TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Blogger Perempuan

Serial Catatan Harian Ojol

Serial Catatan Harian Ojol
Serial Catatan Harian Ojol
Tampilkan postingan dengan label Blogger Perempuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Blogger Perempuan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Oktober 2017

Belajar Saham lewat Aplikasi RHB TradeSmart ID


Peluncuran aplikasi RHB TradeSmart ID di Tower 1 BEI, Selasa (10/10)
(Klik untuk perbesar foto dan geser untuk melihat gambar lainnya)


BELAJAR itu tidak pernah mengenal batas. Tanpa sekat antara ruang dan waktu. Salah satunya, tentang saham. Saya sudah mengenalnya sejak satu dekade silam. Namun, baru sebatas kulit-kulitnya saja dengan kenal dan tahu, "Ooh... Saham begitu, begini."

Sebulan berlalu, setahun, hingga sewindu lewat, akhirnya terlupakan. Bisa dipahami ketika itu, teknologi belum secanggih sekarang. Praktis, hanya mengandalkan buku. Beda, dengan sekarang, yang kian dimanjakan dengan gadget. Termasuk, lewat aplikasi yang memudahkan masyarakat awam.

Itu yang dijawab PT RHB Sekuritas Indonesia (RHB Sekuritas). Bagian dari RHB Banking Group ini, kemarin meluncurkan aplikasi perdagangan saham pertama di Tanah Air yang dilengkapi fitur layaknya sahabat baik dalam berinvestasi. Yaitu, RHB TradeSmart With ARO.

Kebetulan, saya dapat kehormatan jadi saksi peluncuran yang diselenggarakan di Tower 1 Bursa Efek Jakarta, Selasa (10/10). Tepatnya, setelah mendapat informasi dari Komunitas Blogger Perempuan Network.

Bagi saya, kehadiran RHB TradeSmart ID ini kian membuka cakrawala. Bisa dipahami mengingat aplikasi ini dapat memberikan akses kepada masyarakat Indonesia atas rekomendasi saham secara mudah, cepat, dan cerdas. Itu berkat fitur ARO (Assisted Robo Optimization).

Simpelnya, fitur ini dihadirkan untuk membantu investor dan trader dalam mengambil keputusan saat bertransaksi saham secara real time. Yupz, di mana pun dan kapan pun. Meski, saya belum lama mengenalnya, karena baru dicoba saat peluncuran. Namun, aplikasi ini sukses menjawab rasa keingintahuan saya tentang saham.

Tentu, tidak instan langsung paham. Toh, menggoreng bala-bala saja perlu proses, baik pengumpulan sayur, terigu, minyak, hingga di panci. Apalagi, terkait saham yang bagi masyarakat umum memiliki stigma rumit alias sulit dipelajari. Termasuk, saya dulu.

Fakta itu diungkapkan Presiden Direktur PT RHB Sekuritas Indonesia Chan Kong Ming,"Kami menghadirkan RHB TradeSmart With ARO ini untuk memudahkan masyarakat yang ingin berinvestasi di saham. ARO merupakan fitur dalam aplikasi yang memberikan analisis teknis dan strategi investasi secara real-time."

Menurutnya, untuk investor pemula, ARO bisa jadi fitur pembelajaran dan analisis atas saham tertentu. Ini cocok bagi saya yang kian tertarik dengan saham. Pernyataan Chan seperti mengguyur es di kepala saya yang selama ini menganggap saham itu sulit dipelajari.

Selain untuk pemula, aplikasi dengan ukuran 27,35 MB ini juga bisa jadi panduan untuk investor berpengalaman. Bahkan, dengan ARO, setiap investor besar maupun kecil akan menerima notifikasi sama. Pada saat yang sama, memberikan kesempatan merata bagi setiap orang untuk meraih keuntungan atas momentum investasi yang menarik secara real time.

Tuh kan, PT RHB Sekuritas Indonesia sudah memberi kail bagi saya dan jutaan masyarakat Indonesia yang ingin berinvestasi lewat saham. Tinggal, bagaimana kita mampu memaksimalkan aplikasi ini dengan baik.

Maklum, berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tingkat literasi masyarakat Indonesia akan pasar modal serta tingkat utilitas produk pasar modal masih sangat rendah dibanding negara lainnya di Asia.

Selain itu, data Bursa Efek Indonesia (BEI) ini memperlihatkan investor pasar modal yang aktif di Tanah Air hanya berjumlah sekitar 600.000, sangat minim dibandingkan jumlah penduduk Indonesia.

Padahal, besarnya populasi di Indonesia serta banyaknya emiten yang terdaftar di BEI sebenarnya memberikan peluang yang sangat besar untuk pertumbuhan industri pasar modal. Terkait kondisi itu, BEI pun menggerakkan kampanye "Yuk Nabung Saham" dengan mengajak masyarakat untuk mulai mengenal dan berinvestasi di pasar modal secara rutin.

Nah, peluncuran RHB TradeSmart With ARO ini merupakan bagian dari komitmen RHB Sekuritas untuk membantu BEI dalam meningkatkan literasi mengenai pasar modal. Sekaligus, mendorong masyarakat untuk mulai berinvestasi saham secara berkala dan membantu pertumbuhan pasar modal Indonesia.

Salah satu upaya RHB Sekuritas dalam mendukung kampanye "Yuk Nabung Saham" dengan menunjuk Merry Riana sebagai Duta RHB TradeSmart. Di Tanah Air, siapa yang tidak mengenal wanita 37 tahun ini? Merry merupakan penulis sekaligus motivator yang sukses memotivasi dirinya dan memberikan inspirasi masyarakat luas.

Dalam diskusi bersama blogger dan media usai peluncuran, Merry memberi pencerahan, "Mayoritas masyarakat khawatir akan investasi saham karena risiko yang dianggap terlalu tinggi. Padahal, sebenarnya risiko muncul akibat kurangnya pengetahuan seseorang akan produk investasinya."

Pernyataan peraih Creative and Innovative Person of The Year 2016 ini beralasan. Namun, seperti kata pepatah, kalau takut ombak ya jangan berlayar. Begitu juga dengan saham. Saham, investasi, dan sebagainya ini bukan judi. Sebab, dilakukan dengan melakukan kalkulasi yang matang. Beda dengan judi yang tercipta akibat spekulasi dan hitung-hitungan mencari untung besar.

"Dengan adanya aplikasi RHB TradeSmart With ARO ini, setiap orang mendapatkan kemudahan dan akses informasi yang sama untuk berinvestasi saham. Termasuk, mereka yang sehari-hari cukup sibuk untuk bisa mengamati perkembangan saham," Merry, melanjutkan.

"Saya sendiri sudah merasakan manfaatnya dengan memonitor investasi sekaligus membuat langkah investasi baru berdasarkan rekomendasi yang diberikan ARO, kapan pun dan di mana pun saya berada."

Nah, pernyataan Merry membuat antusiasme saya untuk terjun lebih jauh mengenal saham kian besar. Itu semua diawali dengan mempelajari aplikasi RHB TradeSmart With ARO.

Saya sudah mengunduhnya via Google Play Store pada laman https://play.google.com/store/apps/details?id=com.fgsinfotama.skytrade.neo&hl=in atau di website-nya langsung, www.rhbtradesmart.co.id. Bagaimana dengan kalian?


Sekilas tentang Aplikasi RHB TradeSmart With ARO
Pemilik: PT RHB Sekuritas Indonesia
Ukuran: 27,35 MB
Diperbarui: 2 Oktober 2017
Versi terkini: 3.0.9
Google Play Store: Ya
Apple Apps Store: Ya
Email pengembang: id.support@rhbgroup.com

*         *         *
Tidak ada kata terlambat untuk belajar sesuatu, termasuk tentang saham
(Foto: www.roelly87.com/ dipotret @Fitrian)

*         *         *
Rekan blogger, media, dan undangan yang menyaksikan
peluncuran aplikasi RHB TradeSmart ID

*         *         *

Presiden Direktur PT RHB Sekuritas Indonesia Chan Kong Ming 

*         *         *
Aplikasi RHB TradeSmart ID dalam rangka mendukung kampanye
Bursa Efek Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan terkait "Yuk Nabung Saham"

*         *         *
Merry Riana sudah merasakan manfaat dari aplikas RHB TradeSmart ID,
kalian kapan?

*         *         *
Aplikasi RHB TradeSmart ID bisa diunduh pada dua platform berbeda

*         *         *
Dengan aplikasi RHB TradeSmart ID, saya terpacu untuk kenal lebih dalam
tentang saham (Foto: www.roelly87.com/ dipotret @Timo_WP)

*         *         *
Aplikasi RHB TradeSmart ID yang bisa
diunduh gratis di Google Play Store

*         *         *
Tampilan aplikasi RHB TradeSmartID
dengan berbagai notifikasi secara real-time

*         *         *
- Jakarta, 11 Oktober 2017

Senin, 03 April 2017

Jadi Saksi Sejarah OLX Indonesia


Foto bersama manajemen OLX Indonesia bersama KOL (Klik untuk perbesar foto)


"JUAL Beli Bagus!" Demikian slogan yang sangat terkenal pada pertengahan dekade 2000-an silam. Saya masih ingat, ketika itu, mencari baterai untuk ponsel di situs jual beli bernama TokoBagus.com. Maklum, saat itu, saya masih di pedalaman Sumatera, jadi jarang ke kota besar seperti Padang, Jambi, dan Pekan Baru.

Alhasil, karena saat itu sedang booming internet, saya pun mengandalkan TokoBagus.com. Kebetulan, saya beberapa kali bertransaksi di situs yang sejak 2014 merger dengan Berniaga.com hingga jadi OLX.co.id (OLX Indonesia) yang kini kian besar.

Yupz, saat ini OLX merupakan situs iklan baris online terbesar di Tanah Air. Perusahaan yang kini mengusung tagline "Jual Cepat Beli Dekat" itu menyediakan media yang mudah bagi penjual untuk memasang iklan agar bisa menjual barangnya.

Sekaligus, menjadi rujukan bagi pembeli yang mencari beragam produk barang baru dan bekas sesuai kebutuhannya. Di OLX terdapat beberapa kategori seperti handphone, komputer, perangkat rumah tangga, properti, hingga lowongan kerja.

Tak heran sejak berdiri pada 2005 silam, OLX telah beraih berbagai penghargaan. Termasuk, Indonesia best Brand kategori online shopping dari Majalah SWA. OLX Indonesia merupakan anggota dari OLX Group yang tersebar di 40 negara dengan total pengguna aktif lebih dari 260 juta setiap bulannya.

Dalam periode itu, lebih dari 19 miliar halaman dikunjungi. Dalam statistik Google Playstore, OLX jadi aplikasi nomor satu di 17 negara untuk kategori belanja atau gaya hidup.

Apalagi, kini dengan tampilan baru, yang membuat semuanya jadi mudah. Baik untuk menjual atau beli. Termasuk mencomblangi beberapa rekan untuk mencari sesuatu yang di pasaran sulit ditemui.

Bisa dipahami jika saya sangat antusias ketika mengetahui OLX Indonesia mengadakan kopi darat (kopdar). Itu setelah saya menerima undangan dari komunitas Blogger Perempuan (BP Network), pekan lalu. Tepatnya, saat menjadi saksi sejarah dari acara bertema OLX Indonesia Present: Thank You, Heroes! di Empirica, SCBD, Jakarta, Kamis (30/3).

Dalam event tersebut, OLX Indonesia turut memberikan penghargaan kepada beberapa Key Opinion Leader (KOL). Yupz, sesuai dengan temanya, Thank You, Heroes! (#OLXHeroes), CEO OLX Indonesia Daniel Tumiwa mengakui tanpa peran KOL, perusahaanya tidak bisa berkembang pesat seperti sekarang.

"OLX Party ini merupakan apresiasi bagi influencer dan blogger yang telah membantu OLX untuk meraih pencapaian tertinggi di Tanah Air," tutur Daniel yang tidak ketinggalan untuk mengenakan kostum superhero. Yaitu, manusia kelelawar alias Batman.

Selain dimeriahkan berbagai musisi, OLXHeroes ini turut menampilkan berbagai kejutan. Salah satunya, dengan cosplayer Iron Man yang sukses memeriahkan acara. Apalagi, dengan permainan cahaya disertai dance yang membuat Empirica bergemuruh.

Sementara, di beberapa sudut terdapat booth yang menjual barang-barang bekas tapi masih layak pakai. Salah satunya, milik Panji Pragiwaksono di sisi Garage Sale OLX. Mendekati acara pamungkas, rekan blogger Ipan Setiawan menggondol tiket pesawat pulang pergi dari OLX yang disponsori maskapai Citilink.

Di bawah ini merupakan foto-foto sepanjang OLX Party berlangsung.***

*        *        *
Registrasi acara di Empirica, SCBD, Kamis (30/3)

*        *        *
Booth Garage Sale OLX

*        *        *
Pasangan blogger Ono Sembunglango dan Tuty Syafiatuddiniah di booth
yang menjual berbagai barang milik Pandji Pragiwaksono

*        *        *
Salah satu arloji yang dijual

*        *        *
Suasana party di Empirica

*        *        *
CEO OLX Indonesia Daniel Tumiwa ber-wefie ria

*        *        *
Adegan teatrikal melawan zombie

*        *        *
Ada Iron Man...

*        *        *
Selamat untuk Ipan Setiawan yang memenangkan doorprize tiket pesawat 

*        *        *
Hashtag #OLXHeroes yang merajai twitter

*        *        *
- Jakarta, 3 April 2017

Sabtu, 07 Januari 2017

Konten Kreatif Jadi Kunci Utama Ngeblog




Sejak 2013, ASUS A43E selalu menemani saya di mana pun dan kapan pun

BAGI saya, ngeblog itu salah satu kegiatan yang mengasyikkan, menyenangkan, dan penuh tantangan. Itu karena dengan ngeblog, saya bisa menambah wawasan, pertemanan, koneksi, hingga materi. Materi? Yupz. Tentu, materi itu tidak melulu terkait dengan uang. Melainkan, juga kepuasan lahir dan batin. Baik itu saat jadi juara lomba atau mendapat undangan ke luar kota sejak menggeluti dunia blog pada 2009.

Termasuk, September lalu ketika jadi bagian dari 551 peserta yang memecahkan Rekor MURI bersama ASUS Indonesia dalam kategori "Permainan dengan Peserta Terbanyak yang Dilakukan Perusahaan IT". Maklum, ASUS merupakan Top 2 produsen notebook konsumen dunia dan penghasil motherboard terbaik di dunia. Dalam berbagai perangkat laptop dan PC dekstop, ASUS sudah dibenamkan Intel Core i series dengan tiga varian umum seperti Intel Core i3, Intel Core i5, dan Intel Core i7 Procesor.

Menjelang pergantian tahun, saya juga mendapat kejutan sebagai pemenang lomba blog yang diselenggarakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR). Namun, seperti kata pepatah, kota Roma tidak dibangun dalam semalam.  Alias, untuk bisa menjuarai lomba blog atau jalan-jalan keliling Indonesia, tentu saya harus menghasilkan konten kreatif di blog. Tidak hanya tulisan saja, melainkan juga disertai foto, video, infografis, dan adakalanya menyisipkan meme buatan sendiri.

Ya, saya percaya, dengan pernyataan penulis terkemuka, Bob Mayer, yang mengatakan, "Content is King". Dalam arti, agar artikel yang saya buat di blog bisa diterima pembaca, saya harus membuat konten yang kreatif, menarik, dan unik. Nah, untuk menghasilkan konten kreatif, tentu harus didukung dengan perangkat yang mumpuni. Saya beruntung, sejak 2013 memiliki laptop ASUS A43E yang merupakan pemberian dari kantor. Selain untuk mengirim berita seperti hasil pertandingan di lapangan atau arena, wawancara atlet, hingga doorstop narasumber, notebook ini jadi sahabat saya yang menemani aktivitas ngeblog.

Maklum, sebagai orang lapangan, nyaris setiap hari saya membawa laptop bersama smartphone dan kamera. Sejauh ini, ASUS A43E yang saya miliki terbilang bandel alias tahan banting. Bisa dipahami mengingat notebook ini sudah dibekali Intel Core i3 2310M Processor. Apalagi, ASUS merupakan penghasil motherboard terbaik di dunia. Jadi, berbagai produknya merupakan jaminan mutu bagi pengguna.

Tak heran jika ASUS A43E jadi saksi bisu berbagai kegiatan saya di lapangan dalam rangka tugas kantor dan juga ngeblog. Dipakai di bawah terik matahari, oke. Digunakan di puncak gunung pun tetap oke. Itu berkat teknologi ASUS IceCool yang membuat area palm rest tetap dingin dengan memposisikan komponen penghasil panas jauh dari tangan saya.

Di sisi lain, seiring berkembangnya zaman pun berkolerasi dengan peningkatan pada teknologi. Termasuk, tentang laptop yang saya miliki. Kebetulan, bertepatan dengan HUT kantor saya ke-12 yang berlangsung kemarin (6/1), ada rencana untuk mengganti perangkat yang dimiliki saya dan rekan-rekan jurnalis lainnya.

Saya pribadi sudah mencantumkan seri ASUSPRO P2430U dalam daftar pembaruan laptop. Itu berarti, saya harus merelakan ASUS A43E yang memang inventaris untuk dikembalikan ke kantor dan menerima penggantinya yang baru.

Alasan saya memilih ASUSPRO P2430U karena laptop ini serba guna dan tingkatannya di atas ASUS A43E. Ya, wajar jika saya berharap mendapat notebook yang lebih baik dibanding sebelumnya. Mengenai apakah kantor akan memberikan seri ASUSPRO P2430U atau seri lainnya, tentu itu di luar kuasa saya.

Yang pasti, secara spesifik harus diakui, seri ASUSPRO P2430U lebih baik dari ASUS A43E. Fiturnya memang ditujukan untuk kalangan profesional yang memiliki mobilitas tinggi tapi tetap memiliki desain yang stylish dan elegan.  Itu mirip dengan saya yang hampir setiap hari pergi dari satu stadion ke arena olahraga lainnya, mengejar narasumber di bandara dan sebagainya, tapi tetap peduli pada penampilan. Meski di jalan diterpa panas dan hujan, saya selalu mengusahakan untuk tampil rapi setiap bertemu atlet atau pelaku olahraga.

Berdasarkan referensi dari www.asus.com, ASUSPRO P2430U ini disematkan prosesor Intel Core generasi keenam. Sementara, ASUS A43E yang saya pakai saat ini menggunakan prosesor Intel Core generasi kedua. Dari segi prosesor, sudah terlihat perbedaannya.

Meski, bagaimanapun, ASUS A43E tidak akan pernah saya lupakan karena berkat laptop yang sudah dibenamkan Intel HD Graphics 3000 ini saya bisa berkenalan dengan produk ASUS lainnya. Termasuk, saat ini yang saya pakai, smartphone ASUS Zenfone 3 (ZE520KL).

Nah, prosesor Intel Core generasi keenam ini membuat kinerja ASUSPRO P2430U lebih bertenaga. Apalagi, notebook ini sudah dibenamkan grafis Nvidia GeForce seri 900 yang dibuat berbasis arsitektur Maxwell untuk performa grafis yang mumpuni. Untuk memori utama, DDR4 sebesar 4GB yang kapasitasnya bisa ditambah. ASUSPRO P2430U memiliki dua slot memori yang bisa menampung RAM hingga 16GB. Dengan kemampuan seperti itu, tak heran jika laptop ini sangat mendukung produktivitas saya untuk multitasking.

Selain dalamannya yang "wah", ASUSPRO P2430U ini juga memiliki tampilan yang memesona. Itu berkat desainnya yang tipis nan elegan dengan tekstur bergaris berbahan alumunium. Bahkan, keyboard-nya sudah dilengkapi one-piece Chiclet Keyboard yang penempatan tombolnya lebar untuk memudahkan saat mengetik.

Satu lagi yang membuat saya tersengsem dengan ASUSPRO P2430U karena menyediakan empat buah port USB. Yupz, empat buah port USB! Jumlah tersebut lebih banyak dari mayoritas laptop yang beredar di Tanah Air. Rinciannya, tiga port untuk USB 3.0 yang menawarkan kecepatan transfer data 10 kali lipat dari USB 2.0. Bahkan, satu port USB 3.0 mendukung USB Charger+ yang bakal memudahkan saya melakukan charging pada gadget.

Bagaimana dengan keamanannya? Nah, ini yang penting. Ternyata, ASUSPRO P2430U sudah dilengkapi berbagai fitur keamanan pada hardware dan sistemnya. Sistem keamanan itu bisa diatur lewat aplikai ASUS Business Manager dengan menyetel fitur Security.

Ini sangat penting bagi saya sebagai orang lapangan yang kerap menggunakan laptop bersama-sama dengan sesama rekan jurnalis lainnya. Sistem keamanan pada ASUSPRO P2430U bisa mengunci fungsi USB dengan password. Alhasil, orang lain tidak bisa mentransfer atau mengambil data pribadi saya dari ASUSPRO P2430U tanpa seizin saya. Termasuk, dengan Harddisk-nya yang dapat dikunci menggunakan password dengan mengaktifkan fitur HDD user pasword protection.

Ini kisah saya bersama produk ASUS. Bagaimana dengan pengalaman Anda? Yuk, sharing di kolom komentar di bawah ini.***

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog Asus yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Asus Indonesia.


ASUS A43E jadi saksi suka dan duka dalam keseharian saya
*       *       *
Seri ASUSPRO P2430U yang dengan fitur melimpah
*       *       *
 ASUSPRO P2430U memiliki desain yang elegan dan memesona
*       *       *
ASUS - Intel

*       *       *



Artikel Terkait:
- Review Zenfone 3 (ZE520KL) Bukan sekadar Ponsel
Asus Luncurkan ZenPad 8.0, Tablet Multimedia Premium
Asus Zenfone 2 Laser ZE500KL: Kualitas Bintang 5 dengan Harga Kaki 5
Pengalaman Perdana Menghadiri ZenFestival 2015

Artikel Sebelumnya:
Asus Zenvolution 2016
Asus The Incredible Race: Pengalaman Tak Terlupakan
Asus Incredible Race Pecahkan Rekor MURI
Ini Parade Produk Anyar Asus pada Zenvolution 2016
Zenvolution 2016: Asus Rilis 3 Produk Anyar di Bali 7 September

*       *       *
Jakarta, 7 Januari 2017

Kamis, 24 November 2016

Kota Roma Tidak Dibangun dalam Semalam



Keberhasilan Shintaries dalam ngeblog tidak diraih dalam waktu singkat

KOTA Roma tidak dibangun dalam semalam. Demikian adagium lawas yang populer sejak abad pertengahan yang diterjemahkan dari frasa Prancis, "Rome ne s'est pas faite en un jour" (Sumber: www.dictionary.com dan www.linternaute.com).

Tepatnya, sebagai analogi untuk merefleksikan kesuksesan individu atau grup. Bahwa, untuk meraih prestasi, tidak bisa dilakukan dengan singkat. Melainkan harus butuh perjuangan yang kadang berdarah-darah hingga meneteskan air mata.

Di dunia olahraga, contohnya Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang meraih emas pada Olimpiade Rio 2016. Mungkin, kita melihat keberhasilannya itu diraih hanya pada final cabang bulutangkis yang berlangsung kurang dari tiga jam. Namun, sejatinya proses menuju juara sangatlah panjang.

Kebetulan, saya mengetahui bagaimana perjuangan langsung Owi dan Butet -julukan keduanya- sejak 2012 silam. Ya, mereka mempersiapkan diri untuk mengikuti Olimpade yang berlangsung 5-21 Agustus itu dari empat tahun sebelumnya!

Dalam periode itu, keduanya konsisten berlatih, berlatih, dan berlatih baik di pelatnas Cipayung atau tempat lainnya. Kegagalan dalam bertanding di berbagai ajang merupakan santapan sehari-hari mereka. Jungkir-balik, jatuh-bangun, lompat beberapa meter hingga terjerembab di depan net merupakan pemandangan yang lumrah dari Owi dan Butet.

Namun, pada akhirnya, kerja keras mereka membuahkan hasil. Bahkan, sangat dramatis, karena medali emas yang diraih bertepatan dengan HUT RI ke-71 yang jadi kado terindah negeri ini. Itu mengapa, saya sangat percaya dengan pepatah dari masa lampau, "Hasil tidak pernah mengkhianati proses".

*        *        *
PAGI itu, langit ibu kota masih mendung. Ditemani dua eksemplar koran umum dan olahraga bersama secangkir kopi hitam yang pahit -karena dalam hidup itu jauh lebih pahit tapi harus dinikmati- saya menikmati suasana tersebut di beranda rumah.

Karena koran sudah selesai dibaca, saya iseng membuka ponsel untuk mengecek notifikasi di sosial media. Kebetulan, sebagai orang lapangan, saya memang tidak begitu update dengan perkembangan sosial media. Hanya sesekali buka jika ada waktu luang atau ketika sedang mengikuti event.

Sekilas tidak ada yang begitu menarik dari lini masa yang saya ikuti. Mayoritas tentang Pilkada. Ah, bagi saya untuk ikut serta dalam debat seperti itu sangat tidak produktif. Alias, saya lebih memilih untuk mengerjakan sesuatu yang bermanfaat dibanding harus debat kusir di dunia maya untuk menjagokan si A, B, atau C.

Etapi, tunggu. Tiba-tiba saya terhenyak melihat "curhat" dari rekan blogger yang baru saja memenangkan lomba berhadiah jalan-jalan ke luar kota. Bukan soal ceritanya yang membuat saya terpikat. Melainkan, karena di balik kisahnya yang menurut saya berdarah-darah layaknya Owi dan Butet.

"Kamuh-kamuh ngga tau kan, saya ngga tidur karena ngerjain video malemnya setelah ambil gambar." Demikian, kalimat pamungkas dari Shintaries Nijerinda Mirantaura. Sekilas biasa saja dengan bernada curcol. Tapi, kalau ditelisik lebih lanjut, ada pesan tersirat yang sangat mendalam.

Bahwa, untuk bisa menang pada lomba tersebut, wanita kelahiran 1984 ini harus berjuang dengan ekstra keras. Mulai dari reportase langsung ke lokasi yang dituju, interview dengan pemilik restoran, hingga membuat video. Malam harinya, Shintaries bahkan tidak langsung tidur.

Melainkan harus berkutat dengan layar laptopnya untuk menulis dan mengedit video. Pada akhirnya, pengorbanannya itu terbayar lunas. Sebab, untuk kali pertama dalam hidupnya, wanita berbintang Aries ini bisa menginjakkan kaki di Sulawesi Utara. Ya, selalu ada pelangi yang indah setelah badai.

*        *        *
SAYA kali pertama mengenalnya pada 10 Januari 2015 lalu ketika mengikuti workshop Fun Blogging 3 di Gedung Cyber, Jakarta Selatan. Saat itu, Shintaries bersama Ani Berta dan Haya Aliya Zaki jadi pembicara. Acara bertema "Dari Hobi Menjadi Profesi" itu juga merupakan titik tolak saya di dunia blog.

Sebab, Fun Blogging benar-benar membuka cakrawala baru saya untuk mengenal lebih jauh tentang blogger. Tak heran jika sejak itu, saya kerap mengikuti berbagai acara blogger bersama Shintaries dan Haya. Pengecualian untuk Ani yang memang sudah saya kenal sejak 2011 lalu.

"Yang orang tau hasilnya doang^^. Dia mana tau usaha orang kaya apa :D," demikian Shintaries membeberkan rahasianya yang tidak diraih hanya dalam sekejap.

Kebetulan, nyaris dalam dua tahun ini, saya mengenal wanita bershio Tikus itu sebagai salah satu blogger yang sangat totalitas. Bahkan, harus diakui jika dirinya salah satu mentor yang menginspirasi saya di dunia ngeblog. Itu bisa dilihat dari portofolionya dengan Shintaries memiliki berbagai blog personal.

Mulai dari www.shintaries.com, www.shintaries.co, www.shintaries.info, www.shintariesnijerinda.com, dan sebagainya (saya lupa). Belum termasuk mengurusi situs yang dikelola bersama rekan-rekannya seperti www.funblogging.web.id, www.bloggerperempuan.com, www.bpnetwork.id, dan www.idcorners.com.

Kadang, saya bingung melihat banyaknya blog tersebut yang hebatnya diurus Shintaries dengan konsisten. Maklum, saya saja yang hanya punya satu blog personal ini (www.roelly87.com), yang itu pun jarang keurus. Alias, baru bisa diisi tengah malam atau dini hari WIB seusai pulang kerja.

"Kalo gue emang total ngeblog, (tentu) selain ngurus keluarga. Ya, di bawa enjoy aja. Toh berkat ngeblog, kan asyik gue bisa jalan-jalan gretong (gratis)," tutur Shintaries kepada saya dalam suatu acara.

Ya, totalitasnya itu tak heran membuat ibu dari dua anak ini kerap dipercaya sebagai narasumber di media atau  brand ambassador dari suatu produk. Bahkan, dalam catatan saya sejak 2015, berkat kesungguhannya itu, Shintaries kerap juara dalam bebragai kompetisi.

"Lomba blog itu adalah tentang bagaimana menyampaikan gagasan dan ide dasar yang beda ama yang lain. Kalo ngga gitu, gimana caranya eikeh kemaren bisa ke Lombok di antara 13rb tulisan dari peserta," wanita kelahiran Samarinda, Kalimantan Timur ini memberi kiat untuk berkompetisi di dunia blog.

Shintaries menutupnya dengan sempurna sekaligus sebagai motivasi untuk rekan blogger lainnya, "Saking sukanya jalan-jalan, saya sampai berniat resign dari kantor tiga tahun lalu. Mikirnya cuma satu, kapan lagi sih bisa punya waktu yang lebih bebas dan fleksibel pergi kemana aja. Tapi, agak riskan kalau saya keluar pekerjaan gitu aja dan ngga ada penghasilan. Walaupun sudah menabung, tapi tetap harus berjaga-jaga dong. Apalagi saya tipe yang mandiri dan tidak terlalu bergantung sama orang lain. Dan pada akhirnya, memantapkan keluar dari pekerjaan adalah sesuatu yang saya syukuri sampai hari ini."

Ya, kota Roma memang tidak dibangun dalam semalam
.***

*        *        *
Saat sharing info di Fun Blogging Session 3

*        *        *
Juara livetweet makanan asal Jepang

*        *        *
Jadi narasumber aplikasi mobile

*        *        *
Superaktif dan totalitas

*        *        *
Narasumber salah satu stasiun tv

*        *        *
Hasil tidak pernah mengkhianati proses

*        *        *
Selalu update dan men-tweet info ketika mengikuti acara

*        *        *
Dari hobi jadi profesi

*        *        *
Berkat ngeblog, bisa jalan-jalan ke berbagai daerah, termasuk di Bali, September lalu

*        *        *
Ngeblog dijalani dengan menyenangkan dan bukan sebagai beban 
*        *        *
Artikel tentang Blogger sebelumnya:
- Krishna Murti
- Kumpulan Emak Blogger
- Edu Krisnadefa
- Christie Damayanti
- Tiga Dara Blogger
- Thamrin Dahlan
-
Vema Syafei
Hazmi Srondol
Aulia Gurdi

Resensi Buku dari Blogger sebelumnya
Evrina Budiastuti
Thamrin Dahlan
Ika Noorharini

*        *        *
- Jakarta, 24 November

Rabu, 29 Juni 2016

Saling Berbagi Informasi dalam Ngabuburit Bareng Blogger dan BCA

Ngabuburit Bareng Blogger di Restoran Ocha Bella (28/6)
BANYAK kegiatan yang dilakukan saat Ramadan untuk menunggu berbuka puasa. Ada yang tadarusan dan salawatan di Masjid, olahraga, mendengarkan musik, main game, bercatur ria sambil mengasah otak, dan berbagai aktivitas positif lainnya.

Dalam kehidupan sehari-hari, periode waktu untuk menunggu berbuka puasa dikenal sebagai ngabuburit. Istilah yang dalam bahasa Sunda berarti menunggu pergantian waktu jelang terbenamnya matahari. Kebetulan, karena memiliki darah Sunda, ngabuburit jadi aktivitas yang sering saya lakukan jika sedang libur kerja.

Terutama pada Ramadan sekarang dengan kegiatan sebagai blogger membuat saya kerap menghadiri acara tersebut untuk buka bersama (bukber) puasa. Salah satunya seperti yang terjadi kemarin di Restoran Ocha Bella, Jalan KH. Wahid Hasyim, Jakarta Pusat.

Acara bertema "Ngabuburit Bareng Blogger" itu diselenggarakan Bank Central Asia (BCA) yang undangannya disampaikan komunitas Blogger Perempuan melalui Shintaries Nijerinda. Ini kali ketiga saya mengikuti acara yang diadakan BCA setelah sebelumnya pada Liga Mahasiswa 28 Oktober 2015 dan diskusi menjelang BCA Indonesia Open 2016 (27/5).

*       *       *
SIANG itu, Selasa (28/6), sang surya memancarkan sinarnya dengan kuat. Saya yang berada di halaman Markas Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya, seusai meliput suatu acara, langsung bergegas menuju kawasan Menteng dengan diiringi teriknya matahari. Berdasarkan, perhitungan di aplikasi GPS di ponsel saya, jarak dari kawasan Semanggi menuju lokasi tidak sampai 30 menit.

Namun, apa daya, ternyata Jakarta merupakan kota yang tidak bisa ditebak. Alias, saya nyaris menempuh waktu dua jam akibat sepanjang Jl. Jenderal Sudirman hingga kawasan Menteng yang super-macet. Itu belum termasuk putar arah plus salah jalan karena sepeda motor tidak dapat melewati Jl. M. H. Thamrin.

Alhasil, saya baru tiba pukul 16.20 WIB yang berarti telat nyaris satu jam. Seusai registrasi, yang saya cari pertama kali tentu stop kontak mengingat baterai laptop saya tinggal 20 persen karena digunakan sejak pagi. Ketika ingin memasang charger ke stop kontak, sudah diisi dengan ponsel milik pengunjung lain.

Akhirnya, saya pun menanyakan kepada pramuniaga Ocha Bella yang menjawab tidak memiliki stop kontak lagi. Kebetulan, saat itu pria paruh baya yang sedang mengisi ponselnya mendengar sambil menawarkan untuk memberi gantian kepada saya. Tentu, saya menolaknya dengan halus karena merasa tidak enak, sebab beliau juga sedang mengisi baterai ponselnya.

Namun, sosok berkacamata itu dengan ramah mempersilakan saya untuk menggunakan stop kontak tersebut karena baterai ponsel miliknya sudah hampir penuh. Ya sudah, karena mendapat tawaran tersebut, saya pun langsung men-charger baterai laptop.

Selanjutnya, saya pun nimbrung bersama beberapa rekan blogger yang asyik foto bersama dengan backdrop bertuliskan "Ngabuburit Bareng Blogger" dan dua pria yang berdandan ala Timur Tengah. Yang menarik, ternyata itu merupakan layanan foto instan yang langsung cetak. Yeeee, hasil foto saya -kebetulan memakai baju koko- seperti pangeran yang diapit dua pengawal seperti film Aladdin.

*       *       *
ACARA yang memuncaki daftar trending topic di twitter dengan hashtag #InovasiBCA ini dimulai dengan sambutan Manager BCA, Iwan Isdawarman. Saya pun beranjak ke depan panggung untuk mengambil gambarnya. Eh, tunggu... Perasaan kenal dengan pria berkemeja pendek ini. Olala...

Ternyata, sosok ramah yang memberi saya gantian untuk men-charger baterai laptop itu merupakan perwakilan BCA. Jadi ingat kata pepatah, "Tak kenal maka tak sayang", sebab dari kemejanya sudah berlogo BCA, tapi berhubung saat itu saya baru sampai, jadi tidak memerhatikan.

Dalam kesempatan itu, pencinta fotografi ini mengatakan, BCA sudah lama melakukan pendekatan dengan media digital. Untuk itu, Iwan pun berharap, blogger bisa bekerja sama dengan pihaknya (BCA) demimemberi edukasi masyarakat tentang keamanan dan kenyamanan di dunia digital. Menurutnya, ada kesamaan antara blogger dan BCA karena sama-sama menggunakan teknologi.

Sesi berikutnya, Reza Sadha, berbagi pengetahuan mengenai vlogger. Pria kelahiran 24 September ini memang dikenal sebagai salah satu youtuber populer di Indonesia. Maklum, Reza, memiliki 59 ribu pelanggan di laman youtube-nya. Itu berkat berbagai videonya yang lucu dan gokil hingga membuat penonton di youtube terkesan.

Reza pun turut membeberkan rahasianya agar video dari blogger mampu menyedot perhatian di youtube. Salah satunya dengan menggunakan judul dan thumbnail (foto utama berukuran kecil) sebagai magnet yang membuat pengunjung tertarik. Yang terpenting, menurut Reza, jadi vlogger jangan takut dengan haters yang selalu mem-bully. Justru, itu dijadikan sebagai motivasi dalam berkarya.

Selanjutnya, giliran Prima Utama Immanuel perwakilan dari BCA yang menjelaskan tentang layanan Sakuku. Yaitu, dompet elektronik yang dapat digunakan bertransaksi melalui aplikasi smartphone dalam melakukan pembayaran belanja, isi pulsa, dan transaksi perbankan lainnya.

Sebagai nasabah BCA sejak anak-anak hingga beberapa teman sebaya kini sudah memiliki anak, tentu pemaparan dari Prima sangat menarik. Bisa dipahami mengingat saya belum mengenal aplikasi ini. Sebelumnya, lini produk BCA yang saya punya hanya rekening tahapan, kartu kredit, Flazz, Kompasiana Community Card, dan yang teranyar Xpresi.

Menurut Prima, dengan Sakuku kian memudahkan masyarakat dalam transaksi keuangan. Itu mengapa saya langsung tertarik untuk mengunduhnya di ponsel saya. Kebetulan, kita cukup download gratis di Google Playstore. Setelah terinstal, Sakuku bisa digunakan untuk berbagai transaksi di berbagai merchant. Termasuk, di online shop serba ada seperti Blibli.com dan Kaskus.co.id yang merupakan favorit saya via FJB (forum jual beli).

*       *       *
TEPAT pukul 17.51 WIB, azan magrib pun berkumandang. Kami pun menyegerakan untuk buka puasa di restoran yang memiliki menu andalan masakan khas Jepang dan Italia ini. Setelah berbuka dengan yang manis, acara dilanjutkan dengan pembagian doorprize dan foto bersama dengan seluruh blogger, narasumber, MC, dan tim BCA.
*       *       *
Narsis dulu sebelum acara dimulai

*       *       *
Yeeee, ini foto saya dan beberapa rekan blogger yang langsung jadi

*       *       *
Satu... Dua... Tiga... Senyum yang manis yaaaaa :)

*       *       *
Dua MC gokil yang menyegarkan acara

*       *       *
Sambutan dari Manajer BCA Iwan Isdawarman

*       *       *
Reza Sadha berbagi tips jadi vlogger

*       *       *
Prima Utama Immanuel menjelaskan tentang layanan Sakuku

*       *       *
Dengan aplikasi Sakuku, kita dimudahkan dalam transaksi keuangan

*       *       *
Rekan blogger menyimak jalannya acara

*       *       *
Risalah bergaya saat difoto dengan kacamata ibunya, Suci Santi

*       *       *
Sesi tanya jawab rekan blogger

*       *       *
Berbukalah dengan yang manis, termasuk fotonya :)

*       *       *
Iwan yang ternyata...

*       *       *
Salah satu penggawa di balik foto instan

*       *       *
Petugas keamanan tetap sigap berjaga setelah berbuka puasa
*       *       *
Artikel Terkait BCA Group
- Pengalaman Ngabuburit di RPTRA Krendang
Kemeriahan BCA Indonesia Open 2016
Rindu Juara di BCA Indonesia Open 2016
Sejuta Xpresi dengan BCA dan Liga Mahasiswa

*       *       *
- Jakarta, 29 Juni 2016