TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Liga TopSkor

Serial Catatan Harian Ojol

Serial Catatan Harian Ojol
Serial Catatan Harian Ojol
Tampilkan postingan dengan label Liga TopSkor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Liga TopSkor. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 April 2018

Menanti Kemenangan, Harapkan Kepastian


Penampilan heroik saat menghadapi ASAD harus diulang Kabomania di babak
Championships ini. (Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

KONSISTENSI merupakan barang langka di Liga NIVEA MEN TopSkor (LNMT) U-16 2018. Sepanjang kompetisi ini berlangsung, baru ada dua tim yang bisa dikatakan benar-benar solid.

Itu diperlihatkan ASAD 313 Jaya Perkasa dan Bina Taruna yang masih mulus. Selain kedua tim itu, ada Buperta, ASIOP Apacinti, Chelsea Indonesia, Soccer One, serta dua tim promosi (Candrabhaga danBig Stars Babek).

Namun, sejauh ini, pencapaian mereka masih belum bisa bersaing dengan kedua tim tersebut. Termasuk, Kabomania yang pada awal musim sempat mencuat.

Tim yang diarsiteki Indriyanto Nugroho ini bahkan sempat memuncaki klasemen sementara Grup Top berendeng dengan ASAD. Hanya, ibarat balapan, bahan bakar mereka sudah habis memasuki tiga perempat jalan.

Itu terjadi sejak menyerah 0-2 dari Candrabhaga pada 11 Maret lalu. Setelah itu, dalam tiga pertandingan selanjutnya Kabomania mengalami paceklik kemenangan.

Kendati, mereka sempat tampil heroik ketika menahan ASAD tanpa gol (25/3). Sayangnya, itu jadi laga terbaik mereka.

Ibarat pelita kehabisan minyak yang perlahan memudar, berpendar, dan padam. Terbukti, pada pekan pamungkas (30/3), Kabomania malah diajarai Cibinong Poetra untuk cara bermain yang baik dan benar.

“Ini siklus. Dalam sepak bola, selalu ada seperti ini,” kata Indri terkait kekalahan 0-2 dari Cibinong Poetra.
Evaluasi Jadi Kunci
Kabomania kembali bergabung dengan Babek dan Candrabhaga di babak Championships LNMT U-16 2018 Grup C. Selain mereka, ada Putra Citra Muda (PCM) dan Astam.


Kabomania langsung menghadapi dua tim tersebut di Stadion Gagak Hitam, Batalyon Arhanud 10, Bintaro, Jakarta Selatan, Sabtu (21/4). Pekan depan, giliran mereka ditunggu Babek dan Candrabhaga.

“Lebih baik kami belajar dari hasil di Grup Top lalu. Kesalahannya apa dan kekurangannya bagaimana. Itu yang akan kami evaluasi supaya bisa fight. Saya ingatkan kepada anak-anak untuk tidak inferior menghadapi siapa pun di Grup C ini,” Indri, memberi analisis.

Kabomania harus meraih hasil positif dari PCM dan Astam yang memiliki kualitas setara. Sebab, pekan depan, Babek dan Candrabhaga sudah menunggu.

Sesuai regulasi, dua teratas klasemen melaju ke perempat final Cup. Sementara, posisi tiga dan empat ke babak delapan besar Plate.

Juru kunci? Sudah pasti degradasi ke Divisi Satu 2019. Ini yang akan dihindari Irsyadul Anam dan kawan-kawan supaya tidak turun kasta.

“Finishing yang harus kami perbaiki. Hasil di Grup Top membuktikan kami memang kurang tajam. Apalagi, di Grup C ini sangat ketat. Kami tidak boleh lengah jika ingin bertahan di Divisi Utama. Saya pribadi, yakin bisa,” kata Irsyadul, optimistis.***

Hasil Pertandingan Kabomania di Grup Top
Benteng Muda 0-2 Kabomania
(Frederick Rohn 5, Erlangga Y. 15)
Kabomania 1-1 Salfas Soccer (Rizki Wahyudi 43; Rifky Dwi Setiawan 5)
Buperta 0-0 Kabomania 
Sukmajaya 0-4 Kabomania
(Ade Firman 6, Rizki Wahyudi 18, Julian Chandra 40, M. Irsyadul 55)
Kabomania 2-0 Duta Motor (Putra Rizky 30, Adi Firman 50)
Kabomania 0-2 Candrabhaga (P. Sugeng 1, M. Fadillah 47)
Kabomania 0-1 Babek (Usman Fatahillah 49)
Kabomania 0-0 ASAD 313
Cibinong Poetra 2-0 Kabomania 
(Fahryan Rizky 24, M. Raihan 30)


Klasemen Grup Top

1ASAD972019-3+1623
2Candrabhaga971120-8+1222
3Babek961219-7+1219
4Buperta951312-9+316
5Salfas Soccer942311-9+214
6Cibinong Poetra933310-9+112
7Kabomania 93339-6+312
8Duta Motor91173-12-184
9Sukmajaya90362-18-163
10Benteng Muda90183-18-161
Keterangan
U: Urutan
T: Tim
P: Pertandingan
M: Menang
S: Seri
K: Kalah
SG: Selisih gol
+/-: Surplus atau defisit
N: Nilai

Jadwal Kabomania di Grup D
21/4 (10.00 WIB): PCM Vs Kabomania
21/4 (13.00 WIB): Astam Vs Kabomania
28/4 (09.00 WIB): Babek Vs Kabomania
28/4 (12.00 WIB): Candrabhaga Vs Kabomania


Klasemen Grup D

UTPMSKSG+/-N
1Babek32106-1+57
2Astam21102-0+24
3Candrabhaga20110-2-21
4PCM30121-6-51
5Kabomania0000000

Keterangan
U: Urutan
T: Tim
P: Pertandingan
M: Menang
S: Seri
K: Kalah
SG: Selisih gol
+/-: Surplus atau defisit
N: Nilai 



*        *        *
Kabomania ditunggu PCM dan ASTAM, besok.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)
*        *        *
Kabomania belum pernah menang dalam empat pertandingan terakhir
di Liga NIVEA MEN TopSkor U-16 2018. (Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)
*        *        *
Kabomania kembali bertemu dengan Candrabhaga dan Big Stars Babek
di Grup C. (Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)
*        *        *
Kekalahan dari Cibinong Poetra jadi pelajaran berharga bagi Kabomania.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)
*        *        *
Indriyanto Nugroho sudah mengevaluasi hasil minor dalam empat
pertandingan terakhir. (Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)
*        *        *
Kabomania tidak boleh jadi juru kunci jika masih ingin bermain di Divisi Utama
Liga TopSkor pada 2019. (Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        *
- Jakarta, 20 April 2018

Jumat, 09 Februari 2018

Delvecchio: Gelar Pemain Terbaik Penting, tapi Tim yang Utama


Fabio Delvecchio memiliki speed di atas rata-rata yang memudahkannya
untuk melakukan solo run dari tengah lapangan. (Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)


SEBAGAI pemain, meraih penghargaan Man of the Match (MotM) merupakan suatu kebanggaan. Sebab, itu membuktikan keberadaannya di lapangan sangat memengaruhi penampilan rekan-rekannya. Apalagi, jika turut menceploskan bola ke gawang lawan.

Itu yang dialami Fabio Delvecchio pada laga pertama Grup Top Divisi Utama Liga NIVEA MEN TopSkor (LNMT) U-16 2018. Gelandang sayap Buperta ini menyabet gelar MotM usai mengalahkan BBC Duta Motor 4-0.

Stadion Mini Citeureup, Bogor, Minggu (4/2) jadi saksi penampilan impresif Delvecchio. Putra dari pasangan Oey Ieping-Nyonyoh ini mencetak gol kedua Buperta pada menit ke-36. Tiga gol lainnya dibukukan Chandra Negara pada menit ke-21, Farkhan N. (39), dan Bintang Seme (55).

Gol Delvecchio diawali serangan baliknya dari sisi kanan pertahanan Duta Motor. Mengandalkan speed yang di atas rata-rata, penggemar Eden Hazard ini melakukan solo run tanpa mampu dibendung pertahanan lawan.

Pemain kelahiran 19 Agustus 2002 ini sukses melewati adangan M. Fitto dan Khaisar yang terus membayangi dari sepertiga lapangan. Delvecchio tidak gugup ketika sudah berhadapan dengan kiper Duta Motor, Dzulham. Lewat kaki kirinya, pemilik nomor punggung 10 ini mencocor bola ke pojok kiri gawang.

"Senang banget bisa mencetak gol. Namun, yang utama, tim meraih kemenangan pada laga pertama ini," ujar Delvecchio, seusai pertandingan.

Selain mengukir gol, Delvecchio juga memberikan kontribusi maksimal kepada rekan-rekannya. Yaitu, dengan berbagai umpan matang, terutama dari sisi sayap yang merepotkan sektor belakang Duta Motor.

Ditambah, dengan keunggulan larinya yang membuat Delvecchio gesit bak Arjen Robben ketika masih memperkuat Chelsea. Yang menarik, Delvecchio tidak hanya memiliki akurasi yang tinggi pada kaki kirinya. Bahkan, sepakan nan keras berasal dari kaki kanan.

Dua kakinya yang hidup memberi modal bagi pemain tersubur The Junior School Soccer League (JSSL) Cup 2014 Singapore ini untuk dipergunakan saat menembak ke arah gawang. Keunggulan individu dan pengaruh kepada tim membuat Delvecchio diganjar MotM.

"Suatu kebanggaan bisa meraih MotM ini. Sebagai pemain, jelas saya girang banget. Hanya, saya tidak bisa mendapat MotM ini tanpa dukungan rekan-rekan di lapangan, pelatih, kedua Orangtua yang mendukung ke sini, dan sekolah saya, SMK Metland. Gelar pemain terbaik ini saya persembahkan untuk mereka," Delvecchio, menjelaskan dengan nada haru.

Pernyataan pemain yang namanya terinspirasi dari legenda AS Roma, Marco Delvecchio ini menarik. Bagi Delvecchio, MotM memang penting. Namun, yang utama sebagai pemain menurutnya hasil positif untuk tim.

Peraih MotM LNMT U-16 2018 ini mendapat medali dan suvenir dari NIVEA MEN. Selain itu, ada kesempatan bagi setiap pemain untuk diterbangkan ke Spanyol. Tepatnya, untuk mengikuti pelatihan bersama jajaran pelatih Real Madrid.

Bisa dipahami mengingat NIVEA MEN merupakan sponsor utama raksasa La Liga Spanyol tersebut. Perusahaan yang bermarkas di Hamburg, Jerman, ini jadi partner TopSkor untuk menyelenggarakan LNMT U-16 2018.

Sebelumnya, kolaborasi ini membuahkan hasil positif pada penyelenggaraan NIVEA MEN TopSkor Cup (NMTC) U-16 2017. Pada akhir musim, lima pemain terbaik LNMT U-16 2018 akan dipilih NIVEA MEN berdasarkan kriteria dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk diberangkatkan ke Madrid.

"Suatu kebanggaan jika bisa terbang ke Madrid. Sebab, (Stadion) Santiago Bernabeu kan rumah sepak bola. Madrid memiliki 12 trofi Liga Champions yang paling banyak dibandingkan tim lainnya. Siapa pemain yang tidak ingin ke Bernabeu? Tentu saya mau banget," kata Delvecchio, optimistis.

Pengagum Bambang Pamungkas ini melanjutkan, "Namun, saya ingin fokus memberikan yang terbaik untuk Buperta. Jika berkontribusi positif terhadap tim, baru berbicara ke Madrid. Selain itu, saya |juga termotivasi untuk memperkuat tim nasional Indonesia U-16."

Yang menarik, Delvecchio tidak hanya piawai sebagai pesepak bola saja. Melainkan juga di lapangan futsal. Delvecchio mengantar SMK Metland School sebagai juara Management Futsal Competition 2017 yang diselenggarakan Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi.

"Kami beruntung, baik dari SMK Metland dan Buperta sangat mendukung Delvecchio. Meski, kadang-kadang jadwalnya bersamaan. Termasuk, saat mengikuti LNMT U-16 2018 ini. Kepala Sekolah SMK Metland Darmawan Sunarja memberi dispensasi kepada Delvecchio untuk fokus mengikuti turnamen ini pada Sabtu dan Minggu," Oey, menjelaskan.

*        *        *
Aksi penggemar Chelsea ini saat mencetak gol kedua Buperta ke gawang
Duta Motor.  (Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        *
Meski dibayangi dua penggawa Duta Motor, pengagum Bambang Pamungkas
ini tak terbendung untuk menghunjamkan bola ke pojok kiri gawang.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        *
Sapuan bek Duta Motor, Khaisar gagal mencegah bola yang meluncur deras 
ke gawangnya akibat sepakan Delvecchio. (Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        *
Selebrasi Delvecchio setelah mencetak gol pada menit ke-36 di Stadion Mini 
Citeureup, Bogor, pada 4 Februari lalu. (Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        *
Usai mencetak gol, Delvecchio disambut rekan setimnya, Fabian Zulfan.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        *
Selain kaki kiri, Delvecchio juga piawai menggunakan kaki kanan untuk
mengarahkan bola dengan deras ke gawang lawan.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        *
Posturnya yang mungil membuat Delvecchio mudah melepaskan diri
dari kawalan pemain lawan. (Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        *
Bagi Delvecchio, gelar Man of the Match ini dipersembahkan untuk rekan-rekan
di lapangan, pelatih, kedua Orangtua, dan sekolahnya.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)
*        *        *
Yang menarik, selain piawai di lapangan hijau, Delvecchio juga lihai  bermain
futsal dengan yang teranyar juara Management Futsal Competition 2017.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        *
Delvecchio: MotM memang penting, tapi yang utama saya harus memberikan
kontribusi untuk tim. (Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        *
- Jakarta, 9 Februari 2018

Senin, 04 Desember 2017

Galeri Foto ASIOP Vs Bina Taruna: Final Kepagian yang Harus Diakhiri Adu Penalti


Striker Bina Taruna, M. Fikri, berduel dengan bek ASIOP, Ahmad Rusadi.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)


LAPANGAN Wing 1 Paskhas, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu (3/12) jadi saksi persaingan sengit dua tim favorit di NIVEA MEN TopSkor Cup U-16 2017. Tepatnya, saat ASIOP Apacinti menghadapi Bina Taruna pada 16 besar.

Banyak pihak yang menyebut duel ini sebagai final kepagian. Wajar saja mengingat kedua tim bersama ASAD 313 Jaya Perkasa dan Pondok Pesantren Modern Sahid tampil impresif di fase grup.


Namun, takdir berkata lain. Sebab, kedua tim justru harus saling bunuh di perdelapan final.

Itu terjadi akibat ASIOP terpeleset di fase grup saat menghadapi Cibinong Raya (Ciray) yang berujung kekalahan 0-1 pada 19 November lalu. Akibatnya, pasukan Suaib Ansori pun melaju ke 16 besar sebagai runner-up grup A di bawah Ciray.

Di sisi lain, Bina Taruna melaju ke perdelapan final dengan mulus usai menyapu bersih tiga pertandingan di Grup B. Alhasil, bentrok antarraksasa pun tak terelakkan.

Tensi tinggi mewarnai duel antara juara Grup B dengan runner-up Grup A ini. Jual-beli serangan tersaji sepanjang 60 menit.

Beberapa kali wasit mengingatkan kepada pemain untuk tidak tersulut emosi. Tiga kartu kuning pun keluar dari korps pengadil untuk kedua tim.

Bina Taruna yang tampil mendominasi harus keluar dengan tertunduk. Sejumlah peluang dari skuat asuhan Saut Tobing gagal menjadi gol yang membuat laga diakhiri adu penalti.

Dalam tos-tosan ini, tiga dari empat algojo ASIOP berhasil menceploskan bola. Sebaliknya, hanya satu dari empat eksekutor Bina Taruna yang berujung gol.

"Ketika sudah masuk penalti, kami nothing to lose. Bagi kami, kelolosan ke perempat final sebagai ajang latihan jelang Liga TopSkor 2018," kata Ansori yang mengingatkan timnya untuk tidak larut dalam euforia mengingat di perempat final sudah ditunggu Benteng Muda.

Di sisi lain, Saut mengingatkan para pemainnya untuk tidak larut dalam kekecewaan. Menurutnya, secara permainan, Bina Taruna lebih unggul.

“Kalah dan menang itu biasa. Terkait hasil, saya cukup puas dengan penampilan anak-anak di NIVEA MEN TopSkor Cup U-16 2017 ini. Bagi kami, turnamen ini sebagai evaluasi untuk menghadapi Liga TopSkor mendatang,” Saut, menjelaskan.

Pernyataan tersebut beralasan. Menang atau kalah dalam sepak bola itu biasa.


Pun dengan tensi panas sepanjang pertandingan. Sebab, usai wasit meniup peluit panjang, para pemain dari kedua tim kembali berangkulan.

Penggawa ASIOP tidak jemawa dengan kemenangan tersebut. Begitu juga dengan pemain Bina Taruna yang menerima kekalahan dengan lapang dada.

Itulah inti dari sepak bola. Khususnya, kepada mereka yang mengikuti NIVEA MEN TopSkor Cup U-16 2017 ini sebagai bagian dari pembinaan pemain usia muda.***



ASIOP Apacinti 0-0 (3-1) Bina Taruna
Pencetak Gol
: -
Adu Penalti: M. Heru (X), Malik Akbar, Komang Teguh, Ahmad Rusadi; Unggul Perkasa, Dhika Maulana (X), Julia Nur (X),Fajar Firdaus (X)
Pemain Terbaik: Rafiq Ramadhan (Bina Taruna)



*        *        *
Striker ASIOP, Rendy Juliansyah nyaris frustrasi terhadap disiplinnya barisan
pertahanan Benteng Muda. (Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        *
Orangtua dari para pemain Benteng Muda tampak tegang menyaksikan adu penalti.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        *
Bek Bina Taruna, Unggul Perkasa jadi eksekutor pertama dalam adu penalti.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        *
Gelandang ASIOP, M. Herus bersiap jadi algojo dalam tos-tosan.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        *
Sepakan Heru berhasil digagalkan kiper Bina Taruna, Yogi Hermawan.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        *
Penyelamatan kiper ASIOP, Sabda Yoga, untuk mengakhiri adu penalti.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        *
Pelatih Bina Taruna, Saut Tobing mengucapkan selamat kepada penggawa ASIOP.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        **        *        *
*        *        **        *        *
Gelandang ASIOP, Dennish Diaz, berebut bola dengan bek Bina Taruna, M. Febrian.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        *
Striker ASIOP, Rendy Juliansyah mencoba keluar dari kepungan penggawa Bina Taruna.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        *
Penggawa ASIOP memasang pagar betis untuk membendung tendangan bebas
gelandang Bina Taruna, Vigo Sandi Wahyu. (Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        *
Gelandang Bina Taruna, M. Febrian dan Dennish berusaha untuk mendapatkan bola.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        *
Setelah pertandingan, persahabatan di antara kedua tim tetap terjaga.
(Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)

*        *        * 
Artikel ASIOP Apacinti Sebelumnya:
Tetap Layak Diberi Apresiasi
- Upaya Mengasah Mental Pemain
- Berangkat dengan Ekspresi Gembira

*        *        * 
Artikel ini juga dimuat di http://www.topskor.id/detail/64019/Galeri-Foto-ASIOP-Vs-Bina-Taruna-Final-Kepagian-yang-Harus-Diakhiri-Adu-Penalti

- Jakarta, 4 Desember 2017

Senin, 19 Mei 2014

Tetap Layak Diberi Apresiasi




SINGAPURA – ASIOP Apacinti U-12 gagal mempertahankan gelar di turnamen The Junior School Soccer League (JSSL) Cup 2014. Tahun ini mereka hanya finis di peringkat kedua, setelah kalah dari Jakarta Dragons, skor 1-2, kemarin.

Meski gagal, apresiasi layak diberikan untuk skuat arahan Agus Gustira. Sebab ASIOP mampu membuktikan sebagai salah satu Sekolah Sepak Bola (SSB) terbaik di Indonesia. Pasalnya sepanjang JSSL 2014 berlangsung, ASIOP hanya kalah satu kali di pertandingan puncak yang merupakan “Derby Indonesia”.

Di penyisihan, ASIOP memuncaki klasemen Grup 2. Mereka meraih tujuh poin dari tiga pertandingan. Masing-masing mengungguli HMFC Johor, Anza Singapore, dan JSSL Walcott. Begitu juga di semifinal ketika ASIOP menekuk wakil Cina, Aksil, dengan skor telak 4-1.

“Para pemain sudah maksimal. Memang hasilnya kalah, tetapi kami bangga atas perjuangan pemain. Apalagi final berlangsung jam 12 siang, saat matahari tepat di atas kepala. Intinya kami senang melihat perkembangan pemain menghadapi SSB luar negeri,” ujar Afrial Rahmah, asisten pelatih ASIOP.

Seperti diketahui Jakarta Dragons berisi anak-anak dari ekspatriat yang bekerja di Jakarta. Pernyataan serupa diungkapkan Direktur ASIOP, Ade Prima Syarif. Menurut Ade, penggawa ASIOP sudah memperlihatkan kemampuan selevel dengan SSB luar negeri.

Dengan begitu, para pemain yang masih sangat muda ini bisa memiliki kepercayaan diri. Hingga nanti, dampaknya bisa membuahkan prestasi ketika bertan ding lagi di negeri orang. Termasuk jika misalnya ada di antara mereka yang terpantau dalam seleksi timnas kelompok umur.

“Saya senang menyaksikan performa para pemain. Performa seperti ini harus dipertahankan. Tentu saja mereka juga harus tetap giat berlatih dan pantang menyerah dalam hal apa pun,” ujar Ade.

Kebanggaan Keluarga
Aplaus untuk para pemain tidak hanya berasal dari ofisial dan manajemen ASIOP. Orangtua para pemain yang turut serta mendukung anaknya bermain di turnamen ini, juga mengungkapkan perasaan bangga.

Oey Ie Ping, orangtua striker ASIOP U-12, Fabio Delvecchio, misalnya. Dalam turnamen ini Fabio keluar sebagai pencetak gol terbanyak dengan sembilan gol. Keberhasilan itu bakal masuk dalam riwayat kariernya selama menimba ilmu di SSB. Hal itu sangat berguna jika suatu saat Fabio memiliki kesempatan beralih ke sepak bola profesional.

“Semoga apa yang dicapai Fabio dan teman-temannya bisa memotivasi untuk turnamen berikutnya. Yang jelas, saya bahagia Fabio bisa mencetak prestasi dalam turnamen di Singapura
ini,” kata Oey.*


*         *         *

*         *         *

*         *         *

*         *         *

*         *         *

*         *         *

*         *         *

*         *         *

*         *         *

*         *         *

Artikel ASIOP Apacinti Sebelumnya:
Upaya Mengasah Mental Pemain
Berangkat dengan Ekspresi Gembira

*         *         *
Artikel ini dimuat di Harian TopSkor edisi 12 Mei 2014
Jakarta, 19 Mei 2014

Minggu, 18 Mei 2014

Upaya Mengasah Mental Pemain




SINGAPURA – “Wah, tertib ya jalannya. Enggak seperti di Jakarta yang semrawut. Di sini pengendaranya tidak main serobot. Kapan Jakarta bisa seperti Singapura ya?” Itulah ungkapan
kekaguman anak-anak Sekolah Sepak Bola (SSB) ASIOP Apacinti U-12 saat tiba di Singapura, kemarin.

Tujuan tim yang dimanajeri Young Alamsyah ke “Negeri Singa” tidak lain untuk mengikuti
turnamen The Junior Soccer School & League (JSSL) Arsenal, 10-11 Mei. Kebetulan ASIOP rutin mengikuti turnamen ini setiap tahunnya.

“Lewat ajang ini selain melihat perkembangan latihan siswa SSB, juga untuk membiasakan mereka menghadapi tim luar negeri. Ini untuk mengasah mental para pemain kelak agar ke depannya sudah terbiasa,” ujar Young.

Bagi pemain di bawah usia 12 tahun dapat peluang bermain di luar negeri tentu pengalaman berharga. Ini diungkapkan banyak pemain ASIOP U-12 yang sebagian mengakui baru pertama kali ke luar negeri.

Kesempatan itu akan dipakai sebaik mungkin untuk membuktikan kemampuan. Apalagi, banyak di antara mereka didampingi orangtua menyaksikan anaknya bertanding.

“Penting untuk membuktikan ke SSB luar negeri, kalau kami tidak kalah dari mereka,” kata Rendi, pemain ASIOP U-12.

Tidak Kenal Lelah Saat tiba di Singapura kemarin pagi, skuat ASIOP U-12 langsung menuju hotel untuk makan dan beristirahat sejenak. Setelah itu pada pemain, pelatih, ofisial, dan orangtua pemain, segera berkemas untuk berangkat latihan.

Kebetulan tempat rombongan ASIOP menginap tidak jauh dari kawasan utama Singapura, yaitu Orchad Road. Alhasil, momen itu langsung dimanfaatkan para pemain untuk berfoto di sana-sini. Ada juga yang berlari riang seperti tidak kenal lelah, meski baru saja mengikuti latihan.*

*         *         *

*         *         *

*         *         *

*         *         *

*         *         *

Artikel ASIOP Apacinti Sebelumnya:
Berangkat dengan Ekspresi Gembira

*         *         *
Artikel ini dimuat di Harian TopSkor edisi 10-11 Mei 2014
- Jakarta, 18 Mei 2014

Sabtu, 17 Mei 2014

Berangkat dengan Ekspresi Gembira





JAKARTA – Skuat ASIOP Apacinti U-12 bertolak menuju Singapura, pagi ini. Lawatan kali ini untuk mengikuti turnamen The Junior Soccer School & League (JSSL) Arsenal U-12, 10-11 Mei.

Walau mengusung misi mempertahankan gelar tim terbaik yang diraih tahun lalu, para pemain ASIOP tidak tegang. Ekspresi gembira justruterlihat dari 12 pemain yang ikut serta.

Bahkan suasana santai menyelimuti skuat arahan Agus Gustira, sehari jelang keberangkatan ke Singapura. Mereka terlihat nyaman mengikuti sesi latihan bebas yang diterapkan tim pelatih. Sesekali mereka bercanda di Lapangan A Senayan, kemarin.

“Kami tidak memfokuskan latihan terakhir ini dengan materi yang berat. Terpenting mereka tetap tenang sehari sebelum berangkat ke Singapura. Apalagi Rabu (7/5) mereka sudah memperlihatkan performa ngotot saat bermain melawan seniornya,” kata Agus.

Dalam turnamen itu nanti ASIOP tergabung di Grup B bersama Albirex Niigata Junior, F-17, JSSL Walcott, dan Bintang Biru Assumption FC. Selain untuk mempertahankan gelar Agus menilai ajang ini bagus untuk mengukur perkembangan tim arahannya.

Selain banyak tim dari Singapura dan Malaysia, turnamen itu juga diikuti bebe rapa Sekolah Sepak Bola (SSB) dari negara Asia lainnya. Untuk kategori usia 12 tahun total ada 20 tim dari enam negara Asia, seperti Cina, Jepang, dan Thailand.

Di turnamen ini dari Indonesia ada empat tim yang ikut  serta, yaitu ASIOP Apacinti, Jakarta Dragons FC, Victory Mandiri Selection, dan Batam United.  Mereka mulai bertanding Sabtu dengan format festival, yaitu pertandingan berlangsung 12 menit dalam satu babak.

“Kami optimistis dengan persaingan yang akan tersaji di Grup B. Selama ini kami sudah menggembleng pemain penuh kedisiplinan. Tidak lupa juga kami sudah menanamkan kepada para pemain untuk menjaga sikap sportif sebagai bagian dari pendidikan sepak bola,” kata Agus.

Dengan semua persiapan itu Agus dan para pemainnya berharap apa yang telah dilakukan bisa jadi modal dalam melakoni pertan dingan. Tidak terkecuali kekompakkan di luar lapangan.

Dukungan Orangtua 
Perjuangan untuk jadi yang terbaik, tidak lupa dapat dukungan dari beberapa orangtua pemain yang ikut berangkat ke Singapura. Mereka ikut berangkat demi melihat anaknya bertanding.

“Kebetulan akhir pekan ini dapat cuti dari kantor, sehingga bisa ikut mendampingi ke Singapura. Kami bangga menyaksikan mereka bertanding melawan SSB di luar negeri,” ujar salah seorang
orangtua pemain.

Kehadiran para orangtua mendampingi anak-anaknya bertanding, memang sudah biasa terjadi di setiap turturnamen yang diikuti ASIOP. Bahkan tidak hanya saat anak-anaknya bertanding di kawasan Asia Tenggara atau ASEAN.

Mereka juga sering ikut tur untuk mendampingi putranya saat ASIOP mengikuti turnamen di Eropa. Hal ini merupakan bentuk dukungan positif dari para orangtua siswa ASIOP.*

Profil Grup B
Albirex Niigata Junior (Singapura)
ASIOP Apacinti (Indonesia)
Bintang Biru Assumption FC (Malaysia)
F-17 (Singapura)
JSSL Walcott (Singapura)

Jadwal Pertandingan 10 Mei
08.00        F-17 vs Asiop
08.30        Bintang Biru vs Albirex
09.00        Albirex vs Walcott
09.30        Asiop vs Bintang Biru
10.00        Bintang Biru vs F-17
10.30        Walcott vs Asiop
11.00        Asiop vs Albirex
11.30        F-17 vs Walcott
12.00        Walcott vs Bintang Biru12.30        Albirex vs F-17


*        *        *
Artikel ini dimuat di Harian TopSkor edisi 9 Mei 2014
- Jakarta, 17 Mei 2014