TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Piala Dunia 2006: Akhir Generasi Emas dan Debut Calon Legenda

Serial Catatan Harian Ojol

Serial Catatan Harian Ojol
Serial Catatan Harian Ojol

Selasa, 09 Juni 2026

Piala Dunia 2006: Akhir Generasi Emas dan Debut Calon Legenda

Piala Dunia 2006: Akhir Generasi Emas dan Debut Calon Legenda

Selebrasi skuat Italia di Piala Dunia 2006 (Foto: Fifa.com)


PIALA Dunia 2026 tinggal menghitung hari. Ya, turnamen sepak bola antarnegara terakbar di kolong langit itu berlangsung pekan ini.

Tepatnya, Kamis (11/6) hingga 19 Juli mendatang yang diselenggarakan di tiga negara. Itu meliputi Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko.

Bagi saya pribadi, seperti dua edisi sebelumnya, Piala Dunia 2026 seperti ada yang kurang. Maklum, ini kali ketiga beruntun Italia gagal lolos setelah 2022 dan 2018.

Sebagai fan Gli Azzurri, jelas saya merasa World Cup ke-23 ini agak biasa aja. Tetap bakal nonton di tv atau streaming, tapi ga ada ekspektasi apa-apa.

Terlebih, dengan kegagalan Indonesia di kualifikasi zona Asia. Sumpah, meski udah lewat lama, tapi keselnya masih terasa sampe sekarang.

Andai aja STY ga dipecat...

Andai bukan PK yang gantiin...

Andai John Herdman lebih awal ditunjuk...

Andai... Aa... Aa... Aku jadi konglomerat! Btw, ini lirik lagu Oppie Andaresta, ya. Hehehe...

Yaudahlah, move on! 

Btw, Piala Dunia 2026 ini merupakan edisi kesembilan yang saya ikuti. Wow!

Ketahuan tuanya dong.

Yongkru.

Saya kali perdana kenal Piala Dunia pada 1994. Saat itu, gol bunuh diri Andres Escobar, selebrasi gendong bayi ala Bebeto, dan tendangan ke langit dari eksekusi penalti Roberto Baggio, sangat diingat bagi saya hingga kini.

Empat tahun berselang, usai krismon, saya dan ratusan juta rakyat Indonesia dapat hiburan sebulan penuh dari Negeri Menara Eiffel.

Nah, pada Piala Dunia 2022 ini, jam tayangnya paling bersahabat. Sebab, diselenggarakan di Asia yang banyak pertandingan berlangsung sore.

Puncaknya, di Piala Dunia 2006. Italia juara diiringi kontroversi Zinedine Zidane yang kena kartu merah.

Sumpah, bagi saya pribadi, 20 tahun silam itu jadi momen paling berkesan. Itu mengapa, saya menobatkan Piala Dunia 2006 di Jerman sebagai yang terbaik 

Terlepas saya sebagai fan Italia, faktanya di Piala Dunia 2006 itu seperti estafet. Akhir dari generasi emas seperti Zidane, Ronaldo Nazario, Luis Figo, David Beckham, Michael Ballack, Juan Román Riquelme, Hidetoshi Nakata, dan banyak legenda lainnya yang melakoni edisi pamungkas di World Cup.

Di sisi lain, muncul berbagai bintang yang kelak bersinar sebagai legenda besar sepak bola. Mulai Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, Arjen Robben, Andres Iniesta, dan sebagainya.

Beberapa dari mereka masih aktif. Bahkan, Piala Dunia 2026 ini bisa disebut sebagai tarian terakhir Ronaldo dan Messi.

Siapa yang akan juara, bagi saya ga penting. Absennya Indonesia dan Italia membuat saya cukup menikmati Piala Dunia 2026 sebagai penonton yang duduk manis depan layar tv atau hp.

Ya, World Cup memang bukan sekadar turnamen sepak bola saja. Melainkan, hiburan bagi masyarakat luas di tengah ketidapastian situasi sulit saat ini.

Saya pribadi, enggan memprediksi tim yang juara, jadi kuda hitam, atau pemain terbaik. Namun, kalo menyimak perkembangan dalam beberapa tahun terakhir, Spanyol, Prancis, dan Argentina berpeluang paling kuat.

Atau, bisa jadi ada kuda hitam.

Toh, dua dekade silam, mayoritas pencinta sepak bola, termasuk saya mengakui Brasil (sebagai juara bertahan), Jerman (tuan rumah), Argentina, Prancis, Belanda, dan Portugal yang berpeluang kuat juara. Faktanya, justru Italia yang mengangkat trofi usai menang adu penalti secara dramatis di Piala Dunia 2006

Padahal, waktu itu terkuak calciopoli. Skandal memalukan di Serie A yang melibatkan klub favorit saya, Juventus.

Pengadilan pun memutuskan I Bianconeri harus degradasi di Serie B 2006/07. Keputusan itu mengguncang skuat Italia yang ditangani Marcello Lippi karena diperkuat mayoritas pemain Juve.

Namun, di tengah suasana kelam, justru Italia juara. Mengubur mimpi indah Zidane yang ingin mengakhiri karier dengan trofi Piala Dunia keduanya setelah 1998.

Ah, ga terasa udah 20 tahun berlalu sejak momen dramatis di Berlin saat Alessandro Del Piero dan kawan-kawan angkat trofi...


Edisi - Tuan Rumah - Juara (Rating pribadi)

1994: Amerika Serikat (Brasil) ***

1998: Prancis (Prancis) ****

2002: Korea Selatan-Jepang (Brasil) ****

2006: Jerman (Italia) *****

2010: Afrika Selatan (Spanyol) *

2014: Brasil (Jerman) ****

2018: Rusia (Prancis) **

2022: Qatar (Argentina) *

2026: AS-Kanada-Meksiko (?)


*          *          *


- Jakarta, 9 Juni 2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Maaf ya, saat ini komentarnya dimoderasi. Agar tidak ada spam, iklan obat kuat, virus, dan sebagainya. Silakan komentar yang baik dan pasti saya kunjungi balik.

Satu hal lagi, mohon jangan menaruh link hidup...

Terima kasih :)