MENDENGAR kata Inke Maris, ingatan saya langsung terbayang pada sosok penyiar sekaligus reporter Televisi Republik Indonesia (TVRI). Sebagai, bagian dairi generasi 1990-an, tentu saya sangat hafal dengan berbagai program tv pelat merah tersebut. Termasuk, Dunia Dalam Berita yang kerap dibawakan Inke. Wanita kelahiran di Bogor, Jawa Barat, 7 Desember 1950 ini identik dengan jurnalistik. Tepatnya, berkaitan dengan media. Sebelum di TVRI, bahkan Inke ini mengawali karier profesionalnya di British Broadcasting Corporation (BBC) pada 1969-1982, koresponden Sinar Harapan 1976-1982, dan TVRI 1982-2001. Dikutip dari 100 Great Women: Suara Perempuan yang Menginspirasi Dunia, sosok yang bernama asli Nyi Raden Maria Dinariati Natanegara ini berkecimpung di dunia jurnalistik lebih dari 30 tahun! Dalam periode itu, Inke sudah mewawancarai 400 tokoh dunia Mulai dari Perdana Menteri Inggris Margareth Tatcher, Pemimpin Palestina Yasser Arafat, Presiden Filipina Fidel Ramos, dan banyak lagi. Disela-sela kesibukannya itu, Inke berinisiatif untuk membentuk Inke Maris & Associates (IM&A atau IMA) bersama suami dan adik-adiknya Yaitu, jasa konsultasi bagi instansi pemerintah atau swasta hingga perusahaan IM&A tercatat sebagai pelopor atau pionir bisnis di bidang industri jasa Public Relations (PR) Bisa dipahami, lebih dari tiga dekade silam itu, berbagai perusahaan di Tanah Air masih asing dengan PR. Inke yang saat itu menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) itu pun jadi wanita Indonesia pertama yang mempelopori usaha jasa PR. Sejak 1986 hingga kini, mungkin sudah ratusan klien yang dimiliki IM&A. Mereka terdiri dari berbagai sektor. Mulai dari pemerintahan seperti kementerian atau instansi, perbankan, digital, kesehatan, event management, dan lainnya. Itu diungkapkan Director/ Senior Consultant IM&A Lawrence Tjandra dalam acara Media & Blogger Gathering di Relung Kopi, Jumat (20/12). Kebetulan, saya tidak asing dengan IM&A. Sebab, sebagai blogger, saya sudah puluhan kali menghadiri event yang didukung IM&A. Tepatnya, sejak tiga tahun silam berkat informasi dari rekan blogger, Lidya Fitrian untuk menghadiri gathering BCA Indonesia Open 2016. Sejak saat itu, saya jadi lebih mengenal IM&A dan beberapa sosok di balik layarnya. Terutama, Frieda Oktavia yang menjabat sebagai Government & Community Outreach Specialist. Sebagai catatan, BCA (Bank Central Asia) jadi salah satu klien terlama dari IM&A. Itu berlangsung sejak 2012 hingga kini. Berkat IM&A pula, saya jadi lebih mengenal dekat dengan bank swasta terbesar di Tanah Air tersebut. Pasalnya, BCA kerap menyelenggarakan atau mensponsori event di Indonesia dengan banyak hal. Misalnya, olahraga lewat bulu tangkis, kesenian (wayang), budaya (batik), pendidikan, seminar, teknologi, dan sebagainya. Kebetulan, sebagai penggemar olahraga, saya tak asing dengan bulu tangkis. Apalagi, Indonesia Open yang dalam satu dekade terakhir disponsori BCA, tepatnya Grup BCA. Mulai dari Djarum pada 2009-2013, BCA 2014-2017, dan Blibli 2018-sekarang.
Gathering yang diselenggarakan IM&A bersama media dan blogger ini memang rutin setiap akhir tahun. Termasuk pada 2018 di kawasan Kuningan sambil menyaksikan Aquaman. Untuk tahun ini temanya friendship & diversity. Sebagai blogger, tentu saya senang bisa bertemu dengan rekan-rekan lainnya sambil bersilaturahmi dengan berbagai sosok di balik layar IM&A. Harapan saya, IM&A terus jadi yang terdepan dalam industri PR di Tanah Air.
* * *
* * *
* * *
* * *
* * *
Referensi: - www.inkemaris.com
- entrepreneur.bisnis.com/read/20161130/240/607654/inke-maris-raih-penghargaan-pr-of-the-year-2016 - topskor.id/detail/77284/Absen-di-Indonesia-Open-2018-BCA-Tetap-Dukung-Penuh-Kegiatan-Olahraga-di-Tanah-Air - 100 Great Women: Suara Perempuan yang Menginspirasi Dunia
BCA Indonesia Open 2016 telah bergulir di Istora Senayan, Jakarta, sejak pembukaan pada Senin (30/5) hingga final yang berlangsung Minggu (5/6). Bagaimana kemeriahan turnamen bulu tangkis dengan hadiah hadiah total 900 ribu dolar Amerika Serikat (sekitar Rp 12,2 Miliar). Berikut, foto-foto yang saya abadikan pada hari kedua, Selasa (31/5).
Umbul-umbul dan banner BCA Indonesia Open 2016 di pintu masuk kompleks GBK
* * *
Istora Senayan "disulap" jadi arena serba bulu tangkis
* * *
BCA Arena di depan pintu masuk Istora
* * *
Salah satu pengunjung melakukan selfie (swafoto) di depan ribuan tanda tangan untuk mendukung BCA Indonesia Open 2016
* * *
Membubuhkan tanda tangan sebagai salah satu bentuk dukungan pada putra-putri bangsa ini untuk meraih hasil maksimal di BCA Indonesia Open 2016
* * *
Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI)
* * *
Dua pengunjung melakukan "trik" di salah satu stand yang sangat diminati
* * *
Yuni Kartika (Kabid Humas PBSI) bersama jajaran pelatih dan petinggi PBSI setelah pertandingan
* * *
Salah satu pengunjung yang merupakan blogger, Yos Mhardikai, mengikuti games
* * *
Yupz... Koknya mau masuk lobang yang akan mendapat hadiah dari salah satu sponsor, MetLife
* * *
Ekspresi Yos ketika kok yang di-smashnya gagal masuk lobang berbentuk raket
* * *
Bermain simulasi yang disediakan sponsor Total Oli
* * *
Stan Djarum Foundation sebagai sponsor pendamping BCA Indonesia Open 2016
* * *
Stan BCA sebagai sponsor utama Indonesia Terbuka dalam tiga tahun terakhir hingga dinamakan jadi BCA Indonesia Open 2016
* * *
Pengunjung wanita melakukan simulasi games di Djarum Foundation
* * *
Anneka permaianan yang melimpah dari berbagai sponsor turnamen
* * *
Lapar dan haus? Jangan takut. Di BCA Indonesia Open 2016 tersedia banyak booth atau stan makanan dan minuman
* * *
Banner raksasa Blibli sebagai official ticket BCA Indonesia Open 2016
* * *
Aneka merchandise dan pernak-pernik turnamen di stan BCA
* * *
Kok raksasa di gerbang utama
* * *
Yuk, ikutan livetweet dengan hastag #EaaForIndonesia
* * *
Beberapa pengunjung mengabadikan "Great Wall" di gerbang utama
* * *
Profil delapan legenda bulu tangkis Indonesia beserta prestasinya
* * *
Pasangan legendaris bulu tangkis Indonesia, Alan Budikusuma dan Susi Susanti yang mengharumkan negeri ini saat merebut medali emas di Olimpiade Barcelona 1992 pada Tunggal Putra dan Putri
Dari kiri ke kanan: Inge, Fran, Budiharto, dan Yuni
SETELAH kegagalan di Piala Uber dan "nyaris" di Piala Thomas, saatnya berjaya di BCA Indonesia Open (BIO) 2016! Demikian, harapan saya dan rakyat di seluruh Tanah Air menjelang berlangsungnya seri kelima dari rangkaian turnamen bulu tangkis paling elite versi Federasi Bulu Tangkis Internasional (BWF).
Ya, dalam tingkatan BWF, BCA Indonesia Open masuk dalam kategori Super Series Premier. Alias, turnamen paling atas di level II setelah Olimpiade, Kejuaraan Dunia, Thomas-Uber, dan Piala Sudirman. Bahkan, BCA Indonesia Open memiliki hadiah terbesar di antara turnamen lainnya dengan total 900 ribu dolar Amerika Serikat (sekitar Rp 12,2 Miliar).
Wajar jika saya dan segenap rakyat Indonesia, berharap ada putra-putri bangsa yang mampu menjuarainya. Terutama setelah Simon Santoso merebut gelar tunggal putra pada 2012. Setelah itu, kita hanya bisa jadi tuan rumah yang baik tanpa mampu menghasilkan pemain terbaik. Itu mengapa saya sangat berharap, kita bisa meraih keduanya. BCA Indonesia Open 2016 sebagai turnamen terbaik tahun ini dan lagu Indonesia Raya berkumandang.
Ya, kami kangen dengan lambaian tangan pemain saat memegang piala. Kami tak sabar menyanyikan lagu Indonesia Raya ketika ada wakil terbaik negeri ini berdiri di podium utama. Kalau mau jujur, kami itu sungguh... Rindu juara!
* * *
SORE itu, Jumat (27/5) jalanan ibu kota tampak ramai. Dari kawasan Senayan, saya menuju Hong Kong Cafe di Sarinah, Jakarta Pusat. Saat itu sudah hadir beberapa rekan blogger yang mayoritas pencinta olahraga, khususnya bulu tangkis. Seperti, Lidya Fitrian, Yos Mhardikai, Salman Faris, Ade Andrie, dan lainnya.
Keberadaan kami untuk berdiskusi menyambut BCA Indonesia Open 2016 yang berlangsung sepekan, mulai Senin (30/5) hingga Minggu (5/6) di Istora Senayan, Jakarta. Dalam acara bertajuk "Blogger Gathering: Menjadi yang Terbaik" itu turut menampilkan narasumber yang sudah tidak asing lagi. Inge Setiawati yang menjabat sebagai Sekretaris Bank Central Asia (BCA), Yuni Kartika (Kabid Humas PBSI), Achmad Budiharto (Wakil Sekjen PP PBSI), dan Fran KurniawanTeng (Atlet Djarum).
"Ini tantangan bagi PBSI karena dalam tiga tahun terakhir, event ini (BCA Indonesia Open) jadi yang terbaik di dunia untuk Super Series Premier," Budiharto, mengungkapkan. "BCA Indonesia Open 2016 ini merupakan terobosan karena negara lainnya belum membuat event seperti ini. Yaitu, Sportainment atau Sport Entertainment yang mengedukasi masyarakat. Bahwa, bulu tangkis bukan sekadar olahraga saja, tapi juga hiburan yang bisa dinikmati tidak hanya pencinta olahraganya, melainkan juga keluarganya."
Apa yang dikatakan Budiharto beralasan. Sebab, dalam dua edisi terakhir BCA Indonesia Open (2014 dan 2015), memadukan olahraga dan hiburan. Di area pertandingan, ada hiburan seperti musik, games berhadiah, dan berbagai stan makanan dan minuman yang melimpah.
Pernyataan sama diungkapkan Yuni saat menjawab berbagai pertanyaan blogger. Wanita kelahiran 16 Juni 1973 itu menegaskan, BCA Indonesia Open tahun ini sangat penting. Sebab, jadi ajang untuk mendulang poin bagi para pemain sebelum berlaga di Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro pada 11-20 Agustus. Maklum, BCA Indonesia Open jadi tiga rangkaian puncak setelah Thomas-Uber (15-22 Mei) dan sebelum Australia Open (7-12 Juni).
"Ini turnamen yang istimewa bagi setiap pemain. Khususnya, pemain Indonesia. Kami berharap, tunggal putra dan putri bisa bikin kejutan di Istora," ujar Yuni, optimistis.
* * *
YA, bagi pemain asing, berlaga di Indonesia, khususnya Istora, memang memiliki kesan tersendiri. Bahkan, mayoritas dari mereka menganggap Istora sudah seperti rumah sendiri. Itu karena sepanjang pengalaman saya berada di Istora, suporter Indonesia dikenal sebagai pendukung yang sportif.
Siapa pun yang bermain baik, pasi akan didukung dan mendapat aplaus. Tak jarang, standing ovation bergema hingga ke luar gedung ketika antarpemain saling adu pukulan. Fakta itu yang membuat Fran mengaku sangat rindu dengan teriakan suporter.
Pria yang mengawali karier internasionalnya dengan menjuarai Spanyol Terbuka 2008 ini mengungkapkan, "Kecintaan suporter kita sangat luar biasa. Banyak orang datang dari luar kota untuk berduyun-duyun menyaksikan pertandingan. Bahkan, pemain Spanyol mengatakan kepada saya, bahwa bermain di Indonesia seperti di rumah sendiri."
Sementara, Inge membeberkan alasan pihaknya kembali jadi sponsor utama. Ini kali ketiga PT. Bank Central Asia (BCA) tbk. jadi sponsor utama turnamen elite dalam kalender BWF ini yang bersinergi dengan Djarum Foundation sebagai sponsor pendamping.
Menurut wanita 48 tahun ini, jadi sponsor utama Indonesia Terbuka itu merupakan bagian dari komitmen BCA untuk memajukan Indonesia dalam segala bidang, salah satunya melalui olahraga. Inge berharap, pada 5 Juni mendatang (final), ada wakil putra-putri bangsa ini yang juara.
"BCA melihat kegiatan ini sangat positif sekali. Terutama di bidang olahraga, sebab bulutangkis merupakan kabanggaan Indonesia. Memiliki prestasi yang sangat bagus di dunia internasional. Kegiatan ini di bawah payung CSR-nya BCA. Nah, kami memang melihat, dari penyelenggaraan sebelumnya (2014 dan 2015) sangat bagus untuk terus kami support. Untuk tahun ini hadiahnya, lebih tinggi dari sebelumnya," tutur Inge seperti yang saya rekam dan unggah videonya di laman youtube.com.
* * *
SEBAGAI pencinta olahraga, saya sependapat dengan Inge yang menginginkan adanya putra-putri bangsa yang menjuarai BCA Indonesia Open 2016. Sebab, saat ini, persaingannya sudah merata dan tidak hanya didominasi Tiongkok saja seperti yang terlihat pada Thomas Cup lalu.
Jadi, kesempatan pemain kita untuk jadi jawara di rumah sendiri masih sangat besar. Sebagai bentuk dukungan, terhadap perjuangan mereka, tentu saya berusaha untuk hadir di Istora. Kebetulan, tiketnya sangat terjangkau bagi semua kalangan seperti yang tertera di situs www.djarumbadminton.comyang juga menyediakan berbagai informasi seperti live score, live streaming, foto di dalam dan luar arena, video highlight, hingga kuis dengan hadiah menarik.
Harga tiketnya, mulai dari Rp 15 ribu untuk Kelas II hingga Rp 900 ribu (On Court Seating alias di pinggir lapangan). Atau, bisa membeli tiket terusan demi memberikan dukungan total kepada para pemain selama sepekan penuh sejak pembukaan hingga final. Berbagai tiket itu bisa langsung dibeli di Istora dan www.blibli.com.
Oh ya, sebagai sponsor utama, tentu BCA akan memberikan kemudahan bagi penonton. Jika Anda menggunakan kartu BCA baik Debit, KlikPay, dan Kartu Kredit, sebelum 31 Mei, bisa dapat kesempatan istimewa. Yaitu, untuk mengikuti Meet and Greet bersama atlet nasional bulutangkis seperti Christian Hadinata, Haryanto Arbi, Kevin Sanjaya, Gloria Ammanuella, dan Liliyana Natsir pada Sabtu, 4 Juni!
Yuk, dukung putra-putri bangsa ini bertanding pada BCA Indonesia Open 2016. Istora itu "kandang" kita, mari bung rebut kembali!
AKHIRNYA, salah
satu kompetisi yang paling dinantikan segenap rakyat Indonesia, kembali
bergulir pekan depan. Ya, liga sepak bola tertinggi di Tanah Air bertajuk
Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 ini mulai berlangsung April hingga Desember
mendatang. Terdapat 18 klub terbaik di Indonesia yang bersaing jadi yang
terbaik setelah sempat vakum lebih dari setahun.
Kick-off TSC 2016
ditandai dengan duel Persipura Jayapura versus Persija Jakarta di Stadion
Mandala, Papua, Jumat (29/4). Setelah kompetisi terhenti sejak 2015, diharapkan
turnamen ini dapat mengobati kerinduan seluruh pencinta bola di Indonesia. Termasuk,
saya pribadi mengunggulkan Persija untuk menjadi jawara.
Keputusan saya menjagokan tim berjulukan “Macan Kemayoran” itu bukan tanpa
alasan. Sebab, saya memang sejak masih remaja, tepatnya SMP sudah mengidolai
Bambang Pamungkas. Bahkan, hingga kini jadi blogger
sekaligus pekerja media, antusiasme saya terhadap pemain berjulukan Bepe ini
tidak berubah.
Yang menarik, TSC 2016 ini selain disiarkan di tv terestrial, juga bakal tayang
eksklusif di televisi berbayar. Salah satunya, Orange TV yang sejak lama
dikenal sebagai “Jagoannya Hiburan Bermutu”. Yaitu, saluran yang menggabungkan entertainment dan edukasi kepada
pelanggannya.
Termasuk, saya yang kerap menonton berbagai tayangan
Orange TV di kantor, khususnya pertandingan Liga Champions. Nah, bagaimana
caranya menyaksikan TSC 2016 di Orange TV?
Caranya mudah, bagi pelanggan cukup mengaktifkan paket Happy/Favorit/BlackDiamond untuk KU Band
atau paket Gembira/Unggulan/Hiburan untuk C band. Torabica Soccer Championship 2016 dapat
disaksikan pada channel SCTV #902,
Indosiar #905, serta O Channel #919.
“Orange TV juga mempunyai hak untuk menjual kembali kepada
lokal operator maupun hotel/ apartemen supaya mereka bisa menyiarkan acara ini.
Hak (siar) ini bersifat eksklusif untuk redistribusi ke lokal operator,” tutur
Commercial Director Orange TV Greeny S. Dewayanti.
Apa yang dikatakan wanita yang murah senyum ini berlasan. Itu berarti kita, misalnya
saya sedang tugas di luar kota dan enggan ketinggalan berbagai pertandingan TSC
2016 ini bisa menanyakan kepada pemilik hotel. Jika mereka memiliki saluran
Orange TV, berarti kita tidak akan ketinggalan menyaksikan parade 18 klub
terbaik di Tanah Air.
“Mayoritas masyarakat Indonesia merupakan pencinta olahraga,
khususnya sepak bola. Dengan demikian, Orange TV memberikan apresiasi kepada
para pelanggan untuk menyaksikan ratusan pertandingan sepak bola antardaerah,” ujar
Greeny yang semakin membuktikan, Orange TV menambah titelnya dari “Jagoannya
Hiburan Bermutu” jadi “Jagoannya Bola”.
Oh ya, sekilas info seperti yang saya tulis dalam artikel sebelumnya, agar kita
selaku pelanggan Orange TV yang tidak ingin ketinggalan berbagai jadwal
pertandingan. Kita, cukup mengunduh aplikasi OrangeKudi smartphone masing-masing. Dengan aplikasi itu, kita bakal mendapat
jadwal pertandingan TSC 2016 dan info menarik lainnya.
Saya sudah menikmati TSC 2016 bersama Orange TV, bagaimana dengan Anda?
#ProjecTV Genflix 1 Desember 2015 - 15 Februari 2016
TANPA terasa kalender di rumah saya telah berganti. 2015 sudah berlalu yang kini beranjak 2016. Apa resolusi di tahun ini? Tentu, jawabannya beragam. Saya pribadi sebagai penggemar sepak bola, tentu memiliki dua impian. Tepatnya bisa menyaksikan final Liga Champions yang berlangsung di Stadion San Siro di kota Milan pada 28 Mei mendatang dan laga puncak Piala Eropa di Stadion Stade de France, Prancis.
Dua keinginan itu wajar karena berkaitan dengan profesi saya yang bekerja di media olahraga. Nah, selain itu, ada satu lagi impian saya sejak zaman baheula. Yaitu, jadi sutradara. Ini terjadi sejak saya sering menyaksikan film, baik dalam dan luar negeri.
Beberapa sutradara lokal favorit saya seperti Garin Nugroho yang sukses membesut Cinta dalam Sepotong Roti, Riri Riza (Petualangan Sherina), Rudi Soedjarwo (Ada Apa dengan Cinta?), Joko Anwar (Arisan!), hingga Rako Prijanto (3 Nafas Likas).
Sementara, untuk sutradara luar negeri yang karya-karyanya tidak pernah saya lupakan seperti James Cameron yang populer dengan The Terminator, Titanic, dan Avatar. Selanjutnya, Steven Spielberg (ET, Jaws, Jurassic Park), George Lucas (Star Wars), dan Francis Coppola (The Godfather).
Tak ketinggalan beberapa sineas yang populer di Asia meliputi John Woo (A Better Tomorrow), Tsui Hark (Once Upon a Time in China), Zhang Yimou (Hero), hingga Andrew Law yang memikat dengan genre action seperti Young and Dangerous -anak muda era 1990an pasti tidak asing dengan film ini- serta Infernal Affair.
* * *
SAKING seringnya menyaksikan karya mereka membuat saya jadi terobsesi sebagai sutradara. Bahkan, dulu kerap menghadiri berbagai acara yang berkaitan dengan film. Sampai-sampai mendatangi pusat pasar buku bekas di Senen dan Palasari (Bandung) demi mencari bacaan mengenai sutradara. Namun, seiring berjalannya waktu, keinginan itu sirna karena kesibukan saya di lapangan.
Beruntung, memasuki pengujung 2015, saya mendapat informasi dari rekan bloggerLidya Fitrian. Wanita yang merupakan fans berat Manchester United (MU) ini mengajak saya untuk menghadiri blogger gathering dengan Genflix di Restoran PappaJack, Jakarta Selatan (23/11).
Nah, dalam acara itu, selain menjelaskan produk andalan dari anak perusahaan PT Festival Citra Lestari (Orange TV) seperti live streaming tayangan sepak bola, film blockbuster, drama Korea, dan sebagainya, juga membangkitkan memori lama saya yang ingin jadi sutradara.
Yupz, Genflix mengadakan TV-Script Competition Challenge yang berlangsung sejak 1 Desember hingga sehari setelah valentine (15 Februari 2016). Bagi saya, #ProjectTV itu jadi jawaban untuk saya dan jutaan penggemar film di seluruh Tanah Air yang ingin mimpinya diwujudkan.
Itu karena #ProjectTV ini merupakan kompetisi untuk mencari penulis berbakat dan menjaring sinopsis atau cerita terbaik yang akan diproduksi jadi serial tv online atau web series atau film pendek yang akan ditayangkan secara eksklusif di Genflix. Tidak tanggung-tanggung, mereka menawarkan tiga hadiah yang membuat saya ngiler!
Berikut, saya kutip dari website resminya di http://projectv.genflix.co.id:
Hadiah Utama: Uang tunai Rp 10 juta + jadi sutradara/scriptwriter untuk film/series yang diproduksi berdasarkan sinopsis yang ditulis dan publikasi media
Hadiah Kedua: Uang tunai Rp 5 juta
Hadiah Ketiga: Uang tunai Rp 3 juta
Pertanyaannya, apakah #ProjecTV ini berlaku untuk blogger saja? Tentu saja tidak. Melainkan, bagi seluruh rakyat di Indonesia.
Bagaimana caranya agar bisa bergabung dengan #ProjecTV Genflix? Gampang banget, tinggal registrasi di http://projectv.genflix.co.id/ dan mengikuti langkah berikutnya seperti yang pernah saya coba di bawah ini:
* * *
Setelah membuka website http://projectv.genflix.co.id/, kita dihadapkan pada empat pilihan.
1. Daftar pertama kali
2. Login (bagi yang sudah daftar)
3. Koneksi melalui Facebook
4. Koneksi melalui Twitter
* * *
Jika ingin daftar pertama kali, tinggal menuliskan nama, email, password, (konfirmasi password), upload dan foto profil, Selanjutnya, contreng dua kotak yang berisi persetujuan dengan syarat yang berlaku serta langganan info terbaru dari Genflik. Setelah itu, tinggal klik tombol kirim.
* * *
Setelah login, kita pilih kategori di kotak sebelah kanan. Ada lima, yaitu Action, Drama, Komedi, Horor, dan Teen (remaja). Saya pribadi memilih action. Berdasarkan info di website resminya, peserta boleh mengirimkan lebih dari satu sinopsis dengan setiap karya memiliki sekitar 5.000-20.000 karakter termasuk spasi.
Sekadar informasi, sebelum kita mengirim sinopsisnya, lebih baik kita buat di aplikasi Word terlebih dulu, sekalian untuk dicek tanda baca, spasi, jumlah karakter, kata, dan sebagainya. Jika sudah yakin 100 persen, baru kita salin dan paste ke laman http://projectv.genflix.co.id/index.php/submissions seperti foto di atas.
Oh ya, sinopsis cerita harus asli karangan kita sendiri. Alias, bukan salinan atau saduran (terjemahan) dari karya orang lain. Sinopsis juga dalam bentuk populer yang bukan laporan akademis, skripsi, tesis, makalah, jurnal, serta sejenisnya. Satu hal lagi, isinya tidak mengandung unsur pelecehan, penghinaan, dan SARA.
Nanti, sinopsis yang masuk akan dinilai juri yang berasal dari Genflix dan Titien Wattimena yang merupakan penulis skenario. Beberapa karyanya yang saya tahu seperti Mengejar Matahari, Tentang Dia, Cinta Pertama, Minggu Pagi di Victoria Park -ini yang bikin saya nontonnya gimana gitu ;)-, Badai Pasti Berlalu. Oh ya, wanita kelahiran Makassar yang akan genap 40 tahun dua hari sebelum pembukaan Piala Eropa mendatang ini juga sudah dikenal sejak jadi asisten sutradara Gie dan Laskar Pelangi.
* * *
Jika sudah mengirimkannya, bisa dilihat di galeri (http://projectv.genflix.co.id/index.php/galleries). Nah, di submenu ini juga, kita yang belum mengirim sinopsis bisa baca-baca karya mereka terlebih dulu untuk mengambil inspirasi. Sepanjang Desember lalu saya kerap mengintip berbagai sinopsis dari mereka di berbagai genre. Ada yang bikin saya terharu, tertawa ngakak, merenung, hingga merinding!
Yuk ah, kita berkarya yang positif pada awal 2016 ini sambil mewujudkan keinginan masing-masing. Saya sudah membuatnya -aslinya tinggal edit kalimat di Word sebelum dikirim- dengan genre action, selanjutnya giliran Anda kapan?