TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com

Serial Catatan Harian Ojol

Serial Catatan Harian Ojol
Serial Catatan Harian Ojol

Kamis, 24 November 2016

Kota Roma Tidak Dibangun dalam Semalam



Keberhasilan Shintaries dalam ngeblog tidak diraih dalam waktu singkat

KOTA Roma tidak dibangun dalam semalam. Demikian adagium lawas yang populer sejak abad pertengahan yang diterjemahkan dari frasa Prancis, "Rome ne s'est pas faite en un jour" (Sumber: www.dictionary.com dan www.linternaute.com).

Tepatnya, sebagai analogi untuk merefleksikan kesuksesan individu atau grup. Bahwa, untuk meraih prestasi, tidak bisa dilakukan dengan singkat. Melainkan harus butuh perjuangan yang kadang berdarah-darah hingga meneteskan air mata.

Di dunia olahraga, contohnya Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang meraih emas pada Olimpiade Rio 2016. Mungkin, kita melihat keberhasilannya itu diraih hanya pada final cabang bulutangkis yang berlangsung kurang dari tiga jam. Namun, sejatinya proses menuju juara sangatlah panjang.

Kebetulan, saya mengetahui bagaimana perjuangan langsung Owi dan Butet -julukan keduanya- sejak 2012 silam. Ya, mereka mempersiapkan diri untuk mengikuti Olimpade yang berlangsung 5-21 Agustus itu dari empat tahun sebelumnya!

Dalam periode itu, keduanya konsisten berlatih, berlatih, dan berlatih baik di pelatnas Cipayung atau tempat lainnya. Kegagalan dalam bertanding di berbagai ajang merupakan santapan sehari-hari mereka. Jungkir-balik, jatuh-bangun, lompat beberapa meter hingga terjerembab di depan net merupakan pemandangan yang lumrah dari Owi dan Butet.

Namun, pada akhirnya, kerja keras mereka membuahkan hasil. Bahkan, sangat dramatis, karena medali emas yang diraih bertepatan dengan HUT RI ke-71 yang jadi kado terindah negeri ini. Itu mengapa, saya sangat percaya dengan pepatah dari masa lampau, "Hasil tidak pernah mengkhianati proses".

*        *        *
PAGI itu, langit ibu kota masih mendung. Ditemani dua eksemplar koran umum dan olahraga bersama secangkir kopi hitam yang pahit -karena dalam hidup itu jauh lebih pahit tapi harus dinikmati- saya menikmati suasana tersebut di beranda rumah.

Karena koran sudah selesai dibaca, saya iseng membuka ponsel untuk mengecek notifikasi di sosial media. Kebetulan, sebagai orang lapangan, saya memang tidak begitu update dengan perkembangan sosial media. Hanya sesekali buka jika ada waktu luang atau ketika sedang mengikuti event.

Sekilas tidak ada yang begitu menarik dari lini masa yang saya ikuti. Mayoritas tentang Pilkada. Ah, bagi saya untuk ikut serta dalam debat seperti itu sangat tidak produktif. Alias, saya lebih memilih untuk mengerjakan sesuatu yang bermanfaat dibanding harus debat kusir di dunia maya untuk menjagokan si A, B, atau C.

Etapi, tunggu. Tiba-tiba saya terhenyak melihat "curhat" dari rekan blogger yang baru saja memenangkan lomba berhadiah jalan-jalan ke luar kota. Bukan soal ceritanya yang membuat saya terpikat. Melainkan, karena di balik kisahnya yang menurut saya berdarah-darah layaknya Owi dan Butet.

"Kamuh-kamuh ngga tau kan, saya ngga tidur karena ngerjain video malemnya setelah ambil gambar." Demikian, kalimat pamungkas dari Shintaries Nijerinda Mirantaura. Sekilas biasa saja dengan bernada curcol. Tapi, kalau ditelisik lebih lanjut, ada pesan tersirat yang sangat mendalam.

Bahwa, untuk bisa menang pada lomba tersebut, wanita kelahiran 1984 ini harus berjuang dengan ekstra keras. Mulai dari reportase langsung ke lokasi yang dituju, interview dengan pemilik restoran, hingga membuat video. Malam harinya, Shintaries bahkan tidak langsung tidur.

Melainkan harus berkutat dengan layar laptopnya untuk menulis dan mengedit video. Pada akhirnya, pengorbanannya itu terbayar lunas. Sebab, untuk kali pertama dalam hidupnya, wanita berbintang Aries ini bisa menginjakkan kaki di Sulawesi Utara. Ya, selalu ada pelangi yang indah setelah badai.

*        *        *
SAYA kali pertama mengenalnya pada 10 Januari 2015 lalu ketika mengikuti workshop Fun Blogging 3 di Gedung Cyber, Jakarta Selatan. Saat itu, Shintaries bersama Ani Berta dan Haya Aliya Zaki jadi pembicara. Acara bertema "Dari Hobi Menjadi Profesi" itu juga merupakan titik tolak saya di dunia blog.

Sebab, Fun Blogging benar-benar membuka cakrawala baru saya untuk mengenal lebih jauh tentang blogger. Tak heran jika sejak itu, saya kerap mengikuti berbagai acara blogger bersama Shintaries dan Haya. Pengecualian untuk Ani yang memang sudah saya kenal sejak 2011 lalu.

"Yang orang tau hasilnya doang^^. Dia mana tau usaha orang kaya apa :D," demikian Shintaries membeberkan rahasianya yang tidak diraih hanya dalam sekejap.

Kebetulan, nyaris dalam dua tahun ini, saya mengenal wanita bershio Tikus itu sebagai salah satu blogger yang sangat totalitas. Bahkan, harus diakui jika dirinya salah satu mentor yang menginspirasi saya di dunia ngeblog. Itu bisa dilihat dari portofolionya dengan Shintaries memiliki berbagai blog personal.

Mulai dari www.shintaries.com, www.shintaries.co, www.shintaries.info, www.shintariesnijerinda.com, dan sebagainya (saya lupa). Belum termasuk mengurusi situs yang dikelola bersama rekan-rekannya seperti www.funblogging.web.id, www.bloggerperempuan.com, www.bpnetwork.id, dan www.idcorners.com.

Kadang, saya bingung melihat banyaknya blog tersebut yang hebatnya diurus Shintaries dengan konsisten. Maklum, saya saja yang hanya punya satu blog personal ini (www.roelly87.com), yang itu pun jarang keurus. Alias, baru bisa diisi tengah malam atau dini hari WIB seusai pulang kerja.

"Kalo gue emang total ngeblog, (tentu) selain ngurus keluarga. Ya, di bawa enjoy aja. Toh berkat ngeblog, kan asyik gue bisa jalan-jalan gretong (gratis)," tutur Shintaries kepada saya dalam suatu acara.

Ya, totalitasnya itu tak heran membuat ibu dari dua anak ini kerap dipercaya sebagai narasumber di media atau  brand ambassador dari suatu produk. Bahkan, dalam catatan saya sejak 2015, berkat kesungguhannya itu, Shintaries kerap juara dalam bebragai kompetisi.

"Lomba blog itu adalah tentang bagaimana menyampaikan gagasan dan ide dasar yang beda ama yang lain. Kalo ngga gitu, gimana caranya eikeh kemaren bisa ke Lombok di antara 13rb tulisan dari peserta," wanita kelahiran Samarinda, Kalimantan Timur ini memberi kiat untuk berkompetisi di dunia blog.

Shintaries menutupnya dengan sempurna sekaligus sebagai motivasi untuk rekan blogger lainnya, "Saking sukanya jalan-jalan, saya sampai berniat resign dari kantor tiga tahun lalu. Mikirnya cuma satu, kapan lagi sih bisa punya waktu yang lebih bebas dan fleksibel pergi kemana aja. Tapi, agak riskan kalau saya keluar pekerjaan gitu aja dan ngga ada penghasilan. Walaupun sudah menabung, tapi tetap harus berjaga-jaga dong. Apalagi saya tipe yang mandiri dan tidak terlalu bergantung sama orang lain. Dan pada akhirnya, memantapkan keluar dari pekerjaan adalah sesuatu yang saya syukuri sampai hari ini."

Ya, kota Roma memang tidak dibangun dalam semalam
.***

*        *        *
Saat sharing info di Fun Blogging Session 3

*        *        *
Juara livetweet makanan asal Jepang

*        *        *
Jadi narasumber aplikasi mobile

*        *        *
Superaktif dan totalitas

*        *        *
Narasumber salah satu stasiun tv

*        *        *
Hasil tidak pernah mengkhianati proses

*        *        *
Selalu update dan men-tweet info ketika mengikuti acara

*        *        *
Dari hobi jadi profesi

*        *        *
Berkat ngeblog, bisa jalan-jalan ke berbagai daerah, termasuk di Bali, September lalu

*        *        *
Ngeblog dijalani dengan menyenangkan dan bukan sebagai beban 
*        *        *
Artikel tentang Blogger sebelumnya:
- Krishna Murti
- Kumpulan Emak Blogger
- Edu Krisnadefa
- Christie Damayanti
- Tiga Dara Blogger
- Thamrin Dahlan
-
Vema Syafei
Hazmi Srondol
Aulia Gurdi

Resensi Buku dari Blogger sebelumnya
Evrina Budiastuti
Thamrin Dahlan
Ika Noorharini

*        *        *
- Jakarta, 24 November

Senin, 21 November 2016

Rayakan HUT ke-49, Indosat Gelar Program Berhadiah untuk Pelanggan



Rayakan HUT ke-49, Indosat Gelar Program Berhadiah untuk Pelanggan


CEO Alexander Rusli melakukan potong tumpeng HUT ke-49 Indosat Ooredoo


PEPATAH mengatakan, 25 tahun merupakan satu generasi. Itu terkait usia manusia yang pada seperempat abad bisa disebut telah menemukan jati diri. Pun, begitu dalam perkawinan ketika 25 tahun disebut "Usia Perak". Sementara, pada 50 tahun mendapat kehormatan "Usia Emas" terkait loyalitas dari setiap pasangan.

Fakta itu dialami Indosat Ooredoo yang berusia 49 tahun pada Sabtu (19/11). Sama halnya dengan manusia, begitu juga dengan perusahaan. Tidak mudah bagi setiap perusahaan untuk bisa bertahan hingga mendekati setengah abad. Di Indonesia ini, berdasarkan referensi saya dari berbagai sumber, bisa dibilang sedikit sekali perusahaan berskala nasional yang tetap eksis setelah 50 tahun.

Salah satunya, Indosat Ooredoo yang sejak didirikan pada 1967 (sumber: Company Profile) hingga kini bukan hanya sekadar eksis saja. Melainkan terus berinovasi untuk melayani puluhan juta pelanggannya.

Termasuk, saya yang sudah memakai produk Indosat Ooredoo dari zaman ponsel batangan dengan layar monkorom hingga kini smartphone berlayar sentuh dengan fitur canggih seperti finger print. Ya, saya masih ingat, pada perengahan 2003 silam, betapa girangnya saya bisa bertelepon ria atau sms dengan sesama teman pelajar berseragam abu-abu menggunakan kartu perdana IM3.

Berkat IM3 pula, saya bisa merasakan internet kali pertama di ponsel melalui GPRS yang dilanjutkan 3G, 3,5G, dan kini 4Gplus. Tanpa bermaksud melankolis, bisa dibilang jika nyaris setengah perjalanan hidup saya ditemani berbagai produk dari Indosat Ooredoo.

Mulai dari IM3, Mentari, Matrix (pasca bayar, hanya sebentar), Dompetku, Spotify, hingga IM2 untuk domain blog ini. Ya, faktor kualitas membuat saya langsung memilih IM2 ketika memutuskan untuk memiliki Top Level Domain (TLD) pada Oktober 2014.

*         *         *
PAGI itu, langit ibu kota tampak mendung. Dengan memembelah jalanan utama Jakarta, saya menuju kawasan Medan Merdeka Barat. Tepatnya, untuk menghadiri HUT ke-49 Indosat Ooredoo bersama ketujuh rekan blogger. Di kantor pusat perusahaan telekomunikasi terbesar di Tanah Air itu, sudah ramai dihadiri berbagai tamu undangan.

Tak lama, sosok yang bagi saya sangat familiar, berdiri di depan kerumumanan. Ya, President Director sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Indosat Ooredoo Alexander Rusli, memberi sambutan singkat mengenai perjalanan perusahaannya. Termasuk tentang hari jadi ke-49 dan satu tahun "reborn" transformasi Indosat Ooredoo.

"Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dari seluruh pelanggan, media, dan juga blogger, terhadap Indosat Ooredoo," kata Rusli, semringah. "Kami berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk kalian. Sebab, tanpa kalian, kami (Indosat Ooredoo) tentu tidak bisa seperti ini. Kami berharap dukungan, saran, dan kritik dari kalian demi lebih meningkatkan lagi pelayanan Indosat Ooredoo."

Terhenyak saya mendengar penuturan pria 45 tahun itu yang juga menyebut "blogger". Blogger? Ya, blogger, kita, kami, Anda, dan semua yang hobi ngeblog. Itu membuktikan peran blogger saat ini sudah setara dengan media. Maklum, yang mengatakan Rusli sendiri yang merupakan  orang nomor nomor satu dari perusahaan telekomunikasi terbesar di nusantara.

Sebagai blogger, jelas saya bangga. Kebetulan, sejak kali pertama intens di dunia blog pada 2011 silam, saya memang kerap mengikuti acara yang diselenggarakan Indosat Ooredoo. Mulai dari terpilih sebagai perwakilan blogger untuk meliput SEA Games 2011, undangan eksklusif berbagai produk Indosat Ooredoo, hingga jadi saksi peluncuran Dompetku Nusantara di Manado pada 2-4 Februari lalu.

"Terima kasih untuk rekan-rekan blogger yang sudah bela-belain hadir meski dari pagi Jakarta diguyur hujan deras. Secara pribadi atau perusahaan, saya berharap dukungan dari rekan-rekan blogger terhadap Indosat Ooredoo. Baik itu saran, pendapat, atau pun kritik," tutur Rusli saat berbincang dengan saya dan ketujuh rekan blogger lainnya.

*         *         *
BERTEPATAN dengan HUT ke-49, Indosat Ooredoo juga mengadakan pekan pelanggan nasional. Yaitu, mereka menyelenggarakan berbagai program menarik di kantor pusatnya. Baik itu untuk pelanggan yang ingin bertanya-tanya mengenai produk Indosat Ooredoo, aktivasi kartu, migrasi 4Gplus, dan sebagainya.

Tidak ketinggalan, Indosat Ooredoo juga menyediakan berbagai games berhadiah menarik. Semuanya, berlaku di kantor pusat Indosat Ooredoo sejak hari ini hingga 30 November mendatang. Sudah tentu, berbagai program ini disambut antusiasme berbagai pihak. Termasuk, salah satu pelanggan setia Indosat Ooredoo dalam 19 tahun terakhir, Basuki.

"Saya sangat terbantu dalam 19 tahun terakhir sebagai pengguna Indosat Ooredoo. Terima kasih untuk Indosat Ooredoo yang senantiasa memberikan kemudahan kami dalam berkomunikasi," kata Basuki seusai mencoba Digital Experience yang termasuk program untuk pelanggan di kantor pusat Indosat Ooredoo.

Ya, saya, Basuki, dan ketujuh rekan blogger (Ani Berta, Bowo Susilo, Agung Han, Lidya Fitrian, Dian Kelana, Elisa Koraag, dan Dewi Sulistiawaty) sudah merasakan keseruan berbagai program Indosat Ooredoo di kantor pusatnya. Selanjutnya, Anda pun jangan sampai ketinggalan untuk mencobanya di kantor pusat Indosat Ooredoo.


*         *         *
Deretan ucapan selamat dari relasi Indosat Ooredoo

*         *         *
Inilah kami,  F4-nya blogger  

*         *         *
Rusli membuka acara dengan kata sambutan

*         *         *
Rusli memberi potongan tumpeng untuk pelanggan setia Indosat Ooredoo

*         *         *
Testimoni Basuki yang menggunakan Indosat Ooredoo dalam 19 tahun terakhir

*         *         *
Yuk, main game Jelajah Indonesia di Kantor Pusat Indosat Ooredoo

*         *         *
Foto bersama blogger dengan Rusli 

*         *         *
Indosat Ooredoo

*         *         *
Indosat Ooredoo

*         *         **         *         *
*         *         **         *         *

*         *         *

*         *         *

Artikel sebelumnya:
Peringati Hari Batik Nasional, Indosat Ooredoo Gelar "The Beauty of Indonesian Batik"
Bukber IM3 Ooredoo yang Berkesan dalam Silaturahmi Unlimited
Kolaborasi Indosat Ooredoo dan Spotify lewat #FreedomMusic
(Esai Foto) Menikmati Ketenangan di Danau Linow
Indosat Luncurkan Paket Freedom Combo untuk Bebas Waktu
Indosat Ooredoo 4Gplus Jawaban untuk Akses Internet Lebih Cepat
Komitmen Indosat Terhadap Pelanggan, Sepak Bola, dan Blogger
Merajut Kebersamaan Blogger dalam #BukberBRID dan Ketupat Indosat
Serba Lengkap di Cipika Store
Kenapa Harus Indar Atmanto?
Kenangan Belajar Meliput di SEA Games 2011
Mereka yang Turut Mensukseskan SEA Games 2011
Hajar Vietnam 2-0, Indonesia ke Semifinal SEA Games 2011
Antusiasme Masyarakat Saksikan Indonesia Tekuk Malaysia
Menyaksikan Langsung Parade Obor SEA Games 2011 di Jakarta
Silaturahmi Blogger di Launching Produk Indosat Ramadan
Kopdar Kompasianer dan Indosat untuk Internet Murah
Dampak Negatif Internet dalam Keseharian Siswa SD
Rekam Jejak Satu Tahun IDKita Kompasiana

*         *         *
- Jakarta, 21 November 2016

Senin, 14 November 2016

Sinergi Kementerian PUPR dan Blogger untuk Sosialisasi K3 dalam Sebuah Proyek



SEBAGAI karyawan, mendapat Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan mutlak bagi saya. Sebab, Undang-undang memang mengatur soal hak dan kewajiban para pekerja. Tidak hanya fisik saja, melainkan juga psikis, moral, legalitas, dan finansial. Baik itu di pemerintahan atau swasta.

Kebetulan, saya pernah bekerja di kawasan pertambangan dengan regulasi K3 yang sangat ketat. Begitu juga saat ini ketika jadi jurnalis olahraga yang kerap berkeliling dari satu stadion, lapangan, dan arena. Sebagai karyawan, kita harus paham mengenai K3.

Itu mengapa saya sangat antusias ketika Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) menyelenggarakan pameran Konstruksi Indonesia 2016 di Jakarta Convention Center (JCC), 9-11 November lalu.

Saya mendapat kehormatan untuk bisa menghadiri acara berskala nasional yang berlangsung tiga hari ini. Termasuk, mengikuti diskusi bersama blogger dengan perwakilan Kemen PUPR di Ruang Merak 1 JCC, Jumat (11/11) dengan tema "Utamakan K3".

Bagi saya, ini kali ketiga saya menghadiri acara yang diselenggarakan Kementerian PUPR setelah 2014 lalu. Yaitu, dengan tema "Mengenal Infrastruktur PU Lewat Perpustakaan Kementerian PU" pada 29 April 2014 dan "Dukungan Inovasi Teknologi Bidang Permukiman dalam Akselerasi Program Permukiman 100-0-100".

Diskusi dengan tema "Utamakan K3" itu berlangsung sejak pukul 13.00 hingga 16.00 WIB. Banyak manfaat yang saya dapat dari dialog yang dilakukan blogger bersama dua narasumber. Yaitu, Dr. Ir. Darda Daraba, M.Si. selaku  Direktur Bina Penyelenggaraan Jasa Konstruksi dan  Ir. Lazuardi Nurdin (Ketua Umum Asosiasi Ahli K3 Konstruksi Indonesia/A2K4 – I ), serta dimoderasi jurnalis senior dari Republika, Hiru Muhammad.

Terutama karena saya bisa mensosialisasikan pentingnya K3 kepada keluarga dan rekan yang profesinya memiliki risiko tinggi. Termasuk, melalui artikel di blog ini yang semoga bisa bermanfaat bagi pembaca. Sebagai pekerja, tentu kita selalu berharap saat berangkat kita sehat dan pulangnya juga harus sehat.

*          *          *
NAMUN, kenyataannya tidak demikian. Adakalanya, terjadi kelalaian pada proyek tersebut hingga menimbulkan korban. Itu mengapa Kemen PUPR mengeluarkan tujuh kebijakan untuk meminimalisir kecelakaan saat bekerja. Agar, kasus kegagalan konstruksi dan kecelakaan kerja tidak terulang. Bisa dipahami mengingat di Tanah Air kerap terjadi kecelakaan yang diakibatkan kegagalan konstruksi. Beberapa di antaranya seperti yang diungkapkan Darda:

- Runtuhnya Grogol Fly Over, Jakarta
- Runtuhnya Crane di Pacific Place-SCBD, Jakarta
- Runtuhnya Rukan Samarinda, Kalimantan Timur
- Runtuhnya Girder Jembatan Banyumulek 2 Lombok, Nusa Tenggara Barat

Berdasarkan fakta di atas, ada dua faktor utama penyebab kecelakaan kerja konstruksi seperti yang saya kutip dari www.pu.go.id.

1. Perilaku yang tidak aman dan bahaya bagi pekerja (Unsafe Action)
- Tidak melaksanakan prosedur kerja dengan baik. Contoh, pekerja tukang las tidak memakai kaca mata pelindung, sehingga percikan api mengenai mata dan menyebabkan kebutaan
- Mengerjakan pekerjaan yang tidak sesuai dengan keterampilan. Misalnya, si pekerja yang tidak terampil salah tekan tombol alat kerja (saya pernah melihat langsung, kondektur alat berat excavator disuruh menjalankan excavator oleh operatornya yang berujung ngusruk ke kawah pertambangan)
- Bekerja sambil bercanda dan bersenda gurau
- Membuang sampah seperti oli bekas dan kulit pisang di sembarang tempat yang bisa mengakibatkan jatuh hingga fatal

2. Kondisi tidak aman (Unsafe Condition)
- Alat pelindung diri (APD) tidak sesuai dengan standarisasi. Contoh, helm pekerja tidak kuat menahan benturan benda keras
- Kebisingan di tempat kerja
- Tempat kerja yang tidak memenuhi standar keselamatan dan kesehatan kerja. Misalnya, kurangnya ventilasi udara membuat para pekerja kekurangan oksigen yang dapat mengakibatkan pingsan.

Nah, selain dua faktor itu, saya mencoba untuk menambahkan berdasarkan pengalaman pribadi terkait force majeur alias di luar kuasa. Tepatnya, ketika pekerja sudah memenuhi prosedur dan kondisi kerjanya aman tapi mendapat musibah. Itu dialami salah satu rekan saya ketika saya bekerja di pertambangan pada medio 2009-an.

Saat itu, kami sedang kumpul pagi menjelang aktivitas di areal tambang. Tiba-tiba, rekan saya tertimpa dahan pohon yang lumayan besar hingga dia kesakitan. Padahal, lokasinya berada dengan pohon tersebut berjarak beberapa meter dan tidak ada angin sama sekali. Tapi, entah kenapa, dahan tersebut patah hingga mengenai pundaknya. Ini bukan soal mistis atau tidak.

Yang pasti, insiden tersebut menurut kami saat itu disebut force majeur, karena rekan saya memakai APD seperti helm, sepatu safety, dan kaca mata, dengan lokasi yang setiap hari biasanya aman. Meski begitu, kejadian tersebut bisa dibilang jarang terjadi. Selama saya berkecimpung di dunia tambang, baru itu saja terjadi.

Nah, terlepas dari force majeur itu, saya setuju dengan tujuh kebijakan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) terkait keselamatan dan kesehatan kerja yang dirilis sejak 12 Februari 2009. Tujuh kebijakan tersebut adalah:

1. Memastikan semua peraturan perundangan tentang keselamatan dan kesehatan kerja ditegakkan secara konssiten oleh semua pihak
2. Memastikan keselamatan dan kesehatan kerja menjadi nilai utama pada setiap penyelenggaraan kegiatan
3. Memastikan setiap orang bertanggung jawab atas keselamatan dan kesehatan kerja masing-masing, orang yang terkait dan orang yang berada di sekitarnya
4. Memastikan semua potensi bahaya di setiap tahapan pekerjaan baik terkait dengan tempat, alat, maupun proses kerja telah diidentifikasi, dianalisis, dan dikendalikan secara efisien dan efektif guna mencegah kecelakaan dan sakit akibat kerja
5. Memastikan penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja guna mengeliminasi, mengurangi, dan menghindari risiko kecelakaan dan sakit akibat kerja
6. Memastikan peningkatan kapasitas keselamatan dan kesehatan kerja para pejabat dan pegawai sehingga berkompetensi menerapkan SMK3 di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum
7. Memastikan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja ini disosialisasikan dan diterapkan oleh para pejabat, pegawai, dan mitra kerja Departemen Pekerjaan Umum.

Jadi, intinya kita harus peduli dengan K3 pada diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitar. Jika ada pertanyaan, rekan blogger bisa menghubungi saya melalui kolom komentar di bawah ini. Sebisa mungkin, saya akan menjawabnya berdasarkan pengalaman pribadi serta ilmu yang saya dapat seusai mengikuti berbagai kegiatan yang diselenggarakan Kemen PUPR. Jika ada yang saya rasa sulit atau di luar kemampuan saya, saya akan coba meneruskannya ke pihak Kemen PUPR.

*          *          *
Darda Daraba membahas mengenai sosialisasi K3 kepada blogger

*          *          *
Lazuardi Nurdin menekankan pentingnya K3 pada bidang konstruksi

*          *          *
Hiru Muhammad memoderasi sesi diskusi dengan blogger

*          *          *
Antusiasme rekan-rekan blogger untuk melakukan tanya jawab saat diskusi

*          *          *
Rekan blogger, Satto Raji, menanyakan terkait K3 di sektor pertambangan

*          *          *
Foto bersama rekan blogger dengan pembicara

*          *          *
Foto bersama seluruh rekan blogger dan pembicara

*          *          *
Trending Topic #UtamakanK3 jadi bukti keingintahuan netizen terhadap keselamatan di dunia kerja

*          *          *
Diskusi bertema K3 berlangsung di JCC pada Jumat (11/11)

*          *          *
Artikel Terkait:
- Nangkring Bareng Kemen PU dan Sorotan Proyek Abadi Pantura

*          *          *
- Jakarta, 14 November 2016

Rabu, 09 November 2016

Kilas Balik: Del Piero Genap 42 Tahun

Del Piero pada era kejayaannya (Foto: Juventus.com)

HARI ini merupakan HUT ke-42 Alessandro Del Piero. Yaitu, salah satu maestro sepak bola yang pernah dilahirkan di muka bumi. Sebagai pemuda yang besar pada dekade 1990-an, tentu saya tidak asing lagi dengan Del Piero. Bahkan, sejak saya masih kecil hingga kini mayoritas rekan seangkatan sudah memiliki anak kecil lagi, saya merupakan penggemar legenda hidup sepak bola Juventus.

Sayangnya, hingga kini, impian saya untuk bertemu dengannya belum terwujud. Padahal, sudah dua kali saya nyaris bertemu dengan Del Piero. Pertama, ketika Juventus mengadakan tour ke Indonesia pada Agustus 2014. Saat itu, sempat terbersit kabar Del Piero juga turut mengunjungi Jakarta. Maklum, ketika itu suami dari Sonia Amoruso ini sedang memperkuat tim asal Australia, Sydney FC.

Nah, jarak dari "Negeri Kanguru" ke Jakarta hanya beberapa jam. Sayangnya, rumor tersebut tidak terbukti. Meski begitu, saya cukup terwakili karena bisa mewawancarai tiga pemain Juventus seperti Giorgio Chiellini, Claudio Marchisio, dan Andrea Pirlo.

Dua tahun berselang, tepatnya 20 Mei lalu, Del Piero bersama rombongan Calcio Legend yang berisi legenda hidup pemain asal Italia, tiba di Jakarta. Jakarta? Ya, Jakarta, kota tercinta. Sepekan sebelum kedatangannya, saya sudah mempersiapkan diri untuk mewawancarai Del Piero.

Maklum, pemilik zodiak Scorpio ini dijadwalkan turut serta untuk memperkuat Calcio Legend versus Primavera Baretti dalam uji coba di Stadion Gelora Bung Karno (21/5). Namun, seperti kata pepatah, "yang cowok masih ga peka dan yang cewek gengsi hingga ladang gandum dihujani meteor cokelat tetap aja ga jadian", ternyata berlaku pada saya. Sebab, lagi-lagi saya gagal mewawancarainya.

Pasalnya, siang harinya atau enam jam sebelum pertandingan, tersiar kabar mendadak. Yaitu, pemilik akun twitter @DelpieroAle itu harus segera kembali ke negara asalnya yang membuat banyak fan di Indonesia kecewa. Itu karena Del Piero akan jadi komentator final Piala Italia antara Juventus versus AC Milan.

Duh, lemas lunglai saya mendapat kabar tersebut. Meski saya kembali dapat pengganti dengan wawancara khusus terhadap tiga pemain sekaligus seperti Fabio Cannavaro, Edgar Davids, dan David Trezeguet. Hanya, harus diakui jika rasanya kurang gimana gitu. Layaknya bilang belum makan sebelum menyantap nasi kendati sudah menghabiskan lontong sayur dua piring. Bisa dipahami mengingat Del Piero merupakan pemain favorit saya sejak dulu.

Meski begitu, saya tidak pernah patah arang untuk bisa mewujudkan impian ngobrol bareng dengan pencetak gol terbanyak Seri A 2007/08 ini. Itu mengapa, setiap 9 November atau berbagai tanggal penting yang berkaitan dengan Del Piero, saya selalu mengulasnya baik di blog ini atau kerjaan. Termasuk, saat ini ketika top scorer Liga Champions 1997/98 itu merayakan hari jadi ke-42.

Selain Del Piero, saya memang kerap menulis berbagai hari penting atau peringatan lainnya di blog. Tidak hanya mengenai sepak bola atau olahraga saja, melainkan secara umum. Misalnya, 2 Oktober yang diperingati sebagai Hari Batik Nasional.

Atau, 7 November ini yang meski belum ditetapkan pemerintah, tapi sebagian kalangan mengakuinya sebagai "Hari Wayang Nasional". Maklum, pada 7 November 2003 UNESCO menetapkan wayang dalam daftar "Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanitiy".

Sementara, besok (10/11) dikenal sebagai Hari Pahlawan yang ditetapkan untuk memperingati perjuangan rakyat Indonesia dalam menghadapi penjajah pada 71 tahun silam. Sehari kemudian, merupakan HUT ke-42 Leonardo Di Caprio.

Yang menarik, bertepatan dengan hari lahir pameran Jack Dawson dalam Titanic itu juga dikenal sebagai simulasi untuk Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas). Ya, sejak 2012, Harbolnas memang diperingati setiap 12 Desember (12/12). Namun, sebulan sebelumnya, diskon gila-gilaan ini sudah dirayakan. Tepatnya, dengan program 11/11 sebagai simulasi 12/12.

Ibarat sepasang kekasih, sebelum pacaran tentu pedekate lebih dulu. Begitu pun dengan pemain sepak bola, menjelang bertanding sudah pasti harus melakukan pemanasan. Itu juga berlaku untuk Harbolnas pada 12 Desember yang diawali dengan 11/11 melalui berbagai program. Termasuk Serbu 11 (Seru di Bulan Sebelas).

Nah, hari ini bertepatan dengan HUT Del Piero (9/11) saya siap menyambut 11/11 untuk menuju 12/12. Bagaimana dengan Anda?

*        *        *
- Jakarta, 9 November 2016

Senin, 07 November 2016

Pariwisata Indonesia Tidak hanya Bali


Pesona Indonesia atau Wonderful Indonesia sebagai brand identity Kemenpar


PARIWISATA merupakan sektor unggulan yang diusung pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) - Jusuf Kalla (JK). Itu yang saya perhatikan dalam dua tahun terakhir ini. Kebetulan, Senin (24/10) saya menghadiri Rembuk Nasional: Dua Tahun Kepemimpinan Jokowi-JK di Grand Sahid Hotel, Jakarta.

Saat itu, pariwisata dan industri kreatif jadi salah satu sorotan utama pada pemerintahan Jokowi-JK. Tepatnya, dengan mengisi ruangan lima melalui tema "Pariwisata Kreatif sebagai Kekuatan Baru Ekonomi Indonesia". Bagi saya, ini menarik mengingat saya merupakan sosok yang gemar bertualang.

Tak heran jika, di antara tujuh ruangan untuk diskusi dengan ratusan peserta, saya cenderung aktif Ruang Rembuk 5 dan 2 (Politik, Hukum, Pertahanan, dan Keamanan). Tentu, ini berkaitan dengan aktivitas saya sebagai jurnalis olahraga sekaligus blogger yang kerap bersinggungan dengan dua tema tersebut.

Khususnya, pariwisata yang harus diakui mengalami peningkatan signifikan dalam dua tahun terakhir. Saat itu, terdapat diskusi yang menarik di antara tim ahli dan peserta yang mencapai 100 orang. Kami tidak hanya saling lempar ide, saran, atau pendapat saja. Melainkan juga kritik yang ditujukan untuk pemerintah mengenai pariwisata Indonesia, dalam hal ini Kementerian Pariwisata (Kemenpar).

Kebetulan, saat itu, dalam jajaran tim ahli terdapat perwakilan dari Kemenpar. Yaitu, Larasati Sedyaningsih dan Taufan Rahmadi yang merupakan anggota Pokja Tim 10 Kemenpar. Beberapa nama lain yang tidak asing bagi saya seperti Edy Setijono yang merupakan Direktur PT. Taman Borobodur, Prambanan, dan Ratu Boko, Ipang Wahid (Ketua Pokja Ekonomi Kreatif, Komite Ekonomi dan Industri Nasional), dan Hiramsyah S. Thaib (Ketua Tim Percepatan 10 Destinasi Prioritas).

Sesi rembuk nasional di ruang lima dengan tema Pariwisata dan Industri Kreatif

*        *        *
Pariwisata dan Industri Kreatif sebagai salah satu tujuan utama pemerintah sejak 2014

*        *        *
Booth Kementerian Pariwisata di Rembuk Nasional

*        *        *

Dalam diskusi yang berlangsung lebih dari tiga jam itu, membahas mengenai kemajuan sektor pariwisata (dan industri kreatif) di Indonesia. Khususnya, tentang 10 destinasi baru di Tanah Air untuk menggantikan Bali.

Ya, suka tidak suka, mau nggak mau, Bali merupakan destinasi paling terkenal di Indonesia. Bisa dipahami mengingat sektor pariwisata di "Negeri Seribu Pura" itu sudah lebih dulu dikenal sejak beberapa dekade silam. Jadi, kalau wisatawan luar ingin melancong ke Indonesia, tujuan utamanya ya Bali.

Setelah itu, baru Candi Borobudur, Taman Nasional Komodo, Raja Ampat, Danau Toba, dan berbagai daerah lainnya. Itu saya ketahui sendiri ketika berbincang dengan beberapa pesepak bola luar negeri seperti Giorgio Chiellini, Andrea Pirlo, dan Fabio Cannavaro. Rata-rata, mereka mengenal Indonesia yang pertama itu ya Bali, fanatisme penggemar sepak bola, Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta sebagai ibu kota, dan batik.

Pernyataan sama diungkapkan kawan saya yang kini tinggal di Eropa. Menurutnya, berdasarkan pengakuan beberapa rekan di tempatnya bekerja, memang Indonesia itu identik dengan Bali (Artikel: Bangga Jadi Orang Indonesia).

Fakta itu juga diakui Menteri Pariwisata Arief Yahya seperti saya kutip dari JPNN.com, "Bali adalah destinasi yang sudah punya pamor di peta pariwisata dunia." Nah, berkaca dari paradigma itu, pria 55 tahun ini bersama tim di Kemenpar, mencetuskan ide untuk menetapkan 10 destinasi unggulan di berbagai wilayah di Tanah Air agar bisa seperti Bali.

Berdasarkan laman Kementerian Luar Negeri (Kemlu.go.id), 10 destinasi yang jadi prioritas itu adalah:

- Tanjung Kelayang (Belitung)
- Toba (Sumatera Utara)
- Kepulauan Seribu (Jakarta)
- Tanjung Lesung (Banten)
- Borobudur (Jawa Tengah)
- Bromo-Tengger-Semeru (JawaTimur)
- Mandalika (Nusa Tenggara Barat)
- Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur)
- Wakatobi (Sulawesi Tenggara)
- Morotai (Maluku Utara)

Menurut Arief, tujuan pembentukan 10 destinasi baru selain Bali itu untuk mendongkrak pariwisata Indonesia. Maklum, pemerintah menagetkan pada 2019 mendatang, jumlah wisatawan asing mencapai 20 juta kunjungan. Sekaligus, mewujudkan pariwisata sebagai sektor penyumbang devisa terbesar di Indonesia pada 2020.

Bisa dipahami mengingat berdasarkan statistik Kemenpar.go.id, pada 2015 lalu, pariwisata menempati urutan keempat penerimaan devisa dengan nilai 12,578 juta dolar Amerika Serikat (AS). Catatan itu di bawah Minyak kelapa sawit (15,485 juta dolar AS), Batu bara (16,356 juta dolar AS), dan Minyak & gas bumi (18,906 juta dolar AS).

Tentu, untuk mewujudkan NAWA CITA (sembilan harapan) itu, tidak hanya dengan waktu semalam. Alias, butuh kerja keras dan kerja cerdas bertahun-tahun dari segenap elemen di negeri ini. Khususnya, terkait pariwisata yang sudah dimaksimalkan melalui Kemenpar.

Berdasarkan catatan yang saya rangkum mengenai Kemenpar, terdapat berbagai pencapaian penting dari instansi yang bermarkas di Jalan Medan Merdeka Barat itu terhadap pariwisata Indonesia. Beberapa di antaranya:

- Membangun Wonderful Indonesia (Pesona Indonesia) sebagai brand identitiy destinasi wisata Indonesia di mata dunia. Ini berkolerasi pada naiknya peringkat Indonesia dalam Country Brand Strategy rating dari World Economic Forum. Sebelumnya, dari NA (not available) jadi peringkat 47 pada 2015.

- Peningkatan kedatangan wisatawan mancanegara sebesar 10,3% pada 2015 yang jauh berada di atas rata-rata regional dan dunia (regional = 5,1%, dunia = 4,4%). Yang berarti di atas negara serumpun, Malaysia. Ini berkaitan dengan peningkatan penerimaan devisa dari sektor pariwisata.

- Pembentukan tata kelola destinasi prioritas yang lebih efektif di bawah satu atap, "Tourism Authority Board" untuk membentuk destinasi andalan.

- Kenaikan peringkat pilar penentu daya saing secara pariwisata pada Travel and Tourism Competitiveness Report, World Economoic Forum 2015.

- Meraih World Halal Travel Awards 2015 di Uni Emrat Arab

- Meraih UNWTO Award 2016 di Madrid, Spanyol

- Meraih ASEANTA Award 2016

- Award for Active National Presentation in "Holiday & Spa Expo"

- Los Angeles Travel Show 2016

*        *        *
Data kunjungan wisatawan mancanegara dan persebarannya di Tanah Air

*        *        *
Komparasi pariwisata Indonesia dengan negara tetangga

*        *        *
Data perolehan devisa Indonesia tiga tahunt erakhir (Sumber: Kemenpar)
*        *        *
Sebagai blogger yang mengusung asas jurnalistik berdasarkan sembilan elemen Bill Kovach, tentu saya wajib kritis untuk menuliskan sesuatu. Entah itu memuat kelebihan atau kekurangan yang tidak hanya berguna sebagai pengingat saya pribadi, melainkan demi pembaca blog ini serta kelangsungan blog saya yang mengusung independensi.

Salah satunya terkait Kemenpar. Di balik berbagai pencapaian tersebut, ada beberapa catatan minus dari saya. Ya, tiada gading yang tak retak. Saya selalu percaya dengan pepatah tersebut. Alias, di dunia ini tidak ada yang sempurna.

Khususnya, menyangkut website resmi Kemenpar yang menurut saya sama sekali tidak menarik. Kalau mau jujur-jujuran, situs yang beralamat di www.kemenpar.go.id tampilannya garing. Alias, tidak membuat orang yang mengaksesnya jadi terpikat.

Memang, Kemenpar memiliki laman promosi yang sedap dipandang pada www.indonesia.travel. Tapi, itu beda persoalan. Sebab, www.indonesia.travel lebih mengutamakan promosi destinasi.

Sementara, www.kemenpar.go.id mewakili pemerintah yang isinya tidak hanya promosi wisata saja, melainkan juga pengumuman dari Menpar, laporan kinerja, statistik kunjungan wisatawan dalam dan luar negeri, hingga berbagai informasi lainnya.

Jelas, penilaian saya berdasarkan pengamatan pribadi selama ini. Yang pasti, jika dibandingkan dengan situs resmi negara tetangga, memang masih tertinggal. Sebut saja, Malaysia dengan www.motour.gov.my yang menyediakan 12 bahasa selain melayu dan Inggris.

Sementara, di Kemenpar hanya dwi bahasa (Indonesia dan Inggris). Ini tentu jadi masalah jika wisatawan luar ingin mengakses situs Kemenpar sebelum berkunjung ke Indonesia. Terutama dari negara-negara seperti Prancis, Italia, Jepang, Cina, dan jazirah Arab yang setahu saya lebih mengutamakan bahasa negaranya masing-masing ketimbang bahasa Inggris yang diakui secara internasional.

Begitu juga jika dikomparasi dengan Singapura lewat www.stb.gov.sg. Meski sekilas sama dengan www.kemenpar.go.id yang sederhana, namun website Kementerian Pariwisata itu lebih responsif dengan keberadaan menu yang mudah diakses.

Tentu, komparasi ini bukan saya maksud untuk mengagungkan website milik dua negara serumpun saja. Melainkan, sebagai catatan agar situs Kemenpar yang merupakan gerbang negeri ini di internet -setelah www.indonesia.go.id- lebih enak dipandang. Saya saja sebagai rakyat Indonesia melihat www.kemenpar.go.id tidak begitu menarik, bagaimana dengan calon wisatawan dari negara lain?

Harapan saya, agar pihak kemenpar bisa lebih mengakrabkan situsnya dengan masyarakat. Sebab, percuma meraih banyak prestasi dan juga promosi mengenai keunggulan pariwisata Indonesia jika situsnya saja jarang dilirik.

*        *        *
Tampilan beranda (home)  Kemenpar yang menurut saya sangat standar

*        *        *
Kurang di-update dengan sambutan menteri pada 23 September 2015 atau setahun lalu
*        *        *
Situs Kemenpar hanya menyediakan dwibahasa: Inggris dan Indonesia
*        *        *
Situs Kemenpar Malaysia dengan 12 pilihan bahasa selain Melayu dan Inggris
*        *        *
Situs Kemenpar Singapura yang lebih responsif
*        *        *

Referensi: Kemenpar.go.id, Kemenpar.go.id (PDF), Kemlu.go.id, Jakarta-tourism.go.id, Kompas.com, JPNN.com, Panitia Rembuk Nasional

Artikel Terkait Pariwisata:
- Catatan Dua Tahun Kepemimpinan Jokowi-JK
Resensi Buku Jelajah Negeri Sendiri: Bertualang ala Reporter Warga
- Bangga Jadi Orang Indonesia
- (Esai Foto) Semarak Wayang Pesona Indonesia 2016
Catatan dari Wayang World Puppet Carnival 2013
Yuk Meriahkan Karnaval Wayang Dunia 2013
Menelusuri Warisan Budaya Nusantara di Museum Wayang
Menelusuri Warisan Budaya Nusantara di Museum Wayang (2)
Menyaksikan Keindahan Pelabuhan Sunda Kelapa yang Termahsyur
Sinergi BNPT dan Blogger untuk Cegah Terorisme Melalui Tulisan
Yuk, Kunjungi Jakarta Biennale 2015
Yuk, Wisata Sejarah Bersama Komunitas Wegi
Menelusuri Wajah Baru Stasiun Maja, Parung Panjang, dan Kebayoran
Sensasi Menelusuri Sungai Citarik 9 Km
(Esai Foto) Menikmati Senja di Perpustakaan Apung Taman Ayodia
Menikmati Wisata Malam di Kawasan Kota Tua
Menelusuri "Lorong Waktu" di Masjid Raya Baitussalam
Menelusuri Jejak 7 Patung Bersejarah di Jakarta
Lebih Dekat dengan Jerman di Pameran Budaya Dunia - Jerman Fest 2015
Museum Nasional dan Saksi Peninggalan Kejayaan Indonesia
Tujuh Taman Gratis di Jakarta yang Layak Dikunjungi
Di Balik Cerita Bersama Garuda Indonesia
Menikmati Eksotisnya Candra Naya yang Tersembunyi

*        *        *
- Jakarta, 7 November 2016