TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Yayasan Dharma Bhakti Astra

Serial Catatan Harian Ojol

Serial Catatan Harian Ojol
Serial Catatan Harian Ojol
Tampilkan postingan dengan label Yayasan Dharma Bhakti Astra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Yayasan Dharma Bhakti Astra. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 April 2026

Yuk, Ikut Majukan UMKM lewat Artikel di Blog

Yuk, Ikut Majukan UMKM lewat Artikel di Blog

Saya ikut praktek mengisi kulit telur di
pinggir bingkai 
(Foto: Dok.Pribadi/@roelly87)



LEBIH dulu mana, telur atau ayam?


Demikian anekdot sejak zaman baheula hingga kini yang masih jadi tanda tanya. 


Kalo ditanyakan ke saya, jelas. Jawabannya simpel: Ga peduli, siapa lebih dulu, yang jelas baik telur atau ayam merupakan menu favorit saya.


Telur bisa dibuat jadi dadar, ceplok, bulat, pindang, mata sapi, balado, dan lain-lain.


Sementara, ayam bisa digoreng, bakar, panggang, tepungin, geprek, tumbuk, rica-rica, suir, dan sebagainya.


Namun, artikel ini bukan membahas tentang senioritas antara telur dan ayam.  

 

*        *        *


LIMBAH telur jadi karya seni. Wow, keren!


Saya pun berdecak kagum usai mengetahuinya lebih lanjut. Tepatnya, saat menghadiri Halal Bihalal Bersama Pewarta yang diselenggarakan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA), di resto kawasan Cikini, Jakarta Pusat, kemarin (9/4).


Ya, event yang berlangsung Kamis pagi itu dihadiri media, content creator (termasuk bloger seperti saya), Keluarga Besar YDBA, dan Teguh Joko Dwiyono selaku pemilik Wayang Art. Yaitu, UMKM binaan YDBA yang bergerak di bidang kerajinan tangan dengan salah satunya memanfaatkan limbah kulit telur.


Eh serius? Cangkang telur yang bagi masyarakat awam seperti saya tidak berguna justru berhasii dimanfaatkan Teguh sebagai karya yang memiliki komersial tinggi.


"Awalnya, ini ga sengaja," kata Teguh yang penampilannya sekilas mengingatkan saya pada almarhum Gombloh.


"Istri lagi masak nasi goreng. Kan pakai telur. Nah, cangkangnya jatuh. Ga sengaja saya injak. Saat itu, saya pandangi pecahan kulit telurnya kok indah banget. Ada nilai seninya."


Teguh mengingat, kejadiannya pada 1995. Namun, dia ga langsung menjadikannya produk. Butuh proses.


Berlatar seniman, Teguh pun mengakui tidak mudah dalam mengembangkan usahanya. Pria 70 tahun itu terus belajar hingga kini demi memasarkan produknya.


"Saya sempat mengalami krisis, bahkan bangkrut. Untungnya, dibina YDBA. Alhamdulillah, banyak mendapat ilmu yang ditularkan," Teguh, mengungkapkan disela-sela 'praktek' yang kami lakukan langsung dengan kulit telur.


Ya, YDBA memang rutin menggandeng para pelaku usaha di Tanah Air. Termasuk, pada level UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) yang sedang berkembang.


Beberapa sudah saya ulas di blog ini sejak kali perdana kenal YDBA pada 2016 silam. Mulai dari berangkatkan mitra UMKM ke Jepang (https://www.roelly87.com/2017/09/berangkatkan-22-umkm-ke-jepang-ydba.html) hingga mengajak UMKM untuk berpartisipasi di Asian Games 2018.


Kebetulan, saat itu Indonesia jadi tuan rumah. Astra sebagai sponsor utama turut menggandeng berbagai yayasan termasuk YDBA dan mitra UMKM untuk mensukseskan event akbar tersebut (https://www.roelly87.com/2017/12/astra-sponsori-asian-games-2018.html).


Sebagai bloger, dalam satu dekade ini, saya cukup rutin untuk ikut dalam berbagai acara Astra dan YDBA. Terakhir, pekan lalu (https://www.roelly87.com/2026/04/satu-indonesia-awards-2026-dan.html).


Nah, terkait UMKM, dalam halal bihalal itu, YDBA mengajak masyarakat untuk ikut kompetisi. Tepatnya, dalam Apresiasi Yayasan Astra untuk Pewarta 2026 (#AYukPewarta2026).


Temanya menarik: Bersinergi Untuk Masa Depan Lintas Generasi UMKM Indonesia.


Btw, ada enam kategori yang bisa diikuti dengan hadiah jutaan rupiah plus produk UMKM binaan YDBA. Wow!


1. Pemberitaan Foto Terbaik

2. Pemberitaan Artikel Terbaik

3. Reels Terbaik

4. Konten Blog Terbaik

5. Pewarta dengan Pemberitaan Foto Terbanyak

6. Pewarta dengan Pemberitaan Artikel Terbanyak


Kalo saya sih jelas ingin ikut yang konten blog. Maklum, saya kan bloger. 


Kebetulan durasinya cukup panjang. Jadi, saya, Anda, kalian, dan kita semua punya banyak waktu untuk mengumpulkan bahan.


- Periode Kompetisi: 9 April - 30 September

- Penjurian internal YDBA: 1-5 Oktober

- Penjurian Dewan Juri: 12-16 Oktober

- Pengumuman Pemenang: 6 November


Btw, artikel atau konten terkait kontribusi YDBA dalam membina UMKM di Tanah Air. Selain Teguh dengan limbah telur, banyak yang bisa diulas dari mitra UMKM pada daftar ini: https://bit.ly/umkmbinaanYDBA26.


Nah, sebagai epilog, mari kita ramaikan #AYukPewarta2026 dengan mengulas lebih dalam kemajuan para pelaku UMKM di penjuru nusantara yang mendapat binaan dari YDBA!

Berbagi inspirasi dari pelaku UMKM
binaan YDBA kepada media dan bloger



*        *        *


- Jakarta, 10 April 2206

*        *        *


Jumat, 17 Oktober 2025

Trade Expo Indonesia 2025

Trade Expo Indonesia 2025
(Foto: koleksi pribadi/ @roelly87)



SETAHUN ga terasa berlalu dengan cepat. Seperti baru kemarin menghadiri Trade Expo Indonesia (TEI) 2024 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) Bumi Serpong Damai (BSD), Kabupaten Tangerang. 

Eh, udah hadir lagi pada event dan tempat yang sama. Tepatnya, dalam TEI 2025, Kamis (16/10).

Edisi ke-40 pameran ekspor terbesar di Asia Tenggara ini berlangsung lima hari pada 15-19 Oktober. Terdapat 1.600-an lebih pelaku usaha untuk meluaskan pasarnya ke penjuru dunia.

Berdasarkan data Kompas, ada 8.045 pembeli terdaftar dari 130 negara. Pameran ini menampilkan tiga zona utama, yaitu produk pangan dan pertanian, manufaktur, serta jasa dan gaya hidup. 

Target transaksi TEI 2025 sebesar 16,5 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau kalau dikurs hingga Rp273 triliun!

Jumlah yang fantastis...

Khususnya, bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Beberapa di antaranya turut dibawa PT Astra International Tbk, dengan 23 UMKM yang tersebar di Hall 3A ICE BSD. Terdapat tiga kategori dengan komposisi 10 pelaku usaha yang dibina Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) dan 13 dari Desa Sejahtera Astra (DSA).

Jumlah tersebut meningkat dari tahun lalu, dengan 19 UMKM seperti yang sudah saya ulas dalam https://www.roelly87.com/2024/10/trade-expo-indonesia-2024-dan-momentum.html.

Nah, ke-23 UMKM ini merepresentasikan kekuatan dan keberagaman produk unggulan Indonesia. Untuk kategorinya berdasarkan data resmi dan hasil keliling di booth Astra di Hall 3A ICE BSD, meliputi:


1. Kategori Makanan dan Minuman Olahan (9 UMKM) diwakili UMKM produk siap saji dan olahan:

• CV AROMA SUKSES (Cirebon, Jawa Barat) memproduksi Bawang Goreng Premium dan telah mengekspor ke Australia, Taiwan, dan Amerika Serikat (AS).

• PT QISBELIAN SNACK INDONESIA (Bontang, Kalimantan Timur) dengan produk Amplang Kuku Macan yang telah menembus pasar Italia, Australia, dan California (AS).

• CV Khaira Buana Mas (Kulon Progo, Yogyakarta) memproduksi Jamur Crispy dan telah mengekspor ke Australia.

• Koperasi Rumah Biru Sejahtera (Sikka, Nusa Tenggara Timur) menawarkan produk olahan kakao seperti Cocoa Bean fermented, cocoa powder, hingga cashew nut berbagai varian rasa.

• CV Centerindo Kurnia Tritama (Kab. Bantul, Yogyakarta) yang menjual Teh eukaliptus, wedang uwuh, minuman instan jahe, permen, dan ginger cookies, serta telah mengekspor ke Malaysia, Kanada, Jerman, dan Jeddah (Arab Daudi).

• CV Ghani Wijaya Makmur (Sumedang, Jawa Barat) menghadirkan Snack Makaroni panggang dan Basreng (bakso goreng).

• PT BATTENBERG TIGA INDONESIA (Bandung, Jawa Barat) dengan produk andalan Biscuit Brownies Bites Glutenfree Dairyfree dan Cokelat Powder Drink, yang memiliki riwayat ekspor ke Malaysia, Kanada, Jerman, dan Jeddah (Arab Saudi).

• PT Imago Raw Honey (Bogor, Jawa Barat) memamerkan produk Madu dan Granola.

• Pawon Koe Mevrouw (Banyuwangi, Jawa Timur) yang produknya meliputi Salmon skin dan Keripik cumi, dengan riwayat ekspor ke Jepang dan Belanda.

***

2. Kategori Komoditas Pertanian (6 UMKM) fokus pada komoditas mentah maupun olahan awal:

• PT Syailendra Bumi Investama (Karanganyar, Jawa Tengah) menawarkan Minyak Atsiri dengan pasar ekspor yang luas meliputi Asia, Eropa, hingga Timur Tengah.

• PT SARI BHUWANA NUSAJAYA (Sidoarjo, Jawa Timur) menghadirkan rempah utuh, rempah bubuk, dan produk turunannya, dengan riwayat ekspor ke tujuh negara.

• CV Mekanira Nusantara (Banyumas, Jawa Tengah) menjual Gula Kelapa (Coconut Sugar) & Produk Turunan Kelapa lainnya, dengan riwayat ekspor ke Australia, Bulgaria, dan Singapura.

• CV TEMON AGRO LESTARI (Pacitan, Jawa Timur) dengan produk Gula Aren semut, cair, cetak, dan serbuk siap seduh jahe merah gula aren, yang telah diekspor ke Kanada, Jepang, dan Belanda.

• PT EFFA CIPTA SEJAHTERA (Kerinci, Jambi) fokus pada Cinnamon Stick dan Cinnamon Powder, dengan riwayat ekspor ke Nigeria.

• 1612 Coffee (Bandung, Jawa Barat) menampilkan Biji Kopi pilihan.

***

3. Kategori Craft Pendukung Fashion dan Home Décor (8 UMKM)  menampilkan produk kerajinan dan dekorasi rumah:

• CV Karya Winazar (Sukabumi, Jawa Barat) memproduksi berbagai alat dapur dan rumah tangga dari kayu seperti Cobek, Talenan, Sodet Sutil, hingga Rolling pin, dan diekspor ke Malaysia, Thailand, dan Brunei.

• PT Kain Ratu Utama (Jepara, Jawa Tengah) menjual Kain Tenun, Baju Tenun, Taplak Meja, Sarung Bantal Tenun, dan Tas Tenun, yang telah diekspor ke delapan negara termasuk Arab Saudi, Jepang, dan Singapura.

• WOOD MOOD (Jepara, Jawa Tengah) dengan Kerajinan kayu alat masak, alat makan, dekorasi, souvenir dan kado, diekspor ke Korea, Taiwan, Malaysia, India, Arab Saudi, Turki, dan lain-lain.

• PT Kreasi Dewe Indonesia / Ghawean Dewe (Jakarta Pusat) dengan boneka batik dan souvenir batik yang telah diekspor ke tujuh negara.

• CV Karya Wahana Sentosa (Bantul, Yogyakarta) menawarkan wooden kitchenware, wooden tableware, interior dan rumah kayu, dengan riwayat ekspor ke Jepang.

• UD Mitra Karya Sejahtera / Akaza (Jombang, Jawa Timur) yang menjual Kerajinan kayu alat rumah tangga dan alat dapur, diekspor ke Singapura dan Malaysia.

• PT PARJONO KERAMIK JAYA (Bantul, Yogyakarta) dengan Kerajinan Gerabah 

Kombinasi Serat Alam yang memiliki pasar ekspor luas termasuk Yunani, Prancis, 

Dubai, Belgia, Denmark, dan Amerika.

• Djohn Kreasi Batu Alam (Yogyakarta) yang memproduksi Accessories batu alam, dengan pasar ekspor ke India, Timur Tengah, dan Malaysia.


*        *        *


KOMITMEN Astra lewat berbagai yayasanya, termasuk YDBA dan DSA pada Trade Expo Indonesia 2025 ini hingga artikel ini ditulis Jumat (17/10) petang, telah melakukan enam Memorandum of 

Understanding (MoU) yang disepakati. Nilai transaksinya mencapai 4,2 juta dolar AS yang akan diekspor ke berbagai negara seperti Rusia, Bangladesh, Uni Emirat Arab, Malaysia, Kanada dan AS.

Selain penandatanganan MoU, sebanyak 25 UMKM binaan Yayasan Astra juga mengikuti pelatihan Strategi Ekspor yang merupakan kolaborasi antara Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia dengan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP) Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. 

Tujuan dari pelatihan ini adalah agar peserta yang belum berkesempatan mengikuti TEI tahun ini, siap mengikuti pameran berikutnya.

Ya, seperti banyak tulisan saya dulu (www.roelly87.com/2024/09/astra-ydba-umkm-dan-kontribusi-untuk.html), Astra dan Yayasan Astra berkomitmen  terus mendukung UMKM Indonesia untuk 

tumbuh, berinovasi, dan berkontribusi pada peningkatan ekspor nasional, sejalan dengan semangat mewujudkan cita-cita "Sejahtera Bersama Bangsa".


*        *        *


"BAWANG goreng premium ini sudah diekspor ke mancanegara. Mulai dari Australia, Taiwan, Macau, Hongkong, hingga Amerika Serikat," kata Asinan, perwakilan CV Aroma Sukses (Wuenak) selaku produsen Bawang Goreng Premium merek Aroma.

Produk asal Cirebon itu juga jadi idaman si kapal-kapal mewah di Macau, Tiongkok. Juga disediakan di salah satu restoran di Sydney, Australia.

Di TEI 2025 yang berlangsung sejak Rabu (15/10), jadi momentum Asnina agar Wuenak lebih go international. Maklum, banyak buyer asal mancegara yang antusias mendatangi booth Astra yang lokasinya strategis depan pintu masuk Hall Nusantara ICE BSD.

"Kami mendapat LOI (Letter of Intent, atau Surat Pernyataan Niat/Minat) dari buyer India. Bertemu banyak pelanggan baru yang siap menghadirkan bawang goreng kami di restoran mereka," Asnina menuturkan.

"Kini, kami juga sedang menjajaki kerja sama dengan buyer asal Tiongkok. Semoga ini bisa memperluas pasar di tingkat global."

Ya, Trade Expo Indonesia ini merupakan event penting bagi pelaku usaha di Tanah Air, termasuk UMKM dalam melebarkan pasarnya. Tidak hanya untuk dalam negeri saja, melainkan juga mancanegara. 

Itu karena pameran yang berlangsung rutin setiap tahun -kecuali pandemi- sejak 1985 ini memang jadi tujuan utama pebisnis dalam dan luar negeri untuk mencari produk yang diminati, baik eksportir maupun importir.

"Trade Expo Indonesia 2025 jadi wujud nyata untuk memperkuat hilirisasi dan industrialisaai nasional. Sekaligus, memperluas peran dalan rantai pasok global menuju Indonesia Emas," tutur Menteri Perdagangan Budi Santoso.

Menurutnya, pameran ini turut menghadirkan serangkaian kegiatan pendukung bagi pelaku usaha. Seperti penjajakan kerja sama bisnis (business matching), konsultasi bisnis (business counseling), dan berbagai forum bisnis.

Pernyataan senada diungkapkan Ketua Pengurus YDBA Rahmat Samulo. Itu terkait partisipasi Astra bersama yayasannya dalam berbagai pameran yang melibatkan UMKM.

Bisa dipahami mengingat mereka memiliki ratusan mitra UMKM yang dibina untuk meluaskan pasarnya. Tidak hanya dalam negeri saja yang berkaitan untuk menyuplai ke Grup Astra, melainkan juga ekspansi ke mancanegara.

"Kami membawa 23 UMKM di TEI 2025 ini yang sudah melakukan pelatihan intensif ekspor sejak Mei lalu hingga Oktober," Rahmat, menerangkan.

Bahkan, demi memperkuat UMKM binaannya, Astra bersinergi dengan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia dan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP) Kementerian Perdagangan untuk pelatihan strategi ekspor.

"Tujuan dari pelatihan ini agar peserta yang belum berkesempatan mengikuti TEI 2025, siap berpartisipasi pada tahun depan," ujar Rahmat terkait 25 UMKM yang diajak dalam pelatihan bertajuk Smart Export Strategy.

Bagi saya, apa yang dilakukan Astra sebagai pelaku usaha swasta untuk berkolaborasi dengan pemerintah, yaitu Kementerian Perdagangan dan KADIN, terkait pelatihan UMKM ini sangat menarik. Sebab, itu menegaskan, perusahaan yang berdiri sejak 1957 ini memang konsisten berperan dalam perputaran ekonomi Tanah Air.

"Kami tidak menilai pelatihan seperti ini layaknya kegiatan CSR (Corporate Social Responsibility) saja. Melainkan sebagai investasi (bagi mereka)," Rahmat, melanjutkan. "Jika memahami strategi, UMKM itu bisa naik kelas. Mereka dapat masuk ke rantai pasok global."

Ya, Trade Expo Indonesia jadi salah satu dari sekian banyak pameran di Tanah Air setiap tahunnya untuk mengenalkan produk UMKM kepada calon pembeli, baik dalam dan luar negeri. Ini jadi peluang bagi setiap UMKM binaan Astra yang mendapat pelatihan dari sinergisitas swasta dengan kementerian dan KADIN.

Respek bagi Astra sebagai swasta yang sudah menyediakan pelatihan bagi mitra UMKM binaannya, lewat yayasannya, YDBA dan DSA. Pelatihan ini sangat penting.

Ibarat mau bertanding sepak bola yang merupakan kerja sama tim, kalo para pemainnya ga latihan lebih dulu ya bisa kacau. Stamina kedodoran sepanjang 90 menit hingga demam panggung mau nendang bola ke arah gawang malah kepeleset.

Namun, ini bukan soal sepak bola.

***

Salah satu UMKM binaan Astra, PT Kreasi Dewe Indonesia/ Ghawean Dewe yang sudah ekspor ke tujuh negara pun aktif menghadiri berbagai pelatihan. Termasuk, jelang Trade Expo Indonesia 2025 melalui bootcamp yang diselenggarakan di markas Astra dan yayasannya.

"Kami gabung sebagai mitra UMKM Astra sejak 2018, sangat luar biasa support dan materi seminarnya. Mulai dari hal kecil, dulu kami dapat pelatihan membuat pola dan desain yang kami aplikasikan langsung untuk lebih variatif seperti kemasan yang unik," ucap perwakilan Ghawean Dewe saat diskusi dengan jurnalis dan bloger.

Saat melihat etalase Ghawean Dewe yang memproduksi souvenir dan boneka batik ini, saya pikir mereka sangat adaptif. Mereka selalu membuat produk yang punya ciri khas sesuai untuk dipasarkan.

"(Misalnya) di Thailand, kami membuat souvenir berbentuk gajah. Karena memang negara tersebut identik dengan gajah. Untuk Mongolia ada kuda hingga Prancis dengan ayam," ujarnya.





*        *        *


- Jakarta, 23 Oktober 2025



*        *        *


Video (Ga bisa ditautkan di artikel ini, error mungkin dashboard blogger.com atau hostingnya)


- https://vt.tiktok.com/ZSUVhYXJY/ (Bawang Goreng)


- https://youtube.com/shorts/mq3DlG45684?si=sqhLZ-GJdicxyZoS (Boneka Batik)


- https://youtu.be/2ty0LRunBt8?si=eG3ipNHjJw8uXlEO (Pelatihan UMKM)



*        *        *


Referensi:

- https://www.kompas.id/artikel/trade-expo-indonesia-jembatan-umkm-menuju-pasar-global

- https://kadin.id/kabar/kadin-kemendag-dan-astra-luncurkan-program-smart-export-strategy-di-tei-2025/


*        *        *

Boneka batiknya lucu-lucu, apalagi itu
Kanguru malah nyender di tembok



*        *        *

Kamis, 10 Oktober 2024

Trade Expo Indonesia 2024 dan Momentum UMKM untuk Perluas Pasar ke Luar Negeri

Trade Expo Indonesia 2024 dan Momentum UMKM untuk Perluas Pasar ke Luar Negeri


Suasana di booth Astra yang
menampilkan produk andalan UMKM
binaan YDBA dan DSA
(Foto: dokumentasi pribadi/@roelly87)



TIDAK hanya sekadar jadi tuan rumah di negeri sendiri, melainkan harus memperkuat ekspor produk unggulan ke luar negeri. Demikian pernyataan Presiden Joko Widodo usai membuka Trade Expo Indonesia (TEI) 2024 di Indonesia Convention Exhibition, Kabupaten Tangerang, Rabu (9/10).

Ya, pameran dagang tahunan yang kini memasuki edisi ke-39 itu diselenggarakan empat hari hingga Sabtu (12/10). Sekaligus jadi edisi pamungkas bagi pria yang akrab disapa Jokowi ini sebelum menyerahkan estafet kepemimpinan kepada Prabowo Subianto pada 20 Oktober.

Itu mengapa, Jokowi sangat berharap pada TEI 2024, agar pelaku usaha, baik skala besar, menengah, hingga UKM dan UMKM untuk bisa melebarkan sayapnya ke luar negeri.

Maklum, TEI 2024 diikuti 1.460 peserta pameran (exhibitor) dari penjuru Tanah Air. Termasuk, PT Astra International yang menampilkan produk andalan binaan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) dan Desa Sejahtera Astra (DSA).

"Kita sebagai negara besat dengan pasar yang juga besar terkait jumlah penduduk mencapai 280 juta jiwa. Itu terbesar keempat di dunia," kata Jokowi dalam sambutannya. 

"Jadi, kita harus mampu melindungi pasar domestik, menguasai pasar dalam negeri. Juga, jarus merambah secara luas ke pasar luar negeri."

Pria asal Solo itu juga optimistis, pelaku usaha berbagai skala di Indonesia, bisa lebih adaptif. Yaitu, tidak hanya memasarkan secara konvensional saja, melainkan juga digital seiring perkembangan zaman.

"Saya menyambut baik Trade Expo Indonesia yang ke-39 ini sebagai pameran produk ekspor yang terbesar di Tanah Air. Yang dilakukan secara hybrid, baik offline dan virtual, untuk memasarkan produk-produk unggulan kita ke pasar dunia," Jokowi, menambahkan.

Menurutnya, TEI 2024 ini jadi momentum untuk mendorong pertumbuhan ekspor yang lebih tinggi. Sekaligus, meningkatkan kualitaa dan daya saing produk dalam negeri agar bisa merambah pasar yang lebih lagi.

Saya sependapat. Bisa dipahami mengingat TEI 2024 yang berlangsung empat hari ini dihadiri banyak calon pembeli.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan yang saya kutip akhir September lalu, calon pembeli sudah mencapai 6.226 orang. Mereka yang terdaftar berasal dari 107 negara.

Tentu, saat TEI 2024 berlangsung sekarang, jumlahnya kian bertambah. Ini jadi nilai positif bagi para pelaku usaha yang mengikuti pameran, untuk bisa melebarkan sayapnya ke luar negeri.

Termasuk, dari kalangan UMKM. Sebagai bloger, saya tidak asing dengan mereka yang berkecimpung dalam Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.

Sebab, saya sering mengulas mereka, baik di blog pribadi ini, www.roelly87.com, atau Kompasiana (www.kompasiana.com/roelly87).

Terlebih, sejak mengenal lebih luas terkait Astra pada 2016 silam. Saat itu, saya baru tahu bahwa perusahaan yang berdiri pada 1957 ini tidak hanya terkait otomotif saja, melainkan banyak banget. 

Untuk lebih jelasnya, bisa dibaca pada artikel bulan lalu, https://www.roelly87.com/2024/09/astra-ydba-umkm-dan-kontribusi-untuk.html.

Pada saat yang sama, berprofesi sebagai ojol (ojek online) membuat saya kian akrab dengan pelaku UMKM. Baik itu saat mengantar penumpang, kirim makanan, paket, dan sebagainya.

Terlebih, saat Pandemi Covid 19. Bisa dibilang, pelaku UMKM adalah pahlawan. 

Sebab, ketika banyak mal, pusat perbelanjaan, restoran, dan sejenisnya tutup, mereka berusaha untuk tetap buka. Dampaknya bagi saya sangat signifikan. 

Pasalnya, saat itu saya tidak bisa mengambil orderan penumpang akibat PSBB, alias hanya dapat mengantar makanan dan barang. Di sisi lain, mal, pusat perbelanjaan seperti di Glodok, Pasar Pagi, dan Mangga Dua, mayoritas tutup. 

Alhasil, berkat keberadaan pelaku UMKM seperti resto rumahan dan pinggir jalan, berhasil membuat saya keluar dari situasi sulit.


*       *       *


SUASANA di ICE sangat ramai. Bahkan, siang itu di jalanan tampak merayap antrian mobil yang ingin memasuki gedung konvensi dan pameran terbesar di Indonesia ini.

Usai menukar ID Card, saya pun masuk ke Hall 3A yang terdapat booth Astra. Seperti yang sudah saya ulas di awal tulisan, grup usaha yang bermarkas di Menara Astra, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat ini menampilkan produk andalan binaan UMKM YDBA dan DSA. 

Itu meliputi produk kuliner, kerajinan, dan olahan. Terdapat 12 produk andalan dari DSA, mulai Kopi Gayo hingga Mete asal Manggarai. 

Sementara, YDBA menerjunkan 7 mitra binaan UMKM dengan berbagai produknya yang beraneka ragam, yaitu: 

- Ing Pawon

- Herbor.id

- Abon PS Mas

- Nena Collection

- Hofi

- Karienina

- Nicole's Nature

Saya pun berkeliling booth Astra untuk menyimak lebih dalam hasil produksi UMKM binaan YDBA dan DSA. Termasuk, mencicipi berbagai cemilan menarik.

Misalnya, abon rasa sapi dan ayam, serta serundeng dari Abon PS Mas. Cemilan dengan berbagai varian rasa ini begitu menggoda. 

Apalagi, harganya tergolong kompetitif. Mulai dari Rp 15 ribu. 

Bahkan, kita bisa dapat diskon harga jika pembayaran melalui Astrapay. Yaitu, dompet digital besutan PT. Astra Digital Arta yang masuk salah satu dari tujuh lini usaha Astra.

Ya, Astra ini bisa disebut palugada, alias memiliki ekosistem. Semua ada dan terintegrasi dengan baik hingga memudahkan masyarakat dalam bertransaksi. 

Misalnya, mau beli sepeda motor, mobil, hingga asuransi. Spare part pun banyak disediakan dari pelaku UMKM.

Hebatnya, mereka ga sekadar berbisnis saja. Melainkan, turut membantu UMKM dan warga setempat dalam sembilan yayasannya, termasuk YDBA.

"Silakan mas, kalo mau mencoba abonnya. Ada rasa ayam dan sapi. Untuk selera, bisa yang pedas atau original," ujar pria yang jaga di stand bertuliskan PS Mas.

Saya tertarik untuk mencicipi. Secara, abon memang cemilan yang saya suka. Baik itu dimakan langsung sebagai cemilan atau dicampur nasi. Sedap, euy.

"Mantep mas. Rasanya membekas banget. Ga pudar meski udah berselang beberapa menit," tutur saya usai mencicipi abon PS Mas rasa sapi.

Kalimat itu bukan hiperbola. Namun, sebagai penggemar abon, itu memang fakta.

"Berapaan satunya mas?"

"Yang (ukuran) 80 gram, Rp 20.000. Sama untuk (rasa) sapi atau ayam," pria bernama Hammam Abdurrasyid itu menjelaskan.

"Untuk ukuran segitu, kompetitif juga harganya. Rasanya juga mantul mas. Berasa banget paduan rempah-rempah tradisionalnya," saya memberi testimoni.

"Iya, mas. Ini resep spesial asli sejak 1993. Kami dari Solo, Jawa Tengah. Selain abon, ada berbagai produk lainnya, yaitu serundeng kelapa, dendeng sapi, dan klengkam kentang, yang merupakan oleh-oleh khas Solo," ucap Hammam.

Sebagai ojol yang masuk golongan nokturnal, alias aktif malam hari, saya memang suka ngemil. Asupan makanan ringan membantu saya untuk tetap bugar sepanjang perjalanan.

Itu mengapa, saya sangat antusias mengelilingi booth Astra. Termasuk, menyesap kopi pasak bumi plus gula aren yang masih panas saat dituang dari teko.

Eh, gula aren? Bukannya itu gula merah? Unik juga kalo dicampur kopi. 

Apalagi, ditambah dengan pasak bumi yang merupakan tanaman seperti jahe dengan banyak khasiat, salah satunya untuk mengontrol kadar gula dalam darah. Menarik euy!

"Ini kopi rasa jamu. Secara, mengandung akar pasak bumi yang kami jadikan minuman berkhasiat," kata Arsani, pemilik Hofi, salah satu UMKM binaan YDBA.

Di rak yang tersusun rapi, ada berbagai kopi dalam bentuk sachet dengan berbagai kemasan dan rasa. Selain kopi pasak bumi plus gula aren, saya turut mencicipi varian kopi kayu manis dan kopi temulawak.

Ini pengalaman baru bagi saya. Saya memang tiap hari minum kopi 1-3 gelas. Hanya, itu kopi bubuk standar kemasan sachet yang sudah ditumbuk. Atau, kopi hitam beli di pedagang keliling disela-sela ngojol.

Untuk rasa, saya sama sekali awam. Bagi saya, kopi ya sama aja. 

Kecuali, kopi mix yang pantang saya minum sebelum makan atau sarapan akibat trauma dulu pernah kena maag hingga perut berasa diaduk-aduk. Kapok dah seharian tiduran gara-gara secangkir kopi.

Ha... Ha... Ha...

Itu mengapa, saya penasaran untuk mengenal lebih dalam kopi rasa jamu di stand Hofi. Termasuk, menanyakan efek sampingnya. 

Ya, pengalaman buruk saat minum kopi mix padahal perut masih kosong membuat saya jadi lebih kritis. 

"Seluruh produk kami sudah bersertifikasi halal. Juga izin dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan)," Arsani, menerangkan.

"Jadi, sebagai minuman berkhasiat, bisa dinikmati sesuai ketentuan. Untuk yang ini (kopi pasak bumi plus gula aren), ada keterangan di label belakang, agar tidak dikonsumsi anak-anak, wanita hamil atau menyusui."

Mendengar penjelasan tersebut membuat saya yakin akan khasiat dan efek sampingnya. Dalam kesempatan tersebut, Arsani juga mengungkapkan, pentingnya pelaku UMKM untuk mengurus perizinan BPOM dan halal, agar bisa mendapat kepercayaan dari konsumen.

"Saat ini, kami sudah menjual produk tidak hanya di Kalimantan saja, tapi juga ke seluruh Tanah Air. Selain itu, kami turut memaksimalkan dengan penjualan di market place," ucap Arsani yang gabung dengan YDBA sebagai salah satu mitra UMKM sejak 2018.

Dengan paritisipasinya di TEI 2024 ini, Arsani optimistis Hofi dapat memperlebar pasar ke luar negeri. Saya lihat, banyak calon buyer dari negara luar yang turut penasaran mencicipi kopi rasa jamu dengan aroma khas yang unik ini.

Ya, semoga dengan diselenggarakannya Trade Expo Indonesia 2024 ini, berbagai produk UMKM binaan Astra lewat YDBA dan DSA bisa menambah pasar hingga mancanegara.***


Referensi: 

- https://setkab.go.id/presiden-jokowi-buka-trade-expo-indonesia-ke-39-dorong-produk-lokal-berdaya-saing-global/

- https://dinkes.kalteng.go.id/berita/dinas-kesehatan-prov-kalteng-gelar-sosialisasi-penggunaan-obat-tradisional-yang-aman-dan-bermanfaat/

- https://www.kemendag.go.id/berita/siaran-pers/sudah-6226-calon-pembeli-mendaftar-di-tei-2024-negara-nontradisional-jadi-mayoritas-pembeli-mancanegara


*        *        *

Owner Hofi, Arsani, sedang menyiapkan
kopi rasa jamu yang berkhasiat 


*        *        *

Berbagai produk minuman serbuk instan berkhasiat dari Ing Pawon


*        *        *

Ada jerapah atau dinosaurus? Lucu, euy!


*        *        *




*        *        *

Abon yang cocok untuk cemilan
atau campur nasi


*        *        *

Empon-empon adalah minuman
khas betawi berbahan baku jahe,
kayu secang, dan rempah-rempah


*        *        *

Kopi rasa jamu dengan aroma
yang unik dan berkhasiat


*        *        *


*        *        *


*        *        *


*        *        *


*        *        *


- Jakarta, 10 Oktober 2024


*        *        *


Artikel Terkait


========== YDBA: ==========


- Astra, YDBA, UMKM, dan Kontribusi untuk Negeri (https://www.roelly87.com/2024/09/astra-ydba-umkm-dan-kontribusi-untuk.html)


- YDBA Selenggarakan Konvensi QCC UKM Edisi Ketiga (https://www.roelly87.com/2018/09/konvensi-qcc-ukm-mitra-ydba-2018.html)


- YDBA Siap Libatkan UKM untuk Sukseskan Asian Games 2018 (https://www.roelly87.com/2017/12/ydba-ukm-asian-games-2018.html)


- Berangkatkan 22 UMKM ke Jepang, YDBA Lanjutkan Beri Kail Bukan Ikan (https://www.roelly87.com/2017/09/berangkatkan-22-umkm-ke-jepang-ydba.html)


- Konvensi QCC 2017 Dorong Mitra YDBA untuk Mandiri dan Lebih Kompetitif (https://www.roelly87.com/2017/08/ydba-konvensi-qcc-2017-yuk-ngimprove.html)


- Rayakan HUT ke-37, YDBA Luncurkan HebatnyaUKM.org (https://www.roelly87.com/2017/07/ydba-luncurkan-hebatnyaukmorg.html)


- 7 Alasan Harus Memiliki Daihatsu Sigra (https://www.roelly87.com/2016/08/7-alasan-harus-memiliki-daihatsu-sigra.html)




========== ASTRA: ==========


- Bukber Blogger Perdana sejak Pandemi (https://www.roelly87.com/2023/04/bukber-blogger-perdana-sejak-pandemi.html)


- Ada AstraPay di Balik Solusi Pembayaran Digital yang Terpercaya (https://www.roelly87.com/2021/09/ada-astrapay-di-balik-solusi-pembayaran.html)


- Pengalaman Perdana Ikut Bukber Astra (https://www.roelly87.com/2017/06/pengalaman-perdana-ikut-bukber-astra.html)


- Astra Berusia 60 Tahun, Selanjutnya? (https://www.roelly87.com/2016/08/astra-berusia-60-tahun-selanjutnya.html)


- Peringati HUT ke-60, Astra Kembali Selenggarakan SATU Indonesia Awards 2017 (https://www.roelly87.com/2017/03/satu-indonesia-awards-2017.html)


- Yuk, Berkunjung ke Museum Astra (https://www.roelly87.com/2016/11/yuk-berkunjung-ke-museum-astra.html)


- Astra Umumkan Tujuh Penerima SATU Indonesia Awards 2016 (https://www.roelly87.com/2016/10/satu-indonesia-awards-2016.html)


- Apresiasi Astra untuk Guru dan Sekolah di Tanah Air pada Hari Guru Nasional (https://www.roelly87.com/2016/11/apresiasi-astra-untuk-guru-dan-sekolah.html)


- Memetik Inspirasi Bersama Astra (https://www.roelly87.com/2016/12/memetik-inspirasi-bersama-astra.html)


- Sensasi Menanam Gaharu Bersama Astra di Bukit Kasur Cianjur (https://www.roelly87.com/2016/12/sensasi-menanam-gaharu-bersama-astra-di.html)


- (Esai Foto) Petualangan Akhir Tahun Bersama Astra (https://www.roelly87.com/2016/12/petualangan-akhir-tahun-bersama-astra.html)


- Ini Alasan Astra Sediakan 4 Mobil untuk Hadiah Lomba Foto Astra dan Anugerah Pewarta Astra 2017 (https://www.roelly87.com/2017/08/Lomba-Foto-Astra-dan-Anugerah-Pewarta-Astra-2017.html)


- Di Balik Julukan Pahlawan Lembah Hijau Rumbia (https://www.roelly87.com/2016/12/di-balik-julukan-pahlawan-lembah-hijau.html)


- Astra Sponsori Asian Games 2018 (https://www.roelly87.com/2017/12/astra-sponsori-asian-games-2018.html)


- Yuk, Proteksi Diri dan Keluarga Bersama happyOne.id (https://www.roelly87.com/2018/10/yuk-proteksi-diri-dan-keluarga-bersama.html)




========== OTOMOTIF: ==========


- Kenapa Harus Rutin Ganti Oli? (https://www.roelly87.com/2024/04/kenapa-harus-rutin-ganti-oli.html)


- Menikmati Sensasi Perjalanan Bersama "Si Biru" Grand New Avanza (https://www.roelly87.com/2015/11/menikmati-sensasi-perjalanan-bersama-si.html)


- Magnet Grand New Veloz dan Grand New Avanza di GIIAS 2015 (http://www.roelly87.com/2015/08/magnet-grand-new-veloz-dan-avanza-di.html)


- Belajar Disiplin (Lagi) Berkat Mengunjungi Pabrik Toyota TMMIN (http://www.kompasiana.com/roelly87/belajar-disiplin-lagi-berkat-mengunjungi-pabrik-toyota-tmmin_5587d7351393730519daf31b)


- Sisi Lain Toyota (TMMIN): Tidak hanya Memproduksi Mobil (http://www.kompasiana.com/roelly87/sisi-lain-toyota-tmmin-tidak-hanya-memproduksi-mobil_5578f28edf22bd0c1c302200)


- Keceriaan di Booth Daihatsu GIIAS 2016 (https://www.roelly87.com/2016/08/keceriaan-di-booth-daihatsu-giias-2016.html)


- Kopdar Kokgituya.com yang Menambah Pengetahuan Blogger (https://www.roelly87.com/2015/08/kopdar-kokgituyacom-yang-menambah.html)


- Mengintip Produksi Innova dan Fortuner di TMMIN Karawang Plant 1 (https://www.roelly87.com/2017/10/mengintip-produksi-innova-dan-fortuner.html)
















- 


- 


- 




Minggu, 23 September 2018

YDBA Selenggarakan Konvensi QCC UKM Edisi Ketiga


Ketua Pengurus YDBA Henry C. Widjaja bersama Presiden Direktur PT
Toyota 
Motor Manufacturing Indonesia
(Klik untuk perbesar gambar atau geser untuk melihat foto lainnya)


YAYASAN Dharma Bhakti Astra (YDBA) kembali menyelenggarakan Konvensi Quality Control Circle (QCC) untuk edisi ketiga. Tepatnya sejak kali pertama digelar pada 2016 di Kantor Pusatnya, Sunter, pada 2016, diikuti saat Gaikindo International Auto Show (GIIAS) 2017 di BSD City, Tangerang.

Konvensi QCC merupakan salah satu kegiatan yang diselenggarakan YDBA sebagai sarana bagi mitra Usaha Kecil Menengah (UKM) yang berkompetisi dalam menerapkan budaya continuous improvement. Atau, dikenal budaya kaizen supaya UKM jadi naik kelas dan awet.

Bagi saya, ini kali kedua meliput Konvensi QCC yang diselenggarakan YDBA. Sebelumnya, tahun lalu di BSD City, Tangerang. Kebetulan, saya tidak asing dengan yayasan tertua kedua yang didirikan PT Astra International. Yupz, Corporate Social Responsibility (CSR) ini dibentuk pendiri Astra,  William Soeryadjaya, pada 2 Mei 1980.

Alias, YDBA kini sudah berusia 38 tahun. Dalam perjalanannya, yayasan yang mengusung filosofi "Berikan Kail bukan Ikan" ini sangat komitmen berperan secara aktif dalam membangun bangsa. Itu seperti yang diamanatkan dalam butir pertama filosofi Astra, Catur Darma. Yaitu, "Menjadi Milik yang Bermanfaat bagi Bangsa dan Negara".

Bisa dipahami mengingat YDBA menjalankan program tanggung jawab sosial Astra dengan fokus pada pembinaan UKM dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Itu meliputi manufaktur, baik terkait value chain bisnis Astra maupun yang tidak terkait, bengkel umum roda empat dan roda dua, pengrajin, dan petani.

*         *         *
PAGI itu, matahari bersinar malu-malu. Dari perbatasan ibu kota, saya menuju ke kawasan Tebet, Jakarta Timur. Yaitu, untuk meliput Konvensi QCC UKM Mitra YDBA bersama lima rekan blogger dan media lainnya, Jumat (219).

Sempat diiringi hujan sejak Jalan Daan Mogot hingga Simpang Susun Semanggi, akhirnya tiba. Ketika itu, sudah ada rekan blogger, media, dan Agustin Pradhana yang merupakan perwakilan YDBA. Kami pun menuju ke PT Astra Honda Motor (AHM), Cibitung, Jawa Barat.

Dalam konvensi kali ini, terdapat tiga kelompok QCC terbaik yang akan mempresentasikan hasil improvement-nya di hadapan 250 tamu undangan. Mereka terdiri dari pemilik, manajemen, maupun karyawan UKM Mitra YDBA yang berada di wilayah Jakarta, Bogor,  Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Tiga kelompok tersebut yaitu:

1. PT Nandya Karya Perkasa (Kelompok Lupus)
Beranggotakan sembilan orang ini merepresentasikan konsep QCC dengan tema "Efisiensi Proses pada Part Pipe Centre Cross KWW". Sesuai dengan nama kelompoknya, "Lupus", yang memiliki akronim "Lakukan Usaha Perbaikan untuk Sukses". Lupus berlokasi di Cileungsi, Bogor,  yang selalu melakukan perbaikan untuk kesuksesan perusahaan.

2. PT Ganding Toolsindo (Kelompok #Koalisi2018)
Perusahaan yang berlokasi di area Bekasi ini mempresentasikan konsep QCC dengan tema "Efisiensi Proses Part Bracket 3-2 1WD". Dengan misi handal dalam stamping press, pembuatan dies, jigs, tools, serta C/F kualitas ekspor,  delivery on time, dan harga kompetitif.

3. PT Maha Tandra (Kelompok Metamorfosis)
Kelompok yang dipimpin Wartim Prasetyo ini mengangkat tema "Mempercepat Proses Pengerjaan Gelang Majesty". Melalui konsep tersebut, UKM asal Bandung ini mampu memperbaiki proses produksi yang semulai butuh waktu 13 hari jadi lima hari.

Setelah melalui proses penjurian yang sangat ketat berdasarkan hasil riset dan presentasi, juri memutuskan QCC UKM Mitra YDBA 2018 ini dimenangkan PT Nandya Karya Perkasa. Pada posisi kedua ada PT Maha Tandra diikuti PT Ganding Toolsindo.

Dalam acara itu, juga ada sharing dari Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Warih Andang Tjahjono. Pria kelahiran Pati, Jawa Tengah, ini berbagi kiat tentang Industri 4.0 dan tantangannya bagi UMKM.

Selain itu, YDBA dan AHM turut memberikan penghargaan kepada tiga ayah angkat program sektor unggulan. Mereka adalah PT Rachmat Perdana Adhimetal, PT Dharma Polymetal, dan PT Berdikari Metal Engineering.

Ayah angkat merupakan sebutan bagi perusayaan yang ingin bermitra menjadi customer bagi UKM dengan menetapkan dan mengajarkan standar quality, cost, delivery (QCD). Juga sebagai tenaga ahli untuk meningkatkan kompetisi bagi UKM yang sedang menjalankan program sektor unggulan.

Disela-sela acara, juga ada performance Jingle YDBA berjudul "Semangat Mandiri Berkarya" yang dibawakan Agustin dan perwakilan YDBA lainnya.

Lirik yang mencerminkan nilai kerja YDBA, yaitu Compassionate, Adaptive, Responsible, dan Excellent, ini sudah diperkenalkan sejak 10 Juli lalu pada perayaan HUT ke-38 YDBA di Tapin, Kalimantan Selatan. Yang menarik, jingle YDBA ini bisa dinikmati secara luas lewat aplikasi Spotify (https://open.spotify.com/album/1WIMoImzY5EmE0fkvIYJ8S).

*         *         *

KONVENSI QCC ini dilaksanakan setiap tahun sejak 2016. Harapannya, dapat mendorong UKM Mitra YDBA, baik manufaktur, bengkel, usaha tani, maupun kerajinan, agar terus melakukan improvement dengan tujuna meningkatkan produktivitas usaha.

Itu diungkapkan Pengawas YDBA sekaligus Production, Engineering, & Procurement Director PT AHM David Budiono dalam sambutannya yang didampingi Ketua Pengurus YDBA Henry C. Widjaja, dan Sekretaris Pengurus YDBA Ida R.M. Sigalingging.

"Tentunya, kami berharap ketiga peserta terbaik itu dapat lebih semangat. Sekaligus mampu memotivasi rekan-rekan UKM yang lain untuk selalui menerapkan budaya kaizen dan mengikuti Konvensi QCC tahun depan," kata Budiono.

"Bagi para finalis, kiranya dapat terus konsisten menjaga budaya kaizen ini. Agar, semakin meningkatkan kinerjanya untuk mencapai naik kelas dan awet."

Berdasarkan data hingga Desember 2017, YDBA telah memberikan pembinaan kepada 10.374 UMKM. YDBA juga melatih 716 pemuda putus sekolah untuk menjadi mekanik. Bagi saya, ini menarik. Sebab, YDBA benar-benar menerapkan filosofi "Berikan Kail bukan Ikan".

Bisa dipahami mengingat secara tidak langsung, YDBA telah menciptakan 65.855 lapangan pekerjaan melalui UMKM yang difasilitasinya.

Nah, jika Anda tertarik untuk gabung sebagai Mitra UKM YDBA, bisa mengunjungi tautan di bawah ini:

Website: http://www.ydba.astra.co.id
Twitter: https://twitter.com/YDBA_Astra
Facebook: https://www.facebook.com/ydba.astra
Instagram: https://www.instagram.com/ydba_astra
Online platform: http://hebatnyaukm.org

*         *         *
Yeeeeeee, ini kali kedua saya sebagai blogger meliput QCC UKM Mitra YDBA
setelah tahun lalu pada GIIAS 2017

*         *         *
Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Warih
Andang Tjahjono berbagi kiat terkait Industri 4.0 dan tantangannya bagi UMKM

*         *         *
Jingle YDBA berjudul "Semangat Mandiri Berkarya" yang juga tersedia
di Spotify

*         *         *
Konvensi UKM Mitra YDBA ini merupakan edisi ketiga setelah 2016 dan 2017

*         *         *
Henry mewakili YDBA memberi apresiasi kepada pemuda putus sekolah

*         *         *
Perwakilan PT Maha Tandra mengangkat tema Mempercepat Proses Pengerjaan
Gelang Majesty

*         *         *
Perwakilan PT Ganding Toolsindo mengusung konsep Efisiensi Proses Part
Bracket 3-2 1WD

*         *         *
Perwakilan PT Nandya Karya Perkasa mempresentasikan konsep QCC dengan
tema Efisiensi Proses pada Part Pipe Centre Cross KWW

*         *         *
Tiada perjamuan yang tak berakhir, foto bersama blogger, media, dan perwakilan
YDBA menjelang kembali ke Jakarta

*         *         *

Artikel YDBA Sebelumnya:

- 7 Alasan Harus Memiliki Daihatsu Sigra
-
*         *         *

- Jakarta, 23 September 2018

Selasa, 12 September 2017

Berangkatkan 22 UMKM ke Jepang, YDBA Lanjutkan Beri Kail Bukan Ikan


Sekretaris Pengurus YDBA Mohammad Iqbal bersama Wakil Ketua HAAI
Saharto Sahardjo memakaikan jaket kepada salah satu perwakilan
UMKM yang berangkat ke Jepang
(Klik untuk perbesar foto atau geser untuk melihat gambar lainnya)


YAYASAN Dharma Bhakti Astra (YDBA) kembali memberangkatkan UMKM mitranya ke Jepang untuk mengikuti training The Program of Corporate Management for Indonesia (IDCM) di Kansai Kenshu Center, Osaka. Ini edisi keenam mitra UMKM diberangkatkan YDBA ke Negeri Matahari Terbit.

Tren itu diawali pada 2013 dengan 24 UMKM. Angkatan II dan III pada 2014 dengan 48 UMKM, diikuti batch IV pada 2015 (22 UMKM), dan V pada 2016 (21 UMKM). Tahun ini, yayasan yang dibentuk pendiri PT Astra International, William Soeryadjaya, pada 2 Mei 1980 itu memberangkatkan 22 UMKM.

Fakta itu saya ketahui setelah menghadiri Pelepasan Peserta Training IDCM ke Jepang di Kantor YDBA, Jakarta Utara, Senin (11/9). Sejatinya, saya awam dengan acara ini. Namun, tertarik mengetahui latar YDBA memilih mitra UMKM untuk diberangkatkan ke Jepang.

Yupz, adagium lawas mengatakan, kota Roma tidak dibangun dalam semalam. Alias, mitra UMKM yang terpilih tentunya sudah melalui saringan yang ketat. Keberadaan mereka di negaranya Hidetohi Nakata ini tentu bukan sekadar liburan. Melainkan untuk menerapkan sisi positif dari etos kerja di Jepang.

Ke-22 mitra UMKM YDBA itu berada di Jepang pada 13-26 September. Ini jadi program beasiswa dari pemerintah Jepang melalui Association for Overseas Technical Cooperation and Sustainable Partnership (AOTS) Jakarta.

ATOS ini merupakan organisasi internasional di bawah Ministry of Economy, Trade, anda Industry (METI) Jepang yang bergerak di bidang pengembangan sumber daya manusia di negara-negara berkembang. Tujuannya, untuk mempromosikan kerja sama teknis melalui pelatihan, pengiriman pakar, dan program lain.

Jika Anda tertarik dengan kontribusi Astra terhadap masyarakat Indonesia melalui YDBA bisa mempelajarinya di situs HebatnyaUKM.org. Kebetulan, saat turut meliput peluncurannya pada 7 Juli lalu di Gedung Astra yang bersebelahan dengan YDBA (artikel sebelumnya: Rayakan HUT ke-37, YDBA Luncurkan HebatnyaUKM.org).

Terlebih, saya tidak asing dengan YDBA atau Grup Astra. Sebab, sejak 2016 saya sering meliput berbagai acara mereka. Termasuk, ketika yayasan tertua kedua Astra ini menyelenggarakan Konvensi Quality Control Circle (QCC) pada 12 Agustus lalu di ICE BSD, Tangerang (Artikel sebelumnya: #YukNgimprov untuk Mandiri dan Lebih Kompetitif).

*         *         *

DARI 22 UMKM yang diberangkatkan YDBA itu bergerak di bidang manufaktur dan kerajinan. Dalam dua pekan ke depan, mereka akan mendapatkan pelatihan manajemen perusahaan dan kesempatan benchmarking ke beberapa UKM Jepang.

Diberangkatkannya UMKM ke Jepang ini bertujuan untuk menambah pengetahuan dan mendapatkan kesempatan demi meningkatkan daya saing. Ini sejalan dengan development framework YDBA, yaitu mendorong UMKM menjadi Mandiri.

Program ini juga ditujukan agar peserta memahami karakteristik UMKM "excellence" ke Jepang melalui pembelajaran filosofi manajemen dan proses pengembangan strategi manajemen.

Selain itu, YDBA berharap UMKM mitranya ini mampu menganalisis berbagai masalah yang terjadi di perusahaan-perushaan masing-masing. Serta, dapat memformulasikan rencana penyelesaian. Dalam training ini juga dilaksanakan temu bisnis yang mempertemukan UMKM Jepang dengan UMKM mitra YDBA.

Nah, bagaimana mitra UMKM YDBA untuk bisa mengikuti training ke Jepang? Tentu, mereka harus mengikuti seleksi administrasi dengan melengkapi Pre Training Report yang terdiri dari struktur organisasi dan company profile.

Bidang usaha dari UMKM juga menjadi salah satu pertimbangan dalam penilaian yang dilakukan AOTS. Itu diungkapkan Sekretaris Pengurus YDBA Mohammad Iqbal dalam sambutannya.

"Kami berharap angkatan enam ini jadi peserta terdepan yang sepulang nanti tidak hanya mendapatkan ilmu baru mengenai manajemen bisnis saja," tutur Iqbal yang didampingi Wakil Ketua Himpunan Alumni AOTS Indonesia (HAAI) Saharto Sahardjo, dan perwakilan AOTS Jakarta Dea Intan.

"Melainkan juga membawa perubahan yang dapat dikembangkan dan diimplementasikan di perusahaan masing-masing. Sehingga waktu tenaga dan materi yang didapat selama dua pekan di Jepang akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat," Iqbal, menambahkan.

*         *         *

PERNYATAAN itu beralasan mengingat YDBA memiliki filosofi "Berikan Kail, bukan Ikan". Yayasan ini menjalankan program tanggung jawab sosial Astra yang fokus pada pembinaan UMKM di Tanah Air. Itu meliputi manufaktur, baik terkait value chain bisnis Astra maupun tidak, bengkel umum roda empat dan roda dua, pengrajin, dan petani.

Keberadaan YDBA sebagai komitmen Astra untuk berperan serta secara aktif dalam membangun bangsa. Terutama demi menerapkan amanat butir pertama filosofi Astra, Catur Dharma. Yaitu, menjadi milik yang bermanfaat bagi bangsa dan negara. Apalagi, 20 Februari lalu, Astra genap 60 tahun yang melewati perjalanan penuh inspirasi. Bisa dipahami mengingat dalam periode itu, Astra melalui sembilan yayasannya berperan penting untuk memberi manfaat kepada masyarakat luas.

Tak heran jika YDBA sudah mendirikan 16 cabang Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) dan 10 LKM/koperasi di Tanah Air. Hingga Juni ini, yayasan yang dipimpin Henry C Widjadja selaku ketua pengurus itu sudah melakukan pembinaan terhadap10.112 UMKM.

Mereka juga telah melatih 701 pemuda putus sekolah untuk menjadi mekanik. Bahkan, YDBA secara tidak langsung menciptakan 65.158 lapangan pekerjaan melalui UMKM yang difasilitasinya.***


*         *         *
Sahardjo dan Iqbal berbincang dengan ketiga perwakilan UMKM yang akan
mengikuti Program on Corporate Management for Indonesia

*         *         *
Tahun ini YDBA memberangkatkan 22 mitra UMKM ke Jepang
yang merupakan edisi keenam sejak 2013

*         *         *
Foto bersama pengurus YDBA, HAAI, dan peserta UMKM ke Jepang

*         *         *

Artikel Grup Astra Sebelumnya:


*         *         *
- Semarang, 11 September 2017 

Selasa, 15 Agustus 2017

Konvensi QCC 2017 Dorong Mitra YDBA untuk Mandiri dan Lebih Kompetitif


Suasana booth YDBA di Hall 2X ICE BSD
(Klik untuk perbesar foto dan geser untuk melihat foto lainnya)


DALAM menjalankan bisnis di era yang sangat kompetitif seperti sekarang, menjaga kualitas jadi faktor utama bagi setiap pelaku usaha. Tidak terkecuali pelaku Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Tanah Air.

Ini sangat penting karena kualitas produk dan pelayanan yang diberikan merupakan salah satu faktor kunci dalam mendapatkan kepuasan konsumen. Demikian kesimpulan yang saya dapat ketika menghadiri Konvensi Quality Control Circle (QCC) UMKM dari mitra Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA).

Acara tersebut diselenggarakan bertepatan dengan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017 di ICE BSD, Tangerang, Sabtu (12/8). Sebagai blogger yang tertarik untuk terjun ke dunia UMKM pada suatu saat nanti, tentu acara ini tidak saya lewatkan.

Kebetulan, saya sering mendapat ilmu dan wawasananyar dari event yang diselenggarakan YDBA. Teranyar, saat yayasan tertua kedua Grup Astra International ini menyelenggarakan HUT ke-37 pada 10 Juli lalu (Artikel sebelumnya: Rayakan HUT ke-37, YDBA Luncurkan HebatnyaUKM.org).

Apalagi, konvensi ini diadakan di ICE BSD yang tidak asing bagi saya. Tahun lalu, saya beberapa kali menyambangi booth YDBA yang berada di Hall 3 dan 2F Artikel sebelumnya: 7 Alasan Harus Memiliki Daihatsu Sigra dan Keceriaan di Booth Daihatsu GIIAS 2016).

Alhasil, saya pun tak melewatkan kesempatan untuk kembali mengunjungi booth YDBA sebelum mengikuti konvensi. Sama seperti tahun lalu, pada GIIAS 2017 ini YDBA menggelar pameran di dua tempat dengan menampilkan 12 UMKM yang terdiri dari tujuh UMKM Manufaktur, dua UMKM bengkel, dan tiga UMKM kerajinan.

Yaitu, Hall 2X yang memajang berbagai hasil mitra dari YDBA dan Prefunction Hall 3 dengan keberadaan Wintor. Yaitu, kendaraan angkutan serbaguna dengan mesin diesel bertenaga 10 hp yang konsumsi solarnya 0,5 liter per jam. Wintor ini edisi kedua setelah pada GIIAS 2016 juga turut ditampilkan.

Bagi saya, keberadaan kendaraan ini sangat diapresiasi. Maklum, 86 persen komponen diproduksi di Indonesia lewat anak perusahaan PT Astra Otoparts. Tak heran jika Wintor jadi primadona bagi pengunjung GIIAS untuk menelusuri setiap bagian atau dijadikan latar foto.

*          *          *

YDBA dibentuk pendiri Astra, William Soeryadjaya pada 2 Mei 1980. Yayasan ini memiliki filosofi "Berikan Kail Bukan Ikan". Itu mengapa YDBA selalu membagikan pengetahuan sekaligus menanamkan budaya kaizen yang telah mengakar kuat di lingkunan Astra kepada UMKM.

Tujuannya, untuk membantu UMKM menuju kemandirian yang sejalan dengan misi Astra yaitu, "Sejahtera Bersama Bangsa". Nah, pada konvensi yang ketiga ini, YDBA mengusung tema "Yuk NgImprove!". Maksudnya, untuk mengajak UMKM mulai menerapkan kegiatan QCC dari hal yang sederhana pada bisnis mereka.

Dalam konvensi itu, UMKM mitra YDBA ditantang memaparkan kegiatan QCC yang telah dilakukan pada masing-masing perusahaan. Kegiatan QCC yang dilakukan tersebut tentunya tidak lepas dari pendampingan YDBA selama ini.

Setelah melalui proses seleksi yang terdiri dari tahap seleksi makalah dan presentasi, akhirnya terpilih tiga finalis seperti yang diumukan Ketua Pengurus YDBA, Henry C Widjaja.

1. PT Rachmat Perdana Adhimetal
Perusahaan yang didirikan Syaiful Munir pada 1997 ini bergerak di bidang jasa metal stamping, welding, serta pembuatan dies dan jig fixture. Berkat keberhasilannya dalam menjaga kualitas, PT RPA kini berhasil menembus supply chain Grup Astra sebagai salah satu tier supllier PT Astra Honda Motor dan beberapa perusahaan lainnya. Pada konvensi QCC 2017 ini, PT RPA memaparkan makalah dengan judul "Menghilangkan Delay Persiapan Delivery Plate Setting K15".

2. PT Bakom Metal Industri
Perusahaan yang didirikan pada 2004 ini bercita-cita untuk dapat menjadi piston manufacturer terbesar di Indonesia dan Asia. Perusahaan yang bergerak di bidang usaha machining ini telah berhasil jadi supplier untuk beberapa perusahaan di Grup Astra Otoparts. Pada konvensi ini, PT BMI membawakan makalah dengan judul "Menurunkan Defet Pin HOle Nokari Produksi Machining Line 2".

PT ATMI Solo
Perusahaan yang sebelumnya dikenal sebagai Akademi Teknik Mesin Industri ini bergerak pada bidang pembuatan mold, berbagai komponen otomotif maupun non-otomotif. Serta, pengembangan mesin yang dipercaya mitra di berbagai industri. Mulai dari otomotif, makanan, minuman, hingga rumah sakit. Pada konvensi ini, PT ATMI Solo memaparkan makalah berjudul "Meningkatkan Produktivitas Assembly Hospital Bed 3 Crank".

*          *          *

SELAIN pemaparan dari ketiga finalis, kegiatan Konvensi QCC juga diisi sesi sharing dari Presiden Direktur PT Autoplastik Indonesia, Siswijono.

Sosok yang juga menjabag sebagai  Chief Operating Officer PT Astra Otoparts Divisi Adiwara Plastik ini menjelaskan pentingnya menerapkan kegiatan QCC untuk perusahaan. Dalam keterangannya, pria 54 tahun ini menekankan tentang pentingnya membangun SDM yang mumpuni dalam mewujudkan budaya improvement yang berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, YDBA berharap UMKM mitra dapat termotivasi untuk menerapkan kegiatan QCC di perusahaan masing-masing. Dengan begitu, UMKM pun diharapkan dapat memiliki daya saing yang tinggi untuk dapat berkompetisi di era terbuka saat ini.

Yupz, saya berharap Grup Astra melalui YDBA konsisten mengawali berbagai mitranya di Tanah Air. Sebab, kolaborasi mereka turut berkontribusi atas meningkatnya perekonomian Indonesia. Sekaligus, sejalan dengan misi Astra sejak kali pertama didirikan 20 Februari 1957, "Sejahtera Bersama Bangsa".

*          *          *
Konsep Parkir Pintar dari Himpunan Bengkel Binaan YDBA

*          *          *
Salah satu perwakilan YDBA menjelaskan kinerja Parkir Pintar kepada saya

*          *          *
Booth YDBA di Prefunction Hall 3

*          *          *
Antusiasme pengunjung terhadap Wintor yang diproduksi PT Astra Otoparts

*          *          *
Ketua Pengurus YDBA Henry C Widjadja

*          *          *
Presiden Direktur PT Autoplastik Indonesia sekaligus Chief Operating Officer
PT Astra Otoparts Divisi Adiwara, Siswijono

*          *          *
Penyerahan plakat dari Henry kepada Siswijono

*          *          *
Peserta Konvensi QCC dari PT Rachmat Perdana Adhimetal

 *          *          *
Dewan juri memberi penilaiain kepada ketiga finalis mitra YDBA

*          *          *
Foto bersama tim Susuk Tante dari PT Rachmat Perdana Adhimetal 
*          *          *

Artikel Grup Astra Sebelumnya:
- Rayakan HUT ke-37, YDBA Luncurkan HebatnyaUKM.org
- Peringati HUT ke-60, Astra Kembali Selenggarakan SATU Indonesia Awards 2017
- Memetik Inspirasi Bersama Astra
- Astra Umumkan Tujuh Penerima SATU Indonesia Awards 2016
- Pengalaman Perdana Ikut Bukber Astra

*          *          *
- Jakarta, 15 Agustus 2017