TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Pengalaman Daftar Driver Go-Ride Gojek

Di Perbatasan, Harga Diri Indonesia Dipertaruhkan

Di Perbatasan, Harga Diri Indonesia Dipertaruhkan
PLBN Entikong

Sabtu, 13 Juli 2019

Pengalaman Daftar Driver Go-Ride Gojek


Antrean calon pelamar Go-Jek




JADI driver alias pengemudi ojek online? Dulu, saya nyaris daftar. Tepatnya, ketika booming ojek onlie pada 2015 silam.

Kebetulan, kantor saya lokasinya di kawasan Gelora Bung Karno (GBK). Hampir setiap hari, sebelum kerja, saya melihat antrean calon pengemudi online daftar.

Sempat terpikir untuk ikutan. Hanya, kesibukan rutinitas sehari-hari membuyarkan angan tersebut. Hingga, empat tahun berselang, saya berkesempatan jadi driver ojek online.

Tepatnya, setelah melakukan pendaftaran secara online kepada Go-Jek lewat laman https://daftar.go-ride.co.id/. Yaitu, dengan mengisi formulir dengan mengunggah empat dokumen.

Syarat-syarat Daftar Go-Jek
- SKCK Asli
- KTP Asli
- Surat Izin Mengemudi (SIM) Asli
- Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) Asli

Nah, untuk bisa membuat SKCK, saya wajib bikin surat laporan ke RT dan RW. Setelah itu, dibawa ke Kelurahan disertai materai satu lembar (Rp 6.000). Jika selesai, langsung ke kantor Kepolisian Sektor (Polsek) terdekat.

Oh ya, biayanya Rp 30.000. Ini tarif resmi dan flat se-Tanah Air.

Syarat-syarat Bikin Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK):
1. Foto kopi Kartu Tanda Penduduk (KTP)
2. Foto kopi Kartu Keluarga (KK)
3. Foto kopi Akte Lahir
4. Foto kopi Ijazah Terakhir
5. Foto berwarna ukuran 4x3 sebanyak tiga lembar
6. Surat Pengantar Kelurahan (PM1)

Usai melengkapi dokumen, tinggal isi formulir online. Tak lama berselang ada balasan pesan pendek (SMS) dari Go-Jek. Saya daftar pada Jumat (28/6) pukul 14.39 WIB.

Kurang dari dua pekan, setelah data saya terverifikasi, muncul SMS dari Go-Jek.

"Hai Choirul, jadwal undangan pendaftaran GOJEK Anda 11 Juli 2019. Pastikan datang ke Jl. Kemang Timur No. 21, Jakarta Selatan sesuai tanggal pada jam 09.00-15.00. Bawa & tunjukkan KTP, SIM, STNK dan SKCK Asli."

Esoknya, Kamis (11/7) sekitar pukul 11.30 WIB, saya menuju kantor Go-Jek. Namun, ternyata kuota pendaftaran sudah penuh. Menurut petugas keamanan yang mengatur pelamar, per hari Go-Jek menerima 1.000 calon driver. Saya disarankan untuk datang lagi esoknya, pagi-pagi.

Jumat (12/7), saya berangkat dari rumah pukul 06.00 WIB yang kurang dari sejam kemudian tiba di kantor Go-Jek. Ternyata, pagi itu juga sudah ramai. Bahkan, ada yang sudah tiba sejak pukul 04.00 WIB.

Oh ya, alasan kehadiran mereka itu bermacam-macam. Ada yang melamar driver seperti saya, mengurus dokumen, mengambil jaket dan helm, dan lainnya.





Yuppiiiiii



Akhirnya, sekitar pukul 09.15 WIB (operasional kantor Go-Jek buka 08.00 WIB) saya mendapat nomor urut 389. Jangan bayangkan antrenya lama, sebab sekali dipanggil bisa 50 orang. Jadi, duduk sebentar, giliran saya dan pemilik nomor urut 351-400 tiba.

Saat dipanggil, saya cukup menyerahkan empat dokumen asli untuk dicel ulang dan verifikasi. Juga foto setengah badan untuk profil driver di aplikasi Go-Jek.

Petugas mengatakan, jaket dan helm bisa diambil akhir bulan. Selanjutnya, membuat rekening Bank CIMB yang jadi mitra Go-Jek untuk pencairan Go-Pay. Selesai.

Ternyata, mudah. Saya pun resmi jadi driver Go-Jek. Hanya, saya tidak langsung mencari penumpang. Sebab, siang itu ada acara hingga sore yang berlanjut ke kantor.

Pagi harinya, Sabtu (13/7), saya perdana sebagai driver Go-Jek.

Nah, bagaimana pengalaman jadi Go-Ride? Nantikan edisi berikutnya di blog ini, www.roelly87.com atau www.catatanseorangojol.com.

Ditulis sambil menunggu penumpang di kawasan SCBD, Jakarta Selatan
Jakarta, 13 Juli 2019

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Maaf ya, saat ini komentarnya dimoderasi. Agar tidak ada spam, iklan obat kuat, virus, dan sebagainya. Silakan komentar yang baik dan pasti saya kunjungi balik.

Satu hal lagi, mohon jangan menaruh link hidup...

Terima kasih :)