TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com

Serial Catatan Harian Ojol

Serial Catatan Harian Ojol
Serial Catatan Harian Ojol

Sabtu, 01 November 2014

Giuseppe Meazza Pindah ke Jakarta



Sekitar 600 Interisti memadati GOR Jakarta Timur yang menajdi lokasi nobar



STADION Giuseppe Meazza pindah ke GOR Jakarta Timur! Ya, duel FC Internazionale versus AC Milan bertajuk “Derby della Madonnina” ke-159 memang selalu menyajikan drama, ketegangan, antusiasme, hingga klimaks. Jarak 11 ribu kilometer yang membentang antara kota Milan di Italia dengan Jakarta (Indonesia) seakan tidak menjadi penghalang.

Itu tampak dari 600-an Interisti –julukan fan Inter– yang menyaksikan acara nonton bareng (nobar). Suasana GOR Jakarta Timur dipenuhi warna biru hitam yang merupakan simbol tim berjuluk “I Nerazzurri” tersebut. Alhasil, nobar  yang diadakan Inter Club Indonesia (ICI) Moratti bekerja sama dengan Nexmedia dan Harian TopSkor kian semarak.

Terutama setelah bomber Inter, Rodrigo Palacio mencetak gol penentu kemenangan atas Milan pada menit ke-75. Seketika, ruangan menjadi gelap gulita dan dipenuhi nyala flare (suar) dari ratusan Interisti. Mereka kompak mengumandangkan “lagu wajib” seperti Pazza Inter Amala hingga C’Solo I’Inter.

Termasuk sebaris nyanyian dalam bahasa Indonesia, “menang-kalah, kami tetap dukung Inter!”. “Ya, menang kalah kami tetap mendukung ‘I Nerazzurri’. Seneng sih akhirnya Inter bisa mengalahkan rival abadinya. Maklum, derby ini bukan soal pertandingan atau posisi di klasemen. Tapi, menyangkut gengsi dan harga diri kedua tim sekota,” kata seorang Interisti dari region Jakarta, Hafizh Al Kautsar.

Ya, mahasiswa sebuah perguruan tinggi di Jakarta itu datang bersama seorang kawannya yang juga Interisti dari kawasan Kembangan, Jakarta Barat. Meski lumayan jauh dari kediamannya dan pagi harinya kerja, namun tidak dipermasalahkannya. Sebab, bagi Hafiz, menyaksikan laga Inter bersama rekan-rekan Interisti lainnya merupakan satu kewajiban .

Sementara, Ketua Divisi Nobar ICI-Moratti, Hari Purnomo, mengaku sangat bangga dengan kehadiran Interisti dari berbagai pelosok di sekitar Jakarta. Kebetulan, kelompok suporter yang berdiri pada 24 Agustus 2003 itu mengadakan nobar serempak di berbagai kota di Indonesia.

“Intinya, ICI-Moratti mengadakan nobar yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. 
Khususnya yang di Jakarta ini untuk menyatukan Interisti,” tutur Hari. “Bagi kami, tidak perduli menang atau kalah, yang penting tetap mendukung Inter. Apalagi, selain nobar, setiap pekan kami juga mengadakan acara bakti sosial (baksos) untuk turun ke jalan.”*

*     *     *




*     *     *



*     *     *



*     *     *

Profil Inter Club Indonesia (ICI) Moratti

Berdiri: 24 Agustus 2003
Anggota resmi: 8.000
Anggota khusus wanita (Internona): 1.500
Biaya pendaftaran: Gratis
Website: www.interclubindo.com
Twitter: @InterClubIndo
Markas: Rick’s CafĂ©, Jakarta Selatan (ICI-Moratti Pusat), Ruko Tanjung Barat, Jakarta Selatan (Region Jakarta).

Jumat, 31 Oktober 2014

Ketika Perayaan 500 Pertandingan Buffon Ternoda



Gianluigi Buffon dan Juventus (sumber foto: footballwallpapers.eu)


GIANLUIGI Buffon gagal menjaga gawangnya agar tak kebobolan akibat Juventus ditekuk Genoa 0-1 di Stadion Luigi Ferraris, Rabu (30/11). Satu gol dari Luca Antonini pada menit ke-90 merusak perayaan 500 pertandingan Buffon bersama Juventus. Menjadi ironis mengingat sejak kecil Buffon sangat menggemari Genoa.

Pada usianya yang sudah mencapai 36 tahun, Buffon seolah tak pernah tua. Penampilannya di bawah mistar gawang kian matang seiring berjalan waktu. Apalagi, petinggi Juventus terus memberinya kepercayaan agar dirinya menjadi kiper nomor satu.

Buffon berharap bisa menyamai torehan kapten Juventus sebleumnya, yaitu Giuseppe Farino pada 528 laga dan Gaetano Scirea (552 laga). Hanya, dengan usianya kini, kemungkinan pemain berjulukan “Gigi” itu sulit melampaui rekor 705 laga milik Alessandro Del Piero.

Mantan suami supermodel Ceko, Alena Seredova ini didatangkan dari Parma pada musim panas 2001. Saat itu, usia Buffon baru 23 tahun yang direkrut keluarga Agnelli seharga 100 miliar lira.

Bertepatan dengan perpindahan Buffon, di Italia terdapat beberapa peristiwa penting. Yaitu, Presiden AC Milan, Silvio Berlusconi menjabat sebagai Perdana Menteri Italia, Carlo Azeglio Ciampi menjadi Presiden Italia, dan AS Roma sukses memenangkan scudetto ketiga. Sementara, Valentino Rossi berhasil membawa gelar GP500 ke Italia.

Buffon menjalani debut berseragam “I Bianconeri” pada 26 Agustu 2001 yang berakhir sempurna. Pemilik nomor punggung satu itu berhasil mementahkan serangan penggawa Chievo yang berujung kemenangan Juventus 4-0. David Trezeguet dan Del Piero masing-masing mencetak doppietta –dua gol dalam satu laga– ke gawang Chievo.

Pertandingan ke-100 jatuh pada 30 September 2003, Olympiacos-Juve 1-2, penyisihan grup Liga Champions. Episode ke-200 ditandai dengan kekalahan 0-2 dari Arsenal, pertandingan pertama perempat final Liga Champions 2006. Imbang 3-3 di kandang melawan Chievo pada 2009 menutup laga ke-300 Buffon. Terakhir, pertarungan lawan Chelsea, 2-2, pada 19 September 2012 menjadi pengingat pertandingan ke-400.

Di Juve, pemain nomor satu itu paling sering bermain bersama Del Piero, yaitu 307 pertandingan selama 21.418 menit (171 menang, 90 imbang, 46 kalah), disusul Pavel Nedved (255) dan Chiellini (242).

Sedangkan lawan paling buas yaitu Francesco Totti, sudah 11 kali mengoyak jala gawang Buffon, semua di Seri A, terakhir pada Februari 2013. Kemudian, Christian Vieri (8 gol), Julio Cruz, Cristiano Lucarelli, dan Goran Pandev (masing-masing 6 gol). Di level tim, Inter paling sering menjebol gawang Buffon (27 gol), diikuti Roma (23), Napoli, Parma (20), Fiorentina dan Milan (19).

Apabila dominasi Juve tidak bisa dipatahkan Genoa besok malam, maka Buffon bisa mengecap kemenangan ke-300 di Seri A, termasuk semasa membela Parma. Total sudah 529 kali kiper veteran itu tampil di Seri A, dengan 56,5 persen kemenangan. Di antara pemain-pemain yang sudah tampil lebih dari 400 kali di Seri A, hanya Alessandro Nesta (57,8 persen) yang lebih baik.

Total, selama mengenakan kostum Juve, Buffon sudah mengangkat 5 scudetti, 4 Piala Super Italia, dan 1 gelar juara Seri B (2006/07). Yang kurang hanya gelar internasional, yang justru dimenangkannya semasa di Parma (Piala UEFA 1998/99). " Tapi saya yakin sekarang kami sudah bisa masuk 8 besar di Eropa. Mungkin dalam dua musim lagi kami bisa meledak," tuturnya.***

Statistik Buffon:

500 kali Gigi
296 menang
129 imbang
75 kalah
361 Seri A
76 Liga Champions
37 Seri B
12 Piala Italia
9 Piala UEFA / Liga Europa
4 Piala Super Italia

Pemegang rekor pertandingan di Juve
Buffon, dengan 500 pertandingan bersama I Bianconeri, berada di posisi ke-4 dalam klasemen jumlah pertandingan terbanyak di Juve sepanjang sejarah klub.
705
Alessandro Del Piero

Membela Juve sejak 1993 sampai 2012, pemain dengan jumlah pertandingan terbanyak bersama I Bianconeri.
552
Gaetano Scirea

Di posisi kedua adalah Scirea, membela Juve dari 1974 sampai 1988.
528
Giuseppe Furino

Bermain di Juve antara 1969 dan 1983, Furino mengumpulkan jumlah pertandingan terbanyak ketiga dan rekornya akan bisa disamai Buffon musim ini.

100
Buffon merayakan pertandingan ke-100 bersama Juventus di Athena pada 30 September 2003, dengan kemenangan 2-1 di kandang Olympiacos, pertandingan kedua penyisihan Grup D Liga Champions 2003-04 yang kemudian dimenangkan Porto asuhan Mourinho.
200
Pertandingan ke-200 Buffon juga terjadi di kandang lawan, kali ini di London untuk perempat final pertama Liga Champions melawan Arsenal, tim yang kemudian kalah di final melawan Barcelona asuhan Rijkaard.
300
Pertandingan ke-300 Buffon dirayakan di stadion Olimpico Turin pada 5 April 2009, pekan ke-30 Seri A melawan Chievo (3-3). Pada akhirnya Inter asuhan Mourinho memenangkan scudetto.
400
Seperti pertandingan ke-200, laga ke-400 Buffon juga dimainkan di London, namun kali ini di Stamford Bridge melawan Chelsea yang dilatih Di Matteo. Pada 19 September 2012, pertandingan pertama Grup A berakhir dengan skor 2-2.

Para juara di Seri A
Di antara para pemain yang sudah memainkan minimal 400 pertandingan di Seri A, inilah yang memiliki rata-rata terbaik antara jumlah pertandingan dan kemenangan.
Alessandro Nesta 57,8%
41 laga di Seri A
241 menang
Gianluigi Buffon 56,5%
529 laga di Seri A
299 menang
Alessandro Del piero 56,1%
478 laga di Seri A
268 menang
Andrea Pirlo 55,5%
476 laga di Seri A
264 menang
Javier Zanetti 54,6%
615 laga di Seri A
336 menang
(sama dengan Giampiero Boniperti: 443 laga di Seri A, 242 menang)

Kemenangan Buffon di Seri A
Kemenangan pertama
Parma-Lazio 2-1 (10 Desember 1995)

Kemenangan pertama Buffon di Seri A sudah nyaris 19 tahun lalu, ketika dia masih membela Parma.
Kemenangan ke-100
Empoli-Juventus 0-2 (21 September 2002)

Kemenangan ke-100 di Seri A dicapai setelah memakai seragam Juventus, terjadi 12 tahun lalu.
Kemenangan ke-200
Roma-Juventus 1-4 (21 Maret 2009)

Buffon merayakan kemenangan ke-200 di Seri A di stadion Olimpico Roma, melawan I Giallorossi.

Monster buas
Inilah para pemain yang paling sering menjebol gawang Buffon, di semua kompetisi.
11 gol
Francesco Totti

Kapten Roma sudah 11 kali menaklukkan Buffon, semuanya di Seri A.
8
Christian Vieri

Eks pemain Inter ini juga hanya pernah menaklukkan Buffon di Seri A.
6
Julio Cruz
Satu lagi eks pemain Inter yang hanya menaklukkan Buffon di Seri A. Cristiano Lucarelli dan Goran Pandev juga mengoleksi jumlah gol yang sama, namun Pandev juga mencetak satu gol di Piala Super Italia 2012.



Kamis, 30 Oktober 2014

Erick Thohir seperti Cicciobello

CIBIRAN LAIN DARI ITALIA

Sebelumnya, Ferrero meminta maaf kepada pengusaha Indonesia itu lantaran pernyataannya yang dianggap di luar batas.

Erick Thohir saat menghadiri nobar di Britama Arena (27/10)

JUDUL dari tulisan Evalina Christillin memang mengundang rasa ingin tahu, "Apa yang tersisa dari Inter setelah kepergian (Massimo) Moratti?" Di akhir artikelnya, dengan gaya agak menghina, wanita 58 tahun itu menulis, "Laki-laki gemuk dari Indonesia itu bertemu Moratti, tetapi dia tidak tahu apakah memiliki uang atau tidak, lalu menjadi pemilik saham mayoritas."

Christillin merupakan penulis kolom di Huffington Post Italian dalam beberapa tahun terakhir. Tulisannya tetang FC Internazionale memang selalu begitu, sinis dan terlalu satire. Bahkan, suporter fanatik Juventus itu, menutup coretannya dengan kalimat, "Silakan perlakukan dia seperti Cicciobello (boneka bayi Italia), satu hal yang pasti (Moratti) sudah tidak cocok lagi dengannya."

Goretan Christillin sebenarnya sudah muncul di media sejak Senin (27/10) tapi baru kemarin jadi perbincangan di media sosial. Publik Italia ternyata bersikap keras dan melontarkan kecaman kepada perempuan setengah baya itu. Mereka menilai tulisan Christillin sudah berbau rasial. Menanggapi hal tersebut, wanita yang juga sahabat Presiden Juventus Andrea Agnelli itu lalu mengganti kata-kata sarkasme tentang Erick dengan penyebutan presiden.

Hingga saat ini , belum ada respons dari Erick di Indonesia, baik soal penghinaan Christillin maupun sindiran yang sjuga sempat dilontarkan Massimo Ferrero, presiden Sampdoria. Akhir pekan lalu, penguasa perfilman Italia itu memang mengeluarkan kata-kata tidak pantas kepada Erick, saat diwawancarai Rai.

Ferrero menilai, keberadaan Erick menjadi penyebab mundurnya Moratti dari kepengurusan Inter. "Dia tidak boleh memperlakukan Moratti seperti itu, saya sangat sedih. Sudah sejak lama saya katakan kepadanya (Moratti) untuk menendang si Filipina itu," kata Ferrero saat itu.

Publik Italia pun bereaksi keas dan menganggap komentar seperti itu tidak layak diucapkan dari mulut seorang presiden klub.Ferrero sudah dinilai bersikap rasial. Ferrero lalu memutuskan menulis surat permintaan maaf kepada Erick. Ferrero juga memutuskan permintaan maaf secara resmi saat diwawancarai Radio Centro Suono Sport.

"Ucapan saya hanya bercanda, tapi sudah dieksploitasi media. Agnelli mengatakan hal yang lebih buruk, tapi tidak ada satu pun yang bertindak karena dia punya media cetak," kata Ferrero. "Menurut saya, Erick pria yang sangat pintar, saya tidak punya masalah dengannya. Saya hanya ingin membela Moratti, seorang pria hebat yang telah memberikan banyak di sepak bola Italia.***

Artikel ini dimuat di Harian TopSkor edisi Kamis, 30 Oktober 2014.

Artikel terkait:

Erick Thohir: Inter Incar Liga Champions
Wawancara Eksklusif Erick Thohir: Saya Percaya Loyalitas Dua Arah


Rabu, 29 Oktober 2014

Rahmad Darmawan Sosok Penyayang Keluarga

Jika libur, kapten di TNI AL ini kerap mengajak keluarganya bermain paintball.

RD saat kumpul dengan keluarga


DI kancah sepak bola nasional, siapa yang tidak mengenal Rahmad Darmawan. Pria kelahiran Lampung ini dikenal sebagai sosok bertangan dingin. RD –panggilan akrabnya– piawai memoles sebuah tim hingga bergelimang trofi dan juga memunculkan pemain berbakat.

Sejak memulai karier kepelatihan, RD sudah lima kali meraih trofi. Satu gelar Liga Indonesia dipersembahkan pria yang gemar memakai topi ini saat menukangi Persipura Jayapura pada 2005. Lalu, ketika hijrah ke Sriwijaya FC, RD turut meraih empat trofi. Satu Liga Indonesia (2007/08) dan tiga lagi Copa Indonesia (2007/08, 2008/09, 2009/10).

Begitu juga saat melatih Indonesia, RD sukses membawa timnas U-23 lolos ke final SEA Games 2011 Jakarta-Palembang. Meski di laga pamungkas takluk dari Malaysia, namun tidak dapat dipungkiri kalau itu merupakan pencapaian terbaik  “Tim Garuda Muda” karena terakhir lolos pada 1997. Alhasil, pada SEA Games 2013 Myanmar, RD bertekad mengantarkan Indonesia meraih medali emas ketiga sejak 1991 silam.

“Saya, pemain, dan ofisial tim akan berusaha mempersembahkan yang terbaik untuk tanah air tercinta. Tentu, kami minta dukungan dari seluruh elemen masyarakat di Indonesia,” kata RD saat berbincang dengan TopSkor, akhir pekan lalu.

Kebetulan, saat itu sosok berpangkat kapten di TNI Angkatan Laut ini sedang kumpul bersama keluarga untuk menyambut kedatangan bulan suci Ramadan. TopSkor beberapa rekan media lainnya berkesempatan menyambangi kediamannya di Lembang, Jawa Barat. Selain RD, terdapat istrinya, Dinda Eti Yulianti, putri sulungnya yang menjadi pilot, Febia Aldina Darmawan, dan putera bungsunya, Ravaldi Agung Darmawan.

“Ya, beginilah suasana saat kami sekeluarga  kumpul. Serba ramai dan penuh kehangatan satu sama lain,” kata RD, 46 tahun. “Biasanya, coach RD kalau libur senang mengisi waktu dengan berkebun di depan halaman rumah. Terkadang, coach suka juga mengajak anak-anak main paintball untuk mengasah kemampuan,” Dinda, menambahkan.

Ya, ucapan dari istri yang dinikahinya sejak 1993 itu beralasan. Sebab, meski disibukkan dengan rutinitasnya sebagai pelatih timnas U-23 dan Arema Cronous, RD tetap tidak melupakan kewajiban sebagai Ayah. Apalagi, dia merupakan kepala rumah tangga bagi istri dan anak-anaknya.

Itu diakui RD yang menyebut peran keluarga sangat berarti dalam mendukung kariernya sebagai pelatih dan juga tentara. Tidak salah bila terdapat pepatah menyebutkan di balik pria hebat terdapat wanita tangguh di sisinya. “Kalau di lapangan saya harus tegas terhadap pemain demi prestasi tim. Namun, di rumah saya tetap seorang Ayah sekaligus suami yang dekat keluarga,” ujar RD.*


Reuni Gol Terbaik Asia

BINTANG LAWAS

Sambil barbeque dan karaoke, mereka mengingat momen emas ke gawang Kuwait. 


PERAWAKAN keduanya terlihat berbeda. Satunya tidak berbeda jauh dari saat masih aktif di lapangan hijau. Sedangkan satunya lagi punya badan mulai melar. Persamaan di antara mereka hanya sudah pensiun bermain sepak bola.

Namun persahabatan keduanya tidak lekang dimakan waktu. Adalah assists diteruskan tendangan setengah salto ke gawang Kuwait di Piala Asia 1996, jadi momen yang mengakrabkan kedua orang ini. Mereka adalah Ronny Wabia dan Widodo Cahyono Putro.

Akhir April lalu kedua sosok ini bertemu. Di rumah Ronny, kawasan kota Jayapura, mereka bersenda gurau, tertawa bersama, saling mengingat momen emas pada menit ke-20 tersebut. Momen yang akhirnya terpilih sebagai gol terbaik Asia 1996.

Lebih seru lagi karena waktu itu Ronny dan Widodo adalah pencetak gol Indonesia di turnamen empat tahunan tersebut. Mereka masing-masing mencetak dua gol dari total empat kali Indonesia menyarangkan bola ke gawang lawan. Gol-gol itu dicetak ke gawang Kuwait dan Korea Selatan.

“Sampai sekarang saya masih terharu ketika umpan itu disambar Widodo. Dia melakukannya tanpa menoleh ke gawang. Juga sekaligus mengecoh lima bek Kuwait. Itu membuktikan insting Widodo sebagai predator ulung di Asia,” kata Ronny.

Widodo pun dengan penuh antusias menimpali pujian Ronny. Widodo mengatakan gerakan salto itu spontanitas. Semua terlihat mudah lantaran sudah sering dicoba saat berlatih.

“Pas Ronny mengirim umpan dari sayap kanan, langsung saya sambar dan gol! Saya pun sebenarnya tidak menyangka bola akan masuk ke gawang,” kata Widodo yang datang ke rumah Ronny di sela-sela tur tim arahannya, Persegres Gresik, ke kandang Persipura Jayapura.

Reuni mereka berlangsung dalam balutan acara barbeque, karaoke, dan tentu saja berfoto bersama. “Bagi saya hubungan dengan Ronny bukan sekadar di lapangan. Kami terus menjalin persahabatan,” ucap Widodo. 

Ikuti Jejak

Di sisi lain, Ronny mengaku ingin mengikuti jejak Widodo yang banting setir jadi pelatih setelah pensiun bermain. Saat ini Ronny masih tercatat sebagai karyawan Bank Papua. Jabatannya pun cukup lumayan yaitu kepala teller.

“Tapi keinginan itu mungkin baru bisa terwujud sekitar lima tahun lagi. Soalnya saya masih ingin konsentrasi dengan pekerjaan di bank. Yang jeals, saya merindukan lapangan dan teriakan penonton,” kata Ronny yang mengaku sudah punya modal lisensi B pelatih.*