TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com

Serial Catatan Harian Ojol

Serial Catatan Harian Ojol
Serial Catatan Harian Ojol

Rabu, 12 Juli 2017

Rayakan Satu Dekade di Industri Syariah, Prudential Luncurkan PRUprime Healthcare Syariah


Dengan PRIprime healthcare syariah, saya bisa membayar biaya rumah sakit
 sesuai tagihan dengna pilihan kamar sampai maksimum Rp8 juta per hari!


SATU dekade bukanlah waktu yang sebentar. Dalam periode itu, banyak perubahan yang terjadi di Tanah Air. Termasuk, pada penyedia jasa. Konsistensi dan inovasi jadi kunci suatu produk yang ingin berkembang pesat.

Salah satunya, Prudential yang sudah melayani rakyat di Indonesia sejak didirikan pada 1995. Sejak saat itu, perusahaan asuransi bernama PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) ini berkembang pesat dengan berbagai produknya.

Termasuk, di sektor syariah yang tahun ini genap satu dekade. Dalam periode itu, Prudential tidak berhenti melakukan inovasi di sektor syariah. Nah, merayakan 10 tahun beroperasi di industri asuransi jiwa syariah di Tanah Air, mereka meluncurkan PRUprime healthcare syariah.

Yaitu, asuransi rawat inap komprehensif dengan jangkauan global dan manfaat yang dapat berkembang. Bagi saya, sebagai pekerja lapangan, ini sangat menarik. Sebab, PRUprime healthcare syariah saya bisa membayar biaya rumah sakit sesuai tagihan dengan pilihan kamar sampai maksimum Rp8 juta per hari.

Jadi, ini untuk berjaga-jaga jika sakit saya tidak perlu mengeluarkan uang dari kocek pribadi. Apalagi, PRUprime healthcare syariah bisa digunakan hampir di seluruh dunia.

Bisa dipahami mengingat Prudential merupakan perusahaan global yang melayani puluhan negara di seluruh dunia. Mereka sudah berdiri sejak 1848 di London, Inggris, yang melayani 24 juta pelanggan yang tersebar di muka bumi.

Dengan pengalaman 169 tahun itu, tak heran jika Prudential jadi acuan masyarakat dalam memilih produk asuransi. Salah satunya, PRUprime healthcare syariah yang belum lama ini diluncurkan di Makassar, Sulawesi Selatan, untuk memperingati satu dekade produk syariah dari Prudential.

Menariknya lagi, PRUprime healthcare syariah bisa diikuti dengan usia maksimal 85 tahun. Itu berarti, saya, Anda, dan semua, bisa menjadikan asuransi ini sebagai hadiah untuk Orangtua. Mereka, bisa bebas menentukan rumah sakit mana pun yang diinginkan baik di dalam maupun luar negeri!

Apalagi, terdapat banyak kelebihan dari layanan ini. Beberapa di antaranya seperti:
- Manfaat pembayaran biaya kunjungan dokter spesialis dihitung berdasarkan per tipe spesialis
- Terdapat manfaat PRUprime limit booster yang dapat menambah Batas Manfaat Tahunan hingga Rp35 miliar. Itu merupakan angka tertinggi di pasar saat ini.
- Jika dalam setahun kita tidak melakukan klaim, jangan khawatir. Pasalnya, manfaat kita tidak hangus. Itu karena danya fitur No Claim Bonus, Batas Manfaat Tahunan kita akan dinaikkan 10% sampai maksimal 50%.

Untuk lebih lengkapnya, Anda, pembaca setia blog ini bisa informasi terkait pada laman berikut, http://bit.ly/PPHSmakasar.

Pertanyaannya, bagaimana cara mendapatkan layanan ini? Pertama, kita daftar jadi peserta asuransi syariah Prudential. Dengan produk asuransi dasar PRUlink syariah assurance account, kita bisa menambahkan asuransi PRUprime healthcare syariah atau asuransi tambahan lainnya yang sesuai kebutuhan.

Oh ya, mungkin banyak yang bingung memilih asuransi konvensional dengan syariah. Begitu pun dengan saya yang awalnya menganggap asuransi syariah hanya ikut-ikutan tren perbankan syariah. Ternyata, saya keliru!

Yupz, menurut Dewan Syariah Nasional, asuransi syariah merupakan usaha untuk saling melindungi dan saling tolong menolong di antara sejumlah orang. Dalam hal ini melalui investasi dalam bentuk aset (tabarru) yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi risiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai dengan syariah.

Nah, pada asuransi syariah ini, diberlakukan sebuah sistem. Yaitu, para peserta akan menghibahkan sebagian atau seluruh kontribusi yang akan digunakan untuk membayar kalim jika ada peserta lain yang mengalami musibah. Dengan kata lain, bisa dikatakan di dalam asuransi syariah, peranan dari perusahaan asuransi hanya sebatas pengelolaan operasional dan investasi dari sejumlah dana yang diterima.

Demikian uraian singkat dalam blog ini yang semoga bisa bermanfaat bagi Anda yang ingin memiliki layanan asuransi syariah. Jika Anda memiliki pengalaman terkait asuransi syariah, khususnya produk dari Prudential Indonesia, bisa menuliskannya di kolom komentar di bawah ini. Terima kasih.

*        *       *
- Jakarta, 12 Juli 2017

Senin, 10 Juli 2017

Rayakan HUT ke-37, YDBA Luncurkan HebatnyaUKM.org


HebatnyaUKM.org diresmikan Ketua Pengurus YDBA Henry C Widjadja dan
Ketua Pembina YDBA Johannes Loman
(Klik untuk perbesar gambar dan geser untuk melihat foto lainnya)


YAYASAN Dharma Bhakti Astra (YDBA) merupakan yayasan tertua kedua yang didirikan PT Astra International. Corporate Social Responsibility (CSR) ini dibentuk pendiri Astra, William Soeryadjaya pada 2 Mei 1980.

Tujuannya, untuk melakukan pembinaan dan pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hingga kini, YDBA telah melakukan pelatihan dan pendampingan kepada 8.646 Usaha Kecil dan Menengah (UKM) binaan Grup Astra.

Saya mengenal YDBA saat mengikuti Gathering Semangat Astra Terpadu untuk Indonesia: Berbagi Inspirasi 60 Tahun di Gedung SMESCO, Jakarta Selatan, pada 8 Agustus 2016 (Artikel sebelumnya: Astra Berusia 60 Tahun, Selanjutnya?).

Sepekan kemudian, saya mengenal YDBA lebih intensif. Bahkan, sempat membawa oleh-oleh VR Cardboard yang sangat menarik (https://twitter.com/roelly87/status/767563496447889408). Tepatnya, saat menghadiri Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017.

Saat itu, terdapat dua booth YDBA di hall 3 dan 2F Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten (Artikel sebelumnya: 7 Alasan Harus Memiliki Daihatsu Sigra dan Keceriaan di Booth Daihatsu GIIAS 2016).

*        *        *
SENIN (10/7) YDBA merayakan HUT ke-37 di Gedung Astra, Sunter, Jakarta Utara dengan memberikan berbagai penghargaan kepada pelaku UKM. Sekaligus, peluncuran Digital Ecosystem yang bisa diakses pada laman HebatnyaUKM.org.

Dalam kesempatan itu, YDBA juga menampilkan sharing session dengan tiga narasumber kompeten di bidangnya masing-masing. Yaitu, Fida Heyder yang merupakan Head of SMB Marketing Google Indonesia, Rieke Caroline (CEO BuatKontrak.com), dan Leony Agus Setiawati (pemilik CV Azkasyah yang mendapat binaan YDBA).

Ketiganya, saling berbagi tips kepada peserta yang mencapai 400 orang yang terdiri dari pelaku UKM, media, hingga blogger. Bagi saya, rangkaian acara ini sangat menambah wawasan. Terutama jika kelak, saya berkecimpung di dunia UKM.

"Kami berahrap UKM bisa memahami bagaimana proses perubahan ke era digital. Sehingga, bisa membuka pola pikirnya akan pentingnya pengembangan bisnis di skala global melalui digital," ujar Ketua Pengurus YDBA Henry C Widjaja, yang didampingi Johannes Loman (Ketua Pembina YDBA), Lina Djafar (Ketua Pengawas YDBA), pengurus YDBA lainnya, dan perwakilan Astra Grup.

Apa yang dikatakan Henry beralasan. Sebab, pada era digital sekarang, berbagai kegiatan perekonomian sudah dimudahkan melalui akses internet. Baik dari perusahaan skala besar hingga kecil.

Itu mengapa, YDBA menampilkan Leony sebagai salah satu pembicara. Saya sempat merinding ketika mendengar ceritanya saat krisis pada 2015 lalu. Sebab, Leony mengakui, omzet per hari usahanya secara online setara dengan sebulan di butik!

Tak heran jika CV Azkasyah yang didirikan sejak 2001 di Ciomas, Bogor ini, sudah berkembang pesat. Perusahaan konveksi ini memiliki 18 agen manager (distributor besar) dan 400 jaringan agen di seluruh Tanah Air.

Leony juga berbagi tips bagi pelaku UKM dalam mengembangkan sayapnya dalam bisnis online. Menurutnya, bisa memanfaatkan media sosial seperti facebook, instagram, dan twitter. Selain itu, Leony mengaku rajin berinteraksi di grup aplikasi chat, misalnya Whatsapp, Line, BlackBerry Messenger, dan sebagainya. Setelah itu, Leony memasarkan di market place seperti Lazada, Zalora, Matahari Mall, Blibli, Tokopedia, hingga Kaskus.

"Yang penting, dalam menjalankan usaha, kita tidak boleh pesimistis. Misalnya, saya gaptek lah, ga ngerti internet lah, dan segala macamnya. Di era sekarang, bisnis yang kita lakukan harus bisa beradaptasi dengan perkembangan pasar. Saya berterima kasih kepada YDBA yang telah membina kami, CV Azkasyah, selama 12 tahun ini," tutur Lenny yang memiliki lebih dari 500 karyawan yang merupakan warga di sekitar perusahaannya berlokasi.

*        *        *
SELAIN Lenny, terdapat banyak pelaku UKM lainnya yang sukses berkat binaan YDBA. Itu bisa dilihat pada laman HebatnyaUKM.org yang merupakan ekosistem digital YDBA berbentuk online platform yang beriringan dengan offline platform yang sudah ada.

Situs tersebut berisikan fitur blog dan news. Kita bisa mengakses informasi seputar UKM dan kewirausahaan yang lebih mendalam. Saat saya akses kini, HebatnyaUKM.org memang masih sederhana mengingat situs ini baru diluncurkan ke publik secara resmi pagi tadi.

Namun, dalam rilisnya, ke depannya, website yang dikelola pengurus YDBA ini akan dilengkapi fitur E-Learning supaya UKM bisa belajar melalui berbagai video edukatif dan mempraktekkannya sendiri cara mengembangkan usaha.

Sebagai tambahan, selain HebatnyaUKM.org, YDBA juga akan melengkapi kanal di ydba.astra.co.id dengan fitur E-Catalogue sehingga UKM bisa terbantu menjual produk-produknya secara online.

Sejak mengikuti acara pagi hingga saat menulis artikel ini, saya jadi antusias untuk menggeluti dunia UKM. Bagaimana, dengan Anda?***

*        *        *
Ketua Pembina YDBA Johannes Loman memberi sambutan HUT ke-37 YDBA

*        *        *
Penghargaan untuk UMKM Mandiri kepada mitra YDBA

*        *        *
YDBA Awards 2017

*        *        *
YDBA didirikan pada 20 Mei 1980

*        *        *
YDBA telah membina 8.646 UKM yang tersebar di Tanah Air

*        *        *
Detik-detik peluncuran HebatnyaUKM.org

*        *        *
HebatnyaUKM.org merupakan ekosistem digital YDBA berbentuk
online platform dan offline platform

*        *        *
HebatnyaUKM.org bisa memberi inspirasi dan motivasi bagi pelaku UKM 

*        *        *
Ketua Pengurus YDBA Henry C Widjadja mengenalkan YDBA UKM Catalog
yang bisa diakses di ydba.astra.co.id

*        *        *
Head of SMB Marketing Google Indonesia Fida Heyder berbagi tips untuk
pelaku UKM yang ingin memasarkan produknya secara online

*        *        *
CEO BuatKontrak.com Rieke Caroline memaparkan pentingnya
legalitas hukum bagi pelaku UKM untuk melindungi produknya

*        *        *
Pemilik CV Azkasyah Leony Agus Setiawati berbagi pengalaman
suka dan duka sebagai pelaku UKM dalam mengemabngkan usahanya

*        *        *
Foto bersama seusai acara untuk memperingati HUT ke-37 YDBA

*        *        *


Artikel Grup Astra Sebelumnya:
Peringati HUT ke-60, Astra Kembali Selenggarakan SATU Indonesia Awards 2017
Memetik Inspirasi Bersama Astra
Astra Umumkan Tujuh Penerima SATU Indonesia Awards 2016
Pengalaman Perdana Ikut Bukber Astra

*        *        *
- Jakarta, 10 Juli 2017

Minggu, 09 Juli 2017

Dua Iklan Ramadan 2017 Paling Berkesan: Bahagianya adalah Bahagiaku dan Web Series Menantu Idaman


Salah satu adegan yang merinding dalam iklan Ramayana Ramadan 2017
(Sumber Foto: Youtube Ramayana)


RAMADAN 1438 hijriah (2017 masehi) sudah lewat dua pekan yang ditandai Idul Fitri pada 25 Juni lalu. Namun, "suasana puasa" di beberapa tempat masih terasa. Misalnya, dengan momen halal-bi-halal yang saya ikuti pada beberapa acara sepanjang pekan lalu.

Termasuk, dengan berbagai iklan berkaitan puasa, mudik, dan silaturahim yang hingga kini masih tayang di dunia maya, khususnya Youtube.

Sejak awal Mei lalu, saya mencatat banyak iklan bertema ramadan yang menarik. Ini mengingatkan saya pada dekade 2000-an ketika banyak pariwara kreatif di medium televisi. Salah satunya, dari PT Djarum yang berjudul Jernihkan Hati untuk Kembali Fitri.

Hingga kini, iklan tersebut masuk kategori terbaik versi saya yang sempat saya buat artikelnya pada 22 Juli 2013 (http://www.kompasiana.com/roelly87/lima-iklan-legendaris-saat-ramadan_5528957f6ea8346c268b45af).

13 tahun berselang, saya kembali mencatat beberapa iklan menarik pada Ramadan Ini. Namun, harus diakui, hanya dua yang membuat saya terkesan. Pertama, dari Ramayana Department Store berjudul Bahagianya adalah Bahagiaku.

Jujur saja, iklan ini benar-benar menyentuh hingga ke relung hati. Sejak kali pertama melihatnya pada 26 Mei lalu, ini iklan entah sudah berapa kali saya tonton di youtube. Ramayana pintar merilisnya karena hanya sehari jelang puasa pertama 2017.

Jika Anda sudah menyaksikan iklan ini, pasti bakal salah intepretasi seperti saya. Yupz, ini iklan yang bikin saya merinding. Awalnya, saya pikir, keluarga tersebut akan menitipkan sang ibu ke panti jompo. Ini kisah klise, tapi sering saya saksikan secara nyata di dunia.

Ternyata, saya keliru. Ternyata, pasangan suami istri itu membawa sang bunda ke makam suaminya yang sudah meninggal setahun lalu. Ya, ini iklan dengan plot twist terbaik yang pernah saya saksikan. Sekaligus, mengingatkan saya untuk beruntung memiliki orangtua tercinta yang harus dijaga dan dipehatikan.

Bicara terus terang, usai menyaksikan iklan ini sukses mengubah stigma saya terhadap Ramayana. Dari departement store papan tengah jadi tujuan utama ketika belanja Idul Fitri lalu. Mungkin, saya sudah masuk kategori korban iklan. Tapi, apa yang disampaikan dalam video berdurasi 3,15 menit ini berhasil mengubah pandangan saya.

Iklan kedua yang menurut saya sangat menyentuh pada web series #1001InpirasiRamadhan dari Unilever Indonesia. Jujur saja, awalnya saya sama sekali gak ngeh dengan iklan ini. Ketertarikan saya pada web series ini karena tidak sengaja.

Maklum, nyaris setiap saya buka Youtube untuk menyaksikan preview pertandingan sepak bola, highlight, atau meng-upload video pribadi, pasti #1001InspirasiRamadhan ini muncul. Sekali, dua kali, tiga kali, saya langsung menekan tombol skip untuk meninggalkan iklan.

Tapi, setelah berkali-kali menyimak, akhirnya timbul penasaran. Ya, adagium lawas mengatakan, tak kenal maka tak sayang. Itu yang saya alami ketika menyaksikan #1001InspirasiRamadhan- Jelang Buka: Episode 1: Aku Tinggal Sama Mama? pada 3 Juni lalu.

Kebetulan, saat itu, saya sedang menunggu sahur di dek The Magellan Cruise yang bersandar di perairan Newport, Wales, Britania Raya. Ketika melihat berbagai informasi mengenai final Liga Champions, laman youtube yang saya tuju kerap memunculkan iklan #1001InspirasiRamadhan.

Saat menyaksikan, ternyata lumayan menarik karena sesuai temanya, web series, iklan ini bersambung setiap pekan yang rilis Jumat. Berkisah tentang istri yang ditemani ibu mertua usai ditinggal suaminya yang pergi dinas.

Iklan yang memuat berbagai produk Unilever Indonesia dari pasta gigi hingga kecap ini menampilkan kehidupan dari pasangan muda tersebut. Terutama, bagaimana sang istri menjadi menantu idaman di mata ibu mertuanya.

#1001InspirasiRamadhan episode terakhir pada Jumat (23/6) ditutup dengan epik. Tepatnya, karena istri tersebut dan sang mertua sama-sama saling buka kartu. Web series yang dibintangi pasangan suami istri yang saya tahu sebagai vlogger ini sungguh membuat penasaran.

Hanya, terdapat beberapa kejanggalan yang saya amati. Salah satunya pada
#1001InspirasiRamadhan - Jelang Buka: Episode 2: Kangen ketika sang istri membangunkan sahur, jam di ponselnya menunjukkan pukul 22.46 WIB.

Sementara, pada jam weker memperlihatkan pukul 03.10 WIB. Kendati begitu, saya menganggap kesalahan ini sepele dan tidak memengaruhi isi keseluruhan cerita web series.

Yupz, demikian, dua iklan Ramadan 2017 Terbaik versi saya yang sangat berkesan. Bagaimana menurut Anda?***


Tertarik menyaksikan dua iklan tersebut, ini link-nya:

Ramayana
Bahagianya adalah Bahagiaku: https://www.youtube.com/watch?v=wmATlRnXdKI

Web Series 1001 Inspirasi Ramadan
Episode 1 (Aku Tinggal Sama Mama?): https://www.youtube.com/watch?v=gf1o9jcvLcQ
Episode 2 (Kangen): https://www.youtube.com/watch?v=nDA18mAPfhY
Episode 3 (Curhat): https://www.youtube.com/watch?v=0Y9G_ThZh6k&t=262s
Episode 4 (Apa Sih Sebabnya?): https://www.youtube.com/watch?v=bNQQLo6N73c&t=20s
*        *        *

Kisah epik dari menantu yang ingin jadi idaman di mata ibu mertua
dan sebaliknya (Sumber foto: Youtube 1001 Inspirasi Ramadan)

*        *        *
Artikel Terkait Iklan Sebelumnya:
Lima Iklan Legendaris saat Ramadan (http://www.kompasiana.com/roelly87/lima-iklan-legendaris-saat-ramadan_5528957f6ea8346c268b45af)
Mengenal Keindahan Alam Indonesia dari Sebuah Iklan (http://www.kompasiana.com/roelly87/mengenal-keindahan-alam-indonesia-dari-sebuah-iklan_55118d68813311264cbc627f)
Chitato Rasa Mi Goreng dan Sensasi yang Bikin Ketagihan (http://www.kompasiana.com/roelly87/chitato-rasa-mi-goreng-dan-sensasi-yang-bikin-ketagihan_56f5cd094c7a61090fa8b77b)
*        *        *
Artikel ini dibuat sejak Sabtu (24/6) dini hari WIB yang tertunda karena aktivitas Idul Fitri
- Jakarta, 9 Juli 2017

Kamis, 06 Juli 2017

Spider-Man Homecoming: Film Terbaik, tapi Tobey Lebih Berkesan


Poster Spider-Man Homecoming


NYARIS sempurna. Demikian penilaian saya usai menyaksikan Spider-Man Homecoming di suatu teater di kawasan barat Jakarta, Rabu (5/7). Jujur, sudah lama saya menantikan kehadiran Spidey yang masih sekolah.

Dalam dua seri sebelumnya, Peter Parker ditampilkan sudah kuliah. Tidak masalah memang mengingat dalam komiknya, Spidey dibuat sejak SMA, kuliah, berumah tangga, hingga jadi setengah tua yang memiliki perusahaan ternama.

Selain akting Tom Holland, ada tiga sosok yang memukau saya. Pertama, tentu saja, Robert Downey Jr. yang merupakan mentor Spidey. Selanjutnya, Michael Keaton sebagai Vulture, musuh sekaligus *** Peter. Terakhir, sudah pasti Marisa Tomei... Hah!

*        *        *
FILM yang diproduksi Columbia Pictures (Sony Pictures) dan Marvel Studios ini dibuka usai serangan Chitauri di New York. Adrian Toomes yang kelak memerankan Vulture bersama rekan-rekannya tersingkir dalam upaya pembersihan kota.

Seperti biasa, dalam film ada protagonis, antagonis, dan wilayah abu-abu. Itu terjadi pada Toomes yang disingkirkan tim U.S. Department of Damage Control (D.O.D.C) milik Tony Stark. Delapan tahun kemudian, Toomes bersama rekan-rekannya jadi penguasa jalanan di Quuens.

Yang menarik, ternyata Spidey merekam aktivitasnya bersama tim Iron Man saat bentrok dengan tim Captain America di Bandar Udara Leipzig, Jerman dalam film Captain America: Civil War. Yupz, salah satu super-hero terkenal di kolong langit itu ternyata jadi vlogger!

Alur cerita berjalan dengan baik. Flashback tidak mengganggu inti film secara keseluruhan. Kolaborasi Sony-Marvel sukses mengangkat Spidey dari keterpurukan pada 2014 lalu.

Yupz, mereka membuat Spider-Man Homecoming ini salah satunya karena didasari kegagalan dwilogi The Amazing Sipder-Man yang diperankan Andrew Garfield. Sebelumnya, Sony sudah sukses bersama Tobey Maguire dalam trilogi Spider-Man.

Bagi saya yang besar di era 2000-an, romantika Peter dengan Mary Jane Watson (MJ) masih belom bisa terganti hingga kini. Apalagi, jika dibandingkan dengan Peter-Gwendolyn "Gwen" Stacy yang terlalu ber... Ah, sudahlah!

*        *        *
PAGI itu, pusat perbelanjaan di kawasan barat Jakarta belum buka. Namun, ada beberapa akses masuk ke studio yang terletak di lantai dua. Dengan penuh semangat, saya bersama puluhan calon penonton lainnya memadati pelataran bioskop.

Saya melirik arloji di tangan kiri, menunjukkan pukul 08.30 WIB. Itu berarti, dua jam jelang pemutaran, studio sudah diserbu calon penonton. Yupz, luar biasa antusiasme fans terhadap Spidey. Masuknya Spider-Man Homecoming dalam Marvel Cinematic Universe (MCU) jadi magnet utama. Apalagi, Spidey sudah tampil memukau tahun lalu dalam Captain Amerikca: Civil War.

Saya pribadi memasang eskpekstasi tidak terlalu tinggi. Meski, saya merupakan fans Spidey sejak anak-anak hingga mayoritas rekan sebaya sudah memiliki banyak anak. Drama yang monoton pada 2012 dan 2014 lalu jadi pelajaran berharga bagi saya.

Betapa tidak, dalam dua film The Amazing Spider-Man, saya merasa ada yang berbeda. Peter terlalu celamitan. Cium sana, cium sini. Akting Andrew menurut saya terlalu berlebihan. Padahal, setahu saya yang kenal Spidey dari komik dan kartun pada awal 1990-an, Peter itu merupakan pribadi dengan karakter nerd dan lonely.

Itu pas dibawakan Tobey yang dalam film pertama, kedua, dan ketiga, berhasil menarik simpati penonton. Bukan bermaksud untuk nostalgia. Namun, jika Anda yang menjalani remaja era 2000-an, pasti teringat aksi kiss terbalik Spidey dengan MJ yang sangat memorable? Wejangan paman Ben. Intrik Peter dengan atasannya di Daily Bugle yang super-ngeselin tapi justru sangat ditunggu.

Meski, saya juga harus mengakui, jika dalam wujud Spidey, peran yang dilakoni Andrew lebih bagus dari Tobey.

Nah, apakah Tom berhasil mendalami peran Spidey dan Peter dibanding dua pendahulunya?

Untuk saat ini saya belum bisa menilainya. Bisa dipahami mengingat Tom baru tampil dalam satu film utuh (Spider-Man Homecoming). Sementara, penampilannya pada 2016 (Captain Amerika: Civil War) hanya sekilas dan tidak bisa dijadikan acuan.

Yang pasti, dalam daftar film Super-Hero (termasuk Anti-Hero seperti Wolverine dan Suicide Squad), Spider-Man Homecoming berada dalam jajaran teratas. Tepatnya, hanya di bawah Spider-Man 2, Captain America: The Winter Soldier, dan Batman: The Dark Knight.

Yupz, Spider-Man Homecoming merupakan film terbaik yang pernah saya tonton dalam tiga tahun terakhir. Porsinya antara antagonis-protagonis sudah pas, musuhnya diperlihatkan dengan jelas latar belakangnya, drama remaja pas banget alias ga alay, dilema sebagai pelajar sudah tepat, hingga kemunculan easter eggs khas MCU yang sangat keren.

Hanya, saya harus akui dengan jujur. Saat melangkah dari bioskop menuju rumah, saya tidak memiliki kesan apa-apa. Yupz, Spider-Man Homecoming merupakan film yang keren hingga mampu memuaskan saya sebagai fans Spidey. Namun, tidak memorable.

Ah, tiba-tiba saya rindu dengan Tobey yang pada 27 Juni genap 42 tahun ketimbang Tom yang 1 Juni lalu baru berusia 21 tahun.***

Spider-Man Homecoming menurut www.roelly87.com
Cerita: 8/10
Pameran utama: 9/10
Pameran pembantu: 9/10
Alur: 8/10
Musik: 8/10
Sinematografi: 8/10
Keseluruhan: 8,5/10

Review Spider-Man Homecoming menurut www.roelly87.com

Plus 
+ Penuh Easter Eggs!
+ Tony Stark sebagai mentornya keren sebagai pengganti Paman Ben
+ After credit luar biasa. Yang kedua, patut ditunggu!
+ Akting Keaton gahar. Dari Batman, Birdman, hingga Burung Bangkai
+ Penyegaran Spider-Man yang masih remaja ketimbang lima film sebelumnya
+ Efeknya memesona
+ Latar belakang protagonis dan antagonis dapat
+ Marissa Tomei cocok sebagai bibi, tidak terlalu tua
+ Jembatan menuju Homecoming 2 bikin penasaran
+ Ga sabar menanti Spidey di The Avengers: Infinity War!

Minus
- Tertipu trailer! Tidak ada adegan Iron Man terbang bersama Spider-Man
- Plot Twist lemah, terutama saat Adrian ternyata *** yang gampang ditebak
- Formula ala MCU tidak berubah
- Joke terkesan dipaksakan
- Final fight lempeng-lempeng saja
- Spider-Sense lemah, terlalu mengandalkan teknologi Iron Man
- Cerita terkesan standar, tidak rumit seperti lima film sebelumnya
- Timeline membingungkan. Delapan tahun sejak serangan Chitauri?
- Penggalian karakter kurang banyak
- Karen = Friday? Ah.. Sudahlah

*        *        *
Bioskop yang sudah didatangi calon penonton meski masih dua jam lagi

*        *        *
Demi Spider-Man Homecoming, bangun pagi untuk nonton pemutaran perdana

*        *        *
Artikel terkait:
The Revenant: Tertolong Sinematografi dan Totalitas Di Caprio
Tentang Film "I Am Hope" dan Harapan Jelang Ajal Menjemput
Nostalgia dengan Dragon Blade Bersama Celestial Movies
Tujuh Film Terlaris Tahun Ini 
Setelah Ultron Giliran Ant-Man Beraksi
Lebih Dekat dengan Komunitas Marvel Indonesia
Age of Ultron Tembus 1 Miliar Dolar AS: Apakah Mampu Mengejar Furious 7?
Ternyata Thor Bisa Bahasa Indonesia!
Antara Hammer Girl, Palu, dan Senjata Unik Lainnya dalam Film
Ekspekstasi Berlebihan di Film The Raid: Berandal
Komik The Raid: Dari Warna Merah ke Hitam Putih
Barcelona vs Chelsea Mirip Kisah The Raid
Joe Taslim dan Wakil Indonesia di Hollywood
Nostalgia Dua Dekade Jurassic Park
Mencari Hilal: Tontonan Sekaligus Tuntunan Film Berkelas
Ironi Film Indonesia: Terasing di Negeri Sendiri
Antara Guardian dan Sepinya Penonton Akibat Spiderman
Gempuran Film Horror Berbau Esek-esek di Tengah Lesunya Penonton

*        *        *
- Jakarta, 6 Juli 2017

Sabtu, 01 Juli 2017

Wisata Edukasi di Sea World Ancol


Lorong Antasena di Sea World Ancol
(Klik untuk perbesar foto atau geser untuk melihat gambar lainnya)


ANTREAN pengunjung terlihat sejak depan loket hingga pintu masuk. Butuh waktu nyaris satu jam bagi saya untuk membeli empat lembar tiket ke Sea World Ancol. Itu pun dengan perjuangan ekstrakeras sambil berdesakan dengan lautan manusia.

Namun, penantian tersebut terbayar lunas ketika masuk ke dalam ruangan. Kemegahan dari miniatur pesona bawah laut ini membuat saya berdecak kagum. Terutama karena saya bisa mewujudkan keinginan adik paling bungsu untuk berkunjung ke Sea World Ancol, Jakarta Utara.

Kebetulan, lima hari sebelumnya adik saya itu merayakan ulang tahun kedelapan yang bertepatan dengan HUT Jakarta. Karena dalam suasana ramadan, kami tidak menyelenggarakan ulang tahunnya seperti biasa.

Maklum, saat itu mendekati Idul Fitri yang membuat banyak rekan-rekannya sudah pulang kampung. Alhasil, kami menunda pesta ulang tahunnya hingga masuk sekolah pada pertengahan Juli ini. Adik saya pun mengerti usai mendapat penjelasan kami.

Namun, dia meminta diajak ke Sea World Ancol untuk melihat biota laut. Sudah pasti, permintaannya kami turuti sebagai bonus tambahan mengingat si bungsu sukses menamatkan puasanya selama sebulan penuh. Terlebih, usai silaturahmi ke rumah keluarga dan kerabat pada hari pertama hingga ketiga, setelah itu kami memiliki waktu luang hingga libur usai.

*        *        *
PAGI itu, Rabu (28/6), saya, ibu, adik kedua, dan si bungsu tiba di Taman Impian Jaya Ancol. Usai memarkirkan sepeda motor, kami menumpang bus wara-wiri menuju Sea World Ancol. Sepanjang jalan, tidak hentinya kami mendengar celotehan si bungsu yang tak sabar untuk segera tiba.

Maklum, saat itu, musim liburan yang membuat kawasan Ancol sangat padat dipenuhi pengunjung. Usai mendapatkan tiket, kami langsung memasuki ruang utama Sea World Ancol. Terdapat lima atraksi menarik bagi pengunjung yang bisa dipilih, yaitu:

- Akuarium Utama
- Terowongan Antasena
- Akuarium Ikan Hiu
- Museum
- Aqua City

Tentu, bagi mayoritas pengunjung, termasuk kami, Terowongan Antasena merupakan pilihan prioritas. Bisa dipahami mengingat itu jadi tujuan utama kami mengunjungi Sea World Ancol. Mendengar namanya, sebagai penggemar wayang tentu saya tidak asing lagi.

Yupz, Antasena merupakan tokoh sakti mandraguna asli Indonesia yang merupakan putra dari Bima sang Penegak Pandawa. Salah satu kesaktiannya, bisa berjalan di samudera yang mungkin mengilhami manajemen Sea World Ancol untuk memanjakan pengunjung.

Terowongan Antasena ini terletak di dalam Akuarium Utama dengan panjang mencapai 80 meter. Untuk menelusuri lorong ini terdapat dua pilihan. Yaitu, lewat pijakan otomatis semacam travelator yang ada di berbagai bandara dan secara manual.

Dari lorong ini, kita bisa menyaksikan ribuan ikan yang hanya dibatasi kaca dengan ketebalan sekitar lima cm! Yang menarik ketika beberapa ikan berukuran jumbo terlihat di atas atau kedua sisi terowongan. Sontak, kehadiran mereka membuat histeris beberapa pengunjung.

Termasuk, adik saya yang langsung meminta saya untuk mengabadikan beberapa ikan dengan ukuran besar tersebut. Kebetulan, di kedua sisi terdapat informasi mengenai berbagai biota laut. Jadi, saya bisa langsung mengasih tahu si bungsu bahwa yang lewat itu ikan Pari, Hiu Kembang, atau Hiu Buto (Giants Nurse Shark) yang panjangnya maksimal 3,5 meter!

Di samping pintu masuk Terowongan Antasena terdapat tangga menuju lantai dua yang terdapat perpustakaan. Dari lantai dua ini, kami bisa melihat suasana di bawahnya dengan membludaknya pengunjung.

Sementara, di balik kaca, kami bisa menyaksikan Aquarium Utama dengan Terowongan Antasena yang kami lewati. Menurut keterangan di papan informasi, Akuarium Utama ini berukuran 24x38 meter dengan kedalaman 4,5-6 meter dan memiliki kapasitas 5 juta liter air. Pantas saja akuarium itu mampu menampung ribuan ekor ikan yang jadi terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara!

*        *        *
USAI istirahat sejenak sambil menikmati cemilan di Food Court, kami menuju ke museum. Di ruangan ini terdapat berbagai biota laut yang sudah diawetkan. Termasuk, Coelacanth Indonesia yang merupakan hewan purba. Ikan yang ditemukan di kawasan Sulawesi Utara oleh penduduk setempat dijuluki sebagai raja ikan.

Selain Coelacanth, terdapat Kepiting Laba-laba Raksasa, Cumi Laut Dalam, Lobster Laut Dalam, Ikan Kodok Laut Dalam, Hiu Laut Dalam, dan sebagainya.

Masih di ruangan yang sama, terdapat wahana akuarium Jelly Fish (ubur-ubur). Keberadaan hewan laut yang tubuhnya tembus pandang ini sangat menarik perhatian adik saya yang paling kecil. Tidak hentinya jari si bungsu mengikuti arah ubur-ubur tersebut.

Maklum, hewan ini unik karena tubuhnya 95 persen air dan tidak punya organ seperti otak, tulang, jantung, serta darah. Apalagi, penampilan ubur-ubur dengan jenis Blubber Jelly Fish dan Jelly Fish Upside Down ini sangat cantik karena tubuh transparannya mengikuti warna-warni lampu akuarium.

Berbekal papan informasi dan pencarian di internet, saya mencoba menjelaskan keberadaan serta asal-usul mereka kepada si bungsu yang antusias bertanya. Maklum, ini kali pertama kami berkunjung Sea World Ancol.

Tak heran jika adik saya itu sangat girang bisa menyaksikan berbagai biota laut yang selama ini hanya dilihat di televisi atau majalah anak. Mungkin, mirip seperti girangnya saya bisa menyaksikan langsung pertandingan final Liga Champions di Stadion Millennium, Cardiff, Wales, pada 3 Juni lalu.***


*        *        *
Akuarium yang berisi Arapaima atau ikan air tawar terbesar di dunia

*        *        *
Di Sea World Ancol terdapat belasan ribu hewan air laut dan tawar

*        *        *
Beberapa ikan dan belut lautyang berada di guci sangat menarik perhatian 

*        *        *
Pengunjung menyaksikan pemberian makan di Akuarium Utama

*        *        *
Ikan Pari yang sangat memesona

*        *        *
Papan informasi tentang Hiu Kembang

*        *        *
Kami berada di Terowongan Antasena

*        *        *
Antusiasme pengunjung untuk menyentuh penyu

*        *        *
Sea World Indonesia membludak pada hari keempat lebaran 2017

*        *        *
Akuarium Utama yang berukuran 24x38 meter dengan kedalaman 4,5-6 meter 

*        *        *
Yang saya suka dari Sea World Ancol terdapat banyak papan informasi detail
seperti ini  untuk menambah wawasan pengunjung

*        *        *
Dari atas Akurarium Utama, pengunjung bisa melihat Terowongan Antasena

*        *        *
Keberadaan booth telepon umum yang berisi ikan di Aqua City

*        *        *
Buaya Senyulong yang diawetkan ini berasal dari pedalaman Sulawesi

*        *        *
Ikan Pari Keke yang diawetkan 

*        *        *
Gurita yang diawetkan mengingatkan saya pada film The Pirates of Carribean

*        *        *
Rasa penasaran adik saya paling kecil dengan wujud asli
Kepiting Laba-laba raksasa akhirnya terbayar lunas

*        *        *
Coelacanth Indonesia yang merupakan ikan legendaris di Tanah Air

*        *        *
Keterangan dari papan informasi di Sea World Indonesia tentang ikan purba

*        *        *
Blubber Jelly Fish ini semakin cantik dengan warna-warni lampu akuarium

*        *        *
Mendengar penjelasan saya tentang Blubber Jelly Fish berasal dari perairan
Australia bikin si bungsu mengajak saya tahun depan liburan ke Negeri Kanguru!

*        *        *
Blubber Jelly Fish memiliki ukuran maksimal 45 cm

*        *        *
Blubber Jelly Fish tidak memiliki mulut, jadi makanan seperti
plankton dan ikan kecil langsung disantap lewat perutnya

*        *        *
Blubber Jelly Fish memiliki tubuh transparan yang 95 persen terdiri dari air

*        *        *
Blubber Jelly Fish pertama kali diperkenalkan Sea World Ancol pada
awal 2017 ini

*        *        *
Upside Down Jelly Fish ini unik karena lengannya menghadap ke atas

*        *        *
Si bungsu semringah usai bertualang di Sea World Ancol

*        *        *
Saya depan ikan Pari yang diawetkan dipotret si bungsu

*        *        *
Sebelum pulang, kami menyaksikan ikan Ikan Hiu Martil diberi makan

*        *        * 
Artikel Terkait:
- Laman Jelajah Sudut Ibu Kota
- Ngabuburit di RPTRA Krendang
- Intip Sejarah Nusantara di Museum Bahari
- Menikmati Senja di Kalijodo

*        *        *
- Jakarta, 1 Juli 2017