TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Kompasianer of the Year 2011

Serial Catatan Harian Ojol

Serial Catatan Harian Ojol
Serial Catatan Harian Ojol
Tampilkan postingan dengan label Kompasianer of the Year 2011. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kompasianer of the Year 2011. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Oktober 2017

(Galeri Foto) Christie Damayanti Selenggarakan Pameran Filateli ke-13


Pameran Filateli Kreatif "Peace and Freedom" di Mal Central Park yang
berlangsung pada 23-29 Oktober ini
(Klik untuk perbesar foto dan geser untuk melihat gambar lainnya)


DARI miliaran manusia di kolong langit ini, Christie Damayanti salah satu yang paling bikin saya iri. Iri? Yupz, sangat iri.

Tentu, bukan ini karena Christie sering keliling dunia. Atau, terkait profesinya sebagai arsitek yang merancang berbagai bangunan ternama di negeri ini.

Melainkan, terkait semangatnya. Christie hebat karena bisa mengubah keterbatasan jadi kelebihan.

Yupz, hanya dengan tangan kiri -kanan lumpuh sejak 2010- Christie mampu beraktivitas seperti biasa dan berkarya (artikel sebelumnya: Ngobrol Bareng Christie Damayanti: Ngeblog sebagai Terapi Otak).

Menulis (mengetik) untuk media, blog, jurnal, dan sebagainya. Hingga, sudah 13 kali menyelenggarakan pameran filateli. Itu semua dilakukan sendiri. Mulai membuat proposal, dekorasi, menyusun koleksi, hingga beres-beres.

Padahal, saya yang dua tangan aktif saja, kadang terserang penyakit malas. Ini yang membuat saya iri dengan Christie.

"Kalau aku ga lumpuh karena stroke, mungkin aku ga bisa menyelenggarakan pameran seperti ini yang jadi hobi sejak kecil," kata Christie disela-sela membereskan ribuan koleksi prangko dan kartu pos di Mal Central Park, Rabu (25/10).

Christie berusaha melakukan itu sendiri. Baginya, keterbatasan bukan alasan untuk memperlihatkan kemampuannya. Termasuk, dengan menyelenggarakan pameran filateli kreatif dengan tema "Peace and Freedom" sejak Senin (23/10) hingga 29 Oktober mendatang.

"Tangan kananku sudah mati rasa sejak tujuh tahun silam. Tetapi, kan masih ada tangan kiri yang bisa digerakkan," peraih Kompasianer of the Year 2011 ini menambahkan.

Ternyata benar.  Ombak dapat menyeret manusia dari bibir pantai. Namun, juga bisa mengantarkan perahu berlayar hingga ke ujung samudera.

Oh ya, pameran ini masih berlangsung hingga Minggu, lho! Anda dapat menyaksikan ribuan koleksi Christie dari prangko, kartu pos, surat,buku, perlengkapan filateli, hingga lukisan, tanpa dipungut biaya. Alias, secara gratis!

Mulai dari kerajaan Inggris Raya seperti Ratu Elizabeth, Putri Diana, aktor dan aktris Hollywood, pencinta seni, sosok penting di berbagai negara, Basuki Tjahaja Purnama, hingga Joko Widodo. Semua dipersembahkan Christie untuk pencinta filateli di Tanah Air.***


*      *      *
Koleksi Christie mengenai Inggris Raya

*      *      *
Pameran ini merupakan yang ke-13

*      *      *
Pameran di Central Park ini merupakan yang kedua bagi Christie setelah 2015 lalu

*      *      *
Christie bersama sahabatnya, yang merupakan fotografer Ang Giok Bing

*      *      *
Koleksi tentang Indira Ghandi

*      *      *
Surat-menyurat Christie dengan Disney sejak 1983

*      *      *
Koleksi bertema Hollywood

*      *      *
Koleksi mengenai Basuki Tjahaja Purnama dan Joko Widodo usai mengikuti
Kompasianival 2015

*      *      *
Bagi Christie, keterbatasan tidak membuatnya hilang kreativitas 

*      *      *

Jakarta, 27 Oktober 2017

Selasa, 03 November 2015

Ngobrol Bareng Christie Damayanti: Ngeblog sebagai Terapi Otak



Christie Damayanti


WAJAHNYA tampak letih. Keringat bercucuran di sekujur tubuhnya. Namun, gerakannya tetap gesit saat menyambut pengunjung. Dia juga antusias menerima ajakan foto bersama dari puluhan orang yang mendatangi pameran tersebut. Tak jarang, dia membereskan letak frame atau dekorasi yang jatuh akibat tersenggol karena padatnya pengunjung di mal yang didesainnya sebelum sakit.

Ya, itulah kegiatan yang dilakukan Christie Damayanti sepanjang pekan lalu saat mengadakan Pameran Filateli di Mal Central Park. Tepatnya, sejak Senin, 26 Oktober hingga Minggu (1/11). Puncaknya, tentu pada hari terakhir yang memang libur hingga membuat pameran tersebut diserbu pengunjung.

Yang menarik, ribuan koleksi itu bisa dinikmati secara gratis. Plus, pengunjung dapat informasi, kiat, dan pengalaman langsung dari Christie, mengenai cara mengirim surat. Khususnya ditujukan pada tokoh terkenal.

"Aku senang rul, akhirnya selesai juga," kata Christie, 46 tahun. "Terima kasih untuk rekan-rekan blogger yang telah datang ke sini. Pameran ini tidak akan terwujud tanpa dukungan banyak pihak. Mal Central Park, Kominfo, PFI (Persatuan Filateli Indonesia), KFJ (Kantor Filateli Jakarta), dan semuanya yang tidak bisa aku sebut satu persatu."

Setelah badai, biasanya terbit pelangi. Itu yang dirasakan Christie usai mengalami stroke pada Januari 2010, justru membuatnya termotivasi untuk kembali menekuni dua hobinya: Menulis sebagai blogger dan mengumpulkan koleksi filateli yang akhirnya sejak 2012 hingga kemarin sudah terlaksana tujuh pameran tunggal.

Berikut, obrolan saya dengan pemilik blog christiesuharto.com ini.

Bagaimana awal perkenalan Anda sebagai blogger?
Awal kenal sebagai blogger sebenarnya untuk terapi otak karena stroke. Aku ga pernah peduli walau ga ada yang baca -tulisannya-. Bagiku, menulis merupakan terapi terbaik untuk otak.

Apa sih yang melatari Anda untuk hobi ngeblog?

Untuk terapi. Titik. Aku ga pernah punya niat yang lain seperti sekarang.

Bisa disebutkan prestasi terbaik Anda sebagai blogger?

Prestasi? Banyak. Yang pertama, sebagai Kompasianer of the Year 2011. Yang terakhir, sebagai juri nasional lomba menulis surat remaja selama empat tahun beruntun. Aku juga jadi pembicara dan diwawancarai semua media. Punya tiga buku yang sudah terjual puluhan ribu eksemplar. Semuanya itu dari menulis...

Bagaimana dengan titik terendah Anda atau kejenuhan saat ngeblog?

Titik terendah? Tidak pernah. Selama ngeblog empat tahun ini justru aku semakin semangat.

Kiat untuk mengatasi hal tersebut?

Ada. Cara mengatasinya dengan tetap menulis, menulis, dan terus menulis. Jangan pernah mikir siapa yang baca atau berapa orang yang baca. Kalo kita tahu, kekuatan dari menulis itu sungguh luar biasa!

Rahasia Anda dalam beraktivitas di dunia blogging tanpa terganggu pekerjaan sehari-hari.

Aku menulis tidak di laptop -Christie hanya bisa menggunakan satu tangan-. Aku menulis di hp (ponsel). Selama macet, menunggu, atau jam istirahat di kantor. Saat menulis tidak pernah menggangu kegiatanku. Aku menulis untuk satu artikel sekitar 1.000-1.500 kata hanya dalam satu jam. Biasanya itu waktu perjalanan dari rumah ke kantor atau sebaliknya.

Impian Anda selanjutnya sebagai blogger yang belum tercapai?

Yang belum tercapai? Untukku sudah semua, karena aku tidak berambisi untuk jadi blogger hebat. Aku menulis untuk terapi otak. Tapi, Tuhan memberikan lebih indah dari sekadar jadi blogger.

Kapan Anda berencana memutuskan untuk berhenti ngeblog? Dan, sebutkan alasannya?

Berhenti ngeblog? Ga lah... Karena jika aku berhenti menulis, otakku juga berhenti terapi. Jika otakku berhenti terapi, semakin lama mengecil... Jadi, dengan menulis akan menyembuhkanku.

Kembali soal pameran. Setelah ini ada rencana lagi?
Ya, ada dua lagi pameran yang akan aku gelar (dalam waktu dekat).

Mengenai acara ini, Anda mengadakan pameran dengan menyewa tempat yang lumayan luas di salah satu mal termewah di Indonesia. Kalau tidak salah, setahu saya untuk menyewa areal ini sepekan bisa mencapai ratusan juta. Tentu ini tidak mudah. Bagaimana dengan dananya? Sementara, pameran ini terbuka untuk umum.

Kebetulan, aku bekerja di Agung Podomoro Grup -pengembang yang memiliki Central Park-. Jadi, aku diberi tempat oleh mereka. Meski begitu, aku harus ajukan proposal terlebih dulu di hadapan manajemen. (Dalam komentar terpisah, Christie, mengakui Central Park merupakan rancangannya sebelum dirinya sakit).***

*      *      *


- Jakarta, 3 November 2015

Rabu, 28 Oktober 2015

Yuk, Kunjungi Pameran Filateli Christie Damayanti di Central Park


Pengunjung memotret berbagai koleksi filateli Christie Damayanti

BERKIRIM surat merupakan kegiatan yang saat ini bisa dikatakan sudah jarang dilakukan, bahkan mendekati nyaris punah. Wajar saja mengingat sekarang sudah era digital. Yaitu, berkirim pesan mayoritas mengguanakan surat elektronik (email), pesan pendek (sms), atau forum di internet. Meski begitu, bukan berarti sudah tidak ada lagi yang melakukannya.

Kebetulan, bulan ini diperingati sebagai hari surat-menyurat internasional, pada 9 Oktober lalu. Untuk beberapa kalangan, termasuk blogger, ada yang mengadakan lomba atau acara untuk berkirim surat.

Ya, ada keasyikan tersendiri saat berkirim surat dan menunggu balasan. Terutama kepada orang yang kita kenal secara pribadi. Baik itu keluarga, teman, kerabat, hingga publik figur. Pada dekade 1990-an, saya pernah mengalaminya yang tentu saja jauh lebih asyik dan berkesan ketimbang lewat email atau sms. Terutama, jika mendapat balasan dari orang yang kita inginkan.

*      *      *

BAGAIMANA rasanya mendapat surat balasan dari tokoh sekaliber Putri Diana, Ronald Reagan, Roger Moore, hingga Adam Malik? Mungkin, jika mendapat balasan dari mereka, rasanya lebih deg-degan ketimbang dapat surat dari pacar. Apalagi, jika kegiatan itu dilakukan ketika masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

Beragam kisah tersebut dialami Crhistie Damayanti. Wanita 46 tahun ini sejak kecil sudah berkirim surat dengan beberapa tokoh ternama dunia. Selain keempat sosok tersebut, masih banyak lagi. Seperti, eks Presiden Filipina Ferdinand Marcos, Indira Ghandi (India), Putri Caroline (Monako), Ratu Beatrix (Belanda), hingga Paus Paulus II.

Yang menarik, semuanya dilakukan saat Christie sejak masih SD. Tak heran jika hingga kini, dia masih menyimpan seluruh koleksinya dengan apik. Bahkan, beberapa kali, peraih penghargaan Kompasianer of the Year 2011 ini mengadakan pameran filateli. Baik secara bersama atau tunggal. Termasuk, yang berlangsung sepanjang pekan ini.

Ya, saat ini, Christie tengah mengadakan pameran tunggal bertema "Gallery of Animals" di Mal Central Park, Jakarta Barat. Acaranya berlangsung sejak pembukaan pada Senin (26/10) hingga Minggu (1/11).

Kebetulan, kemarin, saya sempat mengunjungi pameran tersebut. Sayangnya, saya tidak sempat menyaksikan diskusi bertajuk "Mau tahu cara mendapat surat balasan dari orang terkenal" yang dilakukan Christie bersama pengelola Kompasiana, Iskandar Zulkarnaen.

Meski begitu, saya cukup terhibur melihat berbagai koleksi Christie. Tidak hanya prangko, surat, atau perlengkapan filateli saja, melainkan juga berbagai lukisan yang ternyata dibuat sang bunda. Total, dalam pameran tersebut, ada ribuan koleksi yang dapat dinikmati gratis secara terbuka untuk masyarakat umum.

"Ini merupakan pameran ketujuh aku, Rul. Untuk prangko, koleksi di sini hanya setengah dari yang aku miliki. Sekitar 1.600 frame A4 yang dikalikan 10 lembar. Sementara, lukisan dari mama aku," kata Christie, semringah. Kebetulan, saya jadi saksi saat wanita yang berprofesi sebagai arsitek itu mengadakan pameran perdana bertema Disney di Museum Prangko, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada 16-26 Agustus 2012.

*      *      *

"MALAM sebelum datang badai, langit tampak cerah. Namun, jangan lupakan, setelah badai, biasanya terbit pelangi." Demikian, adagium lawas yang memiliki makna dalam. Ternyata, itu dialami Christie dalam hidupnya. Maklum, sebelumnya, dia sempat lupa dengan beragam koleksi filatelinya. Itu karena kesibukannya sebagai arsitek.

Namun, itu semua berubah sejak Januari 2010. Tepatnya ketika sedang menikmati liburan di Amerika Serikat (AS), Christie mengalami stroke yang mengubah perjalanan hidupnya. Alhasil, dia pun harus berhenti sementara dari pekerjaannya. Namun, seperti kata pepatah tadi, ternyata penyakit tersebut memiliki sisi positif. Yaitu, Christie bisa menyalurkan hobinya untuk menulis sebagai blogger, kembali mengoleksi filateli, bahkan mengadakan berbagai pameran.

"Kalau aku tidak seperti ini, mungkin aku tidak bakalan mengenal kamu, Rul. Ada hikmah yang aku rasakan dengan kondisi seperti ini. Meski begini (hanya satu tangan) aku jadi suka menulis di mana pun dan kapan pun," tutur Christie sambil membereskan berbagai koleksinya.

Tanpa terasa, sudah lewat pukul 15.00 WIB. Berarti, hanya satu jam lagi sebelum acara diskusi berlangsung. Tampak, belasan pengunjung di mal mewah yang identik dengan taman terbukanya itu mendatangi booth pameran. Pada saat yang sama, saya justru memohon pamit kepada Christie karena harus kembali ke kantor.

Ketika beranjak menuju pintu keluar, terdengar kekaguman dari beberapa pengunjung yang menyaksikan ribuan koleksi tersebut. Mayoritas mengatakan si empunya pameran -Christie- beruntung bisa mengoleksi berbagai benda filateli ini yang mencapai ribuan.

Namun, mereka mungkin tidak tahu, ada harga yang harus dibayar untuk bisa mengumpulkan semuanya. Ya, selalu ada pelangi setelah badai.*

- Artikel ini ditulis untuk menyambut Hari Surat Menyurat Internasional pada 9 Oktober lalu dan Hari Stroke Sedunia (29 Oktober)

*      *      *
Isi daftar hadir

*      *      *
Christie dengan ribuan koleksinya

*      *
Ibunda Christie dengan ramah menyambut setiap tamu
     *

*      *      *
Ada koleksi lukisan dari sang bunda yang turut dipamerkan

*      *      *
Berbagai macam prangko yang bisa dimiliki pengunjung

*      *      *
Seorang anak yang sedang disuapi pun larut menyaksikan berbagai koleksi 

*      *      *
Wow... Komodo 

*      *      *
Surat balasan dari Adam Malik

*      *      *
Putri Diana

*      *      *
Ronald Reagan

*      *      *
Penggemar James Bond pasti sudah familiar

*      *      *


Sekilas Info Pameran Filateli: 
Pembukaan: Senin, 26 November 2015
Waktu: 26 Oktober - 1 November 2015
Tiket: GRATIS!
Lokasi: Lantai LG Mal Central Park, Jakarta Barat

Tentang Christie Damayanti:
Blog pribadi: christiesuharto.com
Blog di Kompasiana: Christie Damayanti
Email: christie***.com
Facebook: Christie Damayanti
Twitter: @SuhartoChristie


*      *      *

*      *      *

- Jakarta, 28 Oktober 2015