan, gw penasaran menoleh.

...

*        *        *

(Diceritakan ulang dari security yang ngaku wajahnya mirip Tao Ming Se)


*        *        *


Jakarta, 16 April 2026


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Maaf ya, saat ini komentarnya dimoderasi. Agar tidak ada spam, iklan obat kuat, virus, dan sebagainya. Silakan komentar yang baik dan pasti saya kunjungi balik.

Satu hal lagi, mohon jangan menaruh link hidup...

Terima kasih :)