TyyiccClcSK3IvRCDh0sKBc4_Sg roelly87.com: Met Ultah ke-17 Uti, Adik Bungsuku

Serial Catatan Harian Ojol

Serial Catatan Harian Ojol
Serial Catatan Harian Ojol

Senin, 22 Juni 2026

Met Ultah ke-17 Uti, Adik Bungsuku

Saya bersama Mama, Novi, dan Uti
(@roelly87)



22 JUNI diperingati sebagai hari lahir Kota Jakarta. Sekarang, genap 499 tahun. 

Pada saat yang sama, 22 Juni juga hari ulang tahun adik bungsu saya. 

Namanya Putri Jelyta. Saat ini, tepat 17 tahun. Sweet  Seventeen. 

Transisi dari masa kanak-kanak menuju remaja. 

Selangkah lagi akan dewasa.

Selamat ulang tahun, Uti...

Demikian nama panggilan si bungsu. Bisa juga disapa Jelitung yang berasal dari nama belakangnya.

Saya memiliki dua adik. Yang pertama, Novi, hanya selisih beberapa tahun. Lalu, Uti kelahiran 2009.

Btw, Uti ini bukan adik kandung. Melainkan adik angkat. 

Namun, kasih sayang kami, yaitu Mama, saya, dan Novi, kepadanya tetap sama. 

Bahkan, Mama sangat sayang. Maklum, diurus sejak masih empat tahun.

Kami makan di tempat dan menu yang sama. Tiada dibedakan semuanya. 

Kecuali untuk makanan tertentu.

Saya alergi hidangan laut -akibat kulit sensitif yang berujung gatal- seperti Udang, Balakutak, Cumi, Kerang, Kepiting, dan mayoritas Ikan (kecuali Bawal, Bandeng, Mas, dan Tongkol).

Mama yang Mei lalu genap 62 tahun pantangan makan yang mengandung gula, lemak, dan kolesterol berlebih. Maklum, ibu saya mengidap Diabetes, jadi makan harus dibatasi.

Novi kurang suka daging. Diet, katanya. Hahaha. 

Uti? Nyaris semua makanan suka. Hanya, ga doyan pedas atau sambal. Padahal, saya, Mama, dan Novi merupakan penggila pedas. Namun, bisa diakali dengan Mama menempatkan sambal terpisah.

Uti saat masih bocil nunggu bedug
sambil liatin jadwal puasa wkwkwkwk
(@roelly87)


*         *         *

KISAH ini berawal 2013 silam. Pertengahan September, ibu kandung Uti meninggal dunia. 

Btw, saya kenal dengan keluarganya. Apalagi, ayahnya -meninggal Februari lalu- merupakan teman saya sejak kecil. 

Uti anak ketiga dari empat bersaudara. 

...

Uti full sebulan puasa Ramadan 


Mama pun berinisiatif mengangkat Uti sebagai anaknya. Kebetulan, di rumah tidak ada anak kecil. Hanya kami bertiga. Mama, saya, dan Novi.

Jelas, keberadaan Uti yang masih bocil alias balita, empat tahun, memberi warna baru di rumah. Saat itu, Uti sangat lucu. Kami pun senang dengan keberadaannya. 

Mama sangat antusias mengurusnya. Mulai dari memandikan, nyebokin, nyisir, pakai bedak -wkwkwk Uti lucu kalo dibedakin mukanya-, hingga mengenakan pakaian.

Uti juga yang menemani Mama tiap harinya nyaris 24 jam (termasuk hingga kini aplusan dengan saya dan Novi saat Mama beberapa kali dirawat di Rumah Sakit). Maklum, saya dan Novi kerja. 

Sementara, Mama aktif di PKK Kelurahan dan Ketua Pengajian RW. 

Pun demikian saat sekolah. Kami bertiga bergantian mengantar atau jemput. Kebetulan, SDN Petojo Utara 09 Pagi merupakan sekolah saya dan Novi dulu. Jadi, kami masih kenal dengan beberapa Guru dan petugas di sekolah itu. 

Berlanjut Uti masuk SMP dan SMK, yang gedungnya sebelahan dengam SDN 09. Saat itu, Uti mulai mandiri. 

Alias berangkat tidak diantar. Sendiri atau kadang bareng dengan beberapa teman sekelasnya. 

Kecuali, saat bagi Rapor, biasanya Mama dan Novi yang mendampingi. Saya hanya beberapa kali saat Mama sakit dan Novi kerja masuk pagi.

Bulan depan, Uti mau naik kelas 2 SMK. Itu berarti, sebentar lagi lulus.

Kami berharap, Uti bisa melanjutkan ke bangku kuliah. Itu yang Mama, saya, dan Novi perjuangkan.

Syukur-syukur dapat negeri. Namun, kalo swasta pun ga apa-apa. Intinya bisa mengecap pendidikan S1. Melanjutkan tradisi jadi mahasiswa seperti yang sudah dilakukan Novi.

Uti ultah ke-11 saat pandemi


*         *         *

UTI kini udah beranjak remaja menuju dewasa. Namun, bagi kami, masih seperti yang dulu: Uti anak yang lucu dan baik hati.

Kami pun membebaskan Uti untuk bergaul dengan banyak orang atau main ke mana saja. Misal, mengenal lawan jenis saat masa-masa Sekolah Menengah merupakan kenangan indah. 

Namun, bebas tetap ada batasan. Jika hari sekolah, pukul 20.00 WIB sudah di rumah karena besok bangun pagi.

Sementara, untuk Sabtu, Minggu, dan Hari Libur, maksimal main hingga pukul 22.00 WIB. Boleh lewat dari itu jika hanya di rumah dan sekitaran saja. 

Bagaimana jika main jauh-jauh? Ga boleh!

Itu mengingat Uti sebagai anak perempuan. Untuk antisipasi hal yang tidak diinginkan. 

Kami berpedoman, masa-masa remaja sangat menyenangkan. Termasuk, untuk Uti.

Hanya, tetap ada batasan. Baik pergaulan di luar rumah, sekolah, atau media sosial (medsos). 

Itu yang Mama, saya, dan Novi lakukan demi masa depan Uti yang bisa lebih baik lagi.

Sekali lagi, met ultah ke-17, Uti...

Uti aplusan jaga Mama saat saya ngojol dan Novi kerja


*         *         *

Artikel terkait Uti

- Nemenin Main Dampu (https://www.roelly87.com/2015/07/tujuh-permainan-tradisional-yang-asyik.html)

- Ngabuburit di RPTRA  (https://www.roelly87.com/2016/06/pengalaman-ngabuburit-di-rptra-krendang.html)

- Hari Pertama Masuk SD (https://www.roelly87.com/2016/07/hari-pertama-mengantar-sekolah.html)


*         *         *

Uti bersama abang kandung dan keluarganya di pemakaman ayahnya yang juga teman saya sejak kecil (@roelly87)


- Jakarta, 22 Juni 2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Maaf ya, saat ini komentarnya dimoderasi. Agar tidak ada spam, iklan obat kuat, virus, dan sebagainya. Silakan komentar yang baik dan pasti saya kunjungi balik.

Satu hal lagi, mohon jangan menaruh link hidup...

Terima kasih :)