TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Asian Games

Serial Catatan Harian Ojol

Serial Catatan Harian Ojol
Serial Catatan Harian Ojol
Tampilkan postingan dengan label Asian Games. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Asian Games. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 Juni 2021

Nostalgia Asian Games 2018

Nostalgia Asian Games 2018

Album CD Asian Games 2018
(foto: dokumentasi pribadi/www.roelly87.com)



abis ngalong belom bisa tidur. nonton Loki, baru rilis eps 3. liat channel Video Legend belom update.


sambil beresin lemari nemu CD Asian Games 2018. mau dibuka sayang, masih segel. kenang-kenangan otentik yang belom tentu Indonesia jadi tuan rumah event besar lagi dalam 10 tahun ke depan.


sebenernya di youtube atau platform musik digital lainnya sudah ada track Asian Games 2018. tapi terasa beda dibanding dengerin via CD atau kaset. 


sama seperti baca buku, koran, majalah, dan lain2. lebih asyik secara fisik ketimbang digital via online atau pdf. ada sensasi tersendiri saat membolak-balikkan  halaman demi halaman. apalagi, saat mencium aroma kertas yang khas. feel itu ga bisa tergantikan dengan scroll di layar laptop atau hp...




#AsianGames2018

#AsianGames

- Jakarta, 25 Juni 2021

Senin, 27 Agustus 2018

Kevin/Marcus Itu Racun, tapi Rasa Stroberi!


Foto bersama tim beregu putra Indonesia usai mendapatkan medali perak
Asian Games 2018

ANTUSIASME penonton untuk mendukung setiap wakil Indonesia yang bertanding di Asian Games 2018 ini sangat luar biasa. Itu terlihat di kawasan Komplek Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat.

Sejak pagi,  sudah banyak masyarakat yang mendatangi komplek olahraga terbesar di Tanah Air. Maklum Senin (27/8) ini terdapat beberapa pertandingan yang melibatkan wakil Merah-Putih di Komplek GBK.

Mulai dari Karate di Jakarta Convention Center (JCC), Squash (Squash Arena), Voli (Voli Arena), Basket 5x5 (Basket Hall), dan bulu tangkis (Istana Olahraga). Setiap cabang olahraga (cabor) memiliki penggemar masing-masing.

Salah satunya, bulu tangkis yang hari ini mempertandingkan tunggal putra dan ganda putra. Terdapat empat wakil Indonesia yang akan bertanding mulai pukul 12.30 WIB.

Namun, mayoritas masyarakat sudah memadati GBK sejak pagi. Termasuk, Nindya Arifin, yang bersama empat rekannya sudah tiba dari pukul 09.00 WIB.

“Ga sabar nunggu Mpin main. Semoga bersama Sinyo bisa lolos ke final besok,” kata Nindya, saat ditemui TopSkor.id di GBK sambil menyebut panggilan akrab untuk Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon.

Kebetulan, mahasiswi asal Jagakarsa ini memarkirkan kendaraannya di salah satu pusat perbelanjaan di Pintu Satu Senayan. Dari mal yang bersebelahan dengan gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan itu, Nindya jalan kaki menuju Istora.

“Capek sih. Lumayan jauh. Namun, gimana lagi. Yang penting, sebagai masyarakat kami berusaha untuk mendukung wakil Indonesia bertanding. Semoga bulu tangkis bisa mewujudkan target emas,” Nindya, menambahkan.

Sepanjang pesta olahraga antarnegara Asia ini berlangsung, GBK memang steril terhadap kendaraan. Kecuali bagi atlet, ofisial, Presiden dan Wakil Presiden serta tamu VIP

Namun, Panitia Nasional Penyelenggara Asian Games XVIII/2018 (INASGOC) menyediakan kantong-kantong parkir bekerja sama dengan sejumlah pihak. Baik itu di mal, Kementerian Pemuda dan Olahraga, SCBD, dan sebagainya.

“Bangkrut kita kalo tiap hari kayak gini. Bayangkan, per jamnya saja berapa Ini nonton dari pagi sampai malam. Namun, tidak apa-apa Asian Games 2018 ini kan kali kedua Indonesia jadi tuan rumah setelah 1962. Butuh 56 tahun lho. Mungkin, Indonesia jadi tuan rumah lagi pas kita-kita sudah jadi nini-nini,” lanjut Nindya, semringah yang memberi warna dalam perjalanan menuju Istora.

“Emas bisa lah dua dari bulu tangkis. Ganda putra dan tunggal putra masing-masing satu. Semoga bisa All Indonesian Final di dua nomor itu,” Yanti Oktavia, rekan Nindya, menimpali.

Ya, selain Kevin/Marcus, ada Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang tampil di ganda putra. Sementara, untuk tunggal putra diwakili Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie.

“Jojo (Jonatan) itu ganteng banget. Senyumnya bikin meleleh,” Wiwin Laksana, salah satu dari rombongan mereka buka suara.

“Biasa saja. Gw sih lebih tertarik lihat (Carolina) Marin. Sayangnya dia ga tampil,” Agus Rukmana,  salah satu dari dua pria yang berada di rombongan tersebut menimpali.

“Yeee, lo mah cowo. Liatnya yang bening-bening terus. Lagian, Marin mah Spanyol. Ga mungkin (tampil) di Asian Games,” Yanti, mengomentari.

“Kalo gw sih siapa saja yang penting bisa mengharumkan Indonesia. Etapi kalo bisa sih Kevin/Marcus juara. Maaf ya, untuk penggemar Fajar/Rian,” Nindya, kembali buka suara.

“Bagi gw, Kevin/Marcus itu racun,  tapi rasa stroberi. Nonton pertandingan mereka selalu deg-degan. Namun, justru bikin nagih,” dara 21 tahun ini melanjutkan dengan ekspresi datar yang membuatnya diserbu kawan-kawannya dengan balon tepuk dari sponsor.

“Emang ngeselin sih Mpin sama Sinyo. Namun, ga seru nonton mereka. Setiap lewat perempat final, Kevin/Marcus sudah autowin,” Adi Anggoro yang sejak tadi sibuk dengan smartphone-nya akhirnya angkat bicara.

“Fajar/Rian boleh juga. Kalem tapi mematikan,” lanjut Yanti.

Tak terasa, perbincangan hangat dengan mereka membuat perjalanan terasa singkat TopSkor.id pun berpisah dengan kelima mahasiswa dari salah satu perguruan tinggi Jakarta Pusat tersebut.

Mereka menuju gate penonton dan TopSkor.id ke arah media. Tak lama usai mengucapkan terima kasih karena bersedia diwawancarai sepanjang jalan, terdengar sayup-sayup kehebohan dari kelimanya.

“Kevin/Marcus kan dibilang autowin. Berarti menang di semifinal.”

“Juaranya Fajar/Rian.”

“Misaki (Matsutomo)/Ayaka (Takahashi) juga boleh.”

“Ih gw dora aja deh (Chen Qingchen/Jia Yifan).”

“Jojo 100%.”

“Ginting lah.”

“Biar adil, siapa pun yang juara, pak Haryanto paling konsisten. Habis, setiap hari beliau selalu di Istora sih.”

“Setuju.”***

- Jakarta, 27 Agustus 2018
(Artikel ini sebelumnya dimuat di www.TopSkor.id)

Jumat, 24 Agustus 2018

20 Tahun Tissot Jadi Pencatat Waktu di Asian Games


Rekan blogger Zata Ligouw sedang mengabadikan keindahan empat jam tangan
Tissot edisi khusus Asian Games 2018
(Klik untuk perbesar foto dan geser untuk melihat gambar lainnya)


ADAGIUM lawas mengatakan, "Waktu adalah uang". Yupz, meski tidak meyakini, tapi saya percaya dengan pepatah kuno tersebut. Sebab, ketepatan waktu merupakan hal yang mutlak.

Misalnya, sebagai jurnalis olahraga atau blogger, saya tidak pernah main-main dengan waktu. Tepat waktu jadi kunci dalam berbagai hal. Baik itu dalam kehidupan sehari-hari, profesi, keluarga, dan lainnya.

Nah, terkait waktu, saya jadi ingat dengan Tissot. Yaitu, merek jam tangan tradisional nomor satu dari Swiss. Tissot merupakan produsen arloji ternama. Kualitasnya tidak pernah diragukan. Selain itu, Tissot juga kerap jadi penanda dalam suatu event akbar olahraga. Termasuk, Asian Games yang sudah berlangsung sejak 1998 hingga kini.

Nah, saat ini, Tissot memperingati dua dekade kerja sama dengan Dewan Olimpiade Asia (OCA). Yaitu, sebagai official timekeeper Asian Games 1998, 2002, 2006, 2010, 2014, dan 2018. Sejak saat itu, perusahaan yang didirikan Charles-Felicien Tissot dan Charles-Emile Tissot pada 1853 ini jadi acuan waktu dalam setiap pertandingan. Baik itu kepada atlet, wasit, ofisial,  pelatih, hingga penonton, untuk menyimak catatan waktu atau rekor.

Bisa dipahami mengingat Tissot dan Asian Games mementingkan nilai yang sama. Itu meliputi tradisi, presisi, dan passion. Seperti merek jam tangan, Asian Games yang diadakan setiap empat tahun sekali ini memiliki kekayaan sejarah sejak diselenggarkan kali pertama pada 1951.

*        *        *

ASIAN  Games merupakan acara tertua serta paling bergengsi dalam kalender OCA. Asian Games diikuti banyak peserta dari berbagai negara di Asia yang merupakan ajang kompetisi berbagai cabang olahraga terbesar kedua di kolong langit setelah Olimpiade.

"Asian Games mencerminkan semangat Tissot yang terlihat dari keberagaman dan dinamisme. Ajang sekelas ini juga memungkinkan Tissot menunjukkan kualitas pencatatan waktu yang sempurna dan akurat untuk membuktikan kualitas produk kami," kata Presiden Tissot Francois Thiebaud.

Menurutnya, pengalaman sebagai pencatat waktu resmi Asian Games sejak 1998 jadi alasan bagi Tissot untuk terus meningkatkan kualitas. Perusahaan yang bermarkas di Le Locle, Swiss, ini ingin memberikan presisi yang lebih baik serta lebih banyak inovasi.

"Ini seperti yang kami lakukan untuk jam buatan kami. 'Innovators dengan tradisi' merupakan motto kami. Hal ini yang terus kami lakukan," Thiebaud, menambahkan yang didampingi peraih emas Olimpiade 2016 Rio de Janeiro, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

Nah, dalam rangka merayakan 20 tahun kemitraan dengan OCA untuk Asian Games, Tissot dengan bangga mempersembahkan empat jam tangan Limited Edition. Edisi khusus ini hanya dibuat demi Asian Games 2018.

- Tissot T-Touch Expert Solar
Perjalanan Tissot dalam tactile technology sangat sukses dan jadi leader di dunia. Sejak kali pertama diluncurkannya jam tangan dengan layar sentuh, Tissot T-Touch pada 1999 Ini jadi langkah penting dalam dunia pembuatan jam tangan yang memberikan berbagai fungsi yang memudahkan berbagai kegiatan. Technology layar sentuh menyediakan berbagai fungsi, antara lain meteo, kompas, altimeter, alarm, chronograph,  dan lainnya.

- Tissot Chrono XL Classic
Jam chronograph dengan diameter 45mm merupakan model terbaru dalam koleksi Tissot.

- Tissot PR 100 Gent and Tissot PR 100 Lady
Dengan precision and robustness (ketepatan dan kekuatan) sejak kali pertama diluncurkan pada 1984, PR 100 selalu jadi best-seller dan sangat diandalkan penggunanya.

*        *        *

DEMIKIAN fakta yang saya rangkum usai menghadiri press conference "Celebrating the 18th Anniversary Partnership of Tissot and Asian Games" di Hotel Mulia, Jakarta Pusat, Minggu (19/8). Alias, hanya beberapa jam setelah menyaksikan pembukaan Asian Games 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Dua acara yang berlangsung dengan selang jam itu jadi salah satu periode menarik saya sepanjang tahun ini. Untuk Tissot, saya tidak asing lagi. Sebagai penggemar olahraga, saya kerap menyaksikan Tissot sebagai sponsor utama dalam berbagai event major. Misalnya, MotoGP, Superbike, Tour de France, hoki, hingga NBA .

Tissot juga merupakan andalan berbagai pesohor di muka bumi. Mulai dari pembalap F1, Marc Marquez, Jorge Lorenzo (MotoGP), Tony Parker (NBA), hingga Liu Yi Fei (pameran Mulan).

Tak heran, dalam 165 tahun keberadaannya, Tissot jadi salah satu merek jam tangan ternama di dunia. Brand yang terkenal premium ini terjual di lebih dari 160 negara, termasuk di Indonesia. Nah,di Tanah Air, Tissot bisa ditemukan pada 106 gerai. Mulai dari Tissot Boutique Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, hingga gerai atau butik lainnya di berbagai kota di Indonesia.


Tertarik jadi bagian dari eksklusivitas bersama Tissot? Simak info di bawah ini:
Website: www.tissotwatches.com
Twitter: twitter.com/tissot
Facebook: facebook.com/Tissot
Instagram: instagram.com/tissot_official
Youtube: youtube.com/tissot

*        *        *
Rekan blogger Anita Mayaa terpikat dengan Tissot PR 100 Lady yang memesona

*        *        *
Saya pun penasaran ingin melihat lebih dekat dengan limited edition Tissot
untuk Asian Games 2018 (Foto: Imawan Anshari)

*        *        *
Tissot T-Touch Expert Solar yang sangat elegan

*        *        *
Presiden Tissot Francois Thiebaud menjelaskan kepada kami arti ketepatan waktu
yang diintepretasikan Tissot lewat berbagai inovasi pada jam tangan

*        *        *
Thiebaud memberikan miniatur lonceng kepada Tontowi Ahmad dan Liliyana
Natsir sebagai simbol ketepatan waktu

*        *        *
Tontowi/Liliyana merupakan andalan Indonesia untuk merebut medali emas
di Asian Games 2018 lewat cabang olahraga bulu tangkis ganda campuran

*        *        *
Rekan blogger Nur Said mendapat doorprize jam tangan Tissot edisi khusus
 Asian Games 2018

*        *        *
Foto bersama Thiebaud dan blogger. Asli, pria asal Swiss ini sangat ramah
dan bersahaja dalam melayani diskusi

*        *        *
Tissot mencatat waktu dalam cabang olahraga renang di Asian Games 2018
yang berlangsung di Stadion Akuatik, Gelora Bung Karno

*        *        *
Berbagai aksi pemain terbaik Indonesia dalam mencetak skor di bulu tangkis
dicatat Tissot dengan akurat di Istana Olahraga, Gelora Bung Karno

*        *        *

- Jakarta, 22 Agustus 2018

Jumat, 27 Juli 2018

Di Balik Suksesnya Asian Games 2018, Ada Dukungan dari Anak-anak


Foto bersama siswa-siswi SD dalam acara Sejuta Dukungan untuk Indonesia
pada Asian Games 2018
(Klik untuk perbesar gambar atau geser untuk melihat foto lainnya)

ASIAN Games 2018 tinggal menghitung hari. Tepatnya, berlangsung pada 18 Agustus hingga 2 September mendatang. Saat ini, berbagai persiapan yang dilakukan Panitia Nasional Penyelenggara Asian Games XVIII/2018 (INASGOC), Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Sumatera Selatan, serta berbagai pihak terkait sudah nyaris rampung.

Baik itu venue atau fasilitas pendukung lainnya. Bahkan, sejak 18 Juli lalu yang bertepatan dengan sebulan Asian Games 2018 sudah dilakukan Torch Relay.

Sebagai tuan rumah, Indonesia menargetkan empat kesuksesan (4S) pada Asian Games 2018 ini. Itu meliputi sukses prestasi, penyelenggaraan, administrasi, dan ekonomi. Nah, dukungan agar Indonesia meraih yang terbaik pada pesta olahraga antarnegara Asia ini juga datang dari siswa-siswi dari 100 Sekolah Dasar (SD) di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Mereka menyampaikan surat dukungannya bagi para atlet nasional yang akan berlaga di Asian Games 2018. Inisiatif bertajuk Sejuta Dukungan untuk Indonesia ini diinisiasi Asia Pulp and Paper (APP) Sinar Mas. Acara ini diselenggarakan di Wisma Kemenpora, Jakarta Pusat, Kamis (26/7).

Program ini jadi salah satu kontribusi APP Sinar Mas melalui merek buku tulis andalannya, Sinar Dunia (SIDU) demi menggalang dukungan masyarakat bagi Indonesia selaku tuan rumah Asian Games 2018

Turut hadir dalam kegiatan mulia ini, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam NahrawiCahyadi Wanda (Vice Director of Revenue INASGOC), Jonni Mardizal (Staf Ahli Menpora Bidang Ekonomi Kreatif), dan Vincent Kosasih (atlet nasional basket). Sementara, dari Sinar Mas ada Saleh Husin (Managing Director) dan Sovan K. Ganguly (APP Sinar Mas Consumer Business Unit Head).

"Saya sangat bangga menyaksikan anak-anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar sudah tergerak menuliskan ribuan surat untuk mendukung para atlet Indonesia yang akan bertanding di Asian Games 2018," kata Imam dengan terharu saat memberi sambutan.

"Apa yang dilakukan anak-anak ini akan memberikan dampak emosional yang kuat dalam membangun mentalitas atlet Indonesia saat bertanding. Saya berharap anak-anak lainnnya di seluruh Indonesia terinspirasi untuk melakukan hal yang sama. Yaitu, memberikan dukungan dan doa untuk para atlet yang akan bertanding."

Imam mengungkapkan, para atlet yang akan bertanding di Asian Games 2018 ini sudah melewati ratusan hari hingga ribuan jam untuk berlatih. Itu mengapa, mereka sangat membutuhkan dukungan dari semua kalangan demi melewati batas kemampuannya.

Apa yang dilakukan siswa-siswi SD yang diwadahi APP Sinar Mas ini membuat Menpora optimistis. Yaitu, Indonesia bisa mewujudkan 4S pada Asian Games 2018. Imam juga enggan ketinggalan untuk menulis dukungan terkait Asian Games 2018 bersama anak-anak.

"Ini kandang kita, Bung! Harus juara," demikian pesan Menpora dengan singkat tapi memiliki arti mendalam. Asian Games 2018 merupakan yang kedua bagi Indonesia sebagai tuan rumah. Sebelumnya terjadi pada 1962 silam.

"Kami merasa terhormat dapat berkontribusi menumbuhkan nasionalisme generasi muda Indonesia pada momentum Asian Games 2018. ini Salah satunya lewat gerakan nasional yang kami rintis untuk memperkuat budaya menulis pada anak," Sovan, menjelaskan di balik terbentuknya Sejuta Dukungan untuk Indonesia.

Apa yang dilakukan APP Sinar Mas mendapat apresiasi dari INASGOC. Cahyadi menegaskan pentingnya dukungan dari berbagai pihak dalam mensukseskan Asian Games 2018. Baik itu masyarakat atau pihak swasta.

"INASGOC mengapresiasi inisiatif APP Sinar Mas melalui SiDU untuk menggalang dukungan masyarakat hingga ke tingkat siswa-siswi Sekola Dasar. Kami berharap, momentum Asian Games 2018 dapat memperkuat semangat nasionalisme bangsa ini. Khususnya, generasi muda untuk senantiasa mengharumkan Indonesia," kata Cahyadi, optimistis.

APP Sinar Mas merupakan official partners INASGOC untuk Asian Games 2018. Mereka turut berpartisipasi dalam berbagai hal untuk mensukseskan edisi ke-18 dari pesta olahraga yang mengusung tema Energy of Asia ini. Baik itu lewat sponsorships senilai empat juta dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 57,8 miliar serta program di lapangan. Sebelumnya, APP Sinar Mas sudah membangun Pusat Bowling Jakabaring di Palembang senilai Rp 27 miliar yang digunakan sebagai venue Asian Games 2018.

"Kami merasa terhormat dapat berkontribusi menumbuhkan nasionalisme generasi muda Indonesia pada momentum Asian Games 2018 ini. Salah satunya lewat gerakan nasional yang kami rintis untuk memperkuat budaya menulis pada anak-anak," Sovan, menerangkan.

Apa yang dilakukan APP Sinar Mas bersama lini usaha lainnya dalam Sinar Mas Grup ini jadi perwujudan nyata komitmen terhadap negeri. Kebetulan, sebagai blogger atau jurnalis olahraga, saya kerap mengamati kontribusi mereka. Baik itu dalam bidang olahraga, budaya, sosial, lingkungan hidup, dan sebagainya.

Misalnya, ketika jadi pendukung utama dalam Bonn Challenge 2017 di Sepucuk, Kayu Agung, Sumatera Selatan. Bahkan, selain pembangunan Pusat Bowling Jakabaring, APP Sinar Mas juga berpartisipasi dalam renovasi 16 Gelanggang Olahraga (GOR) di Jakarta. Jangan lupakan dengan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kalijodo.

"Kami berharap, lewat inisiatif ini bisa menggalang dukungan bagi para pahlawan modern dalam rupa atlet nasional kita. Sekaligus, menyiapkan anak-anak Indonesia untuk menjadi generasi pahlawan berikutnya. Salah satunya, dengan membangun kebiasaan menulis untuk meningkatkan kompetisi," Sovan, melanjutkan.

Ya, pada era sekarang ini, memang sudah lumrah melakukan banyak hal secara digital. Termasuk, menuangkan ide lewat mengetik di komputer, laptop, atau smartphone. Namun, bagi saya, menulis di atas kertas sangat tidak tergantikan. Bukan karena saya bekerja di suatu media cetak saja.

Melainkan, beda jika harus menulis atau ketika saya mengasosiasikan sebagai pembaca. Membaca buku, koran, majalah, dan sebagainya itu lebih terasa lewat fisik dibanding digital. Sebab, ada sensasi tersendiri ketika saya harus membolak-balik halaman ketimbang hanya menggeser layar.

Nah, ini berkolerasi dengan SiDU yang percaya bahwa menulis di atas kertas memiliki tiga manfaat utama untuk membangun kompetensi anak. Yaitu, meningkatkan kecerdasan, daya ingat, dan kreativitas. Selain itu, menulis juga dapat menyalurkan sisi emosional anak secara positif. Fakta itu yang melatarbelakangi SiDU untuk meluncurkan gerakan nasional Ayo Menulis Bersama SiDU pada September 2017.

"Selama lebih dari tiga dekade, SiDU telah menemani kegiatan menulis konsumen mulai dari usia sekolah hingga bekerja melalui berbagai inovasi, produk, dan program edukatif. Sejalan dengan APP Sinar Mas, kami terus berkomitmen untuk mendukung Indonesia menuliskan masa depannya, termasuk lewat inisiatif bersama anak-anak untuk Asian Games 2018," tutur Sovan.

Ya, pada Asian Games 2018 ini, APP Sinar Mas turut menyediakan berbagai produk terbaik kebanggaan bangsa untuk mendukung operasional. Itu terdiri dari 20 ribu rim kertas Sinar Dunia (SiDU) dan 5 ribu pak tisu Paseo yang merupakan produk resmi Asian Games 2018. Kedua produk ini hadir dalam kemasan khusus untuk membantu meningkatkan perhatian publik demi mendukung kesuksesan Asian Games 2018.

Seperti kata Menpora, bahwa Asian Games 2018 diselenggarakan di Indonesia. Sebagai tuan rumah, kita harus jadi yang terbaik. Di balik kesuksesan itu ada dukungan dari ratusan siswa-siswi SD dan anak-anak di seluruh penjuru Tanah Air.

Yuk, bersama kita satukan energi #UntukMuIndonesiaKu demi suksesnya Asian Games 2018!***

*          *          *
Ritual wajib bersama rekan blogger dengan foto bersama sebelum acara dimulai

*          *          *
Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi turun dari kendaraan dinasnya
bertuliskan Asian Games 2018 yang disambut Managing Director Sinar Mas
Saleh Husin di Auditorium Wisma Kemenpora

*          *          *
"Ini Kandang Bung! Harus Juara"

*          *          *
Menpora Imam Nahrawi mengamati surat dari siswa-siswi SD 

*          *          *
Sebagai blogger yang jadi bagian 200 juta lebih rakyat Indonesia, saya sangat
merinding membaca berbagai surat dukungan untuk atlet dari anak-anak SD!
Salut dengan support mereka yang semoga jadi pelecut motivasi wakil
Merah-Putih di Asian Games 2018

*          *          *
Imam berharap apa yang dilakukan siswa-siswi ini diikuti anak-anak
di seluruh Indonesia

*          *          *
Diskusi Sejuta Dukungan untuk Indonesia

*          *          *
APP Sinar Mas Consumer Business Unit Head Sovan K. Ganguly memberi apresiasi kepada 10
siswa-siswi yang menuliskan surat dukungan untuk atlet Indonesia
pada Asian Games 2018

*          *          *
Foto bersama dengan SiDU yang jadi bagian saya sejak kanak-kanak hingga
rekan seangkatan sudah memiliki anak lagi

*          *          *

Artikel Terkait:

Prolog: Jelajahi Eksotisnya Bumi Sriwijaya
(Galeri Foto) Jembatan Ampera yang Memesona
Ke Palembang, Aku Kan Kembali
Bonn Challenge 2017 sebagai Simbol Keberhasilan Indonesia dalam Restorasi Hutan
Bonn Challenge 2017: Aksi Nyata Restorasi untuk Masa Depan
SiDU dan Kertas yang Jadi Bagian dalam Sejarah Indonesia
Kunjungan Blogger ke PT Pindo Deli Pulp and Paper (APP)
Sinar Mas: Berawal dari Kebaikan
ITC Permata Hijau Jadi Sentra Batik Pekalongan
Lengkapnya Fasilitas Sinarmas World Academy (SWA) di BSD
Orange TV Tayangkan Liga Primer sebagai Komitmen "Jagonya Sepak Bola"
Menikmati TSC 2016 Bersama Orange TV
Aplikasi OrangeKu bikin Mudah Cek Jadwal Pertandingan Sepak Bola
Jadi Sutradara dalam ProjecTV Genflix
Genflix Puaskan Penggemar Seri A
Piala Amerika dalam Genggaman Bersama Genflix
Grand ITC Permata Hijau bikin Kontes Modifikasi

Referensi: 
http://www.topskor.id/detail/78490/Ini-Kandang-Kita-Bung-Harus-Juara
https://www.topskor.id/detail/72827/Komitmen-APP-Sinar-Mas-untuk-Asian-Games-2018-yang-Bebas-Asap
https://www.topskor.id/detail/64176/Demi-Sukseskan-Asian-Games-2018-Sinar-Mas-Gelontorkan-Lebih-dari-Rp-100-Miliar
https://www.topskor.id/detail/38668/Sinar-Mas-Land-Sulap-Kalijodo-sebagai-Tempat-Wisata-Warga
*         *        *

Jakarta, 27 Juli 2018

Minggu, 24 Juni 2018

Naik Kapal Ferry, Aku Kan Kembali


Saya bersama ibu dan adik saat menumpang Kapal Ferry dari Pelabuhan Merak
 ke Pelabuhan Bakauheni pada 1993 silam
(Foto: Repro Dokumentasi pribasi)


SEPANJANG lebih dari seperempat abad hidup ini, saya sudah mencoba nyaris seluruh moda transportasi. Baik masal maupun private. Bahkan yang tak terjangkau sebelumnya.

Misalnya, lebih dari satu dekade silam, saya sempat menumpang tug-boat dari bumi Borneo hingga barat pulau Jawa. Ketika itu tug-boat membawa tongkang bermuatan hasil bumi yang menempuh waktu sekitar 12 hari.

Tahun lalu, saya mendapat kehormatan bisa menginjakkan kaki di kapal pesiar. Bahkan, menginap hingga dua malam di perairan Wales, Inggris, saat menyaksikan final Liga Champions 2016/17.

Pesawat? Sudah tak terhitung lagi. Sejak ke Lampung pada awal dekade 1990-an hingga terakhir dari Entikong, Kalimantan Barat, usai meninjau Pos Lintas Batas Negara (PLBN) bersama Kementerian Sekretariat Kabinet pada 25 April lalu.

Pun demikian dengan helikopter yang sudah dirasakan akhir bulan lalu. Bus antarprovinsi, kereta, hingga getek. Getek? Yupz, bisa dibilang saya sering saat menyeberangi sungai Ciliwung yang tidak jauh dari kediaman saya.

Terkait, transportasi air, kali pertama saya merasakannya pada pertengahan 1993. Tepatnya saat menumpang Kapal Ferry dari Pelabuhan Merak, Banten, ke Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Itu terjadi ketika saya dan keluarga mengunjungi kerabat di Metro, Lampung.

Itu jadi pengalaman satu-satunya saya naik Kapal Ferry. Pengalaman yang tak terlupakan hingga 2,5 dekade berselang. Bisa dipahami mengingat, saat itu saya masih bocah. Ketika itu, saya kali pertama merasakan berada di laut lepas.

Awalnya sempat gemeteran saat kali pertama berada di lambung kapal. Namun, setelah itu malah makin penasaran. Terlebih ketika itu saya masih bocah yang tentunya sangat antusias dengan sesuatu yang baru.

Namun, itu justru jadi sensasi tersendiri. Wajar saja karena setelah itu, saya belum pernah lagi naik Kapal Ferry. Untuk moda transportasi air mungkin sering, tapi sebatas kapal kecil. Beruntung, rasa penasaran saya bakal segera terwujudkan pada Agustus mendatang.

Tepatnya saat Asian Games 2018 yang akan saya liput nanti. Ya, Indonesia merupakan tuan rumah edisi ke-18 dari pesta olahraga antarnegara Asia ini yang akan diselenggarakan di Jakarta dan Palembang.

Nah, Kapal Ferry jadi salah satu andalan pemerintah sebagai moda transportasi selama Asian Games 2018. Bisa dipahami mengingat PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Kapal Ferry merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Tentu, perusahaan yang pada 27 Maret lalu genap 45 tahun ini bakal berperan untuk mensukseskan Asian Games 2018.

Salah satunya dengan menyiapkan tiga armada bagi kontingen Asian Games 2018 yang hendak bertanding di Jakarta maupun Palembang seperti yang diungkapkan Direktur PT ASDP Indonesia Ferry Ira Puspadewi kepada Antara.

Bahkan, saat ini sedang dikebut pembangunan Dermaga Eksekutif di Pelabuhan Merak-Bakauheni. Rencananya rampung pada Agustus ini untuk melayani kontingen atau suporter di Asian Games 2018 seperti dikutip dari Kompas.com.

Keberadaan Kapal Ferry ini sangat menunjang dalam perhelatan Asian Games 2018. Misalnya suporter yang ingin menyaksikan pertandingan berbagai cabang olahraga di Palembang secara rombongan. Tentu lewat jalur darat baik itu kendaraan pribadi atau bus lebih murah ketimbang pesawat udara.

Bahkan, menyeberang dari Merak ke Bakauheni atau sebaliknya hanya butuh waktu dua jam dengan Kapal Ferry. Itu belum termasuk pemandangan indah dari berbagai sisi di Selat Sunda. Termasuk berbagai pulau eksotis yang bisa menarik wisatawan dalam dan luar negeri.

Yupz, tak sabar menanti Agustus. Naik Kapal Ferry, aku kan kembali...!

*         *         *

Referensi
- https://kupang.antaranews.com/berita/6124/asdp-siapkan-kapal-feri-untuk-asian-games-2018
- https://ekonomi.kompas.com/read/2017/05/28/152250826/dermaga.eksekutif.merak-bakauheni.ditargetkan.rampung.sebelum.asian.games.2018
- https://www.indonesiaferry.co.id/siaran_pers/detail_siaran/69
- https://www.kompasiana.com/roelly87/perahu-getek-transportasi-tradisional-yang-masih-bertahan_550aae7da3331151102e3928

*         *         *
- Jakarta, 24 Juni 2018

Senin, 28 Mei 2018

Antara Presiden Jokowi, Asian Games 2018, Blogger, dan Tantangan Menghadapi Revolusi Industri 4.0


Presiden Jokowi diserbu masyarakat untuk melakukan selfie atau foto bersama
(Klik untuk perbesar gambar atau geser untuk melihat foto lainnya)


ASIAN Games 2018 tinggal hitungan hari. Tepatnya dengan pembukaan pada 18 Agustus hingga 2 September mendatang. Jelang pesta olahraga antarnegara Asia itu, seluruh elemen di negeri ini bersatu untuk mensukseskannya.

Bisa dipahami mengingat pemerintah menargetkan 4S pada Asian Games 2018. Itu meliputi sukses prestasi, penyelenggaraan, ekonomi, dan administrasi. Sejak hitung mundur setahun lalu pada 18 Agustus 2017 hingga kini, geliat Asian Games 2018 kian bergema ke seluruh pelosok nusantara. Bahkan, hingga ke tingkat kantor Kelurahan yang menyebar ke Rukun Warga dan Rukun Tetangga.

Usaha untuk menggelorakan semangat Asian Games 2018 juga dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dalam catatan saya, pria asal Solo ini rutin untuk menggiatkan visi dan misi Indonesia sebagai tuan rumah yang sukses hajatan akbar kedua di kolong langit setelah Olimpiade ini.

Teranyar, diperlihatkan Jokowi dengan menggandeng berbagai perwakilan dari generasi muda dalam buka bersama (bukber), Pada acara yang berlangsung di Paradigma Cafe, Jalan Pegangsaan Barat, Jakarta Pusat, Rabu (23/5) itu turut dihadiri blogger, komunitas, pegiat media sosial dan CEO serta perwakilan dari perusahaan ternama di Tanah Air.

Misalnya, Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia Airlangga Hartarto yang juga menjabat sebagai Menteri Perindustrian (Menperin) sebagai pembicara dalam event bertema Masa Depan & Konsep Indonesia 4.0.

Termasuk, kami berenam dari Indonesia Social Blogpreneur (Komunitas ISB). Itu meliputi Ani BertaRiri RestianiAgatha Mey NirbanawatiThurneysen Simanjuntak, dan Titis Ayuningsih. Yupz suatu kebanggaan bagi saya bisa ikut serta dalam komunitas yang 17 Mei lalu genap dua tahun ini.

Apalagi menghadiri bukber dengan Jokowi. Sebelumnya, saya memang kerap meliput aktivitas presiden yang berkaitan dengan olahraga. Namun, untuk ramadan, khususnya bukber, baru kali ini.

"Yang hadir di sini merupakan sosok yang visioner. Namun, jangan lupa, saya ingatkan kepada saudara, meski visioner harus disertai dengan Pancasila," ujar Jokowi dalam sambutannya di hadapan ratusan hadirin.

Ayah dari Gibran Rakabuming Raka, Kahiyang Ayu, dan Kaesang Pangarep ini menjabarkan terkait revolusi industri 4.0 yang akan memberikan dampak perubahan kecepatan hampir 3.000 kali dibanding revolusi industri pertama. Itu berdasarkan kalkulasi McKinsey Global Institute terkait dampak perubahan dalam industri.

"Artinya, betapa cepatnya perubahan," presiden, menjelaskan sambil bercerita pengalamannya ke Sillicon Valley, Amerika Serikat (AS), pada 2016.

"Saya masuk ke markas Google, Twitter, dan Facebook. Terus terang, saya kaget betapa dunia berubah dengan cepat. Ketika berada di markas Facebook, saya main pingpong menggunakan kaca mata sebagai virtual reality." lanjut Jokowi yang disambut antusias.

Tak lupa, presiden turut menyoroti tentang uang elektronik sebagai metode pembayaran yang beredar di masyarakat seperti gopay, e-money, dan tokocash. Menurutnya, itu harus diikuti dengan kebijakan yang mendukung.

"Sebab, apa pun itu kalau tidak (didukung), kita akan susah untuk menghadapi industri 4.0," kata Jokowi, optimistis.

Presiden Ketujuh Republik Indonesia ini turut mengingatkan, tidak hanya kepada kami yang hadir saja, melainkan seluruh rakyat di nusantara lainnya. Supaya, kita siap untuk menghadapi berbagai perubahan tersebut.

"Ini dalam kesempatan yang baik (ramadan), saya ingin mengingatkan kepada semua. Perubahan ini juga melanda berbagai negara. Meski, adakalanya kebijakan pemerintah terlambat. Namun, tidak hanya kita saja, melainkan negara lain tergagap menghadapi industri 4.0. Jadi kita harus siap," Jokowi, menjelaskan.

Pernyataan mantan Gubernur DKI Jakarta dan Walikota Solo ini beralasan. Kapan pun, tentu kita harus siap menghadapi berbagai tantangan, termasuk revolusi industri 4.0.

"Mari semuanya bersatu dalam menghadapi ini. Jangan sampai di dalam kita saling bertengkar. Namun, jika berkompetisi secara sehat, itu yang harus dikembangkan. Dibanding dengan bertengkar yang akan membuat energi kita habis," tutur Jokowi, diplomatis.

Pernyataan senada diungkapkan Airlangga. Sosok yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar itu berharap, acara ini memiliki dampak positif yang besar demi melanjutkan ide Presiden Jokowi dengan tema Making Indonesia 4.0.

"Sosialisasi ini akan berlanjut. Saat ini pengenalan langsung dari pak presiden kepada pelaku muda dalam ekosistem Indonesia 4.0. Sebab, yang hadir di sini terdiri dari berbagai tokoh muda terdepan," ucap Airlangga, yang optimistis, Indonesia bisa mewujudkan 4S pada Asian Games 2018.

Yuppiii, saya setuju dengan itu. Sebagai bagian dari rakyat Indonesia, sudah saatnya bahu membahu untuk berkarya demi menghadapi revolusi industri 4,0 sesuai kapasitas masing-masing.

Misalnya, saya sebagai blogger, dengan menulis yang positif terkait perkembangan Tanah Air. Sekaligus turut memerangi hoax yang bisa memecah-belah bangsa. Saya, Anda, kalian, dan semuanya, pasti bisa!***

*         *         *
Puluhan blogger, komunitas,  dan jurnalis mengabadikan kedatangan
Presiden Jokowi 

*         *         *
Presiden Jokowi didampingi Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan
segenap menteri dari Kabinet Indonesia Bersatu

*         *         *
Presiden Jokowi tampak sporty dengan jaket Asian Games 2018

*         *         *
Presiden Jokowi dan Menperin Airlangga melepas sepatu sebelum berwudu
untuk salat magrib berjamaah

*         *         *
Kejarlah Presiden Jokowi, kan kuajak selfie 

*         *         *
Jaket Asian Games 2018 juga turut dibagikan Presiden Jokowi kepada hadirin
yang mampu menjawab pertanyaan dengan benar

*         *         *
Yeeeeeeeeeee, Komunitas ISB sudah dua tahun! Met Milad

*         *         *
Mimin Komunitas ISB ikut selpih dengan pak pol yang baik hati

*         *         *
Reuni dengan  travel blogger Terry Endropoetro setelah kali terakhir bertemu pada
22-25 April lalu bersama rombongan Kementerian Sekretariat Kabinet
meninjau Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong
*         *         *
Artikel Terkait Presiden Jokowi
- Sisi Lain Indonesia Masters 2018
- Count Down Asian Games 2018
- Di Balik Final Piala Presiden 2017
- Presiden dan Kepala BNN Kompak

- https://www.topskor.id/detail/69223/Tinjau-Wisma-Atlet-Presiden-Jokowi-Alhamdulillah-Sudah-999
- https://www.topskor.id/detail/67875/Resmikan-Lapangan-Tenis-GBK-Presiden-Jokowi-Ini-yang-Ketujuh
- https://www.topskor.id/detail/69287/Presiden-Jokowi-Tegaskan-Kelancaran-Wisma-Atlet-GBK

*         *         *
- Jakarta, 28 Mei 2018