TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Inspirasi Satu Indonesia

Serial Catatan Harian Ojol

Serial Catatan Harian Ojol
Serial Catatan Harian Ojol
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi Satu Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi Satu Indonesia. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Maret 2017

Peringati HUT ke-60, Astra Kembali Selenggarakan SATU Indonesia Awards 2017


Foto bersama perwakilan Astra, juri, dan penerima Indonesia Satu Awards
(Klik untuk perbesar foto)

SEBULAN lalu, PT Astra International Tbk (Astra) genap 60 tahun. Tepatnya, sejak didirikan William Soerjadjaja pada 20 Februari 1957. Berkat kerja keras dan kerja cerdas dari pria yang akrab disapa Om William bersama segenap pegawai, Astra kini menjelma sebagai salah satu grup usaha terbesar di Tanah Air.

Yang menarik, mereka tidak hanya sekadar memiliki tujuh divisi bisnis saja yang tersebar di seluruh nusantara. Melainkan juga turut memberi kontribusi nyata kepada bangsa dan negara. Termasuk dengan terjun langsung ke mayarakat melalui Corporate Social Responsibility (CSR). Hingga kini, Astra memiliki sembilan yayasan yang sesuai dengan filosofi Catur Dharma saat didirikan Om William.

Selain CSR dan yayasan, Astra juga konsisten untuk mengangkat generasi bangsa. Salah satunya, dengan menyelenggarakan Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards. Penghargaan ini sudah dilakukan Astra sejak 2010 silam.

Kebetulan, pada edisi terakhir, saya menyaksiakn dari anak-anak muda yang kreatif serta mampu menggerakkan masyarakat daerah tempat tinggalnya dengan tujuan positif. Salah satunya, Ridwan Nojeng yang menerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2016.

Kini, Astra kembali menyelenggarakan acara tersebut yang berlangsung sejak Senin (20/3) hingga 10 Agustus 2017. Dalam kick-off Satu Indonesia Awards 2017 di Restoran Seribu Rasa, Jakarta Pusat, kemarin, itu juga terdapat diskusi hangat antara manajemen Astra, penerima SATU Indonesia Awards sebelumnya, juri, media, dan blogger.

"SATU Indonesia Awards ini merupakan edisi kedelapan sejak 2010. Kami berharap, dengan apresiasi ini kian memacu pemuda-pemudi di seluruh nusantara untuk menggerakkan tempat tinggalnya. Banyak pemenang SATU Indonesia Awards yang kini jadi pelita bagi daerahnya. Itu yang kami harapkan sejak membuatnya tujuh tahun silam karena sejalan dengan filosofi om William," tutur Head of Public Relations Astra, Yulian Warman dalam sambutannya.

Menurut Deputy Head of Public Relations Astra, Boy Kelana Soebroto, SATU Indonesia Awards ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap 28 Oktober. "Ada lima kategori yang akan dipersembahkan untuk memacu putra-putri terbaik bangsa. Yaitu, pendidikan, lingkungan, kewirausahaan, kesehatan, dan teknologi. Serta kelompok yang mewakili lima kategori tersebut," Boy, menambahkan.

Kebetulan, dalam bincang hangat yang dimoderasi Regina Panontongan (Public Relations Division, Corporate Communications Astra) ini turut menampilkan empat narasumber. Yaitu, Fasli Jalal dan Riza Deliansyah (Head of Environment & Social Responsibility Astra) yang mewakili dewan juri. Juga penerima SATU Indonesia Awards, Risna Hasanudin (2015) dan Ichsan Rusydi (2016).

"Untuk individu atau kelompok yang belum juara, jangan berkecil hati. Sebab, kami -juri SATU Indonesia Awards- tetap memantau mereka. Bisa jadi tahun ini mereka tidak menang, tapi pada tahun-tahun berikutnya setelah konsisten dapat apresiasi dari Astra," tutur Jalal.

Sosok yang menjabat sebagai wakil Menteri Pendidikan Nasional 2010-2012 ini memberi contoh Risna dan Ichsan yang memiliki dedikasi penuh. Baik itu sebelum mengikuti SATU Indonesia Awards, saat pemilihan, dan kini setelah menerimanya.

"Walaupun pemenangnya lima, kami juga mengambil 20 besar, atau ada yang 50 besar dari finalis untuk jadi pendamping program Astra. Salah satunya, Saharudin yang mendapat beasiswa fakultas kedokteran di Makassar meski tidak menang. Kami dari tim CSR Astra memantau finalis yang tidak menang jika programnya sesuai, tetap akan dibantu," kata Riza, optimistis.

Sejak edisi perdana, SATU Indonesia Awards ini diikuti nyaris 10 ribu pendaftar, Pada 2010 diikuti 120 peserta, 2011 (492), 2012 (1.088), 2013 (1.606), 2014 (1.833), 2015 (2.071), dan tahun lalu (2.342).

Untuk 2017 ini yang bertepatan dengan HUT ke-60 Astra, penerima SATU Indonesia Awards di kategori masing-masing akan mendapat Rp 60 juta. Jumlah tersebut diberikan untuk pengembangan masyarakat di tingkat nasional. Selain itu, mereka juag akan mendapat pembinaan kegiatan dari Astra.

Di bawah ini merupakan syarat-syarat untuk menerima apresiasi SATU Indonesia Awards. Untuk informasi lengkap,  Anda sebagai blogger atau memiliki rekan yang peduli pada masyarakat setempat bisa mendaftarnya di www.satu-indonesia.com.

1. Usia maksimal 35 tahun
2. Individu atau kelompok dengan jumlah anggota minimal tiga orang
3. Memiliki kegiatan yang orisinal. Penggiat/kegiatannya telah berlangsung minimal setahun
4. Belum pernah menerima penghargaan tingkat nasional/internasional
5. Bukan karyawan Grup Astra dan Tempo Media Group (Tempo merupakan media-partner SATU Indonesia Awards)
6. Anda bisa mendaftarkan diri sendiri/kelompok/orang lain asal memenuhi persyaratan dan ketentuan dari SATU Indonesia Awards 2017

Sekadar informasi, kegiatan yang dapat didaftarkan dalam program ini daapt membantu atau mengusahakan orang lain agar bisa mandiri. Serta, kegiatan itu bisa memberikan solusi, cara, atau alat. Salah satunya, Ridwan Nojeng yang menyulap kediamannya yang dulu tandus jadi Desa Wisata Lembah Hijau Rumbia untuk memberi kontribusi kepada masyarakat setempat.

Alias, bukan sekadar memberikan sumbangan atau donasi yang berdampak sementara. Bisa juga dapat berupa pelatihan keterampilan sekelompok orang, komunitas, atau masyarakat yang kurang beruntung. Sehingga, mereka punya keahlian dan dapat bertahan hidup.

Beberapa kegiatan yang membawa perubahan itu akan dinilai dewan juri berdasarkan parameter berikut:
1. Motif: Ide awal, jenis kegiatan, tujuan/motivai/sasaran, bidang prestasi, usaha untuk mewujudkan dan pihak-pihak yang bekerja ama dengan lembaga pendanaan
2. Hasil: Kegiatan dan hasil yang telah diciptakan
3. Jangkauan: Jumlah dan dampak pada orang atau sistem yang telah dibangun melalui program-program yang telah dilakukan.
4. Kesinambungan. Menilai komitmen untuk melanjutkan kegiatan.

Hingga kini, sudah ada 39 orang yang menerima apresiasi SATU Indonesia Awards. Mereka telah berkarya dalam berbagai kategori. Termasuk, Risna dan Ichsan yang dalam bincang interaktif itu membeberkan konsisten kegiatannya selama ini hingga mendapat apresiasi dari Astra.

"Saya berterima kasih dengan adanya SATU Indonesia Awards bisa membantu saya untuk terjun di dunia pendidikan di Papua. Berkat Astra, kini di Kampung Kobrey banyak anak kecil yang bisa membaca, menulis, dan berhitung," Risna, mengungkapkan.

Wanita kelahiran Banda Neira, Maluku, 1 Februari 1988 ini sejak September 2014 mendirikan rumah belajar (Rumah Cerdas Perempuan Arfak Papua Barat) di Kampung Kobrey. Inisiatif untuk terjun langsung karena Risna ingin agar anak-anak dan perempuan Arfak tidak jadi generasi yang tertinggal.

Usaha tanpa pamrih yang dilakukan lulusan FKIP (Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan) dari Universitas Pattimura Maluku ini diakui Jalal sebagai wanita tangguh yang menginspirasi, "Risna merupakan contoh volunteer yang sangat sabar. Meski awalnya sempat mengalami intimidasi, kini keberadaan Risna sangat diapresiasi masyarakat di Kampung Kobrey."

Di sisi lain, pengembangan teknologi budidaya tiram dengan menggunakan ban bekas membuat Ichsan dan 10 mahasiswanya berhasil membuat nyaman para petani. Berkat temuan kelompok bernama Yayasan Pendidikan Kemaritiman Indonesia ini, sangat membantu masyarakat Kampung Tibang, Banda Aceh.

Itu karena tidak lagi harus berendam di bawah terik matahari atau menginjak tajamnya koloni tiram. Petani pun bisa menghasilkan jumlah dan ukuran tiram yang lebih besar hingga membuat olahan tiram dengan nilai ekonomi yang maksimal. Hasilnya, kini beredar olahan tiram dengan berbagai jenis, seperti kerupuk dan makanan ringan lainnya.

"Komoditi tiram merupakan sektor perikanan yang termajinalkan. Awalnya kami kurang mendapat perhatian dari pemerintah, dengan hasil riset sekarang pemerintah mulai memberi perhatian lebih kepada masyarakat. Tapi yang lebih menguatkan hati adalah, SATU Indonesia Awards ini membuat kami jadi lebih semangat dan sadar bahwa kami tidak sendiri dalam memberdayakan masyarakat.” tutur Ichsan yang sedang bersiap ke Jepang untuk riset budidaya tiram. 

Nah, Risna, Ichsan, dan Ridwan, sudah membuktikan konsistensi dalam kegiatannya yang bermanfaat bagi masyarakat setempat. Ya, proses tidak akan pernah mengkhianati hasil. Kini, Anda atau rekan bisa mengikuti jejak mereka dalam SATU Indonesia Awards 2017.

*       *       *
Head of Public Relations Astra Yulian Warman

*       *       *
Deputy Head of Public Relations Astra Boy Kelana Soebroto

*       *       *
Head of Environment & Social Responsibility Astra Riza Deliansyah (kiri)

*       *       *
Wakil Menteri Pendidikan Nasional RI 2010-2012 Fasli Jalal (tengah)

*       *       *
Ichsan Rusydi penerima SATU Indonesia Awards 2016 kategori kelompok
 (kedua dari kiri)

*       *       *
Salah satu hasil olahan Ichsan dan mahasiswanya, kerupuk tiram

*       *       *
Risna Hasanudin penerima SATU Indonesia Awards 2015 (kedua dari kanan)

*       *       *
Salah satu kegiatan Risna dengan masyarakat Arfak, Papua

*       *       *
Satu Indonesia Awards 2017 dimulai sejak 20 Maret hingga 10 Agustus mendatang

*       *       *
Antusiasme netizen terhadap kick-off SATU Indonesia Awards yang ramai
di twitter hingga masuk trending topic nasional

 ---------------------- *       *       * ----------------------
Video di Youtube

*       *       **       *       *
Video di Youtube

*       *       **       *       *
Video di Youtube

*       *       **       *       *

Artikel Terkait SATU Indonesia Awards:
Memetik Inspirasi Bersama Astra
Astra Umumkan Tujuh Penerima SATU Indonesia Awards 2016

Artikel Grup Astra Sebelumnya:

*       *       * 
- Jakarta, 21 Maret 2017

Sabtu, 24 Desember 2016

Memetik Inspirasi Bersama Astra


4 narasumber, dari kiri: Wicaksono, Maharani, Yulian, Arbain, dan Regina (moderator)


 "ASTRA selalu menekankan Catur Dharma dalam filosofi perusahaan. Jadi, sebagai perusahaan, kami tidak hanya berbisnis saja. Melainkan juga turut memberikan kontribusi sosial kepada masyarakat di Indonesia," demikian sambutan dari Head of Public Relations PT Astra International Tbk, Yulian Warman, dalam diskusi bersama blogger di Midtown Cafe, Jakarta Selatan, Jumat (23/12).

Saya mendapat kehormatan bisa kembali mengikuti acara yang diselenggarakan Astra. Bahkan, secara dua hari beruntun setelah sebelumnya, Kamis (22/12) menanam pohon di Cianjur, Jawa Barat. Rangkaian acara tersebut untuk menyambut HUT ke-60 Astra pada 20 Februari 2017.

Ya, salah satu kelompok usaha terbesar di Tanah Air itu berdiri sejak 1957. Alias, sudah enam dekade silam sejak didirikan William Soerjadjaja. Sejak saat itu, Astra menjelma sebagai salah satu grup usaha terbesar di Tanah Air dengan tujuh divisi usaha beserta sembilan yayasan.

"Selain berbisnis, kami juga memiliki komitmen untuk membangun bangsa. Salah satunya, lewat berbagai program Corporate Social Responsibility (CSR) dan sembilan yayasan. Itu sesuai dengan cita-cita dari almarhum om William yang menginginkan Astra bisa memberi kontribusi kepada masyarakat di seluruh Tanah Air," Yulian, menambahkan.

Selain Yulian, dalam diskusi bertajuk "Inspirasi Satu Indonesia" bersama puluhan blogger itu turut menampilkan tiga narasumber yang kompeten di bidangnya. Maharani yang merupakan penerima Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards 2014, Wicaksono Ndorokakung (jurnalis senior), dan Arbain Rambey (fotografer senior). Mereka dipandu Regina Panontongan (Public Relations Division, Corporate Communications Astra) selaku moderator.

Bagi saya, mengikuti diskusi ini menambah banyak wawasan. Ya, sebagai blogger yang gencar belajar, menghadiri diskusi tidak hanya menyimak pembicaraan dari narasumber saja. Melainkan juga saya harus memetik pengalaman dan inspirasi dari mereka untuk diri sendiri dan di-share lagi. Termasuk, lewat blog ini yang semoga dapat bermanfaat bagi pembaca.

"Awalnya sangat berat untuk meyakinkan masyarakat agar mau menanam gaharu. Padahal, harga gaharu mencapai jutaan bahkan miliaran rupiah. Tapi, dengan konsistensi selama ini disertai semangat pantang menyerah, akhirnya sejak 2009 saya bisa mengajak serta masyarakat. Kini, kami tinggal memetik hasilnya," kata Maharani dengan mata berkaca-kaca.

Apa yang dikatakan pria asal Nusa Tenggara Barat (NTB) ini mengingatkan saya pada Ridwan Nojeng. Yaitu, penerima SATU Indonesia Awards 2016 yang sempat dianggap kurang waras oleh masyarakat setempat saat mengajak untuk membenahi lingkungan desanya di Tompobulu, kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Namun, berkat kegigihannya, Ridwan berhasil mengubah desanya dari yang dulunya tandus jadi tempat wisata andalan.

Di sisi lain, Wicaksono berbagi informasi terkait sosial media pada 2017. Menurut pemilik blog www.ndorokakung.com ini memprediksi, tahun depan sosial media (sosmed) dipenuhi platform dengan based location. Wicaksono juga menilai tren sosmed seperti Instagram bakal lebih berkembang seiring kehadiran pesaingnya, Snapchat.

"2017, Instagram bakal lebih mendominasi lagi. Terutama setelah diakuisisi Facebook yang bisa terintegrasi untuk melihat analytics  seperti penambahan followers, komentar, dan sebagainya," tutur Wicaksono. "Begitu juga dengan Twitter yang sudah mengakuisisi Magic Pony. Yaitu, startup asal Inggris yang bisa meningkatkan kualitas video. Jadi, tahun depan, sosmed bakal lebih bervariasi lagi."

Sementara, Arbain jadi pembicara pada sesi pamungkas. Fotografer Harian Kompas ini berbagi tips mengenai fotografi yang sangat menginspirasi kami. Khususnya, saya pribadi yang dalam dua tahun ini tertarik menggeluti seni fotografi hingga kerap mengunggah berbagai foto di sosmed. Mulai dari Facebook, Twitter, Instagram, dengan semua akun yang sama, @roelly87 dan di blog ini (www.roelly87.com).

Yang menarik, pria kelahiran Semarang, 2 Juli 1961 ini membeberkan rahasia memotret dengan baik tanpa memerdulikan apakah itu kamera DSLR atau smartphone. Bahkan, Arbain mengaku sejak 2004 selalu menggunakan modus auto ketimbang manual. Alasannya, fitur dasar itu disediakan produsen kamera yang tentu sudah dalam kondisi baik. Tinggal, bagaimana fotografer itu memaksimalkannya lebih lanjut.

"Untuk menghasilkan foto yang bernyawa, bukan sekadar menguasai teknik diafragma, speed, atau ISO saja. Tapi, yang utama bagaimana kejelian dari si pemotret dalam menangkap momentum pada situasi di sekitarnya. Saya saja tidak pernah khusus belajar fotografi. Saya bisa karena trial and error setiap hari secara terus-menerus," Arbain, mengungkapkan.

Ya, konsistensi merupakan kunci untuk meraih kesuksesan. Saya setuju dengan pernyataan Arbain. Bahwa, hasil tidak pernah mengkhianati proses. Dalam kesempatan itu, Arbain menjelaskan, untuk menghasilkan foto bagus untuk ditaruh di halaman utama Kompas, tidak bisa sekali jepret. Harus puluhan bahkan hingga ratusan kali memotret demi menemukan satu foto terbaik.

Hal sama dialami Maharani, Ridwan, dan seluruh penerima SATU Indonesia Awards lainnya sejak 2010 hingga 2016. Begitu juga dengan Astra. Dalam enam dekade ini, perusahaan yang bermarkas di Sunter, Jakarta Utara, itu tentu mengalami berbagai kesulitan. Namun, dengan semangat pantang menyerah dan konsistensi berinovasi membuat Astra tetap berkibar.

Bahkan, kini menjelma sebagai salah satu grup usaha terbesar di Tanah Air. Bisa dipahami mengingat Astra memiliki tujuh lini usaha yang menjawab kebutuhan masyarakat. Mulai dari otomotif, alat berat dan pertambangan, jasa keuangan, agribisnis, infrastruktur dan logistik, teknologi informasi, dan yang teranyar properti.

Apa yang dipaparkan keempat narasumber itu merupakan ilmu yang sangat berharga untuk menambah wawasan kami sebagai blogger, khususnya saya pribadi. Yaitu, wajib konsistensi dan semangat pantang menyerah demi mewujudkan hasil terbaik.

Yuk, kita saling berbagi inspirasi...

*      *      *
Rekan-rekan blogger jelang acara dimulai

*      *      *
Narsis sejenak sebagai bagian dari GenerAKSI (foto: Rini Agustina)

*      *      *
Yulian Warman menjelaskan Catur Dharma yang jadi filosofi Astra

*      *      *
Maharani menggiatkan penanaman pohon gaharu di Nusa Tenggara Barat

*      *      *
Wicaksono berbagi informasi perkembangan sosmed pada 2017

*      *      *
Arbain Rambey memberi tips menghasilkan foto yang lebih bernyawa

*      *      *
Antusiasme rekan blogger dalam diskusi bertajuk "Inspirasi Satu Indonesia"

*      *      *

Artikel Grup Astra Sebelumnya:

Sensasi Menanam Gaharu Bersama Astra di Bukit Kasur Cianjur
Di Balik Julukan Pahlawan Lembah Hijau Rumbia
Yuk, Berkunjung ke Museum Astra
Apresiasi Astra untuk Guru di Tanah Air pada Hari Guru Nasional
Astra Umumkan Tujuh Penerima SATU Indonesia Awards 2016
Astra Berusia 60 Tahun, Selanjutnya?
7 Alasan Harus Memiliki Daihatsu Sigra
Keceriaan di Booth Daihatsu GIIAS 2016
Menikmati Sensasi Perjalanan Bersama "Si Biru" Grand New Avanza
Magnet Grand New Veloz dan Grand New Avanza di GIIAS 2015
Belajar Disiplin (Lagi) Berkat Mengunjungi Pabrik Toyota TMMIN
Sisi Lain Toyota (TMMIN): Tidak hanya Memproduksi Mobil
Kopdar Kokgituya.com yang Menambah Pengetahuan Blogger
Ke Kalimantan Aku Kan Kembali

*      *      *
- Jakarta, 24 Desember 2016