![]() |
| Christie Damayanti |
WAJAHNYA tampak letih. Keringat bercucuran di sekujur tubuhnya. Namun, gerakannya tetap gesit saat menyambut pengunjung. Dia juga antusias menerima ajakan foto bersama dari puluhan orang yang mendatangi pameran tersebut. Tak jarang, dia membereskan letak frame atau dekorasi yang jatuh akibat tersenggol karena padatnya pengunjung di mal yang didesainnya sebelum sakit.
Ya, itulah kegiatan yang dilakukan Christie Damayanti sepanjang pekan lalu saat mengadakan Pameran Filateli di Mal Central Park. Tepatnya, sejak Senin, 26 Oktober hingga Minggu (1/11). Puncaknya, tentu pada hari terakhir yang memang libur hingga membuat pameran tersebut diserbu pengunjung.
Yang menarik, ribuan koleksi itu bisa dinikmati secara gratis. Plus, pengunjung dapat informasi, kiat, dan pengalaman langsung dari Christie, mengenai cara mengirim surat. Khususnya ditujukan pada tokoh terkenal.
"Aku senang rul, akhirnya selesai juga," kata Christie, 46 tahun. "Terima kasih untuk rekan-rekan blogger yang telah datang ke sini. Pameran ini tidak akan terwujud tanpa dukungan banyak pihak. Mal Central Park, Kominfo, PFI (Persatuan Filateli Indonesia), KFJ (Kantor Filateli Jakarta), dan semuanya yang tidak bisa aku sebut satu persatu."
Setelah badai, biasanya terbit pelangi. Itu yang dirasakan Christie usai mengalami stroke pada Januari 2010, justru membuatnya termotivasi untuk kembali menekuni dua hobinya: Menulis sebagai blogger dan mengumpulkan koleksi filateli yang akhirnya sejak 2012 hingga kemarin sudah terlaksana tujuh pameran tunggal.
Berikut, obrolan saya dengan pemilik blog christiesuharto.com ini.
Bagaimana awal perkenalan Anda sebagai blogger?
Awal kenal sebagai blogger sebenarnya untuk terapi otak karena stroke. Aku ga pernah peduli walau ga ada yang baca -tulisannya-. Bagiku, menulis merupakan terapi terbaik untuk otak.
Apa sih yang melatari Anda untuk hobi ngeblog?
Untuk terapi. Titik. Aku ga pernah punya niat yang lain seperti sekarang.
Bisa disebutkan prestasi terbaik Anda sebagai blogger?
Prestasi? Banyak. Yang pertama, sebagai Kompasianer of the Year 2011. Yang terakhir, sebagai juri nasional lomba menulis surat remaja selama empat tahun beruntun. Aku juga jadi pembicara dan diwawancarai semua media. Punya tiga buku yang sudah terjual puluhan ribu eksemplar. Semuanya itu dari menulis...
Bagaimana dengan titik terendah Anda atau kejenuhan saat ngeblog?
Titik terendah? Tidak pernah. Selama ngeblog empat tahun ini justru aku semakin semangat.
Kiat untuk mengatasi hal tersebut?
Ada. Cara mengatasinya dengan tetap menulis, menulis, dan terus menulis. Jangan pernah mikir siapa yang baca atau berapa orang yang baca. Kalo kita tahu, kekuatan dari menulis itu sungguh luar biasa!
Rahasia Anda dalam beraktivitas di dunia blogging tanpa terganggu pekerjaan sehari-hari.
Impian Anda selanjutnya sebagai blogger yang belum tercapai?
Yang belum tercapai? Untukku sudah semua, karena aku tidak berambisi untuk jadi blogger hebat. Aku menulis untuk terapi otak. Tapi, Tuhan memberikan lebih indah dari sekadar jadi blogger.
Kapan Anda berencana memutuskan untuk berhenti ngeblog? Dan, sebutkan alasannya?
Berhenti ngeblog? Ga lah... Karena jika aku berhenti menulis, otakku juga berhenti terapi. Jika otakku berhenti terapi, semakin lama mengecil... Jadi, dengan menulis akan menyembuhkanku.
Kembali soal pameran. Setelah ini ada rencana lagi?
Ya, ada dua lagi pameran yang akan aku gelar (dalam waktu dekat).
Mengenai acara ini, Anda mengadakan pameran dengan menyewa tempat yang lumayan luas di salah satu mal termewah di Indonesia. Kalau tidak salah, setahu saya untuk menyewa areal ini sepekan bisa mencapai ratusan juta. Tentu ini tidak mudah. Bagaimana dengan dananya? Sementara, pameran ini terbuka untuk umum.
Kebetulan, aku bekerja di Agung Podomoro Grup -pengembang yang memiliki Central Park-. Jadi, aku diberi tempat oleh mereka. Meski begitu, aku harus ajukan proposal terlebih dulu di hadapan manajemen. (Dalam komentar terpisah, Christie, mengakui Central Park merupakan rancangannya sebelum dirinya sakit).***
* * *
Artikel terkait:
- Yuk, Kunjungi Pameran Filateli Christie Damayanti di Central Park
- Resensi Buku Christie Damayanti: Ketika Tuhan Mengizikan Aku Sakit
- Pameran Filateli Perdana Christie Damayanti di Museum Prangko TMMI
- Rekam Jejak Satu Tahun IDKITA
- Yuk, Kunjungi Pameran Filateli Christie Damayanti di Central Park
- Resensi Buku Christie Damayanti: Ketika Tuhan Mengizikan Aku Sakit
- Pameran Filateli Perdana Christie Damayanti di Museum Prangko TMMI
- Rekam Jejak Satu Tahun IDKITA
- Jakarta, 3 November 2015
